Anda di halaman 1dari 1

ABSTRAK Judul Nama NPM Kata Kunci : : : : Penyelesaian Perkara Tindak Pidana di Lingkungan TNI (Studi Kasus Penyalahgunaan

Senjata Api Yang Dilakukan oleh Anggota TNI) Nanik Suwarni 080310174101057 Penyelesaian Tindak Pidana Penyalahgunaan Senjata Api

Penelitian ini mengkaji mengenai permasalahan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana di Lingkungan TNI (Studi Kasus Penyalahgunaan Senjata Api Yang Dilakukan oleh Anggota TNI). Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris yang bersifat deksriptif dengan menggunakan pendekatan yang bersifat kualitatif. Jenis data yang digunakan adalah jenis data primer dan sekunder. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data adalah wawancara informal dengan hakim di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta serta studi dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif model interaktif (interactive model of analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses penyelesaian perkara tindak pidana penyalahgunaan senjata api yang dilakukan oleh anggota TNI diselesaikan menurut acara pemeriksaan biasa. Di mana dalam kasus tersebut, pemeriksaan di mulai dengan penunjukan Majelis Hakim dan penetapan hari sidang. Kemudian dalam persidangan dimulai dengan permulaan sidang dan pembacaan dakwaan oleh Oditur Militer, pemeriksaan saksi, pemeriksaan terdakwa dan barang-barang bukti. Setelah pemeriksaan selesai, kemudian pembacaan tuntutan oleh Oditur Militer, selanjutnya Majelis Hakim melakukan musyawarah kemudian menjatuhkan putusan. Hambatan dalam penjatuhan putusan terhadap tindak pidana penyalahgunaan senjata api yang dilakukan oleh anggota TNI adalah Undang-undang Nomor 12 Darurat Tahun 1951 yang mengatur tindak pidana penyalahgunaan senjata api tidak lagi sesuai dengan perkembangan jaman. Undang-undang Nomor 12 Darurat Tahun 1951 dibuat ketika Optamtib Sapu Jagad 1951. Pengaturannya tindak pidana penyalahgunaan senjata api yang dilakukan ketika terjadi perang. Sedangkan sekarang ini tindak pidana penyalahgunaan senjata api sering dilakukan untuk melakukan tindak kriminal dan kejahatan-kejahatan lain yang mengancam keamanan negara, seperti GAM, OPM, dan kejahatan teroris lainnya. Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut yaitu Oditur militer selaku pejabat yang berwenang melakukan penuntutan lebih cermat dan tepat dalam memilih unsur tindak pidana yang terkandung dalam undang-undang tersebut dan menuntut sesuai dengan tindak pidana yang terbukti dilakukan. Sedangkan hakim sebagai pihak yang memutus perkara, memberi putusan yang memenuhi rasa keadilan bagi masyarakat dan terdakwa berdasarkan pertimbangan hakim terhadap tuntutan oditur militer dan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan. vii