Anda di halaman 1dari 2

HASIL DISKUSI KELOMPOK III BIOFARMASEUTIKAL SEDIAAN TOPIKAL 1.

Pertanyaan dari Abdul Gaffar Berapa lama suatu obat bisa berpenetrasi ke dalam kulit?? Jawaban: Cepat lambat penetrasi obat ke dalam kulit, dipengaruhi oleh beberapa farktor: a. Faktor obat yang meliputi: Konsentrasi penetran, apabila konsentrasi penetran tinggi, maka semakin cepat penetrasi obat. Dan sebaliknya. Kelarutan penetran. Hal ini berhubungan dengan koefisien partisi. Dimana kulit mengandung air dan lemak, jadi untuk dapat menembus membran kulit harus mempunyai nilai Kf = 1. b. Faktor kulit meliputi Kondisi kulit. Jika kulit terdapat luka, maka penetrasi ke kulit lebih cepat karena tidak ada yang menghalangi obat ke dalam lapisan kulit. Hidrasi kulit. Hidrasi kulit merupakan kemampuan kulit untuk menyerap air, dimana semakin tinggi hidrasi kulit, maka obat yang berpenetrasi ke dalam lapisan kulit semakin banyak, karena air dari kulit ini akan melunakkan stratum korneum dan pori-pori akan melebar. Umur. Obat akan cepat berpenetrasi pada kulit bayi dibandingkan orang dewasa, karena kulit bayi belum sempurna, daripada orang dewasa yang kulitnya telam kompleks. Jenis kelamin. Obat akan cepat berpenetrasi pada kulit wanita daripada kulit lakilaki, karena kulit perempuan lebih lunak dari kulit laki-laki. c. Faktor pembawa. Pembawa pada sediaan topikal harus mampu melepaskan zat aktifnya. Apabila zat aktif yang digunakan larut air maka digunakan pembawa berminyak. Dan sebaliknya, jika zat aktifnya larut minyak, digunakan pembawa larut air. 2. Pertanyaan dari Irdan ermawan. Apa perbedaan mendasar dari sedian oral dan topikal. Perbedaannya adalah: Sediaan oral diberikan melalui rute enteral (saluran pencernaan), sedangkan pada topikal melalui kulit atau aksesoris kulit.

Sediaan oral umumnya diberikan untuk memberikan efek sistemik, sedangkan pada sediaan topikal umumnya untuk memberikan efek lokal. Efek yang lebih cepat, mungkin dapat diberikan secara topikal dibandingkan oral. Misalnya untuk analgetik. 3. Pertanyaan dari Asril lalangko. Bagaimana mekanisme obat masuk ke dalam kulit? Obat dapat menembus ke dalam kulit, setelah lepas dari pembawanya. Dimana kulit karena impermeabilitasnya, dapat dilewati oleh sejumlah senyawa kimia dalam jumlah sedikit. Penembusan molekul dari luar ke bagian dalam kulit secara nyata terjadi dengan baik secara difusi melalui lapisan tanduk (stratum korneum) maupun secara difusi melalai kelenjar sudoripori atau polisebasea. Setelah obat sampai pada jaringan target, selanjutnya akan memberikan efek terapi. 4. Pertanyaan dari Ahmad rosyadi Jelaskan jalur-jalur topikal.?? Adapun jalur jalur topikal sehingga obat dapat menembus ke bagian dalam kulit terbagi atas 2 yaitu: a. Secara Transapendageal yang melewati jalur: Melalui dinding folikel rambut Melalui kelenjar keringat Melalui kelenjar sebaseus. b. Secara transpidermal yang melewati jalur: Antar sel stratum korneum (intraseluler) Melalui sel sel stratum korneum (interseluler) 5. Pertanyaan dari Ardillah B. Contoh sediaan yang bisa diberikan secara topikal, serta alasannya? Jawaban: Beberapa sedian yang dapat diberikan secara topikal yaitu salep, krem, losio, suspensi. Alasannya, karena ada beberapa obat yang diperlukan untuk memberikan efek lokal dan cepat berefek. Misalnya untuk mengobati nyeri, dapat diberikan secara topikal karena dapat cepat memberikan efek terapi. Selain itu seperti luka bakar, lebih baik diberikan obat secara topikal daripada oral, untuk memberikan efek terapi yang cepat.