Anda di halaman 1dari 3

BAB IITINJAUAN PUSTAKA Kelembaban udara dapat diukur dengan psikometer yang terdiri dari termometer bola kering

dan bola basah. Alat ini ditempatkan pada sangkar meteorologi dalamkedudukan tegak. Disamping psikometer masih ada alat ukur kelembaban udara lainnyayakni higrometer rambut/higrograf rambut.Higrograf biasanya disatukan dengan termograf sehingga disebut termohigrograf.Sensor dibuat dari rambut dan piasnya dapat menguat.Dahulu orang mengukur angin dengan skala kekuatan angin yang dikemukakanBeuford. Penemuannya digunakan untuk mengamati angin dan laut tanpa alat, kemudiansetelah diperbaiki dapat dipakai untuk mengamati angin di darat.Ada 13 skala Beuford yang tergantung pada efek angin di laut atau benda dikontigen dan dinyatakan dengan nilai kecepatanangin yang diukur oleh angin adalah besaran vektor. Jadi dinyatakan dengan arah dan kecepatan angin.Curah hujan dapat diukur dengan alat pengukur curah hujan otomatis atau yangmanual. Alat-alat pengukur tersebut harus diletakkan pada daerah yang masih alamiah.Mengukur curah hujan biasanya diukur pada tiap jam 07.00 pagi. Jumlah curah hujanyang kurang dari 0,5 mm dapat dianggap nol (Bayong, 2006). Gerakan dari angin pada umumnya bergerak dari daerah bertekanan tinggi kedaerah tekanan rendah juga mempunyai arah dan kecepatan. Arah angin biasanya dnyatakan dengan darimana arah angin datang, misalnya angin yang datang dari baratdisebut angin barat.Pada umumnya prinsip-prinsip terjadinya angin karena adanya perbedaan tekanansatu tempat dengan tempat lainnya dan dimana tekanan disebabkan karena adanya perbedaan pemanasan matahari. Untuk dapat terjadinya hujan diperlukan titik-titik kondensasi, amoniak, debu,asam belerang. Titik-titik kondensasi ini mempunyai sifat dapat mengambil uap air dariudara. Berdasarkan proses terjadinya presipitasi hujan dibagi menjadi tiga yaitu hujankonveksi, hujan orografis, dan hujan frontal.Dalam mempercepat hujan, orang memberi zat higroskopis sebagai intikondensasi. Zat-zat tersebut dapat ditabur ke udara dengan menggunakan pesawatterbang (Ance Gunarsih, 2005). Beberapa prinsip yang umum digunakan dalam pengukuran udara (1) metode pertambahan panjang, (2) berat pada benda-benda higroskopis, serta (3) metodetermodinamika. Alat pengukur kelembaban secara umum disebut higrometer.Angin yang berhembus pada suatu waktu tertentu bukanlah hasil suatu prosesyang sederhana. Ahli meteoroogi telah lama mengetahui bahwa angin merupakan prosesinteraksi yng rumit dari pola angin umum dunia.Pola angin umum dunia, demikian juga dengan angin di sekitar sistem tekananyang berpindah, biasanya disebut sistem skala makro karena dimensinya yang lebih besar.Sistem skala meso hanya bertahan untuk beberapa hari dalam suatu waktu tertentu danhanya meliputi daerah yang kecil, walaupun sistem ini lazim terjadi sepanjangtahun (Handoko, 2006).

Kelembaban udara menggambarkan kandungan uap air diudara yang dapatdinyatakan sebagai kelembaban mutlak, kelembaban nisbi(relatif) maupun defist tekananuap air. Kelembaban mutlak adalah kandugan uap air (dapat dinyatakan dengan massauap air atau tekanannya) persatu air aktual dengan keadaan jenuhnya atau pada kapasitasudara untuk menampung uap air. Kapasitas udara untuk menampung uap air tersbeut(pada keadaan jenuh) ditentukan oleh suhu udara. Sedangkan deficit tekanan uap air adalah slisih antara tekanan uap jenuh dan tekanan uap aktual. Masing-masing pernyataankelembaban udara tersebut mempunyai arti dan fungsi tertentu dikaitkan dengan masalah yang dibahas. Sebagai contoh, laju penguapan dari permukaan tanah lebih ditentukan olehdeficit tekanan uap air daripada kelembaban mutlak maupun nisbi. Sedangkan pengembunan akan terjadi bila kelembaban nisbi telah mencapai 100% meskipun tekananuap air aktualnya relatif rendah (http://machohacker.wordpress.com/kelembaban-udara/2 juni 2010/8 mei 2007) Hygrometer merupakan suatu alat untuk mengukur kelembaban udara. Untuk mendapatkan hasil pengukuran dengan ketelitian yang tinggi serta mudah dalam pemakaian diperlukan suatu sistem peraga digital. Hygrometer yang dirancangmenggunakan kapasitor sebagai sensor, dimana nilai kapasitansi dari sensor tidak sebanding dengan perubahan kelembaban udara relatif. Perubahan nilai kapasitansi darisensor di ubah ke besaran tegangan oleh konverter frekwensi. Selanjutnya tegangantersebut diperkuat dan diubah menjadi data digital oleh A/D konverter. Data digitalmenjadi masukan alamat bagi EPROM untuk kemudian dikoreksi ketidalinearannyadengan tabel data linieritas. Data yang telah dikoreksi kemudian ditampilkan ke peragaseven segmen sebagai nilai kelembaban udara relatif yang diukur oleh sensor dalam besaran % (http://wordpress.com/kelembaban/2 juni 2010/2008)

BAB VPEMBAHASAN Kelembaban merupakan banyaknya kadar air yang ada di udara. Dalam kelembaban inikiata mengenal beberapa istilah, yaitu kelembaban mutlak, Kelembaban spesifik, dan kelembabannisbi. Alat yang digunakan untuk mengukur kelembaban udara adalah termohigrograf.Perangkat ukur suhu pada alat ini terdiri atas lempeng logam atau bimetal gunamemberikan / menjamin stabilitas dalam pengoperasiannya. Pembelokan atau depleksi lempenglogam yang ditimbulkan oleh adanya perubahan temperatur akan dirambatkan ke lengan penyang berhubungan dengan lempeng tersebut kemudian pen menulis hasil suhu pada kertas bias.Pen suhu berada > atas dari pen kelembaban yang ada pada drum arloji.Kelembaban nisbi udara di indra di ukur oleh bumtilan rambut manusia karena rambutmemilki tanggapan yang bersifat tidak linier terhadap perubahan kelembaban maka iadihubungkan dengan dua batang logam berbentuk kuadran atau busur seperempat lingkaran yangdipasang berlawanan arah guna merambatkan panjang rambut sebagai akibat perubahan udara.Alat ini harus dipasang /ditempatkan terlindung dari sinar mathari tetapi pada daerah yangterbuka. Prinsip kerja alat ini adalah berdasarkan pemuaian rambut untuk kelembaban danlempeng logam pada suhu sehingga menjalar ke lengan pen dan pen mencatat pada kertas grafik, pen atas untuk suhu dan bawah untuk kelembaban.Selain itu, alat pengukur kelembaban yang lain adalah higrograf.penggunaan alat ini lebihsederhana dari higrotermograf. Pengguna alat tinggal meletakkannya saja pda

tempat yang akandiukur kelembaban dan suhunya.Selain kedua alat di atas,alat lainnya adalah termometer bola basah dan bola kering.Kelebihan utama dari alat ini adalah mampu mengukur kelembaban minimum dan kelembabanmaksimum dari suatu tempat 1. Kelembaban merupakan banyaknya kadar air yang ada di udara2. Alat-alat yang digunakan untuk mengukur kelembaban adalah higrotermograf mini, higrograf, dan termometer bola basah dan bola kering3. Dari semua alat tersebut yang paling mudah dipakai adalah higroraf dan yang paling detail pengukurannya adalah higrotermograf mini.4. Kelebihan termometr bola basah dan bola kering adalah mampu memberikan datakelembaban maksimum dan minimum.B. SaranDari hasil praktikum ini, praktikan menyarankan agar para praktikan selanjutnya benarbenar menguasai alat-alat yang digunakan serta menguasai metode dan cara penggunaannya.Selain itu alat-alat praktikum sebaiknya mendukung untuk kelancaran pengamatandan proses penelitian terutama dalam hal ketelitian alat dalam membaca data. DAFTAR PUSTAKA Handoko. 2006 . Klimatologi Dasar . Bogor : IPB.Kertasapoetra, Ance Gunrsih. 2005. Klimatologi . Jakarta : Bin Aksara..Tjasjono, Bayong. 2006. Klimatologi Umum . Bandung : ITB.http://machohacker.wordpress.com/kelembabanudarahttp://wordpress.com/kelembaban