Anda di halaman 1dari 2

Hernia Umbilikalis Merupakan hernia congenital pada umbilicus yang hanya tertutup peritoneum dan kulit.

Gejala klinis berupa penonjolan yang mengandung isi rongga perut yang masuk melalui cincin umbilicus akibat peninggian tekanan intra abdomen, biasanya ketika bayi menangis. Umumnya tidak terjadi nyeri dan sangat jarang terjadi inkaserasi. Tatalaksana Bila cincin hernia kurang dari 2 cm, umumnya regresi spontan akan terjadi sebelum bayi berumur 6 bulan; kadang cincin baru tertutup setelah satu tahun. Usaha untuk mempercepat penutupan dapat dikerjakan dengan mendekatkan tepi kiri dan kanan, kemudian memancangnya dengan pita perekat (plester) untuk 2 3 minggu. Dapat pula digunakan uang logam yang dipancangkan di umbilicus untuk mencegah penonjolan isi rongga perut. Bila samapai usia satu setengah tahun hernia masih menonjol, umumnya diperlukan koreksi operasi. Pada cincin hernia yang melebihi 2 cm jarang terjadi regresi spontan dan lebih sukar diperoleh penutupan dengan tindakan konservatif.

Hernia Inguinalis Etiologi Anomaly congenital atau di dapat. Pembentukan pintu masuk hernia pada ANULUS INTERNUS yang cukup lebar dan TEKANAN INTRA ABDOMEN yang tinggi dapat menyebabkan hernia inguinalis. Faktor penting: 1. Prosesus Vaginalis Terbuka 2. Peninggian tekanan intra abdomen 3. Kelemahan dinding otot perut karena usia Dalam keadaan relaksasi otot dinding perut, bagian yang membatasi annulus internus turut kendur. Pada keadaan itu tekanan intra abdomen tidak tinggi dan kanalis inguinalis berjalan lebih vertical. Sebaliknya, bila otot dinding perut berkontraksi, kanalis inguinalis berjalan lebih transversal dan annulus inguinalis tertutup sehingga dapat mencegah masuknya usus ke dalam kanalis inguinalis. Kelemahan otot dinding perut antara lain terjadi akibat kerusakan n. ilioinguinalis dan n. iliofemoralis settelah apendektomi. Diagnosis Hernia reponibel (keluar masuk), keluhan satu-satunya adalah adanya benjolan di lipat paha yg muncul waktu berdiri, batuk, bersin, atau mengedan, dan menghilang setelah berbaring. Keluhan nyeri jarang; kalaupun ada biasanya dirasakan di daerah epigastrium atau paraumbilikal

berupa nyeri visceral karena regangan pada mesenterium sewaktu satu segmen usus halus masuk ke dalam kantong hernia. Hernia ireponibel (tidak dapat reposisi), ada penonjolan dan nyeri karena strangulasi akibat nekrosis/gangrene, disertai muntah akibat inkarserasi ileus Benjolan timbul pada waktu mengedan, batuk, atau mengangkat beban berat, dan menghilang waktu istirahat baring Pada bayi atau anak-anak; gelisah, menangis, perut kembung

Pemeriksaan fisik Pasien diminta mengedan inspeksi; dapat dilihat hernia inguinalis lateralis muncul sebagai penonjolan di region inguinalis yang berjalan dari lateral atas ke medial bawah Tanda sarung tangan sutera; gesekan dari kantong hernia yang kosong Dengan jari telunjuk atau kelingking (pada anak) coba mendorong isi hernia dg menekan kulit skrotum melalui annulus eksternus tentukan hernia dapat direposisi atau tidak Jika ujung jari menyentuh hernia hernia inguinalis lateralis Jika bagian sisi jari menyentuh hernia hernia inguinalis medialis

Tata laksana 1. Pengobatan konservatif: reposisi dan pemakaian penyangga atau penunjang untuk mempertahankan isi hernia yang telah direposisi. 2. Operatif dengan herniotomi (pembebasan kantong hernia sampai ke lehernya, kantong dibuka dan isi hernia dibebaskan kalau ada perlekatan, kemudian direposisi. Kantong hernia di jahit ikat setinggi mungkin lalu dipotong) dan hernioplastik (tindakan memperkecil annulus inguinalis internus dan memperkuat dinding belakang kanalis inguinalis)