Anda di halaman 1dari 10

RISKI ANDAMI NAFA Struktur Frame pada GSM

STRUKTUR FRAME PADA GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMNICATION


Disusun Oleh
RISKI ANDAMI NAFA (06075018)
POLITEKNIK UNIVERSITAS ANDALAS

PENDAHULUAN

Komunikasi bergerak (mobile communication) mulai dirasakan perlu sejak orang semakin sibuk pergi ke
sana kemari dan memerlukan alat telekomunikasi yang siap dipakai sewaktu-waktu di mana saja ia
berada. Kebutuhan ini ternyata tidak dibiarkan begitu saja oleh para engineer telekomunikasi. Mereka
telah memikirkan standardisasi untuk komunikasi bergerak ini, salah satunya adalah GSM (Global System
for Mobile communications). Alokasi spektrum frekuensi untuk GSM awalnya dilakukan pada tahun
1979. Spektrum ini terdiri atas dua buah sub-band masing-masing sebesar 25MHz, antara 890MHz -
915MHz dan 935MHz - 960MHz. Sebuah sub-band dialokasikan untuk frekuensi uplink dan sub-band
yang lain sebagai frekuensi downlink.

Karena konsekuensi logis dari kenaikan redaman atas kenaikan


frekuensi, biasanya sub-band terendah dipakai untuk uplink, agar
daya yang ditransmisikan oleh MS (mobile system atau lebih dikenal
handphone) ke BTS (Base Transmitter Station yaitu seperti sentral
telepon di PSTN/POTS, namun memiliki fungsi lebih) tidak perlu
besar. Kalau digunakan sub-band yang satu lagi, mungkin anda perlu
melakukan recharge batere handphone berulang kali untuk
mendapatkan kualitas sama dengan saat ini

Kemudian kedua sub-band tersebut dibagi lagi menjadi kanal-kanal,


sebuah kanal pada satu sub-band memiliki pasangan dengan sebuah kanal pada sub-band yang lain. Tiap
sub-band dibagi menjadi 124 kanal, yang kemudian masing-masing diberi nomor yang dikenal sebagai
ARFCN (Absolute Radio Frequency Channel Number). Jadi sebuah MS yang dialokasikan pada sebuah
ARFCN akan beroperasi pada satu frekuensi untuk mengirim dan satu frekuensi untuk menerima sinyal

Kemudian kedua sub-band tersebut dibagi lagi menjadi kanal-kanal, sebuah kanal pada satu sub-band
memiliki pasangan dengan sebuah kanal pada sub-band yang lain. Tiap sub-band dibagi menjadi 124
kanal, yang kemudian masing-masing diberi nomor yang dikenal sebagai ARFCN (Absolute Radio
Frequency Channel Number). Jadi sebuah MS yang dialokasikan pada sebuah ARFCN akan beroperasi
pada satu frekuensi untuk mengirim dan satu frekuensi untuk menerima sinyal.

PEMBAGIAN SEL

Pembagian area dalam kumpulan sel-sel merupakan prinsip penting GSM sebagai sistem telekomunikasi
selular. Sel-sel tersebut dimodelkan sebagai bentuk heksagonal seperti pada gambar berikut. Tiap sel
mengacu pada satu frekuensi pembawa / kanal / ARFCN tertentu. Pada kenyataannya jumlah kanal yang
dialokasikan terbatas, sementara jumlah sel bisa saja berjumlah sangat banyak. Untuk memenuhi hal ini,
dilakukan teknik pengulangan frekuensi (frequency re-use). Pada gambar terlihat contoh frequency re-

1 POLITEKNIK UNIVERSITAS ANDALAS


2009
Struktur Frame pada GSM

use dengan jumlah kanal 7 buah. Antara sel-sel yang berdekatan frekuensi yang digunakan tidak boleh
bersebelahan kanal atau bahkan sama

Jelas bahwa semakin besar jumlah himpunan kanal, semakin sedikit jumlah kanal tersedia per sel dan
oleh karenanya kapasitas sistem menurun. Namun, peningkatan jumlah himpunan kanal menyebabkan
jarak antara sel yang berdekatan kanal semakin jauh, dan ini mengurangi resiko terjadi interferensi.
Sekali lagi, desain sistem GSM memerlukan kompromi antara kualitas dan kapasitas.

Pada kenyataannya, model satu sel dengan satu kanal transceiver (TRx, tentunya menggunakan antena
omni-directional) jarang digunakan. Untuk lebih meningkatkan kapasitas dan kualitas, desainer
melakukan teknik sektorisasi. Prinsip dasar sektorisasi ini adalah membagi sel menjadi beberapa bagian
(biasanya 3 atau 6 bagian; dikenal dengan sektorisasi 120o atau 30o). Tiap bagian ini kemudian menjadi
sebuah BTS (Base Transceiver Station). Kebanyakan vendor memperbolehkan sampai dengan 4 TRx per
BTS untuk sektorisasi 120o. Jika digunakan TDMA pada TRx, menghasilkan 8 kanal TDMA tiap TRx, Anda
bisa menghitung bahwa dalam satu sel dapat menampung trafik yang setara dengan 3 X 4 X 8 = 96 kanal
TDMA atau sebesar 82,42 erlang dengan GoS 2%. (Erlang merupakan satuan trafik dan GoS(Grade of
Service) menyatakan derajat keandalan layanan, berapa jumlah blocking yang terjadi terhadap
panggilan total) .

Pada prakteknya tidak semua kanal TDMA tersebut bisa digunakan untuk kanal pembicaraan (TCH =
Traffic Channel). Dalam sebuah BTS juga diperlukan SDCCH (Stand-alone Dedicated Control Channel)
yang digunakan untuk call setup dan location updating serta BCCH (Broadcast Control Channel) yang
merupakan kanal downlink yang memberikan informasi dari BTS ke MS mengenai jaringan, sel yang
kedatangan panggilan, dan sel-sel di sekitarnya.

FRAME PADA GSM

Sebelum kita bahas tentang frame pada GSM, ada tiga multiple ascces : TDMA, FDMA dan CDMA.
Sedangakan GSM adalah kombinasi dari Time Division Multiple Ascess dan Frequency Division Multiple
ascess.

Prinsip dari FDMA adalah masih menggunakan teknologi analog yang sering disebut dengan Generation
1G Of Mobile Comunnication. Walaupun demikian, FDMA masih berperan penting dalam Generation 2G
Of Mobile Comunnication yang bersifat digital. Kombinasi antara FDMA dan TDMA dan bersama-sama
dengan CDMA dalam Generation 3G Of Mobile Comunnication.

2 POLITEKNIK UNIVERSITAS ANDALAS


2009
Struktur Frame pada GSM

Struktur dari Time Radio Interface :


- Bit adalah satuan terkecil dari Unit Radio Interface
- Time Slot TS adalah TS yang terdiri dari 156.25 bit. Kemungkinan bit terpendek dalam
pentransmisian time dalam GSM dengan sebuah durasi waktu 0.57688 ms
TDMA Frame : 8 TS dari 1 TDMA frame dengan durasi waktu 4.615 ms. 8 channel pisik
menggunakan frekuensi band yang sama.
- Multiframe.
- Superframe
- Hyperframe. Hyperframe adalah GSM numbering periode. Hyperframe terdiri dari 2048
superframe dan persisnya 12.533.76 s atau 3 jam 28 min 56.76 s

Disini kita tidak membahas bagaimana cara FDMA, TDMA dan CDMA secara system. Yang kita bahas
dalam Frame dari TDMA GSM dan FDMA GSM.

FDMA GSM
Dalam system GSM, sebuah bandwidth 200Khz didefenisikan sebagai satu frekuensi band. Alokasi (E-)
GSM 900, GSM-R , GSM 1800 dan GSM 1900 :
- GSM 900 = (880)890 – 915 MHz, (925)930 - 960 MHz; 124(174) channel dengan duplex distance
45 Mhz
- GSM-R : 876 – 880 MHz, 921 – 925 MHz, 19 Channel dengan duplex distance 45 MHz
- GSM1800 : 1710 – 1785 Mhz, 1805 – 1880 Mhz dengan 374 channel dengan duplex distance 95
Mhz

3 POLITEKNIK UNIVERSITAS ANDALAS


2009
Struktur Frame pada GSM

- GSM1900 : 1850 – 1910 Mhz, 1930 – 1990 Mhz bersama digunakan dengan standard yang lain
(seperti : IS-95, D-AMPS) dengan duplex distance 80 Mhz

TDMA GSM
Setiap dari 200 KHz frekuensi band dibagi menjadi sub – sub system ke dalam 8 sehingga disebut Time
Slot TS. Ini menghasilkan 8 pisik channel kedalam 1 frekuensi band. Dalam GSM sebuah pisik channel
kemudian dibagi oleh sebuah pemisahan frekuensi channel Uplink UL dan Downlink DL dan sebuah
pemisahan time slot TS
Berikut struktur Frame pada GSM

4 POLITEKNIK UNIVERSITAS ANDALAS


2009
Struktur Frame pada GSM

Hierarchy Frame in GSM

5 POLITEKNIK UNIVERSITAS ANDALAS


2009
Struktur Frame pada GSM

TRAFFIC CHANNELS
Traffic CHannel (TCH) membawa voice/data. Ada dua tipe dari TCH, yaitu: Full-Rate dan Half-Rate. TCH
dapat ditempatkan di time slot mana saja pada frekuensi manapun digambarkan di dalam cell, kecuali
untuk time slot pertama (TS0) pada carrier pertama (C0).

Full Rate – TCH Full Rate menangani encoding voice atau data. Informasi TCH dikirim pada bit rate 33,8
kbps.
Half Rate – Dengan kanal Half Rate, sebuah MS akan hanya memakai setiap detik time slot (setiap yang
lainnya idle). Hasilnya, dua MS akan bisa menggunakan kanal fisik yang sama untuk memimpin panggilan
ke sebuah penggandaan kapasitas jalur.

BURST FORMATTING
Informasi ditumpangkan pada satu time slot pada frame TDMA melalui Air Interface yang biasa disebut
Burst (pemecahan).

6 POLITEKNIK UNIVERSITAS ANDALAS


2009
Struktur Frame pada GSM

TRU (yang terdapat didalam RBS) dan MS menjalankan fungsi meletakkan informasi kedalam bentuk
Burst sebenarnya. Ada lima tipe berbeda dari burst , yaitu:

NORMAL BURST
Digunakan untuk membawa informasi di Traffic Channels dan Control Channels; BCCH, PCH, AGCH,
SDCCH, SACCH dan FACCH.
Burst yang normal mengandung paket 57 bit dari data encrypted atau voice, 2 flag bit, 26 bit Training
Sequence, dan dua paket 3 bit yang disebut tail bit. Flag bits (Stealling flags) mengindikasikan signal
FACCH sedang dalam proses. Training sequence dikenal sebagai contoh bit yang digunakan oleh
equalizer untuk membuat model channel. Tail bits selalu 0,0,0 dan digunakan untuk membantu
equalizer mengindikasi start dan stop points. Sebuah ts mempunyai ruang untuk 156,25 bit, tetapi burst
hanya memuat 148 bit. Sisa 8,25 kosong dan disebut Guard Period, yang digunakan untuk melindungi
burst dari overlapping dan yang lainnya.

Frequency Correction Burst

7 POLITEKNIK UNIVERSITAS ANDALAS


2009
Struktur Frame pada GSM

Digunakan untuk membawa data di Frequency Correction CHannel (FCCH).

Synchronization Burst
Digunakan untuk membawa data pada Synchronization CHannel (SCH).

Access Burst
Digunakan untuk membawa data di Random Access Channel (RACH). Itu memiliki Guard Period lebih
panjang untuk membenarkan fakta bahwa MS tidak mengenal timing advance value untuk transmisi
pada akses pertama. MS bisa jauh dari BTS yang mengindikasi initial burst akan datang terlambat.

Dummy Burst
Tidak membawa informasi, dan dikirim dari BTS pada ts yang bukan membawa traffic, menyediakan
pengisian carrier. Formatnya sama dengan Normal Burst, kecuali tanpa flag bits.

8 POLITEKNIK UNIVERSITAS ANDALAS


2009
Struktur Frame pada GSM

HUBUNGAN BURST DAN FRAME


Struktur frame TDMA melalui media udara dimulai dengan burst dan dikembangkan sampai dengan
Hyperframe. Pengembangan tersebut terjadi sebagai berikut:

Berikut struktur GSM:

9 POLITEKNIK UNIVERSITAS ANDALAS


2009
Struktur Frame pada GSM

DAFTAR REFERENSI
- Diktat GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMNICATION INTRODUCTION
- http://www.ittelkom.ac.id/protocol_manjemen_komunikasi.ppt/
- http://www.ittelkom.ac.id/gsm_system.pdf/
- http://www.elektoindonesia.com/elektro/mengenal_gsm.html/

10 POLITEKNIK UNIVERSITAS ANDALAS


2009