PELAYANAN KEDOKTERAN GIGI KELUARGA

ADALAH SUATU PELAYANAN KESEHATAN DASAR PERORANGAN PARIPURNA DALAM BIDANG KESEHATAN GIGI DAN MULUT YANG MEMUSATKAN LAYANANNYA KEPADA SETIAP INDIVIDU DALAM KELUARGA BINAAN

KEBIJAKAN PELAYANAN KEDOKTERAN GIGI KELUARGA
• LATAR BELAKANG: INDONESIA SEHAT
2010 (TERCIPTANYA MASYARAKAT YG HIDUP DAN BERPERILAKU DALAM LINGKUNGAN SEHAT DAN MAMPU MENJANGKAU PELAYANAN KESEHATAN YANG BERMUTU, ADIL, MERATA DAN OPTIMAL.

VISI:

KEMANDIRIAN KELUARGA DALAM UPAYA PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI-MULUT DAN TERCAPAINYA DERAJAT KESEHATAN SETINGGINYA , MELALUI PELAYANAN DOKTER GIGI KELUARGA SECARA EFISIEN, EFEKTIF, ADIL, MERATA DAN BERMUTU

MISI: 1.MENGGERAKKAN PEMBANGUNAN NASIONAL BERWAWASAN KESEHATAN 2.MENDORONG KEMANDIRIAN MASYARAKAT UNTUK HIDUP SEHAT 3.MEMELIHARA DAN MENINGKATKAN PELAYANAN KESEHATAN YANG BERMUTU MERATA, DAN TERJANGKAU 4.MEMELIHARA DAN MENINGKATKAN KESEHATAN INDIVIDU,KELUARGA DAN MASYARAKAT SERTA LINGKUNGANNYA

SASARAN: digunakan bagi pihak terkait:
1. DEPKES RI 2. Dinas Kesehatan Propinsi 3. Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten 4. Provider Pelayanan Kedeokteran Gigi Kelurga. 5. Profesi terkait (PDGI,PPGI) 6. Asuransi Kesehatan

Jumlah keluarga yang dibina 28% dari semua penduduk dengan ketentuan: A.Pada tahun 2010 1. 80 % anggota keluargabinaan mampu mandiri menjaga dan memelihara gigi-mulut. . 80 % anggota keluarga binaan dengan keluhan sakit gigi memperoleh pelayanan yang optimal termasuk rehabilitiasi. B.

C. 80 % anak usia di bawah 12 tahun memperoleh tindakan pencegahan/perlindungan/diagnosis dini dan terapi yang tepat 2. 80 % dokter gigi dan perawat gigi telah mempeoleh pelatihan/pendidikan kedokteran gigi keluarga sehingga sistem administrasi dan manajemen pelayanan dokter gigi keluarga memenuhi standar .

3. pengendalian dan evaluasi teknis fungsional atas penyelengaran pelayanan kedokteran gigi keluarga Tersedianya panduan untuk melaksanakan penyelenggaraan pelayanan kedokteran gigi keluaga di propinsi dan kota/kabupaten . biaya yang terkendali serta relevan dengan kebutuhan masyarakat di tingkat pelayanan kesehatan primer. Terselenggaranya pelayanan kedokteran gigi 2. Terselenggaranya pembinaan. keamanan. keluarga yang terstandarisasi dengan mutu.TUJUAN: 1.

Dilandasi kebutuhan seluruh anggota keluarga jadi • • • • pemeriksaan secara menyeluruh yang direkam ( rekam medik dental) dan disimpan dalam arsip keluarga. 5. Rencana terapi dan asuhan yang kom prehensip meliputi 5 tingkat pencegahan disusun secara rinci. . Tindakan dan asuhan pelayanan yang bersifat menyeluruh dgn memperhatikan kesehatan gigi-mulut 4.PRINSIP PELAYANAN • 1. Tindakan dan asuhan dilaksanakan secara profesional denan mengacu pada bukti klinik dan epedemiologi yang ada. Tindakan harus sesuai standar baku dan selalu diikuti oleh evaluasi untuk peningkatan mutu pelayanan. 3. termasuk rujukannya dan dikomunikasikan kepada keluarga binaan. 2.

.DOKTER GIGI KELURGA : Selaku pemberi layanan dituntut memenuhi prinsip pelayanan yg merupakan landasan berfikir dan bertindak secara profesional.

PENGGALANG PERAN SERTA MASY DALAM MENINGKATKAN KESH GIMUL . UJUNG TOMBAK DAN SISTEM PELAYANAN KESH NASIONAL DAN BERHADAPAN LANGSUNG DGN MASYARAKAT DAN SEBAGAI PENAPIS /PEMBERI RUJUKAN 3. SEBAGAI KOORDINATOR DALAM PEMELIHARAAN KEHS GIMUL PASIEN DAN KELUARGANYA SECARA HARMONIS 4.PERAN DAN FUNGSI DOKTER GIGI KELUARGA 1. PEMBERI PELAYAN DGN KOMITMEN TINGGI SERTA MENUNAIKAN TUGASNYA SECARA PROFESIONAL DAN ETIS 2. SEBAGAI MITRA YG BERETIKA DGN PASIEN DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN SECARA RASIONAL DAN MENGGUNAKAN TKG BERDASARKAN EVIDENCE BASED DENTISTRY 5.

faktor sosial dan emosional dgn penyakit yg dihadapi.KARAKTERISTIK DOKTER GIGI KELUARGA 1. 2. Mempunyai kemampuan dan keterampilan serta dapat merujuk secara handal disertai pengetahuan epidemiologi u/ menemukan pola panyakit gigi dan mulut pada masyarakat. 4. Mempunyai pengetahuan tentang hubungan timbal balik . Berorientasi pada preventif. Memanfaatkan pendekatan menyeluruh. . berorientasi pada pasien dan keluarganya 3.

3. 4. TUNTUTAN LAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT MEMUDAHAKAN PELAYANAN KESEHATAN BIAYA KESEHATAN LEBIH TERKENDALI MUTU PELAYANAN LEBIH BAIK BAGI PENYELENGGARA MERUPAKAN LAHAN PRAKTEK DAN PENGHASILAN .MANFAAT PELAYANAN KEDOKTERAN GIGI KELUARGA 1. TERPENUHINYA PELBAGAI KEBUTUHAN DAN 2. 5.

SSTEMIK. KOMPONEN PERILAKU KESEHATAN: KONSELING . PENYAKIT GIGI-MULUT. ORTODONTIA 4. FASE TUMBUH KEMBANG AWAL/JANIN: GIZI DAN PERMASALAHANNYA 2. FASE REMAJA: MASALAH KESEHATAN GIGI – MULUT TERKAIT HORMON. KEBIASAAN BURUK DAN MASALAH PEDODONTIA 3.LINGKUP GARAPAN PELEYANAN KESEHATAN GIGI KELUARGA 1. GIZI 5. BAPAK: MASALAH GIMUL. LANSIA: GERIATRI 7. 6. IBU DAN BUMIL: MASALAH GIGI-MULUT TERKAIT HORMON DAN SISTEMIK. FASE KANAK 2: GIZI. STRESS DAN MEROKOK.

2. PRAKTEK PERORANGAN ATAS INISIATIF DOKTER GIGI SESUAI DENGAN STANDAR PERIJINAN YANG TELAH DITETAPKAN SERTA MEMILIKI SERTIFIKAT YANG SESUAI DENGAN KOMPETENSI YANG DIHARAPKAN. PRAKTEK BERKELOMPOK DRG KELEURGA BESERTA TIMNYA MELAKASANAKAN PRAKTEK UNTUK PELAYANAN KELUARGA BINAANNYA SEBAGAI MITRA KERJA TERGABUNG DALAM SUATU SISTEM SEHINGGA STANDAR KLINIK DAN ASURANSI KESEHATAN YANG DIGUNAKAN SESUAI DENGAN KONSEP DOKTER GIGI KELUARGA .MODEL PELAYANAN KEDOKTERAN GIGI KELUARGA 1.

PENGENDALIAN DAN PENILAIAN PELAYANAN KEDOK GIGI KELUARGA YG MENGACU PADA KEBIJAKAN. MENGEMBANGKAN KEBIJAKAN DAN MANAJMEN PELAYANAN KEDOK GIGI KELUARGA 2. MENGEMBANGKAN SUMBER DAYA DOKTER GIGI 3.STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN PEMERATAAN PELAYANAN KDOK KELUARGA YG BERMUTU MAKA DISUSUSN STRATEGI: 1. STANDAR. PEDOMAN DAN INDIKATO NASIONAL . PEMBERDAYAAN PROFESI DAN MASY 4. MENGEMBANGKAN SISTEM PENGAWASAN.

DM.BAKTERIMIA. FARINGITIS OTITIS MEDIA.TOKSEMIA.ANALISIS SITUASI DAN KECENDERUNGAN PELAYANAN KEDOKTERAN GIGI KELUARGA FREKUENSI PENYAKIT GIGI DAN MULUT TIDAK HANYA MERUPAKAN MASALAH KESEHATAN MASYARAKAT TETAPI SEKALIGUS MENJADI MASALAH SOSIAL. PENYAKIT JANTUNG . BBLR. WALAUPUN MASALAH INI TIDAK MENYEBABKAN KEMATIAN SECARA LANGSUNG TETAPI DAPAT MENJADI FAKTOR RISIKO PENYAKIT LAIN (TONSILITIS.DLL .

PENYAKIT PERIODONTAL ± 70% 2. 3.Obat dan fasilitas .236 UNIT HANYA 5.1:21500 idealnya 1:2000 .427 UNIT YANG DAPAT MELAYANI PELAYAN KESEHATAN GIGI-MULUT.Pemberdayaan masyarakat .Manajemen kesehatan gigi .ASPEK YANG MEMPENGARUHI KINERJA PELAYANAN KESEHATAN GIGI KELUARGA • 1.26 . JANGKAUAN PELAYANAN KESEHATAN GIGI MULUT PKM 7. PEMBIAYAAN KESEHATAN 4. STATUS KESEHATAN GIGI DAN MULUT -INDEX DMFT : 5. SUMBER DAYA: .

STANDAR PERIZINAN KEDOKTERAN GIGI KELUARGA SUMBER DAYA MANUSIA (TENAGA) Standar 1 : Pelayanan kedokteran gigi keluarga dapat terlaksana secara efektif dan efisien bila didukung dengan tenaga yang mampu baik secara perorangan (solo practice) atau berkelompok (group practice). . keduanya harus bekerja daam satu tim yang meliputi dokter gigi keluarga. dan tenaga administrasi. perawat gigi.

Kriteria Dokter gigi yang mempunyai SIP (Surat Ijin Praktek) dan telah mendapat sertifikasi sebagai dokter gigi keluarga. Perawat gigi yang mampu melakukan asuhan kesehatan gigi dan mempunyai SIK (Surat Ijin Kerja) Tenaga administrasi yang terlatih di bidang administrasi yang dapat juga dirangkap oleh perawat gigi .

.Indikator : Adanya SIP (Surat Ijin Praktek) dan sertifikasi dokter gigi keluarga atas nama yang bersangkutan dan telah terdaftar di Depkes RI Adanya SIPG (Surat Ijin Perawat Gigi) dan SIK (Surat Ijin Kerja) atas nama perawat gigi yang terlibat dalam pelayanan dokter gigi keluarga.

Penjelasan : Dokter gigi yang telah memperoleh pelatihan dokter gigi dan memperoleh sertifikat dari yang berwenang Dokter gigi yang telah memperoleh materi pelajaran terkait dengan kedokteran gigi keluarga dari kurikulum formal Dokter gigi yang dinyatakan lulus dari ujian “PKGK” (Pelayanan kedokteran gigi keluarga). .

Kriteria : Memiliki uraian tugas dan fungsi yang jelas untuk masing-masing personil Indikator : Adanya dokumen uraian tugas dan fungsinya. .Standar 2 Agar tim dokter gigi keluarga dapat bekerja dengan baik. diperlukan manajemen sumber daya manusia.

mudah dijangkau. nyaman dan aman bagi pelaksana. serta dilengkapi dengan peralatan medis dan nonmedis yang memenuhi syarat. sehat. pengguna jasa. DAN PERALATAN Standar 3 Tempat praktek dokter gigi keluarga memiliki lingkungan yang bersih. . PRASARANA.SARANA.

PENDIDIKAN KESH GIGI INDIVIDU 2. BASIC LIFE SUPPORT/PERTOLONGAN PERTAMA PADA KEADAAN DARURAT LALU DIRUJUK 2. REPOSISI DISLOKASI RB 4. MEMBERI ADVOKASI UNTUK MENANGGULANGI KELAINAN SALIVAAN MASALAH NUTRISI . BASIC EMERGENCY CARE/PELAYANAN DARURAT: 1. PREVENTIVE CARE/PELAYANAN PENCEGAHAN 1. MENGHILANGKANKEBIASAAN JELEK 3. MENGURANGI RASA SAKITDAN ELEMINASI INFEKSI 3. REPLANTASI GIGI B. TINDAKAN PERLINDUNGAN KHUSUS 4. EARLY DETECTION AND PROMPT TERATMENT 5.RUANG LINGKUP KERJA DOKTER GIGI A.

MENGOBATI ULKUS REKUREN/APTOSA 7.SIMPLE CARE : 1. EKSTRAKSI GIGI 3. PERAWATAN ABSES 5. PULP CAPPING/PULPOTOMI 4. PENGELOLAAN HALITOSIS . PENANGANAN DRY SOCKET 6. 2.C. TUMPATAN.

BM. ORTODONSI DAN OM . PROSTODONSI.D.PERIODONSI. PELAYANAN MEDIK GIGI KHUSUS/MODERATE CARE: KONSERVASI.

DANA UNTUK UKP VIA JPK UKP UNTUK MASYARAKAT MISKIN DARI PEMERINTAK VIA JPK 3. DANA DARI MASY ( DANA SEHAT DAN DANA SOSIAL KEAGAMAAN DIGUNKAN UNTUK UKM DAN UKP .SISTEM PEMBIAYAAN TERCANTUM DALAM SKN : 1. 2.

Tempat praktik dokter gigi keluarga berada di lokasi yang memenuhi persyaratan dan mempunyai ruang layak untuk menjalankan pelayanan.Tempat praktik harus memiliki papan nama yang ditempatkan di depan tempat praktik. Tiap ruangan memiliki fasilitas dan kondisi yang memungkinkan dilaksanakannya pelayanan yang bermutu.Kriteria : 1. yang tidak boleh dibuat dengan hiasan yang menyerupai sebuah iklan atau papan promosi. . 4.Dokter gigi keluarga dan mitra kerjanya harus mengikuti pencegahan infeksi dan pencemaran lingkungan. 2.Tidak diperkenankan merokok di ruang pemeriksaan dan ruang tunggu. 3. 5.

Minimal ada 1 (satu) ruang praktek. mudah dibersihkan.Indikator • Adanya surat ijin tempat usaha Pemerintah • • • • • • • Kesehatan Kabupaten/Kota setempat. yang bersih dan tidak berbau Luas ruang praktek minimal 2 x 3 Tiap ruangan memiliki cukup penerangan. cukup ventilasi Lantai ruangan tidak licin dari bahan yang kuat dan kedap air. . Harus mempunyai alat pemadam kebakaran Mempunyai fasilitas air bersih Mempunyai fasilitas cuci tangan dan prosedur cuci tangan. 1 (satu) ruang tunggu dan 1 (satu) WC / Toilet.

• Higiene Klinik – Higiene perorangan petugas klinik – Higiene lingkungan (Mempunyai prosedur pembuangan limbah yang tidak merugikan sekitar) – Sterilisasi peralatan/ruang sterilisasi – Penyimpanan alat – Mempunyai tempat sampah untuk bahanbahan yang terkontaminasi .

yaitu : – Ukuran minimal 40 x 60 cm. • Tidak diperkenankan merokok di ruang pemerikasaan dan ruang tunggu (terdapat tanda “dilarang merokok” di semua tempat/ruangan di tempat PRAKTIK) • Papan nama praktek dengan ciri seperti ketentuan umum untuk praktik dokter gigi keluarga. • Peralatan .• SOP menggunakan alat suntik secara legalitas.

MANAJEMEN PRAKTEK DOKTER GIGI KELUARGA Manajemen Pelayanan Medik: Setiap praktek dokter gigi keluarga harus memiliki dan memahami sistem dan prosedur pelayanan yang mengacu pada semua standar pelayanan yang terkait dengan pelayanan dokter gigi keluarga .

. Memahami prosedur penggunaan obat dan sarana diagnostik yangbrasional. Memiliki prosedur yang mengatur proses rujukan.• Kriteria: 1. 2. Memiliki prosedur perencanaan pelaksanaan promotif dan preventif yang bersifat proaktif bagi peserta/pengguna jasa 3. 7. Memiliki jejaring kerjaasama dengan sarana pelayanan kesehatan rujukan. Memiliki prosedur untuk meniliai profil kesehatan gigi dan mulut. informasi lain yang berkaitan dengan pelayanan dan tindakan medis. 5. 4. Memiliki rekam medik yang sesuai dengan prinsip pelayanan dokter gigi keluarga. 6. Memahami standar pelayanan medis kedokteran gigi. meminta persetjuan tindajakan medis.

– Adanya dokumen kerja sama dengan sarana pelayanan rujukan yang ditunjuk.• Inidikator – Adanya dokumen SOP penilaian profil kesehatan pesderta/pengguna jasa/ keluarga binaan. • . – Adanya dokumen SOP pelaksanaan upaya promotif dan preventif yang bersifat proaktif termasuk media edukasi kesehatan. – Adanya dokumen/buku standar pelayanan medis kedokteran gigi. – Adanya formulir rekam medik gigi.

Membuat kompilasi data individu menjadi data kelompok untuk dijadikan informasi Epidemiologis dilakaukan analisis permasalahan dan pemecahan masalahnya. etnis.Hitung jumlah dan informasi persentase data yang diperoleh dari hasil pemeriksaan.Kelompok umur. Informasi epidemiologis menurut kelompok tentang: . . c.Penjelasan: 1. Adanya dokumen SOP penliaian profil kesdehatan peserta/[engguna jasa/keluarga binaan: a. okasi. Membuat tabulasi berdasarkan dari data individu yang tercetat dalam kartu status berdasarkan: . b.

Dentofacial anomali: besarnya dan penyebabnya. Alat peraga: model Sikat gigi: pasta gigi. – Pembekalan program keluarga binaan Persyaratan sarana program. CPITN berdasarkan: besarnya. flour Poster: leaflet. brosur.• DMFT. .penyebebnya dan • • program antisipasinya. booklet . – Adanya dokumen SOP pelaksanaan upaya promotif dan preventif yang bersifat proaktof termasuk madia edukasi kesehatan – Pencatatan kegiatan sarana program keluarga binaan.

2. memiliki dan memahami dokumen tentang hak dan kewajiban pasien sesuai dengan peraturan. bermutu dan terjangkau. Memilki dokumen manajeman keuangan. 3. 5.• 3. 4. jenis pelayanan yang jelas. Manajemen Pelayanan Non Medis Diperlukan beberapa acuan dalam meneyelenggarakan pelayanan dokter gigi keluarga yang efektif. Kriteria: 1. Memiliki pedoman penyelenggaraan. • . memiliki informasi tentang jadwal pelayanan. Pedoman tarif layanan dan analisa biaya. efisien.

• Adanya dokumen peraturan tentang hak dan kewajiban pasien. • Adanya pedoman pola tarif pelayanan dan analisa biaya. • Adanya formulir neraca keuangan..• Indikator: • Adanya pedoman penyelenggaraan. jenis pelayanan yang jelas. • Adanya informasi tentang jadwal pelayanan. .

SEKIAN DAN TRIMS SELAMAT UJIAN SEMOGA LULUS .

• b. Instrumentarium 1. 1. Dental Unit • 3. 2. Kompressor /tabung oksigen. Dental Chair . Alat-alat Besar.STANDAR PERALATAN PRAKTIK DOKTER GIGI KELUARGA Peralatan Statis Kedokteran Gigi a. Alat diagnostik • .

Instrumen plastis berujung dua 3 buah . Tangkai kaca mulut 6 buah c. Pinset dental 6 buah d. Excavator berujung dua 6 buah Alat Konservasi a.b. Sonde lengkung 6 buah e.

Buerniser kecil 3 buah f. Pengaduk semen berujung 2 i. Penumpat amalgam besar berujung 2 3 buah g. Glass Slab/plat 2 buah 3 buah . Plastik 3 buah h. Pistol amalgam 1 buah j.c. Burniser besar 3 buah e. Penumpat semen berujung dua (kecil) 3 buah d.

Scaler tipe Chaisel 2 buah e. Scaler tipe kuret 2 buah b. Scaler tipe Hoe 2 buah c. Needle Holder 1 Buah . Mortar and pestie untuk amalgam/amalgamator 1 buah Alat pembersih karang gigi a. Scaler tipe Wing Shape 2 buah f. Scaler tipe Sikle 2 buah d.l. Matriks band 1 buah m.

1 set tang anak-anak c. Crayer mesil 1 buah i. Crayer distal 1 buah j. Bein bengkok mesial 1 buah f. Bein lurus besar 1 buah d. Bein bengkok distal 1 buah g. 1 set tang dewasa 1 set b. Bein lurus kecil 1 buah e. Bein Bengkok Mesial 1 buah k.• Alat Pencabutan gigi a. Crayer Mesial 1 buah m. Crayer Distal 1 buah . Bein Bengkok Distal 1 buah l.

• Peralatan Beda mulut Sederrhana • Instrumentarium • Scalpel blades 1 Buah • Scalpel handle 1 Buah • Gunting 1 Buah • Jarum bedah half moon pangkal terbuka dan benang 1 Buah • Knabel tang 1 Buah • Alveolectomy/Bone files 1 Buah • Arteri clamp 1 Buah • Mangkuk ginjal 1 Buah .

• Needle Holder 1 Buah Lip Retractor 1 Buah • Peralatan Tambahan • Sphymomanometer (Tensimeter) 1 buah • Stetoscope 1 buah • Peralatan Kedokteran Gigi lengkap • Periodental Probe 1 buah • Tempat kapas dengan pegas 1 buah • Gunting lurus 1 buah • Lampu Spiritus 1 buah • Langenbeck Finger Protector 1 buah .

• Korentang 1 buah • Mangkuk Ginjal1 buah • Dappen glass 1 buah • Contra Angle Handpiece 2 set • Contra Angle mikro 1 buah • Bite Fork 1 buah • Rubben Bowl and Spatula 1 buah • Shade Guide-akrilik 1 buah 1 set • Sendok cetak • Mangkuk Ginjal 1 buah Dappen glass 1 buah .

• Diamond Bur Contra Angle Handpiece (assoretd) 2 set • Contra Angle 1 buah • Bite Fork 1 buah • Rubben Bowl and Spatula 1 buah 1 buah • Shade Guide-akrilik • Sendok cetak • Untuk gigi tiruan penuh rahang atas 1 buah .

• Untuk gigi tiruan penuh RA/RB 1 buah • Untuk gigi tiruan sebagian RA/RB 1 buah • Untuk anak RA/RB ukuran 1.2.3 1 buah • Untuk rahang atas dan bawah bergigi ukuran A.C.B.D 1 set • Pliers (Tang Klamer) • Universal 1 buah • Tang potong kawat klammer 1 buah .

• BAHAN DAN OBAT HABIS PAKAI KEDOKTERAN GIGI • Bahan dan Obat habis pakai : • Spreader 1 buah • Plugger 1 buah • File Needle Assorted 1 buah • Diamond Bur Contra Angle 1 buah • Bahan tumpatan sementara (pasta/powder+liquid 1 buah • Bahan tumpatan tetap (amalgam/glass .

1 set • ionomer/composite • Paper point assorted 1 set • Guttap point assorted 1 set • Kapas (cotton roll. cotton pellet) 1 set • Celluloid Strip 1 buah • Articulating paper 1 buah • Benang retraksi 1 buah • Haemostatic pellet 1 buah • Bahan cetak 1 bungkus .

10 ml • CHKM serbuk dan cairan 1 set 30 mg • Formokresol cairan 1 btl . 10 ml • Pasta Devitalisasi Saluran Akar pasta dalam botol .• Stone gips 1 bungkus • Anestetikum local (cair/spray) • Etil klorida semprot. 1 btl 100 ml • Lidokain HCL inj infiltr 1%. ktk 100 ampul @ 2 ml • Eugenol cairan 1 btl. 10 ml • Semen fosfat cairan 1 BTL.

1 kotak.• Pasta pengisi saluran akar • Ca (OH)2 pasta. 2 tube 1 botol • NaOCI 1 botol • Pelarut Kalkulus 1 botol • Alkohol 70 % 1 botol • Yodium Providon • Alat Pelindung diri : • Masker • Sarung tangan .

leaflet. model rahang + sikat gigi 1 buah • Sikat gigi. brosur. disclosing solution 1 set • Poster. booklet 1 set • Tulisan ilmiah. fluor.• Snal jas • Finger pritector • Alat dan bahan untuk DHE • Alat peraga. populer di majalah . pasta gigi.

• PERLENGKAPAN RUANG PRAKTIK • Lemari Obat / alat 1 buah • Meja tulis dan kursi 1 buah • Meja peralatan 1 buah • Desinfektan secukupnya • Sterilisator 1 buah • Handuk steril 2 lembar • Lap pengering • Bak sampah tertutup 2 buah • Kursi tunggu secukupnya .

• • • • • • • • PERALATAN ADMINISTRASI PRAKTIK Kartu Pasien (status) secukupnya Buku resep Buku register medik secukupnya Stempel Nama dan alamat SIP Dokter gigi Buku standar pelayanan medis kedokteran gigi indonesia Buku standar praktik swasta dokter gigiyang disusun oleh PDGI dan telah ditetapkan pemberlakuannya oleh MENKES RI .

29 tahun 2004 • Pedoman Penyelenggaraan Praktek Dokter Gigi Keluarga • SOP (Standar Prosedur Operasional) .• Buku kode etik Kedokteran gigi Indonesia • Undang-undang Praktik Kedokteran No.

TERIMA KASIH DAN SEMOGA SUKSES .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful