Anda di halaman 1dari 3

Lidah adalah suatu organ otot kompak yang dilapisi oleh lapisan pelindung dari epitel skuamosa berlapis.

Fungsi dari lidah adalah untuk penelanan, pengecapan dan bicara. Dorsum lidah mempunyai banyak tonjolan-tonjolan mukosa yang membentuk papila-papila. Ada 4 tipe papila di lidah, yaitu : 1. Papila filiformis (paling kecil dan paling banyak, bentuknya seperti rambut) 2. Papila fungiformis (jumlahnya lebih sedikit, diameternya lebih lebar) 3. Papila cirkumvalata (papila yang paling besar, berjejer 8-12 disepanjang ujung sulkus di dorsum lidah) 4. Papila foliata (berada di lateral lidah)

Macam-macam Kelainan pada Lidah 1. Lidah Berfisur (Lidah Berplika,Scrotal Tongue) Lidah berfisur adalah variasi dari anatomi lidah normal yang terdiri atas satu fisura garis tengah, fisura ganda atau fisura multiple pada permukaan dorsal dari 2/3 bagian anterior lidah. Penyebabnya tidak diketahui tapi lidah berfisur barangkali suatu proses perkembangan dan bertambah banyak dengan bertambahnya usia. Umumnya terjadi pada sindrom down. Fisura ini dapat terkena radang sekunder dan menyebabkanhalitosis sebagai akibat dari penumpukan makanan. Maka dari itu pada individu yang memiliki lidah berfisur dianjurkan untuk menyikat lidah agar fisur tetap bersih. Ini merupakan keadaan yang jinak. 2. Ankiloglosia Frenulum lingualis normalnya melekat pada ventral lidah dan tuberkel venial dari mandibula. Tetapi jika frenulum melekat pada dasar mulut dan gusi lingual atau ujung ventral dari lidah maka keadaan ini dinamakan ankiloglosia (tongue tie). Pergerakan lidah dapat terhambat dan penderita tidak dapat menyentuh palatum keras dalam posisi mulut terbuka, lidah sulit untuk dijulurkan, dan Bicara dapat terganggu. Pada kasus ringan tidak diperlukan perawatan, sedangkan pada kasus berat diperlukan pembedahan untuk memperbaiki perlekatan renulum. 3. Varikositas lidah Varikositas lidah atau pelebaran vena adalah temuan umum pada orang tua. Penyebabnya adalah penyumbatan vena oleh benda asing internal seperti plak atau hilangnya elastisitas dinding vaskuler akibat penuaan. Keadaan ini paling umum timbul superfisial pada permukaan ventral dari 2/3 anterior lidah dan dapat meluas ke tepi lateralnya. Varikositas tampak sebagai pertumbuhan noduler, berfluktuasi, merah-biru sampai ungu. 4. Makroglosia Makroglosia merupakan pembesaran lidah yang dapat merupakan kelainan perkembangan yang disebabkan oleh hipertrofi otot lidah idiopatik, hemihipertrofi

otot-otot, tomor jinak, hamartoma atau kista. Lidah yang besar dapat mendorong gigi dan tapakan gigi akan terbentuk pada tepi lateral lidah seperti kerang. Keadaan ini dapat terlihat pada penderita sindrom down dan pada kretinisme kongenital akibat kekurangan hormon kelenjar tiroid pada ibu. Makroglosia juga dapat merupakan kelainan yang didapat, selain karena faktor perkembangan misalnya karena kehilangan gigi geligi rahang bawah dalam jumlah yang banyak. Hal ini juga dapat terjadi karena tumor, radang dan perubahan hormonal (kretinisme dan akromegali). Pembsaran lidah ini dapat dikurangi dengan tindakan bedah. 5. Mikroglosia Mikroglosia adalah lidah yang kecil dari ukuran normalnya. Kejadian ini sangat jarang ditemukan. Biasanya terdapat pada sindrom Pierre Robin yang merupakan kelainan herediter. Pada hemiatrofi lidah, sebagian lidah mengecil. Penyebabnya dapat berupa cacat pada sara hipoglosus yang mempersarafi otot lidah. Tanpa rangsangan otot lidah menjadi atrofi dan tubuh lidah menjadi mengecil. Pada kasus ini selain cacat pada lidah juga menumbulkan kerusakan di tempat lain. 6. Sumbing Lidah (cleft tongue) Sumbing lidah terjadi akibat terganggunya perpaduan bagian kanan dan kiri lidah. 7. Tiroid Lingual Tiroid lingual tampak sebagai suatu penonjolan pada pangkal lidah sekitar foramen caecum yang mengandung jaringan tiroid. Patogenesis : Kelenjar tiroid dibentuk pada pangkal lidah (foramen caecum). Pada minggu ke-5 intrauterin akan turun ke bawah di depan trakea dan berhenti di depan os. Hyoideum dan os tiroid. Jika sebagian tidak turun maka terjadi tiroid lingual. Secara normal perjalanan penurunan ini merupakan suatu saluran yang akhirnya menghilang karena atrofi, tetapi kadang-kadang sisa saluran tertinggal dan terbentuk kista (kista tiroglosus). 8. Kista Tiroglosus Kista ini selalu terletak pada garis tengah leher depan. Secara mikroskopis kista ini mengandung sisa jaringan tiroid yang terdiri atas folikel kelenjar tiroid yang mengandung koloid. Kista ini perlu dibedakan dengan kista lain yang ditemukan juga pada leher, misalnya kista brankiogenik yang letaknya tidak pada garis tengah tetapi lebih ke samping. 9. Median romboid glositis Median romboid glositis merupakan kelainan kongenital akibat kelainan perkembangan embrional. Kedua tuberkulum lateral lidah tidak bertemu ditengah lidah dan tidak menutup bagian tengah yang disebut tuberkulum impar. Bagian tengah tampak sebagai suatu daerah berbentuk belah ketupat berwarna

kemerahan seperti terkena radang dengan permukaan licin karena tidak berpapil. Kelainan ini termasuk cacat kongenital. 10. Lidah Geografik (Glositis migratori jinak dan eritema migrans) Lidah geografik ini biasanya terjadi pada anak-anak. Tampak daerah kemerahan pada dorsum lidah akibat deskuamasi papila filiformis dikelilingi daerah sidikit menonjol dan berbatas tegas dengan tepi tidak beratur dan berwarna putih kekuningan. Papila fungiformis tetap ada. Lesi umumnya tidak terasa sakit, tapi dapat terasa sakit saat makan makanan asin dan pedas. Jarang sekali disertai stomatitis areata migrans pada sisi lain mukosa mulut yang umumnya pada mukosa labial atau bukal. 11. Hairy tongue (Lingua vilosa, lidah berselaput) Hairy tongue adalah pemanjangan secara abnormal dari papila-papila filiformis yang membuat dorsum lidah tampak seperti berambut. Penyebabnya adalah hipertrofi dari papila filiformis, hal ini berhubungan dengan deposisi keratin yang meningkat maupun keterlambatan lepasnya lapisan tanduk. Pasien yang tidak membersihkan lidahnya adalah yang paling umum mengalaminya. Selain itu kanker, infeksi candida albicans, radiasi, orak higiene yang buruk, perubahan Ph mulut, merokok dan penggunaan antibiotik juga berkaitan dengan keadaan ini. Warna dari hairy tongue dapat putih, kuning, coklat, atau hitam. Warna lesi tersebut adalah akibat dari faktor intrinsik dan ekstrinsik. Keadaan ini lebih sering terjadi pada pria terutama yang berusia lebih dari 30 tahun, dan prevalensinya meningkat dengan bertambahnya usia. Lesi tersebut mulai dari foramen caecum pada permukaan dorsal lidah, menyebar ke lateral dan ke anterior. Umumnya hairy tongue hanya mengganggu secara kosmetis saja namun dalam kasus yang parah dapat menjadi tidak nyaman karena gatal-gatal. Penyikatan keras dengan pasta abrasif dan obat-obat antijamur topikal dapat menghilangkannya. 12. Scalloped Tongue Scalloped tongue adalah