Anda di halaman 1dari 22

SILABUS & RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Disunsun Dalam Rangka Memenuhi Tugas Mata Kulia Praktek Pendidikan

Disusun Oleh : INDAHWATI DWI RINI NIM: 2011 02 0494

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HUSADA PROGRAM STUDI D IV BIDAN PENDIDIK JOMBANG 2012

LEMBAR PERSETUJUAN

Laporan rencana pembelajaran ini telah diperiksa dan disetujui oleh : Mengetahui

Pembimbing I

Pembimbing II

Dra. Soelijah Hadi.M.Kes.MM NPP : 010 201 002

Istiadah Fatmawati,SST NPP :

Ka, Prodi D IV Bidan Pendidik

Semi Naim, S.S.T.M.Kes NPP : 010 305 020

Mengetahui, Ketua sekolah tinggi ilmu kesehatan husada Jombang

Dra.Hj.Soelijah Hadi, MKes. MM NPP : 010 201 001

KATA PENGANTAR

Kami panjatkan puji syukur kepada tuhan yang maha esa, dengan rahmat dan karuniaNya saya dapat menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran. Rencana pembelajaran ini saya sunsun dan saya ajukan sebagai pemenuhan tugas PKK D- IV pendidik di stikes husada jombang Dalam kesempatan ini saya menyampaikan banyak terima kasi atas bimbingan semua pihak sehingga tugas peraktek kebidanan ini dapat terselesaikan, untuk itu saya mengucapkan terima kasi kepada : 1. Dra. Soelijah hadi,M.Kes, MM., selaku ketua STIKES Husada Jombang 2. Semi naim, SST, MM. Kes, selaku ketua program studi D- IV Bidan Pendidik sekolah tinggi ilmu kesehatan Husada Jombang 3. Dra. Soelijah hadi,M.Kes, MM.,selaku pembimbing praktek kebidanan 4. Istiadah Fatmawati, SST selaku dosen pamong. Demikian sehingga dapat digunakan sebagai panduan dalam memberikan bimbingan secara optimal kepada para mahasiswa setudi D- IV kebidanan, sesuai dengan tarjet kopentensi yang harus di capai

Jombang, .. 2012

Penyusun

PEMBELAJARAN 1

SILABUS & RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) KONSEP DASAR MASA NIFAS

Disusun Oleh : INDAHWATI DWI RINI NIM: 2011 02 0494

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HUSADA PROGRAM STUDI D IV BIDAN PENDIDIK JOMBANG 2012

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) KONSEP DASAR MASA NIFAS

Disunsun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Praktek pendidikan

Disunsun Oleh : INDAHWATI DWI RINI NIM: 2011 02 0494

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HUSADA PROGRAM STUDI D IV BIDAN PENDIDIK JOMBANG 2012

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Kuliah Kode MK / SKS Tingkat / Semerter

: ASKEB III ( Nifas ) : Bd. 303 /2 SKS : 2 / III

Pertemuan ke Alokasi Waktu Standart Kompetensi

:3 : 2 jam :Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar nifas

Kompetensi Dasar

:Pada akhir perkuliahan mahasiswa mampu menjelaskan kebutuhan dasar ibu nifas sesuai dengan perkembangan

Pokok Bahasan

: kebutuhan dasar ibu nifas 1.

Kegiatan Belajar

Tahap

Kegiatan Pengajaran

Kegiatan Mahasiswa

Media Alat Pengajar

dan

Pendahuluan 1. 10 menit 2. n diri 3.

Mengucap salam Memperkenalka

4. salam 5.

Menjawab

Slide point

power

Memperhatikan Memperhatikan Memperhatikan

Menjelaskan

6.

materi yang akan di 7. sampaikan 4. Menjelaskan

tujuan pembelajaran : mampu prinsip menjelaskan prinsip

hubungan manusia. Penyajian (60 menit) 1. prinsip

antar 1.

Memperhatikan

Menjelaskan prinsip 2. Memperhatikan, Kepustakaan dari internet, Depkes MTBS, Modul, Hand Out, Poin 1. 2. Memperhatikan Menjawab Power RI,

hubungan antar manusia 2. Mempersilakan

mengajukan pertanyaan

salah satu mahasiswa untuk mengulas kembali inti dari materi yang telah disampaikan dan mengajukan pertanyaan

Penutup (20 menit)

1.

Menyimpulkan

pertanyaan 3. salam Menjawab

hasil materi yang telah di berikan 2. Memberikan

pertanyaan 3. salam Mengucapkan

Evaluasi Prosedur Jenis Bentuk

: : Tes akhir perkuliahan : Lisan : Subyektif

Pertanyaan : Pertanyaan tes tulis dan lisan : 1. Jelaskan definisi masa nifas ? 2. Jelaskan tujuan asuhan masa nifas ? 3. Jelaskan peran dan tanggung jawab bidan dalam masa nifas ? 4. Jelaskan tahapan masa nifas ? 5. Mengetahui kebijakan program nasional masa nifas ?

Jawab : 1. Definisi masa nifas Masa nifas adalah masa dimulai beberapa jam sesudah lahirnya plasenta sampai 6 minggu setelah melahirkan (Pusdiknakes, 2003:003). Masa nifas dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil yang berlangsung kira-kira 6 minggu. (Abdul Bari,2000:122). Masa nifas merupakan masa selama persalinan dan segera setelah kelahiran yang meliputi minggu-minggu berikutnya pada waktu saluran reproduksi kembali ke keadaan tidak hamil yang normal. (F.Gary cunningham,Mac Donald,1995:281). Masa nifas adalah masa setelah seorang ibu melahirkan bayi yang dipergunakan untuk memulihkan kesehatannya kembali yang umumnya memerlukan waktu 6- 12 minggu. ( Ibrahim C, 1998). 2. Tujuan asuhan masa nifas Tujuan dari pemberian asuhan pada masa nifas untuk : Menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologis. Melaksanakan skrinning secara komprehensif, deteksi dini, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayi. Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, KB, cara dan manfaat menyusui, pemberian imunisasi serta perawatan bayi sehari-hari. Memberikan pelayanan keluarga berencana. Mendapatkan kesehatan emosi

3. Peran dan tanggung jawab bidan dalam masa nifas Bidan memiliki peranan yang sangat penting dalam pemberian asuhan post partum. Adapun peran dan tanggung jawab dalam masa nifas antara lain : Memberikan dukungan secara berkesinambungan selama masa nifas sesuai dengan kebutuhan ibu untuk mengurangi ketegangan fisik dan psikologis selama masa nifas. Sebagai promotor hubungan antara ibu dan bayi serta keluarga. Mendorong ibu untuk menyusui bayinya dengan meningkatkan rasa nyaman. Membuat kebijakan, perencana program kesehatan yang berkaitan ibu dan anak dan mampu melakukan kegiatan administrasi. Mendeteksi komplikasi dan perlunya rujukan. Memberikan konseling untuk ibu dan keluarganya mengenai cara mencegah perdarahan, mengenali tanda-tanda bahaya, menjaga gizi yang baik, serta mempraktekkan kebersihan yang aman. Melakukan manajemen asuhan dengan cara mengumpulkan data, menetapkan diagnosa dan rencana tindakan serta melaksanakannya untuk mempercepat proses pemulihan, mencegah komplikasi dengan memenuhi kebutuhan ibu dan bayi selama priode nifas. Memberikan asuhan secara professional.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Kuliah Kode MK / SKS Tingkat / Semerter Pertemuan ke Alokasi Waktu Standart Kompetensi

: ASKEB III ( Nifas ) : Bd. 303 /2 SKS : 2 / III :3 : 2 jam :Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar nifas

Kompetensi Dasar

:Pada akhir perkuliahan mahasiswa mampu menjelaskan kebutuhan dasar ibu nifas sesuai dengan perkembangan

Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan

: Menjelaskan konsep dasar ibu nifas :

1. Tahapan masa nifas 2. Kebijakan program Nasional masa nifas Kegiatan Belajar Tahap : Kegiatan Mahasiswa Media dan

Kegiatan Pengajaran

Alat Pengajar Pendahuluan 1. Mengucap salam 10 menit 2. Memperkenalkan diri 3. Menjelaskan materi yang akan di sampaikan 4. Menjelaskan tujuan pembelajaran Tahapan nifas, : masa kebijakan 4. Memperhatikan 3. Memperhatikan 1. Menjawab salam 2. Memperhatikan Slide point power

program Nasional Penyajian (60 menit) 1. Menjelaskan Tahapan nifas 2. Menjelaskan Kebijakan program 2. Memperhatikan, mengajukan masa 1. Memperhatikan masa nifas

Nasional nifas

masa

pertanyaan

3. Mempersilakan salah mahasiswa satu untuk

3. Menguraikan hasil penangkapan materi ngejukan pertanyaan dan

mengulas kembali inti yang disampaikan mengajukan pertanyaan dari materi telah dan

1. Menyimpulkan Penutup (20 menit) hasil materi yang telah di berikan 2. Memberikan pertanyaan 3. Mengucapkan salam

1. Memperhatikan

2. Menjawab pertanyaan 3. Menjawab salam

Evaluasi Prosedur Jenis Bentuk

: : Tes akhir perkuliahan : Lisan : Subyektif

Pertanyaan : Pertanyaan tes tulis dan lisan : DEKONTAMINASI Posted on Mei 12, 2009 by ayurai DEKONTAMINASI Memproses Alat Bekas Pakai : Pendahuluan Dekontaminasi Pencucian dan Pembilasan Disinfeksi Tingkat Tinggi dan Sterilisasi

Dekontaminasi merupakan langkah pertama yang penting dalam menangani peralatan, perlengkapan, sarung tangan dan benda-benda lain yang

terkontaminasi. Dekontaminasi membuat benda-benda lebih aman untuk ditangani petugas pada saat dilakukan pembersihan. Untuk perlindungan lebih jauh, pakai sarung tangan karet yang tebal atau sarung tangan rumah tangga dari lateks jika menangani peralatan yang sudah digunakan atau Segera setelah digunakan, rendam seluruh bagian benda-benda kotor. yang

terkontaminasi dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit. Ini akan cepat mematikan virus hepatitis B dan HIV.

Daya kerja larutan klorin akan cepat menurun sehingga harus diganti minimal setiap 24 jam atau lebih cepat jika terlihat telah kotor atau keruh. Rumus untuk membuat larutan klorin cair 0,5% dari larutan konsentrat :

berbentuk

Jumlah bagian air = (% larutan konsentrat : % larutan yang diinginkan)

Contoh Untuk membuat larutan klorin 0,5% dari larutan klorin

1 : 5,25%

1. Jumlah bagian air = (5,25% : 0,5%) 1 = 10,5 1 = 9,5 2. Tambahkan 9 bagian (pembulatan kebawah dari 9,5) air ke dalam 1 bagian Air larutan tidak klorin perlu 5,25 % dimasak

Rumus untuk membuat larutan klorin 0,5% dari bubuk klorin kering : Jumlah bagian air = (% larutan yang diinginkan : % konsentrat) x 1000 Contoh Untuk membuat larutan klorin 0,5% dari bubuk klorin yang : bisa

melepaskan klorin (seperti kalsium hipoklorida) yang mengandung 35% klorin 1. Gram/liter = (0,5% : 35%) x 1000 = 14,3 gram/liter

2. Tambahkan 14 gram (pembulatan kebawah dari 14,3) bubuk klorin 35% ke dalam Update Sumber : 1 : Jaringan Nasional liter 29 Pelatihan air Desember Klinik Kesehatan bersih. 2005 Reproduksi

(JNPK-KR). Buku Acuan Asuhan Persalinan Normal. Jakarta : JNPK-KR, Maternal & Neonatal Care, Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2002 Minggu, 09 Januari 2011 PEMPROSESAN ALAT / INSTRUMENT PENGERTIAN DAN TUJUAN

Pemprosesan alat adalah proses pencegahan infeksi dasar pada alat-alat praktek kebidanan. Tujuannya : untuk menurunkan transmisi penyakit dan pencegahan infeksi pada alat-alat / instrumen. 3 Langkah Pokok Dalam Pemprosesan Alat Dekontaminasi Pencucian dan pembilasan Desinfikasi tingkat tinggi atau sterilisasi DEKONTAMINASI ALAT n Definisi : langkah pertama menangani peralatan, perlengkapan, sarung tangan dan bendabenda lainnya yang terkontaminasi.

Produk-produk Dekontaminasi :

Larutan klorin 0,5 %-0,1 % Etil 70 % Bahan fenolik atau karbol 0,5 % - 3 % Cara-cara membuat larutan klorin n Caramembuat larutan klorin 0,5 % : v Tambahkan 1 larutan pemutih (bayelin) kedalam 9 bagian air (1:9) n Cara membuat larutan klorin 0,1 % : v Tambahkan 1 bagian larutan pemutih (bayclin) kedalam 49 bagian air (1:49) Cara-cara Dekontaminasi :

1.

lakukan dekontaminasi terhadap alat-alat dengan cara merendamnya dengan larutan desifektan (klorin 0,5 %) selama 10 menit. langkah ini dapat membunuh virus hepatitis B dan AIDS.

2.

Jangan merendam instrument logam yang berlapis elektron(artinya tidak 100 % baja tahan gores)meski dalam air biasa selama beberapa jam karena akan berkarat.

3.

Setelah dekontaminasi instrumen harus segera dicuci dengan air dingin untuk menghilangkan bahan organik sebelum dibersihkan secara menyeluruh.

4.

Jarum habis pakai da semprit harus diletakkan dalam wadah yang baik untuk dikubur.

5.

Apabila akan digunakan kembali maka jarum dan semprit harus dibersihkan dan dicuci secara menyeluruh setelah dekontaminasi.

6.

Sekali instrumen atau benda lainnya telah didekontaminasi maka selanjutnya di proses dengan aman. PENCUCIAN DAN PEMBILASAN

n Defenisi : Pencucian adalah : cara paling efektif untuk menghilangkan sebagian besar mikroorganisme pada peralatan / instrument yang kotor atau yang sudah digunakan. Perlengkapan / bahan-bahan untuk mencuci peralatan. 1. Wadah plastik atau baja anti karat. 2. Sarung tangan karet yang tebal atau sarung tangan rumah tangga dari lateks. 3. Sikat halus ( boleh menggunakan sikat gigi ) 4. Tabung suntik

5. Air bersih 6. Sabun deterjen. n Kegunaan Pencucian : Sebagai cara efektif untuk mengurangi jumlah mikroorganisme terutama endospora yang menyebabkan tetanus pada peralatan dan instrument tercemar. Sebagai langkah awal,sebelum instrument di sterilisasi atau desinfikasi tingkat tinggi (DTT) yang efektif tanpa harus melakukan pencucian terlebih dahulu (Porter,1987). Tahap-tahap Pencucian dan pembilasan 1. Ambil peralatan bekas pakai sarung tangan karet yang tebal pada ketua tangan. 2. Pakai yang sudah di dekontaminasi ( hati-hati bila memegang peralatan yang tajam seperti gunting dan jarum jari ) 3. Agar tidak merusak benda yang terbuat dari plastik atau karet, jangan dicuci segera bersamaan dengan peralatan yang terbuat dari logam. 4. Cuci setiap benda tajam secara terpisah dan hati-hati : Gunakan sikat dengan air dan sabun untuk menghilangkan sisa darah dan kotoran. Buka engsel gunting dan klem Sikat dengan saksama terutama dibagian sambungan dan pojok peralatan. Pastikan tidak ada sisa darah dan kotoran yang tertinggal pada perlatan. Cuci setiap benda sedikitnya tiga kali atau lebih jika diperlukan dengan air dan sabun atau diterjen. Bilas benda-benda tersebut dengan air bersih.

4. Ulangi prosedur tersebut pada benda-benda lain. 5. Jika peralatan akan di densifiksikan tingkat tinggi secara

kimiawi(misalakan dalam larutan klorin 0,5% tempatkan peralatan dalam wadah yang bersih dan biarkan kering sebelum memulai proses mengencerkan larutan

DTT.karena peralatan yang masih basah akan kimia dan membuat larutan menjadi kurang efektif

6. Peralatan yang akan di desinfeksi tingkat tinggi dengan cara dikukus atau direbus atau distrelisasi di dalam otoktaf atau oven panas kering,tidak usah dikeringkan sebekum proses DTT atau distrilisasi di mulai. 7. Selagi masih memakai sarung tangan ,cuci sarung tangan dengan air dan sabun dan kemudian bilas secara saksama dengan menggunakan air bersih . 8. Gantungkan sarung tangan dan biarkan dengan cara di angin-anginkan Tips-tips Pencucian dan pembilasan 1. Gunakan sarung tangan saat membersihkan instrumen dan peralatan 2. Gunakan pelindung mata (Plastik, pelindung muka, atau kaca mata) dan rok plastik jika ada ,saat membersihkan alat untuk meniminalkan risiko cipratan cairan yang terkontaminasi pada mata dan badan. DESIFIKASI TINGKAT TINGGI DAN STERILISASI n Defenisi : suatu tindakan untuk membunuh kuman pada benda atau alat dengan cara merebus dan meredam dengan larutan desifiktan . Tujuan : . Untuk menghindar penularan

. Supaya alat siap untuk dipakai dan tetap terpelihara sehingga tahan lama

Dilakukan pada semua alat alat kebidanan dan kedokteran DTT dilakukan dengan cara: 1) Meredam dengan larutan desifektan dalam panci rebus 2) Lakukan persiapan: - alat-alat dibersihkan - sediakan sabun, sikat halus, lap kering, larutan desifektan, panci. PERSIAPAN DAN PELAKSANAAN n Alat alat yng sudah siap dipakai direndam dengan klorin 0,5% selama 10 menit bersihkan alat-alat tersebut dengan sabun dan disikat sampai bersih ,masukkan dalam panic dan pastikan semua permukaan alat dalam panic perebus

tetutup,terendam air dengan tinggi permukaan alat 2,5% cm diatas permukaan alat . n Rebus alat atau benda selama 20 menit yang dihitung sejak air mendidih .angka alat ( benda yang sudah direbus dibiarakan mengering pada daerah yang bersih )alat yang sudah di DTT harus digunakan untuk disiman dalam wadah tertentu. PERHATIAN:jangan melakukan DTT terhadap jarum ,spolt,dan skaipel.peralatan yang sudah di DTT dapat disimpan sampai dengan satu minggu. STERILISASI DEFENISI: merupakan upaya pembunuhuhan atau penghancuran semua bentuk kehidupan mikroba yang dilakukan dirumah sakit melalui proses fisik PERSIAPAN: 1) ALAT ALAT YANG AKAN DIBERSIHKAN

2) Sabun 3) Sikat halus 4) 5) Lap kering Larutan desinfektan

6) Sterilisator CARA KERJA : Alat alat yan sudah digunakan direndam dalam larutan klorin 0,5 % selama 15 menit Cuci dengan sa1bun dan bilas d bawah air mengalir untuk membuang kotoran yang melekat Keringkan dengan lap bersih dan bungkus dengan kain bersih Masukan dalam sterilisator dan bungkus dengan kain bersih Masukan dalam sterilisator selama 20 menit dengan temperature 121 derajat celcius (250 derajat farenhet)tekanan harus 10% Biarkan sampai strelisator cukup dingin Buka penutup agar uapanya keluar dan biarkan bungkusan mengering baru diangkat.