Anda di halaman 1dari 5

RINGKASAN KIMIA DASAR MATERI BAB 7

STRUKTUR ELEKTRON ATOM

Nama : Wafiratul Husna Prodi : Kimia NIM : 09630006

7.1 Dari Fisika Klasik ke Teori Kuantum Planck menemukan bahwa atom dan molekul memancarkan energi hanya dalam kuantitas diskret tertentu atau kuanta. Fisikawan sebelum Planck telah mengasumsikan bahwa energi beersifat kontinu, yang berarti bahwa sejumlah berapapun energi dapat dilepaskan dalam proses radiasi, sehingga teori kuantum Planck menjungkir balikan ilmu fisika. Gelombang sebagai gangguan yang bergetar dan dengannya energi dapat diteruskan. Keceptan gelombang bergantung pada jenis gelombang dan sifat medium. Panjang gelombang () adalah jarak diantara titik-titik yang identik pada gelombanggelombang yang berurutan. Frekuensi gelombang (v) adalah jumlah gelombang yang melewati titik tertentu dalam satu detik. Amplitudo adalah jarak vertikal dari garis tengah gelombang ke puncak atau lembah. Laju gelombang (u)
8

u=x v

Radiasi Elektromagnetik bergerak melalui ruang hampa dengan laju sekitar 3 x 10 m/s (laju cahaya). Gelombang yang berkaitan dengan radiasi elektromagnetik disebut gelombang elektromagnetik. Gelombang yang paling pendek berarti berfrekuensi paling tinggi. Semakin tinggi frekuensi semakin tinggi energi radiasinya. Teori Kuantum Planck Planck menyatakan bahwa atom dan molekul dapat memancarkan energi hanya dalam kuantitas diskret, Planck memberi nama Kuantum untuk kuantitas energi terkecil yang dapat dipancarkan dalam bentuk radiasi elektromagnetik. E=hxv h adalah kontanta Planck yang bernilai 6,63 x 10-34 Js.

7.2 Efek Fotolistrik Adalah peristiwa tumbukan antara cahaya sebagai butiran-butiran foton dengan elektronelektron pada permukaan logam. Akibat tumbukan antara foton dengan elektron, sebuah elektron dapat lepas dari permukaan logam dengan energi kinetik (Ek). Elektron yang terpental keluar dari logam ini dinamakan elektron foto. Efek fotolistrik baru dapat teramati jika energi lebih besar dari fungsi kerja logam, karena sebagian energi foton digunakan untuk melepas elektron dari permukaan logam dan sisanya menjadi energi kinetik gerak elektron. Menurut Einstein, semua energi foton diberikan untuk elektron sehingga foton lenyap. dimana E = energi foton (J) E=hf=h h = tetapan Planck (6,63 x 10-34 Js) f = frekuensi foton (Hz) c = kecepatan cahaya di udara (3 x 108 m/s) = panjang gelombang foton (m) energi kinetik max elektro-foto = energi potensial listrik Ek = e V0 dimana e = muatan elektron (1,6 x 10-19 C) V0 = potensial henti (volt)

7.3 Teori Bohr tentang Atom Hidrogen Elektron bergerak dalam orbit-orbit melingkar di sekitar inti di bawah pengaruh gaya Coulomb. Elektron tidak dapat berputar di sekitar inti melalui sembarang orbit, melainkan hanya melalui orbit-orbit tertentu tanpa melepaskan energi. Orbit paling dalam disebut kulit K (nomor kulit n=1). Energi elektron paling tinggi ketika berada di kulit n = tak terhingga Elektron dapat berpindah/ transisi dari suatu orbit ke orbit lainnya. Deret spektrum pancar Atom Hidrogen Deret Lyman Balmer Paschen Bracket nf 1 2 3 4 ni 2,3,4 . . . 3,4,5 . . . 4,5,6 . . . 5,6,7 . . . Daerah spektrum Ultraviolet Cahaya tampak dan ultraviolet Inframerah infranmerah

Jika elektron berpindah dari kulit lebih luar ke kulit lebih dalam akan dilepaskan sejumlah energi sebesar selisih energi dikedua kulit Bila elektron bertransisi dari kulit lebih dalam ke kulit lebih luar, maka elektron harus menyerap sejumlah energi sebesar selisih energi di kedua kulit. Besarnya energi yang dilepaskan atau diserap oleh elektron ketika bertransisi E = E awal E akhir E = h f = h

7.4 Dualisme Sifat Elektron Sebagai gelombang karena mempunyai panjang gelombang, frekuensi, serta energi/ intensitas gelombang. Cahaya juga dapat mengalami peristiwa pemantulan/ refleksi, pembiasan/refraksi, perpaduan/ interferensi, pelenturan/ difraksi, cahaya juga mengalami pengutuban/ polarisasi. Sebagai partikel karena mempunyai momentum dan mampu bertumbukan dengan partikel lainnya seperti elektron. Sifat dual ini tidak bisa hadir bersamaan, ketika cahaya memperlihatkan sifat-sifat gelombangnya maka sifat-sifat partikelnya tidak dapat diamati. De Broglie memberikan alasan bila gelombang cahaya dapat berperilaku seperti aliran partikel maka mungkin partikel seperti elektron dapat memiliki sifat gelombang. De Broglie menghitung panjang gelombang yang dimiliki sebuah partikel ketika bergerak dengan kecepatan v sebesar = =

dapat dibuktikan oleh J. Davisson dan L. H. Germer dengan mengamati pola difraksi elektron ketika dihamburkan pada permukaan kristal logam.

7.5 Mekanika Kuantum Kelemahan teori Bohr menjadikan dasar munculnya mekanika kuantum fisikawan Jerman Werner Hersanberg.Prinsip ketidakpastian Hersenberg ini menyatakan tidak mungkin untuk mengetahui secara serentak momentum dan posisi partikel secara pasti Fungsi gelombang = (Psi)

Persamaan schrodringer
+ + +

(E-V) = 0

Memberikan alasan bahwa rumus yang digunakan dalam mekanika kuantum adalah seperti diatas. Prinsip Ketidakpastian Tidak mungkin untuk mengetahui posisi partikel secara bersamaan Orbital adalah daerah peluang terbesar di mana menemukan elektron.

7.6 Bilangan Kuantum Diperlukan untuk menggambarkan distribusi elektron dalam atom hidrogen dan atomatom lain. Bilangan Kuantum utama (n) adalah Jarak rata-rata lintasan orbital untuk menentukan energi orbital atom. Bilangan Kuantum momentum sudut (l) Memberikan informasi mengenai bentuk orbital kalau l = 0 maka n = 1 l = n-1 Bilangan Kuantum momentum magnetik (ml) Menggambarkan orientasi orbital dalam ruang kalau l=1 maka m= -1 0 1 Bilangan Kuantum spin elektron (ms) Dibedakan menjadi dua jenis spin positif yang berarti arah rotasinya ke atas rotasinya ke atas, dan negatif yang berarti rotasinya kebawah. ms= +1/2 dan -1/2

7.7 Orbital Atom Terdiri dari orbital s, orbital p, orbital d yang memiliki bentuk rumit, tapi kerapatan elektron pada inti selalu mol dan orbital f. Anggapan bahwa funsi gelombang untuk orbital secara teoritas tidak mempunyai batas luar ketika bergerak keluar dari inti memunculkan pertanyaan fasilitas yang menarik mengenai ukuran alam Elektron yang menempati orbital paling kuat diikat oleh ini sebab orbital ini paling dekat inti

7.8 Konfigurasi Elektron Elektron dapat berada dalam orbital 15(keadaan dasar),atau dapat berada dalam orbital yang berenergi,lebih tinngi (keadaan tereksitasi).Namun demikian,untuk atom berelektron banyak,perlu mengetahui konfigurasi elektron,yaitu bagaimana elektron tersebar diantara berbagai orbital atom,agar bisa mengetahui perilaku elektronnya. Kaidah untuk menentukan konfigurasi elektron Pengisian elektron selalu dimulai dari tingkat energi terendah. Asas Pauls, Tidak boleh ada dua elektron yang memiliki keempat bilangan kuantum yang sama, sedikitnya harus ada satu bilangan kuantum yang berbeda. Efek persai berbanding terbalik dengan gaya tarik menarik pada inti. Aturan Hund. Dalam mengisi suatu subkulit, sebanyak mungkin elektron dipasangkan dalam spin sejajar.

7.9 Prinsip Pengisian Eleektron (Prinsip Aufbau) Dengan menggunakan prinsip ini dapat menentukan konfigurasi elektron pada keadaan dasar untuk semua unsur berdasarkan nomor atom dan posisinya dalam tabel periodik.
28 11 38

Ni = [

] 4s2 3d8

golongan 8B periode 4 golongan 1A periode 3 golongan 2A periode 5 golongan 5A periode 3

Na = 1s2 2s2 2p6 3s1 Sr= [ ] 4s2 3d10 4p6 5s2

15 P=

1s2 2s2 2p6 3s2 3p3

Golongan transisi adalah yang kulit terluarnya d Penentuan golongan Unsur utama : ditentukan oleh jumlah elektron valensi, yaitu elektron pada ns atau ns np Unsur transisi Penentuan periode Ditentukan oleh jumlah kulit yang sudah terisi elektron (harga n terbesar) : ditentukan oleh jumlah elektron pada sub kulit (n-1)d ns