Anda di halaman 1dari 8

Aplikasi Teori Orem (Self Care) dalam Keperawatan

Posted on 2 April, 2008. Filed under: Kep. Komunitas | Menurut Orem asuhan keperawatan dilakukan dengan keyakinan bahwa setiap orang mempelajari kemampuan untuk merawat diri sendiri sehingga membantu individu memenuhi kebutuhan hidup, memelihara kesehatan dan kesejahteraan. Teori ini dikenal dengan teori self care (perawatan diri). Orang dewasa dapat merawat diri mereka sendiri, sedangkan bayi, lansia dan orang sakit membutuhkan bantuan untuk memenuhi aktivitas self care mereka. Orem mengklasifikasikan dalam 3 kebutuhan, yaitu: 1. Universal self care requisites (kebutuhan perawatan diri universal): kebutuhan yang umumnya dibutuhkan oleh manusia selama siklus kehidupannya seperti kebutuhan fisiologis dan psikososial termasuk kebutuhan udara, air, makanan, eliminasi, aktivitas, istirahat, sosial, dan pencegahan bahaya. Hal tersebut dibutuhkan manusia untuk perkembangan dan pertumbuhan, penyesuaian terhadap lingkungan, dan lainnya yang berguna bagi kelangsungan hidupnya. 2. Development self care requisites (kebutuhan perawatan diri pengembangan): kebutuhan yang berhubungan dengan pertumbuhan manusia dan proses perkembangannya, kondisi, peristiwa yang terjadi selama variasi tahap dalam siklus kehidupan (misal, bayi prematur dan kehamilan) dan kejadian yang dapat berpengaruh buruk terhadap perkembangan. Hal ini berguna untuk meningkatkan proses perkembangan sepanjang siklus hidup. 3. Health deviation self care requisites (kebutuhan perawatan diri penyimpangan kesehatan): kebutuhan yang berhubungan dengan genetik atau keturunan,kerusakan struktur manusia, kerusakan atau penyimpanngan cara, struktur norma, penyimpangan fungsi atau peran dengan pengaruhnya, diagnosa medis dan penatalaksanaan terukur beserta pengaruhnya, dan integritas yang dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk melakukan self care.

Tiga jenis kebutuhan tersebut didasarkan oleh beberapa asumsi, yaitu: 1. Human being (Kehidupan manusia): oleh alam, memiliki kebutuhan umum akan pemenuhan beberapa zat (udara, air, dan makanan) dan untuk mengelola kondisi

kehidupan yang menyokong proses hidup, pembentukan dan pemeliharaan integritas structural, serta pemeliharaan dan peningkatan integritas fungsional. 2. Perkembangan manusia: dari kehidupan di dalam rahim hingga pematangan ke dewasaan memerlukan pembentukan dan pemeliharaan kondisi yang meningkatkan proses pertumbuhan dan perkembangan di setiap periode dalam daur hidup. 3. Kerusakan genetik maupun perkembangan dan penyimpangan dari struktur normal dan integritas fungsional serta kesehatan menimbulkan beberapa persyaratan/permintaan untuk pencegahan, tindakan pengaturan untuk mengontrol perluasan dan mengurangi dampaknya. Asuhan keperawatan mandiri dilakukan dengan memperhatikan tingkat ketergantuangan atau kebutuhan klien dan kemampuan klien. Oleh karena itu ada 3 tingkatan dalam asuhan keperawatan mandiri, yaitu: 1. Perawat memberi keperawatan total ketika pertama kali asuhan keperawatan dilakukan karena tingkat ketergantungan klien yang tinggi (sistem pengganti keseluruhan). 2. Perawat dan pasien saling berkolaborasi dalam tindakan keperawatan (sistem pengganti sebagian). 3. Pasien merawat diri sendiri dengan bimbingan perawat (sistem dukungan/pendidikan).

APLIKASI TEORI OREM Klien dewasa dengan Diabetes Melitus menurut teori self-care Orem dipandang sebagai individu yang memiliki kemampuan untuk merawat dirinya sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidup, memelihara kesehatan dan mencapai kesejahteraan. Klien dewasa dengan Diabetes Mellitus dapat mencapai sejahtera / kesehatan yang optimal dengan mengetahui perawatan yang tepat sesuai dengan kondisi dirinya sendiri. Oleh karena itu, perawat menurut teori self-care berperan sebagai pendukung/pendidik bagi klien dewasa dengan Diabetes Mellitus terkontrol untuk tetap mempertahankan kemampuan optimalnya dalam mencapai sejahtera. Kondisi klien yang dapat mempengaruhi self-care dapat berasal dari faktor internal dan eksternal, factor internal meliputi usia, tinggi badan, berat badan, budaya/suku, status perkawinan, agama, pendidikan, dan pekerjaan. Adapun factor luar meliputi dukungan keluarga dan budaya masyarakat dimana klien tinggal. Klien dengan kondisi tersebut membutuhkan perawatan diri yang bersifat kontinum atau berkelanjutan. Adanya perawatan diri yang baik akan mencapai kondisi yang sejahtera, klien membutuhkan 3 kebutuhan selfcare berdasarkan teori Orem yaitu: 1. Universal self care requisites (kebutuhan perawatan diri universal), kebutuhan yang umumnya dibutuhkan oleh klien selama siklus hidupnya

dalam mempertahankan kondisi yang seimbang/homeostasis yang meliputi kebutuhan udara, air, makanan, eliminasi, istirahat, dan interaksi sosial serta menghadapi resiko yang mengancam kehidupan. Pada klien DM, kebutuhan tersebut mengalami perubahan yang dapat diminimalkan dengan melakukan selfcare antara lain melakukan latihan/olahraga, diet yang sesuai, dan pemantauan kadar glukosa darah. 2. Development self care requisites (kebutuhan perawatan diri pengembangan), klien dengan DM mengalami perubahan fungsi perkembangan yang berkaitan dengan fungsi perannya. Perubahan fisik pada klien dengan DM antara lain, menimbulkan peningkatan dalam berkemih, rasa haus, selera makan, keletihan, kelemahan, luka pada kulit yang lama penyembuhannya, infeksi vagina, atau pandangan yang kabur (jika kadar glukosanya tinggi). 3. Health deviation self care requisites (kebutuhan perawatan diri penyimpangan kesehatan), kebutuhan yang berkaitan dengan adanya penyimpangan kesehatan seperti adanya sindrom hiperglikemik yang dapat menimbulkan kehilangan cairan dan elektrolit (dehidrasi), hipotensi, perubahan sensori, kejang-kejang, takikardi, dan hemiparesis. Pada klien dengan DM terjadi ketidakseimbangan antara kebutuhan yang harus dipenuhi dengan kemampuan yang dimiliki. Klien DM akan mengalami penurunan pola makan dan adanya komplikasi yang dapat mengurangi keharmonisan pasangan (missal infeksi vagina dan bagian tubuh lainnya).

Ketidakseimbangan baik secara fisik maupun mental yang dialami oleh klien dengan DM menurut Orem disebut dengan self-care deficit. Menurut Orem peran perawat dalam hal ini yaitu mengkaji klien sejauh mana klien mampu untuk merawat dirinya sendiri dan mengklasifikasikannya sesuai dengan klasifikasi kemampuan klien yang telah kami sebutkan sebelumnya. Setelah mengkaji dan mendapatkan informasi yang lengkap barulah perawat mulai bekerja untuk mengembalikan kemampuan self-care klien secara optimal sesuai dengan kondisi aktual klien yang berhubungan dengan Diabetes Mellitus yang diderita oleh klien. Like Be the first to like this post. Make a Comment

Leave a Reply
Enter your comment here...

17 Responses to Aplikasi Teori Orem (Self Care) dalam Keperawatan


Comments RSS Feed gw masukin teori king juga boleh ta? fefe 24 April, 2008

Reply boleh lah, masa boleh donk hehe.. Doni 25 April, 2008

Reply caranya gimane don..?.. fefe 26 April, 2008

Reply lw masuk ke halaman about us trus ikutin petunjuknya Doni 28 April, 2008

Reply carane kepundi?????/????????/////????

FIRMAN 8 August, 2008

Reply cara buat apa mas firman?? Doni 10 August, 2008

Reply kalo pemenuhan kebutuhan spiritual nya masuk yang bagian mana,tolong bantuin ya.. ghoffar anggro 25 August, 2008

Reply saya kira termasuk pada Universal self care requisites dan Development self care requisites, karena di keduanya memiliki unsur kebutuhan spiritual klien yang sangat mempengaruhi perawatan diri secara universal dan juga berpengaruh terdapat perkembangan klien. Doni 30 August, 2008

Reply saya buat karya tulis spesialis KMB tentang penerapan teori self care orem pada askep pasien hiv/aids. sebagai masukkan untuk saya dan mungkin juga berguna untuk anda terkait dengan informasi anda tentang self care pada pasien diabet, bagaimana dengan detail basic cond factr, dll-dll, dst-dst. merumuskan diagnosis kep, intervensi kep pasien, dan evaluasi. karena konsep akan lebih jelas bila bukan hanya abstrak saja. terima kasih. yang berminat pada teori self care kontak saya di welly_vitriawan@yahoo.com welly 17 September, 2008

Reply bleh ngak dtambah lagi informasix tntang tori orem

le_$_ly 17 September, 2008

Reply Ich teory ny kurang lengkap. Nta moet. 24 December, 2008

Reply q iktn jg donk billy 5 October, 2009

Reply maju perawAT koko 3 November, 2009

Reply [...] Aplikasi Teori Orem (Self Care) dalam Keperawatan| [...] sehat | gabung yukz 4 February, 2010 Reply lebih bagus lagi kalo ada daftar pustakanya, jadi bisa cari referensi dari bukunya langsung sebagai tambahan. angelight 29 March, 2010

Reply

Sp.KMB pelajari AIDS kaya welly ae. wel wel koko 25 November, 2010

Reply referensia dari bku pa ? ao 1 February, 2011

Reply

Where's The Comment Form?

Arsip Artikel
o o o o o o o o

July 2009 (1) December 2008 (2) October 2008 (1) July 2008 (1) June 2008 (7) May 2008 (11) April 2008 (12) March 2008 (1)

Tags
Dokumentasi Asuhan Keperawatan Elektronik indikasi komplikasi kontraindikasi kontrasepsi luka Opini perawat Sistem Informasi Keperawatan vasektomi

Jumlah pengunjung
o

300,477 hits

Pintu Gerbang
o o o o o

Register Log in Entries RSS Comments RSS WordPress.com Berita Info Kesehatan Kep. Anak Kep. Informatika Kep. Jiwa Kep. Komunitas Kep. Maternitas Kep. Medikal Bedah Keperawatan Dasar Keprofesian Opini Uncategorized

Categories
o o o o o o o o o o o o