Anda di halaman 1dari 6

Tujuan 1. Mengetahui adanya variasi pada hewan dan tumbuhan. 2.

Mengetahui variasi sifat pada manusia khususnya sifat-sifat fisik. 3. Mengetahui penyebaran sifat-sifat dan melihat persamaan sifat yang terbanyak dalam populasi kelas. Tinjauan Pustaka Keanekaragaman makhluk hidup merupakan pernyataan terdapatnya berbagai macam keragaman bentuk, penampilan, jumlah, sifat yang ada pada berbgai tingkatan mkhluk, yaitu tingkatan ekosistem, tingkatan jenis, dan tingkatan genetik. Keanekaragaman Genetik

Keanekaragaman genetik merupakan keanekaragaman sifat yang terdapat dalam satu jenis. Keanekaragaman genetik merujuk kepada berbagai macam informasi genetik yang terkandung di dalam setiap makhluk hidup. Keanekaragaman genetik terjadi di dalam dan di antara populasi-populasi spesies serta di antara spesies-spesies (Balquni, 2007). Tidak ada satu mahklukpun yang sama persis dalam penampakannya. Contohnya pada tanamab mawar. Tanaman ini memiliki bunga yang berwarnawarni, dapat berwarna merah, putih atau kuning. Atau pada tanaman mangga, keanekaragaman dapat Anda temukan antara lain pada bentuk buahnya, rasa, dan warnanya. Demikian juga pada hewan. Ada ayam
kampung, ayam hutan, ayam ras, dan ayam lainnya. Keanekaragaman sifat lainnya antara lain pada bentuk dan ukuran tubuh, warna bulu dan bentuk pial (jengger). Keanekaragaman warna bunga pada tanaman mawar, bentuk, rasa, warna pada buah mangga, serta keanekaragaman sifat, warna bulu dan bentuk pial pada ayam, ini semua disebabkan oleh pengaruh perangkat pembawa sifat yang disebut dengan gen. Semua makhluk hidup dalam satu spesies/jenis memiliki perangkat dasar penyusun gen yang sama. Gen merupakan bagian kromosom yang mengendalikan ciri atau sifat suatu organisme yang bersifat diturunkan dari induk/orang tua kepada keturunannya. Gen pada setiap individu, walaupun perangkat dasar penyusunnya sama, tetapi susunannya berbeda-beda bergantung pada masing-masing induknya. Susunan perangkat gen inilah yang menentukan ciri atau sifat suatu individu

dalam satu spesies. Apa yang menyebabkan terjadinya keanekaragaman gen? Perkawinan antara dua individu makhluk hidup sejenis merupakan salah satu penyebabnya. Keturunan dari hasil perkawinan memiliki susunan perangkat gen yang berasal dari kedua induk/orang tuanya. Kombinasi susunan perangkat gen dari dua induk tersebut akan menyebabkan keanekaragaman individu dalam satu spesies berupa varietas-varietas (varitas) yang terjadi secara alami atau secara buatan. Keanekaragaman yang terjadi secara alami adalah akibat adaptasi atau penyesuaian diri setiap individu dengan lingkungan, seperti pada rambutan. Faktor lingkungan juga turut mempengaruhi sifat yang tampak (fenotip) suatu individu di samping ditentukan oleh faktor genetiknya (genotip). Sedangkan keanekaragaman buatan dapat terjadi antara lain melalui perkawinan silang (hibridisasi), seperti pada berbagai jenis mangga. Keanekaragaman pada manusia Pada manusia juga terdapat keanekaragaman gen yang menunjukkan sifat-sifat berbeda, antara lain ukuran tubuh (besar, kecil, sedang); warna kulit (hitam, putih, sawo matang, kuning); warna mata (biru, hitam, coklat), serta bentuk rambut (ikal, lurus, keriting). Tidak ada dua manusia yang tepat sama, individu satu dengan lainnya mempunyai kesamaan dan perbedaan, sifat yang menurun; baik sifat kualitatif maupun kuantitatif. Perbedaan yang ada di antara individu satu dengan lainnya ditentukan oleh factor genetic dan factor lingkungan. Akibat adanya pengaruh lingkungan ini, maka individu yang bergenootip sama kemungkinan akan mempunyai fenotip yang berbeda. Adanya pewarisan sifat, dalam populasi dapat kita lihat adanya sifat yang sangat bervariasi sehingga kecil kemungkinan dilihat adanya persamaanya.

1.

KEANEKARAGAMAN PADA HEWAN DAN TUMBUHAN

Bahan-bahan 1. Bunga bougenvil 2. Bunga mawar 3. Bunga soka 4. Daun puring 5. Bunga pukul empat 6. Kucing 7. Siput pantai

Cara Kerja 1. Menentukan bahan yang hendak digunakan dan juga sifat yang akan diamati apakah warna, bentuk, ukuran, atau sifat-sifat lainnya. 2. Mengamati sifat bahan yang telah ditentukan dan mencari variasi yang ada. 3. Jumlah bahan yang diamati sebaiknya cukup banyak untuk menghasilkan hasil yang cukup baik. 4. Mencatat hasil pengamatan. 2. KEANEKARAGAMAN PADA MANUSIA

Cara Kerja 1. Melakukan kegiatan secara berkelompok dan mengusahakan terdiri dari mahasiswa dan mahasiswi. 2. Mencandra sifat-sifat yang nampak pada setiap anggota kelompok, sekurangkurangnya 8 sifat. 3. Menuliskan hasil pencandraan pada tabel dan menentukan pula kemungkinan genotip dari sifat tersebut dengan mengingat sifat dominan dan resesifnya. 4. Membuat cakram genetika berdasarkan hasil yang tertulis dalam tabel. Mengusahakan sifat setiap individu dalam anggota kelompok diberi warna yang berbeda. 5. Menentukan angka indeks setiap anggota kelompok. Hasil Tabel 1. Keanekaragaman pada Hewan dan Tumbuhan Kelompo k Jenis 1 Bunga Mawar Sifat Warna Mahkota Ukuran Daun Jumlah mahkota Variasi Pink Putih >2 <2 >20 Jumla h 3 2 28 29 3

2 Ikan Hias

Warna Sisik

Warna Mata

Sisik 3 Pacar Air Warna Mahkota

Warna Batang Jumlah Mahkota

<20 Orange Orange Putih Orange, Putih, Hitam Hitam Hitam ditengah dan memiliki tepi Mengkilat Tidak mengkilat Merah Ungu Putih Pink Tua Merah Hijau Muda 8 5 <5 Merah tua dan merah Hijau dan Kuning Hijau, Kuning dan Pink Hijau dan Kuning Merah dan Ungu Hijau dan Pink Merah Tua Pink Muda Pink Tua Merah Hijau muda (++) Hijau muda (+) Hijau tua Besar Sedang Kecil Ungu Ungu Tua

2 1 2 4 1 3 5 3 11 5 6 4 2 4 15 10 1 26 2 11 25 16 7 1 4 3 3 28 11 27 28 11 27 33 tak

4 Puring 1

Warna Daun

Puring 2 Puring 3 kembang 5 Sepatu

Warna Daun Warna Daun

Warna Bunga

Warna daun

Ukuran Daun

6 Bogenvil

Warna Daun Pelindung

Warna Daun Warna Bunga

7 Bunga Pukul 4

Warna Bunga Bentuk Bunga Bentuk Daun Ukuran Daun

8 Soka

Warna Bunga

Merah jingga Putih Ungu Muda Hijau Bercak kuning ungu Ungu tua Merah jingga Putih ungu muda Merah Kuning Terompet Delta Besar Sedang Kecil Merah Kuning Pink

hingga 32 84 84 50 215 84 33 16 32 84 84 50 1 1 2 10 2 6 2 81 19 51

Tabel 2. Keanekaragaman pada manusia Variasi Daun telinga (bebas/menempel) PIpi (berlekuk/tidak) Widows peak (ada/tidak) Rambut Ibu jari (bengkok/tidak) Gilang Genotip Fenotip DD pp ww rr JJ Bebas Tidak tidak lurus bengkok Sunny Genotip Fenotip dd pp ww rr JJ menempel tidak tidak lurus bengkok Genotip dd PP ww rr JJ Fitrah Fenotip Menempel Ada tidak lurus Bengkok

Lidah (menggulung/tidak) Bulu mata (pendek/panjang) Warna rambut (hitam/tidak) Tapak kaki (leper/melengkung ) Pembahasan

LL bb HH

menggulung pendek hitam

ll bb HH

tidak pendek hitam

ll BB hh

Tidak Panjang Tidak

ss

melengkung

ss

melengkung

ss

melengkung

Keanekaragaman genetik merupakan keanekaragaman sifat yang terdapat dalam satu jenis. Keanekaragaman genetik merujuk kepada berbagai macam informasi genetik yang terkandung di dalam setiap makhluk hidup. Pada bidang akademik genetika populasi, terdapat beberapa hipotesis dan teori mengenai keanekaragaman genetik. Teori netral evolusi mengajukan bahwa keanekaragaman adalah akibat dari akumulasi substitusi netral. Seleksi pemutus adalah hipotesis bahwa dua subpopulasi suatu spesies yang tinggal di lingkungan yang berbeda akan menyeleksi alel-alel pada lokus tertentu yang berbeda pula. Pada praktikum ini, untuk mengamati adanya keanekaragaman genetic pada hewan dan tumbuhan, digunakan bunga mawar, ikan hias, pacar air, puring, bugenvil, kembang sepatu, bunga pukul 4, dan soka. Variasi dalam keanekaragaman genetik dapat berupa warna dan bentuk. Pada bunga mawar, variasi yang diamati adalah warna mahkota, ukuran daun, dan jumlah mahkota. Warna mahkota ada 2 macam, pink dan putih. Ukuran daunnya dikelompokkan menjadi yang ukurannya >2cm dan <2cm. jumlah mahkota juga dikelompokkan menjadi 2, >20 dan <20. semua variasi itu