Anda di halaman 1dari 19

HIPNOTIKA

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Kimia Farmasi Dosen Pengampu: Achmad Binadja

Kelompok 12:
1. Dwi Septiani 2. Nuraini Saadah

(4301409065) (4301409057)

PRODI PENDIDIKAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2011

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar belakang Kebutuhan tidur dapat dianggap sebagai suatu perlindungan dari organisme untuk menghindari pengaruh yang merugikan tubuh karena kurang tidur. Tidur yang baik, cukup dalam dan lama. Efek terpenting yang mempengaruhi kualitas tidur adalah penyingkatan waktu peniduran, perpanjangan masa tidur dan pengurangan jumlah periode bangun. Insomnia dapat diakibatkan oleh banyak gangguan fisik, misalnya batuk, rasa nyeri, atau sesak nafas. Yang sangat penting pula adalah gangguan jiwa, seperti emosi, ketegangan, kecemasan atau depresi. Di samping faktor-faktor itu perlu juga diperbaiki cara hidup yang salah, misalnya melakukan kegiatan psikis yang melelahkan sebelum tidur. Gerak-jalan, melakukan kegiatan yang rileks, mandi air panas, minum susu hangat sebelum tidur, ternyata dapat mempermudah dan memperdalam tidur yang normal. Obat-obat tertentu, kualitas kasur yang dan bantal yang buruk, ruangan yang berisik, cahaya yang terang benderang, ventilasi yang jelek, serta suhu kamar yang tidak menunjang juga dapat menyulitkan tidur. Oleh karena itu, melalui makalah ini kami menggangkat masalah tentang hipnotika baik itu pengertian, macam obatnya, kandungan senyawa di dalam obat- obat tersebut, manfaat dan efek sampingnya, dan lain-lain. Diharapkan melalui makalah ini pembaca dapat menambah wawasan tentang masalah hipnotika dan dapat memengetahui cara cara yang baik untuk mengatasinya.

2. Rumusan Masalah
1. Apakah penyebab terjadinya susah tidur itu ?

2. Bagaimana cara mengatasi gangguan susah tidur ? 3. Apa saja macam obat yang dapat digunakan untuk mengatasi gangguan susah tidur ? 4. Apa efek samping dari penggunaan obat tersebut ?
3. Tujuan Penulisan 1. Mengetahui apa saja yang menjadi penyebab terjadinya susah tidur. 2. Mengetahui cara mengatasi gangguan susah tidur. 3. Mengetahui macam obat yang dapat digunakan untuk mengatasi gangguan susah tidur 4. Mengetahui efek samping dari penggunaan obat tersebut.

BAB II PEMBAHASAN

1. Pengertian HIPNOTIKA

Hipnotika berasal dari bahasa Yunani yakni Hypnos yang berarti tidur. Hipnotika atau obat obat tidur adalah zat-zat yang diberikan pada malam hari dalam dosis terapi, dapat mempertinggi keinginan faal normal untuk tidur, mempermudah atau menyebabkan tidur. Dan apabila zat-zat ini diberikan dalam dosis yang lebih rendah pada siang hari dengan tujuan menenangkan, maka disebut sedatifa (obat-bat pereda). Hipnotik Sedatif merupakan golongan obat depresan susunan saraf pusat (SSP) yang relatif tidak selektif, mulai dari yang ringan yaitu menyebabkan kantuk, menidurkan, hingga yang berat yaitu hilangnya kesadaran, keadaan anestesi, koma dan mati, bergantung kepada dosis. Pada dosis terapi obat sedatif menekan aktivitas, menurunkan respon terhadap rangsangan emosi dan menenangkan. Obat Hipnotik menyebabkan kantuk dan mempermudah tidur serta mempertahankan tidur yang menyerupai tidur fisiologis. Obat hipnotika dan sedatif biasanya merupakan turunan Benzodiazepin. Beberapa obat Hipnotik Sedatif dari golongan Benzodiazepin digunakan juga untuk indikasi lain, yaitu sebagai pelemas otot, antiepilepsi, antiansietas dan sebagai penginduksi anestesis.

2. Insomnia Insomnia bukanlah merupakan penyakit baru. Orang Mesir kuno menyebutkan bahwa salah satu hal terburuk dalam kehidupan adalah berbaring di tempat tidur dan tidak dapat tidur. Namun demikian, dengan makin banyaknya obatya bius hipnotik yang dapat diperoleh, makin banyak pula orang yang menderita insomnia. Sebuah penelitian di Canada menemukan, insomnia bisa ditularkan dari satu anggota keluarga ke anggota lainnya. Para peneliti dari School of Psychology di Laval

University Kanada menemukan bahwa setiap orang memiliki resiko mengidap gangguan tidur sekitrar 37 persen. Penelitian itu menguji 485 orang yang turut berpartisipasi. Setiap orang ditanyai apakah kualitas tidur mereka baik atau tidak. Ketika mereka mengalami gangguan tidur, mereka juga akan ditanyai apakah keluarganya ada yang memiliki gangguan yang sama. Sebanyak 40 persen dari responden mengakui bahwa ada setidaknya satu orang yang mengidap Insomnia di keluarga mereka. Diantara para responden, 76 persennya mengatakan memiliki seorang anggota keluarga yang mengalami gangguan tidur, 21 persennya mengatakan dari 2 hingga tiga persennya memiliki tiga anggota keluarga yang mengalami insomnia. Seperti dikutip dari Genius Beauty, para pakar menyimpulkan bahwa resiko dari insomnia tergantung dari jumlah anggota keluarga yang pertama kali mengalaminya. Akan tetapi para ilmuwan belum menemukan bahwa pengaruh dari faktor genetika dari penularan alamiah insomnia. Mereka menduga hal ini mungkin disebabkan oleh kecemasan yang berlebihan. Insomnia dapat diakibatkan oleh banyak gangguan fisik, misalnya batuk, rasa nyeri, atau sesak nafas. Yang sangat penting pula adalah gangguan jiwa, seperti emosi, ketegangan, kecemasan atau depresi. Di samping faktor-faktor itu perlu juga diperbaiki cara hidup yang salah, misalnya melakukan kegiatan psikis yang melelahkan sebelum tidur. Dianjurkan untuk melakukan gerak badan secara teratur, jangan merokok dan minum kopi atau alkohol sebelum tidur. Gerak-jalan, melakukan kegiatan yang rileks, mandi air panas, minum susu hangat sebelum tidur, ternyata dapat mempermudah dan memperdalam tidur yang normal. Obat-obat tertentu, kualitas kasur yang dan bantal yang buruk, ruangan yang berisik, cahaya yang terang benderang, ventilasi yang jelek, serta suhu kamar yang tidak menunjang juga dapat menyulitkan tidur. Insomnia juga dapat dibedakan sebagai insomnia sementara, jangka pendek dan jangka panjang. Insomnia sementara biasanya terjadi hanya beberapa malam, sedangkan insomnia jangka pendek berlangsung dari 2-3 malam tetapi terjadinya kurang dari 3

minggu. Untuk insomnia jangka panjang sendiri dapat berlangsung hampir tiap malam dan terjadi 3 minggu.

Tips atau Solusi Tidur Nyenyak & Berkualitas a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. Mandi dengan air hangat Jangan makan berlebihan saat malam hari Jangan melakukan kegiatan yang menyita mental dan pikiran saat menjelang tidur Minum susu panas Matikan lampu Gunakan wewangian atau musik slow Membaca buku Rasakan tubuh Anda Atur napas Tulis Buku Harian (Diary) (Lakukan dekorasi kecil kamar tidur anda supaya tidak jenuh) Sekarang ini makin banyaknya obatya bius hipnotik yang dapat diperoleh, makin banyak pula orang yang menderita insomnia. Mungkin kehidupan modern lebih kompetitif daripada kehidupan masa lampau dan insomnia menjadi gejala kehidupan kota modern yang penuh kesibukan. Mungkin juga orang lebih menyadari bahwa ada obat bius untuk mengobati insomnia terpaksa harus bertahan menanggungnya dan bukannya mengupayakan pengobatan. Maka hal ini merngakibatkan kenaikan semu dalam jumlah penderita insomnia yang minum obat tidur.

3. Macam Macam Obat Hipnotik Sedatif Obat yang diresepkan yang digunakan untuk mengatasi kecemasan dan untuk membantu tidur dapat menyebabkan ketergantungan psikis dan ketergantungan fisik. Obat hipnotika dan sedatif biasanya merupakan turunan Benzodiazepin. Beberapa obat Hipnotik

Sedatif dari golongan Benzodiazepin digunakan juga untuk indikasi lain, yaitu sebagai pelemas otot, antiepilepsi, antiansietas dan sebagai penginduksi anestesis. Obat-obat Hipnotik Sedatif yang beredar di Indonesia, antara lain adalah: a. Flurazepam Flurazepam merupakan senyawa fluor yang dianggap sebagai benzodiasepin terbaik, berhubung tetap efektif setelah digunakan beberapa minggu. Flurazepam di indikasikan sebagai obat untuk mengatasi insomnia. Hasil dari uji klinik terkontrol telah menunjukkan bahwa Flurazepam menguarangi secara bermakna waktu induksi tidur, jumlah dan lama terbangun selama tidur , maupun lamanya tidur. Mula efek hipnotik rata-rata 17 menit setelah pemberian obat secara oral dan berakhir hingga 8 jam. Efek residu sedasi di siang hari terjadi pada sebagian besar penderita,oleh metabolit aktifnya yang masa kerjanya panjang, karena itu obat Fluarazepam cocok untuk pengobatan insomia jangka panjang dan insomnia jangka pendek yang disertai gejala ansietas di siang hari. Dosis: oral 7,5 30 mg sebelum tidur. b. Midazolam Midazolam digunakan agar pemakai menjadi mengantuk atau tidur dan menghilangkan kecemasan sebelum pasien melakukan operasi atau untuk tujuan lainnya Midazolam kadang-kadang digunakan pada pasien di ruang ICU agar pasien menjadi pingsan. Hal ini dilakukan agar pasien yang stres menjadi kooperatif dan mempermudahkan dokter.
c. Nitrazepam

kerja

alat

medis

yang

membantu

pernafasan.

Midazolam diberikan atas permintaan dokter dan penggunaannya sesuai dengan resep

Nitrazepam termasuk senyawa yang nitro memiliki kerja anti konvulsif (anti kejang) dan melepaskan otot, sehingga juga berguna sebagai obat epilepsi. Nitrazepam juga termasuk golongan Benzodiazepine. Nitrazepam bekerja pada reseptor di otak (reseptor GABA) yang menyebabkan pelepasan senyawa kimia GABA (gamma amino

butyric acid). GABA adalah suatu senyawa kimia penghambat utama di otak yang menyebabkan rasa kantuk dan mengontrol kecemasan. Nitrazepam bekerja dengan meningkatkan aktivitas GABA, sehingga mengurangi fungsi otak pada area tertentu. Dimana menimbulkan rasa kantuk, menghilangka rasa cemas, dan membuat otot relaksasi. Nitrazepam biasanya digunakan untuk mengobati insomnia. Nitrazepam mengurangi waktu terjaga sebelum tidur dan terbangun di malam hari, juga meningkatkan panjangnnya waktu tidur. Seperti Nitrazepam ada dalam tubuh beberapa jam, rasa kantuk bisa tetap terjadi sehari kemudian. Dosis: oral 2,5 10 mg setengah jam sebelum tidur, sedangkan pada penderita epilepsi permula 1kali sehari 5mg, lambat laun naik menjadi 10-30 mg sehari.
d. Estazolam

Estazolam digunakan jangka pendek untuk membantu agar mudah tidur dan tetap tidur sepanjang malam. Estazolam tersedia dalam bentuk tablet digunakan secara oral diminum sebelum atau sesudah makan. Estazolam biasanya digunakan sebelum tidur bila diperlukan. Penggunaannya harus sesuai dengan resep yang dibuat oleh dokter. Estazolam dapat menyebabkan kecanduan. Jangan minum lebih dari dosis yang diberikan, lebih sering, atau untuk waktu yang lebih lama daripada petunjuk resep. Toleransi bisa terjadi pada pemakaian jangka panjang dan berlebihan. Jangan gunakan lebih dari 12 minggu atau berhenti menggunakannnya tanpa konsultasi dengan dokter. Dokter akan mengurangi dosis secara bertahap. Hal ini akan membuat seseorang mengalami sulit tidur satu atau dua hari setelah berhenti menggunakan obat ini. e. Zolpidem Tartrate Zolpidem Tartrate bukan Hipnotika dari golongan Benzodiazepin tetapi merupakan turunan dari Imidazopyridine. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet 10 mg. Zolpidem disetujui untuk penggunaan jangka pendek (biasanya dua minggu) untuk mengobati insomnia. Pengurangan waktu jaga dan peningkatan waktu tidur hingga 5

minggu telah dilakukan melalui uji klinik yang terkontrol. Insomnia yang bertahan setelah 7 hingga 10 hari pengobatan menandakan adanya gangguan jiwa atau penyakit. Insomnia bertambah buruk atau tingkah laku dan pikiran yang tidak normal secara tiba-tiba merupakan konsekwensi pada penderita dengan gangguan kejiwaan yang tidak diketahui atau gangguan fisik.

R2

R3 Flurazepam

R1

Nitrazepam jk: R1= H, R2= H, R3= NO2 Flenitrazepam jk: R1= F, R2= CH3, R3= NO2 Semua obat di atas pembelian harus menggunakan resep dan pengawasan dokter. Untuk pemilihan golongan hipnotik sedatif yang tepat ada baiknya seseorang harus periksakan diri dan konsultasi ke dokter. Di medicastore kita dapat mencari informasi hipnotik sedatif seperti ; kegunaan atau indikasi obat, generik atau kandungan obat, efek samping obat, kontra indikasi obat, hal apa yang harus menjadi perhatian sewaktu konsumsi obat, gambar obat yang di pilih hingga harga obat dengan berbagai sediaan yang dibuat oleh pabrik obat.

4. Efek Samping Penggunaan Hipnotika dan Sedatifa

Efek samping umum hipnotika mirip dengan efek samping morfin, yaitu: a) depresi pernafasan, terutama pada dosis tinggi. Sifat ini paling ringan pada flurazepam dan zat-zat benzodiazepin lainnya, demikian pula pada kloralhidrat dan paraldehida; b) tekanan darah menurun, terutama oleh barbiturat; c) sembelit pada penggunaan lama, terutama barbiturat; d) hang over, yaitu efek sisa pada keesokan harinya berupa mual, perasaan ringan di kepala dan termangu. Hal ini disebabkan karena banyak hipnotika bekerja panjang (plasmat-nya panjang), termasuk juga zat-zat benzodiazepin dan barbiturat yang disebut shortacting. Kebanyakan obat tidur bersifat lipofil, mudah melarut dan berkumulasi di jaringan lemak (Tjay, 2002). Efek benzodiazepin hampir semua merupakan hasil kerja golongan ini pada SSP dengan efek utama: sedasi, hipnosis, pengurangan terhadap rangsangan emosi/ansietas, relaksasi otot dan anti konvulsi. Hanya dua efek saja yang merupakan kerja golongan ini pada jaringan perifer: vasodilatasi koroner setelah pemberian dosis terapi benzodiazepin tertentu secara IV dan blokade neorumuskular yang hanya terjadi pada pemberian dosis sangat tinggi. Pada umumnya, semua senyawa benzodiazepin memiliki daya kerja yaitu khasiat anksiolitis, sedatif hipnotis, antikonvulsif dan daya relaksasi otot. Keuntungan obat ini dibandingkan dengan barbital dan obat tidur lainnya adalah tidak atau hampir tidak merintangi tidur. Dulu, obat ini diduga tidak menimbulkan toleransi, tetapi ternyata bahwa efek hipnotisnya semakin berkurang setelah pemakaian 1-2 minggu, seperti cepatnya menidurkan, serta memperpanjang dan memperdalam tidur (Tjay, 2002). Efek utama barbiturat adalah depresi SSP. Semua tingkat depresi dapat dicapai, mulai dari sedasi, hipnosis, berbagai tingkat anestesia, koma sampai dengan kematian. Efek hipnotiknya dapat dicapai dalam waktu 20-60 menit dengan dosis hipnotik. Tidurnya menyerupai tidur fisiologis, tidak disertai mimpi yang mengganggu. Fase tidur REM dipersingkat. Barbiturat sedikit menyebabkan sikap masa bodoh terhadap rangsangan luar. Barbiturat tidak dapat mengurangi nyeri tanpa disertai hilangnya kesadaran. Pemberian obat barbiturat yang hampir menyebabkan tidur, dapat meningkatkan 20% ambang nyeri, sedangkan ambang rasa lainnya (raba, vibrasi dan sebagainya) tidak dipengaruhi. Pada beberapa individu dan dalam keadaan tertentu, misalnya adanya rasa nyeri, barbiturat tidak menyebabkan sedasi melainkan malah menimbulkan eksitasi

(kegelisahan dan delirium). Hal ini mungkin disebabkan adanya depresi pusat penghambatan. Secara kimiawi, kloralhidrat adalah aldehida yang terikat dengan air, menjadi alkohol. Efek bagi pasien-pasien yang gelisah, juga sebagai obat pereda pada penyakit saraf hysteria. Berhubung cepat terjadinya toleransi dan resiko akan ketergantungan fisik dan psikis, obat ini hanya digunakan untuk waktu singkat (1-2 minggu) (Tjay, 2002).
5. KECANDUAN Obat Tidur

Obat yang diresepkan yang digunakan untuk mengatasi kecemasan dan untuk membantu tidur dapat menyebabkan ketergantungan psikis dan ketergantungan fisik. Obat
obat tersebut adalah : a. Benzodiazepin b. Barbiturat c. Glutetimid d. Kloral hidrat e. Meprobamat.

Setiap obat bekerja dengan cara yang berbeda dan memiliki potensi ketergantungan dan toleransi yang berbeda pula. Meprobamat, glutetimid, kloral hidrat dan barbiturat sekarang ini sudah lebih jarang diresepkan, terutama karena benzodiazepin lebih aman. Sebagian besar pecandu mulai menggunakan obat-obat tersebut untuk mengatasi masalah kesehatannya. Kadang dokter memberikan resep dengan dosis tinggi untuk jangka waktu yang lama, untuk mengatasi masalah yang berat, sehingga menyebabkan ketergantungan. Kadang penderita menggunakan obat lebih banyak dari dosis yang diresepkan. Pada kedua kasus tersebut, ketergantungan bisa terjadi dalam waktu minimal 2 minggu setelah pemakaian berkelanjutan.

GEJALA

Reaksi balik ini berbeda dari orang ke orang, namun pada umumnya lebih berat dan lebih sering terjadi pada orang yang menggunakan dosis yang lebih besar untuk waktu yang lebih lama sebelum pemakaian obat dihentikan. Penghentian obat secara tiba-tiba bisa menyebabkan reaksi yang mengerikan dan bisa berakibat fatal, seperti yang terjadi pada gejala putus alkohol (DTs, delirium tremens). Gejala putus obat yang serius lebih sering terjadi pada pemakaian barbiturat atau glutetimid. Selama proses penghentian obat, pecandu dirawat di rumah sakit karena kemungkinan terjadinya reaksi yang berat.

PENGOBATAN Dalam 12 -20 jam pertama, penderita bisa menjadi gugup, gelisah dan lemah. Tangan dan kakinya gemetar (tremor). Pada hari kedua, tremor menjadi lebih berat dan penderita menjadi semakin lemah. Selama hari kedua dan ketiga, sebagian besar penderita yang dulunya minum obat dengan dosis 8 kali atau lebih besar dari resep standar, akan mengalami kejang hebat dan bisa berakibat fatal pada kasus barbiturat dan glutetimid. Kadang kejang bisa timbul dalam 1-3 minggu setelah pemakaian obat dihentikan. Efek lainnya yang bisa terjadi selama gejala putus obat adalah dehidrasi, deliriium, sulit tidur, kebingungan dan halusinasi lihat dan dengar. Bahkan dengan pengobatan terbaikpun, selama 1 bulan atau lebih penderita belum akan merasa normal. Putus obat barbiturat biasanya lebih buruk dibandingan dengan putus obat benzodiazepin.

6. Solusi Yang Dtawarkan Kekurangan tidur dapat membuat badan anda lemas, pusing, dan tidak fokus di pagi harinya. Untuk membuat anda dapat tidur lebih nyenyak, tanpa meminum obat tidur, lebih baik anda memakan makanan berikut ini sebelum beranjak tidur sebagai penggantinya.

Kacang Almond Kacang segar, terutama almond, dianggap sebagai "makanan berkhasiat" untuk membantu anda tidur lebih nyenyak. Kandungan magnesium dalam kacang mencegah anda memiliki masalah tidur dan memicu relaksasi otot. Kandungan protein didalamnya juga membantu menstabilkan tingkat gula darah selama tidur. Disarankan untuk memakan almond setidaknya 2 - 3 jam sebelum tidur.

Sereal Penelitian baru - baru ini menunjukan bahwa sereal rendah gula dapat juga membantu anda tidur lebih nyenyak.Salah satunya sereal dengan topping yoghurt. Kombinasi keduanya dapat membantu mengaktifkan serotonin di otak yang bertanggungjawab untuk menstabilkan mood dan menciptakan kualitas tidur yang lebih baik. Ketika tingkat dari serotonin di tubuh sangat tinggi, maka anda akan merasa ngantuk.

Telur Rebus Jika anda bangun dan merasa lapar, anda mungkin memakan makanan tertentu. Pilihan terbaiknya adalah telur rebus. Tingginya kandungan protein dalam telur membantu memperbaiki kualitas tidur dan menjaga kesehatan tubuh, sehingga hal itu memberikan anda perlindungan yang lengkap. Meski begitu, jika anda memiliki masalah kolesterol tinggi, disarankan untuk mengkonsumsi putih telurnya saja.

Madu.

Tambahkan madu ke dalam teh sembari menikmati roti kesukaan anda. Madu dapat memperbaiki kualitas tidur. Kealamian untuk menstimulasi tidur dalam madu bisa menjadi solusi.

Popcorn tanpa gula dan mentega Popcorn mengandung cukup karbohidrat untuk membantu memastikan asupan yang memadai dari trytophan (asam amino) untuk otak. Asam amino ini digunakan untuk menghasilkan serotonin, yang menstimulasi anda untuk tidur. Sehingga, tak ada masalah bila memakan popcorn sebelum tidur, selama tak ada tambahan mentega atau gula.

PERTANYAAN
1. Senyawa yang tergolong benzodiazepin terbaik yang merupakan senyawa fluor adalah:

a. Flurazepam b. Flunitrazepam c. Nitrazepam d. Zolpidem Tartrat e. Estazolam. 2. Senyawa yang disamping mempunyai khasiat hipnotik sedatifnya, juga berfungsi sebagai obat epilepsi adalah: a. b. c. Flunitrazepam Flurazepam Nitrazepam

d. e.

Midazolam Estazolam

3. Obat yang mengandung senyawa apakah yang digunakan dokter untuk menghilangkan

kecemasan sebelum pasien melakukan operasi: a. b. c. d. e. Estazolam Midazolam Nitrazepam Zolpidem Tartrat Flurazepam

4. Stadium tidur, dimana terjadi mimpi, disebut... a. Tidur Tenang b. Tidur REM c. Tidur N-REM d. REM Rbound e. Tidur Ortodoks
5. Suatu obat tidur yang bersifat toksik dimana menyebabkan kelahiran bayi cacad terutama

pada

tangan dan kakinya adalah....

a. Barbitural b. Talidomida c. klorahidrat d. Triazolam e. Nitrazepam

BAB III PENUTUP

1.

Kesimpulan
a.

Insomnia dapat diakibatkan oleh banyak gangguan fisik(misalnya batuk, rasa nyeri, atau sesak nafas), gangguan jiwa, seperti emosi, ketegangan, kecemasan atau depresi.

b. Obat hipnotika dan sedatif yang umum dan paling aman digunakan merupakan turunan

Benzodiazepin.
c.

Kebanyakan obat tidur bersifat lipofil, mudag melarut dan berkumulasi di jaringan lemak.

2.

Saran Sebaiknya apabila mengkonsumsi obat Hipnotika harus sesuai dengan petunjuk dokter, agar dapat menghindari efeksamping yang fatal dari penggunaan obat tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2011. Bahan Kimia dalam Kehidupan. http://www.infokedokteran.com/info/sedativa-dan-hipnotika-pdf.html# http://www.infokedokteran.com/info/sedativa-dan-hipnotika-pdf.html# http://medicafarma.blogspot.com/2008/12/interaksi-obat-insomnia.html http://nikensekarsari.com/obat-tidur-alami-untuk-sulit-tidur-insomnia/ http://www.aryanto35.com/obat/tag/manfaat-dan-efek-samping-mengkonsumsi-obat-tidur http://www.antaranews.com/berita/274498/makanan-pengganti-obat-tidur http://id.wikipedia.org/wiki/Obat_tidur Dra. V. Nuraini Widjajanti, Apt. 2011. Obat-obatan.