Anda di halaman 1dari 25

Catatan punya_Emmy

Mata Kuliah Bahasa Indonesia

Dosen Ibu Artanti

Referensi buku: 1. E. Zaenal Arifin dan S. Amran Tasai.Cermat Berbahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi. Penerbit Akademika Pressindo Jakarta, 2000. 2. Lamuddin Finoza. Komposisi Bahasa Indonesia Untuk Mahasiswa Non Jurusan Bahasa. Revisi 4. Penerbit Diksi Insan Mulia,2009.

Catatan 30/9/11 1. Pokok bahasan: a. Sejarah bahasa (asal usul) b. Ragam, laras, dan fungsi bahasa c. Ejaan d. Diksi (pilihan kata) e. Kalimat efektif f. Penalaran g. Paragraf h. Penulisan karya ilmiah i. Penulisan surat-menyurat j. Evaluasi + membuat makalah 2. UUD 1945 tercantum pada pasal khusus BAB XV, pasal 36 mengenai kedudukan bahasa Indonesia yg menyatakan bahwa bahasa negara ialah bahasa Indonesia. 3. Ragam bahasa Ragam bahasa adalah variasi bahasa yg terjadi karena pemakaian bahasa. Ragam bahasa itu dapat dibedakan berdasarkan media pengantarnya dan berdasarkan situasi pemakaiannya. Dalam berbahasa lisan disesuaikan dengan tempat di mana kita berbicara, dengan siapa kita berbicara, dan topiknya apa. Ragam bahasa baku artinya gramatika (tata bahasa) yaitu mencakup: kalimat, tanda baca, makna/arti. semantik dalam karya ilmiah harus menggunakan makna denotatif (makna tunggal).

Catatan punya_Emmy

baku/resmi = saat seminar, kuliah, pelatihan Ragam bahasa lisan non baku/tidak resmi = saat di restoran Ragam bahasa baku = laporan ilmiah, karya ilmiah Ragam bahasa Tulis non baku

Gramatika (Tata bahasa)

Ilmu kalimat (sintaksis) Ilmu bentuk kata (morfologi), ada kata-kata yg dilebur

Ilmu makna (semantik) (lazim apa tidak) Ilmu Ejaan

makna denotatif (1makna,1kata) makna konotatif (untuk fiksi)

4. Fungsi bahasa sebagai bahasa: a) Lambang kebanggaan nasional b) Lambang identitas nasional c) Alat pemersatu berbagai masyarakat yg berbeda latar belakang sosial budayanya d) Alat perhubungan antar negara 5. Fungsi bahasa sebagai bahasa negara: a) Bahasa resmi kenegaraan b) Bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan c) Bahasa resmi dalam perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintahan d) Bahasa resmi dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi 6. Unsur-unsur ilmu kalimat (sintaksis) Unsur kalimat tunggal, ada Subyek dan Predikat SP KB KK KB KB merupakan kalimat tunggal (kalimat dasar) KB KS karena hanya memiliki 1 pola KB Kata depan KB Kata bilangan
2

Catatan punya_Emmy

Unsur kalimat majemuk Terdiri dari 2 atau 3 pola atau lebih disebut kalimat majemuk

Kalimat majemuk setara S P konjungsi S P Kalimat Majemuk Kalimat majemuk bertingkat

Konjungsi untuk kalimat majemuk setara terdiri dari: dan untuk penggabungan atau untuk pilihan lalu, lantas, kemudian, selanjutnya untuk urutan peristiwa dan kegiatan aktivitas tidak....,tetapi... untuk pertentangan bukan...., melainkan... untuk pertentangan konjungsi untuk kalimat majemuk bertingkat terdiri dari: sehingga jika, jikalau andaikata meskipun 7. Laras bahasa Laras bahasa adalah kesesuian antara bahasa yang dipakai dengan pemakaian bahasa. Bahasa yg difungsikan untuk menulis karangan ilmiah disebut laras ilmiah. Begitu pula dengan bahasa yg difungsikan untuk menulis karangan ilmiah bidang psikologi disebut dengan laras psikologi. Dari paparan ini dapat dijelaskan bahwa masyarakat kita masih kurang menyadari perlunya menggunakan ragam tulis dan ragam lisan secara berimbang, yang sudah cukup baik dalam komunikasi adalah pemahaman tentang perbedaan ragam tulis dan ragam lisan karena adanya hal-hal yg kontrastif yang telah dideskripsikan (dipaparkan) secara terperinci. Ringkasnya: Berkomunikasi dalam era komunikasi ini, kita sebagai pemakai bahasa Indonesia harus mampu memakai ragam formal atau ragam resmiyg dikaitkan dengan aktifitas modern (Teknologi Informasi= IT).

Catatan punya_Emmy

8. Bahasa Indonesia yang baik dan benar Bahasa Indonesia yang baik bermakna, bahasa yg pemakaiannya sesuai dengan situasi, kondisi, dan ruang (pemakai bahasa, pendengar, tema/topik, isi pembicaraan, dan tingkat keresmian ), di samping itu ada pertimbangan makna/arti. Sebagai psikolog gunakan bahasa untuk memberi terapi orang sakit jiwa, sedih, gunakan wajah yg sabar, dilatih hidup prihatin, kalo bekerja dengan senang hati akan terus exist, dan jaga mulut. Bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah bahasa yg menyesuaikan dengan kaidah atau norma kebahasaan (kunci, makna, morfologi). Bahasa yang baik dan benar adalah pemakaian bahasa yg menyesuaikan dengan makna yg harus bisa dipahami, sesuai dengan situasi pemakaian dan tidak menyimpang dari kaidah yg dibakukan. 9. Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) A. Ejaan adalah seperangkat aturan atau kaidah pelambangan bunyi bahasa, pemisahan, penggabungan, dan penulisannya dalam satu bahasa. Ringkasnya: ejaan itu merupakan kaidah yg harus dipatuhi oleh pemakai bahasa demi keteraturan dan keseragaman bentuk. Di Indonesia 1901 ejaan dengan huruf Latin, orang Belanda yg memperkenalkan ejaan. Ejaan oe tahun 1901 Ejaan Soewandi: bahasa melayu dan bahasa Arab,contoh Jumat Ejaan 1972 EYD Contoh: oe = u dj = j tj = c expor = ekspor taxi = taksi Teknologi komunikasi dari bahasa Inggris Teknologi kuliner dari bahasa Perancis Teknologi informasi dari bahasa Cina, contok teko = dari kata cetel) B. Ruang lingkup ejaan ada 5 aspek antara lain: a) Pemakaian huruf Membicarakan masalah yg mendasar dari suatu bahasa yaitu abjad, vokal, konsonan, pemenggalan, dan nama diri. b) Penulisan huruf Membicarakan masalah yg mendasar tentang huruf kapital dan huruf miring. Huruf kapital: untuk mengawali tulisan, untuk judul skripsi, dan judul laporan. Huruf miring: untuk penulisan judul buku dan penulisan referensi
4

Catatan punya_Emmy

c) Penulisan kata Membicarakan bidang morfologi dan bentuk kata. Morfologi adalah salah satu cabang ilmu bahasa yg di dalamnya memaparkan bentuk-bentuk kata dan perubahannya yg berupa: Kata dasar Kata yg belum mengalami perubahan. Kata turunan Kata yg sudah mengalami perubahan (proses berimbuhan). Kata ulang (kata reduplikasi) Bahasa Inggrisnya reduplication. Ada 3 macam kata ulang yaitu: o Kata ulang sebenarnya, contoh: dewa-dewi o Kata ulang variasi penuh, contoh: jalan-jalan, anak-anak o Kata ulang perubahan fonem, contoh: Gabungan kata (frasa) Digunakan dalam kalimat dan dalam berbagai wacana. Kata ganti (persona) Persona 1 contoh beta Persona 2 contoh torang Persona 3 Kata depan (preposisi), yaitu di, ke, dari Bahasa Inggrisnya preposition Contoh: Emmy dari Medan. Kata sandang yaitu Si dan Sang Kata partikel lah = untuk permintaan halus, permintaan langsung, dan permintaan tidak langsung. kah = untuk penegasan pun = untuk menyatakan juga Singkatan dan Akronim Angka dan Lambang bilangan

Catatan punya_Emmy

d) Penulisan unsur serapan Dari bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia, manfaatnya untuk memekarkan bahasa demi untuk memasukkan pengetahuan informasi (IT). Unsur serapannya antara lain: Bahasa Yunani Latin untuk ilmu alam Bahasa Arab Bahasa Inggris Bahasa Belanda Bahasa Perancis untuk kuliner Bahasa Jerman untuk teknologi industri dan farmasi Bahasa Cina untuk perdagangan e) Pemakaian tanda baca (pungtuasi) Memaparkan masalah-masalah yg berhubungann dengan tanda baca, antara lain: Tanda titik (.) yang menyatakan selesai Tanda koma (,) yang menyatakan berhenti sebentar Tanda titik koma (;) digunakan dalam perincian Tanda titik dua (:) digunakan dalam pembagian Tanda hubung (-) digunakan menyambung suku-suku kata dasar, kata ulang Tanda pisah () digunakan di antara dua nama tempat atau tanggal dengan arti sampai ke atau sampai dengan Tanda elips (...) digunakan untuk memenggal kata dari pendapat tokoh tapi bukan dari awalan melainkan dari tengah Tanda tanya (?) Tanda seru (!) untuk meminta perhatian dari orang lain,contoh komik Naruto Tanda kurung ( ) Tanda kurung siku [ ] untuk rumus fisika Tanda petik ganda ( ) Tanda petik tunggal ( ) Tanda garis miring ( / ) Tanda penyingkat/ Apostrof ()

Catatan punya_Emmy

TUGAS Buatlah kallimat berikut ini menjadi kalimat yg penulisannya sesuai dengan EYD! Jawaban 1. Tuhan akan menunjukkan jalan yang benar kepada hamba-Nya. 2. Siapakah gubernur yang baru dilantik? 3. PT PLN menjual ampere pada masyarakat. 4. Bola lampu itu 100 watt. 5. Setiap hari Jumat para remaja itu mendengarkan khotbah di Masjid Al-Tagwa. 6. Orang itu diberi garam inggris untuk mengobati sakit maag. 7. Nelayan itu berlayar sampai ke teluk. 8. Para mahasiswa mendaki Gunung Semeru. 9. Mereka memancing di selat. 10. Dian suka makan salad bali. 11. Anak Gunung Krakatau berada di Selat Sunda. 12. Masakan itu diberi bumbu gula jawa. 13. Prof. Dr. Antono M.Sc., M.M. 14. Usulan Anda telah kami terima. 15. Politik devide et impera pernah merajalela di asia.

Catatan 21/10/11 KATA DAN FRASA

1. Kata adalah bentuk terkecil dari kalimat yg mempunyai makna (arti). Jika dilihat dari segi bentuk kata, ada kata yg bermorfim tunggal dan ada kata yg bermorfim banyak. Kata terdiri dari konsonan dan vokal contoh K V K V atau K V K K V 2. Kata dasar 1. asuh 2. baca 3. bangun 4. buat 5. cetak 6. edar 7. potong 8. sapu 9. tulis 10. ukir pelaku pengasuh pembaca pembangun pembuat pencetak pengedar pemotong penyapu penulis pengukir Proses pengasuhan pembacaan pembangunan pembuatan pencetakan pengedaran pemotongan penyapuan penulisan pengukiran
7

Hal/tempat perbuatan percetakan peredaran perpotongan persapuan -

perbuatan mengasuh membaca membangun membuat mencetak mengedar memotong menyapu menulis mengukir

hasil asuhan bacaan bangunan buatan cetakan edaran potongan sapuan tulisan ukiran

Catatan punya_Emmy

3. Bentuk-bentuk kata terdiri dari : A. KATA BENDA/NOMINA Bahasa Inggrisnya noun Kata benda adalah kata yg mengacu pada suatu benda yg abstrak dan konkrit. Digunakan dalam unsur-unsur kalimat seperti subjek, objek, dan pelengkap. Ciri-ciri kata benda: 1. Dapat diingkaridengan kata bukan, contoh: bukan ikan 2. Dapat ditandai dengan kata yang dan sangat, contoh: buku yang sangat mahal Imbuhan pembentuk kata benda: 1. Awalan pembentukan kata benda: ke, pe, ter Contoh : kekasih, penyanyi, petenis, terdakwa 2. Akhiran pembentukan kata benda: an, in, wan Contoh: timbangan, hadirin, muslimin, wartawan, karyawan 3. Sisipan pembentuk kata benda: el, er, em, Contoh: telunjuk, telapak, serabut, gemetar, kinerja 4. Imbuhan gabung ke-an, contoh: kemauan B. KATA KERJA/VERBAL Bahasa Inggrisnya verb Kata kerja adalah kata yg menyatakan suatu perbuatan, tindakan, proses. Fungsinya sebagai pengisi predikat. Ciri-ciri kata kerja ada 3 macam: 1. Dapat diberi aspek waktu: akan, sedang, telah Contoh: akan mandi, telah pergi, sedang tidur 2. Dapat diingkari dengan kata tidak, contoh: tidak belajar 3. Dapat diikuti dengan kata dengan Imbuhan pembentuk kata kerja: 1. Awalan (prefiks) pembentukan kata kerja: ber, di, me, per, ter Contoh: berkarya, dibahas, perintah, terkuat 2. Akhiran (sufiks) pembentukan kata kerja: i, kan Contoh: tandai, matikan 3. Imbuhan gabung (konfiks) ber-an; ber-kan; di-i; di-kan; ke-an; memper-i; memper-kan; me-kan; per-i; per-kan Contoh: berciuman, bermandikan, beralaskan, diselimuti, ditandai, dicintai, dibacakan, diambilkan, kejatuhan, kemasukan, memperbaiki, mempersenjatai, mempertemukan, meluruskan, kedatangan, men datangkan, perbaiki, peringatkan

Catatan punya_Emmy

C. KATA SIFAT Bahasa Yunani Latinnya adjektiva Kata sifat adalah kata yg menerangkan karakter, watak, tabiat manusia atau benda lain seperti tumbuhan. Binatang Ciri-ciri kata sifat ada 3 macam: 1. Dapat diberi pembanding atau gradasi 2. Dapat diberi penguat: amat, sangat, benar Contoh: sangat senang; dia benar sekali 3. Dapat diingkari dengan kata tidak Di samping itu, kata sifat juga mengacu pada hal-hal berikut ini: 1. Menggacu pada keadaan, contoh: Jakarta dalam keadaan aman 2. Menggacu pada warna 3. Menggacu pada ukuran 4. Menggacu pada perasaan 5. Menggacu pada panca indera Imbuhan pembentuk kata sifat: 1. Akhiran pembentuk kata sifat: al, i, iah, if, ik, is, er, wi Contoh: formal, abadi, hewani, jasmaniah, ilmiah, alamiah, reaktif, aktif, fiktif, magnetik, elektronik, praktis, komplementer, parlementer, kimiawi, manusiawi 2. Imbuhan gabung pembentuk kata sifat: ke-an Contoh: kekanak-kanakan D. KATA KETERANGAN Kata keterangan adalah kata yg mengacu pada situasi, peristiwa, tujuan, kesalingan, alat E. KATA SANDANG Ciri-ciri kata sandang memakai kata: para, Si, Sang F. KATA SERU Kata seru adalah kata yg mengacu pada ungkapan perasaan atau seruan yg meminta perhatian dan biasanya ditulis dalam komik anak-anak. Ciri-ciri kata seru menggunakan: wah, ih, aduh, lah, astaga, jijik G. KATA DEPAN Kata depan adalah kata yg menyatakan keadaan, lokasi. Ciri-ciri kata depan menggunakan: di, ke, dari, pada, oleh

Catatan punya_Emmy

4. Frasa Frasa berguna untuk menerangi predikat Beberapa contoh frasa: Jumpa pers artinya berjumpa dengan wartawan. Siap tempur maknanya siap untuk bertempur. Haus kekuasaan makna Terjun payung artinya terjun dengan menggunakan payung. Salah hitung artinya salah dalam menghitung. 5. Bentuk-bentuk frasa terdiri dari: A. FRASA VERBAL Contoh: Asyik belajar intinya belajar Tidak akan datang intinya datang B. FRASA SIFAT/FRASA ADJEKTIVA Contoh: sudah baik harus bijak sudah tidak layak tidak harus mahal sangat malu benar sekali sama sekali tidak sombong makin lama makin panas C. FRASA KETERANGAN/FRASA ADVERBIAL Contoh: Jaman pendudukan Jepang. Sebelum subuh Untuk mencerdaskan bangsa Pada akhir pertunjukkan itu Karena cinta yang membara D. FRASA NOMINAL Contoh: anak cucu Lembar jawaban ujian tengah semester

10

Catatan punya_Emmy

Catatan 28/10/11

DIKSI (Pilihan kata)

ilmiah *makna denotatif (1kata = 1 makna) *non fiksi *karya ilmiah: 1. Makalah 2. Laporan ilmiah 3. Skripsi 4. Tesis 5. Disertasi *Tidak boleh ada kata mungkin, barangkali *Kalau pakai kata dugaan dibolehkan Karena dihubungkan dengan hipotesa (dugaan kebenaran sementara) * Kunci pemahaman kata 1. kamus umum 2. kamus khusus 3. daftar istilah psikologi

non ilmiah *makna konotatif (1 kata= 2 makna) *fiksi *terjadi ambiguitas dan tafsiran ganda 1. cerpen 2. cerber 3. Fiksi adalah cerita rekaan karena diolah oleh pengetahuan dan cerita pengarang

1. DIKSI (Pilihan kata) Pada dasarnya diksi adalah hasil upaya manusia memilih kata tertentu untuk dipakai dalam suatu ukuran bahasa baik secara tulis maupun secara lisan. Pemilihan kata itu sengaja dilakukan apabila tersedia sejumlah kata yg artinya hampir sama atau bermiripan. Pemilihan kata itu sebetulnya mencari kata-kata yg cocok sesuai dengan konteks atau wacana. Syarat dan ketetapan memilih kata: 1. Dapat membedakan antara denotasi dan konotasi. 2. Dapat membedakan kata-kata yg hampir bersinonim. 3. Dapat membedakan kata-kata yg hampir mirip ejaannya Contoh: interferensi, intervensi interferensi adalah kerancuan berbahasa karena tidak memahami kaidah berbahasa Indonesia yg benar, contoh: kan menjadi ken misalnya silahkan menjadi silahken
11

Catatan punya_Emmy

Intervensi adalah kegiatan yg dilakukan untuk manusia secara mendalam dan terus-menerus. intensif, insentif intensif adalah kegiatan yg dilakukan oleh manusia secara mendalam dan terus-menerus. Insentif adalah pemberian upah kepada karyawan atau buruh dari suatu perusahaan atas prestasi atau target yg dicapai untuk memberi motivasi supaya Anda bekerja lebih baik. proposisi, preposisi proposisi adalah sejumlah pernyataan yg diwujudkan dalam kalimat berita (bisa disangkal kalau tidak benar; diterima kalau benar). Proposisi ini berhubungan dengan penalaran. Penalaran adalah sejumlah fenomena tentang kehidupan manusia diserap melalui panca indera, diproses dalam pikiran manusia setelah diproses mengeluarkan suatu kesimpulan. fenomena diproses Kesimpulan

Penalaran

positif negatif dihubungkan dengan ketajaman berpikir

Lembaga yg menggunakan penalaran, contohnya lembaga bantuan hukum, lembaga bantuan psikologi, badan konsultasi psikologi preposisi adalah kata depan yaitu kata yg mengawali keterangan tempat. 4. Dapat membedakan makna kata-kata yg abstrak. Contoh: keadilan, kebahagian, kebajikan 5. Dapat memakai kata penghubung yg berpasangan secara tepat, antara lain: antara........ dan ..... Contoh: Antara hak dan kewajiban pegawai haruslah berimbang. tidak ..... tetapi ..... Contoh: Korban PHK tidak menuntut bonus tetapi pesangon. baik..... maupun..... Contoh: Baik dosen maupun mahasiswa ikut berpartisipasi bakti sosial. bukan..... melainkan...... Contoh: Bukan aku yang tidak mau melainkan dia yang tidak suka. 6. Dapat membedakan kata-kata yang umum dan kata-kata yang khusus.
12

Catatan punya_Emmy

7. Selain persyaratan tsb di atas, pemakaian bahasa ada kalanya ada dua kata yg menciptakan ungkapan ideomatik. Perhatikan contoh berikut ini: Berawal dari Berdasar pada Bergantung pada Berjumpa dengan Berkenaan dengan Bertalian dengan Diperuntukkan bagi Disebabkan oleh Selalu berpasangan dengan kata itu saja Sampai ke Sehubungan dengan Sejalan dengan Sesuai dengan Terbuat dari Terdiri dari Terdiri atas

2. Kesalahan pemakaian kata yang tidak sesuai dengan penerapan bahasa. yang mana untuk menunjukkan pilihan di mana untuk menunjukan lokasi/tempat daripada untuk menunjukkan perbandingan Perhatikan contoh: Mari kita dengarkan kata sambutan yang mana (kalimat ini salah) Tujuan daripada pertemuan itu (kalimat ini salah)

KALIMAT EFEKTIF

1. Kalimat efektif adalah kalimat yg berhubungan dengan keefektifan yg bisa dibaca oleh orang lain. 2. Kalimat efektif adalah kalimat yg dapatmengungkapkan gagasan si penutur atau si penulis secara tepat sehingga dapat dipahami oleh pendengar atau pembaca secara tepat pula. Efektif dalam hal ini adalah ukuran kalimat yg memiliki kemampuan menimbulkan gagasan atau pikiran pada pembaca atau pendengar. 3. Dengan kata lain kalimat efektif itu adalah kalimat yg dapat mewakili pikiran penulis atau pembicara secara tepat sehingga pembaca dapat memahami pikiran tsb dengan jelas, lengkap, seperti apa yg dimaksud oleh penulis kepada pembicaranya.

13

Catatan punya_Emmy

4. Dalam kalimat efektif mengandung syarat-syarat antara lain: a) Kesatuan Kesatuan di dalam kalimat memiliki 1 ide pokok. Contoh kalimat yang tidak ada kesatuan gagasannya: Dalam pembangunan pemerintahan sangat berkaitan dengan stabilitas politik. (kalimat yang salah) Contoh kalimat menyatu gagasannya: Pembangunan pemerintahan sangat berkaitan dengan stabilitas politik. (kalimat yang benar) b) Kepaduan/koherensi Kepanduan adalah terjadi hubungan yang padu antara unsur-unsur pembentuk kalimat, satu makna, saling mendukung. Unsur-unsur pembentuk kepaduan antara lain: kata, frasa, klausa, dan unsurunsur kalimat S+P S+P+O K+S+P+O S + P + O + Pelengkap S + P + O + Pelengkap + Keterangan Contoh kalimat berikut ini adalah contoh kalimat yg tidak padu: Tentang kelangkaan pupuk Sriwijaya mendapat keterangan daripada pelanggan. Contoh kalimat yang padu: Para petani mendapat keterangan tentang kelangkaan pupuk Sriwijaya. c) Kesejajaran/kepararelan Kesejajaran antara unsur-unsur yang sama derajatnya atau sama polanya. Unsur-unsur yang sama pola itu dalam pola predikat yang ke-1 sama derajatnya dengan pola predikat yang ke-2 dan ke-3. Jadi ada sistematika kalau untuk kalimat majemuk setara. Contoh: P1 P2 P3 me me me Contoh: S + P + S + P + S + P kk kk kk me me me pe pe pe Contoh: P1= merancang dulu P2= membuat fondasi
14

Catatan punya_Emmy

P3= membuat dinding P4= membuat atap Contoh kalimat yang tidak sejajar: Kegiatan di perpustakaan nasional meliputi pembelian buku, membuat katalog, dan buku diberi label. Contoh kalimat yang sejajar: Kegiatan perpustakaan nasional meliputi pembelian buku, pembuatan katalog, dan pelabelan buku d) Pelogisan Pelogisan adalah terdapatnya arti kalimat yg logis dan masuk akal. Logis dalam hal ini yang menuntut adanya pola pikir yg sistematis. Kelogisan dihubungkan dengan budaya dan makna, contoh: kucing makan tikus (logis); tikus makan kucing (tidak logis). Contoh kalimat yang tidak logis: Kepada bapak dekan waktu dan tempat kami persilahkan. Kami menghaturkan terima kasih yang sedalam-dalamnya Contoh kalimat yang logis: Bapak dekan kami persilahkan. Kami mengucapkan terima kasih. e) Kehematan artinya kata-kata tidak boros Kehematan adalah bagaimana kita membuat kalimat yg hemat, upaya menghindari kata-kata yang tidak perlu atau sering disebut dengan mubajir. kata yang tidak hemat: adalah merupakan, agar supaya adalah untuk definisi (hal yang lebih mutlak) merupakan untuk paparan agar supaya tidak bpleh dibarengiharus dipilih salah satu karena maknanya sama. Contoh kalimat yang tidak hemat: Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri mahasiswa itu belajar seharian dari pagi sampai petang. Contoh kalimat yang hemat: Saya melihat mahasiswa itu belajar seharian. 5. Kerjakan soal di bawah ini! 1. Pembangunan gedung kampus baru pihak yayasan dibantu oleh bank Mandiri yang memberikan kredit. 2. Dalam pembangunan sangat berkaitan dengan stabilitas politik.

15

Catatan punya_Emmy

3. Berdasarkan agenda sekretaris manejer personalia akan memberi pengarahan pada pegawai baru. Jawaban: 1. Pihak yayasan dibantu oleh bank Mandiri yang memberikan kredit untuk membangun gedung kampus baru. 2. Pembangunan sangat berkaitan dengan stabilitas politik. 3. Sekretaris manejer personalia akan memberikan pengarahan kepada pegawai baru berdasarkan agenda.

KISI-KISI UTS 1. Bahasa sebagai sarana komunikasi. Jelaskan hubungan Sumpah Pemuda dengan peran bahasa sebagai sebagai pengembang informasi. 2. Jelaskan fungsi-fungsi bahasa sebagai pengembang kebudayaan. 3. Korelasikan antara peranan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara sesuai dengan UUD45! 4. Jelaskan bahwa penyebaran bahasa melayu sudah dimulai abad 19. Buktikan! 5. Kemukakan pendapat Anda tentang fungsi dan kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa negara. 6. Mengapa muncul ragam dan laras bahasa di masyarakat, apa yang melatar belakangi munculnya ragam dan laras tersebut! 7. Jelaskan pengertian bahasa Indonesia yang baik dan benar. 8. Apa yang dimaksud dengan ejaan, pemakaian tanda baca, huruf besar, huruf kecil dan unsur serapan! 9. Apa yang dimaksud dengan diksi! 10. Apa makna denotatif dan konotatif! 11. Apa yang dimaksud kalimat efektif!

16

Catatan punya_Emmy

Materi sesudah UTS

Catatan 25/11/11 ALINEA (PARAGRAF) 1. Alinea (paragraf) bisa terdiri dari dari 6,7,8 kalimat yang penting diperhatikan dalam membuat alinea atau paragraf yakni: a) Susunan kalimat (kalimat efektif dan efisien) b) Makna lazim yang bisa diterima oleh masyarakat c) Tata tulis (ejaan) d) Susunan informasi (harus teratur) e) Penyajian dalam teks 2. Alinea 1 = alinea perkenalan Alinea 2 dan alinea 3 = alinea isi Alinea 4 = alinea kesimpulan 3. Untuk skripsi diperlukan daftar isi yang berfungsi: a. Mengorganisasikaninformasi b. Sistematika gagasan/ide 4. Alinea adalah satuan bentuk bahasa yang biasanya merupakan gabungan beberapa kalimat dalam kenyataannya kadang-kadang menemukan paragraf yang terdiri atas satu kalimat. 5. Paragraf yang terdiri satu kalimat terdapat pada cerita fiksi. Adapun alinea atau paragraf yang terdiri atas beberapa kalimat biasanya digunakan dalam penulisan karya ilmiah. 6. Dalam upaya menghimpun beberapa kalimat, yang perlu diperhatikan adalah unsurunsur pembentuk alinea(paragraf) yaitu: a. Unsur kesatuan Unsur kesatuan adalah seluruh kalimat dalam alinea membicarakan satu gagasan atau gagasan tunggal. b. Unsur kepaduan Unsur kepaduan adalah kalimat yang mendukung alinea utama atau mendukung gagasan utama.

17

Catatan punya_Emmy

7. Bagan alinea Sumber informasi ide1

ide

1
ide ide 2 3 ide 4 ide 2 ide 3

Pendukung sumber informasi

8. Struktur alinea (urutan alinea) Berdasarkan fungsi kalimat yang membangun, pada umumnya dapat diklasifikasikan atas 2 macam yakni: a) Kalimat topik Kalimat topik adalah kalimat yang berisi ide utama alinea. Persyaratan/ciri-ciri kalimat topik: Mengandung permasalahan yang potensial untuk dirinci dan diuraikan lebih lanjut. Merupakan kalimat yang lengkap dapat berdiri sendiri. Mempunyai arti cukup jelas tanpa harus dihubungkan dengan kalimat lain Dapat dibentuk tanpa bantuan kata sambung atau konjungsi b) Kalimat penjelas Kalimat penjelas adalah kalimat yang mendukung ide utama. Persyaratan/ciri-ciri kalimat penjeas: Kalimat tidak dapat berdiri sendiri (dari segi makna /arti). Makna kalimat baru jelas setelah dihubungkan dengan kalimat lain. Pembentukan menggunakan kata sambung (konjungsi) dan frasa transisi. frasa = kelompok kata transisi = menghubungkan satu dengan yang lain Isinya merupakan rincian, keterangan, contoh-contoh, data tambahan yang bersifat mendukung kalimat topik.

18

Catatan punya_Emmy

9. Kalimat topik adalah kalimat yang terdiri dari 1 ideutama/ide tunggal. 10. Jenis alinea menurut posisi kalimat topik dapat dibedakan atas 2 macam: 1. Alinea deduktif yakni alinea yang memaparkan permasalahan umum menuju ke permasalahan khusus. umum

khusus Contoh alinea deduktif: KEBUDAYAAN Kebudayaan dapat dilihat dari dua sisi yaitu sisi fisik dan non fisik. Kebudayaan fisik contohnya membangun jembatan, patung, rumah, dan sebagainya. Kebudayaan non fisik contohnya ilmu pengetahuan, pemikiran, filsafat, ideologi, etika, dan estetika. Hasil kebudayaan yang berwujud tingkah laku diantaranya adalah sikap, kebiasaan, adat istiadat, belajar, dan bertani.

2. Alinea induktif yakni alinea yang di dalamnya memaparkan permasalahan khusus menuju ke permasalahan umum. khusus

umum Contoh alinea induktif: KEBUDAYAAN Yang dimaksud dengan kebudayaan fisik adalah kebudayaan yang mengacu pada hasil keterampilan benda-benda. Adapun hasil kebudayaan non fisik berupa pemikiran, ilmu pengetahuan, ideologi, etika, dan estetika. Kebudayaan yang berupa tingkah laku berupa adat istiadat. Dengan perkataan lain dapat disimpulkan bahwa kebudayaan itu dapat dilihat dari dua hal yaitu kebudayaan fisik dan non fisik.

19

Catatan punya_Emmy

11. Jenis alinea menurut sifat dibedakan atas 5 macam: 1. Alinea persuasif Alinea ini memaparkan, mempromosikan, mengajak sesuatu kepada pembaca. 2. Alinea argumentatif Alinea yg di dalamnya memaparkan informasi sekaligus dengan membahas masalah disertai dengan bukti-bukti atau alasan yg mendasar. Contoh: pemilihan presiden dan wakil presiden. 3. Alinea naratif (naration) Alinea yg memaparkan informasi dengan menggunakan bahasa yg sesua. Contoh: buku novel, buku roman, dimana buku ini ditulis berdasarkan pengetahuan, pengalaman, dan memiliki kesan yg mengagumkan. 4. Alinea deskriptif Alinea yang menjelaskan segala runtut/sistematis. Contoh: Kampus Y.A.I. luasnya 3 ha, lalu kampus tersebut didirikan tiga kampus yaitu kampus ekonomi, psikologi, dan fikom. Lalu dibangun laboratorium, dan perpustakaan. Jumlah mahasiswa yg masuk pada tahun 2008 ada 300 orang. (mendeskripsikan segala kegiatan yg ada di kampus). 5. Alinea ekspositoris Alinea ini memaparkan dan melukiskan suatu peristiwa atau kejadian berdasarkan fakta. Contoh: acara kegiatan tahun baru.

TUGAS Buatlah alinea deduktif dan alinea induktif, temanya ada hubungan dengan psikologi!

20

Catatan punya_Emmy

Catatan 16/12/11 1. Jenis alinea menurut fungsinya dalam karangan ada 3 yaitu: 1. Alinea pembuka Alinea yg mengutarakan aspek pokok pembicaraan dalam karangan. Sebagai bagian yg mengawali sebuah karangan ini Fungsi alinea pembuka adalah: a. Sebagai pengantar pokok pembicaraan b. Menarik minat perhatian pembaca c. Lalu menyiapkan atau menata pikiran pembaca untuk mengetahui seluruh karangan. Contoh: KEKERASAN Anda tahu bahwa hidup di kota itu banyak tantangan sehingga perlu diimbangi dengan keyakinan yang cukup mendalam dengan lapang dada. Kekerasan tidak hanya terjadi pada wanita, tetapi juga pada laki-laki. 2. Alinea pengembang/isi Alinea ini bertujuan mengembangkan pokok pembicaraan suatu karangan yg sebelumnya telah dirumuskan di dalam alinea pembuka. Fungsi alinea pengembang adalah: a. Mengemukakan inti persoalan b. Memberi ilustrasi atau gambaran/contoh c. Menjelaskan hal yg akan diuraikan pada alinea berikutnya d. Meringkas alinea sebelumnnya e. Mempersiapkan dasar atau landasan kesimpulan 3. Alinea penutup Alinea ini berisi kesimpulan bagian karangan atau simpulan seluruh karangan. Karangan ini merupakan pernyataan kembali maksud penulis agar lebih jelas. Fungsi alinea penutup adalah: a. Menjelaskan bagian-bagian yg diutarakan (ringkasan) b. Pada alinea penutup hendaknya menimbulkan kesan yg mendalam 2. Masalah tema, judul topik dalam karangan erat kaitannya dalam karang mengarang. Menulis karangan terbagi atas 3 yaitu: 1. Karangan ilmiah o Karangan ilmiah adalah karangan menguraikan kebenaran, objektivitas aktual atau kajian langsung. Karangan ini dapat diuji kembali dengan memakai rumus, dalil, dan kajian teori. o Contoh: skripsi, tesis, desertasi, makalah, dan laporan ilmiah
21

Catatan punya_Emmy

o Penulis ilmiah harus menggunakan bahasa Indonesia yg baik dan benar. Dalam pengertian ini mengaitkan tata bahasa (gramatika) merupakan ekspresi dari logika berpikir karena bahasa itu adalah media terpenting dalam karangan. Adapula yg mengatakan bahwa penggunaan bahasa berkorelasi dengan cara berpikir, atau dengan perkataan lain kerapian berbahasa berkorelasi dengan kecermatan penalaran. o Penalaran adalah sejumlah fenomena dalam kehidupan manusia, dihadapi oleh manusia, diserap ke dalam otak manusia, kemudian melahirkan suatu kesimpulan. o Karangan ilmiah berisi: BAB I pendahuluan 1.1 Latar Belakang 1.2 Masalah 1.3 Tujuan yang hendak dicapai 1.4 Rumusan Masalah 1.5 Alasan Pemilihan Judul 1.6 Metode dan Teknik 1.7 Asumsi dan Hipotesis 1.8 Kajian Teori 1.9 Sistematika 1.10 Manfaat Penulisan o Untuk penulisan makalah berisi; I. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang 2. Masalah 3. Metode dan Teknik 4. Kajian Teori 5. Permasalahan 6. Pembahasan 7. Simpulan 8. Daftar Pustaka

2. Karangan semi ilmiah 3. Karangan non ilmiah

22

Catatan punya_Emmy

Ketiga jenis karangan di atas tidak sama. Perbedaan ketiga jenis karangan seperti berkut ini: Karakteristik Sumber Sifat Bobot Alur/jalan cerita Bahasa Karangan ilmiah pengamatan faktual objektif ilmiah sistimatis dan metodis denotatif dan ragam baku Karangan semi ilmiah pengamatan faktual objektif dan subjektif semi ilmiah sistematis dan kronologis denotatif dan konotatif Karangan non ilmiah rekaan subjektif non ilmiah bebas denotatif atau konotatif dan setengah resmi serta ada istilahistilah bahasa daerah narasi, deskripsi atau campuran

Bentuk

argumentasi dan campurn

eksposisi dan persuasi

3. Penggolongan karangan menurut cara penyajian dan tujuan penyampaiannya dapat dibedakan atas 6 macam yaitu: 1. Karangan bentuk deskripsi Bahasa Inggrisnya: description artinya melukiskan Karangan deskripsi adalah karangan yg menguraikan sesuatu hal atau memaparkan sesuatu hal. Paparan dalam karangan deskripsi membutuhkan kecermatan dan ketelitian, dalam hal ini penulis dituntut untuk menerapkan katakata yg memiiliki nuansa. Penulis harus sanggup mengembangkan objek melalui rangkaian kata-kata yg penuh arti sehingga pembaca dapat menerimanya, seolaholah melihat, mendengar, merasakan dan menikmati sendiriobjek itu. Contoh: Memaparkan kondisi alamdi puncak, di mana di sana terdapat pemandangan yang indah. Disebelah kanan ada hamparan kebun teh dan bunga-bunga yang harum. Keharuman itu adalah bunga melati. Di tengah-tengah malam udara terasa dingin, sehingga perlu disediakan cerobong asap. Seorang penulis karangan deskripsi hendaknya memilih kata yang cocok sehingga melahirkan imajinasi yang hidup dan segar. Pada hakekadnya tulisan bentuk deskripsi ini yaitu memaparkan informasi secara lengkap disertai dengan jabaran yang mendalam. Jadi dapat disimpulkan bahwa tulisan deskripsi ini bertujuan memperluas pengetahuan dan pengalaman dengan jalan melukiskan, dan tulisan deskripsi ini
23

Catatan punya_Emmy

tidak boleh mencampur adukan keadaan yang sebenarnya dengan interpretasinya sendiri. Sehubungan dengan bentuk karangan deskripsi ini perlu kiranya a. pendekatan realistis (kondisi yg real/nyata) b. pendekatan impresionistis: berdasarkan kesan. Pendekatan ini biasanya ada dalam bentuk karangan narasi 2. Karangan narasi Bahasa Inggrisnya naration artinya menceritakan Karangan narasi adalah karangan di mana seorang penulis mengisahkan melalui pilihan kata yg cocok untuk melukiskan suatu peristiwa secara indah disertai dengan kronologi waktu. Ada berbagai macam bentuk narasi yaitu; a. Narasi yang faktual b. Narasi yang beralur Karangan bentuk narasi ini ditulis oleh pengarang sedemikian rupa sehingga menimbulkan daya hayal agar si pembaca dapat membayangkan kejadian. Contoh: biografi Presiden Soekarno, biografi jenderal Sudirman. Narasi adalah menceritakan kejadian yang direka karena ada pendekatan impresionistis. Di dalam karangan narasi ada 2 struktur yaitu: 1. Struktur dalam: a. Alur b. Latar c. Gaya d. Tokoh e. Amanat 2. Struktur luar: a. Sosial b. Budaya c. Hukum d. Psikologi e. Agama 3. Karangan bentuk eksposisi Sebuah karangan yang didalamnya mengupas lalu menguraikan sesuatu. Bentuk karangan ini berisi pemberitahuan atau informasi. Maksud dan tujuan karangan ini untuk memperluas pandangan dan pengetahuan si pembaca. Dalam hal ini pembaca diberi informasisekedar tahu, jadi merupakan sebuah paparan.

24

Catatan punya_Emmy

Contoh: Berita-berita opini, bentuk karangan yang berupa tips (karangan pendek) seperti tata cara merawat muka, tata cara berbusana yang baik, tata cara merawat sepatu, dan tata cara makan. 4. Karangan bentuk argumentasi Bentuk karangan ini menyajikan informasi melalui bukti-bukti yang ada. Tentu saja tipe penulis ini hendaknya terampil dalam bernalar atau berlogika. Mengapa? Karena karangan ini sanggup menyajikan data dan mempengaruhi orang lain agar menyetujuinya. Contoh: Pada saat pemilihan presiden dan pemilihan pejabat negara 5. Karangan bentuk persuasi Berasal dari kata persuit artinya membujuk atau meyakinkan Karangan persuasi bertujuan membuat pembaca percaya atau yakin. Ada 4 macam karangan yang termasuk persuasi yaitu: a. Persuasi politik, contoh: persuasi politik Nasdem b. Persuasi pendidikan, contoh: persuasi kuliah di perguruan tinggi di luar negeri c. Persuasi iklan/advertensi, contoh: persuasi barang d. Persuasi propaganda, contoh: persuasi propaganda dalam kegiatan kampanye, ajakan pengumpulan dana 6. Karangan campuran/kombinasi Karangan yang isinya dapat merupakan gabungan eksposisi dengan deskripsi, atau eksposisi dengan argumentasi. Dalam wacana yang lain sering ditemukan narasi berperan sebagai ilustrasi bagi karangan eksposisi atau persuasi. Karangan campuran eksposisi dengan argumentasi misalnya: karangan tentang Hidup Berdampingan Dengan Plato.

25