Anda di halaman 1dari 31

CV.

Green City Express Jasa pendistribusian BBM

Latar Belakang

Di Indonesia perkembangan sektor jasa sangatlah pesat. Hal ini ditandai dengan kontribusi sektor jasa terhadap Produk Nasional Bruto Indonesia dari tahun ke tahun yang terus meningkat. Pertumbuhan di berbagai bentuk dalam sektor jasa akan terus dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan sektor-sektor ekonomi yang lain. Salah satu bidang jasa yang sangat dibutuhkan dalam menjamin kelancaran distribusi adalah pendistribusian BBM.
Bahan Bakar Minyak atau biasa disebut dengan BBM merupakan komoditas penting dalam kehidupan manusia. BBM menunjang berbagai kegiatan manusia, mulai dari transportasi sampai industri menggantungkan diri pada BBM. BBM merupakan komoditas yang dihasilkan dari olahan minyak mentah. Minyak mentah merupakan energi yang tidak terbaharui dan persediaannya semakin menipis. Oleh karena itu, penyediaan BBM di Indonesia dikendalikan oleh pemerintah, dalam hal ini BPH Migas dan PT PERTAMINA. Wilayah Indonesia merupakan wilayah kepulauan yang sangat luas. Setiap wilayah tersebut diusahakan untuk mendapatkan pasokan BBM. Ketersediaan supply bahan bakar minyak yang berkesinambungan adalah sebuah kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi. Bagi sebuah negara besar, gangguan terhadap supply BBM tentunya akan menghambat perekonomian nasional, terutama pada sektor transportasi dan kelistrikan.

Bermula dari permasalahan tersebut maka penulis ingin mengembangkan suatu bentuk usaha jasa yang bergerak dalam penyaluran BBM yang dimana akan membantu supply pasokan yang dibutuhkan. Maka dibentuklah satu perusahaan yang diberi nama CV. Green City Express. CV.Green City Express, yang bergerak dalam bidang pendistribusian jasa transportasi BBM ini dibentuk untuk memenuhi permintaan dari setiap instansi pemerintah. Dengan menjadikan perusahaan ini yang terdepan dalam bidangnya

nasional dan untuk internasional serta meningkatkan taraf hidup rakyat banyak dan ekonomi bangsa sebagai tujuan kedepan.

Visi dan Misi Perusahaan Visi : 1. Menjadi salah satu dari sepuluh besar perusahaan courier & cargo di Indonesia pada tahun 2012. Misi : Misi yang ditetapkan untuk mewujudkan Visi dari organisasi ini adalah sebagai berikut ; 1. Berkomitmen melayani antaran tepat waktu dengan jaminan keamanan terbaik. 2. Melayani jasa pengantaran BBM baik transportasi darat maupun dari laut.. 3. Menjaga agar bisnis berjalan dengan jalan yang terbaik dengan optimalisasi sumber daya manusia yang teruji, teknologi yang kompetitif dan mitra bisnis yang bersinergi. 4. Menciptakan kepercayaan yang tinggi dari pelanggan terhadap perusahaan.

Value dan Belief Perusahaan CV.Green City Express berkomitmen untuk menjadi perusahaan yang mengadakan pelayanan jasa transportasi dengan menerapkan nilai-nilai sebagai berikut :

a. Melakukan kerjasama yang menguntungkan semua pihak Semua pihak berarti kami menginginkan kerjasama yang bukan hanya sekedar menguntungkan kami saja, tapi juga semua pihak yang juga terlibat dalam kegiatan perusahaan kami pihak yang dimaksud dalam hal ini adalah mitra bisnis. Kami ingin mengadakan kerjasama yang menguntungkan kedua belah pihak. Selain keuntungan

yang kami dapat, tentunya reputasi dan kepercayaan juga akan kami dapat melalui kerjasama ini. Sehingga kerjasama ini bukan hanya untuk setahun dua tahun saja, melainkan untuk jangka waktu yang cukup lama.

b. Pekerja kami adalah asset yang paling berharga Pekerja merupakan asset bagi kami, karena mereka merupakan salah satu faktor yang menentukan produktivitas perusahaan kami. Pekerja yang baik dan mampu memenuhi standard kami, tentunya akan mendatangkan keuntungan bagi perusahaan kami. Untuk itu kami berupaya semaksimal mungkin menjamin kenyamanan kerja mereka. Seperti misalnya dengan menetapkan standard upah diatas rata-rata UMR, pemberian insentif, atau dengan mengadakan pelatihan-pelatihan yang mendatangkan tenaga ahli sehingga kemampuan bekerja mereka meningkat dan keterampilan maupun kreativitas mereka makin terasah. Selain itu untuk kenyaman dalam bekerja, kami juga mengutamakan prinsip K3 dan memberdayakan Divisi Human & Resources kami untuk menangani masalah pekerja.

c. Kepuasan Pelanggan yang kami utamakan

Dalam hal ini yang ingin kami capai adalah bagaimana mendapatkan kepercayaan setiap pelanggan yang kami layani. Oleh karena itu pengaruh seperti kerjasama sangat dibutuhkan dan juga bagaimana memahami keinginan dari pelanggan. Kepuasan pelanggan akan menjadi landasan bagi kami untuk tetap eksis dalam pekerjaan kami sebagai perusahaan jasa pendistribusian BBM di Indonesia.

d. Mengutamakan kualitas : disiplin dan tepat waktu dalam segala aspek

Kami berprinsip bahwa disiplin dan tepat waktu merupakan salah satu kunci kami untuk meraih sukses. Disiplin untuk datang tepat waktu bagi pegawai, dimana untuk setiap keterlambatan akan kami kenakan sanksi. Disiplin dalam hal bekerja, dimana untuk setiap kemoloran akan diberikan sanksi. Sebab kami tidak ingin membuang-buang waktu dan menjaga produktivitas perusahaan. Selain hal-hal internal ini, kami juga menetapkan prinsip disiplin dalam hal ketepatan waktu dalam

menyalurkan BBM. Sebab kami tidak ingin mengecewakan pelanggan. Untuk itu kami benar-benar menerapkan prinsip disiplin.

e. Komitmen semua jajaran management untuk perbaikan berkesinambungan Keberhasilan suatu perusahaan adalah tergantung bagaimana semua pihak yang terkait didalamnya ikut berperan serta dalam memberikan apa yang terbaik yang bisa diberikan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Bila semua pihak tanpa terkecuali berkomitmen untuk berupaya keras menjalankan kewajibannya, maka otomatis kesalahan yang ada dapat diminimalisir. Kami berkomitmen untuk melakukan perbaikan yang terus-menerus demi tercapainya tujuan awal yang diinginkan perusahaan. Untuk itu dibutuhkan kesepakatan bersama semua jajaran management untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Tujuan Strategi dan Strategi Perusahaan

Penentuan Tujuan Perusahaan Tujuan CV.Green City Express untuk 5 tahun kedepan 1. Peningkatan profit 10% dari tahun sekarang. 2. Meningkatkan kualitas SDM dengan mengadakan pelatihan secara rutin dan berkala. 3. Mendapatkan sertifikasi ISO 28000 dalam standar kualitas. 4. Memasuki pasar luar negeri khususnya Negara-negara tetangga di Asia Tenggara seperti Singapura dan Malaysia. 5. Peningkatan kapasitas produksi 50% dari sekarang.

Penentuan Strategi Perusahaan INTERNAL FACTOR( IFAS ) Kekuatan (Strength) : 1. Perusahaan subkontraktor punya kelebihan kompetitif dan karakteristik yang istimewa. 2. Konsultan yang membantu dalam pengambilan keputusan. 3. Kerjasama yang baik dengan bank. 4. Adanya standar penerimaan pegawai yang sesuai.

Kelemahan (Weakness) : 1. Belum mendapatkan informasi tentang competitor. 2. Pengetahuan tentang pelanggan terbatas. 3. Banyak pegawai ahli mengundurkan diri karena ketidakpuasan gaji.

EKSTERNAL FACTOR ( EFAS ) Peluang (Opportunity) : 1. Peningkatan demand. 2. Makin mudahnya administrasi kredit bank. 3. Terbukanya jalur pendistribusian di berbagai wilayah di Indonesia. 4. Kemajuan teknologi informasi yang akan mempermudah akses pelayanan.

Ancaman (Threat) : 1. Kompetitor mulai mengembangkan bisnis. 2. Pemerintah mengeluarkan banyak aturan baru Yang membatasi. 3. Persaingan dan era globalisasi dalam 10 tahun mendatang. 4. Kenaikan BBM.

Analisis SWOT

Berdasarkan evaluasi faktor-faktor eksternal dan internal, dapat ditarik kesimpulan bahwa pada faktor eksternal lebih cenderung pada peluang, sedangkan pada faktor internal lebih cenderung adalah kekuatan. Sehingga, strategi yang cocok digunakan pada usaha ini adalah SO (Strenght Opportunies) yakni ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang. Dengan

mempertimbangkan evaluasi di atas, maka strategi yang paling cocok diterapkan adalah : 1) Strategi S-O Meningkatkan penyaluran BBM dengan mengalokasikan dana dalam penambahan armada dan membuka jalur pengiriman diberbagai wilayah Indonesia. 2) Strategi W-O Perbaikan cara kerja divisi market research sehingga dapat memperoleh informasi untuk pengembangan usaha misalnya dengan promosi & survey. Pelatihan pekerja untuk meningkatkan kualitas jasa. 3) Strategi S-T Cari informasi tentang pelanggan untuk peningkatan melayani. Tingkatkan kerjasama dengan pemerintah untuk penentuan kebijakan. 4) Strategi W-T Merambah jaringan ke luar negeri untuk menghindari kemungkinan lesunya jaringan dalam negeri.

Identifikasi proses bisnis perusahaan

Penentuan proses bisnis dilakukan dengan melakukan pencatatan setiap elemen aktifitas yang dilakukan di dalam perusahaan CV.G.City Express ini dengan menggunakan APQC dan berdasar pada Tujuan, Value & Belief, serta strategi perusahaan. Dengan adanya elemen aktifitas ini maka dapat diketahui unit-unit organisasi apa saja yang berhubungan dengan aktifitas tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung. Selain itu, diperlukan unit organisasi yang secara langsung bertanggung jawab atas setiap elemen aktifitas tersebut. Proses bisnis inilah yang menjadi cikal bakal terbentuknya suatu organisasi dalam perusahaan. Adapun proses bisnis dari perusahaan sebagai berikut :

1.0 Mengembangkan Visi dan Strategi 1.1 Mendefinisikan konsep bisnis dan jangka panjang Konsep bisnis perusahaan disini yaitu berupaya dapat membantu perusahaan dalam negeri dalam hal ini kebutuhan BBM yang dimana menjadi kebutuhan mutlak dalam perekonomian di Indonesia dengan menjadi penyedia jasa pendistribusian karena, hal keterbatasan yang tidak bisa diberikan oleh perusahaan dalam negeri. Tujuan perusahaan jangka panjang ingin menjadi perusahaan yang resmi sebagai rekan kerja kemudian mendapatkan sertifikat ISO sebagai standar dari perusahaan dan juga ingin meningkatkan profit dari perusahaan ini. Hal yang lain adalah melatih SDM menjadi tenaga yang terampil. 1.1.1 Memonitor Lingkungan Eksternal

Peningkatan demand yang terjadi seiring dengan bertambahnya kebutuhan merupakan menjadi salah satu faktor dimana terbukanya setiap jalur pendistribusian. Kemudian kemudahan dalam administrasi kredit bank menjadi sebagai modal awal dari perusahaan ini.

1.1.1.1 Analisa dan memahami persaingan Persaingan yang terjadi disini adanya kemungkinan bahwa perusahaan yang bergerak dalam jasa pendistribusian itu tidak sedikit. Sehingga dibutuhkannya informasi untuk memperluas wilayah yang mampu perusahaan ini untuk bertahan dalam kondisi persaingan yang ketat. 1.1.1.2 Identifikasi kecenderungan ekonomi Arus perekonomian di Indonesia sangat berpengaruh untuk perusahaan yang kecil seperti perusahaan ini. Oleh karena itu dibutuhkannya kemampuan dalam pengelolahan biaya yang baik.

1.1.2

Melakukan survey pasar dan memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan 1.1.2.1 Melakukan pendekatan kualitatif dan kuantitatif 1.1.2.2 Mengetahui dan mengukur keinginan pelanggan

1.1.3 1.1.4

memilih pangsa pasar yang relevan Melakukan analisis internal 1.1.4.1 Menganalisis karakter organisasi 1.1.4.2 Analisis sistem dan teknologi 1.1.4.3 Analisis posisi finansial

1.1.5

Mengembangkan visi strategis 1.1.5.1 Menyatukan stakeholder pada visi strategis

1.2 Mengembangkan strategi bisnis 1.2.1 1.2.2 1.2.6 1.2.7 1.2.8 Mengembangkan pernyataan misi umum Mengevaluasi pilihan-pilihan strategis Mendesain struktur organisasi dan hubungannya antar unit organisasi Mengembangkan dan menentukan tujuan organisasi Memformulasikan unit bisnis strategis

1.3 Mengelola inisiatif strategis

1.3.1 1.3.2 1.3.3 1.3.4

Mengembangkan inisiatif strategis Evaluasi inisiatif strategis Memilih inisiatif strategis Mengembangkan pengukuran strategis

2.0 Desain dan mengembangkan produk ( menu ) 2.1 Tampilan produk ( menu ) 2.1.1 Mengembangkan strategi dan konsep untuk menu baru 2.1.1.1 Meneliti kebutuhan pelanggan dan pasar 2.1.1.2 Merencanakan dan mengembangkan target biaya dan kualitas 2.1.1.3 Mengembangkan target life cycle product dan waktu pengembangan 2.1.1.4 Meneliti teknologi terkini, komponen, dan kebutuhan pengembangan 2.1.1.5 Mengintegrasikan teknologi terkini ke dalam konsep dan komponen dari produk 2.1.2 Mengembagkan produk ( menu ) baru serta mengevaluasi dan memperbaikinya 2.1.2.1 Menterjemahkan kebutuhan dan keinginan pelanggan menjadi ide produk (menu) 2.1.2.2 Mengevaluasi produk (menu) berdasarkan strategi NPD

2.1.2.3 Mengidentifikasi pengembangan untuk produk (menu) yang sudah ada 2.1.2.4 Menghapuskan Produk (menu) yang sudah tidak sesuai

2.1.2.5 Mengidentifikasi dan meningkatkan indikator kinerja 2.1.3 Desain, membuat, dan mengevaluasi produk dan jasa 2.1.3.1 Mengembangkan spesifikasi tampilan produk 2.1.3.2 Spesifikasi desain dokumen 2.1.3.3 Mengeliminasi permasalahan kualitas dan reliabilitas 2.1.3.4 Melakukan pengujian internal produk dan mengevaluasi kelayakannya 2.1.3.5 Mengidentifikasi indikator kinerja desain/pengembangan 2.1.4 Menyiapkan produksi dan pengenalan pasar 2.1.5.1 Menginstall dan memvalidasi proses atau metodologi 2.1.5.2 Mengenalkan produk baru secara komersial 3.0 Pemasaran dan Penjualan Produk dan Jasa 3.1 Mengembangkan pemasaran, distribusi, dan strategi penyaluran 3.1.1 Memahami kebutuhan pelanggan dan memprediksi perilaku kebutuhan pelanggan 3.1.2 3.1.3 Mengidentifikasi segmentasi pasar dan target pelanggan Mendefinisikan dan mengelola strategi penyaluran

3.2 Mengembangkan dan mengelola strategi pelanggan 3.2.1 3.2.2 3.2.3 3.2.4 3.2.5 Mengembangkan strategi manajemen pelanggan Mengembangkan tujuan manajemen pelanggan Melakukan peramalan penjualan Membuat anggaran penjualan keseluruhan Membuat manajemen pengukuran pelanggan

3.3 Mengelola aktivitas periklanan, penentuan harga, dan promosi

3.3.1

Mengembangkan dan mengelola periklanan 3.3.1.1 Mendefinisikan tujuan dan strategi periklanan 3.3.1.2 Mendefinisikan target pendengar 3.3.1.3 Mencari agen periklanan 3.3.1.4 Membuat iklan

3.3.2

Mengembangkan dan mengelola komunikasi 3.3.2.1 Membuat anggaran untuk media komunikasi 3.3.2.2 Membuat rencana untuk media komunikasi 3.3.2.3 Melaksanakan rencana untuk media komunikasi

3.3.3 3.3.4

Membuat dan mengelola penempatan dan manajemen kampanye Membuat dan mengelola penentuan harga 3.3.4.1 Membuat peramalan dan penentuan harga 3.3.4.2 Melaksanakan rencana penentuan harga 3.3.4.3 Mengevaluasi kinerja penentuan harga 3.3.4.4 Perbaiki penentuan harga sesuai yang dibutuhkan

3.3.5

Membuat dan mengelola aktivitas promosi 3.3.5.1 Mendefinisikan konsep promosi direct-to-consumer ( transaksi terhadap konsumen ) 3.3.5.2 Merencanakan aktivitas direct-to-consumer 3.3.5.3 Melakukan tes dan melaksanakan aktivitas promosi direct-toconsumer 3.3.5.4 Menyiapkan/menganalisis/mengevaluasi pengukuran kinerja aktivitas promosi direct-to-consumer 3.3.5.5 Memperbaiki pengukuran kinerja aktivitas promosi direct-toconsumer

3.3.5.6 Mendefinisikan konsep promosi trade-to-consumer 3.3.5.7 Merencakan aktivitas trade-to-consumer 3.3.5.8 Melakukan tes dan melaksanakan aktivitas promosi trade-toconsumer 3.3.5.9 Menyiapkan/menganalisis/mengevaluasi pengukuran kinerja aktivitas promosi trade-to-consumer 3.3.5.10 Memperbaiki pengukuran kinerja aktivitas promosi trade-toconsumer 3.4 Mengelola mitra penjualan dan aliansi 3.5 Mengelola sales opportunity dan sales pipeline 3.5.1 Mengidentifikasi dan mengelola pelanggan utama 3.5.1.1 Membuat rencana untuk pelanggan utama 3.5.1.2 Mengidentifikasi prioritas konsumen 3.5.1.3 Membuat anggaran 3.5.1.4 Membuat rencana untuk key account 3.5.1.5 Membuat jadwal menghubungi pelanggan 3.5.1.7 Menyiapkan/Menganalisis/Mengevaluasi hasil pemesanan 3.5.1.8 Memulai proses pesanan penjualan 3.6 Penjualan manajemen pemesanan 3.6.1 Mengelola order penjualan masuk 3.6.1.4 Menentukan logistik dan transportasi 4.0 Memberikan Produk dan Layanan 4.1 Rencana dan memperoleh sumber daya yang diperlukan (Supply Chain Perencanaan)

4.1.1

Mengelola permintaan untuk produk dan layanan

4.1.1.1 4.1.1.2 4.1.2

Mengembangkan perkiraan awal Berkolaborasi dengan pelanggan

membuat rencana bahan baku 4.1.2.2 Berkolaborasi dengan pemasok dan kontrak produsen 4.1.2.3 Mengidentifikasi bahan-bahan penting dan pemasok kapasitas

4.1.3

Jadwal produksi 4.1.3.1 Hasilkan situs rencana tingkat 4.1.3.3 Berkolaborasi dengan pemasok 4.1.3.4 Menghasilkan dan melaksanakan jadwal yang terperinci

4.2 pengadaan bahan dan jasa 4.2.1 Mengembangkan strategi sourcing 4.2.1.1 Mengembangkan rencana pengadaan 4.2.1.2 Memperjelas persyaratan pembelian 4.2.1.5 Mencari peluang untuk meningkatkan efisiensi dan nilai 4.2.1.6 Berkolaborasi dengan pemasok untuk mengidentifikasi

4.2.2

Pilih pemasok dan mengembangkan / mempertahankan kontrak 4.2.2.1 Mengidentifikasi pemasok 4.2.2.2 Sertifikasi dan memvalidasi pemasok 4.2.2.3 Melakukan negosiasi kontrak 4.2.2.4 Mengelola kontrak

4.2.3

Urutan bahan dan jasa 4.2.3.1 Proses / Review permintaan resmi 4.2.3.2 Menyetujui permintaan resmi 4.2.3.3 Mengumpulkan / Melacak kutipan penjual 4.2.3.4 Buat / Mendistribusikan pesanan pembelian 4.2.3.5 Mempercepat perintah dan memenuhi permintaan 4.2.3.6 Rekam penerimaan barang

5.0 Mengelola Pelayanan Pelanggan

5.1 Mengembangkan layanan pelanggan / pelanggan strategi pelayanan 5.1.1 Mengembangkan segmentasi pelanggan / prioritas (Misalnya, tingkatan) 5.1.2 Menentukan kebijakan layanan pelanggan dan prosedur 5.1.3 Menetapkan tingkat layanan untuk pelanggan 5.2 Mengelola layanan pelanggan 5.2.1 Mengelola permintaan pelanggan / pertanyaan 5.2.1.1 Menerima permintaan pelanggan / pertanyaan 5.2.1.2 permintaan pelanggan Rute / pertanyaan 5.2.1.3 Menanggapi permintaan pelanggan / pertanyaan 5.2.2 Mengelola keluhan pelanggan 5.2.2.1 Masukkan keluhan pelanggan Rute keluhan pelanggan 5.2.2.3 Mengatasi keluhan pelanggan 5.4 Mengukur dan mengevaluasi kepuasan pelanggan 5.4.1 Mengukur tingkat kepuasan pelanggan untuk pelanggan permintaan / pertanyaan 5.4.1.1 Mengumpulkan umpan balik pelanggan pada pelanggan layanan pengalaman 5.4.1.2 Menganalisis data pelanggan layanan dan mengidentifikasi peningkatan peluang 5.4.2 Mengukur kepuasan pelanggan customer- penanganan keluhan dan resolusi 5.4.2.1 Mengumpulkan umpan balik pelanggan pada keluhan penanganan dan resolusi 5.4.2.2 Analisa data keluhan pelanggan dan mengidentifikasi peluang perbaikan 5.4.3 Mengukur kepuasan pelanggan dengan produk dan layanan

5.4.3.3 Menganalisis kepuasan produk dan layanan data dan mengidentifikasi perbaikan peluang 6.0 Mengembangkan dan Mengelola Human Capital 6.1 Membuat dan mengelola sumber daya manusia (SDM) perencanaan, kebijakan, dan strategi 6.1.1 Mengelola/menyesuaikan/membuat strategi SDM 6.1.1.1 Mengidentifikasi kebutuhan strategis organisasi dalam SDM 6.1.1.2 Mengidentifikasi kebutuhan taktis organisasi dalam SDM 6.1.1.3 Merumuskan peranan dan akuntabilitas dari fungsi bisnis dan SDM 6.1.1.4 Menentukan biaya SDM 6.1.2 Membangun dan menjalankan rencana SDM 6.1.2.1 Menyusun rencana pekerja 6.1.2.2 Menyusun rencana kompensasi 6.1.2.3 Menyusun rencana Suksesi 6.1.2.4 Menyusun rencana kebutuhan para pekerja 6.1.2.5 Menyusun program SDM lainnya 6.1.2.6 Menyusun kebijakan SDM 6.1.2.7 Mengelola kebijakan SDM 6.1.2.8 Merencanakan keuntungan pegawai 6.1.3 Memonitor dan memperbaharui rencana 6.1.3.1 Mengukur tingkat pencapaian tujuan 6.1.3.2 Mengukur kontribusi terhadap strategi bisnis 6.1.3.3 Menyampaikan rencana kepada para stakeholder dan memperbaharuinya 6.1.3.4 Menentukan nilai tambah dari fungsi SDM

6.1.3.5 Mereview dan memperbaiki rencana SDM

6.2 Merekrut dan memilih pegawai 6.2.1 Menyusun kebutuhan pegawai 6.2.1.1 Menyusun dan membuka kebutuhan pegawai 6.2.1.2 Menyusun deskripsi pekerjaan 6.2.1.3 Mengumumkan rekuisisi pekerja 6.2.1.4 Mengelola internal/eksternal web site pendaftaran 6.2.1.5 Memperbaharui kebutuhan 6.2.1.6 Memberitahu manajer perekrutan 6.2.1.7 Mengatur tanggal rekuisisi 6.2.2 Merekrut kandidat 6.2.2.1 Menentukan metode perekrutan 6.2.2.2 Melaksanakan kegiatan perekrutan 6.2.2.3 Mengelola pelaksana perekrutan 6.3 Mengembangkan dan memberikan nasihat pada pekerja 6.3.1 Mengelola orientasi dan penggunaan pekerja 6.3.1.1 Membuat/mempertahankan program pelantikan pekerja 6.3.1.2 Memperkenalkan pekerja baru pada para manajer 6.3.1.3 Memperkenalkan tempat kerja 6.3.2 Mengelola kinerja pekerja 6.3.2.1 Menentukan tujuan kinerja 6.3.2.1.1 Mengembangkan kinerja struktur dan prosedur manajemen

6.3.2.1.2 Menurunkan tujuan individu dan tim dari tujuan organisasi 6.3.2.1.3 Menentukan tujuan pengembangan individu dari deskripsi pekerjaan/profil kompetensi 6.3.2.1.4 Mengkomunikasikan elemen dan filosofi sistem kompensasi 6.3.2.2 Mereview, menilai, dan mengelola kinerja pekerja 6.3.2.2.1 Melaksanakan pelatihan dan bimbingan 6.3.2.2.2 Mereview tujuan pekerja 6.3.2.2.3 Mengukur kinerja terhadap tujuan pekerja 6.3.2.2.4 Pengukuran kinerja 6.3.2.3 Mengevaluasi dan mereview kinerja program 6.3.2.3.1 Mengevaluasi kinerja 6.3.2.3.2 Mereview tujuan-tujuan 6.3.2.3.3 Menentukan masukan untuk rencana pelatihan 6.3.3 Mengelola hubungan antar pekerja 6.3.3.1 Mengelola kesehatan dan keamanan 6.3.3.2 Mengelola hubungan antar tenaga kerja 6.3.3.3 Mengelola proses penawaran kolektif 6.3.3.4 Mengelola serikat buruh 6.3.4.1.2 Mengidentifikasi kesenjangan keterampilan dan kompetensi 6.3.4.1.3 Mengembangkan rencana-rencana untuk mengatasi kesenjangan keterampilan 6.3.4.1.4 Mendefinisikan dan menyesuaikan output bekerja dengan pengukuran

6.3.4.3 Mengelola pengembangan keterampilan pekerja 6.3.5 Mengembangkan dan melatih pekerja 6.3.5.1 Menyesuaikan pekerja dengan kebutuhan pengembangan organisasi 6.3.5.2 Mengembangkan kompetensi fungsional/proses 6.3.5.3 Membuat kebutuhan pelatihan dengan menganalisis

keterampilan yang dibutuhkan dengan yang tersedia 6.3.5.4 Mengembangkan, melakukan, dan mengelola pekerja dan/atau manajemen program-program pelatihan 6.3.5.4.1 Membantu pelatihan dan development after delivery 6.3.5.4.2 Mengevaluasi efektivitas pelatihan 6.3.6 Mengelola talenta pekerja 6.3.6.1 Mencocokan sumber daya dengan kebutuhan 6.4 Memberikan penghargaan dan mempertahankan pekerja 6.4.1 Mengembangkan dan mengelola program penghargaan, pengakuan, dan memotivasi 6.4.1.1 Mengembangkan struktur dan rencana gaji 6.4.1.2 Mengembangkan rencana penghargaan 6.4.1.3 Melakukan analisis kompetitif mengenai penghargaan 6.4.1.4 Mengidentifikasi kebutuhan kompensasi berdasarkan aspek finansial, manfaat, dan kebijakan SDM 6.4.1.5 Mengelola kompensasi dan penghargaan kepada para pekerja 6.4.1.6 Menghargai dan memotivasi para pekerja 6.4.3 Mengelola bantuan dan mempertahankan pekerja 6.4.3.1 Menyelenggarakan program untuk mendukung keseimbangan hidup untuk pekerja

6.4.3.2 Mengembangkan sistem pendukung keluarga 6.4.3.3 Mereview indikator ketahanan dan motivasi 6.4.3.4 Mereview rencana kompensasi 6.4.4 Administrasi pembayaran

6.6 Mengelola informasi pekerja 6.6.1 6.6.2 6.6.3 6.6.4 6.6.5 6.6.6 6.6.7 6.6.8 Mengelola proses pelaporan Mengelola proses bertanya dari pekerja Mengelola dan menyimpan data pekerja Mengelola isi informasi Mengelola sistem informasi SDM Mengembangkan dan mengelola pengukuran pekerja Mengembangkan dan mengelola waktu dan kedatangan Mengelola komunikasi pekerja 6.6.8.1 Mengembangkan rencana komunikasi pekerja 6.6.8.2 Mengelola/mengumpulkan saran-saran pekerja 6.6.8.3 Mengelola keluhan pekerja 6.6.8.4 Mempublikasikan komunikasi pekerja 7.1 Melakukan akuntansi pendapatan 7.1.1 Memproses kredit pelanggan 7.1.1.1 Membuat kebijakan kredit 7.1.1.2 Menganalisis/menyetujui catatan dari aplikan baru 7.1.1.3 Mereview catatan pelanggan yang sudah ada 7.1.1.4 Memproduksi/mengumpulkan laporan kredit 7.1.3 Memproses Account Receivable (AR)

7.1.3.1 Mengembangkan kebijakan AR 7.1.3.2 Menerima/menyimpan pembayaran pelanggan 7.1.3.3 Menerapkan pembayaran kontan 7.1.3.4 Menyiapkan laporan AR 8.2.3.5 Mencatat aktivitas AR ke buku besar 7.1.4 Mengelola dan memproses pengumpulan pendapatan 7.1.4.1 Mengembangkan kebijakan untuk pelanggaran perhitungan 7.1.4.2 Menganalisis pelanggaran dari keseimbangan perhitungan 7.1.4.3 Berkorespondensi/bernegosiasi dengan perhitungan yang salah 7.1.4.4 Mendiskusikan resolusi perhitungan dengan pihak internal 7.1.4.5 Memproses penyesuaian keseimbangan 7.1.5 Mengelola dan memproses penyesuaian/pengurangan proses 7.1.5.1 Mengembangkan kebijakan/prosedur untuk penyesuaian 7.1.5.2 Menganalisis penyesuaian 7.1.5.3 Berkorespondensi/bernegosiasi dengan pelanggan 7.2 Melakukan akuntansi dan pelaporan umum 7.2.1 Mengelola kebijakan dan prosedur 7.2.1.1 Melakukan negosiasi kesepakatan tingkat pelayanan 7.2.1.2 Mengembangkan kebijakan akuntansi 7.2.1.3 Melakukan set up dan menjalankan batas penerimaan 7.2.1.4 Mengembangkan sistem finansial umum 7.2.2 Melakukan akuntansi umum 7.2.2.1 Menyimpan peta dari catatan

7.2.2.2 Memproses entri dari jurnal 7.2.2.3 Memproses alokasi 7.2.2.4 Memproses selama periode dan penyesuaian 7.2.2.5 Menyampaikan dan merekonsiliasi transaksi antar perusahaan 7.2.2.6 Melakukan rekonsiliasi buku besar 7.2.2.7 Melakukan konsolidasi dan memproses eliminasi 7.2.2.8 Mempersiapkan perkiraan keseimbangan 7.2.2.9 Menyiapkan dan menyampaikan penyesuaian manajemen 7.2.3 Melakukan akuntansi aset tetap 7.2.3.1 Mengembangkan kebjiakan dan prosedur untuk aset tetap 7.2.3.2 Mengelola file data master aset tetap 7.2.3.3 Memproses dan mencatat penambahan dan pengurangan aset tetap 7.2.3.4 Memproses dan mencatat penyesuaian, pembaharuan, reevaluasi, dan pemindahan aset tetap 7.2.3.5 Memproses dan mencatat perawatan dan pengeluaran untuk perbaikan aset tetap 7.2.3.6 Menghitung dan mencatat biaya depresiasi 7.2.3.7 Melakukan rekonsiliasi aset tetap pada buku besar 7.2.3.8 Melacak aset tetap termasuk inventori fisik 7.2.3.9 Menyediakan data aset tetap untuk mendukung perpajakan, undang-undang dan pelaporan untuk pengaturan 7.2.4 Melaksanakan pelaporan keuangan 7.2.4.1 Menyiapkan pernyataan keuangan unit organisasi 7.2.4.2 Menyiapkan pernyataan keuangan yang telah

dikonsolidasikan

7.2.4.3

Melakukan

pelaporan

unit

bisnis/mereview

laporan

manajemen 7.2.4.4 Melakukan konsolidasi dalam pelaporan/mereview biaya dari laporan manajemen 7.2.4.5 Menyiapkan laporan untuk pemimpin perusahaan 7.2.4.6 Membuat arsip tahunan/triwulanan dan laporan untuk pemegang saham 7.2.4.7 Memproduksi pelaporan untuk pengaturan 7.3 Mengelola aset tetap 7.3.1 Melakukan perencanaan modal dan penerimaan proyek 7.3.1.1 Mengembangkan kebijakan dan prosedur penanaman modal 7.3.1.2 Mengembangkan dan menyetujui rencana dan anggaran pengeluaran modal 7.3.1.3 Mereview dan menerima proyek penggunaan modal dan penambahan aset tetap 7.3.1.4 Melakukan pengujian kebenaran terhadap proyek yang diterima 7.4 Memproses pembayaran 7.4.1 Melaporkan waktu bekerja dari para pekerja 7.4.1.1 Membuat kebijakan dan prosedur 7.4.1.2 Mengumpulkan dan mencatat informasi waktu pekerja 7.4.1.3 Menganalisis dan melaporkan pembayaran dan sisa pembayaran 7.4.1.4 Memonitor waktu lembur dan waktu lainnya 7.4.1.5 Menganalisis dan melaporkan utilisasi pekerja 7.4.2 Mengelola pembayaran

7.4.2.1 Memasukan waktu bekerja dari pekerja ke dalam sistem pembayaran 7.4.2.2 Menjaga dan mengelola informasi pendapatan pekerja 7.4.2.3 Menjaga dan mengelola potongan yang dapat diterapkan 7.4.2.4 Memonitor perubahan dalam status pajak pekerja 7.4.2.5 Memproses dan melakukan pembayaran 7.4.2.6 Memproses dan mendistribusikan cek secara manual 7.4.2.7 Memproses penyesuaian akhir periode 7.4.2.8 Menjawab pertanyaan mengenai pembayaran gaji pekerja 7.5 Memproses account payable (AP) dan pengeluaran perusahaan 7.5.1 Memproses AP 7.5.1.1 Meverifikasi file pembayaran AP dengan master file PO di penjual 7.5.1.2 Menjaga dan mengelola e-commerce 7.5.1.3 Mengaudit faktur dan data utama dalam sistem AP 7.5.1.4 Menyetujui pembayaran 7.5.1.5 Memproses pembayaran bunga dan potongan-potongan 7.5.1.6 Memproses perpajakan 7.5.1.7 Meneliti/memecahkan perkecualian-perkecualian 7.5.1.8 Memproses pembayaran bunga dan potongan-potongan 7.5.1.9 Menjawab pertanyaan mengenai AP 7.5.1.10 Menyimpan catatan-catatan 7.5.1.11 Menyesuaikan catatan akuntansi 7.5.2 Memproses pengeluaran perusahaan/organisasi

7.5.2.1 Membuat dan membicarakan kebijakan pengeluaran dan batas penerimaannnya 7.5.2.2 Mengetahui dan melaporkan data-data yang berkaitan dengan perpajakan 7.5.2.3 Menerima pengeluaran dan pembayaran awalnya 7.5.2.4 Memproses pengeluaran dan pembayaran awalnya 7.5.2.5 Mengelola catatan pengeluaran personal 7.6 Mengelola operasi keuangan 7.6.1 Mengembangkan rencana, kebijakan, dan prosedur keuangan 7.6.2 Mengelola kas 7.6.2.1 Merencanakan kebutuhan kas jangka pendek 7.6.2.2 Mengelola keseimbangan kas 7.6.2.3 Mengelola ekivalensi kas 7.6.2.4 Mengelola penerimaan kas 7.6.2.5 Menyiapkan peramalan kebutuhan kas 7.6.2.6 Memonitor kredit 7.6.2.7 Memonitor pengeluaran kas 7.6.2.8 Melaporkan kondisi kas 7.6.3 Melakukan rekonsiliasi dengan rekening di bank 7.6.4 Mengelola resiko keuangan 7.7 Mengelola kontrol internal 7.7.1 Membuat proses internal kontrol yang cukup termasuk pemisahan pekerjaan 7.7.2 Mencari auditor dari dalam dan luar perusahaan untuk mendiskusikan hasil pengukuran mereka

7.7.3 Mengukur kecukupan kontrol internal terhadap sistem informasi dan ecommerce 7.7.4 Menciptakan proses yang setiap pekerja dapat melaporkan kecurigaan terhadap kecurangan 7.7.5 Menciptakan proses formal untuk meneliti keluhan 7.7.6 Memberikan rekomendasi kegiatan koreksi 7.7.7 Membuat laporan hasil audit 7.8 Mengelola perpajakan 7.8.1 Mengembangkan strategi dan rencana perpajakan 7.8.2 Memproses perpajakan 7.8.2.1 Membuat perencanaa/strategi perpajakan 7.8.2.2 Melakukan perhitungan return perusahaan 7.8.2.3 Menyiapkan pembayaran pajak luar negeri 7.8.2.4 Menghitung pajak tertunda 7.8.2.5 Membuat catatan untuk pajak 7.8.2.6 Memonitor kesesuaian pembayaran pajak 7.8.3 Menyampaikan pertanyaan mengenai perpajakan 7.8.4 Mengelola pendanaan/konsolidasi internasional 7.8.4.1 Memonitor tingkat bunga internasional 7.8.4.2 Mengelola transaksi 7.8.4.3 Menjaga nilai mata uang 7.8.4.4 Membuat laporannya 8. Mengelola kesehatan dan keamanan lingkungan 8.1 Menentukan dampak terhadap kesehatan, keamanan, dan lingkungan 8.1.1 Mengevaluasi dampak lingkungan dari produk, dan operasi

8.1.2 Melakukan audit kesehatan dan keamanan lingkungan 8.2 Mengembangkan dan melakuan program kesehatan, keamanan, dan lingkungan 8.2.1 Mengidentifikasi peraturan dan syarat-syarat stakeholder 8.2.2 Melakukan pengukuran resiko dan peluang masa depan 8.2.3 Menciptakan kebijakan 8.2.4 Mencatat dan mengelola aktivitas kesehatan dan keamanan lingkungan 8.3 Melatih dan mengajari pekerja 8.3.1 Menyampaikan masalah-masalah kepada stakeholder dan menyiapkan sistem pendukungnya 8.4 Memonitor dan mengelola program manajemen kesehatan, keamanan, dan lingkungan 8.4.1 Mengelola keuntungan dan biaya dari kesehatan dan keamanan lingkungan 8.4.2 Mengukur dan melaporkan kinerja kesehatan dan keamanan lingkungan 8.4.2.1 Mengimplementasi program keadaan darurat 8.4.2.2 Mengimplementasi program pencegahan polusi 8.4.3 Menyediakan dukungan kesehatan dan keamanan lingkungan untuk para pekerja 8.5 Menjamin kesesuaian dengan peraturan 8.5.1 Memonitor kesesuaian 8.5.2 Melakukan audit kesesuaian 8.5.3 Menyesuaikan dengan syarat-syarat dari stakeholder 8.6 Mengelola usaha remedi 8.6.1 Membuat rencana remedi 8.6.2 Menghubungi dan berunding dengan para pakar 8.6.3 Mengidentifikasi/memberikan sumber daya

8.6.4 Menginvestigasi aspek-aspek hukum 8.6.5 Mengivestigasi penyebab kerusakan 8.6.6 Merubah atau membuat kebijakan 9. Mengelola perbaikan dan perubahan 9.1 Mengukur kinerja organisasi 9.1.1 Menciptakan model sistem pengukuran perusahaan 9.1.2 Mengukur kinerja proses 9.1.3 Mengukur kualitas produk/jasa 9.1.4 Mengukur biaya dari kualitas 9.1.5 Menghitung biaya 9.1.6 Menentukan waktu siklus 9.1.7 Mengukur produktivitas 9.1.8 Mengukur dampak pada pelanggan 9.2 Melakukan pengukuran kinerja proses dan fungsional 9.2.1 Melakukan pengukuran kinerja berdasarkan kriteria eksternal 9.2.2 Melakukan pengukuran kinerja berdasarkan kriteria internal 9.3 Melakukan pengukuran knowledge management 9.3.1 Mengevaluasi pendekatan knowledge management yang ada 9.3.2 Mengidentifikasi kesenjangan dan kebutuhan 9.3.3 Memperbaiki/memodifikasi pendekatan knowledge management yang ada 9.3.4 Mengembangkan pendekatan knowledge management yang baru 9.4 Melakukan perbandingan kinerja 9.4.1 Mengembangkan perbandingan kapabilitas

9.4.2 Melakukan perbandingan proses 9.4.3 Melakukan perbandingan daya saing 9.4.4 Melakukan analisis kesenjangan untuk memahami kebutuhan dan derajat perubahan yang diperlukan 9.4.5 Mengembangkan kebutuhan untuk berubah 9.4.6 Mengimplementasikan tindakan perbaikan 9.5 Mengelola perubahan 9.5.1 Merencanakan untuk perubahan 9.5.1.1 Memilih metodologi perbaikan proses yang kokoh 9.5.1.2 Melakukan pengukuran kesiapan terhadap perubahan 9.5.1.3 Menentukan para stakeholder 9.5.1.4 Mengidentifikasi pemimpin perubahan 9.5.1.5 Membentuk tim desain perubahan 9.5.1.6 Mendefinisikan ruang lingkup 9.5.1.7 Memahami kondisi saat ini 9.5.1.8 Mendefinsikan kondisi masa depan 9.5.1.9 Melakukan analisis resiko 9.5.1.10 Mengukur permasalahan sosial 9.5.1.11 Mengembangkan keterukuran change management 9.5.1.12 Mengidentifikasi hambatan untuk berubah 9.5.1.13 Menentukan pihak yang memungkinkan perubahan 9.5.1.14 Mengidentifikasikan sumber daya dan mengembangkan pengukurann 9.5.2 Mendesain perubahan 9.5.2.1 Mengukur hubungan dengan inisiatif lainnya

9.5.2.2 Mengembangkan rencana-rencana change management 9.5.2.3 Mengembangkan rencana pelatihan 9.5.2.4 Mengembangkan rencana komunikasi 9.5.2.5 Mengembangkan rencana penghargaan/insentif 9.5.2.6 Mengembangkan alat pengukuran 9.5.2.7 Mengembangkan/mengklarifikasi peranan yang baru 9.5.2.8 Mengidenfikasi anggaran/peranan 9.5.3 Mengimplementasikan perubahan 9.5.3.1 Menciptakan komitment untuk perbaikan/perubahan 9.5.3.2 Melakukan re-engineering proses bisnis dan sistemnya 9.5.3.3 Mendukung transisi menuju peranan baru atau strategi permindahan peran 9.5.3.4 Memonitor perubahan 9.5.4 Mempertahankan perbaikan 9.5.4.1 Memonitor perbaikan kinerja proses 9.5.4.2 Mendapatkan dan menggunakan pelajaran yang diperoleh dari proses perubahan 9.5.4.3 Melakukan tindakan perbaikan sesuai yang diperlukanya

Struktur Organisasi

Manager Kepala audit internal

Editor

Bidang Distribusi

Bidang Keuangan

Bidang Perencanaa n

Bidang SDM & Organisasi

Bidang Niaga

Tugas Perancangan Organisasi

YAUMIL I HAMZAH D221 09 260

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI JURUSAN MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN 2012

Beri Nilai