Anda di halaman 1dari 3

Jumpa lagi sobat bloger, pada postingan kali enii gw ngasi judul rada nyeleneh eii tttzzz jgn

berfikiran nyang aneh dulu sob!! Gw ngasi judul kyk gini ada maksudnya c z banyak orang kadang g tw apa sih sebenernye hipotesis itu, gunanya buat apa gw g blg gw lebih tau dari sobat sekalian yeee but coba ajah deh tongkrongin postingan gw nyang atu enii n capa tw ajah berguna wat sobat sekalian . Hipotesis Istilah hipotesis berasal dari bahasa yunani, hupo dan thesis. Hupo artinya seme ntara, atau kurang kebenarannya atau masih lemah kebenarannya, sedangkan Thesis artinya pernyataan atau teori. Because hipotesis adalah pernyataan sementara yan g masih lemah kebenarannya n perlu perlu bgt diuji kebenarannya. Because of that , hipotesis adalah pernyataan sementara yang perlu diuji kebenarannya melalui pe ngujian nyang disebut pengujian hipotesis atau pengetesan hipotesis (testing hyp othesis) secara emperis. Hipotesis memungkinkan kita nii yaa .untuk menghubungkan teori dengan pengamatan, atau mungkin pengamatan dengan teori. Jadi lo bisa dibayangin kayak mimpi nyang jadi kenyataan to sob lewat hipotesis kita bisa tau apakah proses berfikir kita ny ang nota bena masih berdasarkan teori aja tuh, apa bisa g diuji kebenarannya seh ingga bisa terwujudkan kealam kita nii sob yaa to pola fikir gw lo Nah dari pemaparan dikit tu lo pada dah kbayang kan sedikit tentang hipotesis, mak a dari itu uda pasti tu hipotesis ada fungsinya, yaa gak??? nii gw kasi tw fungsi hipotesis, monggo 1. Memberi penjelasan tentang gejala serta memudahkan perluasan pengetahuan dalam suatu bidang. 2. Mengemukakan pernyataan tentang hubungan dua konsep nyang secara lansung dapa t diuji dalam penelitian. 3. Memberi arah pada penelitian. 4. Memberi kerangka pada penyusunan kesimpulan penelitian Supaya nii...fungsi hipotesis nyang tadi to bisa berjalan secara efektif, maka ad a faktor yang perlu diperhatikan pada penyusunan hipotesis..... 1. Hipotesis disusun dalam kalimat deklaratif. kalimat to ya sebaiknya bersifat positif dan tidak normatif broow...Istilah seperti seharusnya atau sebaiknya tida k berlaku to sob buat hipotesis. Example nii yee.. Dengan intelegensi yang baik sudah seharusnya siswa memilki prestasi belajar yang baik pula ; Terdapat hubungan antara intelegensi terhadap peningkatan prestasi be lajar siswa ; Terdapat kontribusi yang signifikan dari intelegensi terhadap pening katan prestasi belajar siswa . 2. Variabel nyang dinyatakan dalam hipotesis adalah variabel yang oprasional, da lam arti dapat diamati & diukur broow.... 3. Hipotesis menunjukan keterkaitan tertentu diantara variabel . Pengujian hipotesis enii...sob akan membawa kita kepada kesimpulan untuk menolak atau menerima hipotesis. Dengan demikian kita akan dihadapkan pada dua pilihan nii....dilema bok....Nah agar pilihan kita lebih terperinci dan mudah, maka dipe rlukan hipotesis alternatif nyang disingkat Ha dan hipotesis nol (null) nyang di singkat H0. Ha disebut juga hipotesis kerja atau hipotesis penelitian . Ha adala h lawan atau tandingan dari H0, maka Ha cenderung dinyatakan dalam kalimat posit if, sedangkan H0 dinyatakan dalam kalimat negatif. Example lagi nii broww biar cep et ngeh nya H0 : Tidak terdapat kontribusi yang signifikan antara intelegensi terhadap penin gkatan prestasi belajar siswa Ha : Terdapat kontribusi yang signifikan antara intelegensi terhadap peningkatan prestasi belajar siswa Gimana sob...pengetahuan lo bertambah kan seputar hipotesis???okeh deh lo masih kurang gw tambahin lagi biar lebih mantep yaitu tentang dua macam kesalahan atw ke keliruan dalam hipotesis 1. Menolak hipotesis yang seharusnya tidak ditolak

2. Tidak menolak hipotesis yang seharusnya ditolak Simpel memang, tapi jangan salah broww...ni perlu perhatian khusus, so check thi s out . Perlu dijelaskan bahwa meskipun berdasarkan penelitian kita telah menerima tau m enolak hipotesis, tidak berarti kita telah membuktikan atau tidak membuktikan ke benaran hipotesis, yang kita perlihatkan hanya menerima dan menolak hipotesis aj ah. Untuk lebih dingertiin, gw bakal kasi lo contoh Suatu eksperimen konseling A diberikan pada 100 siswa tertentu dan setelah sebula n ternyata 50 dari siswa tidak menunjukan perubahan dari konseling yang diberika n. Kemudian konseling B diberikan pula pada 100 siswa tertentu dan ternyata 40 s iswa tidak menunjukan perubahan dari konseling yang diberikan . Berdasarkan data diatas, maka biasanya orang menarik kesimpulan bahawa konseling A tidak lebih efektif dari konseling B, kecuali lebih dari 50 siswa telah menga lami perubahan. Sehingga akan menimbulkan pertanyaan : Berapakah yang lebih dari 50 siswa itu? . Jadi berapakah jumlah siswa yang berubah untuk mengatakan bahwa ko nseling A efektif ?. Sayangnya metode statistik belum berhasil menjawab hal ini. Dalam setipa keadaan yang diketahui tidaklah mungkin membuat kesimpulan sebagai kebenaran, kecuali suatu kesimpulan yang agaknya benar diputuskan. Oleh karena itu jika keputusan dibuat, maka kemungkinan besar akan terjadi kesalahan. Misalnya 75 dari 100 siswa tadi berubah dengan pemberian konseling A, maka penel iti dihadapkan dengan dua keputusan : 1. Konseling A, nyatanya tidak lebih baik dari konseling B, meskipun 75 siswanya mengalami perubahan, karena mungkin saja hanya disebabkan kebetulan semata. 2. Walaupun konseling A dirasa lebih efektif ketimbang konseling B karena 75 dar i 100 siswanya telah berubah n dilihat hanya karena kebetulan semata, kiranya cu kup beralasan kalau konseling A dikatakan lebih efektif dari konseling B. Jika peneliti memilih keputusan 1 di atas, maka ia telah melakukan kesalahan tip e 1, jika peneliti memilih keputusan 2, maka ia telah melakukan kesalahan tipe 2 . hehehe....kejebak looo.... Ketika merencanakan pengujian hipotesis, kedua tipe kesalahan tersebut diminimal is sob...Kedua tipe kesalahan tersebut dinyatakan dalam peluang. Nah...biar peni laian niiii dapat dilakukan, maka peluang nii juga sekaligus merupakan besarnya risiko kesalahan yang ingin kita hadapi. Peluang membuat kesalhan tipe 1 biasany a dinyatkan dengan a (baca alpha) n peluang membuat tipe bianya dinyatakan denga n lambang (baca beta). Because of that niii brow.. kesalahan tipe 1 juga disebut dengan kesalahan a, dan kesalahan tipe 2 juga disebut dengan kesalahan . a diseb ut juga taraf signifikansi, taraf arti, taraf nyata, probability (p), taraf kesa lahan, & taraf kekeliruan. gan Taraf signifikan dinyatakan dalam dua atau tiga desimal atau dalam percen. Lawan dari taraf signifikan niii yeee adalah taraf kepercayaan. Gini no lo maksudnya sob..jika taraf signifikansi =5%, maka taraf kepercayaan = 95% n demikian seteru snya. Dalam penelitian sosial, besarnya a (alpha) biasanya diambil 5%(0,05) atau 1% (0 ,01). Untuk itu penentuan besarnya a (alpha) tergantung pada keinginan peneliti sebelum analisis statistik dilakukan. Nah lo..sobat bloger pasti bertanya,,maksudnya taraf signifikan 5% atau 1% tu ap aan ya Arti a (alpha)/taraf signifikan 5% to = 5 dari 100 kesimpulan akan menolak hipotesis yang seharusnya diterima ataw dengan kata lain dari 100 kali kita ngel akuain percobaan akan terjadi kegagalan sebanyak 1 kali atau kebalikannya kita m emiliki tingkat kepercayaan 99% terhadap suatu kesimpulan.Nah oleh karena itu se makin kecil taraf signifikan semakin baik sob karena akan meminimalisasi tingkat k esalahan..nahh buat penelitian sosial biasanya paling kecil taraf signifikan 1% ta pi buat bidang ilmu nyang laen neee nyang perlu tingkat akurasi tinggi (misalnya k edokteran mungkin harus dibawah 1%). Sebelum mengadakan pengujian hipotesis yaa..sob , maka asumsi nyang berlaku hendakl ah dipenuhi terbih dahulu (bagi yang lagee buat penelitian ya brooww tapi yang bar u belajar ya sampai disana ajah mungkin bisa deh dipakai referense) Asumsi yang diperlukan sebelum melakukan pengujian hipotesis : 1. Nyatakanlah dengan tegas bahwa data yang akan diuji tersebut berasal dari sam

pel atau populasi. 2. Data nyang diuji berdistribusi normal. Nah...sobat uda baca mua kan,,,gmana???monggo dah bubuhin komentarnya, lo nyang udah ngerasa sip boleh deh dipraktekin sapa tw ajah bisa berguna bagi sobat seka lian