Anda di halaman 1dari 5

A.

Pengertian Bengkel dan Bengkel Usaha Tani Pengertian bengkel secara umum adalah tempat (bangunan atau ruangan) untuk perawatan/pemeliharaan, perbaikan, modifikasi alat dan mesin (alsin), tempat pembuatan bagian mesin dan perakitan alsin. Sedangkan Bengkel pertanian merupakan tempat untuk melakukan pembuatan, perbaikan, penyimpanan dan perawatan berbagai alat mesin pertanian (Depo Otomotif, 2009). Bengkel memiliki fungsi sebagai tempat untuk mengembangkan daya cipta dan karya manusia sehingga dapat menghasilkan karya yang berguna bagi kehidupan manusia dan tempat untuk pengujian alat dan mesin yang akan diterapkan di suatu tempat serta tempat pendidikan dan latihan bagi operator, teknisi, masinis dalam bidang mekanisasi pertanian. Sedangkan perbengkelan dalam arti sempit berfungsi: 1. mesin. 2. mesin. 3. mesin. 4. 5. Sebagai tempat untuk penyimpanan berbagai alat dan mesin. Sebagai tempat penyimpanan suku cadang alat dan mesin. Setiap alat perlengkapan kehidupan memiliki sifat alami yaitu memerlukan perawatan dan kualitasnya akan semakin menurun secara periodik. Untuk itu, adanya perbaikan dan perawatan terhadap segala jenis alat perlengkapan perlu dilakukan untuk menjaga agar nilai fungsi alat tersebut bertahan lebih lama. Karena memerlukan perawatan secara berkala, maka diperlukan pula perkakas-perkakas penunjang dalam perawatan mesin-mesin tersebut. Hal serupa juga terjadi pada bidang pertanian, suatu bengkel usaha tani juga memiliki peranan cukup penting dalam pengembangan produktivitas dan kualitas mesin dan peralatan pertanian. Pada suatu usaha tani, seberapapun ukuran usaha taninya, pastilah digunakan alsin pertanian. Untuk usaha tani yang paling sederhana misalnya, dengan alat Sebagai tempat untuk melakukan perakitan berbagai alat dan Sebagai tempat untuk melakukan perbaikan berbagai alat dan Sebagai tempat untuk melakukan perawatan berbagai alat dan

B. Urgensi Bengkel Usaha Tani

yang dipakai adalah cangkul dan sabit, setidaknya akan diperlukan perkakas pengasah semisal batu gerinda atau kikir. Untuk usaha tani yang ukurannya lebih besar, dengan alsin yang lebih beragam dan lebih rumit, tentulah diperlukan perkakas yang lebih banyak. Jika alsin yang dimiliki perusahaan tidak terlalu banyak, biasanya lebih efisien dan ekonomis untuk menggantungkan perbaikan pada perusahaan bengkel komersial. Namun jika pemilikan alsin jumlahnya banyak, biasanya pemilikan bengkel sendiri lebih efisien dan ekonomis. Pada usaha tani dengan skala yang lebih besar, pentingnya bengkel semakin nyata. Alsin dimiliki suatu perusahaan pertanian adalah untuk dapat digunakan dengan semestinya, sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Jika alsin mengalami kerusakan maka jadwal kerja akan terganggu, yang pada giliran selanjutnya akan merugikan secara ekonomi. 1. Dengan tertundanya suatu jadwal pekerjaan, bisa jadi akan menyebabkan harus diubahnya jadwal seluruh rangkaian pekerjaan di perusahaan. 2. Jika pekerjaan tersebut terkait dengan musim, adanya penundaan bisa mengakibatkan kerugian yang besar, karena pekerjaan di musim/tahun tersebut bisa tertunda sampai tahun berikutnya. C. Pentingnya keselamatan Kerja dalam Bengkel Usaha Tani Keselamatan dapat diartikan sebagai sebuah keamanan yang menjamin kelancaran sebuah kegiatan yang ada di bengkel. Keselamatan kerja dalam perbengkelan tentu saja harus ditunjang oleh perlengkapan keselamatan kerja, selain itu para pekerja yang ada di bengkel pun haruslah memahami mengenai keselamatan kerja. Faktor keselamatan kerja ini haruslah menjadi aspek penting yang harus dibangun oleh beberapa pihak baik dari pekerja ataupun dari pihak pemilik perusahaan.Cara yang baik dan mudah dalam menjaga keselamatan adalah mengenali karakter peralatan yang terpasang di dalam bengkel, cara, prosedur, dan persyaratan penggunanya artinya dalam pengaturan penempatan, penyediaan energi listrik, dsb. Haruslah mengikuti persyaratan keamanan. Di dalam bengkel harus disediakan lemari obat-obatan, P3K, dll. Untuk keperluan pertolongan

kecelakaan. Juga harus tersedia alat pemadam kebakaran, pasir, dan alat penyemprot air. Usaha pencegahan kecelakaan harus lebih diperhatikan Program keselamatan kerja yang baik adalah program yang terpadu dengan pekerjaan sehari-hari (rutin), sehingga sulit untuk dipisahkan satu dengan yang lainnya. Hal ini wajar, karena perusahaan yang bekerja aman. Apabila kecelakaan terjadi menimpa tubuh atau jiwa seseorang, maka diharapkan setiap pekerja menguasai P3K. Begitu pula tata laksana bengkel merupakan suatu penunjang yang utama dalam ketertiban jalannya pemakaian perkakas, mesin, dan perlengkapan-perlengkapan lainnya. Tata laksana bengkel yang tercatat rapi dan sesuai dengan tempatnya membuat kecelakaan dapat diminimalisir atau mungkin dapat dihilangkan. Sebagai usaha untuk menghindari kecelakaan kerja maka peralatan standar yang harus dipakai dalam melakukan kegiatan didalam bengkel adalah: 1. Baju bengkel/Jas lab/werpak 2. Pelindung tangan. 3. Pelindung kaki 4. Kaca mata 5. Sarung tangan D. Fungsi Bengkel Usaha Tani Sebagai bangunan, bengkel berfungsi sebagai: 1. Tempat pemeliharaan /perbaikan alsin, pembuatan komponen dan perakitan alsin 2. Penyimpanan suku cadang 3. Penyimpanan perkakas perbengkelan 4. Penyimpanan bahan-bahan, logam dan sebagainya, untuk kegiatan perbengkelan 5. Penyimpanan bahan untuk perawatan alsin.

DAFTAR PUSTAKA Teknik Pertanian Open University. 2011. Pengantar Kuliah Perbengkelan Pertanian. http://teknoperta.wordpress.com/tulisantercecer/pengantar-kuliah-perbengkelan-pertanian/ [11 Februari 2012]. Depo Otomotif. 2009. Pengenalan Bengkel dan Keselamatan www.depootomotif.com [11 Februari 2012]. Kerja.

Hendriadi.

2009. Pengembangan Mekanisasi Pertanian. http://pustaka.litbang.deptan.go.id/bppi/lengkap/bpp1024 6.pdf [11 Februari 2012].

URGENSI DAN FUNGSI BENGKEL USAHA TANI

RESUME (Diajukan guna memenuhi tugas semester genap mata kuliah workshop)

Oleh : WENDRI MUJI A (081710201003) SANG ONO AJI (081710201061) FARIHATUS SUAIDAH (101710201015)

JURUSAN TEKNIK PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS JEMBER 2012