Judul Program : Sandiwara Malam Hari/Jam tayang : Sabtu pukul 19:00-20:00 Durasi : 50menit Penulis Naskah : August Resky

Harysan Judul : Bawang putih Bawang merah Konsep no : 180212 Narrator : Stevi Item Pemain :      Nirmala Tamara Retno Aista Anggoro

Synopsis A. Ide Pokok : Jaman dahulu kala di sebuah desa tinggal sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan seorang gadis remaja yang cantik bernama bawang putih. Mereka adalah keluarga yang bahagia. Meski ayah bawang putih hanya pedagang biasa, namun mereka hidup rukun dan damai. Namun suatu hari ibu bawang putih sakit keras dan akhirnya meninggal dunia. Bawang putih sangat berduka demikian pula ayahnya. Di desa itu tinggal pula seorang janda yang memiliki anak bernama Bawang Merah. Semenjak ibu Bawang putih meninggal, ibu Bawang merah sering berkunjung ke rumah Bawang putih. Dia sering membawakan makanan, membantu bawang putih membereskan rumah atau hanya menemani Bawang Putih dan ayahnya mengobrol. Akhirnya ayah Bawang putih berpikir bahwa mungkin lebih baik kalau ia menikah saja dengan ibu Bawang merah, supaya Bawang putih tidak kesepian lagi. B. Tema : Dongeng

Setting : Dramatis E. Dia segera menyusuri sungai tempatnya mencuci tadi. Aku tidak mau tahu.C. pokoknya kamu harus mencari baju itu! Dan jangan berani pulang ke rumah kalau kau belum menemukannya. Saking terlalu asyiknya. Bawang putih tidak menyadari bahwasalah satu baju telah hanyut terbawa arus. Karakterisasi Tokoh :  Bawang putih : baik & jujur  Bawang merah : serakah  Ibu bawang merah : kejam  Nenek tua : baik  Pengembala: jujur D. Dengan bernyanyi kecil dia menyusuri jalan setapak di pinggir hutan kecil yang biasa dilaluinya. Musik : Score by Erwin gutawa in-up-down-out Fx : Suara air mengalir Ibu Bawang merah : “Dasar ceroboh!. Bawang putih segera mencuci semua pakaian kotor yang dibawanya. Celakanya baju yang hanyut adalah baju kesayangan ibu tirinya. namun tidak berhasil menemukannya. namun Bawang putih belum juga menemukan baju ibunya. Bawang putih mencoba menyusuri sungai untuk mencarinya. Mataharisudah mulai meninggi. siapa tahu baju ibunya tersangkut disana. baju ibu tirinya telah hanyut terlalu jauh. Dengan putus asa dia kembali ke rumah dan menceritakannya kepada ibunya. Bawang putih melihat seorang penggembala yang sedang memandikan kerbaunya . Hari itu cuaca sangat cerah. Plot : Alur mundur Dialog/Naskah Adegan 1 Narrator : Suatu di Pagi hari seperti biasa Bawang putih membawa bakul berisi pakaian yang akan dicucinya di sungai. Ketika menyadari hal itu. Dia memasang matanya. Setelah jauh melangkah dan matahari sudah condong ke barat. dengan teliti diperiksanya setiap juluran akar yang menjorok ke sungai. Mengerti?” (intonasi berteriak) Narrator : Bawang putih terpaksa menuruti keinginan ibun tirinya.

Nenek tua : “Nak. Sayang. Bawang putih : “Permisi…!” Nenek tua : “Siapa kamu nak?” Bawang putih : “Saya Bawang putih nek. Tentu saja nenek itu merasa senang.Bawang Putih : “Wahai paman yang baik. sudah seminggu kau tinggal di sini. Hingga akhirnya genap sudah seminggu. Apa…nenek menemukannya?” Nenek tua : “Ya. Bawang putih segera menghampiri rumah itu dan mengetuknya. dan Bawang putih. Sebentar lagi malam akan tiba. nenek pun memanggil bawang putih. kau boleh memilih satu dari dua labu kuning ini sebagai hadiah!” Bawang putih : “Saya takut tidak kuat membawa yang besar. bagaimana?” Adegan 3 Narrator : Selama seminggu Bawang putih tinggal dengan nenek tersebut. Hari sudah mulai gelap. apakah paman melihat baju merah yang hanyut lewat sini? Karena saya harus menemukan dan membawanya pulang. Kalau kamu mengejarnya cepat-cepat. Bolehkah saya tinggal di sini malam ini?” Nenek tua : “Boleh nak. terima kasih!” Narrator : Bawang putih dan segera berlari kembali menyusuri.” . Setiap hari Bawang putih membantu mengerjakan pekerjaan rumah nenek. Apakah baju yang kau cari berwarna merah?” Bawang putih : “Ya nek. Dan sekarang kemalaman. tapi kau harus menemaniku dulu disini selama seminggu. Bawang putih sudah mulai putus asa. mungkin kau bisa mengejarnya. Dari kejauhan tampak cahaya lampu yang berasal dari sebuah gubuk di tepi sungai. Tadi baju itu tersangkut di depan rumahku. Tadi saya sedang mencari baju ibu saya yang hanyut. padahal aku menyukai baju itu. Baiklah aku akan mengembalikannya. Dan aku senang karena kau anak yang rajin dan berbakti.” Pengembala: “Ya tadi saya lihat nak.” Adegan 2 Bawang putih : “Baiklah paman. Sudah lama aku tidak mengobrol dengan siapapun. Untuk itu sesuai janjiku kau boleh membawa baju ibumu pulang. Dan satu lagi.

. Narrator : ibu bawang merah & bawan merahpun mengambil emas dan permata dari genggaman tangan bawang putih. bawang merah pun diminta untuk menemaninya selama seminggu. Narrator :maka bawang merahpun mngambil salah satu labu itu yang berada di tangan kiri nenek tersebut. Adegan 4 Ibu bawang merah : hey putih. Bawang putih : astaga.dan bawang merah pun pergi untuk menemui nenek tua tersebut.. Seperti bawang putih. Akhirnya setelah seminggu nenek itu membolehkan bawang merah untuk pergi. Musik : death score by adie ms Fx : suara angin Bawang merah : jelaskan pada kami cara kerja dari labu tersebut??!! Buruan ah!! Bawang putih : kalian harus tinggal selama seminggu bersama nenek itu serta membantunya.. selama seminggu itu bawang merah hanya bermalas-malasan. Tidak seperti bawang putih yang rajin.marilah kita buka nak.dapat dari mana kau labu tersebut??(nada bentak) Bawang putih : saya mendapatkannya dari seorang nenak tua bu. Adegan 5 Narrator : bawang merah sampai di rumah nenek tua di pinggir sungai tersebut.banyak sekali permata dan emas ini (nada berbisik) Narrator : namun tiba-tiba bawang merah dan ibunya pun mengetahui hal tersebut.Narrator : sesampai di rumah bawang putih pun membelah labu pemberian dari nenek tua tersebut..pilihlah satu dari dua labu yang berada di tangan ku...aku mendapatkan labunya…(nada gembira) Ibu bawang merah : bagus.... Bawang merah : “Bukankah seharusnya nenek memberiku labu sebagai hadiah karena menemanimu selama seminggu?” Nenek tua : baiklah. Bawang merah : bu lihat. Kalaupun ada yang dikerjakan maka hasilnya tidak pernah bagus karena selalu dikerjakan dengan asal-asalan.

.keluarlah binatangbinatang berbahaya seperti ular dan kalajengking Musik : Siksa kubur Fx : desisan ular dan teriakan ibu beserta anaknya. Bawang merah : “aaaaarrrrrrrggggghhhhh!!! Kenapa bisa seperti ini!! (teriak ketakutan) Ibu bawang merah : “astaga. Itulah balasan bagi orang yang serakah.Adegan 6 Narrator : namun tiba-tiba ketika mereka berdua membelah labu tersebut.lekas pergi dari tempat ini!!! (nada panic) Narrator : Binatang-binatang itu langsung menyerang bawang merah dan ibunya hingga tewas.