Anda di halaman 1dari 10

RTRW Kabupaten Bogor 2005 - 2025

BAB

I Pendahuluan

1.1. Latar Belakang


Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, mengisyaratkan bahwa penyusunan rencana tata ruang dilakukan harus mencakup ruang darat, ruang laut, dan ruang udara, termasuk ruang di dalam bumi, yang disusun secara berjenjang mulai dari Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN), Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) dan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten serta Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRW Kabupaten serta RTRW Kota), yang pada akhirnya, rencana tata ruang tersebut ditetapkan dengan peraturan daerahnya masing-masing. Kegiatan penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bogor pada tahun 2007 merupakan landasan bagi fasilitasi penyusunan Raperda RTRW Kabupaten Bogor. Penyusunan RTRW tersebut ditujukan agar kegiatan pembangunan di Kabupaten Bogor memiliki dasar dan panduan yang menetapkan peluang serta batasan bagi kegiatan pembangunan. Hal ini terkait dengan adanya isu dan permasalahan utama Kabupaten Bogor yang meliputi :

1.

Masih terbatasnya akses infrastruktur dalam menunjang pengembangan kawasan perdesaan sebagai kawasan pengembangan ekonomi (rural development), termasuk kurangnya akses transportasi sebagai sarana penghubung antar sentra kegiatan; Rendahnya perhatian terhadap keberadaan kawasan strategis perbatasan yang seharusnya menjadi fokus perhatian (rencana tata ruang yang tidak adaptif untuk merespons perkembangan kabupaten/kota tetangga) baik segi sosial, ekonomi dan ekologi. Lemahnya keterkaitan fungsional khususnya kota-kota prioritas dengan hinterland-nya karena kurangnya dukungan infrastruktur (transportasi, jalan, listrik dan telekomunikasi serta prasarana pengairan) Berkembangnya sektor modern diperkotaan, telah pula mempengaruhi terhadap terjadinya perubahan struktur sosial ekonomi masyarakat yang berakhir pada berubahnya struktur ruang yang ada.

2.

3. 4.

Pemerintah Kabupaten Bogor Subid Tata Ruang & Lingkungan Hidup - BAPPEDA

Halaman I -1

RTRW Kabupaten Bogor 2005 - 2025

Dalam upaya menghadapi tantangan era globalisasi di masa depan, diharapkan Kabupaten Bogor mampu memanfaatkan peluang melalui penerapan prinsip kemandirian lokal. Prinsip ini diyakini akan mampu menggali potensi dan warna lokal secara optimal dan kemudian dapat memanfaatkannya sebagai identitas Kabupaten Bogor agar dapat bersaing dalam kegiatan pembangunan di bidang sosial ekonomi dan budaya. Secara umum dapat diartikan bahwa dengan memanfaatkan potensi lokal, diharapkan akan dapat berkembang lebih cepat. Pengembangan wilayah merupakan suatu upaya untuk mendorong perkembangan wilayah secara mendasar, guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan lingkungan hidup yang berkesinambungan. RTRW Kabupaten Bogor diharapkan akan mewujudkan keterpaduan antara daya dukung lingkungan yang berkelanjutan dalam pengelolaan kawasan dengan pengembangan perekonomian wilayah yang produktif, efektif, dan efisien berdasarkan karakteristik wilayah, yang pada akhirnya tercipta kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan dan pembangunan yang berkelanjutan. Namun di dalam pelaksanaannya, RTRW Kabupaten Bogor kurang dipedomani dalam pelaksanaan pembangunan, pemanfaatan ruang maupun pengendalian pemanfaatan ruangnya. Hal ini seringkali menimbulkan permasalahan lingkungan, seperti pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana sehingga menimbulkan dampak masalah transportasi, bencana banjir, slum area/squatter, degradasi lingkungan, ketidakteraturan pemanfaatan ruang. Permasalahan tersebut tidak hanya terjadi pada wilayah yang bersangkutan, namun terjadi dalam lingkup antar wilayah perbatasan yaitu tidak sesuainya pemanfaatan ruang antar wilayah-wilayah perbatasan tersebut. Oleh karena itu, RTRW yang telah disusun harus memiliki kekuatan hukum. Pemerintah daerah yang memiliki kewenangan menyusun Perda RTRW harus dapat menyusun Materi Raperda dengan lengkap dan jelas serta mencakup aspek-aspek yang perlu diatur terutama yang dikhawatirkan akan menimbulkan konflik dalam pemanfaatan ruang. Sebagai satu rangkaian kegiatan dalam Rencana Tata Ruang Kabupaten Bogor, pada tahun 2005 telah disusun Revisi Rencana Tata Ruang Kabupaten Bogor. Sebagai tindak lanjut, maka pada tahun anggaran 2007, dilakukan penyempurnaan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bogor, indikasi program, serta sistem kelembagaan operasionalisasi penataan ruang Kabupaten Bogor sebagai materi teknis Raperda serta tersosialisasikannya dan disepakatinya materi teknis Raperda Kabupaten Bogor. Materi Teknis Raperda RTRW Kabupaten Bogor nantinya menjadi lampiran dari Perda tentang RTRW Kabupaten Bogor. Materi teknis Raperda yang dihasilkan tersebut merupakan wadah integrasi dari kebijakan dan peraturan yang sudah ada, yang diharapkan dapat menjadi alat pengendali atau acuan yang memiliki kekuatan hukum bagi Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat serta masyarakat luas untuk terselenggaranya pembangunan wilayah di Kabupaten Bogor yang terkoordinasi serta pemanfaatan ruang yang selaras dengan rencana tata ruangnya.

Pemerintah Kabupaten Bogor Subid Tata Ruang & Lingkungan Hidup - BAPPEDA

Halaman I -2

RTRW Kabupaten Bogor 2005 - 2025

1.2. Azas dan Tujuan Penataan Ruang Wilayah Kabupaten Bogor


Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bogor disusun berasaskan : a. keterpaduan; b. keserasian, keselarasan dan keseimbangan; c. keberlanjutan; d. keberdayagunaan dan keberhasilgunaan; e. keterbukaan; f. kebersamaan dan kemitraan; g. perlindungan kepentingan umum; h. kepastian hukum dan keadilan; dan i. akuntabilitas.

Tujuan penataan ruang Kabupaten Bogor, antara lain bertujuan untuk mewujudkan : a. ruang wilayah daerah yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan; b. keharmonisan antara lingkungan alam dan lingkungan buatan; c. keterpaduan perencanaan tata ruang wilayah nasional, provinsi, dan kabupaten/kota; d. keterpaduan pemanfaatan ruang darat, ruang udara dan ruang di dalam bumi dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia; e. keterpaduan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah nasional, provinsi, dan kabupaten/kota dalam rangka perlindungan fungsi ruang dan pencegahan dampak negatif terhadap lingkungan akibat pemanfaatan ruang; f. pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat; g. keseimbangan dan keserasian perkembangan antarwilayah; h. keseimbangan dan keserasian kegiatan antar sektor.

Pemerintah Kabupaten Bogor Subid Tata Ruang & Lingkungan Hidup - BAPPEDA

Halaman I -3

RTRW Kabupaten Bogor 2005 - 2025

1.3. Ruang Lingkup


1.3.1 Ruang Lingkup Materi
RTRW Kabupaten Bogor ini mencakup strategi, pola struktur ruang wilayah kabupaten meliputi ruang daratan, ruang lautan, dan ruang udara menurut peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Materi yang tercakup tersebut meliputi : 1. Tujuan pemanfatan ruang wilayah untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan terciptanya lingkungan yang aman, nyaman dan berkelanjutan yang diwujudkan melalui strategi pemanfaatan ruang wilayah. 2. Struktur dan pola ruang wilayah; 3. Sistem kelembagaan operasionalisasi penataan ruang; 4. Pedoman pengendalian pemanfaatan ruang wilayah.

1.3.2 Ruang Lingkup Wilayah


Wilayah kajian adalah seluruh wilayah Kabupaten Bogor di Provinsi Jawa Barat. Wilayah kajian ini dapat dilihat pada Peta 1.1.

Gambar 1.1 Peta Wilayah Kajian

Pemerintah Kabupaten Bogor Subid Tata Ruang & Lingkungan Hidup - BAPPEDA

Halaman I -4

RTRW Kabupaten Bogor 2005 - 2025

1.3.3 Ruang Lingkup Waktu


Jangka waktu RTRW Kabupaten Bogor adalah 20 tahun.

1.4. Landasan Hukum


1. 2. 3.
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang Pemerintahan Daerah Kabupaten dalam Lingkungan Jawa Barat (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 8); Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok Pokok Agraria (Lembaran Negara Tahun 1960 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2043); Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1961 tentang Pencabutan Hak-hak Atas Tanah dan Benda-benda yang ada diatasnya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1961 Nomor 288, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2324); Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1967 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Peternakan Dan Kesehatan Hewan (Lembaran Negara Tahun 1967 Nomor 10, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2824); Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1967 tentang Ketentuan Ketentuan Pokok Pertambangan (Lembaran Negara Tahun 1967 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2831); Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3209); Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian (Lembaran Negara Tahun 1984 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3274); Undang-Undang 9 Tahun 1985 tentang Perikanan (Lembaran negara Republik Indonesia Tahun 1990 Nomor 78); Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Dan Ekosistemnya (Lembaran Negara Tahun 1990 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3419); Lembaran Negara Nomor 3427);

4. 5. 6. 7. 8. 9.

10. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1990 tentang Kepariwisataan (Lembaran Negara Tahun 1990 Nomor 78, Tambahan 11. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 23,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 3469) ;

12. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 27, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 3470);
Pemerintah Kabupaten Bogor Subid Tata Ruang & Lingkungan Hidup - BAPPEDA
Halaman I -5

RTRW Kabupaten Bogor 2005 - 2025

13. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 46,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 3478);

14. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1992 tentang Perkeretaapian (Lembaran Nagara Tahun 1992 Nomor 47, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 3479);

15. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 49,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 3480);

16. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 53, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 3481);

17. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 68,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 3699);

18. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 129, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 3881);

19. Undang-Undang Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 167, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 3888);

20. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 3, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 4169);

21. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2002 tentang Ketenagalistrikan (Lembaran Negara Tahun 2002 Nomor 94, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 1226);

22. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 32, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 4377);

23. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Tahun
2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4389);

24. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. 25. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 118, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 4433);

26. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437);

27. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 132, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 4444);
Pemerintah Kabupaten Bogor Subid Tata Ruang & Lingkungan Hidup - BAPPEDA
Halaman I -6

RTRW Kabupaten Bogor 2005 - 2025

28. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 4725);

29. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 1982 tentang irigasi (Lembaran Negara Tahun 1982 Nomor 38, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 3226);

30. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1985 tentang perlindungan hutan (Lembaran Negara Tahun 1985 Nomor 39,
Tambahan Lembaran Negara 3294);

31. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1988 tentang Koordinasi Kegiatan Instansi Vertikal di Daerah (Lembaran Negara
Tahun 1988 Nomor 10, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3373);

32. Peraturan Pemerintah Nomor 69 tahun 1996 tentang Pelaksanaan Hal dan Kewajiban, serta Bentuk dan Tata cara Peranserta
masyarakat dalam Penataan Ruang (Lembaran Negara tahun 1996, Nomor 104);

33. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 1997 tentang RTRW Nasional (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 96, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 3721);

34. Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 1998 tentang Penertiban dan Pendayagunaan Tanah Terlantar (Lembaran Negara
Tahun 1998 Nomor 52, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3747);

35. Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 1998 tentang Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam (Lembaran
Negara Tahun 1998 Nomor 132, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3776);

36. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisa Dampak Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Tahun 1999
Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3838);

37. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2000 tentang Tingkat Ketelitian Peta Untuk Penataan Ruang Wilayah (Lembaran
Negara Tahun 2000 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara 3934);

38. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi Sebagai Daerah
Otonom (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara 3952);

39. Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2002 tentang Hutan Kota (Lembaran Negara Tahun 2002 Nomor 119); 40. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2004 tentang Penatagunaan Tanah. (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2004 Nomor 45, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4385);

41. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol (Tambahan Lembaran Negara Nomor 4489); 42. Keputusan Presiden Nomor 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung;

Pemerintah Kabupaten Bogor Subid Tata Ruang & Lingkungan Hidup - BAPPEDA

Halaman I -7

RTRW Kabupaten Bogor 2005 - 2025

43. Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan
Umum;

44. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 Tahun 1998 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang di Daerah; 45. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 1998 tentang Tata Cara Peran serta Masyarakat Dalam Proses Perencanaan
Tata Ruang di Daerah;

46. Peraturan Menteri Negara Agraria Nomor 2 Tahun 1999 tentang Izin Lokasi; 47. Keputusan Menteri Energi Sumber Daya Mineral Nomor 1456.K/20/MEM/2000 tentang Pedoman Pengelolaan Kawasan
Karst;

48. Keputusan Menteri Energi Sumber Daya Mineral Nomor 1457.K/20/MEM/2000 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan
Lingkungan di Bidang Pertambangan dan Energi;

49. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2001 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau kegiatan yang wajib di
lengkapi dengan analisis mengenai dampak lingkungan hidup;

50. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 174 Tahun 2004 tentang Pedoman Koordinasi Penataan Ruang Daerah; 51. Peraturan Daerah Provnsi Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2003 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi Jawa Barat
(Lembaran Daerah Propinsi Jawa Barat Tahun 2003 Nomor 2 Seri E);

52. Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 9 Tahun 1986 tentang Penunjukan dan Pengangkatan Penyidik Pegawai Negeri
Sipil yang Melakukan Penyidikan Terhadap Pelanggaran Peraturan Daerah yang Memuat Ketentuan Pidana;

53. Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 3 Tahun 2004 tentang Pembentukan Kecamatan (Lembaran Daerah Kabupaten
Bogor Tahun 2004 Nomor 127);

54. Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 2 Tahun 2004 tentang Recana Strategis (Renstra) Pemerintah Kabupaten Bogor
Tahun 2003 2008;

Pemerintah Kabupaten Bogor Subid Tata Ruang & Lingkungan Hidup - BAPPEDA

Halaman I -8

RTRW Kabupaten Bogor 2005 - 2025

1.5. Sistematika Pembahasan


Bab I Pendahuluan
Bab ini menguraikan latar belakang, landasan hukum, ruang lingkup wilayah, serta sistematika pembahasan.

Bab II

Potensi, Masalah dan Prospek Pengembangan Kabupaten Bogor


Bab ini menjelaskan beberapa potensi dan masalah yang terdapat di Kabupaten Bogor. Adapun sektor yang tercakup adalah struktur ruang wilayah, lingkungan, ekonomi wilayah, infrastruktur, sosial budaya, dan kelembagaan.

Bab III

Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kabupaten Bogor


Bab ini menjelaskan tentang kebijakan dan strategi pengembangan sesuai dengan potensi, masalah dan prospek wilayah Kabupaten Bogor.

Bab IV

Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bogor


Bab ini menjabarkan arahan struktur dan pola ruang wilayah internal dan terhadap rencana tata ruang yang lebih makro luasannya. Hal ini dijabarkan melalui struktur tata ruang wilayah dan pemanfaatan lahan kabupaten seluruhnya. Selain itu pada bab ini pula dijabarkan mengenai arahan pemanfaatan ruang kawasan lindung, budidaya serta arahan pengelolaan kawasan lindung dan budidaya, arahan pengembangan infrastruktur, serta arahan pengembangan kawasan prioritas.

Bab V

Pemanfaatan Ruang
Bab ini menjabarkan kegiatan pemanfaatan ruang yang meliputi program, kegiatan dan tahapan pelaksanaannya. Kegiatan pemanfaatan ruang ini mencakup pengembangan struktur tata ruang, pengembangan pola tata ruang, peningkatan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup.

Bab VI

Pengendalian Pemanfaatan Ruang


Bab ini menjabarkan upaya untuk mewujudkan tertib tata ruang seperti yang diamantkan Dalam pasal 35 UU No.26 tahun 2007 yang menyebutkan bahwa pengendalian pemanfaatan ruang dilakukan melalui penetapan peraturan zonasi, perizinan, pemberian insentif dan disinsentif, serta pengenaan sangsi.

Pemerintah Kabupaten Bogor Subid Tata Ruang & Lingkungan Hidup - BAPPEDA

Halaman I -9

RTRW Kabupaten Bogor 2005 - 2025

Bab V

Pengendalian Pemanfaatan Ruang


Bab ini menjabarkan tentang pengawasan terhadap pemanfaatan ruang yang diselenggarakan dalam bentuk pelaporan pemantauan dan evaluasi serta penertiban.

Bab VII Pengawasan Penataan Ruang


Pada bab ini dijelaskan Upaya pengendalian pemanfaatan ruang di Kabupaten Bogor yang merupakan upaya pengawasan dan penertiban terhadap kawasan-kawasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan lindung.

Bab VIII Hak, Kewajiban, dan Peranserta Masyarakat


Pada bab ini dijelaskan mengenai hak, kewajiban dan peranserta masyarakat dalam proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang.

Bab IX

Penutup

Pemerintah Kabupaten Bogor Subid Tata Ruang & Lingkungan Hidup - BAPPEDA

Halaman I -10