Anda di halaman 1dari 15

KATA PENGANTAR

Segala puji sukur atas kehadirat Allah yang SWT, yang telah melimpahkan segala nikmat dan rahmat-Nya. Serta solawat dan salam semoga tetap terlimpahkan pada junjungan kita nabi besar Muhamad SAW, para sahabatnya dan orang yang mengikuti ajarannnya. Untuk memenuhi salah satu kewajiban sebagai mahasiswa ITS dalam mata kuliah Agama Islam dan guna meningkatkan meningkatkan pengetahuan tentang ajaran Agama Islam, menyusun suatu makalah yang berjudul Keshalihan Sosial Dan Ritual. Makalah ini berisi tentang beberapa pembahasan tentang keshalihan sosial dan ritual meliputi : 1. Pengertian Keshalihan Sosial dan Ritual. 2. Perintah Keshalihan Sosial dan Ritual. 3. Pentingnya Keseimbangan Keshalihan Sosial dan Ritual Dalam pembuatan makalah ini kami telah berusaha semaksimal mungkin, tetapi kami juga menyadari masih banyak kekurangan dalam makalah ini. Oleh sebab itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca. Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah membantu kami dalam pembutan makalah ini. Semoga makalah berguna bagi kita semua, minimal berguna untuk sedikit menambah pengetahuan kita tentang ajaran Agama Islam. Amin ... Surabaya, September 2010 Penulis 1

DAFTAR ISI
Kata Pengantar...........................................................................1 Dartar Isi.....................................................................................2 Ringkasan Makalah....................................................................3 Pembahasan :
1. PENGERTIAN KESHALIHAN SOSIAL DAN RITUAL....................4 2. PERINTAH KESHALIHAN SOSIAL DAN RITUAL.........................5 3. PENTINGNYA KESEIMBANGAN KESHALIHAN SOSIAL DAN RITUAL................................................................................................10

Penutup.....................................................................................13 Daftar Pustaka..........................................................................14 Daftar Riwayat Hidup..............................................................15

RINGKASAN ISI MAKALAH


Keshalihan sosial dan ritual adalah suatu sikap patuh atau taat seseorang terhadap ajaran agamanya yang tercermin pada perilaku kepeduliannya terhadap sesama maupun perilaku pribadinya dalam mendalami ajaran agama Islam dan tindakantindakan pendekatan diri kepada Allah SWT sebagai Sang Pencipta. Kita sebagai umat muslim yang ingin selamat dunia akhirat dan ingin mendapat rahmat dari Allah SWT harus dan wajib memiliki memiliki keshalihan sosial dan ritual atau dengan kata lain Islam mewajibkan umatnya untuk memiliki keshalihan soaial dan ritual. Hal ini telah tercantum secara tersirat didalam Al Quran. Keshalihan sosial dan ritual sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Selain wujud ketaatan kita terhadap Allah SWT juga sebagai wujud kepedulian kita dalam hidup bermasyarakat. Hanya dengan keshalihan sosial dan ritual dari masyarakatnyalah akan tercapai suatu keadaan hidup berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang aman, adil, tentram, dan sejahtera atau dalam Al Quran disebut Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur ( negeri yang baik yang berada daam perlindungan Allah SWT ).

PEMBAHASAN 1. PENGERTIAN KESHALIHAN SOSIAL DAN RITUAL


Kita sebagai umat yang beriman tentunya sering mendengar istilah keshalihan dalam kehidupan sehari-hari. Namun bila istilah keshalihan sosial dan ritual mungkin diantara kita ada yang pelum paham. Disini kami akan menjelaskan apa pengertian keshalihan sosal dan ritual itu. Bila diartikan menurut kata demi kata, keshalihan itu berarti suatu ketaatan atau kepatuhan dalam menjalankan ibadah atau kesungguhan menunaikan ajaran agama yang tercermin dalam sikap hidupnya ( kutipan KBBI ). Sedangkan sosial menurut KBBI mempunyai arti sesuatu yang menyangkut hidup bermasyarakat. Sehingga dapat di gabung bahwa pengertian keshalihan sosial adalah suatu kesungguhan mejalankan ajaran agama yang tercermin pada kepedulianya terhadap masyarakat sekitar dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya zakat, sodaqoh, amal jariyah dan lain-lain. Selanjutnya istilah ritual, menurut KBBI ritual mempunyai pengertian sesuatu hal yang berhubungan dengan tata cara keagamaan. Sehingga ditarik sebuah pengertian bahwa keshalihan ritual adalah kesungguhan menjalankan ajaran agamanya yang tercermin pada amalan-amalan ibadahnya, semisal sholat, dzikir, mushafir, membaca Al Quran dan lain sebagainya. Dari beberapa urain diatas dapat disimpulkan secara keseluruhan bahwa keshalihan sosial dan ritual adalah suatu sikap patuh atau taat seseorang terhadap ajaran agamanya yang tercermin pada perilaku kepeduliannya terhadap sesama maupun 4

perilaku pribadinya dalam mendalami ajaran agama Islam dan tindakan-tindakan pendekatan diri kepada Allah SWT sebagai Sang Pencipta. Dengan demikian kita telah mengerti perbedaan makna sosial dan ritual dalam istilah ini. Yakni jika sosial menyangkut hubungan manusia dengan manusia sedangkan ritual menyangkut hubungan manusia dengan Allah SWT.

2. PERINTAH KESHALIHAN SOSIAL DAN RITUAL


Sebagai umat islam yang mempercayai tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhamad adalah utusan-Nya, kita wajib mempelajari, meyakini, dan juga mengamalkan semua firman Allah SWT yang terkandung dalam Al Quran. Hal ini merupakan rukun iman yang ke 2 dan telah dipertegas pada surat Fushshilat ayat 53 yang berbunyi:

Artinya: Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Qur'an itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? Dan dipertegas lagi pada surat al Ankabut ayat 45 yang berbunyi:

Artinya: Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur'an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dari kedua ayat diatas, secara tersirat menerangkan bahwa kita sebagai umat islam harus dan wajib meyakini semua isi Al Quran jika ingin selamat dunia dan akhirat, tak terkecuali ayat ayat yang menyinggung masalah keshalihan sosial dan ritual. Dalam kaitannya dengan keshalihan sosial dan ritual, Al Quran secara tersirat mewajibkan umat islam untuk meiliki sifat tersebut. Diantaranya pada surat al Maun yang berbunyi :

Artinya: Apakah kamu mengetahui orang yang mendustakan agama?. Itulah orang yang tidak perduli terhadap anak yatim, tidak memberikan makan kepada orang miskin. Maka celakalah orang-orang yang shalat. Yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, yakni orang yang riya dan orang yang tidak mau memberikan sesuatu yang berguna (bagi orang lain) Dari ayat diatas dapat diambil suatu makna bahwasanya kita harus memiliki keshalihan sosial dan ritual bila tak ingin menjadi orang yang celaka. Dalam ayat diatas keshalihan sosial tersirat pada kata-kata yakni orang yang riya dan orang yang tidak mau memberikan sesuatu yang berguna (bagi orang lain). Jadi sudah jelas kita harus peduli pada sekitar kita. Pada mereka anak yatim , orang kurang mampu, dan yang membutuhkan. Sedangkan keshalihan ritual tersirat pada katakata Yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya. Disini makna sholat tidak hanya ritual semata melainkan masih banyak nilai yang terkandung didalamnya. Ketika kita benar - benar menjiwai sholat kita, maka akan timbul sinar ketakutan, kekhusukan dan ketenangan dalam mengarungi kehidupan. Indikasi untuk berbuat jahat hilang oleh rasa takut dan perasaan selalu ada yang mengawasi kita. Sehingga kita selalu ingat pada Allah SWT dan hidup kita menjadi baik dan bermanfaat bagi orang lain. Nabi muhamad dalam sebuah hadistnya pernah bersabda : Barangsiapa bangun di waktu pagi dan berniat menolong orang yang teraniaya dan memenuhi keperluan orang Islam baginya pahala yang sama dengan haji mabrur. Hamba Allah yang paling dicintai adalah yang paling banyak memberi manfaat bagi orang lain (manusia) dan amal yang paling utama adalah memasukkan rasa bahagia pada hati orang yang beriman menutup rasa lapar orang lain, membebaskannya dari 7

kesulitan hidup atau membayarkan utangnya. (Nashaih al Ibad hlm. 4). Dari hadist diatas kita dapat mengambil suatu pelajaran bahwasanya islam agama yanga menganjurkan pemeluknya atau dapat dikatakan dituntut untuk peduli pada orang lain. Tidak hanya menuntut melankan juga menjajikan pahala yang begitu besar bagi mereka yang peduli dan memberi manfaat bagi orang lain, yaitu sama dengan melakukan haji mabrur. Sebenarnya jika kita memperhatikan beberapa ayat Al Quran yang menerangkan kewajiban kita sholat, maka di dalamnya kita akan menemukan satu pelajaran yang sangat berguna. Semisal pada beberapa ayat di bawah ini: Surat al Baqarah ayat 43 :

Artinya : Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku' Surat al Baqarah ayat 277 :

Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Surat al Maidah ayat 55 : 8

Artinya : Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). Dari beberapa contoh ayat diatas tercantum kewajiban kita untuk sholat yang dibarengi oleh perintah zakat. Dan menurut salah satu sumber informasi terdapat 28 ayat di dalam Al Quran yang mewajibkan sholat yang didalamnya juga dibarengi dengan kewajiban zakat. Dari situ seharusnya kita bisa mengambil suatu pelajaran bahwa selain sholat terdapat amalan ibadah yang utama yaitu zakat. Dalam hal ini makna zakat sebetulnya tidak semata hanya mengeluarkan sebagian harta kita untuk membersihkan diri melainkan zakat merupakan pengikat solidaritas dalam masyarakat dan mendidik jiwa untuk mengalah, berkorban dan kemurahan hati kepada sesama. Jadi dapat dikatakan bahwa kewajiban sholat merupakan tuntutan untuk shalih secara ritual, sedangkan kewajiban zakat merupakan tuntutan agar kita shalih dalam hal sosial. Dari beberapa penjelasan dan uraian singkat di atas dapat disimpulkan bahwa kita sebagai umat muslim yang ingin selamat dunia akhirat dan ingin mendapat rahmat dari Allah SWT harus dan wajib memiliki memiliki keshalihan sosial dan ritual atau dengan kata lain islam mewajibkan umatnya untuk memiliki keshalihan soaial dan ritual.

3. PENTINGNYA KESEIMBANGAN KESHALIHAN SOSIAL DAN RITUAL


Dalam kehidupan modern seperti ini kegiatan manusia semakin sibuk saja. Persaingan untuk memperoleh kehidupan yang layak telah banyak menyita waktu dan mengabaikan segala sesuatu demi tercapai ambisinya. Sehingga muncul suatu fenomena yang kurang baik dalam masyarakat. Mereka yang menang dalam persaingan seakan akan terus menang sedangkan yang kalah seakan-akan makin terpuruk saja. Seakanakan tidak ada jembatan antara yang menang dan yang kalah, sehingga terjadi suatu kesenjangan yang cukup jauh antara mereka. Yang pada intinya sekarang itu hampir semua individu kurang peduli dengan keadaan sesamanya. Walaupun tidak bisa dipungkiri masih ada individu yang peduli akan nasib sesamanya, namun jumlahnya tidak seberapa. Menanggapi kasus diatas sikap keshalihan sosial dan ritual sangat dibutuhakan, bukan salah satu tapi kedua-duanya. Bagaimana tidak, dengan keshalihan sosial dan ritual, bagi yang tercukupi hidupnya tidak akan menjadi sombong dan mau berbagi dengan yang kurang mampu karena mereka sadar bahwa apa yang dilimpahkan kepadanya hanyalah titipan dari Allah semata yang sebagian dari kenikmatan itu adalah hak anak yatim dan kurang mampu. Sehingga dengan begitu tercipta suatu kepedulian antar sesama yang dilanedasi dengan ketakwaan terhadap Allah SWT. Namun dalam kenyataannya sekarang agak jauh berbeda. Keadaan masyarakat seperti itu seakan-akan sulit diwujudkan. Bukan hanya karena rasa kepedulian mereka amat kecil tapi juga karena adanya kesalahan dalam mengartikan suatu keshalihan atau ketaatan kepada Allah SWT. 10

Kebanyakan orang sekarang mengaggap bahwa yang namanya keshalihan itu semata melakukan kegiatan-kegiatan ritual saja, seperti solat, dzikir, baca Al Quran, haji dan lain-lain. Mereka beranggapan bahwa dengan begitu telah melaksanakan kewajibannya kepada Allah. Padahal hanya dengan begitu belum cukup untuk memenuhi kewajibannya kepada Allah SWT. Rasulullah SAW berersabda : Apakah anda tahu siapa orang yang bangkrut?. Para sahabat nabi mengatakan :orang yang bangkrut di antara kami adalah orang yang tidak punya uang dan harta benda. Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda : Orang yang bangkrut dari kalangan umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalanamalan ibadah shalat, puasa dan zakat. Tetapi pada saat yang sama ia juga datang sebagai orang yang pernah mencacimaki orang lain, menuduh orang lain, makan harta orang lain, mengalirkan darah orang lain, memukul orang lain. Maka orang-orang lain tersebut (korban) akan diberikan pahala kebaikan dia (pelaku/al muflis). Ketika seluruh kebaikannya habis sebelum dia dapat menebusnya, maka dosa-dosa mereka (para korban) akan ditimpakan kepadanya (pelaku), kemudia dia akan dilemparkan ke dalam api neraka. (HR.Muslim dan Tirmizi dari Abu Hurairah). Dengan begitu kita tahu bahwa tidak cukuplah amalan-amalan pribadi saja untuk dikatakan kita telah melaksanakan kewajiban kita kepada Allah SWT. Kita masih perlu amalan-amalan sosial yang berguna bagi orang lain agar kita tidak dalam golongan orang yang bangkrut seperti yang dikatakan Rosululloh dalam hadistnya tadi. Dalam Islam tidak hanya mengajarkan tentang amalan spiritual saja melainkan telah lengkap didalamnya ajaran-ajaran mengenai berkehidupan sosial. Menurut salah satu buku agama Islam, suatu masyarakat yang ideal adalah suatu masyarakat yang taat kepada Allah SWT yang hidup dengan damai dan tentram atau dalam AL Quraan digambarkan sebagai Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur yang artinya negeri 11

yang baik yang berada dalam perlindungan Allah SWT. Untuk mewujudkan masyarakat ideal itulah diperlukan keshalihan sosial dan ritual dari semua anggota masyarakatnya.Maksud dari semua anggota masyarakat tersebut tidak hanya kalangan bawah tetapi semua lapisan masyarakat, mulai dari pemimpin dan juga masyarakat biasa dan kurang mampu. Dalam diri seorang pemimpin haruslah ada sikap keshalihan sosial dan ritual yang seimbang. Tidak hanya ritualnya saja yang dipertontonkan kepada masyarakat misalnya naik haji berkali-kali, namun juga keshalihan sosialnya. Dalam suatu hadist disebutkan bahwa : Jika seseorang menjadi imam shalat bagi orang lain, maka hendaklah mempercepat shalatnya, karena di antara para makmum boleh jadi ada orang yang lemah, orang yang sakit dan orang tua. Jika dia shalat sendirian maka ia berhak berlama-lama.( HR. Bukhari dan Muslim). Setelah membaca hadist diatas kita bisa mengambil suatu pelajaran sebagai pemimpin kita tidak boleh hanya memikirkan pribadi atau pencitraan diri sediri. Walaupun disini kegiatan pribadinya itu baik, haruslah tetap memikirkan orang bawahnya. Disinilah keshalihan sosial itu akan nampak pada diri seorang pemimpin. Selain itu dengan keshalihan ritualnya , pemimpin akan selalu takut untuk berbuat buruk karena selalu merasa diawasi oleh Allah SWT. Dalam masyarakat biasa dan kurang mampu, dengan keshalihan sosial dan ritual yang seimbang akan tercipta keadan masyarakat yang saling mengasihi, saling peduli dan adanya persaingan sehat. Dalam masyarakat tersebut akan muncul nilainilai ketaatan kepada Allah SWT. Sehingga dalam kehidupan sehari-hari tidak ada kekerasan dan kriminal karena semuanya dilandasi dengan ketakwaan kepada Allah SWT. Jika dalam suatu negara telah tercipta keadaan seperti diatas, semua masyarakatnnya mulai dari pemimpin sampai rakyat biasa mempunyai keshalihan sosial dan ritual yang 12

seimbang , maka akan terciptalah suatu kedaan Negara yang ideal dan penuh rahmat dari Allah SWT.

PENUTUP
Sampai disini kita telah membahas beberapa bab tentang keshalihan sosial dan ritual. Kita menjadi sedikit banyak mengerti apa itu keshalihan sosial dan ritual, kewajiban kita untuk memiliki keshalihan sosial dan ritual, serta pentingnya keshalihan sosial dan ritual dalam kegiatan sehari-hari. Pentingnya keshalihan sosial dan ritual untuk membangun suatu negara yang ideal secara Islam. Diharapan dengan begitu kita bisa menginsropeksi diri sekaligus mengerti kekurangan kita. Sehingga perilaku kita jadi sedikit berubah lebih baik. Yang tadinya kurang peduli pada keadaan sekitar menjadi lebih peduli. Yang tadinya sering melalaikan kewajiban kita terhadap Allah SWT menjadi lebih terib dalam menjalaninya. Setidaknya setelah membaca makalah ini bisa lebih memikirkan sesama kita yang kurang mampu yang dilandaskan pada ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

DAFTAR PUSTAKA
13

Mansoer Hamdan, 2004, Materi Insrtuksi PAI Di Perguruan Tinggi Umum, Jakarta ; DIKTI dan Depatemen Pendidikan RI Riana Deny, 2007, 99 Ideas For Happy Teens, Bandung ; ZIP BOOKS Wahyudin, 2009, PAI Untuk Perguruan Tinggi, Jakarta ; PT. Gramedia Widiarsana Indonesia http://kamusbesarbahasaindonesia.com http://azwariskandar.blogspot.com http://mustikaajikebumen.blogspot.com http://budipurn4m4.wordpres.com

DAFTAR RIWAYAT HIDUP


14

Nama Tempat Tanggal Lahir Alamat

: Johan Avianto : Blitar, 3 Juni 1991 : 1. Jl. Jayabaya No 15 Wlingi Kab. Blitar 2. Keputih Gg.2B No 23B Sukolilo Agama : Islam Anak Ke : 1 dari 3 bersaudara Orang Tua : Ayah : Boiman Pekerjaan : Buruh Tani : Djuminah Pekerajan : Buruh Serabutan Pendidikan : SD Negeri Wlingi I Lulus Tahun 2004 SMP Negei I Wlingi Lulus Tahun 2007 SMK Negeri I Blitar Lulus Tahun 2010 ITS Pengalaman Organisasi : Pecinta Alam Nirwana Pala Pengalaman Training : Pondok Pesantren APIS Prakerin PG. Pesantren Baru ESQ BILT Motto Hidup : Orang yang sukses adalah orang yang sukses dunia dan akhirat Ibu

15