Anda di halaman 1dari 8

TUGAS

SISTEM FISIS BUMI

SHADOW ZONE

TUGAS SISTEM FISIS BUMI SHADOW ZONE MELI MUCHLIAN 1021220005 PROGRAM STUDI FISIKA PASCASARJANA UNIVERSITAS ANDALAS PADANG

MELI MUCHLIAN

1021220005

PROGRAM STUDI FISIKA PASCASARJANA UNIVERSITAS ANDALAS PADANG

2010

SHADOW ZONE

A. Definisi Dalam istilah seismologi, Shadow Zone adalah daerah di bawah permukaan bumi di mana gelombang P dan gelombang S sulit untuk dideteksi, seperti di wilayah inti bumi pada jarak tertentu dari pusat gempa, atau titik di bumi langsung di atas permukaan gempa bumi. Zona tersebut ditemukan pada tahun 1914 oleh Beno Gutenberg (1889-1960), seorang ahli geologi Amerika yang lahir di Jerman.

B. Gebombang P dan S Ada dua jenis gelombang body, yaitu secara umum disebut gelompang P dan gelombang S.

1. Gelombang P

umum disebut gelompang P dan gelombang S. 1. Gelombang P Gambar 1. Gelombang P dan Gelombang

Gambar 1. Gelombang P dan Gelombang S Gelombang P pada Gambar 1 sebelah kiri disebut gelombang kompresi atau longitudinal. Bahan dikompresi dan membentang ke arah horisontal, dari kiri ke kanan, dan gelombang (gangguan) juga bergerak dalam arah horizontal (Arah penjalaran dan cepat rambat gelombang searah horizontal). Gelombang P berjalan lebih cepat daripada jenis gelombang lainnya. Mereka dapat merambat melalui medium cair atau padat. Contohnya adalah gelombang bunyi bisa merambat di udara adalah gelombang P. Nama singkatan P berasal dari primer, karena mereka datang pertama, tetapi membentuk tegangan dan regangan. Kecepatan gelombang P tergantung pada medium "modulus elastic bahan" dan densitas/kerapatan:

"modulus elastic bahan" dan densitas/kerapatan: Dimana: λ adalah panjang gelombang, µ adalah modulus

Dimana: λ adalah panjang gelombang, µ adalah modulus geser, ρ adalah densitas dan K adalah modulus Bulk. Walaupun kepadatan batuan sebanding dengan kedalaman, rigiditas dinyatakan sebagai konstanta elastis, yang meningkat dengan

pertambahan kedalaman. Oleh karena itu, kecepatan gelombang P umumnya meningkat dengan meningkatnya kedalaman. Mulai dari padat, cair dan gas memiliki modulus Bulk tertentu, sehingga gelombang P dapat merambar melalui salah satu medium tersebut.

2. Gelombang S Gambar 1 sebelah kanan di atas adalah sebuah gelombang S. Gelombang S juga disebut gelombang geser atau transversal. Nama singkatan S berasal dari gelombang sekunder. Medium digeser, sehingga seperti sebuah persegi yang digambar di sisi blok menjadi berlian. Material bergetar ke atas dan ke bawah (atau sisi ke sisi, masuk dan keluar dari layar), jika ada gangguan pada sisi blok bukan atas) tapi gangguan menjalar ke arah horizontal dari kiri ke kanan (arah perambatan dan arah kecepatan gelombang saling tegak lurus). Gelombang S merambat lebih lambat dari gelombang P. Mereka hanya bisa merambat pada medium padat. Seperti memetik senar gitar menghasilkan jenis gelombang S, senar bergetar sisi ke sisi, tapi gelombang bergerak di sepanjang senar. Cepat rambat gelombang S bergantung pada modulus geser bahan (µ) dan densitas/

kerapatan (ρ).

modulus geser bahan ( µ ) dan densitas/ kerapatan ( ρ ). Karena zat cair dan

Karena zat cair dan gas tidak memiliki modulus geser, gelombang S tidak bisa merambat melalui zat cair. Dengan membandingkan kecepatan rambat gelombang P dan S, dapat kita lihat bahwa V P > V S untuk berbagai medium.

Untuk kedua jenis gelombang body di atas dapat disimpulkan bahwa:

a. Gelombang P dan S menjalar cepat di daerah yang kaku (batuan padat). Batuan pada umumnya semakin kaku dan padat dengan bertambahnya kedalaman, sehingga kecepatan gelombang P dan S semakin meningkat.

b. Gelombang P dan S dibiaskan dan dipantulkan pada bidang batas.

c. Pada diagram di bawah Gambar 2, lokasi gempa (fokus), sinar yang keluar dari pusat gempa, merambar di garis lurus. Ketika mencapai lapisan bawah (yang mungkin akan lebih lambat atau lebih cepat), sebagian energi masuk ke lapisan bawah tetapi bengkok (dibiaskan), dan beberapa energi dipantulkan kembali ke permukaan. Sebuah analogi: Ketika kita berdiri di depan jendela

toko, kita melihat refleksi diri sendiri, dan ini membuktikan bahwa beberapa cahaya dipantulkan kembali kepada kita. Tetapi orang-orang di adalam toko juga dapat melihat kita, sehingga beberapa cahaya merambat melalui kaca.

kita, sehingga beberapa cahaya merambat melalui kaca. Gambar 2. Sinar yang dibiaskan dan dipantulkan C. Penyebab

Gambar 2. Sinar yang dibiaskan dan dipantulkan

C. Penyebab Timbulnya Shadow Zone Selama bertahun-tahun seismolog telah mengumpulkan data bagaimana kecepatan gelombang seismik bervariasi dengan kedalaman di Bumi. Perbedaan batas diskontinuitas diamati saat ada perubahan mendadak sifat fisik atau komposisi kimia dari Bumi. Dari diskontinuitas, kita dapat menyimpulkan tentang sifat berbagai lapisan bumi.

Gambar 3 di bawah menunjukkan struktur Bumi. Gelombang P dan S mengalami perbedaan perambatan pada lapisan bumi. Awalnya gelombang P dan S merambat ke segala arah dari pusat gempa. Mereka dibiaskan saat merambat dari pusat gempa dengan jalur seperti busur. Namun, gelombang S tidak bisa merambat melalui inti luar karena mengandung besi dan nikel cair. Wilayah ini disebut dengan Shadow Zone.

Catatan:

1. Shadow Zone gelombang S berada di sisi berlawanan dari bumi terhadap pusat gempa.

2. Shadow Zone gelombang P lebih kecil.

3. Perhatikan bahwa ada perubahan yang cukup besar densitas dari mantel bumi ke inti luar bumu (padat ke cair). Dapat kita lihat gelombang P hanya memasuki inti luar cair pada sudut yang sangat kecil. Gelombang ini mengalami peningkatan refraksi dan mengalami perubahan signifikan dalam arah perambatannya. Lalu

ketika gelombang ini meninggalkan inti luar ke dalam mantel terjadi perubahan arah. Daerah ini disebut Shadow Zone gelombang P. Dengan menemukan sudut di mana gelombang P dan S akan menghilang kita dapat menghitung jari-jari inti luar bumi.

menghilang kita dapat menghitung jari-jari inti luar bumi. Gambar 3. Kecepatan gelombang seismin pada lapisan bumi

Gambar 3. Kecepatan gelombang seismin pada lapisan bumi

jari-jari inti luar bumi. Gambar 3. Kecepatan gelombang seismin pada lapisan bumi Gambar 4. Shadow Zone

Gambar 4. Shadow Zone gelombang P dan S

D. Shadow Zone Gelombang P Salah satu penemuan seismologi adalah adanya diskontinuitas pada kedalaman 2900 km, di mana kecepatan gelombang P tiba-tiba menurun. Batas ini berada antara mantel dengan inti luar dan menimbulkan Shadow Zone yang berada di sisi berlawanan dari pusat gempa yang tidak menerima langsung gelombang P karena dibiaskan ke dalam akibat penurunan kecepatan pada batas diskontinuitas.

dalam akibat penurunan kecepatan pada batas diskontinuitas. Gambar 5. Shadow Zone Gelombang P Ahli seismologi mengatakan

Gambar 5. Shadow Zone Gelombang P

Ahli seismologi mengatakan bahwa gelombang P tidak tercatat pada stasiun pemantau gempa di 104° sampai 140° menjauhi pusat gempa. Sudut ini dibentuk dengan menggambar garis dari pusat gempa ke inti bumi, dan selanjutnya ke stasiun pemantau gempa bumi.

E. Shadow Zone Gelombang-S Shadow Zone gelombang S terjadi karena gelombang S tidak mencapai area di sisi berlawanan dari focus gempabumi. Karena tidak ada gelombang S langsung tiba di zona tersebut, ini menunjukkan bahwa tidak ada gelombang S melalui inti. Karena µ cairan = 0, sehingga kecepatan gelombang S juga sama dengan 0. Dari sini disimpulkan bahwa inti luar bumi terdiri dari zat cair (tidak ada gelombang S yang merambat melalui cairan).

Gambar 6. Shadow Zone Gelombang S Gelombang S tidak bisa tercatat pada stasiun pencatat gempabumi

Gambar 6. Shadow Zone Gelombang S

Gelombang S tidak bisa tercatat pada stasiun pencatat gempabumi dari 104° sampai 180° dari pusat gempa. Shadow Zone gelombang S disebabkan karena inti luar bumi terdiri dari material besi dan nikel cair.

DAFTAR PUSTAKA

http://en.wikipedia.org/wiki/Shadow_zone

http://www.matter.org.uk/schools/content/seismology/shadow_zone.html

http://earthquake.usgs.gov/learn/glossary/?termID=170&alpha=S

http://geophysics.ou.edu/solid_earth/notes/seismology/seismo_interior/seismo_interior.html

http://earthsci.org/education/teacher/basicgeol/earthq/earthq.html

Matzner , Richard A. 2001. Dictionary of geophysics, astrophysics, and astronomy . CRC Press LLC . United States of America