Anda di halaman 1dari 3

Pemeriksaan Penunjang a. ELISA Tes ini memiliki Sensitifitas tinggi namun tidak spesifik.

Hasil tes ELISA dapat berupa positif (reaktif), negatif (non reaktif), indeterminate (reaktif parsial). Hasil dapat menunjukkan positif palsu seperti pada autoantibodi, penyakit hepatitis, setelah vaksinasi influenza, infeksi virus akut. Dapat juga menunjukkan hasil negatif palsu: yaitu pada individu yang mendapatkan terapi ARV. Maka dari itu harus di konfirmasi dengan westernblot4. b. Western Blot Berdasarkan U.S Food & Drug Administration (FAD) Muncul antibodi 2 dari 3 protein untuk HIV yaitu p24, gp41, gp120/160. Jika hasil tidak menunjukkan positif atau negatif indeterminate diulang 1 bulan kemudian untuk memastikan terjadinya evolusi virus4.

Gambar. Pemeriksaan Western Blot

Gambar. Algoritma tes serologi

c.

Deteksi Antigen p24 Tes ini untuk deteksi protein p24 dalam darah individu yang terinfeksi HIV. P24

dapat berupa antigen bebas maupun kompleks antigen-antibodi.

d. Viral load (Reverse transcriptase PCR, Branched DNA, Nucleic acid sequencebased amplification) Viral load merupakan uji untuk menghitung jumlah partikel virus HIV yang ditemukan dalam setiap ml darah. Jenis-jenis viral load yaitu Reverse transcriptase PCR (RT-PCR), Branched DNA (bDNA), Nucleic acid sequence-based amplification (NASBA). Tes ini bermakna untuk menegakkan diagnosis infeksi HIV, menetapkan prognosis, menentukan kebutuhan untuk terapi, monitor efek terapi.

e. Hitung sel CD4+ HIV menyerang sel CD4+ Gambaran mengenai sistem kekebalan tubuh4.

DAFTAR PUSTAKA

1. Fauci, Anthony S. 2008. Harrisons Principle of Internal Medicine. 17th edition. United States: Mc. Graw Hill.

Anda mungkin juga menyukai