2.

Interferensi Interferensi gelombang adalah perpaduan atau superposisi gelombang ketika dua gelombang atau lebih tiba di tempat yang sama pada saat yang sama. Interferensi dua gelombang dapat menghasilkan gelombang yang amplitudonya saling menguatkan (interferensi maksimum) dan dapat juga menghasilkan gelombang yang amplitudonya saling melemahkan (interferensi minimum).

Prinsip Superposisi

Dari penjelasan sebelumnya bisa dikatakan bahwa amplitudo alias simpangan dari perpaduan dua puncak gelombang atau perpaduan dua lembah gelombang atau perpaduan satu puncak dan satu lembah gelombang sama dengan penjumlahan aljabar dari amplitudo masing-masing puncak gelombang atau lembah gelombang secara terpisah (puncak gelombang dianggap positif sedangkan lembah gelombang dianggap negatif). Hal ini dikenal dengan julukan prinsip superposisi.

Prinsip superposisi juga bisa dijelaskan dengan cara yang berbeda. Untuk mempermudah pemahamanmu, saya menggunakan contoh gelombang transversal yang merambat melalui tali. Kita andaikan dua puncak gelombang transversal saling mendekati, sebagaimana ditunjukkan pada gambar di bawah. Perhatikan bahwa ketika kedua puncak gelombang merambat sepanjang tali, setiap titik atau setiap bagian tali yang dilaluinya mengalami perpindahan pada arah vertikal. Nah, apabila kedua puncak gelombang bertemu dan bertumpang tindih, maka perpindahan total yang dialami oleh bagian tali yang dilalui kedua puncak gelombang bisa diketahui dengan menjumlahkan perpindahan yang dialami oleh bagian tali tersebut seandainya hanya puncak gelombang pertama saja yang melaluinya dan perpindahan yang dialami oleh bagian tali tersebut seandainya hanya puncak gelombang kedua saja yang melaluinya.

Perpindahan merupakan besaran vektor sehingga penjumlahannya dilakukan secara vektor. Dalam hal ini kita juga perlu memperhatikan arah perpindahan. Perpindahan yang terjadi di sebelah atas posisi keseimbangan (posisi keseimbangan bisa dianggap sebagai sumbu x) bernilai positif, sedangkan perpindahan yang terjadi di sebelah bawah posisi keseimbangan bernilai negatif.

Interferensi

Kedua gelombang yang bersuperposisi memiliki frekuensi dan amplitudo yang sama. ada juga interferensi destruktif. Dalam hal ini gelombang total tidak punya amplitudo (bisa terjadi ketika puncak gelombang dan lembah gelombang memiliki amplitudo yang sama). Interferensi destruktif terjadi ketika amplitudo alias simpangan total dari perpaduan dua atau lebih gelombang menjadi lebih kecil. dibandingkan dengan amplitudo masing-masing puncak gelombang. Konstruktif artinya bersifat membangun… perhatikan gambar di bawah. dibandingkan dengan amplitudo masingmasing gelombang tersebut. jika dua atau lebih puncak gelombang saling mendekati dan bertumpang dindih maka amplitudo total dari perpaduan dua atau lebih puncak gelombang tersebut menjadi lebih besar. kali ini kita berkenalan dengan interferensi. Sesuai dengan penjelasannya sebelumnya. btw kedua gelombang tidak memiliki fase yang sama. sedangkan frekuensi dan fasenya sama dengan kedua gelombang yang bersuperposisi (A dan B). Interferensi destruktif juga bisa terjadi ketika amplitudo total dari perpaduan dua atau lebih gelombang sama dengan nol. Kita juga bisa mengatakan bahwa interferensi merupakan superposisi dari dua atau lebih gelombang. peristiwa seperti ini dikenal dengan julukan interferensi konstruktif. Selain interferensi konstruktif. Hal yang sama terjadi ketika dua lembah gelombang saling mendekati dan bertumpang tindih…. Kedua gelombang yang saling bersuperposisi memiliki frekuensi dan amplitudo yang sama. Karena fasenyanya berbeda maka gelombang total alias gelombang resultan (A + B) yang dihasilkan memiliki amplitudo hampir dua kali amplitudo masing-masing gelombang yang bersuperposisi. Nah. Interferensi sebenarnya istilah yang digunakan untuk menjelaskan apa yang terjadi ketika dua atau lebih gelombang saling bertumpang tindih. Kedua gelombang juga memiliki fase yang sama. Frekuensi gelombang total sama dengan frekuensi kedua gelombang yang bersuperposisi. . Gelombang total alias gelombang resultan (A + B) yang dihasilkan memiliki amplitudo sebesar 2x amplitudo masingmasing gelombang yang bersuperposisi.) alias bersuperposisi. Gambar di bawah menunjukkan peristiwa interferensi konstruktif sebagian yang terjadi ketika dua gelombang saling bersuperposisi. Destruktif artinya bersifat menghancurkan atau merusak. Tataplah gambar di bawah… Gambar di bawah menunjukkan peristiwa interferensi konstruktif yang terjadi ketika dua gelombang saling bertumpeng tindih .Sebelumnya sudah dijelaskan mengenai prinsip superposisi.

demikian juga panjang gelombang (lambda) kedua gelombang yang bersuperposisi sama maka frekuensinya tentu saja sama. Dari contoh di atas tampak bahwa gelombang total alias gelombang resultan yang dihasilkan oleh superposisi dua (atau lebih) gelombang harmonik sederhana. Kedua gelombang tidak memiliki fase yang sama (berbeda fase hampir sebesar 180o). Karena laju (v) kedua gelombang yang bersuperposisi sama. Kok kelajuannya bisa sama ? tau dari manakah ? Gelombanggelombang tersebut bisa bersuperposisi jika mereka melewati medium yang sama pada waktu yang sama. Amplitudo gelombang total yang dihasilkan hampir nol. Kedua gelombang saling melenyapkan… Gambar di bawah menunjukkan peristiwa interferensi destruktif sebagian yang terjadi ketika dua gelombang saling bertumpeng tindih . Karena medium yang dilaluinya sama maka kelajuan gelombang sendirinya pasti sama. Gelombang total yang dihasilkan masih berupa gelombang harmonik sederhana karena setiap gelombang harmonik sederhana yang bersuperposisi memiliki frekuensi yang sama. ingat saja hubungan antara kelajuan.Gambar di bawah menunjukkan peristiwa interferensi destruktif yang terjadi ketika dua gelombang saling bertumpeng tindih . frekuensi dan panjang gelombang yang dinyatakan dalam persamaan alias rumus v = (f)(lambda). kelajuan gelombang (maksudnya gelombang mekanik) ditentukan oleh medium yang dilaluinya. .) Kedua gelombang yang bersuperposisi memiliki frekuensi dan amplitudo yang sama.. Kedua gelombang tidak memiliki fase yang sama (berbeda fase sebesar 180o). Apabila setiap gelombang hrmonik sederhana yang bersuperposisi memiliki frekuensi yang berbeda maka gelombang total alias gelombang resultan yang dihasilkan tidak lagi berupa gelombang harmonik sederhana tetapi berubah menjadi gelombang kompleks. masih berupa gelombang harmonik sederhana. Kok frekuensi dari gelombang harmonik yang saling tumpeng tindih juga sama ? tahu dari manakah ? guampang.) Kedua gelombang yang bersuperposisi memiliki frekuensi dan amplitudo yang sama. Frekuensi gelombang total sama dengan frekuensi kedua gelombang yang bersuperposisi. Nah. Gelombang-gelombang yang bersuperposisi merupakan gelombang harmonik sederhana yang memiliki frekuensi dan kelajuan yang sama.