Anda di halaman 1dari 4

Istilah analisis variansi adalah berarti suatu teknik umtuk menganalisis atau menguraikan seluruh (total) variasi atas

bagian-bagiannya yang bermakna. ANOVA merupakan lanjutan dari uji-t independen dimana kita memiliki dua kelompok percobaan atau lebih. ANOVA biasa digunakan untuk membandingkan mean dari dua kelompok sampel independen (bebas). Tujuan dari analisis variansi adalah untuk menguji rataan populasi. Asumsi yang digunakan adalah subjek diambil secara acak menjadi satu kelompok n. Distribusi mean berdasarkan kelompok normal dengan keragaman yang sama. Ukuran sampel antara masing-masing kelompok sampel tidak harus sama, tetapi perbedaan ukuran kelompok sampel yang besar dapat mempengaruhi hasil uji perbandingan keragaman. Hipotesis yang digunakan adalah: H0: 1 = 2 = k (mean dari semua kelompok sama) Ha: i <> j (terdapat mean dari dua atau lebih kelompok tidak sama)

Pengujian Hipotesis Statistik uji Fhitung = KTP/KTG mengikuti sebaran F dengan derajat bebas pembilang terbesar t-1 dan derajat bebas penyebut sebesar t(r-1). Dengan demikian jika nilai Fhitung > F.db1,db2, maka hipotesis nol ditolak dan berlaku sebaliknya. Penolakan hipotesis nol berimplikasi bahwa perlakuan yang diberikan terhadap unit-unit percobaan memberikan pengaruh yang nyata terhadap respon percobaan yang diamati. Penduga dari ragam galat dapat dihitung sebagai berikut :

Tabel analisis variansi (ANAVA) dapat disajikan sebagai berikut :

Rumus untuk menghitung jumlah kuadrat untuk percobaan dengan ulangan setiap perlakuan sama dapat dirumuskan sebagai berikut:

Contoh Penelitian dilakukan dengan menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu pemberian blotong kering dengan 5 taraf perlakuan yaitu B0, B1, B2, B3, B4 dan 3 kali ulangan. Adapun rancangan penelitian sebagai berikut: jumlah badan buah jamur (buah) perlakuan 1 B0 B1 B2 B3 B4 Total Keterangan : B0 B1 B2 B3 B4 : Media tanam 1 kg tanpa blotong kering (kontrol) : Media tanam 1 kg dengan pemberian blotong kering 0.01 kg : Media tanam 1 kg dengan pemberian blotong kering 0.02 kg : Media tanam 1 kg dengan pemberian blotong kering 0.03 kg : Media tanam 1 kg dengan pemberian blotong kering 0.04 kg 6 7 8 10 12 43 2 6 5 9 9 10 39 3 5 8 8 10 9 40 17 20 25 29 31 122 jumlah

Bentuk umum model liner aditif

yij i ij
di mana :
yij = jumlah badan buah jamur

= Rataan umum
i = Pengaruh pemberian blotong kering ke-i
ij = Error (pengaruh acak) pada perlakuan ke-i dan dan ulangan ke-j

Hipotesis yang diuji H0 :

Tidak ada pengaruh pemberian blotong kering pada media serbuk kayu terhadap produktivitas pertumbuhan jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). H1 : Ada untuk i = 1,2,...,5

Paling sedikit ada satu pemberian blotong kering pada media serbuk kayu yang mempengaruhi produktivitas pertumbuhan jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus).

Langkah Perhitungan Manual Menghitung derajat bebas (db) db perlakuan = jumlah perlakuan 1 = 5-1 = 4 db galat = jumlah data - jumlah perlakuan = 15 5= 10

Menghitung jumlah kuadrat (JK) t = jumlah perlakuan, r = jumlah ulangan

Menghitung kuadrat tengah (KT)

Mencari F hitung

Tabel analisis variansi (* = sangat signifikan pada taraf signifikansi ) derajat bebas 4 10 14 jumlah kuadrat 46,40 11,33 57,73 kuadrat tengah 11,60 1,13 Ftabel F hitung 5% 10,27 3,478 1% 5,994*

sumbar keragaman perlakuan galat total

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa hasil F-hitung yang diperoleh dengan menggunakan software minitab hampir mendekati sama dengan nilai yang diperoleh dengan perhitungan secara manual, yaitu F-hitung dengan menggunakan minitab sebesar 10.24, sedangkan yang dihitung secara manual yaitu sebesar 10.27.

Karena F hitung = 10,27 > f tabel = 3,478, maka H0 ditolak. Artinya Paling sedikit ada satu pemberian blotong kering pada media serbuk kayu yang mempengaruhi produktivitas pertumbuhan jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus).