Anda di halaman 1dari 3

Kessel dkk. BMC Oftalmologi 2011, 11:41 http://www.biomedcentral.

com/1471-2415/11/41 efek Optical dari paparan lensa manusia intak terhadap radiasi ultraviolet dan cahaya tampak
Line Kessel1*, Lars Eskildsen1,2, Jesper Holm Lundeman1, Ole Bjarlin Jensen3 and Michael Larsen1,4v

Abstrak

Latar Belakang: lensa manusia secara terus-menerus terpapar cahaya intensitas tinggi. Radiasi ultraviolet diyakini memainkan peran penyebab dalam perkembangan katarak. Pada In vivo pun lensa terpapar dengan cahaya tampak (terutama) dan lensa yang menua menyerap sebagian besar gelombang-pendek dari panjang cahaya tampak yang masuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa efek optik pada lensa manusia dari paparan cahaya tampak bergelombang pendek dan radiasi ultraviolet. Metode: lensa donor manusia telah ter-radiasi dengan UVA (355 nm), violet (400 dan 405 nm) dan laser hijau (532 nm). Pengaruh iradiasi dievaluasi secara kualitatif dengan fotografi dan secara kuantitatif dengan mengukur transmisi langsung baik sebelum maupun sesudah iradiasi. Selain itu, efek dari sistem laser berdenyut dan berkesinambungan diperbandingkan antara efek dari jangka pendek, menengah maupun paparan berkepanjangan. Hasil: Iradiasi dengan laser intensitas tinggi menyebabkan hamburan lesi pada lensa manusia. Efek ini lebih terlihat ketika penggunakan laser berdenyut karena intensitas denyutnya yang tinggi. Iradiasi berkepanjangan dengan UVA menyebabkan photodarkening dimana tidak ada efek merugikan yang diamati setelah penyinaran dengan cahaya tampak. Kesimpulan: Iradiasi dengan cahaya tampak tampaknya tidak berbahaya bagi manusia kecuali lensa terkena paparan laser yang cukup tinggi untuk men-denaturasi protein termal yang lebih mudah terlihat pada penggunakan sistem laser berdenyut.

Latar Belakang
Katarak merupakan masalah kesehatan utama yang mewakili hampir 20 kasus jutaan kebutaan secara global dan

jumlah yang lebih besar dari kasus low vision [1]. Katarak ini ditandai dengan peningkatan penyerapan dan pembiasan cahaya oleh lensa mata yang mengakibatkan penurunan transmisi cahaya ke retina. Evaluasi perubahan warna kuning-kecoklatan lensa merupakan aspek penting dari penilaian keparahan katarak [2-4]. Chromophores lensa dibentuk oleh sejumlah jalur termasuk modifikasi fotokimia dari tryptophan [5-9] dan denaturasi melalui pembentukan gula secara glikasi lanjut menjadi produk akhir dan cross-link antara protein lensa [10-13]. Paparan radiasi ultraviolet di UVB (280-320 nm) dapat menyebabkan katarak pada hewan percobaan [14,15] dan studi epidemiologi menunjukkan adanya hubungan antara katarak kortikal dan paparan radiasi ultraviolet [16-19]. Pada in vivo, lensa relatif terlindung dengan baik dari radiasi UVB karena panjang gelombang yang lebih pendek pada spektrum cahaya matahari diserap oleh atmosfer ozon, kelopak mata atas serta pada tingkat yang lebih rendah yaitu alis [20,21] dan karena UV diserap dalam porsi besar oleh kornea dan aqueous humor [22,23]. Proses penuaan alami lensa mengarah pada meningkatnya proses perubahan warna lensa menjadi kekuningkuningan [24] dan lensa tua mengandung peredam UV dan kromofor yang menyerap radiasi ultraviolet baik [22,25] dan seiring dengan usia , terjadi peningkatan proporsi pada warna ungu, biru dan hingga ke yang lebih rendah, sinar hijau [26]. Bagian dari spektrum matahari yang mencapai dan diserap oleh lensa didominasi oleh UVA dan segmen gelombang pendek dari spektrum yang tampak. Sedangkan pengaruh yang merugikan dari UVB didokumentasikan dengan baik dalam literatur, UVA tampaknya kurang merusak [7,15,27] dan mungkin bahkan dapat mem-bleach lensa chromophores [28,29]. Efek dari penyinaran dengan cahaya tampak belum dijelaskan dalam literatur tetapi mengingat lensa manusia usia lanjut menyerap sebagian besar gelombang pendek cahaya tampak, maka terlihat sangat relevan untuk memeriksa efek potensi bahaya dari bagian spektrum elektromagnetik yang dimaksud.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari dan membandingkan efek iradiasi dengan menggunakan radiasi ultraviolet maupun cahaya tampak pada lensa

manusia usia lanjut . Hal ini telah dilakukan dengan menggunakan iradiasi panjang gelombang yang berbeda, waktu paparan yang berbeda dan tingkat iradiasi, dan sistem laser gelombang berdenyut dan berkesinambungan. Pengaruh iradiasi ini didokumentasikan secara kualitatif tif oleh foto, dan secara kuantitatif dengan mengukur transmisi langsung dari cahaya putih sebelum maupun sesudah iradiasi.