Anda di halaman 1dari 12

PERSAMAAN MAXWELL

7.3 PERSAMAAN MAXWELL Sekitar tahun 1860, fisikawan Skotlandia terkenal bernama James Clerk Maxwell menemukan bahwa hukum-hukum percobaan tentang listrik dan magnetisme (hukum Coulomb, Gauss, Boit-Savart, Ampere dan faraday) dapat dirangkum dalam bentuk matematis ringkas yang kemudian kita kenal sebagai persamaan Maxwell. Dari keempat persamaan tersebut hanya satu persamaan yang merupakan temuannya yaitu koreksi Maxwell pada Hukum Ampere. Penemuan adanya arus perpindahan menjawab ketidakkonsistenan hukum Ampere. Sebelum Maxwell, masing-masing persamaan tesebut diberlakukan secara terpisah, masing masing digunakan untuk menjelaskan sifatsifat listrik atau magnet atau elektromagnet. Misalkan hukum Gauss yang merupakan persamaan pertama dari persamaan Maxwell, digunakan untuk menjelaskan hubungan antara distribusi muatan dengan medan listrik yang ditimbulkannya. Ini diberlakukan pada medan elektrostatis dan tidak pernah dikaitkan dengan persamaan lain dalam elektomagnetik. Tetapi dalam persamaan Maxwell persamaan ini tidaklah berdiri sendiri (meskipun dapat diterapkan secara terpisah) melainkan bersama-sama dengan tiga persamaan lainnya membentuk suatu sistem persamaan yang diberlakukan serentak pada gejala elektromagnetik. Secara konseptual, persamaan Maxwell menjelaskan bagaimana muatan listrik dan arus listrik bertindak sebagai sumber untuk medan listrik dan medan magnetik. Selanjutnya, ia menjelaskan bagaimana medan listrik menghasilkan medan magnet dan sebaliknya. Sehingga persamaan maxwell menjadi titik acuan dari semua fenomena elektromagnetik.

7.3.1 HUKUM ELEKTRODINAMIKA SEBELUM MAXWELL 1. Hukum Gauss Hukum gauss dengan persamaan matematisnya menghubungkan medan listrik pada permukaan tertutup dengan muatan total di dalamnya. Hukum gauss menyatakan Fluks total yang melewati setiap bagian permukaan tertutup besarnya adalah 1/ kali muatan total di dalam permukaan tersebut.

Dibaca : Integral dari medan listrik disekitar daerah yang melingkupinya sama dengan jumlah muatan total yang ada didalam volum. Hukum Gauss adalah penjelasan utama mengapa muatan yang berbeda jenis saling tarik-menarik, dan yang sama jenisnya tolak-menolak. Muatan-muatan tersebut menciptakan medan listrik, yang ditanggapi oleh muatan lain melalui gaya listrik 2. Hukum Gauss Untuk Magnetisme Berbeda dengan partikel bermuatan listrik yang bisa memiliki 1 jenis muatan saja (positif atau negatif), magnet selalu memiliki 2 kutub (dipole), utara dan selatan. Sampai sekarang tidak pernah ditemukan magnet satu kutub (monopole). Hal ini dikenal dengan nama hukum Gauss untuk magnet.

Dibaca : Tidak ada muatan magnet dalam medan magnet 3. Hukum Ampere Pada mulanya, para ilmuwan masih memandang gaya listrik dan magnet sebagai dua fenomena yang berbeda, tidak berhubungan sama sekali. Keterpisahan magnet dan listrik ini berlangsung sampai Hans Christian Orsted di tahun 1820 menemukan bahwa arus listrik menimbulkan medan magnet. Hasil ini kemudian direpresentasikan oleh Andr-Marie Ampre dalam bentuk Hukum Ampere yang menghitung medan magnet yang dihasilkan oleh kawat berarus listrik. Dari sinilah mulai muncul usaha untuk mengintegrasikan konsep listrik dan magnet. Hukum Ampere menghubungkan medan magnetik pada seluruh kurva tertutup dengan arus yang melintasi kurza dalam bentuk matematis Ini merupakan persamaan awal hukum Ampere sebelum ada koreksi dari Maxwell, yang menjelaskan bahwa medan magnet dapat ditimbulkan oleh arus. Hingga kemudian Maxwell menemukan adanya arus perpindahan, yang memberi koreksi pada hukum Ampere sebelumnya.

Persamaan tersebut menyatakan total gaya magnet disekitar sirkuit adalah jumlah arus yang melalui rangkaian ditambah variabel medan listrik sirkuit.

Kesimpulan yang diperoleh, medan magnet ditumbulkan dengan dua cara yaitu lewat arus listrik (perumusan awal Hukum Ampere) dan dengan perubahan medan listrik (tambahan maxwell). 4. Hukum Faraday (Induksi Faraday) Michael faraday (1791-1867), seorang ilmuwan jenius dari inggriskemudian melanjutkan pengintegrasian konsep listrik magnet. Dalam penelitiannya ia menemukan bahwa bahwa medan magnet yang berubah dapat menghasilkan medan listrik. Kemudian memformulasikan penemuannya dalam Hukum Faraday yang menghitung medan listrik yang dihasilkan oleh perubahan medan magnet tersebut. Dalam hukumnya Faraday menyatakan bahwa: Jika sebuah penghantar memotong garis-garis gaya dari suatu medan magnetik (flux) yang konstan, maka pada penghantar tersebut akan timbul tegangan induksi. Perubahan flux medan magnetik didalam suatu rangkaian penghantar, akan menimbulkan tegangan induksi pada rangkaian tersebut. Kedua pernyataan beliau diatas menjadi hukum dasar listrik yang menjelaskan mengenai fenomena induksi elektromagnetik dan hubungan antara perubahan flux dengan tegangan induksi yang ditimbulkan dalam suatu rangkaian. Bentuk matematis yang diberikan adalah

Puncaknya, Maxwell dengan menyatukan keempat konsep listrik dan magnet ini dengan melakukan sedikit koreksi terhadap persamaan Ampere tersebut, dan kemudian mengkombinasikan keempat persamaan / hukum mengenai listrik dan magnet tersebut menjadi persamaan yang disebut 4 Persamaan Maxwell. Keempat persamaan tersebut adalahPersamaan Gauss untuk Listrik, Persamaan Gauss untuk Magnet, Persamaan Ampere yang dimodifikasi oleh Maxwell, dan Persamaan Faraday. Maxwell tidak menemukan sendiri keempat persamaan tersebut, yang dia lakukan adalah menggabungkannya dan melakukan sedikit koreksi pada persamaan Ampere. Bahkan dengan keempat persamaannya ini, Maxwell mampu memprediksikan bahwa Cahaya adalah Gelombang Elektromagnetik

7.3.2 KOREKSI MAXWELL TERHADAP HUKUM AMPERE

Sebagaimana

telah

disebutkan,

hukum

Ampere

menghubungkan integral garis medan magnetik yang mengelilingi daerah tertutup dengan arus yang melewati daerah tersebut dengan persamaan Kita perhatikan bahwa persamaan ini hanya berlaku untuk arus kontinu sedangkan untuk arus tak kontinu permsamaan ini tidak berlaku. Maxwel menyadari kekurangan dari hukum Ampere ini dan menunjukkan bahwa hukum itu dapat diperluas agar meliputi semua keadaan diperluas agar meliputi semua keadaan jika arus I dalam persamaan tersebut diganti oleh penjumlahan arus konduksi dan suku lain ( ) yang disebut arus perpindahan Maxwell. Arus perpindahan Maxwell ini dapat didefinisikan dengan

Sehingga bentuk umum persamaan hukum Ampere menjadi

7.3.3 PERSAMAAN MAXWELL Dari sesi sebelumnya kita telah mendapatkan empat persamaan listrik danmagnet yang menjadi empat persamaan Maxwell

Dalam bentuk diferensial dapat ditulis

Bentuk persamaan tersebut menjelaskan bahwa medan listrik dapat dihasilkan oleh muatan ( ) atau oleh perubahan medan magnet ( ) dan medan magnet dapat dihasilkan oleh arus (J) atau perubahan medan listrik ( ). Persamaan tersebut lebih lebih logis juga ditulis menjadi (i) (ii) (iii) (iv) xE+ = Bagian kiri menyatakan medan (E dan B) dan bagian kanan menyatakan sumber ( ). Notasi ini menekankan bahwa semua bidang elektromagnetik pada akhirnya terkait dengan muatan dan arus. Persamaan Maxwell ini menjelaskan bagaimana muatan-muatan dapat menghasilkan medan, dan sebaliknya, bagaimana medan mempengaruhi muatan-muatan.

7.3.4 MUATAN MEDAN Terdapat suatu perbedaan simetris dalam persamaan Maxwell untuk medium ruang hampa dan material non-konduktif, dimana lenyap (tidak ada muatan dan arus konduksi), sehingga persamaan Maxwell menjadi

Jika kita memiliki persamaan (i) (ii) maka akan mewakili kepadatan "muatan" magnet, dan kepadatan muatan listrik. mewakili arus muatan magnetik, dan dapat dikonservasi menjadi , Dan arus muatan listrik. Keduanya ,

Bentuk tersebut dapat dilanjutkan dengan menerapkan operator Curl dan operator divergensi. Dengan kata lain persamaan Maxwell diatas menuntut adanya muatan magnetis. Namun, hingga saat ini belum ada yang menemukan adanya muatan magnet, dimana saja adalah nol. B tidak mengalami keadaan yang sama dengan E; E memiliki sumber yang bergerak(muatan listrik) sedangkan B tidak. (Hal ini tercermin dalam kenyataan bahwa multipole ekspansi magnet tidak memiliki istilah monopole, dan dipole magnetik terdiri dari loop arus, tidak lepas kutub utara dan selatan). Pada teori elektrodinamika kuantum, Dirac menunjukkan keberadaan muatan magnet yang menjelaskan mengapa muatan listrik dapat terkuantisasi

7.3.5 PERSAMAAN MAXWELL DALAM MATERI Persamaan maxwell dalam bahan merupkan persamaan maxwell secara makroskopik, menjelaskan munculnya polarisasi akibat muatan terikat dan arus Untuk kasus stastis, polarisasi elektrik P menghasilkan sebuah densitas muatan terikat Dan polarisasi magnetik M menghasilkan arus terikat Terdapat suatu sifat yang statis yaitu perubahan harus dipertimbangkan polarisasi elektrik melibatkan dalam kondisi tidak aliran muatan ( ),

yang termasuk dalam arus total. Sebagai contoh sepotong kecil bahan terpolarisasi (gambar 7.45). Densitas muatan polarisasi disalah satu ujung dan pada ujungyang lain -P. jika P meningkat sedikit, kenaikan muatanmenghasilkan arus total

Maka densitas arus, menjadi

Gambar 7.45 Arus polarisasi tidak ada hubungannya dengan terakhir kali dia terikat magnetisasi , kemudian dikaitkan dengan magnetisasi bahanyang melibatkan gerakan berputar dan orbital elektron, sebaliknya, adalah hasil dari gerak linier umum dari muatan yang terjadi ketika perubahan polarisasi listrik. Jika titik P meningkat, dari setiap muatanberpindah sedikit ke kanan dan muatan negatif disebelah kiri : dampak dari kumulatif menghasilkan polarisasi , dalam hubungan ini, kita harus memeriksa persamaan yang konsisten dengan persamaan kontinuitas.

Memenuhi persamaan kontinuitas , pada kenyataannya, penting untuk memperhitungkan konservasi muatan terikat, (kebetulan, perubahan magnetisasi tidak mengarah kepada akumulasi dari muatanatau arus. Arus terikat berubahubah i dalam menanggapi perubahan M, untuk memastikan. dalam pandangan semua ini, kepadatan muatan total dapat dipisahkan menjadi dua bagian

dan kepadatan arus dibagi menjadi 3 bagian + hukum Gauss sekarang dapat ditulis

atau dimana D dalam keadaan diam, sehingga sementara itu,,hukum Ampere dan persamaan Maxwell menjadi

atau

dimana sepeti sebelumnya

hukum Faraday dan tidak terpengaruh oleh pemisahanmuatan dan arus bebas dan terikat, karena mereka tidak melibatkan persamaan muatan bebas dan arus,kemudian persamaan Maxwell ditulis.

(ii)

Beberapa orang mempertimbangkan persamaan Maxwell "Trues", tapi tolong mengerti bahwa mereka tidak lebih "umum" dari 7,39, mereka hanya mencerminkan divisi akan menyediakan komponen gratis dan saat ini bebas dan tidak bebas. dan mereka memiliki kelemahan dari notasi hibrida, karena mengandung E dan D, B dan H. mereka harus dilengkapi, oleh karena itu, dengan hubungan konstitutif yang tepat, memberikan D dan H dalam hal E dan B. mereka bergantung pada sifat bahan: untuk media linier sehingga

Dimana Kebetulan, Anda akan ingat bahwa D disebut "transfer" kekuatan itu sebabnya istilah kedua dalam ampere / Maxwell persamaan (iv) disebut arus perpindahan, yang merupakan generalisasi dari persamaan 7.3.7

PERUMUSAN UMUM PERSAMAAN MAXWELL Ada dua perumusan umum persamaan Maxwell, Kedua-duanya ekivalen. Perumusan pertama memisahkan muatan terikat dan arus terikat (yang

muncul dalam konteks dielektrik dan/atau bahan magnet) dari muatan bebas dan arus bebas. Pemisahan ini berguna untuk perhitungan yang melibatkan bahan dielektrik dan magnet. Perumusan kedua memperlakukan semua muatan secara setara, menggabungkan baik muatan bebas dan terikat ke dalam muatan total (dan hal yang sama juga berlaku untuk arus). Ini adalah pendekatan yang lebih mendasar atau mikroskopis, dan terutama berguna bila tidak ada bahan dielektrik atau magnet.

Tabel 1: Perumusan dalam muatan dan arus bebas Nama Hukum Gauss: Bentuk diferensial Bentuk integral

Hukum Gauss untuk magnetisme: Persamaan Maxwell-Faraday (Hukum induksi Faraday): Hukum Ampere (dengan koreksi Maxwell): Table 2: Perumusan dalam muatan dan arus total Nama Hukum Gauss: Bentuk diferensial Bentuk Integral

Hukum Gauss untuk magnetisme: Persamaan Maxwell-Faraday (Hukum induksi Faraday):

Hukum Ampere (dengan koreksi Maxwell):

KONDISI BATAS Secara umum, bidang E, B, D, dan H akan terputus pada batas antara dua media yang berbeda, atau pada permukaan yang membawa densitas muatan atau kepadatan arus K. bentuk eksplisit dalam discontuities bisa simpulkan dari persamaan Maxwell (7.55), dalam bentuk integral

Gambar 7.46

i Berlaku untuk nilai kecil, Gaussian mengintegrasikan wafer tipis untuk sedikit memperpanjang materi di kedua sisi perbatasan

Arah positif a adalah dari 2 ke 1. Tepi wafer tidak menambah apapun untuk membatasi ketebalan mendekati nol, juga tidak ada perubahan densitas volume). Dengan demikian, komponen D tegak lurus terhadap permukaan yang terputus.

Penalaran yang sama diterapkan pada persamaan (ii), menghasilkan Adapun (iii), loop Amperian sangat tipis yang 7.47)memberikan persamaan menempati permukaan(gambar

Tapi, dalam batas luas loop mendekati nol, fluks menghilang. (Saya telah mengabaikan pegaruh kedua ujung , pada daerah yang sama). Dengan demikian Artinya, komponen E paralel dengan permukaan yang kontinu disemua batas. Dengan tanda yang sama 9iv) berarti Dimana adalah arus bebas yang melewati Amperian loop. Tidak ada densitas arus

yang akan berpengaruh (dalam batas lebar yang sangat kecil) tetapi bisa pada permukaan arus. Seharusnya, jika adalah vektor satuan yang tegak lurus dengan permukaan, maka ( x 1) adalah Amperian loop yang normal, sehingga Dan oleh sebab itu Dengan demikian komponen paralel dari H terputus dengan jumlah yang sebanding dengan densitas arus permukaan bebas.. Persamaan 7.59 62 adalah kondisi batas umum untuk elektrodinamik. Dalam kasus media linier, persamaan tersebut dapat dinyatakan dalam berntuk E dan B secara terpisah : (i) (ii) (i) (iii) (iv) Secara khusus, jika tidak ada muatan bebas atau arus bebas pada permukaan, maka (iii)

(ii)

(iv) Seperti yang akan kita pelajari dasarbagi teori pemantulan dan pembiasan. di Bab 9, persamaan ini merupakan