PERBEDAAN PERATURAN PERTAMBANGAN LAMA DAN BARU Undang-Undang Pokok Pertambangan No UNDANG-UNDANG NO.

11 TH 1967 UNDANG-UNDANG NO. 4 TAHUN 2009 - Kekayaan tambang disebut Mineral dan Batubara - Dikuasai negara, diselenggarakan oleh pemerintah dan /atau pemerintah daerah (pasal 4) - Pemerintah dan DPR menetapkan kebijakan pengutamaan mineral dan Batubara untuk kepentingan nasional - Pemerintah berwenang menetapkan produksi setiap pro-vinsi untuk mengendalikan produksi dan ekspor (pasal 5) Penggolongan Usaha Pertambangan: - Pertambangan Mineral - Pertambangan Batubara Penggolongan komoditas tambang terdiri dari - Mineral radio aktif - Mineral logam - Mineral bukan logam --Batuan - Batubara Kewenangan Pengelolaan - Kebijakan dan pengelolaan skup nasional oleh Pemerintah, ada 21 kewenangan (pasal 6) - Kebijakan dan pengelolaan skup wilayah provinsi oleh Pemerintah Provinsi, ada 14 kewenangan (pasal 7) - Kebijakan dan pengelolaan skup kabupaten/kota oleh Pemerintah Kabupaten/Kota, ada 12 kewenangan (pasal 8) Wilayah Pertambangan : - Wilayah Pertambangan (WP) adalah bagian dari tata ruang nasional, ditetapkan Pemerintah setelah berkoordinasi dengan pemda dan DPR RI (pasal 10) - Wilayah Pertambangan terdiri atas wilayah usaha pertambangan (WUP), wilayah pertambangan rakyat (WPR), dan wilayah pencadangan nasional (WPN), pasal 13. - WUP, WPR dan WPN diatur terperinci(pasal 14-33) Bentuk Izin Usaha Pertambangan - Izin Usaha Pertambangan (IUP) - Izin Pertambangan Rakyat (IPR) - Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Tahapan Usaha Pertambangan 1. Eksplorasi, meliputi : - penyelidikan umum - eksplorasi

1

- Kekayaan Tambang disebut bahan galian - Penguasaan bahan galian diselenggarakan pemerintah(pasal 1)

2

Penggolongan Bahan Galian - Strategis (golongan A) - Vital (golongan B) - Non Strategis dan Non Vital (golongan C)

3

Kewenangan Pengelolaan - Bahan galian strategis dan vital oleh Menteri - Bahan galian non strategis dan vital oleh Pemerintah Daerah Tingkat I

4

Wilayah Pertambangan : Tidak diatur terperinci yang penting tidak meliputi kuburan, tempat suci, kepentingan umum, pertambangan lain, tempat tinggal atau pabrik,

5

Bentuk Izin Usaha Pertambangan - Kontrak Karya (pasal 10) - Kuasa Pertambangan (pasal 15) - Surat Izin Pertambangan Daerah - Surat Izin Usaha Pertambangan Rakyat Tahapan Usaha Pertambangan - Penyelidikan umum - Eksplorasi - Eksploitasi

6

- Pengolahan dan pemurnian - Pengangkutan - Penjualan

- studi kelayakan (pasal 36) 2. Operasi Produksi - konstruksi - penambangan - pengolahan dan pemurnian - pengangkutan dan penjualan (pasal 36) Pelaku Usaha: - IUP diberikan pada badan usaha, koperasi dan perseorangan (pasal 38) - IPR diberikan pada penduduk setempat baik perseorangan maupun kelompok masyarakat, dan atau koperasi (pasal 67), dengan luas yang terperinci (pasal 68) - IUPK diberikan pada badan usaha berbadan hukum Indonesia, baik BUMN, BUMD, maupun swasta. BUMN dan BUMD mendapat prioritas(pasal 75) Prosedur Pemberian Izin - Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) mineral logam diberikan kepada pengusaha tambang dengan cara lelang (pasal 51) - Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) batubara diberikan kepada pengusaha tambang dengan cara lelang (pasal 60) - Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) mineral non logam dan batuan diberikan kepada pengusaha tambang dengan cara pengajuan permohonan kepada pemberi izin (pasal 54 dan 57) Hak dan Kewajiban Pelaku Usaha - Keuangan : - Membayar pendapatan negara dan daerah : Pajak, PNBP, iuran (pasal 128 - 133). - Lingkungan : - Good mining practices (pasal 95) - Reklamasi, pasca tambang dan konservasi yang telah direncanakan, beserta dana yang disediakan (pasal 96 - 100) - Nilai tambah. Pemegang IUP Operasi Produksi wajib melakukan pengolahan dan pemurnian hasil tambang di dalam negeri (pasal 103 - 104) - Mengutamakan pemanfaatan tenaga kerja setempat (pasal 106) - Saat tahap operasi produksi, wajib mengikutsertakan pengusaha lokal(pasal 107) - Menyusun program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat(pasal 108) - Wajib menggunakan perusahaan jasa pertambangan lokal dan/atau nasional seperti konsultasi dan perencanaan (pasal 124) Divestasi : Setelah 5 tahun beroperasi, badan usaha pemegang IUP dan IUPK yang sahamnya dimiliki asing, wajib

7

Pelaku Usaha: - Investor domestik (KP, SIPD, PKP2B) - Investor asing (KK, PKP2B) - Luas usaha pertambangan tidak dirinci

8

Prosedur Pemberian Izin - Wilayah KP/KK/PKP2B/SIPD/SIUPR diberikan kepada penusaha tambang dengan cara pengajuan permohonan kepada pemberi izin

9

Hak dan Kewajiban Pelaku Usaha - Keuangan : - KP, sesuai peraturan perundangundangan yang berlaku. -KK/PKP2B, tetap pada saat kontrak ditandatangani. - Lingkungan (sedikit diatur) - Nilai tambah (hanya diatur kontrak) - Pemanfaatan tenaga kerja setempat (tidak diatur) Program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (tidak diatur)

10

Divestasi : Tidak diatur

melakukan divestasi pada Pemerintah, pemda, BUMN, BUMD, atau badan usaha swasta nasional (pasal 112) Pembinaan dan Pengawasan - Terpusat (khususnya KP, KK dan PKP2B) Pembinaan dan Pengawasan - IUP (Menteri, Bupati/Walikota - sesuai kewenangan) - pasal 139-142. Bentuk pengawasan sangat terinci. - IPR (Bupati/Walikota) - pasal 143 Perlindungan Masyarakat Masyarakat yang terkena dampak negatif langsung berhak mendapat ganti rugi yang layak, atau mengajukan gugatan (pasal 145)

11

12

Perlindungan Masyarakat Pemegang KP wajib mengembalikan tanah sedemikian rupa. Sehingga tidak menimbulkan penyakit atau bahaya lain bagi masyarakat (pasal 30) Penyidikan Tidak diatur

13

Penyidikan (pasal 149) - Penyidik Polri - Penyidik PPNS

14

Ketentuan Pidana - Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota - sesuai Ketentuan Pidana kewenangannya berhak memberi sanksi - Diatur, tetapi sudah tidak sesuai lagi administratif pada pemegang IUP, IPR dan IUPK. dengan situasi dan kondisi saat ini. Sanksi mulai dari peringatan hingga pencabutan Misalnya : penjara selama-lamanya 6 ijin(pasal 151). tahun dan/atau denda setinggi-tingginya - Sanksi cukup keras. Misalnya, setiap orang yang Rp. 500.000,- bagi yang tidak mempunyai melakukan usaha pertambangan tanpa IUP, IPR atau KP tetapi melakukan usaha IUPK dihukum maksimal 10 tahun dan denda pertambangan (pasal 31) maksimal Rp. 10 Miliar - Tidak ada sangsi pidana terhadap - Setiap orang yang mengeluarkan IUP, IPR, atau IUPK pemberi/penerbit izin yang bertentangan dengan Undang-Undang ini dan - Tidak ada sangsi pidana terhadap menyalahgunakan kewenangannya diberi sanksi pemberi/penerbit izin pidana paling lama 2 (dua) tahun penjara dan denda paling banyak Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah). (pasal 165)

Sumber::: http://kaltengmining.com/Peraturan%20Pertambangan%201.htm Pada mulanya undang-undang pokok pertambangan di Indonesia adalah UU No. 11 Tahun 1967 tentang Pokok Pertambangan (UUPP). Undang-undang tersebut telah dilengkapi dengan peraturan pelaksanaannya (berupa Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri, Peraturan Dirjen, Peraturan Daerah dll). Sejak Februari 2009, UUPP diganti d/ UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba). Sejak saat itu peraturan pemerintah, peraturan menteri, peraturan dirjen dan peraturan daerah yang merupakan peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang No. 11 Tahun 1967 secara berangsur-angsur akan diganti. s/d bulan Juli 2010, peraturan pelaksanaan dari UU No. 4 Tahun 2009 baru berupa: 1. 2. PP No. 22 Tahun 2010 tentang Wilayah Pertambangan PP No. 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara

3. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja Peraturan pemerintah No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan yang bunyinya sebagai berikut : 1. 2. Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 1973 tentang Pengaturan Pengawasan Keselamatan Kerja Bidang Pertambangan . Peraturan Pemerintah 2 Tahun 2008 tentang Jenis dan Tarif PNBP yang berasal dari Penggunaan Kawasan Hutan untuk Pembangunan diluar Sektor Kehutanan 2. Peraturan Menteri Kehutanan No. Apabila Wilayah Izin Usaha Pertambangannya berada di kawasan hutan maka berlaku ketentuan tambahan yang tercantum dalam pasal 38. Penjabaran ketentuan yang tercantum dalam undang-undang kehutanan tersebut tertuang dalam " 1. 2.  Pemberian izin pinjam pakai sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang berdampak penting dan cakupan yang luas serta bernilai strategis dilakukan oleh Menteri atas persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat. 4 Tahun 2009. Undang-undang ini juga relatif baru sehingga peraturan pelaksanaannya masih yang banyak menggunakan peraturan lama dengan catatan asal tidak melanggar ketentuan perundang-undangan yang baru Kecelakaan kerja di sektor pertambangan sangat potensial untuk dapat terjadi. tetapi belum dapat berlaku secara penuh apabilah Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) nya berdasarkan tata ruang yang berlaku berada di Kawasan Hutan.000. 24 Tahun 2010 tentang Penggunaan Kawasan Hutan dan 3. P. tanpa izin Menteri. pasal 38 ayat 3. Pasal 78 ayat (6) menyebutkan bahwa " Barang siapa dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 ayat (4) atau Pasal 50 ayat (3) huruf g. Peraturan prundang undangan yang terkait dengan keselamatan kerja di sektor pertambangan : 1. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang merupakan pengganti dari Undang-Undang N0. Peraturan peraturan lama yang belum ada penggantinya masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-Undang No.000.II/2008 Pedoman Pinjam Pakai Kawasan Hutan.  Pada kawasan hutan lindung dilarang melakukan penambangan dengan pola pertambangan terbuka. diancam dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp.00 (lima milyar rupiah)". (kehutanan red) 3. Pasal 50 ayat 3 UU 41 Tahun 1999 menyebutkan bahwa "Setiap orang dilarang melakukan kegiatan penyelidikan umum atau eksplorasi atau eksploitasi bahan tambang di dalam kawasan hutan. 5. Dalam rangka pencegahannya maka dunia pertambanganpun harus tunduk ke peraturan yang terkait dengan keselamatan dan kesehatan kerja. Peraturan pertambangan tersebut berlaku diseluruh wilayah negara kesatuan Republik Indonesia. PP No. 43 /Menhut. 50 dan 78 UU No. 41 Tahun 1999  Penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pertambangan dilakukan melalui pemberian izin pinjam pakai oleh Menteri dengan mempertimbangkan batasan luas dan jangka waktu tertentu serta kelestarian lingkungan. 4 dan 5 UU No.000. Mengingat kegiatan usaha pertambangan kalau tidak dikelola dengan baik sangat berpotensi merusak lingkungan hidup maka kegiatan usaha pertambangan pun harus tunduk dengan peraturan yang terkait dengan lingkungan hidup yaitu Undang-Undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Peraturan Pelaksanaannya. Undang-undang No. Sedangkan peraturan pelaksanaan yang lainnya masih mengacu kepada peraturan pelaksanaan Undang-Undang No. 55 Tahun 2010 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaranan Pengelolaan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. 11 Tahun 1967.

K/26/M.PE/1991 Tahun 1991 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT. BULUNGAN DAN KUTAI. 4. Apabila kegiatan usaha pertambangan merupakan penanaman modal baik modal asing maupun dalam negeri maka Undang-Undang No. PROPINSI KALIMANTAN TIMUR . SUNGAI KELAI MINERALS DALAM WILAYAH KONTRAK DI DAERAH KABUPATEN BERAU. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1983 ZONA EKONOMI EKSKLUSIF INDONESIA 8. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Keputusan Menteri Pertambangan Umum Nomor 2202.01/DDJP/1998 Tahun 1998 PEMBERIAN KUASA PERTAMBANGAN 6. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 149. Sumber::: http://www.K/20.K/0366/M. 27 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal dan peraturan pelaksanaannya juga terkait dengan Peraturan Pertambangan.PE/1995 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pertambangan Umum. Keputusan Presiden Nomor 97 Tahun 1993 TATA CARA PENANAMAN MODAL 2. MULTI SUTARA MINERAL DALAM WILAYAH KERJA KONTRAK KARYA DI DAERAH KABUPATEN GORONTALO. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 298.html PERATURAN PELAKSANA dari UU No 4 tahun 2009 (MINERBA) 1. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2000 PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NO. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No.bcmiresources. Peraturan pertambangan dan peraturan lain yang terkait dengan pertambangan. Per-15/Men/VII/2005 Tentang Waktu Kerja dan Istirahat Pada Sektor Usaha Pertambangan Umum Pada Daerah Operasi Tertentu. PROPINSI SULAWESI UTARA 3. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 125.K/20.PE/1994 Tahun 1994 PEMBERIAN SURAT IZIN PENYELIDIKAN PENDAHULUAN DALAM RANGKA PENANAMAN MODAL ASING ATAU PANANAMAN MODAL DALAM NEGERI DI BIDANG PERTAMBANGAN 4. 58 TAHUN 1998 TENTANG TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA DEPARTEMEN PERTAMBANGAN DAN ENERGI DI BIDANG PERTAMBANGAN UMUM 10.PE/1992 Tahun 1992 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT. Instruksi Presiden Nomor 18 Tahun 1968 PENETAPAN KELONGGARAN-KELONGGARAN PERPAJAKAN UNTUK PENANAMAN MODAL ASING DI BIDANG PERTAMBANGAN 9.K/201/M.3.01/DJP/2000 Tahun 2000 PEMROSESAN SURAT IZIN PENYELIDIKAN PENDAHULUAN (SIPP) DALAM RANGKA PENANAMAN MODAL ASING (PMA) ATAU PENANAMAN MODAL DALAM NEGERI (PMDN) 5. 555. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1973 LANDAS KONTINEN INDONESIA 7. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 0106 K/291/M.com/2011/02/peraturan-pertambangan.

Keputusan Menteri Pertambangan Nomor 351/Kpts/M/Pertamb/1972 Tahun 1972 IURAN TETAP BAGI USAHA-USAHA PERTAMBANGAN DALAM RANGKA PENANAMAN MODAL ASING DILUAR MINYAK DAN GAS BUMI 14. Keputusan Dirjen Pertambangan Umum Nomor 122. KABUPATEN TASIKMALAYA PROPINSI JAWA BARAT 12. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 123. Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 2001 PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 32 TAHUN 1969 TENTANG PELAKSANAAN UNDANGUNDANG NOMOR 11 TAHUN 1967 TENTANG KETENTUAN-KETENTUAN POKOK PERTAMBANGAN 23. Qanun Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 20 Tahun 2002 KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM 21.01/DJP/2000 Tahun 2000 PEMROSESAN PERMOHONAN TAHAP DAN PENINGKATAN TAHAP KEGIATAN. PEMBATALAN DAN TERMINASI PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) 16. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1465. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 661 K/044/M.PE/1991 Tahun 1991 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1614 Tahun 2004 PEDOMAN PEMROSESAN PERMOHONAN KONTRAK KARYA DAN PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA DALAM RANGKA PENANAMAN MODAL ASING 13. Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1969 PEMBERIAN TAMBAHAN KELONGGARAN PERPAJAKAN KEPADA ALUMUNIUM COMPANY OF AMERICA (ALCOA) . Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 68 Tahun 2005 PEMBUATAN SUMUR RESAPAN 22. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1997 KETENAGANUKLIRAN 27. PROPINSI SULAWESI SELATAN 20.K/20.PE/1991 Tahun 1991 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA NASIONAL UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI DAERAH KECAMATAN KRUENG SABEE. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 750/KPTS/M/PERTAMBEN/1981 Tahun 1981 RALAT DIKTUM PERTAMA BUTIR I SURAT KEPUTUSAN MENTERI PERTAMBANGAN DAN ENERGI NOMOR 127/KPTS/M/PERTAMB/1979 TENTANG PEMBERIAN IZIN PEMINDAHAN KUASA PERTAMBANGAN 19. SUNGAI KARAJA MINERALS DALAM WILAYAH KONTRAK DI DAERAH KABUPATEN BARU.K/29/DDJP/1996 Tahun 1996 PENATAAN BATAS WILAYAH PERTAMBANGAN ANTARA KP/KK/PKP2B BIDANG PERTAMBANGAN UMUM 15. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 697.K/038/M. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 127/KPTS/M/PERTAMB/1979 Tahun 1979 PEMBERIAN IJIN PEMINDAHAN KUASA PERTAMBANGAN 26. PROPINSI DAERAH ISTIMEWA ACEH 24.01/DJP/2000 Tahun 2000 PEMROSESAN PERMOHONAN TAHAP DAN PENINGKATAN TAHAP KEGIATAN.K/20.11.PE/1989 Tahun 1989 PENYERAHAN SEBAGIAN URUSAN PEMERINTAH DI BIDANG PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN GOLONGAN C KEPADA PEMERITAH DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I NUSA TENGGARA TIMUR 17. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 0107K/291/M. BONE. PERUBAHAN LUAS DAN BATAS WILAYAH. MAROS DAN SOPENG. PERUBAHAN LUAS DAN BATAS WILAYAH. Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2002 PENGENDALIAN PENAMBANGAN PASIR LAUT 18. PEMBATALAN DAN TERMINASI KONTRAK KARYA (KK) 25. KABUPATEN ACEH BARAT. Keputusan Menteri Pertambangan Nomor 736/KPTS//M/PERTAMB/1974 Tahun 1974 PELIMPAHAN WEWENANG PENGATURAN IZIN PERTAMBANGAN RAKYAT UNTUK BAHAN GALIAN KAOLIN DIDAERAH KARAHA.

K/281/M.01/DJP/2000 Tahun 2000 PEMROSESAN PERSETUJUAN PRINSIP KONTRAK KARYA (KK). Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 1980 PENYERTAAN MODAL NEGARA REPUBLIK INDONESIA UNTUK PENDIRIAN PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) TAMBANG BATUBARA BUKIT ASAM 43. PERTAMINA) 38. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 0418 K/291/M. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 555.K/0366/M. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 201. Keputusan Dirjen Pertambangan Umum Nomor 113. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 0108K/291/M.K/20.PE/1991 Tahun 1991 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT.V.28. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 812K/40/MEM/2003 Tahun 2003 PELIMPAHAN WEWENANG MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL KEPADA DIREKTUR JENDERAL GEOLOGI DAN SUMBER DAYA MINERAL UNTUK PELAKSANAAN KUASA PERTAMBANGAN. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 046. PROPINSI KALIMANTAN BARAT 30. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 36 Tahun 2008 PENGUSAHAAN GAS METANA BATUBARA 41. PROPINSI IRIAN JAYA . Keputusan Gubernur Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 143 Tahun 2000 PETUNJUK PELAKSANAAN PENYELENGGARAAN PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN PASIR LAUT DI PROPINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA 31. TEBOLAI MAS PERKASA DALAM WILAYAH KERJA KONTRAK KARYA DI DAERAH KABUPATEN KAPUAS HULU. DAN PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) 33. DAN PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA 45. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1968 PENDIRIAN PERUSAHAAN NEGARA PERTAMBANGAN MINYAK DAN GAS BUMI NASIONAL (P.T. PENYIMPANAN DAN PENANGANAN AIR RAKSA DALAM USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN EMAS 39.PE/1995 Tahun 1995 KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PERTAMBANGAN UMUM 32. BILLITON MAATSCHAPPIJ 40.PE/1992 Tahun 1992 PENUGASAN PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA KEPADA KANTOR WILAYAH DEPARTEMEN PERTAMBANGAN DAN ENERGI PROPINSI KALIMANTAN SELATAN 34. PROPINSI KALIMANTAN TIMUR 37. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1968 PEMBERIAN KELONGGARAN PERPAJAKAN KEPADA N. KONTRAK KARYA. Peraturan Dirjen Pertambangan Umum Nomor 439/2017/DJP/K/1991 Tahun 1991 PEDOMAN PELAKSANAAN KESELAMATAN KERJA PADA PENGGUNAAN. Peraturan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 01/P/M/PERTAMB/1978 Tahun 1978 PENGAWASAN KESELAMATAN KERJA KAPAL KERUK PERTAMBANGAN 36. Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 47 Tahun 2006 PEDOMAN PEMBUATAN DAN PEMANFAATAN BRIKET BATUBARA DAN BAHAN BAKAR PADAT BERBASIS BATUBARA 35.PE/1992 Tahun 1992 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT. PULAU YAPEN MINERALS DALAM WILAYAH KONTRAK DI DAERAH KABUPATEN YAPEN WAROPEN.PE/1991 Tahun 1991 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT.K/2016/DDJP/1990 Tahun 1990 PEDOMAN PENYIMPANAN BAHAN PELEDAK DI BIDANG PERTAMBANGAN UMUM 44. Keputusan Dirjen Pertambangan Umum Nomor 316. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1973 PEMBERIAN TAMBAHAN KELONGGARAN PERPAJAKAN KEPADA P. KOBA TIN 42.N.K/26/M. INGOLD TABANG MINERAL DALAM WILAYAH KONTRAK DI DAERAH KABUPATEN KUTAI. Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2002 PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN PENGUSAHAAN PASIR LAUT 29.

Keputusan Presiden Nomor 21 Tahun 1993 KETENTUAN POKOK PERJANJIAN KERJASAMA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA ANTARA PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT. Keputusan Bersama Dirjen Pajak dan Dirjen Pertambangan Umum Nomor KEP 772/PJ. PENYULUT DAN ANGLO 56. PROPINSI SUMATERA UTARA 50. TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA NOMOR 3031) MENJADI "PELAKSANA INSPEKSI TAMBANG" 49. Keputusan Bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Mentamben Nomor 04/KPTS/1991 dan 0076 K/102/M. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 0110 K/291/M.6/1991 dan 255a K/24/DDJP/1991 Tahun 1991 STANDARD PERSENTASE HARGA JUAL HASIL PRODUKSI PERTAMBANGAN BUKAN MINYAK DAN GAS BUMI SEBAGAI DASAR PENENTUAN NILAI JUAL OBYEK PAJAK ATAS TANAH PENAMBANGAN 53. Keputusan Dirjen Pertambangan Umum Nomor 846. PENYIMPANGAN DAN PENANGAN AIR RAKSA DALAM USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN EMAS 57. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 0111 K/291/M. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1974 PENGAIRAN 48. Peraturan Menteri Pertambangan Nomor 08 P/03/M.010/2005 Tahun 2005 TATA CARA PEMBERIAN PEMBEBASAN DAN/ATAU KERINGANAN BEA MASUK DAN PEMBEBASAN DAN/ATAU PENUNDAAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI ATAS IMPOR BARANG DALAM RANGKA KONTRAK KARYA DAN PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA 58. ADONAN. TAMBANG BATUBARA BUKIT ASAM DAN PERUSAHAAN KONTRAKTOR 47.K/213/DDJP/93 Tahun 1993 PERSYARATAN SPESIFIKASI BATUBARA.PE/1991 Tahun 1991 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT. GUNUNG SITOLI MINERALS DALAM WILAYAH KONTRAK DI DAERAH KABUPATEN NIAS.P/0322/M. Peraturan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 02/P/M/PERTAMB/1979 Tahun 1979 PERUBAHAN SEBUTAN "INSPECTEEREND PERSONAL DER MIJNINSPECTIE" TERMAKSUD DALAM MIJNORDONNANTIE 1930 (STAATSBLAD 1930 NOMOR 38).PE/1991 Tahun 1991 PERUBAHAN PERATURAN MENTERI PERTAMBANGAN DAN ENERGI NOMOR 03/P/M/PERTAMBEN/1983 TANGGAL 15 DESEMBER 1983 59. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 110/PMK. "INSPECTEUR DERMIJNINSPECTIE" ATAU "MIJNINSPECTEUR" TERMAKSUD DALAM MIJN POLITIE REGLEMENT 1930 (STAAATSBLAD 1930 NOMOR 341) DAN "INSPEKTUR TAMBANG" TERMAKSUD DALAM PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 17 TAHUN 1974 (LEMBARAN NEGARA TAHUN 1974 NOMOR 20. DAN KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR. KOTA BESI MINERALS DALAM WILAYAH KONTRAK DI DAERAH KABUPATEN KATINGAN.46. PROPINSI KALIMANTAN TENGAH 51.PE/1991 Tahun 1991 STANDARDISASI DALAM BIDANG PERTAMBANGAN DAN ENERGI 52. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2003 TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 60. Keputusan Dirjen Pertambangan Umum Nomor 2178 A.PE/1991 Tahun 1991 PENGGUNAAN AIR DAN ATAU SUMBER AIR UNTUK KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN TERMASUK PERTAMBANGAN MINYAK DAN GAS BUMI DAN PENGUSAHAAN SUMBER DAYA PANAS BUMI 55. Peraturan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 05.K/26/DDJP/1993 Tahun 1993 PEDOMAN PELAKSANAAN KESELAMATAN KERJA PADA PENGGUNAAN. Keputusan Menteri Pertambangan Nomor 83/KPTS/M/PERTAMB/1976 Tahun 1976 PENUGASAN PERTAMBANGAN KEPADA BADAN TENAGA ATOM NASIONAL . Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2006 KEBIJAKAN ENERGI NASIONAL 54.PE/1991 Tahun 1991 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT.

KECAMATAN PELAIHARI KABUPATEN TANAH LAUT PROPINSI KALIMANTAN SELATAN 64. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 1998 TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA DEPARTEMEN PERTAMBANGAN DAN ENERGI DI BIDANG PERTAMBANGAN UMUM 69.PE/1985 Tahun 1985 PENCADANGAN WILAYAH YANG MENGANDUNG BAHAN GALIAN TEMBAGA TIMAH HITAM. Surat Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 025. NUSA NAMROLE MINING (TERMINATION OF THE CONTRACT OF WORK) 62. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 281K/120/M. Peraturan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 01P/21/M.K/201/DDJP/1997 Tahun 1997 TATA CARA PERMOHONAN KUASA PERTAMBANGAN DAN PEMROSESANNYA 72. SENG DAN MINERAL PENGIKUTNYA DI DAERAH-DAERAH KECAMATAN WALERANRANG DAN WARA DI KABUPATEN LUWU DAN KECAMATAN SESEAN DAN RANTE PAO DI KABUPATEN TANA TORAJA PROPINSI SULAWESI SELATAN (EKS DU. 68.PE/1986 TENTANG PENUGASAN PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN EMAS. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 1372K/201/M. KABUPATEN MALUKU UTARA. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 503K/201/M.. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 486 K/20/M. Keputusan Direktorat Jenderal Pertambangan Umum Nomor 54. BROKEN HILL PROPRIETARY INDONESIA 76. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 1875K/20/M.PE/1987 Tahun 1987 RALAT PETA LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI NOMOR 342K/20/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 168K/2011/M.T.T.. Keputusan Menteri Pertambangan Nomor 131/KPTS/M/PERTAMB/1976 Tahun 1976 PENETAPAN WILAYAH PERTAMBANGAN RAKYAT UNTUK BAHAN GALIAN EMAS DI DAERAH PROPINSI KALIMANTAN TIMUR 73.KOBA TIN DI DAERAH NIBUNG .PE/1989 Tahun 1989 PENETAPAN WILAYAH PERTAMBANGAN RAKYAT UNTUK BAHAN GALIAN EMAS DI PROPINSI KALIMANTAN TENGAH 67.PE/1989 Tahun 1989 PEMBATALAN PENETAPAN WILAYAH PERTAMBANGAN RAKYAT BAHAN GALIAN EMAS LAPANGAN I YANG TERLETAK DI DAERAH KECAMATAN CIEMAS KABUPATEN SUKABUMI PROPINSI JAWA BARAT 65. PROPINSI MALUKU 74.PE/1985 Tahun 1985 PENETAPAN WILAYAH PERTAMBANGAN RAKYAT UNTUK BAHAN GALIAN EMAS DI DAERAH KECAMATAN CIEMAS DAN KECAMATAN CIRACAP KABUPATEN SUKABUMI PROPINSI JAWA BARAT 63.PE/1986 Tahun 1986 PENETAPAN WILAYAH PERTAMBANGAN RAKYAT UNTUK BAHAN GALIAN EMAS DIDAERAH DESA BAJUIN. Surat Keputusan Menteri Pertambangan Republik Indonesia Nomor 156/KPTS/M/PERTAMB/1976 Tahun 1976 PERLUASAN WILAYAH PERTAMBANGAN P.PE/1987 Tahun 1987 PERUBAHAN PASAL 2 PERATURAN MENTERI PERTAMBANGAN DAN ENERGI NOMOR 04P/21/M. Surat Keputusan Menteri Pertambangan Republik Indonesia Nomor 136/KPTS/M/PERTAMB/1976 Tahun 1976 PENCIUTAN KE II WILAYAH KERJA BADAN TENAGA ATOM NASIONAL UNTUK DAERAH BATANG KAWA 77.PE/1989 Tahun 1989 PENGAKHIRAN KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT.T. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 0380K/201/M. Surat Keputusan Menteri Pertambangan Nomor 126/KPTS/M/PERTAMB/1977 Tahun 1977 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN MANGGAN DI KECAMATAN LOLODA.PE/1984 TENTANG JAMINAN PELAKSANAAN KUASA PERTAMBANGAN PENYELIDIKAN UMUM/EKSPLORASI 70. Surat Keputusan Menteri Pertambangan Nomor 155/KPTS/M/PERTAMB/1976 Tahun 1976 DAERAH AIR LUBUK BESAR SEBAGAI WILAYAH PERTAMBANGAN P.61.261/SULSEL) UNTUK DI PERUSAHAAN OLEH NEGARA 66. KOBA TIN 75. Surat Keputusan Menteri Pertambangan Republik Indonesia Nomor 146/KPTS/M/PERTAMB/1977 Tahun 1977 PENCIUTAN KE � I WILAYAH KONTRAK KARYA P.K/21/030000/1985 Tahun 1985 TATACARA PELAPORAN DAN PEMBUKTIAN KESUNGGUHAN PELAKSANAAN KUASA PERTAMBANGAN PENYELIDIKAN UMUM/EKSPLORASI 71.

ASMIN SULTENG UTAMA DALAM WILAYAH KERJA KONTRAK KARYA DI DAERAH KABUPATEN GORONTALO. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 0307 K/0366/M. PROPINSI SUMATERA UTARA 88. Surat Keputusan Menteri Pertambangan Republik Indonesia Nomor 30/KPTS/M/PERTAMB/1977 Tahun 1977 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN MANGGAN DI KECAMATAN PADABEUNGHAR KABUPATEN SUKABUMI PROPINSI JAWA BARAT 83. PROPINSI BENGKULU 90.PE/1989 Tahun 1989 PENETAPAN WILAYAH PERTAMBANGAN RAKYAT UNTUK BAHAN GALIAN EMAS DI DAERAH-DAERAH PROPINSI JAMBI 80. Surat Keputusan Menteri Pertambangan Republik Indonesia Nomor 188/KPTS/M/PERTAMB/1977 Tahun 1977 PERUBAHAN PEMEGANG SAHAM P.PE/1991 Tahun 1991 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT. ANTAM BARISAN MINING DALAM WILAYAH KERJA KONTRAK KARYA DI DAERAH KABUPATEN SOLOK. PROPINSI SUMATERA BARAT DAN KABUPATEN TAPANULI SELATAN. SUNGAI KUANTAN MINERALS DALAM WILAYAH KONTRAK DI DAERAH KABUPATEN INDRAGIRI HILIR. ALKANE MAS INTERBUANA DALAM WILAYAH KONTRAK DI DAERAH KABUPATEN KUTAI. INTERNATIONAL NICKEL INDONESIA 81. Surat Keputusan Menteri Pertambangan Nomor 185/KPTS/M/PERTAMB/1977 Tahun 1977 PENCIUTAN DAN PERJANJIAN PENUGASAN PERTAMBANGAN KEPADA LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL (LAPAN) 79.T.K/0366/M.PE/1992 Tahun 1992 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 155. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 687.I/29/DJP/1989 Tahun 1989 MEMBUKA/MENERIMA APLIKASI KONTRAK KARYA PERTAMBANGAN UMUM BAGI DAERAH IRIAN JAYA DAN/ATAU DALAM RANGKA INVESTASI FRONTIER 93. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 10/M-DAG/PER/6/2005 Tahun 2005 KETENTUAN EKSPOR DAN IMPOR INTAN KASAR 86.PE/1991 Tahun 1991 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT.78. PROPINSI KALIMANTAN TIMUR 91. PROPINSI SULAWESI UTARA 87. PROPINSI SUMATERA SELATAN DAN KABUPATEN REJANG LEBONG.K/2015/DDJP/1996 Tahun 1996 TATA CARA PEMBERIAN KP PENGANGKUTAN DAN KP PENJUALAN ATAS BAHAN GALIAN YANG DIHASILKAN OLEH PIHAK KETIGA DALAM MELAKUKAN KEGIATAN DI LUAR BIDANG USAHA PERTAMBANGAN UMUM 84. Instruksi Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 01. RIOTINTO BETHLEHEM INDONESIA 82.K/0366/M. Surat Keputusan Menteri Pertambangan Nomor 183/KPTS/M/PERTAMB/1977 Tahun 1977 PENCIUTAN KE .PE/1992 Tahun 1992 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT.VI WILAYAH KONTRAK KARYA PT.PE/1991 Tahun 1991 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 606 K/271/M. Keputusan Presiden Nomor 32 Tahun 1990 PENGELOLAAN KAWASAN LINDUNG 85. Surat Keputusan Menteri Pertambangan Nomor 130/KPTS/M/PERTAMB/1976 Tahun 1976 PENETAPAN WILAYAH PERTAMBANGAN RAKYAT UNTUK BAHAN GALIAN EMAS DI DAERAH PROPINSI KALIMANTAN TENGAH . Keputusan Dirjen Pertambangan Umum Nomor 07/262/DJP/92 Tahun 1992 PELAKSANAAN PEMBERIAN PERIZINAN DAN REKOMENDASI BAHAN PELEDAK PADA KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN UMUM 92. PROPINSI RIAU 89. INTERMAS SULSEL UTAMA DALAM WILAYAH KONTRAK DI DAERAH KABUPATEN LAHAT. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 297. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 0077 K/291/M. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 0109 K/291/M.

PERTAMBANGAN. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 964/KPTS/M/PERTAMBEN/1981 Tahun 1981 PERLUASAN WILAYAH PERTAMBANGAN RAKYAT UNTUK BAHAN GALIAN EMAS DI DAERAH PROPINSI KALIMANTAN TENGAH 101. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 041 K/20/M. TRANSMIGRASI DAN PEKERJAAN UMUM 96. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 151. AIR DIKIT MINERALS DALAM WILAYAH KONTRAK DI DAERAH KABUPATEN BENGKULU UTARA.PE/1988 Tahun 1988 PENYERAHAN SEBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN DI BIDANG PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN GOLONGAN C KEPADA PEMERINTAH DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I BENGKULU 110.PE/1991 Tahun 1991 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT.K/20. PERSYARATAN DAN PEMROSESAN PERMOHONAN PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA .26/MENHUT-II/2006 Tahun 2006 PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI TERPADU 109. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1969 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1967 TENTANG KETENTUAN-KETENTUAN POKOK PERTAMBANGAN 105. 411 DAN 416/JABAR) UNTUK DIUSAHAKAN 102. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P. PROPINSI BENGKULU 97. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 1992 PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 32 TAHUN 1969 TENTANG PELAKSANAAN UNDANGUNDANG NOMOR 11 TAHUN 1967 TENTANG KETENTUAN-KETENTUAN POKOK PERTAMBANGAN 99. TIMAH HITAM. Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 146/KPTS-II/1999 Tahun 1999 PEDOMAN REKLAMASI BEKAS TAMBANG DALAM KAWASAN HUTAN 108.94. Surat Keputusan Menteri Pertambangan Nomor 132/KPTS/M/PERTAMB/1976 Tahun 1976 PENETAPAN WILAYAH PERTAMBANGAN UNTUK BAHAN GALIAN INTAN DI DAERAH PROPINSI KALIMANTAN TIMUR 103.PE/1989 Tahun 1989 PENGAKHIRAN KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 0849.K/201/M. SENG DAN MINERAL PENGIKUTNYA DI DAERAH-DAERAH KECAMATAN JASINGA KABUPATEN BOGOR DAN KECAMATAN CIPANAS KABUPATEN LEBAK DI PROPINSI JAWA BARAT (EKS DU. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 01/M-DAG/PER/1/2007 Tahun 2007 PERUBAHAN ATAS LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN NOMOR 558/MPP/Kep/12/1998 TENTANG KETENTUAN UMUM DIBIDANG EKSPOR SEBAGAIMANA TELAH DIUBAH BEBERAPA KALI TERAKHIR DENGAN PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN NOMOR 07/M-DAG/PER/4/2005 107. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 727 K/2011/M. Surat Keputusan Menteri Pertambangan Republik Indonesia Nomor 556/KPTS/M/PERTAMB/1977 Tahun 1977 PELIMPAHAN WEWENANG MENGADAKAN KONSULTASI MENGENAI PEMBERIAN FASILITAS DALAM RANGKA PENANAMAN MODAL DIBIDANG PERTAMBANGAN KEPADA KETUA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL 95. Surat Keputusan Menteri Pertambangan Nomor 188/KPTS/M/PERTAMB/1969 Tahun 1969 PENGATURAN PERTAMBANGAN RAKYAT UNTUK BAHAN GALIAN EMAS DI DAERAH PROPINSI BENGKULU 104. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1980 PENGGOLONGAN BAHAN-BAHAN GALIAN 106.PE/1985 Tahun 1985 PENCADANGAN WILAYAH YANG MENGANDUNG BAHAN GALIAN TEMBAGA. Keputusan Dirjen Pertambangan Umum Nomor 542 K/2015/DDJP/1992 Tahun 1992 PEMBERIAN KUASA PERTAMBANGAN PENGANGKUTAN DAN KUASA PERTAMBANGAN PENJUALAN KEPADA PEMEGANG KUASA PERTAMBANGAN EKSPLORASI 98. ALAM TABUHAN MINING (TERMINATION OF THE CONTRACT OF WORK) 100. Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1976 SINKRONISASI PELAKSANAAN TUGAS BIDANG KEAGRARIAAN DENGAN BIDANG KEHUTANAN.01/DDJP/1998 Tahun 1998 TATA CARA. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 0105 K/291/M.

Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 0739K/2823/M. Keputusan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 0057 K/40/MEM/2004 Tahun 2004 PERUBAHAN KEPUTUSAN MENTERI PERTAMBANGAN DAN ENERGI NOMOR 680. Surat Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 38/SK-DU Tahun 1980 PENUGASAN KEPADA DIREKTORAT TEKNIK PERTAMBANGAN UNTUK MEMBERIKAN REKOMENDASI DALAM HAL PEMASUKAN/IMPORT. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 507K/20/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 605K/271/M. Keputusan Bersama Menteri Pertambangan dan Menteri Kehutanan Nomor 1101 K/702/M. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1924 K/40/MEN/2005 Tahun 2005 PENGAKHIRAN PERJANJIAN KERJASAMA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DAN PT NUSAMINERA UTAMA DI DAERAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA DAN KOTA SAMARINDA.PE/1997 TENTANG PELAKSANAAN KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 75 TAHUN 1996 TENTANG KETENTUAN POKOK PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA 112. 504/KPTS-II/1988 dan 47 Tahun 1988 PENGGUNAAN SARANA PERTAMBANGAN DAN ENERGI DAN SARANA KEHUTANAN 113.K/29/M. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 03/M-DAG/PER/1/2007 Tahun 2007 VERIFIKASI ATAU PENELUSURAN TEKNIS EKSPOR BAHAN GALIAN GOLONGAN C SELAIN PASIR. Menhut dan Mendagri Nomor 1385.PE/1989 Tahun 1989 PENGGOLONGAN DAN PENGUSAHAAN GAMBUT SEBAGAI BAHAN GALIAN 117. Surat Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 07/SK/DU Tahun 1979 TATA CARA PEMINDAHAN KUASA PERTAMBANGAN 115. PROVINSI KALIMANTAN TIMUR 121. TANAH DAN TOP SOIL (TERMASUK TANAH PUCUK ATAU HUMUS) 125. Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 33 Tahun 2006 PENGUSAHAAN GAS METANA BATUBARA 120.PE/1988 Tahun 1988 PENETAPAN WILAYAH PERTAMBANGAN RAKYAT UNTUK BAHAN GALIAN EMAS DI DAERAH-DAERAH PROPINSI JAMBI 114. Keputusan Menteri Pertambangan Nomor 139/KPTS/M/PERTAMB/1977 Tahun 1977 PEMBAGIAN SUSULAN IURAN TETAP DAN IURAN EKSPLORASI/EKSPLOITASI UNTUK TAHUN DINAS 1974/1975 DAN 1975/1976 123.PE/1989 Tahun 1989 PENETAPAN WILAYAH PERTAMBANGAN RAKYAT UNTUK BAHAN GALIAN EMAS DI DAERAH DESA GUNUNG GEDE KECAMATAN PANGGARANGAN KABUPATEN LEBAK PROPINSI JAWA BARAT 118.K/03/M.PE/1991 dan 436/KPTSII/1991 Tahun 1991 PEMBENTUKAN TEAM KOORDINASI TETAP DEPARTEMEN PERTAMBANGAN DAN ENERGI DAN DEPARTEMEN KEHUTANAN DAN PERUBAHAN TATA CARA PENGAJUAN IZIN USAHA PERTAMBANGAN DAN ENERGI DALAM KAWASAN HUTAN . Keputusan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 1135K/81/MEM/2005 Tahun 2005 PENETAPAN DAERAH PENGHASIL DAN DASAR PENGHITUNGAN BAGIAN DAERAH PENGHASIL MINYAK BUMI DAN GAS BUMI SERTA PERTAMBANGAN UMUM UNTUK TAHUN 2005 124. Keputusan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 1762K/07/MEM/2007 Tahun 2007 PENGAMANAN OBYEK VITAL NASIONAL DISEKTOR ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 122. Surat Keputusan Menteri Pertambangan Republik Indonesia Nomor 120/KPTS/M/PERTAMB/1976 Tahun 1976 No-Title 119. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 04/M-DAG/PER/1/2007 Tahun 2007 KETENTUAN EKSPOR TIMAH BATANGAN 126. PEMBELIAN DALAM NEGERI SERTA PEMUSNAHAN BAHAN PELEDAK DILINGKUNGAN PERTAMBANGAN UMUM 116.111.PE/1988. Keputusan Bersama Mentamben.

Peraturan Daerah Kabupaten Pasir Nomor 15 Tahun 2002 PERTAMBANGAN UMUM DAERAH 131.K/20. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 2078K/02/MEM/2005 Tahun 2005 PERUBAHAN KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 1610K/02/MEM/2004 TENTANG PENGAMANAN OBYEK VITAL NASIONAL DI SEKTOR ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 137. PIDIE.01/DJP/1999 Tahun 1999 PENUGASAN KEPADA KANTOR WILAYAH DEPARTEMEN PERTAMBANGAN DAN ENERGI UNTUK REKOMENDASI SURAT IZIN PETAMBANGAN DAERAH (SIPD) 139. Keputusan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 1636K/13/MEM/2002 Tahun 2002 PENGELOLAAN DATA SEKTOR ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 140. Keputusan Bersama Menteri Pertambangan Dan Energi Dan Menteri Kehutanan Nomor 969. Keputusan Direktur Jederal Pertambangan Umum Nomor 157. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 49 Tahun 1996 BAKU TINGKAT GETARAN 133.01/DJP/1999 Tahun 1999 PENDIDIKAN. Keputusan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453K/29/MEM/2000 Tahun 2000 PEDOMAN TEKNIS PENYELENGGARAAN TUGAS PEMERINTAHAN DI BIDANG PERTAMBANGAN UMUM 134. Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 18 Tahun 2008 REKLAMASI DAN PENUTUPAN TAMBANG 145.K/61. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1971 PERUSAHAAN PERTAMBANGAN MINYAK DAN GAS BUMI NEGARA . SERTIFIKASI DAN AKREDITASI DALAM LINGKUNGAN PERTAMBANGAN DAN ENERGI 132. TANAH DAN TOP SOIL (TERMASUK TANAH PUCUK ATAU HUMUS) 135.K/20.PE/1989 dan 429/KPTS-II/1989 Tahun 1989 PEDOMAN PENGATURAN PELAKSANAAN USAHA PERTAMBANGAN DAN ENERGI DALAM KAWASAN HUTAN 130. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 747. Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2008 PEMBENTUKAN DEWAN ENERGI NASIONAL DAN TATA CARA PENYARINGAN CALON ANGGOTA DEWAN ENERGI NASIONAL 144.K/05/M. PELATIHAN DAN SERTIFIKASI PEJABAT DAN TENAGA TEKNIK KHUSUS PADA KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN UMUM 138.. MIWAH TAMBANG DI DAERAH KABUPATEN ACEH BARAT. Keputusan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 1110K/40/MEM/2004 Tahun 2004 PENGAKHIRAN KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DAN PT.127. PENANGANAN PERCEPATAN KEGIATAN ENERGI ALTERNATIF. DAN NANGAN RAYA PROVINSI NANGROEH ACEH DARUSSALAM 136. ACEH TENGAH. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1610 K/02/MEM/2004 Tahun 2004 PENGAMANAN OBYEK VITAL NASIONAL DI SEKTOR ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 128. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 02/M-DAG/PER/1/2007 Tahun 2007 LARANGAN EKSPOR PASIR. . BIREUN.K/20. Peraturan Menteri Negara Agraria Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 5 Tahun 1999 PEDOMAN PENYELESAIAN MASALAH HAK ULAYAT MASYARAKAT HUKUM ADAT 129. PENANGANAN SOSIALISASI HARGA BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) DAN LISTRIK. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 472. Keputusan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 0048K/73/MEM/2006 Tahun 2006 PENANGGUNG JAWAB PENANGANAN KEGIATAN REHABILITASI PEMBANGUNAN NANGGROE ACEH DARUSALAM (NAD). 142.PE/1995 Tahun 1995 STANDARDISASI.01/DJP/1998 Tahun 1998 PEMBERIAN IZIN PEMINDAHAN KUASA PERTAMBANGAN 143.01/DJP/2000 Tahun 2000 PEMROSESAN PERMOHONAN SURAT IZIN PENGIRIMAN CONTOH MINUMAN MINERAL NONBATU BARA KEPADA PEMEGANG KUASA PERTAMBANGAN (KP) EKSPLORASI DAN KONTRAKTOR KONTRAK KARYA (KK) 141. Keputusan Jenderal Direktur Petambangan Umum Nomor 933. Peraturan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 02 P/0322/M..

Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 2498K/84/MEM/2008 Tahun 2008 PENETAPAN DAERAH PENGHASIL DAN DASAR PENGHITUNGAN BAGIAN DAERAH PENGHASIL PERTAMBANGAN UMUM. Keputusan Bersama Mentamben. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 154. KONTRAK KARYA (KK). dan 23/SKB/M/XII/1998 Tahun 1998 PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN KOPERASI DAN PENGUSAHA KECIL MELALUI USAHA PERTAMBANGAN SKALA KECIL 149. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 1971 PEMBUBARAN UNIT PENAMBANGAN BATUBARA MAHAKAM DARI P. 151A. Keputusan Presiden Nomor 75 Tahun 1996 KETENTUAN POKOK PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA 155. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 2338.T. PACIFIC NIKKEL INDONESIA 152. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 158. MINYAK BUMI DAN GAS BUMI UNTUK TAHUN 2009 162. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1980 PERUBAHAN DAN TAMBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 21 TAHUN 1967 TENTANG RADIO AMARATISME DI INDONESIA 157. DAN KONTRAK KARYA BATUBARA (KKB) 154.146. Mendagri dan Menkop PKM Nomor 2002K/20/MPE/1998. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 370K/201/M. INTERNATIONAL NICKEL INDONESIA 150. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1968 PEMBERIAN TAMBAHAN KELONGGARAN PERPAJAKAN KEPADA INTERNATIONAL NICKEL COMPANY OF CANADA LTD. Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 113 Tahun 2005 PETUNJUK PELAKSANAAN PENGAWASAN DAN PENERTIBAN KEGIATAN USAHA AIR BAWAH TANAH. Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 25 Tahun 2008 TATA CARA PENETAPAN KEBIJAKAN PEMBATASAN PRODUKSI PERTAMBANGAN MINERAL NASIONAL 158.K/27/DDJP/1996 Tahun 1996 TATA CARA PENCADANGAN WILAYAH KUASA PERTAMBANGAN (KP). Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 91 Tahun 2007 TATA CARA PERHITUNGAN HARGA DASAR AIR PERMUKAAN DAN NILAI PEROLEHAN AIR PERMUKIMAN 153.N.PE/1994 Tahun 1994 PENETAPAN TARIF IURAN EKSPLORASI ATAU IURAN EKSPLOITASI UNTUK BAHAN GALIAN INTAN 160. Keputusan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 157K/81/MEM/2003 Tahun 2003 PENETAPAN DAERAH PENGHASIL DAN DASAR PENGHITUNGAN BAGIAN DAERAH PENGHASIL MINYAK BUMI DAN GAS BUMI SERTA PERTAMBANGAN UMUM UNTUK TAHUN 2003 .K/2015/DDJP/1996 TENTANG TATA CARA PEMBERIAN KUASA PERTAMBANGAN PENGANGKUTAN DAN KUASA PERTAMBANGAN PENJUALAN ATAS BAHAN GALIAN YANG DIHASILKAN OLEH PIHAK KETIGA DALAM MELAKUKAN KEGIATAN DI LUAR BIDANG USAHA PERTAMBANGAN UMUM 159.01/DJP/2000 Tahun 2000 PERUBAHAN DIKTUM KEDUA KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERTAMBANGAN UMUM NOMOR 687. MINYAK DAN GAS BUMI SERTA KETENAGALISTRIKAN 151. (INCO) c. PERTAMBANGAN UMUM. P.K/844/M.PE/1985 Tahun 1985 PELIMPAHAN WEWENANG PEMBERIAN IZIN USAHA PERTAMBANGAN PASIR LAUT DI DAERAH LEPAS PANTAI PERAIRAN PULAU BATAM DAN SEKITARNYA 156. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 678.K/20.q.K/20/MPE/1998 Tahun 1998 PELIMPAHAN WEWENANG PEMBERIAN KUASA PERTAMBANGAN PEMROSESAN DAN PELAKSANAAN KONTRAK KARYA DAN PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA 161. TAMBANG BATUBARA 147. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 14/M-DAG/PER/5/2008 Tahun 2008 VERIFIKASI ATAU PENELUSURAN TEKNIS TERHADAP EKSPOR PRODUK PERTAMBANGAN TERTENTU 148. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1969 PEMBERIAN TAMBAHAN KELONGGARAN PERPAJAKAN KEPADA PT.

Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Nomor 632.K/20/M. MINYAK BUMI DAN GAS BUMI UNTUK TAHUN 2008 174.K/20/DJP/1999 Tahun 1999 PENUGASAN KEPADA KEPALA KANTOR WILAYAH DEPARTEMEN PERTAMBANGAN DAN ENERGI UNTUK MENETAPKAN WILAYAH PERTAMBANGAN RAKYAT 173. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 523K/201/MPE/1992 Tahun 1992 PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN PENYAJIAN INFORMASI LINGKUNGAN.K/20. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 58.01/DJP/1998 Tahun 1998 PEMBUKAAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN PASIR LAUT DI WILAYAH EKS OTORITA BATAM 165.PE/1994 Tahun 1994 PENGUSAHAAN DAN PENGEMBANGAN BRIKET BATUBARA 179.04/DJP/1999 Tahun 1999 PEMBERIAN KUASA PERTAMBANGAN PENGANGKUTAN DAN KUASA PERTAMBANGAN PENJUALAN KEPADA PEMEGANG KUASA PERTAMBANGAN EKSPLORASI 167. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 236.163.01/DJP/1999 Tahun 1999 PROSEDUR DAN TATACARA PENCADANGAN WILAYAH EKS IZIN PENGERUKAN OTORITA BATAM 169. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 155. RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN DAN RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN UNTUK USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN GOLONGAN C 180.K/102/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 2200. Keputusan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 0966K/40/MEM/2004 Tahun 2004 PENGAKHIRAN PERJANJIAN KARYA PENGUSAHA PERTAMBANGAN BATUBARA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT. Keputusan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 1451K/10/MEM/2000 Tahun 2000 PEDOMAN TEKNIS PENYELENGGARAAN TUGAS PEMERINTAHAN DI BIDANG PENGELOLAAN AIR BAWAH TANAH 170. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 698/20/DDJP/1996 Tahun 1996 PEDOMAN PELAKSANAAN KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN PADA WILAYAH YANG TUMPANG TINDIH 177. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 514. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 489. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 275.K/2019/DDJP/1995 Tahun 1995 TATA CARA DAN PERSYARATAN USAHA JASA PERTAMBANGAN DI BIDANG PERTAMBANGAN UMUM 171.K/2016/040000/1986 Tahun 1986 KETENTUAN PENSERTIFIKATAN DAN SPESIFIKASI EMAS MURNI DAN PERAK MURNI UNTUK EKSPOR 164.K/861/DDJP/1996 Tahun 1996 TATA CARA PENGEMBALIAN/PENCAIRAN UANG JAMINAN KESUNGGUHAN 172. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 256.PE/1995 Tahun 1995 PERIZINAN PENGEBORAN DAN PENGAMBILAN AIR BAWAH TANAH UNTUK KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN DAN ENERGI 175.PE/1994 TANGGAL 18 NOPEMBER MENGENAI PEMBERIAN SURAT IZIN PENYELIDIKAN PENDAHULUAN (SIPP) DALAM RANGKA PENANAMAN MODAL ASING (PMA) ATAU PENANAMAN MODAL DALAM NEGERI (PMDN) 168. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 1946. GENERAL SAKTI KREASINDO DIDAERAH KABUPATEN MUSI BANYUASIN. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 75. Keputusan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 2821K/80/MEM/2007 Tahun 2007 PENETAPAN DAERAH PENGHASIL DAN DASAR PENGHITUNGAN BAGIAN DAERAH PENGHASIL PERTAMBANGAN UMUM.K/844/DDJP/1992 Tahun 1992 PELAKSANAAN KEPUTUSAN MENTERI PERTAMBANGAN DAN ENERGI TENTANG PENETAPAN TARIF IURAN TETAP DAN TARIF IURAN EKSPLORASI ATAU IURAN EKSPLOITASI UNTUK USAHA PERTAMBANGAN UMUM 176. Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1986 PENYERAHAN SEBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN DI BIDANG PERTAMBANGAN KEPADA PEMERINTAH DAERAH TINGKAT I .K/201/M. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 48 Tahun 1996 BAKU TINGKAT KEBISINGAN 178.K/20. PROVINSI SUMATRA SELATAN 166.K/201/DDJP/1995 Tahun 1995 PELAKSANAAN KEPUTUSAN MENTERI PERTAMBANGAN DAN ENERGI NOMOR 2202.K/25.

Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 0123. Surat Keputusan Bersama Menteri Transmigrasi Dan Menteri Kehutanan Nomor SKB. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 0224. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 846K/20/M. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1976 PERPAJAKAN DAN PUNGUTAN-PUNGUTAN LAIN ATAS USAHA PERTAMBANGAN BUKAN MINYAK DAN GAS BUMI 189. PROVINSI SUMATERA BARAT 195.K/201/M. Instruksi Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 01. Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 1 Tahun 2004 PAJAK PENGAMBILAN DAN PEMANFAATAN AIR BAWAH TANAH DAN AIR PERMUKAAN 188. Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 1969 PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN DEWAN PERTAMBANGAN 187. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 1135.80/MEN/1990.I/20/030000/1985 Tahun 1985 PEDOMAN KEBIJAKSANAAN PROSEDURE PERMOHONAN KUASA PERTAMBANGAN 198.181. ALLIED INDO COAL DI DAERAH KOTA SAWAHLUNTO.PE/1987 Tahun 1987 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI KECAMATAN BAYAH KABUPATEN LEBAK PROPINSI JAWA BARAT 194.PE/1987 Tahun 1987 PERPANJANGAN PENUGASAN PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA KEPADA KANTOR WILAYAH DEPARTEMEN PERTAMBANGAN DAN ENERGI PROPINSI SULAWESI SELATAN 185.K/26/DDJP/1993 Tahun 1993 PELAKSANAAN PENGAWASAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA LINGKUNGAN PERTAMBANGAN BIDANG PERTAMBANGAN UMUM . Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 124.K/2013/M.PE/1986 Tahun 1986 PEDOMAN PENGELOLAAN PERTAMBANGAN RAKYAT BAHAN GALIAN STRATEGIS DAN VITAL (GOLONGAN A DAN B) 184. Peraturan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 01.01/DJP/2000 PEMROSESAN PERMOHONAN SURAT KETERANGAN IZIN PENINJAUAN (SKIP) 190. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 226/PMK. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 180 Tahun 1996 TATA CARA PENYALURAN DAN PENGGUNAAN BAGIAN PENERIMAAN PEMERINTAH DAERAH DARI HASIL PUNGUTAN NEGARA DIBIDANG PERTAMBANGAN UMUM 186.PE/1996 Tahun 1996 PROYEK PERINTIS OTOMATISASI ADMINISTRASI PERIZINAN PERTAMBANGAN UMUM 182.PE/1987 Tahun 1987 PENETAPAN WILAYAH PERTAMBANGAN RAKYAT UNTUK BAHAN GALIAN EMAS DI DAERAH DESA UJUNG BATU KECAMATAN PELAIHARI KABUPATEN TANAH LAUT PROPINSI KALIMANTAN SELATAN 193. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 26 Tahun 1994 PEDOMAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN GOLONGAN C 192.K/201/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 1165.07/2008 Tahun 2008 ALOKASI DANA BAGI HASIL SUMBER DAYA ALAM PERTAMBANGAN UMUM TAHUN ANGGARAN 2008 197.K/844/M. 375/KPTSII/1990 Tahun 1990 KETENTUAN DAN TATA CARA PELEPASAN KAWASAN HUTAN UNTUK PEMUKIMAN TRANSMIGRASI 191.PE/1992 Tahun 1992 PENETAPAN TARIF IURAN TETAP UNTUK USAHA PERTAMBANGAN UMUM DALAM RANGKA KUASA PERTAMBANGAN 183.K/201/M. Keputusan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 1700K/30/MEM/2008 Tahun 2008 PENGAKHIRAN PERJANJIAN KERJASAMA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT.P/201/M. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 0377.K/20. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 1245.PE/1986 Tahun 1986 PELIMPAHAN WEWENANG UNTUK MENETAPKAN PERUBAHAN TAHAP-TAHAP KEGIATAN DAN LUAS WILAYAH DALAM PELAKSANAAN KONTRAK KARYA 196.

K/20. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 414.P/036/M. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 1455/SK-DJ/23/Pertamb/1976 Tahun 1976 PEDOMAN PELAKSANAAN SURAT KEPUTUSAN MENTERI PERTAMBANGAN NOMOR 133/Kpts/K/Pertamb/1976 MENGENAI PELIMPAHAN WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB UNTUK MENGATUR DAN MENGAWASI SEMUA USAHA PELAKSANAAN SURVEY DAN EKSPLORASI SUMBER-SUMBER ENERGI GEOTHERMAL 210. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 693.F KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERTAMBANGAN UMUM NOMOR 149. PROPINSI KALIMANTAN TIMUR DI DALAM WILAYAH CADANGAN UNTUK NEGARA BLOK 12 207. KABUPATEN KUTAI.199. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 117.K/21/030000/1985 Tahun 1985 PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PERTAMBANGAN DAN ENERGI MENGENAI PEMBERIAN SURAT IZIN PENYELIDIKAN PENDAHULUAN DALAM RANGKA PENANAMAN MODAL ASING DI BIDANG PERTAMBANGAN UMUM 201.01/DDJP/1998 TANGGAL 18 JUNI 1998 TENTANG PEMBERIAN KUASA PERTAMBANGAN 213. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 184. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 662. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 057. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 03.K/81/MEM/2002 Tahun 2002 PENETAPAN DAERAH PENGHASIL DAN DASAR PENGHITUNGAN BAGIAN DAERAH PENGHASIL MINYAK BUMI DAN GAS ALAM SERTA PERTAMBANGAN UMUM UNTUK TAHUN 2002 214. PERSYARATAN PENGAJUAN DAN PEMROSESAN PERMOHONAN KONTRAK KARYA 208. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 968.K/261/DDJP/1987 Tahun 1987 PENGGUNAAN TENAGA AHLI PERMOHONAN KUASA PERTAMBANGAN PENYELIDIKAN UMUM. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 890.K/20.PE/1997 Tahun 1997 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI PIHAK SWASTA/KOPERASI UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI DAERAH KECAMATAN LOAJANAN DAN DS LOAJANAN ILIR.I/291/DJP/1995 Tahun 1995 PENILAIAN KESUNGGUHAN/KEMAMPUAN PARA PEMEGANG KP/KK/PKP2B DALAM MELAKUKAN KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN . PERSYARATAN PENGAJUAN DAN PEMROSESAN PERMOHONAN KONTRAK KARYA 204. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Nomor 09/SK-DD/Pertamb/1972 Tahun 1972 KETENTUAN-KETENTUAN DAN PROSEDUR SERTA PERSYARATAN UNTUK MEMPEROLEH IZIN USAHA PERUSAHAAN YANG BEKERJA DI BIDANG JASA-JASA USAHA PERTAMBANGAN DI LUAR MINYAK DAN GAS BUMI 211. EKSPLORASI DAN EKSPLOITASI 200. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 661.01/DJP/2000 Tahun 2000 PENAMBAHAN KETENTUAN LAMPIRAN IV.K/29/DDJP/1993 Tahun 1993 PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PERTAMBANGAN DAN ENERGI NOMOR 01.K/201/DDJP/1996 Tahun 1996 PEMBERIAN KUASA PERTAMBANGAN 203.K/201/M. Instruksi Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 04.K/29/DDJP/1996 Tahun 1996 TATA CARA.K/29/DDJP/1996 Tahun 1996 TATA CARA.K/2015/DDJP/1994 Tahun 1994 PEMBERIAN KP PENGANGKUTAN DAN KP PENJUALAN KEPADA PIHAK KETIGA BUKAN PEMEGANG KP EKSPLORASI DAN KP EKSPLOITASI 212. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 48. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 337.K/201/DDJP/1996 Tahun 1996 PEMBERIAN KUASA PERTAMBANGAN 205.PE/1993 TANGGAL 19 JANUARI 1993 TENTANG TATA CARA PERMOHONAN (APLIKASI) PERUSAHAAN SWASTA SEBAGAI KONTRAKTOR PT (PERSERO) TAMBANG BATUBARA BUKIT ASAM BERDASARKAN PERJANJIAN KERJASAMA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA 202. Instruksi Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor Nomor 01/INSTR-DU/Tahun 1980 PENGOLAHAN PERMOHONAN KUASA PERTAMBANGAN PENGANGKUTAN DAN KUASA PERTAMBANGAN PENJUALAN BAGI PEMEGANG KUASA PERTAMBANGAN EKSPLORASI 206.K/008/DDJP/1996 Tahun 1996 PEDOMAN TEKNIS PENGENDALIAN EROSI PADA KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM 209.

01/DJP/1998 Tahun 1998 ORGANISASI DAN TATA KERJA UNIT ADMINISTRASI PERIZINAN PERTAMBANGAN UMUM 218.PE/1985 Tahun 1985 PELIMPAHAN WEWENANG PEMBERIAN IZIN USAHA PERTAMBANGAN PASIR LAUT DI DAERAH LEPAS PANTAI PERAIRAN PULAU BATAM DAN SEKITARNYA 217.PE/1986 Tahun 1986 PENUGASAN PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN TIMAH HITAM KEPADA KANTOR WILAYAH DEPARTEMEN PERTAMBANGAN DAN ENERGI PROPINSI SUMATERA UTARA 225. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 908. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 277. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 176. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 2027. Instruksi Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 01. Instruksi Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 06. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 2298.I/0045/M.K/201/M. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 2447. ANEKA TAMBANG (PERSERO) TAHUN 1984 SAMPAI KEADAAN KEUANGAN MEMBAIK KEMBALI 223. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 342.K/06. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 727.K/222/M. Keputusan Bersama Menteri ESDM dan Menperindag Nomor 145A.K/201/040000/1986 Tahun 1986 TATA CARA PENGAJUAN DAN PENILAIAN PERMOHONAN KUASA PERTAMBANGAN/PERPANJANGAN KUASA PERTAMBANGAN.K/05/MEM/2002. Instruksi Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 08.I/201/M.T. SERTA KEWAJIBAN-KEWAJIBAN PEMEGANG KUASA PERTAMBANGAN 222.PE/1985 Tahun 1985 PELIMPAHAN WEWENANG PEMBERIAN IZIN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN PASIR LAUT YANG TERLETAK DI DAERAH LEPAS PANTAI PERAIRAN TELUK JAKARTA DAN KEPULAUAN SERIBU 227. dan 104/MPP/Kep/2/2002 Tahun 2002 FORUM KOMUNIKASI PENGGUNAAN PRODUK DALAM NEGERI DI SEKTOR ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 221.K/222/M.PE/1984 Tahun 1984 PENINGKATAN PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN KOPERASI UNIT DESA (KUD) DI BIDANG PERTAMBANGAN DAN ENERGI 219.I/201/M.K/201/M.K/201/M. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 2263.215.PE/1985 Tahun 1985 PENUNDAAN PEMBAYARAN IURAN EKSPLORASI/EKSPLOITASI P.PE/1986 Tahun 1986 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI KECAMATAN CIBADAK KABUPATEN SUKABUMI PROPINSI JAWA BARAT 230.K/8442/M. Instruksi Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 02.PE/1984 Tahun 1984 PEDOMAN KEBIJAKSANAAN UNTUK PETA DAN WILAYAH KUASA PERTAMBANGAN PENYELIDIKAN UMUM EKSPLORASI 220.PE/1985 Tahun 1985 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI KECAMATAN SELUMA DAN TALO KABUPATEN BENGKULU SELATAN PROPINSI BENGKULU .PE/1985 Tahun 1985 PELIMPAHAN WEWENANG PEMBERIAN KUASA PERTAMBANGAN DAN PERPANJANGAN KUASA PERTAMBANGAN SERTA PENGATURANNYA 216.K/20/M.K/201/M. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 275.PE/1986 Tahun 1986 PETUNJUK PELAKSANAAN/TATACARA PENJUALAN BESI TUA (SCRAP) DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN PERTAMBANGAN DAN ENERGI 226.K/96/M. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 667.PE/1985 Tahun 1985 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI KECAMATAN TALANG EMPAT DAN SELUMA KABUPATEN BENGKULU UTARA DAN BENGKULU SELATAN PROPINSI BENGKULU 229.I/10/M.PE/1988 Tahun 1988 PENINGKATAN PERAN DAN TANGGUNG JAWAB BADAN USAHA MILIK NEGARA DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN PERTAMBANGAN DAN ENERGI DALAM MEMBANTU KOPERASI 228.PE/1986 Tahun 1986 PENUGASAN PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN EMAS KEPADA KANTOR WILAYAH DEPARTEMEN PERTAMBANGAN DAN ENERGI PROPINSI SULAWESI SELATAN 224.

PE/1986 Tahun 1986 GAMBUT 240.PE/1986 Tahun 1986 PENUGASAN PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN TIMAH HITAM KEPADA KANTOR WILAYAH DEPARTEMEN PERTAMBANGAN DAN ENERGI PROPINSI NUSA TENGGARA BARAT 242. SUMATERA BARAT.K/222/M.K/20/M.K/222/M.PE/1986 Tahun 1986 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI KECAMATAN BESUKI DAN WATULIMO. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 200.PE. KABUPATEN TULUNGAGUNG DAN TRENGGALEK PROPINSI JAWA TIMUR 245.K/201/M. CIMANGGU DAN BOJONG KABUPATEN SUKABUMI PROPINSI JAWA BARAT 237. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 07/DU Tahun 1978 PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN TERHADAP GANGGUAN DAN PENCEMARAN SEBAGAI AKIBAT PENAMBANGAN TERBUKA . Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1845.PE/1985 Tahun 1985 PENGAKHIRAN KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT RIO TINTO INDONESIA (TERMINATION OF THE CONTRACT OF WORK) 238.231.PE/1986 Tahun 1986 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI KECAMATAN CIBADAK. JAMBI. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 2446. PROPINSI-PROPINSI SUMATERA UTARA. SUMATERA SELATAN.K/20/M.K/2013/M. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1949. Keputusan Menteri Pertambangan Nomor 43/Kpts/M/Pertamb/1972 Tahun 1972 PENGUSAHAAN BAHAN GALIAN BATUBARA OLEH PIHAK SWASTA 239. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 879. KALIMANTAN SELATAN.K/222/M. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 08/DU Tahun 1978 PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN TERHADAP GANGGUAN DAN PENCEMARAN SEBAGAI AKIBAT PENAMBANGAN DENGAN KAPAL KERUK 233. RIAU.K/20/M.K/20/M. KALIMANTAN BARAT. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 341. DAN IRIAN JAYA 235. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 552. LUSANG MINING 244. KALIMANTAN TIMUR. KALIMANTAN TENGAH.K/20/M. LAMPUNG. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 843.PE/1985 Tahun 1985 PENUGASAN PERTAMBANGAN KEPADA DIREKTORAT SUMBER DAYA MINERAL 246.PE/1985 Tahun 1985 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI KECAMATAN BATANG KAPAS KABUPATEN PESISIR SELATAN PROPINSI SUMATERA BARAT 241. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 280. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 506/KPTS/M/PERTAMB/1981 Tahun 1981 PENCADANGAN WILAYAH YANG MENGANDUNG BAHAN GALIAN BATUBARA DI DALAM DAERAH ISTIMEWA ACEH.PE/1986 Tahun 1986 PENETAPAN PERMULAAN TAHAP OPERASI PRODUKSI DAN WILAYAH PERTAMBANGAN (MINING AREA) PT. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 748. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 282. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 562/KPTS/M/PERTAMB/1978 Tahun 1978 PENCADANGAN WILAYAH YANG MENGANDUNG BAHAN GALIAN BATUBARA DI DAERAH PROPINSI KALIMANTAN SELATAN DAN DI DAERAH PROPINSI KALIMANTAN TIMUR UNTUK DIUSAHAKAN OLEH NEGARA 243.K/2013/M.1985 Tahun 1985 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI KECAMATAN MUARA LAKITAN KABUPATEN MUSI RAWAS PROPINSI SUMATERA SELATAN 234.PE/1985 Tahun 1985 PELIMPAHAN WEWENANG PEMBERIAN IZIN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN PASIR LAUT YANG TERLETAK DI DAERAH LEPAS PANTAI PERAIRAN SELAT MADURA 232.PE/1985 Tahun 1985 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI KECAMATAN CISAAT DAN CIKEMBAR KABUPATEN SUKABUMI PROPINSI JAWA BARAT 236.

386/KPTS/M/PERTAMB/1971 TENTANG KEMAMPUAN TEKNIS DAN KEMAMPUAN FINANSIIL UNTUK PERMOHONAN KUASA PERTAMBANGAN PENYELIDIKAN UMUM DAN EKSPLORASI 260.K/08/M.PE/1988 Tahun 1988 PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN PENYAJIAN INFORMASI LINGKUNGAN DAN ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN UNTUK KEGIATAN DI BIDANG PERTAMBANGAN UMUM DAN BIDANG PERTAMBANGAN MINYAK DAN GAS BUMI DAN SUMBER DAYA PANAS BUMI 257. Kep354/Mk/IV/4/1975. Menkeu.PE/1987 Tahun 1987 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI KECAMATAN PINO KABUPATEN BENGKULU SELATAN PROPINSI BENGKULU 254. TAMBANG BATUBARA BUKIT ASAM (PERSERO) UNTUK MEMBAYAR IURAN PERTAMBANGAN 251. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 0217. KABUPATEN LEBAK DAN PANDEGLANG PROPINSI JAWA BARAT 250.PE/1987 Tahun 1987 KEWAJIBAN PERUM TAMBANG BATUBARA DAN PT. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 749/KPTS/M/PERTAMBEN/1981 Tahun 1981 PERUBAHAN SURAT KEPUTUSAN MENTERI PERTAMBANGAN NO. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 0420.K/201/M.K/201/M. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 0185. GUNUNG KENCANA DAN MENES. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 0122.PE/1987 Tahun 1987 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI KECAMATAN SORKAM KABUPATEN TAPANULI TENGAH PROPINSI SUMATERA UTARA 255. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 0218.PE/1987 Tahun 1987 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI KECAMATAN CURUP KABUPATEN REJANG LEBONG PROPINSI BENGKULU 253.247. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 0216.K/201/M. PONDOK KELAPA DAN KERKAP KABUPATEN BENGKULU UTARA DAN REJANG LEBONG PROPINSI BENGKULU 258. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 09/DU Tahun 1978 PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN TERHADAP GANGGUAN DAN PENCEMARAN SEBAGAI AKIBAT PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN BAHAN-BAHAN GALIAN 248. Keputusan Bersama Menteri Pertambangan.K/201/M. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 0213.K/201/M.PE/1987 Tahun 1987 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI KECAMATAN PANGGARANGAN KABUPATEN LEBAK PROPINSI JAWA BARAT 249. 55 Tahun 1975 TATA CARA PEMBAYARAN DAN PEMBAGIAN HASIL IURAN DARI PEMEGANG KUASA PERTAMBANGAN .PE/1987 Tahun 1987 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI KECAMATAN BOJONGMANIK. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 0124. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 0241.K/201/M.PE/1987 Tahun 1987 PELIMPAHAN SEBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN DI BIDANG PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN GOLONGAN C KEPADA PEMERINTAH DAERAH PROPINSI DAERAH ISTIMEWA ACEH 259. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 915.K/201/M.K/008/M.K/201/M.K/201/M. TABAH PENANJUNG DAN KEPAHIANG KABUPATEN BENGKULU UTARA DAN REJANG LEBONG PROPINSI BENGKULU 252.K/844/M.PE/1987 Tahun 1987 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI KECAMATAN TALANGAMPAT.PE/1986 Tahun 1986 PENUGASAN PERTAMBANGAN KEPADA PUSAT PENGEMBANGAN TEKNOLOGI MINERAL 261. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 0202. dan Mendagri Nomor 137/Kpts/M/Pertamb/1975.PE/1987 Tahun 1987 PENETAPAN JENIS-JENIS INDUSTRI DALAM RANGKA PENYEDERHANAAN IZIN USAHA INDUSTRI 256.PE/1987 Tahun 1987 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI KECAMATAN TABA PENANJUNG. CURUP. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 0215.

K/20/M.K/2011/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 351.PE/1989 Tahun 1989 PENGAKHIRAN KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 166. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 23 Tahun 2009 PEDOMAN TEKNIS PENCEGAHAN PENCEMARAN DAN/ATAU KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP AKIBAT PERTAMBANGAN EMAS RAKYAT 276. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 0214. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 0144.262.PE/1987 Tahun 1987 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI KECAMATAN TANETE RIAYA KABUPATEN BARRU PROPINSI SULAWESI SELATAN 267.PE/1987 Tahun 1987 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN .K/201/M.K/201/M. TAJUR MENGARIS MINING (TERMINATION OF CONTRACT OF WORK) 265.K/20/M.PE/1988 Tahun 1988 PENYERAHAN SEBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN DI BIDANG PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN GOLONGAN C KEPADA PEMERINTAH DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I RIAU 272.K/201/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 343. BUNE LIMPU MINING (TERMINATION OF THE CONTRACT OF WORK) 274. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 0624.PE/1987 Tahun 1987 PENGAKHIRAN KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT.PE/1988 Tahun 1988 PERUBAHAN TARIP IURAN EKSPLORASI/EKSPLOITASI UNTUK BAHAN GALIAN BIJIH NIKEL DALAM LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN MENTERI PERTAMBANGAN NOMOR 352/KPTS/M/PERTAMB/1972 TENTANG IURAN EKSPLORASI/EKSPLOITASI BAGI USAHA PERTAMBANGAN DI LUAR MINYAK DAN GAS BUMI 278. CITRA MALUKU MINING (TERMINATION OF THE CONTRACT OF WORK) 268. TROPIC ENDEAVOUR INDONESIA (TERMINATION OF THE CONTRACT OF WORK) 273.PE/1989 Tahun 1989 PENYERAHAN SEBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN DI BIDANG PERTAMBANGAN BARANG GALIAN GOLONGAN C KEPADA PEMERINTAH DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I KALIMANTAN BARAT 264.PE/1989 Tahun 1989 PENGAKHIRAN KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 768. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 0491. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 0358.K/27/M.K/201/M.PE/1988 Tahun 1988 PENYERAHAN SEBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN DI BIDANG PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN GOLONGAN C KEPADA PEMERINTAH DAERAH PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA 263.K/201/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 729.K/80/M.PE/1989 Tahun 1989 PENGGANTIAN KEANGGOTAAN DEWAN PERTAMBANGAN 271. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 156.K/732/M.K/201/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 365. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 0222.PE/1989 Tahun 1989 PENYERAHAN SEBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN DI BIDANG PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN GOLONGAN C KEPADA PEMERINTAH DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I KALIMANTAN TIMUR 277.K/2011/M.K/201/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 157.PE/1989 Tahun 1989 PENETAPAN WILAYAH PERTAMBANGAN RAKYAT UNTUK BAHAN GALIAN EMAS DI DAERAH PROPINSI SUMATERA BARAT 275.PE/1987 Tahun 1987 KEWAJIBAN PT.PE/1986 Tahun 1986 PENUGASAN PERTAMBANGAN KEPADA DIREKTORAT BATUBARA 269.PE/1989 Tahun 1989 PENGAKHIRAN KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT.PE/1987 Tahun 1987 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI KECAMATAN CIKEMBAR DAN JAMPANG TENGAH KABUPATEN SUKABUMI PROPINSI JAWA BARAT 266.K/844/M.K/201/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 0220. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 0205.TAMBANG TIMAH (PERSERO) UNTUK MEMBAYAR IURAN PERTAMBANGAN 270.

Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 1451.PE/1986 Tahun 1986 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI KECAMATAN KETAHUN KABUPATEN BENGKULU UTARA PROPINSI BENGKULU 289.K/641/M.PE/1989 Tahun 1989 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA NASIONAL UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI DAERAH KECAMATAN SEBULU DAN TENGGARONG KABUPATEN KUTAI PROPINSI KALIMANTAN TIMUR 287.PE/1986 Tahun 1986 PERUBAHAN TARIP IURAN EKSPLORASI/EKSPLOTASI UNTUK BAHAN GALIAN TIMAH DALAM LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN MENTERI PERTAMBANGAN NOMOR 352/KPTS/M/PERTAMB/1972 TENTANG IURAN EKSPLORASI/EKSPLOTASI BAGI USAHA-USAHA PERTAMBANGAN DILUAR MINYAK DAN GAS BUMI 291. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 978.PE/1987 Tahun 1987 PEMBERIAN BANTUAN BIMBINGAN TEKNIS OLEH UNIT-UNIT DALAM LINGKUNGAN DEPARTEMEN PERTAMBANGAN DAN ENERGI KEPADA KEGIATAN USAHA SEKTOR PERTAMBANGAN DAN ENERGI DENGAN MEMANFAATKAN FASILITAS. TENAGA KERJA DAN KEMAMPUAN YANG TERSEDIA 284. BELLE BUMI MINING (TERMINATION OF THE CONTRACT OF WORK) 283.K/201/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 0859. PERAK DAN PLATINA PADA LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN MENTERI PERTAMBANGAN NOMOR 352/Kpts/M/Pertamb/1972 TENTANG IURAN EKSPLORASI/IURAN EKSPLOITASI BAGI USAHA-USAHA PERTAMBANGAN DI LUAR MINYAK DAN GAS BUMI 285.PE/1988 Tahun 1988 PERUBAHAN TARIF IURAN EKSPLORASI/IURAN EKSPLOITASI UNTUK BAHAN GALIAN EMAS.K/201/M. PROPINSI JAWA TIMUR.K/80/M.PE/1987 Tahun 1987 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI KECAMATAN SIBOLGA KABUPATEN TAPANULI TENGAH PROPINSI SUMATERA UTARA 280. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 0772.BATUBARA DI KECAMATAN KEPAHIANG DAN TABA PENANJUNG KABUPATEN REJANG LEBONG DAN BENGKULU UTARA PROPINSI BENGKULU 279. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 1604.K/201/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 0223. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 702. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 0237.K/26/M. DAN PROPINSI SULAWESI SELATAN .K/201/M.PE/1989 Tahun 1989 PENGAKHIRAN KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT.PE/1987 Tahun 1987 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA NASIONAL DAN KOPERASI UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI DAERAH-DAERAH KABUPATEN TAPANULI TENGAH PROPINSI SUMATERA UTARA.PE/1988 Tahun 1988 PENYERAHAN SEBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN DI BIDANG PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN GOLONGAN C KEPADA PEMERINTAH DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I SULAWESI TENGGARA 290. PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. PROPINSI BENGKULU.PE/1989 Tahun 1989 PENGAKHIRAN KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT.K/201/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 1393. KABUPATEN PESISIR SELATAN PROPINSI SUMATERA BARAT.K/745/M.PE/1986 Tahun 1986 PERLUASAN WILAYAH PENUGASAN PERTAMBANGAN KEPADA DIREKTORAT SUMBER DAYA MINERAL 288. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 1369. TALATAKOH MINING (TERMINATION OF THE CONTRACT OF WORK) 281.PE/1987 Tahun 1987 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI KECAMATAN LEUWIDAMAR KABUPATEN LEBAK PROPINSI JAWA BARAT 282. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 996.K/2011/M.K/844/M.PE/1989 Tahun 1989 PENYELENGGARAAN SIDANG PERTAMA "INDONESIA-AUSTRALIA JOINT COMMITTEE FOR ENERGY AND MINERAL RESOURCES CONSULTATIONS AND TECHNICAL CO-OPERATION" 286.K/2011/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 165. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 0221.K/201/M. KABUPATEN LAMPUNG TENGAH PROPINSI LAMPUNG. PROPINSI JAWA TENGAH. PROPINSI JAWA BARAT.

PE/1996.K/201/M.K/2011/M.PE/1988 Tahun 1988 PENGANGKATAN ANGGOTA DEWAN PERTAMBANGAN 302. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 1252.K/222/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 0419.K/201/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 1032.PE/1988 Tahun 1988 PENYERAHAN SEBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN DI BIDANG PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN GOLONGAN C KEPADA PEMERINTAH DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I KALIMANTAN TENGAH 305.PE/1988 Tahun 1988 BATAS WAKTU PEMBAYARAN IURAN EKSPLOITASI PT TAMBANG TIMAH (PERSERO) 306.K/201/M. Keputusan Bersama Menteri Pertambangan Dan Energi Dan Menteri Dalam Negeri Nomor 322. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 1394. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 1453. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 1545.K/201/M.PE/1987 Tahun 1987 PERPANJANGAN PENUGASAN PERTAMBANGAN KEPADA LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA (LIPI) 309.K/201/M.PE/1988 Tahun 1988 PENYERAHAN SEBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN DI BIDANG PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN GOLONGAN C KEPADA PEMERINTAH DAERAH PROVINSI DAERAH TINGKAT I NUSA TENGGARA BARAT 295.K/844/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 1071.PE/1989 Tahun 1989 PENGAKHIRAN KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT.PE/1984 Dan 029/Kpts-II/1984 Tahun 1984 PEDOMAN PENGATURAN PELAKSANAAN USAHA PERTAMBANGAN DAN ENERGI DALAM KAWASAN HUTAN 307.PE/1987 Tahun 1987 PENYERAHAN SEBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN DI BIDANG PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN GOLONGAN C KEPADA PEMERINTAH DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I LAMPUNG 294.PE/1988 Tahun 1988 PENYERAHAN SEBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN DI BIDANG PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN GOLONGAN C KEPADA PEMERINTAH DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I MALUKU 304.K/2011/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 0625.K/201/M. Keputusan Bersama Menteri Pertambangan Dan Energi Dan Menteri Kehutanan Nomor 0120.PE/1987 Tahun 1987 PENUGASAN PERTAMBANGAN KEPADA DIREKTORAT SUMBER DAYA MINERAL 296. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 1134.292.PE/1988 Tahun 1988 PENUGASAN PERTAMBANGAN KEPADA DIREKTORAT SUMBER DAYA MINERAL 308.PE/1986 Tahun 1986 PENUGASAN PERTAMBANGAN KEPADA DIREKTORAT SUMBER DAYA MINERAL 303.K/60/M.PE/1986 Tahun 1986 PENYERAHAN SEBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN DI BIDANG PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN GOLONGAN C KEPADA PEMERINTAH DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I JAWA BARAT 301. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 0498.K/201/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 1667.K/201/M.PE/1988 Tahun 1988 PENYERAHAN SEBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN DI BIDANG PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN GOLONGAN C KEPADA PEMERINTAH DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I SULAWESI SELATAN 310.K/201/M.PE/1987 Tahun 1987 PENCIUTAN WILAYAH PENUGASAN PERTAMBANGAN KEPADA PUSAT PENGEMBANGAN TEKNOLOGI MINERAL 300. 86 Tahun 1996 .PE/1988 Tahun 1988 PENYERAHAN SEBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN DI BIDANG PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN GOLONGAN C KEPADA PEMERINTAH DAERAH TINGKAT I SUMATERA UTARA 298. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 1369.K/201/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 728. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 0848.K/10/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 233.K/844/M.K/201/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 1031.PE/1987 Tahun 1987 KEWAJIBAN PT ANEKA TAMBANG (PERSERO) UNTUK MEMBAYAR IURAN PERTAMBANGAN 299. ALTAR MAKALE MINING (TERMINATION OF THE CONTRACT OF WORK) 297.PE/1985 Tahun 1985 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI KECAMATAN MUARA KELINGI KABUPATEN MUSI RAWAS PROPINSI SUMATERA SELATAN 293.K/7322/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 1452.

PE/1988 Tahun 1988 PENYERAHAN SEBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN DI BIDANG PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN GOLONGAN C KEPADA PEMERINTAH DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I SULAWESI TENGAH 316.K/201/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 1691. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 1563. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 0161. Peraturan Menteri Negara Koperasi Dan Usaha Kecil Dan Menengah Nomor 18/PER/M.PE/1988 Tahun 1988 PENYERAHAN SEBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN DI BIDANG PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN GOLONGAN C KEPADA PEMERINTAH DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I SULAWESI UTARA 315. DU. MARAU DAN MANISMATA KABUPATEN KETAPANG DI PROPINSI KALIMANTAN BARAT UNTUK DIUSAHAKAN OLEH NEGARA 312.KUKM/VIII/2006 Tahun 2006 PEDOMAN TEKNIS BANTUAN PERKUATAN DALAM BIDANG PRODUKSI KEPADA KOPERASI 323.PE/1986. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 0145. 538/KALBAR DI DAERAH KECAMATAN TANJUNG. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 1544.K/844/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 1235.K/201/M. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 01/K-TP4L/VIII/2002 Tahun 2002 PEDOMAN PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN PENGUSAHAAN PASIR LAUT 325. 67/KPTS-II/1986 Tahun 1986 TEAM KOORDINASI TETAP DEPARTEMEN PERTAMBANGAN DAN ENERGI DAN DEPARTEMEN KEHUTANAN 321. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 202 Tahun 2004 BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI USAHA DAN ATAU KEGIATAN PERTAMBANGAN BIJIH EMAS DAN ATAU TEMBAGA .PE/1988 Tahun 1988 PENYERAHAN SEBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN DI BIDANG PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN GOLONCAN C KEPADA PEMERINTAH DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I SUMATERA BARAT 320. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 0219. SUMBER AIR BAWAH TANAH DAN MATA AIR PANAS 324.K/201/M.K/10/M. Keputusan Presiden Nomor 64 Tahun 1972 PENGATURAN PENGUASAAN DAN PENGURUSAN UAP GEOTHERMAL.PE/1988 Tahun 1988 PERUBAHAN TARIF IURAN EKSPLORASI/IURAN EKSPLOITASI UNTUK BAHAN GALIAN YANG TERMASUK GOLONGAN C PADA LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN MENTERI PERTAMBANGAN NOMOR 352/Kpts /M/Pertamb/1972 TENTANG IURAN EKSPLORASI/IURAN EKSPLOITASI BAGI USAHA-USAHA PERTAMBANGAN DI LUAR MINYAK DAN GAS BUMI 313.KUMK/VII/2006 TENTANG PEDOMAN TEKNIS BANTUAN PERKUATAN DALAM BIDANG PRODUKSI KEPADA KOPERASI 322. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 1070.PE/1987 Tahun 1987 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI KECAMATAN MANNA DAN KAUR UTARA KABUPATEN BENGKULU SELATAN PROPINSI BENGKULU 317. Keputusan Bersama Menteri Pertambangan Dan Energi Dan Menhut Nomor 343.K/20/M. Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor 19/PER/M.PE/1988 Tahun 1988 PENYERAHAN SEBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN DI BIDANG PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN GOLONCAN C KEPADA PEMERINTAH DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I KALIMANTAN SELATAN 318.PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TEKNIS DI BIDANG GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN BAGI APARATUR DINAS PERTAMBANGAN 311.K/201/M.PE/1987 Tahun 1987 PEMBUKTIAN KESANGGUPAN MODAL DAN KEMAMPUAN TEKNIS PEMOHON KUASA PERTAMBANGAN PENYELIDIKAN UMUM/EKSPLORASI 319.K/201/M.PE/1987 Tahun 1987 PENYERAHAN SEBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN DI BIDANG PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN GOLONGAN C KEPADA PEMERINTAH DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I JAMBI 314.KUKM/III/2007 Tahun 2007 PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI NEGARA KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH NOMOR: 18/PER/M. TUMBANG TITIK.K/27/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 0576.K/201/M.PE/1987 Tahun 1987 PENCADANGAN WILAYAH PERTAMBANGAN EKS.

K/29/M. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 344/KMK. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 2035. Peraturan Daerah Propinsi Jawa Barat Nomor 3 Tahun 2004 PENGELOLAAN KUALITAS AIR DAN PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR 329. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 4 Tahun 2006 BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN PERTAMBANGAN BIJIH TIMAH 342. PROPINSI IRIAN JAYA 336.PE/1994 Tahun 1994 PENGAKHIRAN KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT TARGET MAS PERDANA DALAM WILAYAH KONTRAK KARYA DI DAERAH KABUPATEN SAROLANGUN.K/201/M.K/29/M. PROPINSI IRIAN JAYA 339.K/20/MP. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 1750. KABUPATEN TANAH LAUT. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 2033.PE/1994 Tahun 1994 PENGAKHIRAN KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT WESTRALIAN KUTAI MINERALS DALAM WILAYAH KONTRAK KARYA DI DAERAH KABUPATEN KUTAI. PROPINSI KALIMANTAN TIMUR 338. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 1793.PE/1994 Tahun 1994 PENGAKHIRAN KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT KRUENG MESEN MINERALS DALAM WILAYAH KONTRAK KARYA DI DAERAH KABUPATEN ACEH BARAT DAN KABUPATEN PIDIE. KABUPATEN SINTANG.33/MEN/2002 Tahun 2002 ZONASI WILAYAH PESISIR DAN LAUT UNTUK KEGIATAN PENGUSAHAAN PASIR LAUT 343.PE/1994 Tahun 1994 PENGAKHIRAN KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT PULAU WAGEO MINERALS DALAM WILAYAH KONTRAK KARYA DI DAERAH KABUPATEN SORONG. Menteri Kelautan Dan Perikanan Dan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 89/MPP/KEP/2/2002.K/29/M.PE/1994 Tahun 1994 PENGAKHIRAN KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT MONTAGUE BATANTA MINERALS DALAM WILAYAH KONTRAK KARYA DI DAERAH KABUPATEN SORONG. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 2037. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 2034. SKB.K/29/M.PE/1993 Tahun 1993 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA NASIONAL ATAU KOPERASI UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI DAERAH KECAMATAN PADANG BATUNG.07/MEN/2002. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 2038.06/2001 Tahun 2001 PENYALURAN DANA BAGIAN DAERAH DARI SUMBER DAYA ALAM 330. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 09 Tahun 2006 BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN PERTAMBANGAN BIJIH NIKEL 328. KABUPATEN HULU .PE/1995 Tahun 1995 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI PIHAK SWASTA NASIONAL/KOPERASI UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI DAERAH KECAMATAN JORONG. PROPINSI KALIMANTAN SELATAN DI WILAYAH CADANGAN UNTUK NEGARA BLOK 12 334.326.K/29/M. KECAMATAN ELLA HILIR. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 2036. PROPINSI KALIMANTAN BARAT 341. Keputusan Bersama Menteri Perindustrian Dan Perdagangan.E/1995 Tahun 1995 PERPANJANGAN PENUGASAN PERTAMBANGAN KEPADA BADAN TENAGA ATOM NASIONAL (BATAN) DI DAERAH SUNGAI KALAN. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1518 K/20/MPE/1999 Tahun 1999 PENGELOLAAN KAWASAN KARS 327.K/29/M. 01/MENLH/2/2002 Tahun 2002 PENGHENTIAN SEMENTARA EKSPOR PASIR LAUT 333.PE/1994 Tahun 1994 PENGAKHIRAN KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT SENTANI MAJU MINERALS DALAM WILAYAH KONTRAK KARYA DI DAERAH KABUPATEN JAYAPURA. PROPINSI IRIAN JAYA 337. PROPINSI DAERAH ISTIMEWA ACEH 335. PROPINSI JAMBI 340. Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 117/MPP/KEP/2/2003 Tahun 2003 PENGHENTIAN SEMENTARA EKSPOR PASIR LAUT 331. Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 16 Tahun 2003 PENGELOLAAN AIR BAWAH TANAH 332. Keputusan Menteri Kelautan Dan Perikanan Nomor KEP.K/20/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 21.

K/0366/M. PROPINSI KALIMANTAN BARAT 346. PROPINSI KALIMANTAN TIMUR DI DALAM WILAYAH CADANGAN UNTUK NEGARA BLOK 12 351.K/0366/MPE/1993 Tahun 1993 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT.PE/1993 Tahun 1993 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT. KABUPATEN PASIR DAN KUTAI.PE/1997 Tahun 1997 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI PIHAK SWASTA/KOPERASI UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI DAERAH KECAMATAN LOAJANAN. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 69 K/0366/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 27. PROPINSI KALIMANTAN TENGAH 356. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 29. KABUPATEN KUTAI.PE/1993 Tahun 1993 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT.K/0366/M. Keputusan Gubernur Propinsi DKI Jakarta Nomor 78 Tahun 2001 USAHA PENYEDIAAN TENAGA LISTRIK DAN USAHA PENUNJANG TENAGA LISTRIK DI PROPINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA 350. ANTAMDOMIN SINTANG DALAM WILAYAH KERJANYA DI DAERAH KABUPATEN PONTIANAK DAN SANGOAU. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 57.K/281/MPE/1992 Tahun 1992 PERPANJANGAN PENUGASAN PERTAMBANGAN KEPADA DIREKTORAT BATUBARA DI DAERAH BERENG BENGKEL.PE/1993 Tahun 1993 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT. ANTAMDOMIN KEMBAYAN DALAM WILAYAH KERJANYA DI DAERAH KABUPATEN PONTIANAK DAN SANGGAU. TARAN AMIN PERDANA DALAM WILAYAH KERJANYA DI DAERAH KABUPATEN MURUNG RAYA. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 71.PE/1993 Tahun 1993 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT.PE/1992 Tahun 1992 SEKRETARIS DEWAN PERTAMBANGAN 349. KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 28.PE/1993 Tahun 1993 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT. PROPINSI MALUKU . PROPINSI KALIMANTAN TENGAH 354. NAILAKA MARHILA MINING DALAM WILAYAH KERJA KONTRAK KARYA DI DAERAH KABUPATEN MALUKU TENGGARA. KABUPATEN PALANGKARAYA.PE/1993 Tahun 1993 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT. PROPINSI KALIMANTAN SELATAN 344. MASUPA AMIN SAKTI DALAM WILAYAH KERJANYA DI DAERAH KABUPATEN MURUNG RAYA. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 056. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 67 K/0366/M. PROPINSI KALIMANTAN TIMUR DI DALAM WILAYAH CADANGAN UNTUK NEGARA BLOK 12 352.SUNGAI SELATAN DAN KECAMATAN HARUYAN.PE/1997 Tahun 1997 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI PIHAK SWASTA/KOPERASI UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATURARA DI DAERAH KECAMATAN PENAJAM.K/733/M.K/281/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 68 K/0366/M.K/0366/M. PROPINSI KALIMANTAN TENGAH 355.K/201/M. PROPINSI KALIMANTAN TENGAH 353. BARITO AMIN SAKTI DALAM WILAYAH KERJANYA DI DAERAH KABUPATEN MURUNG RAYA DAN GUNUNG MAS. PROPINSI KALIMANTAN BARAT 345. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 064. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 58. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 044.K/201/M. KETUNGAU MITRA MINING DALAM WILAYAH KERJANYA DI DAERAH KABUPATEN SANGGAU PROPINSI KALIMANTAN BARAT 347.PE/1996 Tahun 1996 PERPANJANGAN PENUGASAN PERTAMBANGAN KEPADA KANTOR WILAYAH DEPARTEMEN PERTAMBANGAN DAN ENERGI PROPINSI KALIMANTAN SELATAN 348.

Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 103.PE/1996 Tahun 1996 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI PIHAK SWASTA UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI DAERAH KECAMATAN TENGGARONG. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 163. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 105.PE/1995 Tahun 1995 PEMBATALAN PENETAPAN WILAYAH PERTAMBANGAN RAKYAT UNTUK BAHAN GALIAN EMAS DI DAERAH TINGKAT I PROVINSI JAMBI 369. PROPINSI KALIMANTAN TIMUR DI WILAYAH CADANGAN UNTUK NEGARA BLOK 12 360. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 210.K/20/M.K/0366/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 088.PE/1996 Tahun 1996 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI PIHAK SWASTA UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI DAERAH KECAMATAN SANGATA. KABUPATEN ACEH BARAT. KABUPATEN KUTAI. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 0145 K/057/M.PE/1996 Tahun 1996 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI PIHAK SWASTA UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI DAERAH KECAMATAN SENGINGI DAN KUANTAN HILIR. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 087. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 094. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 0158 K/201/M.PE/1995 Tahun 1995 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT KALOSI MINERALS DALAM WILAYAH KONTRAK KARYA DI DAERAH KABUPATEN LUWU DAN TANA TORAJA PROPINSI SULAWESI SELATAN 363. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 0159 K/271/M. KABUPATEN KUTAI.K/20/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 095. PROPINSI KALIMANTAN TIMUR DI WILAYAH CADANGAN UNTUK NEGARA BLOK 12 362. BIMA BARUNA RAYA MINING DALAM WILAYAH KERJANYA DI DAERAH KABUPATEN DOMPU DAN BIMA PROPINSI NUSA TENGGARA BARAT 368.PE/1994 Tahun 1994 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT ENGELHARD INDONESIA DI DALAM WILAYAH KONTRAK KARYA DI DAERAH KABUPATEN MINAHASA PROPINSI SULAWESI UTARA 367.K/20/M.K/29/M. KABUPATEN JAYAPURA. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 116. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 217. PROPINSI IRIAN JAYA 366.K/20/M.357.PE/1993 Tahun 1993 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT.K/29/M.PE/1990 Tahun 1990 PENCADANGAN WILAYAH YANG MENGANDUNG BAHAN GALIAN LOGAM DASAR DI DAERAH KECAMATAN KOTANOPAN KABUPATEN TAPANULI SELATAN PROPINSI SUMATERA UTARA (EKS WILAYAH DU 168 DAN 179/SUMUT) UNTUK DIUSAHAKAN OLEH NEGARA 365.PE/1990 TANGGAL 30 NOPEMBER 1990 359.PE/1994 Tahun 1994 PENETAPAN WILAYAH PERTAMBANGAN RAKYAT UNTUK BAHAN GALIAN EMAS DI DAERAH KECAMATAN WEB.K/702/MPE/1992 Tahun 1992 PEMBENTUKAN TIM PENGARAH USAHA PERTAMBANGAN DALAM WILAYAH CAGAR ALAM GUNUNG HALIMUN.PE/1990 Tahun 1990 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA NASIONAL UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI DAERAH KECAMATAN KRUENG SABE. JAWA BARAT 358.K/291/MPE/1992 Tahun 1992 PERUBAHAN KEPUTUSAN MENTERI PERTAMBANGAN DAN ENERGI NOMOR 1680.K/291/M. PROPINSI DAERAH ISTIMEWA ACEH 364. KABUPATEN INDRAGIRI HULU.PE/1994 Tahun 1994 PENGAKHIRAN KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT KEPALA BURUNG MINING DI DAERAH KABUPATEN SORONG DAN MANOKWARI PROPINSI IRIAN JAYA 370.K/29/M.K/20/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 092.PE/1990 Tahun 1990 PENYERAHAN SEBAGIAN PEMERINTAHAN DALAM BIDANG PERTAMBANGAN KHUSUSNYA BAHAN GALIAN GOLONGAN C KEPADA PEMERINTAH DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA . PROPINSI RIAU 361.

K/201/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 124.K/201/M.PE/1997 Tahun 1997 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI PIHAK SWASTA/KOPERASI UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI DAERAH KABUPATEN BERAU. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 0359K/29/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 0358K/29/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 125.PE/1990 Tahun 1990 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT. PROPINSI RIAU 380.K/201/M. INTERLOGAM KALTIM MINERAL DALAM WILAYAH KONTRAK DI DAERAH KABUPATEN KUTAI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR 372. CENTURY SEKAYAN MINING DALAM WILAYAH KONTRAK DI DAERAH KABUPATEN SANGGAU.K/201/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 0557.K/29/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 0521. PROPINSI KALIMANTAN BARAT 383. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 468. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 126.PE/1990 Tahun 1990 PENETAPAN WILAYAH PERTAMBANGAN RAKYAT UNTUK BAHAN GALIAN EMAS DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR 374.K/201/M.PE/1997 Tahun 1997 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI PIHAK SWASTA/KOPERASI UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI DAERAH KECAMATAN SEMBALIUNG DAN TANJUNG REDEB.K/2012/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 120. PROPINSI KALIMANTAN TIMUR . Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 122.PE/1997 Tahun 1997 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI PIHAK SWASTA/KOPERASI UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI DAERAH KABUPATEN KAMPAR. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 137. PROPINSI RIAU 375.PE/1997 Tahun 1997 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI PIHAK PIHAK SWASTA/KOPERASI UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI DAERAH KECAMATAN TENGGARONG KABUPATEN KUTAI.371. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 0853. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 0456 K/201/M. KABUPATEN BERAU PROPINSI KALIMANTAN TIMUR DI DALAM WILAYAH CADANGAN UNTUK NEGARA BLOK 12 378. PROPINSI KALIMANTAN TIMUR DI DALAM WILAYAH CADANGAN UNTUK NEGARA BLOK 12 379. MANGANI MINERAL DALAM WILAYAH KONTRAK DI DAERAH KABUPATEN PASAMAN PROVINSI SUMATERA BARAT 373.PE/1994 Tahun 1994 PENGAKHIRAN KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT ATAN MINERALS PERDANA DI DALAM WILAYAH KONTRAK KARYA DI DAERAH KABUPATEN KUTAI. PROPINSI KALIMANTAN TIMUR DI DALAM WILAYAH CADANGAN UNTUK NEGARA BLOK 12 376.PE/1997 Tahun 1997 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI PIHAK SWASTA/KOPERASI UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI DAERAH KABUPATEN MUSI RAWAS PROPINSI SUMATRA SELATAN 377.K/291/M. ASHTON ULIN UTAMA DALAM WILAYAH KONTRAK KARYA DI DAERAH KABUPATEN KATINGAN DAN GUNUNG MAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH 384.PE/1994 Tahun 1994 PENGAKHIRAN KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT KALTENG MAS PERDANA DI DALAM WILAYAH KONTRAK KARYA DI DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR.PE/1990 Tahun 1990 PENCIUTAN WILAYAH PENUGASAN PERTAMBANGAN DIREKTORAT SUMBERDAYA MINERAL. DIREKTORAT JENDERAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL 382.K/201/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 128.PE/1990 Tahun 1990 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 469. PROVINSI KALIMANTAN TENGAH 385.PE/1997 Tahun 1997 TATA CARA PENGAJUAN DAN PEMROSESAN PERTAMBANGAN 381.PE/1990 Tahun 1990 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT.PE/1990 Tahun 1990 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT.PE/1997 Tahun 1997 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI PIHAK SWASTA/KOPERASI UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI DAERAH KABUPATEN KAMPAR DAN INDRAGIRI HULU.K/29/M.K/201/M.K/070/M.

PE/1994 Tahun 1994 PENGAKHIRAN KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT KETUNGGAU CHASE MINERALS DALAM WILAYAH KONTRAK KARYA DI DAERAH KABUPATEN KAPUAS HULU DAN SINTANG.K/29/M.PE/1994 Tahun 1994 PENGAKHIRAN KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT GUNUNG LUMUT MINERALS DI DALAM WILAYAH KONTRAK KARYA DI DAERAH KABUPATEN SOLOK. Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 1846 Tahun 1999 PEMBENTUKAN TIM PAKAR PERTAMBANGAN DKI JAKARTA 397.K/60/M. PROPINSI KALIMANTAN BARAT 387. Peraturan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 04.P/2012/M. Peraturan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 01.386. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 10 Tahun 1998 PENYELENGGARAAN DAN PAJAK PEMANFAATAN AIR BAWAH TANAH DAN AIR PERMUKAAN 395. Keputusan Bersama Menteri Tenaga Kerja Dan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor KEP.PE/1994 Tahun 1994 PENGAKHIRAN KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT PALU PERKASA MINERALS DI DALAM WILAYAH KONTRAK KARYA DI DAERAH KABUPATEN DONGGALA. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 259.K/29/M.183/MEN/1994. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 256.K/291/M. Peraturan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 02.K/035/M. Peraturan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 03/P/M/PERTAMBEN/1981 Tahun 1981 PEDOMAN PEMBERIAN SURAT IZIN PERTAMBANGAN DAERAH UNTUK BAHAN GALIAN YANG BUKAN STRATEGIS DAN BUKAN VITAL (BAHAN GALIAN GOLONGAN C) 390.PE/1984 Tahun 1984 JAMINAN PELAKSANAAN KUASA PERTAMBANGAN PENYELIDIKAN UMUM/EKSPLORASI 391.PE/1996. KABUPATEN LAMPUNG SELATAN.PE/1995 Tahun 1995 PERUBAHAN PASAL 2 PERATURAN MENTERI PERTAMBANGAN DAN ENERGI NOMOR 04 P/21/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 258. 607.PE/1994 Tahun 1994 BERAKHIRNYA KONTRAK KERJA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT ANTAM MINTU MINING DI DALAM WILAYAH KONTRAK KARYA DI DAERAH KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW PROVINSI SULAWESI UTARA 389.K/035/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 570. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 470.K/702/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 0490.P/21/M. PESISIR SELATAN KERINCI PROVINSI SUMATRA BARAT DAN JAMBI 399. Keputusan Bersama Menteri Pertambangan Dan Energi Dan Menteri Dalam Negeri Nomor 322. PROVINSI LAMPUNG UNTUK KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN UMUM 398.P/21/M.PE/1991 TANGGAL 12 APRIL 1991 388.K/20/M.PE/1985 Tahun 1985 PEMBERIAN SURAT IZIN PENYELIDIKAN PENDAHULUAN DALAM RANGKA PENANAMAN MODAL ASING DI BIDANG PERTAMBANGAN UMUM (SIPP) 392.PE/1984 TENTANG JAMINAN PELAKSANAAN KUASA PERTAMBANGAN PENYELIDIKAN UMUM/EKSPLORASI 393.PE/1994 Tahun 1994 PENUTUPAN WILAYAH KECAMATAN KETIBUNG DAN KECAMATAN SIDOMULYO. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 257.PE/1994 Tahun 1994 PENGAKHIRAN KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT SUNGAI HALI MINERALS DI DALAM WILAYAH KONTRAK KARYA DI DAERAH KABUPATEN KOTA BARU PROPINSI KALIMANTAN SELATAN 400.PE/1991 Tahun 1991 PERUBAHAN DIKTUM KELIMA KEPUTUSAN MENTERI PERTAMBANGAN DAN ENERGI NOMOR 0418 K/291/M.PE/1994 Tahun 1994 PANITIA TENAGA KERJA PERTAMBANGAN UMUM 396. 893.K/035/M.3/86 Tahun 1996 PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TEKNIS DI BIDANG GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN BAGI APARATUR DINAS PERTAMBANGAN 394. POSO DAN LUWU PROPINSI SULAWESI TENGAH DAN SULAWESI SELATAN .

K/035/M.K/29/M.K/20/M.PE/1990 Tahun 1990 PENETAPAN WILAYAH PERTAMBANGAN RAKYAT UNTUK BAHAN GALIAN EMAS DI DAERAH GUDANG SETENGAH.PE/1990 Tahun 1990 PENETAPAN WILAYAH PERTAMBANGAN RAKYAT UNTUK BAHAN GALIAN EMAS DI DAERAH PROPINSI KALIMANTAN TENGAH 411. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1873. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 260. KABUPATEN KAPUAS.401. PROPINSI KALIMANTAN TENGAH DAN KALIMANTAN BARAT 406. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1679.K/27/M. ANTAM LANUT MINING .PE/1990 Tahun 1990 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT.PE/1990 Tahun 1990 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT.K/29/M. KALBAR MAS JAYA DALAM WILAYAH KONTRAK DI DAERAH KABUPATEN SANGGAU DAN KABUPATEN PONTIANAK PROPINSI DAERAH KALIMANTAN BARAT 409. KECAMATAN TEWAH. PROPINSI SULAWESI UTARA 414. PROPINSI KALIMANTAN TENGAH 408.K/0366/M.PE/1994 Tahun 1994 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA NASIONAL UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI DAERAH KECAMATAN TANJUNG GADANG. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 309B. KABUPATEN BUNGO TEBO DAN SARKO.PE/1993 Tahun 1993 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT.PE/1996 Tahun 1996 PENGAKHIRAN KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT PANCARAN PARINGA KALIMANTAN DALAM WILAYAH KONTRAK KARYA DI DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR DAN SINTANG. PROPINSI KALIMANTAN TIMUR 412. ANTAM TOBONGAN MINING DALAM WILAYAH KERJA KONTRAK KARYA DI DAERAH KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW. PROVINSI JAMBI 405.K/20/M. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1591. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor KEP-43/MENLH/10/1996 Tahun 1996 KRITERIA KERUSAKAN LINGKUNGAN BAGI USAHA ATAU KEGIATAN PENAMBANGAN BAHAN GALIAN GOLONGAN C JENIS LEPAS DI DATARAN 407.PE/1993 Tahun 1993 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT.K/291/M.PE/1995 Tahun 1995 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA NASIONAL UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI DAERAH KECAMATAN MUARA BUNGO DAN RANTAU PANJANG TABIR. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1585 K/291/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 286.PE/1994 Tahun 1994 PENGAKHIRAN KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT PULAU PENASI MINERALS DI DALAM WILAYAH KONTRAK KARYA DI DAERAH KABUPATEN ACEH BESAR PROPINSI DAERAH ISTIMEWA ACEH 402.PE/1997 Tahun 1997 PENGAKHIRAN KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT KETAUN MINING DI PROVINSI BENGKULU 404. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1872. PROPINSI KALIMANTAN TENGAH 413. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 298. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1680. KABUPATEN SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG PROPINSI SUMATERA BARAT 403.K/291/M. MUYUP MAS MURNI DALAM WILAYAH KONTRAK DI DAERAH KABUPATEN KUTAI. RIO TINTO INDONESIA DALAM WILAYAH KONTRAK DI DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT.K/29/M.PE/1995 Tahun 1995 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT ARAI LIKI MINING DALAM WILAYAH KONTRAK KARYA DI DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU PROPINSI SUMATERA SELATAN 410. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 1494. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1575 K/27/M.PE/1990 Tahun 1990 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT.K/0366/M. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1677.

Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1457 K/28/MEM/2000 Tahun 2000 PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN LINGKUNGAN DI BIDANG PERTAMBANGAN DAN ENERGI 426. Peraturan Daerah Propinsi Daerah Istimewa Aceh Nomor 20 Tahun 2001 SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PERTAMBANGAN DAN ENERGI PROPINSI DAERAH ISTIMEWA ACEH 427. Qanun Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 12 Tahun 2002 PERTAMBANGAN UMUM. PROPINSI KALIMANTAN SELATAN 419. KABUPATEN TANAH LAUT. PROPINSI KALIMANTAN BARAT 420.PE/1995 Tahun 1995 PENGAKHIRAN KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT LUSANG MINING DALAM WILAYAH KONTRAK KARYA DI DAERAH KABUPATEN LEBONG TANDAI PROPINSI BENGKULU 418. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1874. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 0828 K/29/M. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1038 K/20/M.PE/1993 Tahun 1993 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI PIHAK SWASTA UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI DAERAH KECAMATAN JORONG.PE/1994 Tahun 1994 PENCABUTAN PERATURAN MENTERI PERTAMBANGAN DAN ENERGI NOMOR 03/P/M/Pertamben/1981 TANGGAL 3 JUNI 1981 TENTANG PEDOMAN PEMBERIAN SURAT IZIN PERTAMBANGAN DAERAH UNTUK BAHAN GALIAN YANG BUKAN STRATEGIS DAN BUKAN VITAL (BAHAN GALIAN GOLONGAN C) 417. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1902. PROPINSI SULAWESI UTARA 415.PE/2000 Tahun 2000 PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PERTAMBANGAN DAN ENERGI NOMOR 1512K/20/MPE/1999 TENTANG PELIMPAHAN WEWENANG PEMBERIAN IZIN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN PASIR LAUT YANG TERLETAK DI DAERAH LEPAS PANTAI PERAIRAN TELUK JAKARTA DAN KEPULAUAN SERIBU 423. PROVINSI SUMATERA BARAT . Qanun Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 9 Tahun 2002 PENYERTAAN MODAL DAN KERJASAMA PEMERINTAH PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM DENGAN PIHAK KETIGA 424. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 0814 K/0365/M. MINYAK BUMI DAN GAS ALAM 425.K/0541/M. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 0665.B/2008 Tahun 2008 IZIN KHUSUS KEPADA BADAN USAHA MILIK NEGARA DI BIDANG PERTAMBANGAN UMUM 422. Surat Edaran Kejaksaan Agung Nomor B-179/E/EPL. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 2039.PE/1994 Tahun 1994 PENGAKHIRAN KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT SETDCO MAS UTAMA DALAM WILAYAH KONTRAK KARYA DI DAERAH KABUPATEN TABALONG.K/29/M.K/29/M. Surat Edaran Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 1150/30/MEM.PE/1991 Nomor 1991 PENETAPAN WILAYAH PERTAMBANGAN RAKYAT UNTUK BAHAN GALIAN EMAS DI PROPINSI KALIMANTAN TIMUR 430. PROPINSI KALIMANTAN SELATAN 416.K/29/M.PE/1991 Nomor 1991 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA NASIONAL UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI DAERAH KUALA DAN ASAHAN (BLOK 2) PROVINSI SUMATERA UTARA 429.PE/1994 Tahun 1994 PENGAKHIRAN KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT SAMBAS BUMI MINERALS DALAM WILAYAH KONTRAK KARYA DI DAERAH KABUPATEN SAMBAS.DALAM WILAYAH KERJA KONTRAK KARYA DI DAERAH KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 2040. PERTAMBANGAN DAN ENERGI TANGGAL 12 PEBRUARI 1996 421. Qanun Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 13 Tahun 2002 PENGELOLAAN AIR BAWAH TANAH DAN AIR PERMUKAAN PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM 428.K/031/M.2/3/1996 Tahun 1996 TINDAK LANJUT RAPAT KERJA BAPAK WAKIL PRESIDEN DENGAN PARA PEJABAT DI JAJARAN DEP.K/29/M.PE/1990 Nomor 1990 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA NASIONAL UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI DAERAH KECAMATAN TANJUNG GADANG. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1904. KABUPATEN SAWAHLUNTO.

Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1155 K/29/M. PROPINSI KALIMANTAN TENGAH 440.K/201/M. KABUPATEN MURUNG RAYA DAN KABUPATEN KATINGAN. EXCELINDO PRATAMA (TERMINATION OF THE CONTRACT OF WORK) 435. KABUPATEN MALUKU UTARA.PE/1995 Tahun 1995 PENCABUTAN SURAT KEPUTUSAN MENTERI PERTAMBANGAN DAN ENERGI NO. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1156 K/29/M. PROPINSI MALUKU (EKS WILAYAH DU. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1161 K/291/M.PE/1994 Tahun 1994 PENGAKHIRAN KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT SUNGAI LAHUNG MINERALS DI DALAM WILAYAH KONTRAK KARYA DI DAERAH KABUPATEN GUNUNG MAS KABUPATEN KAPUAS. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1200 K/03/M.PE/1990 Tahun 1990 PENCIUTAN PENCADANGAN WILAYAH TERMAKSUD DALAM KEPUTUSAN MENTERI PERTAMBANGAN DAN ENERGI NOMOR 041 K/20/M. BUKIT BARISAN MERINDO DALAM WILAYAH KONTRAK DI DAERAH KABUPATEN BENGKULU SELATAN PROPINSI BENGKULU 436.PE/1991 Tahun 1991 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT. PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR 441. KAYAN CITRA MINING DALAM WILAYAH KONTRAK DI DAERAH KABUPATEN SINTANG DAN KABUPATEN KAPUAS HULU. PROPINSI KALIMANTAN BARAT 437. CITRA PELEPAT MINING (TERMINATION OF THE CONTRACT OF WORK) 434.PE/1989 Tahun 1989 PENYERAHAN SEBAGAIAN URUSAN PEMERINTAHAN DI BIDANG PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN GOLONGAN C KEPADA PEMERINTAH DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I BALI 438.PE/1990 Tahun 1990 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1101.PE/1985 TANGGAL 15 APRIL 1985 DAN NOMOR 1182.PE/1985 TANGGAL 16 JANUARI 1985 UNTUK PROYEK PERTAMBANGAN SEKALA KECIL (PSK) 442.1150/KPTS M/PERTAMBEN/1982 TGL 12 OKTOBER 1982 TENTANG KUASA PERTAMBANGAN PT TAMBANG TIMAH (PERSERO) 444. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1419 K/2012/M. 306/MALUKU) UNTUK DIUSAHAKAN OLEH NEGARA .PE/1994 Tahun 1994 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT NUSA LONTAR MINING DI DALAM WILAYAH KONTRAK KARYA DI DAERAH KABUPATEN ALOR DAN KABUPATEN MANGGARAI. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1204. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1249. KABUPATEN INDRAGIRI HULU.PE/1991 Tahun 1991 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA NASIONAL UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATU-BARA DI DAERAH KECAMATAN SENGINGI.K/20/MPE/1998 Tahun 1998 PENCABUTAN KEPUTUSAN MENTERI PERTAMBANGAN DAN ENERGI NOMOR 370.K/29/M. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1203.K/201/M.PE/1989 Tahun 1989 PENGAKHIRAN KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1182.PE/1989 Tahun 1989 PENGGANTIAN KEANGGOTAAN DEWAN PERTAMBANGAN 445. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 0873 K/27/M. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1318 K/271/M.K/20/M.PE/1990 Tahun 1990 PENCADANGAN WILAYAH YANG MENGANDUNG BAHAN GALIAN NIKEL DI DAERAH KECAMATAN GEBE.PE/1996 Tahun 1996 PERLUASAN DAN PENAMBAHAN WILAYAH PELIMPAHAN PEMBERIAN IZIN USAHA PERTAMBANGAN PASIR LAUT DI LEPAS PANTAI KEPADA OTORITA BATAM 439. PROVINSI KALIMANTAN TENGAH 432.K/29/M.PE/1996 TANGGAL 8 JULI 1996 433. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1168 K/0366/M. PROPINSI RIAU 443.PE/1989 Tahun 1989 PENGAKHIRAN KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT.431.PE/1990 Nomor 1990 PENETAPAN WILAYAH PERTAMBANGAN RAKYAT UNTUK BAHAN GALIAN EMAS DI DAERAH KABUPATEN KAPUAS. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1180 K/201/M.K/201/M. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1272 K/702/M.

SELATAN.PE/1993 Tahun 1993 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA NASIONAL UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI DAERAH KECAMATAN MUARA JAWA. PROPINSI JAMBI 454.PE/1996 Tahun 1996 PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN UNTUK KEGIATAN PERTAMBANGAN DAN ENERGI 457. PROPINSI KALIMANTAN TIMUR DI WILAYAH CADANGAN UNTUK NEGARA BLOK 12 453. PROPINSI DAERAH ISTIMEWA ACEH 455.K/20/M.PE/1993 Tahun 1993 PENUGASAN PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN EMAS KEPADA KANTOR WILAYAH DEPARTEMEN PERTAMBANGAN DAN ENERGI PROPINSI SULAWESI UTARA 452. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 4572.E/1999 Tahun 1999 PENGELOLAAN KAWASAN KARS 450.K/20/M.K/201/M.K/03/M.PE/1999 Tahun 1999 PERNYATAAN DIRI (SELF DECLARATION) DI BIDANG KINERJA LINGKUNGAN BAGI PERUSAHAAN YANG BERGERAK DI SEKTOR PERTAMBANGAN DAN ENERGI 460. Qanun Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 21 Tahun 2002 PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM 451. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1409. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1413 K/201/M.K/201/M.K/008/M.K/20/M. IZIN PRINSIP KONTRAK KARYA DAN PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA 447. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 1517.PE/1996 Tahun 1996 TATA CARA PENGAJUAN DAN PEMROSESAN PEMBERIAN KUASA PERTAMBANGAN.PE/1993 Tahun 1993 PEMBUKAAN KESEMPATAN PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA BAGI SWASTA NASIONAL DI DAERAH KECAMATAN JAMBI LUAR KOTA.K/20/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 1256. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 1539.PE/1990 Tahun 1990 SISTEM PERENCANAAN DAN PELAPORAN TENAGA KERJA SEKTOR PERTAMBANGAN DAN ENERGI 449. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 4573.K/20/MPE/1999 Tahun 1999 PEMADAMAN BATUBARA TERBAKAR . PROPINSI JAMBI 456.PE/1993 Tahun 1993 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA NASIONAL UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI DAERAH KECAMATAN MUARABUNGO. KABUPATEN BUNGOTEBO. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 3992. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1518 K/20/MP.K/20/M.446. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 4690. KABUPATEN BATANGHARI.K/20/MPE/1999 Tahun 1999 PELIMPAHAN WEWENANG PEMBERIAN IZIN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN PASIR LAUT YANG TERLETAK DI DAERAH LEPAS PANTAI PERAIRAN TELUK JAKARTA DAN KEPULAUAN SERIBU 459.PE/1991 Tahun 1991 PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PENGAWASAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN GOLONGAN C OLEH PELAKSANA INSPEKSI TAMBANG DAERAH (PITDA) 458. KABUPATEN KUTAI. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 1519. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 1256.K/20/MPE/1999 Tahun 1999 PEMANFAATAN TEKNOLOGI PENGINDERAAN JAUH DALAM PENGAWASAN DAN PEMANTAUAN KEGIATAN PERTAMBANGAN DAN ENERGI 461. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1512 K/71/M.PE/1989 Tahun 1989 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA NASIONAL UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATU-BARA DI DAERAH KECAMATAN ANGGANA DAN KECAMATAN SEMBOJA KABUPATEN KUTAI SERTA KECAMATAN TANJUNG REDEB KABUPATEN BERAU PROPINSI KALIMANTAN TIMUR 448.PE/1993 Tahun 1993 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA NASIONAL UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI DAERAH KECAMATAN KUALA BATEE. KABUPATEN ACEH. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 1512. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 4574.

P/76/M.PE/1994 Tahun 1994 PENGAKHIRAN KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT SETDCO MAS PERDANA DALAM WILAYAH KONTRAK KARYA DI DAERAH KABUPATEN BANJAR DAN KABUPATEN TANAH LAUT.PE/1994 Tahun 1994 PENCIUTAN WILAYAH PERTAMBANGAN RAKYAT UNTUK BAHAN GALIAN INTAN DI DAERAH TINGKAT I PROPINSI KALIMANTAN SELATAN . Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 113 Tahun 2003 BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI USAHA DAN ATAU KEGIATAN PERTAMBANGAN BATU BARA 463.462. Peraturan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 01.K/29/M. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 126.K/20. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 2075.K/29/M. Surat Edaran Menteri Pertambangan Nomor 004/S.PE/1985 Tahun 1985 PERUBAHAN LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN MENTERI PERTAMBANGAN NOMOR 351/Kpts/M/Pertamb/1972 TENTANG IURAN TETAP BAGI USAHA-USAHA PERTAMBANGAN DALAM RANGKA PENANAMAN MODAL ASING DI LUAR MINYAK DAN GAS BUMI 471. PROPINSI LAMPUNG 478. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 2231.E/M/Pertamb/69/1969 Tahun 1969 PENGUMUMAN SETEMPAT 465.01/DJP/2000 Tahun 2000 PEMROSESAN PERMOHONAN KUASA PERTAMBANGAN PENUGASAN 467.103/SJH/1979 Tahun 1979 PEDOMAN PEMBERIAN SURAT KETERANGAN IZIN PENINJAUAN (SKIP) 473. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 2041. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1603K/40/MEM/2003 Tahun 2003 PEDOMAN PENCADANGAN WILAYAH PERTAMBANGAN 470. PENYIMPANAN DAN PENANGANAN AIR RAKSA DALAM USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN EMAS 464.PE/1993 Tahun 1993 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA NASIONAL UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI DAERAH KECAMATAN PAGELARAN.PE/1990 Tahun 1990 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT KEURIJA BEUTONG SEUNAGAN DALAM WILAYAH KONTRAK DI DAERAH KABUPATEN ACEH BARAT.PE/1991 KESELAMATAN KERJA PADA PENGGUNAAN. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 2045. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1536 K/291/M.PE/1994 Tahun 1994 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT ANTAMDOMIN BENGKAYANG DALAM WILAYAH KONTRAK KARYA DI DAERAH KABUPATEN SAMBAS DAN KABUPATEN PONTIANAK. Surat Edaran Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 497/M.01/DJP/2000 Tahun 2000 PEMROSESAN PERMOHONAN WILAYAH PERTAMBANGAN RAKYAT UNTUK WILAYAH PULAU JAWA DAN MADURA 466.K/20/M.K/20. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 149. Keputusan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 1456 K/20/MEM/2000 Tahun 2000 PEDOMAN PENGELOLAAN KAWASAN KARS 469.K/20. PROPINSI KALIMANTAN SELATAN 477.E/201/M-DJP/1986 Tahun 1986 PERTAMBANGAN RAKYAT BAHAN GALIAN STRATEGIS DAN VITAL (golongan a dan b) 472. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 146.K/29/M. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1086K/40/MEM/2003 Tahun 2003 STANDARDISASI KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KHUSUS BIDANG GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN 468. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 175K/8443/M. Surat Edaran Menteri Pertambangan Nomor 223.01/DJP/1999 Tahun 1999 TATA CARA PERMOHONAN PERUBAHAN STATUS KUASA PERTAMBANGAN MENJADI KONTRAK KARYA DI PULAU JAWA 474. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 436.01/DJP/2000 Tahun 2000 PEMROSESAN SURAT IZIN BEKERJA DALAM RANGKA PEMBERIAN KP PENGANGKUTAN DAN KP PENJUALAN KEPADA PEMEGANG KP EKSPLORASI 475.K/20. PROPINSI DAERAH ISTIMEWA ACEH 476. KABUPATEN LAMPUNG SELATAN. PROPINSI KALIMANTAN BARAT 479.

KABUPATEN BUNGO TEBO.K/201/M.PE/1997 Tahun 1997 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI PIHAK SWASTA/KOPERASI UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI DAERAH KECAMATAN MUARA BUNGO.TEBOLAI SENG PERTIWI DALAM WILAYAH KERJA KONTRAK KARYA DI DAERAH KETAPANG PROPINSI KALIMANTAN BARAT DAN KABUPATEN KOTA WARINGIN BARAT PROPINSI KALIMANTAN TENGAH 486. KABUPATEN PASIR. PROPINSI KALIMANTAN TIMUR 482. KABUPATEN RAWAS ULU DAN MUSI RAWAS.PE/1997 Tahun 1997 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI PIHAK SWASTA/KOPERASI UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI DAERAH KECAMATAN SUNGAI RAYA DAN BINUANG. PROPINSI SUMATRA UTARA 484. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 103. TEBOLAI MAS PERTIWI DALAM WILAYAH KERJA KONTRAK KARYA DI DAERAH KABUPATEN KAPUAS HULU PROPINSI KALIMANTAN BARAT 487.PE/1993 Tahun 1993 PERPANJANGAN PENUGASAN PERTAMBANGAN KEPADA LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA (LIPI) 483. SIJUNJUNG. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 49. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 2689 K/0366/M.PE/1993 Tahun 1993 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA NASIONAL UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI DAERAH KECAMATAN TANJUNG REDEB. KABUPATEN BANJAR. KABUPATEN TAPANULI SELATAN. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 47. PROPINSI SUMATERA BARAT DI DALAM WILAYAH CADANGAN UNTUK NEGARA BLOK 3 490.PE/1993 Tahun 1993 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT. KABUPATEN PASIR. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 2687.PE/1994 Tahun 1994 PENGAWASAN ATAS PELAKSANAAN RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN DAN RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN DALAM BIDANG PERTAMBANGAN DAN ENERGI .PE/1997 Tahun 1997 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI PIHAK SWASTA/KOPERASI UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI DAERAH KECAMATAN TARAB.K/201/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 59.K/20/M. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 51.K/201/M. PROPINSI JAMBI 491. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 2343.PE/1994 Tahun 1994 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA NASIONAL UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI DAERAH KECAMATAN LONG IKIS.PE/1993 Tahun 1993 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT.PE/1993 Tahun 1993 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI SWASTA NASIONAL UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI DAERAH KECAMATAN PADANGSIDEMPUAN TIMUR.PE/1993 Tahun 1993 BERAKHIRNYA KONTRAK KARYA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DENGAN PT.K/201/M.K/20/M. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 2691 K/0366/M. PROPINSI SUMATERA SELATAN 492. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 2686. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 2690 K/0366/M.K/008/M.K/201/M.K/20/M. PROPINSI KALIMANTAN SELATAN DI DALAM WILAYAH CADANGAN UNTUK NEGARA BLOK 12 493. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 46. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 217/Kpts/M/Pertamben/1983 Tahun 1983 PEDOMAN PELAKSANAAN PEMBERIAN IZIN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN GOLONGAN C YANG TERLETAK DI LEPAS PANTAI 489.PE/1997 Tahun 1997 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI PIHAK SWASTA/KOPERASI UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI DAERAH KECAMATAN MUARA KOMAN. TEBOLAI MAS PERDANA DALAM WILAYAH KERJA KONTRAK KARYA DI DAERAH KABUPATEN REJANG LEBONG DAN KABUPATEN BENGKULU UTARA PROPINSI BENGKULU 485. KABUPATEN BERAU.K/201/M. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 2556. PROPINSI KALIMANTAN TIMUR 481. PROPINSI KALIMANTAN TIMUR DI DALAM WILAYAH CADANGAN UNTUK NEGARA BLOK 12 488.PE/1997 Tahun 1997 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI PIHAK SWASTA/KOPERASI UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI DAERAH KECAMATAN RAWAS ILIR. KABUPATEN SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG.480.

PE/1997 Tahun 1997 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI PIHAK SWASTA/KOPERASI UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI DAERAH KECAMATAN JAMBI LUAR KOTA.2017 504. Peraturan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 03/P/M/PERTAMBEN/1983 Tahun 1983 PENGELOLAAN AIR BAWAH TANAH 499. PENJELASAN BATAS DAN LUAS WILAYAH KUASA PERTAMBANGAN. Peraturan Daerah Propinsi Banten Nomor 36 Tahun 2002 RENCANA TATA RUANG WILAYAH PROPINSI BANTEN 2002 .PE/1994 Tahun 1994 PERUBAHAN LAMPIRAN 1 KEPUTUSAN MENTERI PERTAMBANGAN DAN ENERGI NOMOR 1166.com/pusatdata/detail/849/node/1060/uu-no-11-tahun-1967-ketentuan-ketentuanpokok-pertambangan . KONTRAK KARYA. DAN KONTRAK KARYA BATUBARA DI BIDANG PERTAMBANGAN UMUM 498.K/201/M. PROPINSI KALIMANTAN TIMUR DI DALAM WILAYAH CADANGAN UNTUK NEGARA BLOK 12 497. Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2005 RENCANA TATA RUANG WILAYAH PROVINSI BALI 503.K/201/M. Surat Edaran Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 6/EDR-DU Tahun 1984 KELENGKAPAN PERSYARATAN PERMOHONAN KUASA PERTAMBANGAN EKSPLOITASI/KUASA PERTAMBANGAN PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN 501.hukumonline.PE/1997 Tahun 1997 PEMBUKAAN KESEMPATAN BAGI PIHAK SWASTA/KOPERASI UNTUK MELAKUKAN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATUBARA DI KABUPATEN BULUNGAN. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 129 Tahun 2003 BAKU MUTU EMISI USAHA DAN ATAU KEGIATAN MINYAK DAN GAS BUMI 500. KABUPATEN BATANGHARI. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 104.K/844/M. Peraturan Daerah Kabupaten Sumenep Nomor 6 Tahun 2004 KAWASAN LINDUNG Sumber: http://www. Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2004 PAJAK PENGAMBILAN DAN PEMANFAATAN AIR BAWAH TANAH DAN AIR PERMUKAAN 502.K/201/M/PE/1996 Tahun 1996 PENGGUNAAN PETA.K/844/M. PROPINSI JAMBI 496.PE/1992 TENTANG PENETAPAN TARIF IURAN EKSPLORASI ATAU EKSPLOITASI UNTUK USAHA PERTAMBANGAN UMUM 495. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 123.494. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 127. Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 134. Peraturan Daerah Kabupaten Malinau Nomor 3 Tahun 2003 IJIN PENGGALIAN DAN PENGOLAHAN BAHAN GALIAN GOLONGAN C 505.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful