Anda di halaman 1dari 29

Audit belanja

Pemahaman terhadap sistem akuntansi yang berkaitan dengan belanja Jenis belanja adalah :

Belanja Operasi:

- belanja pegawai, - belanja barang, - bunga, - subsidi, - hibah, dan - bantuan sosial. Belanja Modal: - belanja tanah; - belanja peralatan dan mesin; - belanja gedung dan bangunan; - belanja jalan, irigasi, dan jaringan; dan - belanja aset tetap lainnya. Belanja Lain-lain Transfer

UNIT AKUNTANSI KUASA PENGGUNA ANGGARAN


Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (UAKPA) adalah unit akuntansi instansi yang melakukan kegiatan akuntansi dan pelaporan tingkat satuan kerja.

4 (empat) jenis KPA dalam Sistem Akuntansi Instansi (SAI)


KPA-Kantor Pusat (KP). KPA-Kantor Daerah (KD). KPA-Dekonsentrasi (DK).. KPA-Tugas Pembantuan (TP).

UNIT AKUNTANSI KUASA PENGGUNA ANGGARAN

SATKER PEMERINTAH PUSAT UAKPA SATKER PERANGKAT DAERAH SATKER DEKONSENTRASI

SATKER TUGAS PEMBANTUAN

PENGERTIAN BELANJA MENURUT JENIS BELANJA


Belanja Pegawai adalah belanja kompensasi, baik dalam

bentuk uang maupun barang yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang diberikan kepada pejabat negara, Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan pegawai yang dipekerjakan oleh pemerintah yang belum berstatus PNS sebagai imbalan atas pekerjaan yang telah dilaksanakan kecuali pekerjaan yang berkaitan dengan pembentukan modal.
Belanja Barang adalah pengeluaran untuk menampung

pembelian barang dan jasa yang habis pakai untuk memproduksi barang dan jasa yang dipasarkan maupun tidak dipasarkan, dan pengadaan barang yang dimaksudkan untuk diserahkan atau dijual kepada masyarakat dan belanja perjalanan.

PENGERTIAN BELANJA MENURUT JENIS BELANJA

Belanja Bunga adalah pengeluaran pemerintah untuk pembayaran bunga (interest) atas kewajiban

penggunaan pokok utang (principal outstanding) yang dihitung berdasarkan posisi pinjaman jangka pendek atau jangka panjang.
Subsidi yaitu alokasi anggaran yang diberikan kepada perusahaan/ lembaga yang memproduksi, menjual, atau mengimpor barang dan jasa untuk memenuhi hajat hidup orang banyak sedemikian rupa sehingga harga jualnya dapat dijangkau masyarakat

PENGERTIAN BELANJA MENURUT JENIS BELANJA

Hibah adalah pengeluaran pemerintah dalam bentuk

uang/barang atau jasa kepada pemerintah atau pemerintah lainnya, perusahaan daerah, masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan, yang secara spesifik telah ditetapkan peruntukannya, bersifat tidak wajib dan tidak mengikat, serta tidak secara terus menerus.
Bantuan Sosial adalah transfer uang atau barang yang

diberikan kepada masyarakat guna melindungi dari kemungkinan terjadinya risiko sosial. Bantuan sosial dapat langsung diberikan kepada anggota masyarakat dan/atau lembaga kemasyarakatan termasuk didalamnya bantuan untuk lembaga non pemerintah bidang pendidikan dan keagamaan.

PENGERTIAN BELANJA MENURUT JENIS BELANJA

Belanja modal adalah pengeluaran anggaran untuk

perolehan aset tetap dan aset lainnya yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Untuk mengetahui apakah suatu belanja dapat dimasukkan sebagai Belanja Modal atau tidak, maka perlu diketahui definisi aset tetap atau aset lainnya dan kriteria kapitalisasi aset tetap.
Belanja lain-lain/tak terduga adalah pengeluaran

anggaran untuk kegiatan yang sifatnya tidak biasa dan tidak diharapkan berulang seperti penanggulangan bencana alam, bencana sosial, dan pengeluaran tidak terduga lainnya yang sangat diperlukan dalam rangka penyelenggaraan kewenangan pemerintah pusat/daerah.

JENIS BELANJA BARANG

Belanja Barang dan Jasa


Belanja Pemeliharaan Belanja Perjalanan

BELANJA BARANG
Termasuk di dalamnya: Belanja aset tetap yang nilai per satuannya dibawah nilai minimum kapitalisasi (contoh di pem. Pusat KMK.01/2001 sebesar Rp. 300 ribu) Belanja perjalanan dalam rangka perolehan barang pakai habis Belanja pemeliharaan aset tetap yang tidak menambah umur, manfaat, atau kapasitas

10

KONSEP NILAI PEROLEHAN


Komponen belanja modal untuk perolehan aset tetap

meliputi:
Harga beli aset tetap Semua biaya yang dikeluarkan sampai AT siap

digunakan, termasuk: * biaya perjalanan dinas * ongkos angkut * biaya uji coba * biaya konsultan
11

Konsep Nilai Perolehan Aset (cont)


Apabila Satuan kerja mengadakan Peralatan dan Mesin, maka dalam anggaran yang diajukan harus meliputi biaya-biaya dalam memperoleh aset yang bersangkutan, anatara lain meliputi: Belanja Modal Peralatan dan Mesin, Bahan Baku Peralatan dan Mesin, Upah Tenaga Kerja dan Honor Pengelola, Sewa peralatan dan Mesin, Perencanaan dan pengawasan peralatan, perijinan peralatan dan mesin, pemasangan peralatan dan mesin dan perjalanan peralatan dan mesin
12

RENOVASI ASET TETAP YANG BUKAN MILIK


Jika meningkatkan manfaat ekonomik AT:
Dikapitalisasi Disajikan sebagai Belanja Modal Disajikan sebagai AT Lainnya-AT Renovasi

Jika manfaat ekonomik renovasi kurang dari 1 tahun

buku, diperlakukan sebagai belanja operasional

Jika tdk menambah manfaat ekonomik AT:


Tidak dikapitalisasi Disajikan sebagai belanja operasional
13

PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN BELANJA PADA LAPORAN KEUANGAN

PENYAJIAN:

Laporan Realisasi Anggaran (LRA); Laporan Arus Kas (LAK) - Belanja Operasional Aktivitas Operasi - Belanja Modal Aktivitas Investasi non Keuangan menambah aset tetap/aset lainnya di neraca Diungkapkan pada Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK).

PENGUNGKAPAN

14

KEWENANGAN PELAKSANAAN PEMBAYARAN/BELANJA


Menteri Teknis Pengguna Anggaran/Barang Menteri Keuangan Selaku BUN

PEMBUATAN KOMITMEN

PENGUJIAN & PERINTAH PEMBEBANAN PEMBAYARAN

PENGUJIAN

PENCAIRAN DANA

Pengurusan Administratif
(Administratief Beheer)

Pengurusan Komtabel
(Comptabel Beheer)

PENGUJIAN DALAM PELAKSANAAN PENGELUARAN NEGARA


Selaku Pengguna Anggaran Tahapan Administratif
PEMBUATAN KOMITMEN

Menteri Teknis

Menteri Keuangan
Selaku BUN Tahapan Komtabel

PENGUJIAN PENGUJIAN
Pengujian : Wetmatigheid Rechtmatigheid Doelmatigheid

CHEQUE

SPM

Pengujian : Substansial : Wetmatigheid Rechtmatigheid Formal

Mekanisme Penerbitan SPM

Penerimaan dan pengujian SPP Petugas penerima SPP memeriksa kelengkapan berkas SPP, mengisi chek list kelengkapan berkas SPP, mencatatnya dalam buku pengawasan penerimaan SPP dan membayar/menandatangani tanda terima SPP berkenaan. Selanjutnya petugas penerima SPP menyampaikan SPP dimaksud kepada pejabat penerbit SPM

Pejabat Penguji dan Penandatangan SPM melakukan pengujian atas SPP sbb (1):

Memeriksa secara rinci dokumen pendukung SPP sesuai dengan ketentuan perundangundangan yang berlaku; Memeriksa ketersediaan pagu anggaran dalam DIPA untuk memperoleh kyakinan bahwa tagihan tidak melampaui batas pagu anggaran. Memeiksa kesesuaian rencana kerja dan atau kelayakan hasil kerja yang dicapai dengan indikator keluaran.

Pejabat Penguji dan Penandatangan SPM melakukan pengujian atas SPP sbb (2):

Memeriksa kebenaran atas hak tagih yang menyangkut antara lain :


Pihak yang ditunjuk untuk menerima pembayaran (nama orang/ perusahaan, alamat, no. rekening dan nama bank) Nilai tagihan yang harus dibayar (kesesuaian dan atau kelayakannya dengan prestasi kerja yang dicapai sesuai spesifikasi teknis yang tercantum dalam kontrak). Jadwal waktu pembayaran.

Memeriksa pencapaian tujuan dan atau sasaran kegiatan sesuai dengan indicator kinerja yang tercantum dalam DIPA berkenaan dan atau spesifikasi teknis yang sudah ditetapkan dalam kontrak.

Pejabat Penguji dan Penandatangan SPM melakukan pengujian atas SPP sbb (3):
Setelah dilakukan pengujian terhadap SPPUP/SSP-GUP/SPP-LS, maka pejabat penguji SPP dan Penandatanganan SPM menerbitkan SPMUP/SPM-TUP/SPM-GUP/SPM-LS dalam rangkap tiga :
Lembar kesatu dan kedua disampaikan kepada KPPN; Lembar ketiga sebagai pertinggal pada satker ybs.

SPM yang telah diterbitkan SP2Dnya oleh KPPN dan telah dicairkan (telah dilakukan perdebetan rekening kas Negara) tidak dapat dibatalkan.
a.

b.

Perbaikan hanya dapat dilakukan terhadap kesalahan administrasi sebagai berikut : Kesalahan Pembebanan pada MAK; Kesalahan pencantuman kode fungsi, sub fungsi, kegiatan dan sub kegiatan Uraian pengeluaran yang tidak berakibat jumlah uang pada SPM. Perbaikan SPM sebagaimana dimaksud pada huruf a dilakukan oleh kuasa PA/penerbit SPM.

Prosedur audit
Berdasarkan pemahaman di atas lakukan :
Pengujian pengendalian Pengujian subtantif atas transaksi

Prosedur analitis

Prosedur pemahaman dan peng ujian pengendalian


Initial audit Pelajari pedoman sisdur akuntansi di UAKPA Pelajari pedoman sisdur pembayaran melalui uang persediaan Pelajari pedoman sisdur pembayaran langsung Pelajari apakah kunci kunci pengendalian telah memadai Lakukan tanya jawab untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap dan jelas Lakukan pemeriksaan dokumen dan catatan yang diharuskan ada oleh manual Lakukan pengamatan terhadap pelaksanaan pengendalian Lakukan pengujian ulang prosedur yang lemah

Prosedur pemahaman dan peng ujian pengendalian Lanjutan


Ulangan /repeat audit : Pelajari KKP tahun lalu Pelajari hal baru dalam pedoman Peng intern Lakukan tanya jawab untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap dan jelas Lakukan pemeriksaan dokumen dan catatan yang diharuskan ada oleh manual Lakukan pengamatan terhadap pelaksanaan pengendalian Lakukan pengujian ulang prosedur yang lemah

Pengujian subtantif atas transaksi


Lakukan pengujian pembukuan ditingkat satker paling

rendah.
Dapatkan laporan belanja dan Telusuri kecatatan pendukung

Telusuri ke bukti pendukung, SP2D, kuitansi, SPK, Kontrak,sk

kepangkatan, keputusan hukuman PNS. Telusuri ke bukti pendukung lainnya yang berkaitan, pendukung SPK dan Kontrak, spesifikasi barang , owner estimate dll Lakukan pengujian kebenaran bukti dengan substansinya Lakukan pengujian terhadap alokasi dan klasifikasi, kecocokan dgn DIPA dan BAS Lakukan pengujian akurasi pencatatan dan dokumen pembayaran Lakukan uji pisah batas atas belanja belanja pada akhir tahun Lakukan pengujian ketaatan terhadap perpajakan, administrasi dan penyetorannya

Pengujian subtantif atas transaksi lanjutan


Lakukan wawancara dengan pejabat yang kompeten
Lakukan pengujian ketepatan waktu, pada spp,spm, sp2d dan

bukti pendukung lainnya Lakukan konfirmasi untuk yang diperlukan Lakukan pengujian fisik dan buat berita acara pemeriksaannya Lakukan pengujian dari bukti pendukung kecatatan pendukung Lakukan pengujian atas rekomendasi tahun lalu Lakuan identifikasi kemungkinan adanya penyelewengan

Lakukan pengujian penggabungan akuntansi pada tingkat

satker di atasnya. : akurasi, klasifikasi dan penyajian

Prosedur analitis
Lakukan pembandingan realisasi dengan anggarannya
Lakukan pembandingan realisasi dengan jumlah

tahun lalu Lakukan pemeriksaan hubungan biaya pemeliharaan dan aset yang berkaitan Lakukan pendalaman terhadap indikasi yang ditemukan dari prosedur analitis

Selesai dulu ya

Pacaran dulu Dong