Anda di halaman 1dari 10

FARMAKOLOGI - farmakodinamikOleh: Eka Rahmi Paramita, S. Farm., Apt.

FARMAKODINAMIKA
Farmakodinamik reaksi obat terhadap tubuh Mempelajari efek biokimiawi dan fisiologi obat dan mekanisme kerjanya. Tujuan: meneliti efek utama obat, mengetahui interaksi obat dengan sel, mengetahui urutan peristiwa serta spektrum efek dan respon yang terjadi.

MEKANISME KERJA OBAT


Obat berinteraksi dgn reseptor efek Interaksi obat dgn reseptor perubahan biokimiawi dan fisiologi 2 konsep penting: 1. Obat dapat mengubah kecepatan kegiatan faal tubuh. 2. Obat tidak menimbulkan fungsi baru, tetapi hanya memodifikasi fungsi yang sudah ada.

MEKANISME KERJA OBAT


Agonis, obat yg jika menduduki reseptornya mampu secara intrinsik menimbulkan efek farmakologik. Antagonis/receptor blocker, obat yg tidak memiliki aktivitas intrinsik sehingga menimbulkan efek dgn menghambat kerja suatu agonis. Agonis negatif, obat yg jika berikatan dengan reseptor fisiologik akan menimbulkan efek intrinsik yg berlawanan dgn efek agonis.

RESEPTOR OBAT

Reseptor obat, makromolekul seluler tempat obat terikat untuk menimbulkan efeknya. Reseptor obat sebagian besar merupakan protein dan enzim. Reseptor menentukan hubungan antara dosis obat dgn efek farmakologis. Bertanggungjawab thd selektivitas aksi obat Perantara aksi farmakologis agonis dan antagonis

INTERAKSI OBAT - RESEPTOR


HUBUNGAN KADAR/DOSIS INTENSITAS EFEK Teori pendudukan reseptor, intensitas efek obat berbanding lurus dgn fraksi reseptor yg diduduki atau diikatnya, dan intensitas efek mencapai maksimal jika seluruh reseptor diduduki oleh obat. Afinitas obat terhadap reseptor: kemampuan obat untuk berikatan dgn reseptornya [kemampuan obat utk membentuk kompleks obat reseptor. Potensi: kisaran dosis obat yg menimbulkan efek. besarnya ditentukan oleh [1] kadar obat yg mencapai reseptor, [2] afinitas obat terhadap reseptornya.

INTERAKSI OBAT - RESEPTOR


Kurva hubungan kadar obat-waktu
Kadar dalam plasma MTC

intensitas

MEC Lama kerja

Mula kerja

waktu

KERJA OBAT YANG TIDAK DIPERANTARAI RESEPTOR


Beberapa obat tertentu bekerja tanpa diperantarai oleh reseptor. Ada 3 mekanisme: 1. Efek nonspesifik dan gangguan pd membran 2. Interaksi dgn molekul kecil atau ion 3. Inkorporasi dlm makromolekul Efek nonspesifik dan gangguan pd membran: a. berdasarkan sifat osmotik, diuretik osmotik [urea, manitol] meningkatkan osmolaritas filtrat glomerulus reabsorbsi air di tubulus ginjal timbul efek diuretik b. berdasarkan sifat asam/basa, antasid dlm menetralkan asam lambung, NH4Cl dlm mengasamkan urin, Na bikarbonat dlm membasakan urin, dan asam-asam organik sbg antiseptik saluran kemih atau sbg spermisid topikal dlm saluran vagina.

KERJA OBAT YANG TIDAK DIPERANTARAI RESEPTOR


c. Kerusakan nonspesifik, zat-zat perusak nonspesifik digunakan sbg antiseptik-desinfektan. Contoh: detergen merusak integritas membran lipoprotein; halogen, peroksida, dan oksidator lain merusak zat organik; denaturan merusak integritas dan kapasitas fungsional membran sel, partikel subseluler dan protein. d. Gangguan fungsi membran, anestetik umum yg mudah menguap [misal; eter, halotan, enfluran, metoksifluran] bekerja dgn melarut dlm lemak membran jaringan otak shg eksitabilitasnya menurun; anestetik lokal bekerja dgn menyebabkan perubahan nonspesifik pd struktur membran saraf.

KERJA OBAT YANG TIDAK DIPERANTARAI RESEPTOR


Interaksi dgn molekul kecil atau ion, diperlihatkan oleh kelator [chelating agents], misal: CaNa2EDTA mengikat Pb2+ bebas mjd kelat yg inaktif pd keracunan Pb; penisilamin mengikat Cu2+ bebas yg menumpuk dlm hati dan otak pasien penyakit Wilson mjd kompleks yg larut dlm air dan dikeluarkan lewat urin; dimerkaprol [BAL=british antilwisite] mengikat logam berat [As, Sb, Hg, Au, Bi] yg bebas maupun dlm kompleks organik mjd kompleks yg larut dlm air dan dikeluarkan lewat urin. Inkorporasi dlm makromolekul, obat yg merupakan analog purin atau pirimidim dpt berinkorporasi dlm asam nukleat shg mengganggu fungsinya. Obat yg bekerja seperti ini disebut antimetabolit, misal: 6-merkaptopurin, 5-fluorourasil, etionin, p-fluorofenilalanin.