Anda di halaman 1dari 15

1. 2. 3. 4.

Oleh kelompok 3 : Dhila Rachmawati Elsa Purwitasari Kurnia Dyah kusuma P Rio Rizki A

HUMANISTIK

PSIKOANALISIS

Psikoanalisis dianggap sebagai kekuatan pertama dalam psikologi yang awal mulanya datang dari psikoanalisis ala Freud yang berusaha memahami tentang kedalaman psikis manusia yang dikombinasikan dengan kesadaran pikiran guna menghasilkan kepribadian yang sehat. Kelompok psikoanalis berkeyakinan bahwa perilaku manusia dikendalikan dan diatur oleh kekuatan tak sadar dari dalam diri.

psikologi humanistik menawarkan satu nilai yang baru sebagai pendekatan untuk memahami sifat dan keadaan manusia.
psikologi humanistik menawarkan

pengetahuan yang luas akan kaedah penyelidikan dalam bidang tingkah laku manusia
psikologi humanistik menawarkan metode yang lebih luasakan kaedahkaedah yang lebih efektif dalam dalam pelaksanaan psikoterapi

Tokoh-tokoh teori Humanistik

a) Arthur Combs (1912-1999)

Arthur combs bersama dengan Donald Snygg (1904-1967). Arthur dan donald menjelaskan tentang proses belajar di sekolah. Belajar terjadi bila mempunyai arti bagi individu. Guru tidak bisa memaksakan materi yang tidak disukai atau tidak relevan dengan kehidupan mereka.

MASLOW

Teori Maslow didasarkan pada asumsi bahwa di dalam diri individu ada dua hal :
1. suatu usaha yang positif untuk berkembang 2. kekuatan untuk melawan atau menolak perkembangan itu.

Maslow mengemukakan bahwa individu berperilaku dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat hirarkis. Pada diri masing-masing orang mempunyai berbagai perasaan takut yaitu seperti rasa takut untuk berusaha atau berkembang, takut untuk mengambil kesempatan, takut membahayakan apa yang sudah ia miliki dan sebagainya, tetapi di sisi lain seseorang juga memiliki dorongan untuk lebih maju ke arah keutuhan, keunikan diri, ke arah berfungsinya semua kemampuan, ke arah kepercayaan diri menghadapi dunia luar dan pada saat itu juga ia dapat menerima diri sendiri(self).

Carl Rogers

Menurut Rogers yang terpenting dalam proses pembelajaran adalah pentingnya guru memperhatikan prinsip pendidikan dan pembelajaran, yaitu: Dimana seorang guru harus bisa menyesuaikan keduanya tersebut agar proses belajar mengajar yang terjadi di dalam kelas di suatu sekolah dapat berjalan dengan baik,kondusif dan semestinya.

Humanistik memandang bahwa perilaku itu bertujuan, yang berarti aspek-aspek intrinsik (niat, motif, tekad) dari dalam diri individu merupakan faktor penentu untuk melahirkan suatu perilaku, meskipun tanpa ada stimulus yang datang dari lingkungan. Humanistik menjelaskan mekanisme perilaku individu dalam konteks what (apa), how (bagaimana), dan why (mengapa). What (apa) menunjukkan kepada tujuan apa yang hendak dicapai dengan perilaku itu. How (bagaimana) menunjukkan kepada jenis dan bentuk cara mencapai tujuan yakni perilakunya itu sendiri. Sedangkan why (mengapa) menunjukkan kepada motivasi yang menggerakan terjadinya dan berlangsungnya perilaku (how), baik bersumber dari diri individu itu sendiri (motivasi instrinsk) maupun yang bersumber dari luar individu (motivasi ekstrinsik).

Perilaku individu diawali dari adanya kebutuhan. Setiap individu, demi mempertahankan kelangsungan dan meningkatkan kualitas hidupnya, akan merasakan adanya kekurangankekurangan atau kebutuhan-kebutuhan tertentu dalam dirinya.

kebutuhan fisiologikal, seperti : sandang, pangan dan papan kebutuhan keamanan, tidak dalam arti fisik, akan tetapi mental, psikologikal dan intelektual. kebutuhan kasih sayang atau penerimaan kebutuhan prestise atau harga diri, yang pada umumnya tercermin dalam berbagai simbolsimbol status kebutuhan aktualisasi diri.

Psikologi humanistik adalahsuatu pendekatan yang multifaset terhadap pengalaman dan tingkah laku manusia yang memusatkan perhatian pada keunikan dan aktualisasi diri manusia. Psikologi humanistik juga menitikberatkan tentang dimensi manusia Tokoh penting dalam teori belajar humanistik secara teoritik antara lain adalah: Arthur W. Combs, Abraham Maslow dan Carl Rogers. Humanistik memandang bahwa perilaku itu bertujuan, yang berarti aspek-aspek intrinsik (niat, motif, tekad) dari dalam diri individu merupakan faktor penentu untuk melahirkan suatu perilaku, meskipun tanpa ada stimulus yang datang dari lingkungan.