Anda di halaman 1dari 20

APLIKASI KOLOID DALAM KEHIDUPAN PADUAN BESI (FERROUS ALLOYS)

Diajukan Untuk memenuhi salah satu tugas Ujian Akhir Semester mata kuliah Kimia Larutan Koloid Dosen : Siti Suryaningsih, M.Si

Disusun Oleh Ilda Randani 208 204 111 Pendidikan Kimia A/VII

TARBIYAH DAN KEGURUAN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG 2011

KATA PENGANTAR Alhamdulilah puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat ilahi rabbi yang telah memberikan nikmat dan karunia Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Salawat dan salam kita curahkan kepada junjunan umat yaitu Nabi Muhammad saw. Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas Ujian Akhir Semester mata kuliah Kimia Larutan Koloid. Penulis sebagai manusia menyadari kemungkinan masih terdapatnya kekurangan dalam penulisan makalah ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran pembaca untuk penyempurnaan makalah ini. Mudah-mudahan makalah ini bermanfaat khususnya bagi penulis, umumnya bagi pembaca sekalian.

Bandung, Desember 2011

Penulis

DAFTAR PUSTAKA
i

KATA PENGANTAR......................................................................................................i DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................i BAB I PENDAHULUAN............................................................................................................1


A.Latar Belakang......................................................................................1 B.Rumusan Masalah.................................................................................2 C.Tujuan...................................................................................................2 D.Manfaat.................................................................................................2

BAB II PADUAN ALLOY (INDUSTRI BAJA)........................................................................3


a.Sumber Pembuatan Baja....................................................................3 b.Proses Paduan Logam (Alloy) Besi......................................................3 c.Kegunaan Baja..................................................................................10 d.Pengaruh Terhadap Kesehatan.........................................................12

BAB III PENUTUP.......................................................................................................................15


i.Kesimpulan.....................................................................................15 ii.Saran ............................................................................................16

DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................................16

ii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sistem koloid merupakan suatu bentuk campuran yang keadaannya terletak antara larutan dan suspensi (campuran kasar). Sistem koloid perlu kita pelajari karena berkaitan erat dengan hidup dan kehidupan kita sehari-hari. Salah satunya yaitu industry baja. Industry baja termasuk pada paduan alloy yang merupakan sol padat. Sol padat yaitu sistem koloid yang fase terdispersinya padat dan medium pendispersinya padat. Baja adalah logam campuran (alloy) yang tediri dari besi (Fe) dan karbon (C). Jadi baja berbeda dengan besi (Fe), alumunium (Al), seng (Zn), tembagga (Cu), dan titanium (Ti)yang merumakan logam murni. Proses peleburan baja dapat dilakukan dengan menggunakan bahan baku berupa besi kasar (pig iron) atau berupa besi spons (sponge iron). Disamping itu bahan baku lainnya yang biasanya digunakan adalah skrap baja dan bahan bahan penambah seperti ingot ferosilikon, feromangan dan batu kapur. Proses peleburan dapat dilakukan pada tungku BOF (Basic Oxygen Furnace) dan pada tungku busur listrik (Electric Arc Furnace atau disingkat EAF), Proses konvertor, Proses Siemens Martin, dan Proses dapur Cawan. Dalam memenuhi kebutuhan manusia, baja memiliki beberapa kegunaan yang sangat besar bagi semua aspek kehidupan. Akan tetapi, darikegiatan peleburan industry baja tidak terlepas dari berbagai masalah-masalah kesehatan yang dapat menimbulkan berbagai penyakit. Makalah ini berisi tentang penjelasan lebih mendalam mengenai salah satu bagian dari paduan alloy yaitu baja yang merupakan aplikasi dari sistem koloid

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah : 1. Apa sumber dari pembuatan baja? 2. Bagaimana proses pembuatan besi baja? 3. Apa saja kegunaan dari baja? 4. Bagaimana pengaruh yang ditimbulkan dari peleburan baja bagi kesehatan? C. Tujuan Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan dalam makalah ini adalah untuk : 1. Mengetahui sumber dari pembuatan baja. 2. Mengetahui proses pembuatan besi baja. 3. Mengetahui kegunaan dari baja. 4. Mengetahui pengaruh yang ditimbulkan dari peleburan baja bagi kesehatan. D. Manfaat Adapun manfaat yang dapat diambil dari makalah ini adalah untuk: 1. Memberikan pengetahuan tentang salah satu paduan alloy yaitu baja. 2. Memberikan informasi mengenai proses pembuatan baja. 3. Memberikan wawasan tentang kegunaan baja dan berbagai masalah yang ditimbulkan dari industri baja.

BAB II PADUAN ALLOY (INDUSTRI BAJA) a. Sumber Pembuatan Baja Baja pada dasarnya merupakan campuran antarmaksima logam Fe dan sedikit kandungan C ( dibawah 2 %). Baja pada penggunaannya dalam kehidupan manusia umumnya dicampur dengan kandungan logam lain menjadi baja paduan, jenis yang banyak digunakan saat ini. Unsur paduan yang biasa ditambahkan antara lain: Cr, Mn, Si, Ni, W, Mo, Ti, Al, Cu, Nb dan Zr. Penambahan unsur-unsur lain dalam baja dapat dilakukan dengan satu atau lebih unsur, tergantung dari karakteristik atau sifat khusus yang dikehendaki. Struktur Baja 1) Pearlit : Baja pearlit (sorbit dan troostit), didapat jika unsur-unsur paduan relatif kecil maximum 5%. Baja ini mampu dalam permesinan, sifat mekaniknya maningkat oleh heat treatment (hardening & tempering). 2) Martensit : unsur pemadunya lebih dari 5 %, sangat keras dan machinability kurang. (heat resistant steel) 3) Austenit : terdiri dari 10 30% unsur pemadu tertentu (Ni, Mn atau CO). Misalnya : Baja tahan karat (Stainlees steel), nonmagnetic dan baja tahan panas. 4) Ferrit : terdiri dari sejumlah besar unsur pemadu (Cr, W atau Si) tetapi kandungan karbonnya rendah. Tidak dapat dikeraskan. 5) Ladeburit / karbid : terdiri sejumlah karbon dan unsur-unsur penbentuk karbid (Cr, W, Mn, Ti, Zr). b. Proses Paduan Logam (Alloy) Besi Baja diproduksi didalam dapur pengolahan baja dari besi kasar baik padat maupun cair, besi bekas ( Skrap ) dan beberapa paduan logam. Ada beberapa proses pembuatan baja antara lain :
3

1.

Proses konvertor Terdiri dari satu tabung yang berbentuk bulat lonjong dengan menghadap

kesamping. Sistem kerja

Dipanaskan dengan kokas sampai 1500 0C, Dimiringkan untuk memasukkan bahan baku baja. ( 1/8 dari volume konvertor) Kembali ditegakkan. Udara dengan tekanan 1,5 2 atm dihembuskan dari kompresor. Setelah 20-25 menit konvertor dijungkirkan untuk mengeluarkan hasilnya. Proses Bassemer (asam) Lapisan bagian dalam terbuat dari batu tahan api yang mengandung kuarsa asam atau aksid asam (SiO2), Bahan yang diolah besi kasar kelabu cair, CaO tidak ditambahkan sebab dapat bereaksi dengan SiO2, SiO2

+ CaO

CaSiO3

Proses Thomas (basa)

Lapisan dinding bagian dalam terbuat dari batu tahan api bisa atau dolomit [ kalsium karbonat dan magnesium (CaCO3 + MgCO3)], besi yang diolah besi kasar putih yang mengandung P antara 1,7 2 %, Mn 1 2 % dan Si 0,6-0,8 %. Setelah unsur Mn dan Si terbakar, P membentuk oksida phospor (P2O5), untuk mengeluarkan besi cair ditambahkan zat kapur (CaO), 3 CaO + P2O5 2.
a. b.

Ca3(PO4)2 (terak cair)

Proses Siemens Martin Menggunakan sistem regenerator ( 3000 0C.) fungsi dari regenerator adalah : Memanaskan gas dan udara atau menambah temperatur dapur Sebagai Fundamen/ landasan dapur
4

c.

Menghemat pemakaian tempat Bisa digunakan baik besi kelabu maupun putih, Besi kelabu dinding dalamnya dilapisi batu silika (SiO2), besi putih dilapisi dengan batu dolomit (40 % MgCO3 + 60 % CaCO3) 3. Proses dapur kopel Mengolah besi kasar kelabu dan besi bekas menjadi baja atau besi tuang. Proses

pemanasan pendahuluan agar bebas dari uap cair. Bahan bakar(arang kayu dan kokas) dinyalakan selama 15 jam. kokas dan udara dihembuskan dengan kecepatan rendah hingga kokas mencapai 700 800 mm dari dasar tungku. besi kasar dan baja bekas kira-kira 10 15 % ton/jam dimasukkan. 15 menit baja cair dikeluarkan dari lubang pengeluaran. Untuk membentuk terak dan menurunkan kadar P dan S ditambahkan batu kapur (CaCO3) dan akan terurai menjadi: CaCO3 CaO + CO2 CO2 akan bereaksi dengan karbon: CO2 + C 2CO Gas CO yang dikeluarkan melalui cerobong, panasnya dapat dimanfaatkan untuk pembangkit mesin-mesin lain.

4.

Proses dapur Cawan Proses kerja dapur cawan dimulai dengan memasukkan baja bekas dan besi kasar dalam cawan, kemudian dapur ditutup rapat.
5

5.

Kemudian dimasukkan gas-gas panas yang memanaskan sekeliling cawan dan muatan dalam cawan akan mencair. Baja cair tersebut siap dituang untuk dijadikan baja-baja istimewa dengan menambahkan unsur-unsur paduan yang diperlukan

Tanur oksigen basa (basic oxygen furnace, BOF) Menempati 70% proses produksi baja di US. Merupakan modifikasi dari proses Bessemer. Proses Bessemer menggunakan uap air panas ditiupkan pada besi kasar cair utk membakar zat kotoran yang tersisa. Proses BOF memakai oksigen murni sebagai ganti uap air. Bejana BOF biasanya berdiameter dalam 5 m mampu memproses 150~200 ton dalam satu pemanasan. Urutan proses BOF adalah sebagai berikut:

Besi bekas (scrap) dimasukkan dalam bejana, scrap meliputi 30% bahan baku. dituang ke dalam bejana. Kapur (CaO) ditambahkan untuk mengikat kotoran.

Besi kasar cair diambil dari tanur tinggi memakai hot-iron ladle car, dan Pipa oksigen diturunkan sehingga ujungnya berjarak sekitar 1.5 m di atas permukaan besi cair. Oksigen ditiupkan dengan kecepatan tinggi menyebabkan pemakaran dan pemanasan pada permukaan besi cair. Karbon akan terurai, dan zat kotoran seperti silikon, manganese, dan phosphorous akan teroksidasi. Reaksinya adalah:
2C + O2 2CO (juga CO2), Si + O2 SiO2, 2Mn + O2 2MnO, 4P + 5O2 2P2O5

Gas CO dan CO2 yang dihasilkan dikeluarkan melalui mulut bejana atas. okside silikon, manganese, dan phosphorous dijadikan terak menggunakan flux. Kandungan karbon akan berkurang linear terhadap waktu proses, sehingga dapat mudah dikontrol.

Baja cair dituangkan dalam ladle, dan ditambahkan unsur paduan dan yang lain.
6

Terak dituangkan dalam ladle yang lain. Untuk memproses 200 ton baja diperlukan waktu 20 menit, dan siklus proses perlu waktu 45 menit. Saat ini dikembangkan teknik dengan mengalirkan oksigen dari bawah bejana, sehingga pemanasan lebih merata, akibatnya waktu proses bias dikurangi (3 menit), kandungan karbon lebih rendah dan hasil lebih banyak.

Keuntungan dari BOF adalah:


BOF menggunakan O2 murni tanpa Nitrogen

Proses hanya lebih-kurang 50 menit. Tidak perlu tuyer di bagian bawah Phosphor dan Sulfur dapat terusir dulu daripada karbon Biaya operasi murah
7

6.

Tanur Listrik (Electric Furnace)

Menempati 30% proses produksi baja di US. Sebagai bahan baku, selain besi kasar, saat ini juga banyak digunakan besi dan baja bekas. Jenis tanur yang banyak digunakan ditunjukkan pd gambar. Tanur ini memiliki atap yang bisa dibuka untuk menuangkan bahan baku. Besi dan baja kasar dipilih sesuai dengan komposisinya, dimasukkan ke dalam tanur bersama unsur paduan dan batu kapur (sbg flux). Kemudian dipanaskan memakai busur listrik yang dipancarkan dari elektroda-2 besar diatas. Untuk melebur sempurna perlu 2 jam, siklus proses perlu 4 jam. Tanur listrik memiliki kapasitas 25~100 ton per pemanasan. Tanur ini dapat menghasilkan besi/baja kualitas lebih baik dibanding BOF, tapi biaya per ton lebih mahal

Baja yang dihasilkan dengan BOF atau tanur listrik dipadatkan untuk proses berikutnya dalam bentuk coran ingot (Cast Ingot) atau coran kontinu (continuous casting).

Coran Ingot (Cast Ingot) Adalah blok baja coran yang beratnya mulai dari yang kecil hingga 300 ton. Cetakan ingot (ingot mold) dibuat dari besi karbon tinggi dan sisinya dibuat

miring (taper) utk memudahkan melepas cetakan. Cetakan diletakkan di landasan (stool). Proses solidifikasi perlu waktu lama (10~12 jam) dan penyusutan (shrinkage) yang terjadi signifikan. Porositas yang disebabkan oleh reaksi karbon dengan oksigen membentuk CO selama pendinginan dan solidifikasi harus dihindarkan/ dikurangi. Dengan menambahkan Si dan Al agar bereaksi dengan oksigen mencegah/mengurangi terbentuknya CO.

Continuous casting (strand casting). Baja cair dituangkan dalam bejana sementara (tundish), yang akan mengalirkan logam pada satu atau lebih cetakan cor kontinu. Baja mulai memadat pada bagian luar saat mengalir kebawah melalui cetakan yang didinginkan dengan air. Saat baja masih panas dan bersifat plastis, dibelokkan arah horisontal dan dirol sampai didapat dimensi yang diinginkan, dan dipotong.

c.

Kegunaan Baja Baja adalah paduan besi dengan karbon antara 0.02~2.11%. Baja dapat

dikelompokkan menjadi: (1) plain carbon steels, (2) low alloy steels, (3) stainless steels, dan (4) tool steels. 1) Plain carbon steels (baja karbon biasa) Mengandung karbon sebagai paduan utama, dengan sedikit paduan lainnya (sekitar 0.5% Mn). Baja karbon dapat dikelompokkan menjadi:

Low carbon steels, mengandung kurang dari 0.20%C. Paling luas digunakan sebagai komponen sheetmetal automotive, pelat baja untuk fabrikasi, dan rel kereta. Memiliki sifat mampu bentuk (forming) dan mampu cor (casting) yang baik. Medium carbon steels, mengandung 0.20~0.50% C. Digunakan untuk komponen mesin dan engine seperti crankshafts dan connecting rods. High carbon steels, mengandung lebih dari 0.50%C. Digunakan untuk pegas (springs), pahat potong, baling-baling (blades), dan komponen tahan aus.

2) Low Alloy Steels Low Alloy Steels (baja paduan rendah) adalah paduan besi karbon yang jumlah unsur paduannya kurang dari 5% berat. Memiliki sifat mekanik yang lebih unggul dibandingkan baja karbon biasa, yaitu: strength, hardness, hot hardness, wear resistance (tahan aus), keuletan, dan lain-lain. Untuk mendapatkan sifat unggul tersebut sering diperlukan perlakuan panas (heat treatment). 3) Stainless Steels Adalah kelompok baja paduan tinggi yang dirancang untuk memiliki daya tahan korosi tinggi. Paduan utama adalah chromium, biasanya diatas 15%. Stainless steel umumnya dibedakan menjadi tiga:
10

a. Austenitic stainless. Mengandung 18% Cr dan 8% Ni. Digunakan untuk peralatan

pabrik kimia dan makanan, serta komponen mesin yang memerlukan daya tahan korosi tinggi.
b. Ferritic stainless. Mengandung 15~20% Cr, sedikit karbon dan tanpa nickel.

Digunakan dari peralatan dapur hingga komponen mesin jet.


c. Martensitic stainless. Mengandung karbon lebih banyak dibanding ferritic

stainless, sehingga dapat dikeraskan dengan perlakuan panas. Mengandung 18% Cr dan tanpa Ni. Memiliki kekuatan, kekerasan dan daya tahan fatik tinggi, tetapi daya tahan korosi lebih rendah dibanding yang lain. Dewasa ini dikembangkan baja paduan tinggi yang tahan korosi dan dapat dikelompokkan sebagai baja stainless:
a) Precipitation hardening stainless. Komposisinya 17% Cr dan 7% Ni, ditambah

sedikit unsur paduan lain spt Aluminum (Al), Tembaga (Co), Titanium (Ti) dan Molybdenum (Mo). Memiliki kekerasan dan kekuatan yang baik pada suhu tinggi, sehingga cocok digunakan untuk aplikasi ruang angkasa.
b) Duplex stainless. Memiliki struktur campuran austenite dan ferrite dlm jumlah

hampir sama. Daya tahan korosi mirip dg austenitic stainless, tetapi memiliki daya tahan yg baik terhadap stress-corrosion cracking. Aplikasi meliputi utk komponen heat exchangers, pompa, dan penanganan limbah air. 4) Tool Steels Tool Steels (baja perkakas) adalah kelompol baja paduan tinggi yang dirancang untuk bahan pahat potong (cutting tools), dies dan molds. Baja ini harus memiliki kekuatan, kekerasan, hot hardness, daya tahan korosi serta keuletan yang tinggi. Untuk memiliki sifat tersebut, bahan mendapat perlakuan panas (heat treatment). Klasifikasi tool steels menurut AISI: T,M: High-speed tool steels (HSS). Digunakan sbg pahat potong pd proses pemesinan. Daya tahan aus dan hot hardness tinggi. Tipe T paduan utamanya adl Tungsten, tipe M paduan utamanya adl Molybdenum.

11

H:

Hot working tool steels. Utk dies proses pengerjaan panas spt forging, extrusion, dan die-casting.

D:

Cold-work tool steels. Utk dies proses pengerjaan dingin spt sheetmetal pressworking, cold extrusion, fold forging. Kode D berasal dr die. Termasuk kelompok ini juga adl tipe A (utk air-hardening) dan tipe O (utk oil-hardening). Memiliki daya tahan aus tinggi dan distorsi rendah.

W:

Water-hardening tool steels. Mengandung karbon tinggi dan sedikit/tanpa unsur paduan lain. Hanya dpt dikeraskan dg proses quenching cepat dlm air. Digunakan luas krn harganya murah, tapi terbatas utk aplikasi suhu rendah.

S:

Shock-resistant tool steels. Digunakan utk aplikasi dimana keuletan tinggi diperlukan, spt sheetmetal shearing, punching, dan bending.

P: L:

Mold steels. Digunakan utk membuat molds proses mengecor plastik dan karet. Low alloy tool steels. Digunakan utk aplikasi khusus.

d. Pengaruh Terhadap Kesehatan Industri peleburan baja dapat menyebabkan pencemaran sehingga akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Pencemaran udara yang dihasilkannya dari kegiatan peleburan baja akan menghasilkan gas-gas beracun dan berbahaya bagi kesehatan,seperti: a. Sox Pencemaran SOx menimbulkan dampak terhadap manusia dan hewan, kerusakan pada tanaman terjadi pada kadasr sebesar 0,5 ppm. Pengaruh utama polutan Sox terhadap manusia adalah iritasi sistim pernafasan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa iritasi tenggorokan terjadi pada kadar SO2 sebesar 5 ppm atau lebih bahkan pada beberapa individu yang sensitif iritasi terjadi pada kadar 1-2 ppm. SO2 dianggap pencemar yang berbahaya bagi kesehatan terutama terhadap orang tua dan penderita
12

yang mengalami penyakit khronis pada sistem pernafasan kadiovaskular. Individu dengan gejala penyakit tersebut sangat sensitif terhadap kontak dengan SO2, meskipun dengan kadar yang relatif rendah. Kadar SO2 yang berpengaruh terhadap gangguan kesehatan adalah sebagai berikut : Konsentasi ppm 35 8 12 20 20 20 50 100 400 500 b. CO Karbon dan Oksigen dapat bergabung membentuk senjawa karbon monoksida (CO) sebagai hasil pembakaran yang tidak sempurna dan karbon dioksida (CO2) sebagai hasil pembakaran sempurna. Karbon monoksida merupakan senyawa yang tidak berbau, tidak berasa dan pada suhu udara normal berbentuk gas yang tidak berwarna. Tidak seperti senyawa CO mempunyai potensi bersifat racun yang berbahaya karena mampu membentuk ikatan yang kuat dengan pigmen darah yaitu haemoglobin. Karakteristik biologik yang paling penting dari CO adalah kemampuannya untuk berikatan dengan haemoglobin, pigmen sel darah merah yang mengakut oksigen keseluruh tubuh. Sifat ini menghasilkan pembentukan karboksihaemoglobin (HbCO) yang 200 kali lebih stabil dibandingkan oksihaemoglobin (HbO2). Penguraian HbCO yang relatif lambat menyebabkan terhambatnya kerja molekul sel pigmen tersebut dalam fungsinya membawa oksigen keseluruh tubuh. Kondisi seperti ini bisa berakibat serius, bahkan fatal, karena dapat menyebabkan keracunan. Selain itu, metabolisme
13

Pengaruh Jumlah terkecil yang dapat dideteksi dari baunya Jumlah terkecil yang segera mengakibatkan iritasi tenggorokan Jumlah terkecil yang akan mengakibatkan iritasi mata Jumlah terkecil yang akan mengakibatkan batuk Maksimum yang diperbolehkan untuk konsentrasi dalam waktu lama Maksimum yang diperbolehkan untuk kontrak singkat ( 30 menit ) Berbahaya meskipun kontak secara singkat

otot dan fungsi enzim intra-seluler juga dapat terganggu dengan adanya ikatan CO yang stabil tersebut. Dampat keracunan CO sangat berbahaya bagi orang yang telah menderita gangguan pada otot jantung atau sirkulasi darah periferal yang parah. Dampak dari CO bervasiasi tergangtung dari status kesehatan seseorang pada saat terpajan .Pada beberapa orang yang berbadan gemuk dapat mentolerir pajanan CO sampai kadar HbCO dalam darahnya mencapai 40% dalam waktu singkat. Tetapi seseorang yang menderita sakit jantung atau paru-paru akan menjadi lebih parah apabila kadar HbCO dalam darahnya sebesar 510%. Pengaruh CO kadar tinggi terhadap sistem syaraf pusat dan sistem kardiovaskular telah banyak diketahui. Namun respon dari masyarakat berbadan sehat terhadap pemajanan CO kadar rendah dan dalam jangka waktu panjang, masih sedikit diketahui. Hasil studi diatas menunjukkan bahwa paling sedikit untuk para bukan perokok, ternyata ada hubungan yang linier antara HbCO dan menurunnya kapasitas maksimum oksigen. Walaupun kadar CO yang tinggi dapat menyebabkan perubahan tekanan darah, meningkatkan denyut jantung, ritme jantung menjadi abnormal gagal jantung, dan kerusakan pembuluh darah periferal, tidak banyak didapatkan data tentang pengaruh pemajanan CO kadar rendah terhadap sistim kardiovaskular. Hubungan yang telah diketahui tentang merokok dan peningkatan risiko penyakit jantung koroner menunjukkan bahwa CO kemungkinan mempunyai peran dalam memicu timbulnya penyakit tersebut (perokok berat tidak jarang mengandung kadar HbCO sampai 15 %). Namun tidak cukup bukti yang menyatakan bahwa karbon monoksida menyebabkan penyakit jantung atau paru-paru, tetapi jelas bahwa CO mampu untuk mengganggu transpor oksigen ke seluruh tubuh yang dapat berakibat serius pada seseorang yang telah menderita sakit jantung atau paru-paru. Karena senyawa diatas termasuk kelompok pelarut (Sollvent) yang banyak digunakan dalam industri untuk menggantikan karbon tetrakhlorida yang beracun, maka keamanan lingkungan kerja mereka perlu ditinjau lebih lanjut. C. NOx

14

Oksida nitrogen seperti NO dan NO2 berbahaya bagi manusia. Penelitian menunjukkan bahwa NO2 empat kali lebih beracun daripada NO. Selama ini belum pernah dilaporkan terjadinya keracunan NO yang mengakibatkan kematian. Diudara ambien yang normal, NO dapat mengalami oksidasi menjadi NO2 yang bersifat racun. Penelitian terhadap hewan percobaan yang dipajankan NO dengan dosis yang sangat tinggi, memperlihatkan gejala kelumpuhan sistim syarat dan kekejangan. NO2 bersifat racun terutama terhadap paru. Kadar NO2 yang lebih tinggi dari 100 ppm dapat mematikan sebagian besar binatang percobaan dan 90% dari kematian tersebut disebabkan oleh gejala pembengkakan paru ( edema pulmonari ). Kadar NO2 sebesar 800 ppm akan mengakibatkan 100% kematian pada binatang-binatang yang diuji dalam waktu 29 menit atau kurang. Pemajanan NO2 dengan kadar 5 ppm selama 10 menit terhadap manusia mengakibatkan kesulitan dalam bernafas.

BAB III PENUTUP i. Kesimpulan

Sumber Pembuatan Baja yaitu campuran antarmaksima logam Fe dan sedikit kandungan C ( dibawah 2 %). Proses Paduan Logam (Alloy) Besi; Proses konvertor, Proses Siemens Martin , Proses dapur kopel, Proses dapur Cawan, Tanur oksigen basa (basic oxygen furnace, BOF), Tanur Listrik (Electric Furnace) Kegunaan baja yaitu Low carbon steels digunakan sebagai komponen

sheetmetal automotive, pelat baja untuk fabrikasi, dan rel kereta. Medium carbon steels digunakan untuk komponen mesin dan engine seperti crankshafts dan connecting rods. High carbon steels digunakan untuk pegas (springs), pahat potong, baling-baling (blades), dan komponen tahan aus. Austenitic
15

stainless digunakan untuk peralatan pabrik kimia dan makanan, serta komponen mesin yang memerlukan daya tahan korosi tinggi. Ferritic stainless. digunakan dari peralatan dapur hingga komponen mesin jet.

Pengaruh Terhadap Kesehatan yaitu pengaruh utama polutan Sox terhadap manusia adalah iritasi sistim pernafasan. Karbon dan Oksigen dapat bergabung membentuk senjawa karbon monoksida (CO) sebagai hasil pembakaran yang tidak sempurna dan karbon dioksida (CO2) sebagai hasil pembakaran sempurna. Oksida nitrogen seperti NO dan NO2 berbahaya bagi manusia.

ii.

Saran Penulis berharap makalah ini dapat menambah wawasan mengenai salah satu

contoh yang merupakan sol padat yaitu baja sebagai aplikasi dari sistem koloid. DAFTAR PUSTAKA Azwaruddin, 2008. Proses Pembuatan http://azwaruddin.blogspot.com/2008/05/proses-pembuatan-baja.html. pada 21 desember 2011. Yefri, Baja. Diakses

2011. Proses Pembuatan Baja. http://yefrichan.wordpress.com/2010/10/26/proses-pembuatan-baja-dengantanur-oksigen-basa-basic-oxygen-furnace/. Diakses 20 desember 2011.

Guna. 2010. Proses Pembuatan Baja. http://gunawirawan.wordpress.com/2010/09/28/proses-pembuatan-baja/. Diakses 21 desember 2011. Anonim. 2010. Sejarah Pembuatan Baja. http://sipil.polsri.ac.id/print.php?news.18. Diakses 19 desember 2011. Anonym, 2011. Terjadinya Pencemaran Udara dan Penanggulanginya. http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-lingkungan/pencemaran-

16

udara/terjadinya-pencemaran-udara-dan-penanggulangannya/ [online] diakes 18 desember 2011.

17