Anda di halaman 1dari 17

1

Respon Frekuensi Filter Pasif R-C, Rangkaian


Integrator , dan Diferensiator

A. Tujuan

Menentukan frekuensi cut off filter pasif RC
Mendapatkan kurva karakteristik filter pasif RC

B. Alat dan Bahan

Osiloskop (1)
Generator Fungsi (1)
Resistor 1 k (1)
Resistor 10k (1)
Kapasitor 10 nF (1)
Kabel BNC-Crocodile (2)
Kabel BNC-BNC (1)
BNC-T (1)
Kabel kabel penghubung (2)

C. Pendahuluan
Sinyal yang berasal dari transduser diumpamakan ke peralatan
pengkondisi sinyal dalam suatu sistem, mempunyai sinyal keluaran dari
transduser yang disebabkan oleh perubahan besaran fisis, untuk mendapatkan
kembali sinyal keluaran. Untuk mereproduksi atau menghasilkan kembali yang
tepat dari sinyal tersebut, perlu pemisahan setiap sinyal sinyal yang tidak
diinginkan. Untuk memenuhi hal tersebut, diperlukan suatu alat atau perangkat
yang berfungsi untuk melewatkan frekuensi sinyal yang diinginkan atau
dikehendaki dan menolak sinyal yang tidak dikehendaki, dapat berupa harmonik
atau noise.
Band pass filter (BPF), yaitu melewatkan semua frekuensi sinyal dengan
frekuensi yang terletak dalam suatu pita (band) yang ditentukan, dan
meredam sinyal dengan frekuensi di luar pita tersebut.
Low pass filter (LPF), yaitu meredam semua sinyal dengan frekuensi yang
lebih besar dari frekuensi cut-offnya.
High pass filter (HPF), yaitu melewatkan semua sinyal dengan frekuensi
yang lebih tinggi dari frekuensi cut-offnya dan meredam sinyal dengan
frekuensi lebih rendah.


2
Respon frekuensi dari macam macam filter, seperti pada gambar di bawah ini:


Kesemuanya adalah respon yang ideal, tetapi tidak dapat dicapai dalam
kenyataan atau praktek. Karakteristik ideal artinya mempunyai cut-off yang
runcing, tetapi dalam prakteknya karakteristik di atas tidak diketemukan.

Integrator dan Diferensiator
Rangkaian Integrator, dapat dibangun dengan menggunakan dua buah
komponen pasif, yaitu resistor dan kapasitor yang dihubungkan secara seri.
Fungsi dari rangkaian integrator adalah sebagai pengubah tegangan kotak
menjadi tegangan segitiga, atau dapat juga digunakan sebagai rangkaian filter
lulus bawah-LPF-low pass filter. Gambar 2.18 memperlihatkan jaringan R-C
yang membentuk sebuah rangkaian integrator.


Bagan 2 Rangkaian integrator

Bila digunakan sebagai pengubah gelombang kotak menjadi segitiga, dimensi
konstanta waktu = 10 x T (periode), dan apabila rangkaian integrator
dioperasikan sebagai filter lulus bawah, maka pemilihan konstanta waktu = 0,01
x T. Gambar 2.19 memperlihatkan tegangan keluaran rangkaian integrator untuk
berbagai macam konstanta waktu (t ) yang berbeda.

Bagan 1 Macam - Macam Diagram Filter

3

Bagan 3 Tegangan keluaran rangkaian integrator

Rangkaian Diferensiator, dapat dibangun dengan menukar posisi kapasitor dan
resistor. Fungsi dari rangkaian diferensiator adalah untuk mengubah tegangan
segitiga menjadi tegangan persegi (kotak), atau dapat juga digunakan sebagai
rangkaian filter lulus atas-HPF-high pass
filter. Gambar 2.20 memperlihatkan jaringan R-C yang membentuk sebuah
rangkaian diferensiator.

Bagan 4 Rangkaian diferensiator

Bila digunakan sebagai rangkaian diferensiator, dimensi konstanta waktu = 0,01
x T (periode), dan apabila rangkaian digunakan sebagai filter lulus atas, maka
pemilihan konstanta waktu = 10 x T. Gambar 2.21 memperlihatkan tegangan
keluaran rangkaian diferensiator untuk berbagai macam konstanta waktu (t )
yang berbeda.

Bagan 5 Tegangan keluaran rangkaian diferensiator


4
D. Prosedur percobaan


o Band-pass filter (BPF)
Buat rangkaian seperti gambar di bawah ini

Menyalakan Generator
Fungsi serta Osiloskop, lalu,
mengatur Generator Fungsi
agar mengeluarkan
Gelombang Sinus
berfrekuensi 1KHz, dan
mempunyai amplitudo 4Vp-p,
serta mengatur agar
Osiloskop dapat
menampilkan dengan baik
grafik yang mempunyai
karakteristik sinyal dari yang
telah dikeluarkan oleh
Generator Fungsi.
Setelah itu, menancapkan T pada output generator fungsi, kemudian
menancapkan kabel BNC-BNC dari T output Generator Fungsi ke input CH1
Osiloskop, lalu menancapkan kabel BNC-Crocodile ke salah satu ujung T
dengan Crocodilenya ke input rangkaian Band-Pass-Filter seperti yang
diperlihatkan pada gambar.
Tidak lupa juga menancapkan kabel BNC-Crocodile, BNCnya ke input CH2
Osiloskop dan Crocodilenya ke output rangkaian Band-Pass-Filter.
Mengamati bentuk gelombang, setelah itu, mengubah frekuensi generator
fungsi sesuai dengan frekuensi frekuensi yang ada pada table, catat
perubahan output tegangan yang melewati rangkaian, gambar grafik respon
frekuensinya.












Bagan 6 Band Pass Filter

5
o Low-pass filter (LPF)
Buat rangkaian seperti gambar di bawah ini

Menyalakan Generator Fungsi
serta Osiloskop, lalu, mengatur
Generator Fungsi agar
mengeluarkan Gelombang Sinus
berfrekuensi 1KHz, dan
mempunyai amplitudo 4Vp-p,
serta mengatur agar Osiloskop
dapat menampilkan dengan baik
grafik yang mempunyai
karakteristik sinyal dari yang
telah dikeluarkan oleh Generator
Fungsi.
Setelah itu, menancapkan T pada
output generator fungsi, kemudian menancapkan kabel BNC-BNC dari T
output Generator Fungsi ke input CH1 Osiloskop, lalu menancapkan kabel
BNC-Crocodile ke salah satu ujung T dengan Crocodilenya ke input rangkaian
Low-Pass-Filter seperti yang diperlihatkan pada gambar.
Tidak lupa juga menancapkan kabel BNC-Crocodile, BNCnya ke input CH2
Osiloskop dan Crocodilenya ke output rangkaian Low-Pass-Filter.
Mengamati bentuk gelombang, setelah itu, mengubah frekuensi generator
fungsi sesuai dengan frekuensi frekuensi yang ada pada table, catat
perubahan output tegangan yang melewati rangkaian, gambar grafik respon
frekuensinya.










Bagan 7 Low Pass Filter

6
o High-pass filter (HPF)
Buat rangkaian seperti gambar di bawah ini


Menyalakan Generator Fungsi
serta Osiloskop, lalu, mengatur
Generator Fungsi agar
mengeluarkan Gelombang Sinus
berfrekuensi 1KHz, dan
mempunyai amplitudo 4Vp-p,
serta mengatur agar Osiloskop
dapat menampilkan dengan baik
grafik yang mempunyai
karakteristik sinyal dari yang
telah dikeluarkan oleh Generator
Fungsi.
Setelah itu, menancapkan T pada output generator fungsi, kemudian
menancapkan kabel BNC-BNC dari T output Generator Fungsi ke input CH1
Osiloskop, lalu menancapkan kabel BNC-Crocodile ke salah satu ujung T
dengan Crocodilenya ke input rangkaian High-Pass-Filter seperti yang
diperlihatkan pada gambar.
Tidak lupa juga menancapkan kabel BNC-Crocodile, BNCnya ke input CH2
Osiloskop dan Crocodilenya ke output rangkaian High-Pass-Filter.
Mengamati bentuk gelombang, setelah itu, mengubah frekuensi generator
fungsi sesuai dengan frekuensi frekuensi yang ada pada table, catat
perubahan output tegangan yang melewati rangkaian, gambar grafik respon
frekuensinya.










Bagan 8 High Pass Filter

7
E. Data Percobaan

Band-pass filter(BPF)
Frekuensi
(Hz)
Vin
(Vp)
Vout
(Vp)
Av Av (dB)
2000 10 4.15 0.41546033 -7.63
5450 10 7.08 0.70772734 -3.00
8500 10 4.97 0.49659464 -6.08
9000 10 4.01 0.40084404 -7.94
9250 10 3.61 0.3608097 -8.85
9500 10 2.57 0.25702824 -11.80
9750 10 1.63 0.16286928 -15.76
10000 10 1.38 0.13827769 -17.18
12000 10 1.18 0.11751092 -18.60
14000 10 0.84 0.08399993 -21.51
15000 10 0.53 0.05335372 -25.46
16000 10 0.42 0.04233614 -27.47
17000 10 0.38 0.0379895 -28.41
18000 10 0.27 0.02693965 -31.39
19000 10 0.17 0.01708159 -35.35
19500 10 0.14 0.01352001 -37.38
200000 10 0.13 0.01256853 -38.01











Rumus Rumus yang Digunakan:
Mencari Av Mencari Av(dB)
Av =
Vout
Vin
Av(dB) = Log
Vout
Vin


8
Low-pass filter (LPF)
Frekuensi
(Hz)
Vin
(Vp)
Vout
(Vp)
Av Av (dB)
10 10 8.47 0.84685451 -1.44
15.9 10 7.08 0.70763023 -3.00
50 10 3.03 0.30345415 -10.36
80 10 1.95 0.19521506 -14.19
100 10 1.57 0.15725448 -16.07
200 10 0.79 0.07936668 -22.01
502 10 0.32 0.03170431 -29.98
700 10 0.23 0.02274207 -32.86
1000 10 0.16 0.01592155 -35.96
2000 10 0.08 0.00796153 -41.98
5000 10 0.03 0.0031847 -49.94
8000 10 0.02 0.00199044 -54.02
10000 10 0.02 0.00159235 -55.96
20000 10 0.01 0.00079618 -61.98
50000 10 0.00 0.00031847 -69.94
80000 10 0.00 0.00019904 -74.02
100000 10 0.00 0.00015924 -75.96










Rumus Rumus yang Digunakan:
Mencari Av Mencari Av(dB)
Av =
Vout
Vin
Av(dB) = Log
Vout
Vin


9
High-pass filter (HPF)
Frekuensi
(Hz)
Vin
(Vp)
Vout
(Vp)
Av Av (dB)
2000 10 2.04 0.20382166 -13.81
2500 10 3.63 0.36305732 -8.80
3000 10 4.69 0.46921444 -6.57
3250 10 5.10 0.5100441 -5.85
3500 10 5.45 0.54504095 -5.27
3750 10 5.75 0.57537155 -4.80
4000 10 6.02 0.60191083 -4.41
4250 10 6.25 0.62532784 -4.08
4500 10 6.46 0.64614296 -3.79
4750 10 6.65 0.66476701 -3.55
5450 10 7.08 0.70782446 -3.00
8000 10 8.01 0.80095541 -1.93
10000 10 8.41 0.84076433 -1.51
20000 10 9.20 0.92038217 -0.72
50000 10 9.68 0.96815287 -0.28
80000 10 9.80 0.98009554 -0.17
100000 10 9.84 0.98407643 -0.14












Rumus Rumus yang Digunakan:
Mencari Av Mencari Av(dB)
Av =
Vout
Vin
Av(dB) = Log
Vout
Vin


10
F. Analisa Data

Frekuensi yang digunakan adalah 2000 hz, Vin = 10 V dan R = 1k

LPF
Vout =
Xc
Z

Pada rumus di atas kita menemui formula Xc dan Z. Sehingga kita harus mencari
Xc dan Z, dengan rumus :
Xc=
1
2fc

Keterangan :
f = frekuensi
c = resistansi kapasitor
maka ,
=
1
2 2000 10 0000000001

=
1
2 2000 10

=
1
125600

Xc = 7.96
Z =


Keterangan :
r = resistansi resistor
Xc = impedansi kapasitansi
*disini menggunakan resistor 1k
Maka,
Z =


Z =
Z = 188032




11
Jadi kesimpulannya adalah
Vout=
Xc
Z

out=
796
188032

Vout = 0.08 V
v =
out
in

v =
008
10

Av = 0.008 V
Av(db) = 20 Log Av
Av(db) = 20 Log 0.008 V
Av(db) = -41.98

HPF
Vout =
r
r-Xc

Pada rumus di atas kita menemui formula Xc. Sehingga kita harus mencari Xc,
dengan rumus :
Xc=
1
2fc

Keterangan :
f = frekuensi
c = resistansi kapasitor
maka ,
=
1
2 2000 10 0000000001

=
1
2 2000 10

=
1
125600

Xc = 7.96
out =
1000
1000-796

Vout = - V

12
BPF
Fr =
Keterangan :
Fl = Frekuensi Rendah atau menggunakan hasil dari LPF
Fr = Frekuensi Tinggi atau menggunakan hasil dari HPF
FI =
Xc
Z

Fh =
r
r-Xc

Fr =
Fr = 4.15
Av =
Fr
Vin

Av =
415
10

Av = 0.415
Av(db) = 20 Log Av
Av(db) = 20 Log 0.415
Av(db) = -7.63














13
G. Grafik
BPF














14
LPF















15
HPF















16
H. Kesimpulan
Cara kerja filter ternyata memang tidak seperti yang telah di gambarkan pada
grafik di awal halaman dengan sifat matematisnya yang tegas memfilter frekuensi
sesuai dengan filter apa yang dipakai, LPF, HPF, atau BPF, tetapi, paling tidak
rangkaian filter ini memang dapat memblokir frekuensi yang tidak diinginkan,
meblokir di sini dalam arti; amplitude / voltage dari frekuensi yang di blok
dialihkan sehingga yang tampak pada layar Osiloskop hanyalah amplitude dari
frekuensi yang dikehendaki untuk tampil di layar Osiloskop.
Penurunan -3dB muncul di frekuensi yang berbeda beda, dan kemunculannya
dipengaruhi oleh bagaimana sebuah rangkaian Filter Frequency disusun.
Penurunan -3dB di rangkaian Low-Pass-Filter berbeda dengan yang di High-
Pass-Filter dan Band-Pass-Filter.
Rumus rumus yang dapat digunakan antara lain :
LPF
out =


=
1
2f

Z =


out=


v =
out
in

Av(db) = 20 Log Av
Keterangan :
Vout = tegangan output
Vin = tegangan input
Xc = impedansi kapasitansi
f = frekuensi
c = resistansi kapasitansi
Z =
r = resistansi resistor





17
HPF
out =
r
r-

=
1
2f

Keterangan :
Vout = tegangan output
Vin = tegangan input
r = resistansi resistor
Xc = impedansi kapasitansi
f = frekuensi
c = resistansi kapasitansi

BPF
Fr =
=


h =
r
r-

Av =
r
in

Av(db) = 20 Log Av
Keterangan :
Fr = frekuensi rata rata
Fl = frekuensi rendah
Fh = frekuensi tinggi / output
Vin = tegangan input
Xc = impedansi kapasitansi
r = resistansi resistor