Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN INDIVIDUAL PROGRAM LATIHAN AKADEMIK DI LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA (LIPI) BANDUNG SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN

2010/2011

Oleh : Siska Ayu Nirmala 0708814 Jurusan Fisika

Sistematika Laporan PLA Halaman judul Lembar pengesahan Kata pengantar Daftar issi Daftar tabel Daftar lampiran Bab I Pendahuluan Latar belakang Tujuan Manfaat

Bab II Tinjauan Pustaka Bab III Deskripsi LIPI dan Pelaksanaan PLA Sejarah singkat TPLA Struktur organisasi Deskripsi kerja setiap bidang Deskripsi kegiatan PLA Jadwal kerja kegiatan PLA Masalah yang dihadapi dan cara penyelesaiannya Pembimbingan

Bab IV Hasil Kegiatan PLA Bab V penutup Kesimpulan Saran

Daftar pustaka Cv mpla

BAB III DESKRIPSI KELEMBAGAAN DAN PELAKSANAAN PLA A. Sejarah Lipi Kegiatan ilmiah di Indonesia dimulai pada abad ke-16 oleh Jacob Bontius, yang mempelajari flora Indonesia dan Rompius dengan karyanya yang terkenal berjudul Herbarium Amboinese. Pada akhir abad ke-18 dibentuk Bataviaasch Genotschap van Wetenschappen. Dalam tahun 1817, C.G.L. Reinwardt mendirikan Kebun Raya Indonesia (S\'land Plantentuin) di Bogor. Pada tahun 1928 Pemerintah Hindia Belanda membentuk Natuurwetenschappelijk Raad voor Nederlandsch Indie. Kemudian tahun 1948 diubah menjadi Organisatie voor Natuurwetenschappelijk onderzoek (Organisasi untuk Penyelidikan dalam Ilmu Pengetahuan Alam, yang dikenal dengan OPIPA). Badan ini menjalankan tugasnya hingga tahun 1956. Pada tahun 1956, melalui UU No. 6 tahun 1956 pemerintah Indonesia membentuk Majelis Ilmu Pengetahuan Indonesia (MIPI) dengan tugas pokok: 1. Membimbing perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 2. Memberi pertimbangan kepada pemerintah dalam hal kebijaksanaan ilmu pengetahuan. Kemudian pada tahun 1962 pemerintah membentuk Departemen Urusan Riset Nasional (DURENAS) dan menempatkan MIPI didalamnya dengan tugas tambahan: membangun dan mengasuh beberapa Lembaga Riset Nasional. Dan tahun 1966 pemerintah merubah status DURENAS menjadi Lembaga Riset Nasional (LEMRENAS). Pada bulan Agustus 1967 pemerintah membubarkan LEMRENAS dan MIPI dengan SK Presiden RI No. 128 tahun 1967, kemudian berdasarkan Keputusan MPRS No. 18/B/1967 pemerintah membentuk Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan menampung seluruh tugas LEMRENAS dan MIPI, dengan tugas pokok sebagai berikut: 1. Membimbing perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berakar di Indonesia agar dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan rakyat Indonesia pada khususnya dan umat manusia pada umumnya. 2. Mencari kebenaran ilmiah di mana kebebasan ilmiah, kebebasan penelitian serta kebebasan mimbar diakui dan dijamin, sepanjang tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. 3. Mempersiapkan pembentukan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (sejak 1991 tugas pokok ini selanjutnya ditangani oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi dengan Keppres no. 179 tahun 1991) Sejalan dengan perkembangan kemampuan nasional dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, organisasi lembaga-lembaga ilmiah di Indonesia telah pula mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Oleh sebab itu dipandang perlu untuk mengadakan peninjauan dan penyesuaian tugas pokok dan fungsi serta susunan organisasi LIPI sesuai dengan tahap dan arah perkembangan ilmu pengetahuan dan

teknologi, maka Keppres No. 128 tahun 1967, tanggal 23 Agustus 1967 diubah dengan Keppres No. 43 tahun 1985, dan dalam rangka penyempurnaan lebih lanjut, tanggal 13 Januari 1986 ditetpkan Keppres No. 1 tahun 1986 tentang Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, dan terakhir dengan Keppres No. 103 tahun 2001 B. STRUKTUR ORGANISASI LIPI Adapun struktur organisasi LIPI secara keseluruhan antara lain :
KEPALA LIPI WAKIL KEPALA LIPI SEKRETARIS UTAMA Biro Perencanaan dan Keuangan Biro Organisasi dan Kepegawaian Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan Peneliti Biro Kerja sama dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Biro Umum dan Perlengkapan Pusat Penelitian Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi KEDEPUTIAN BIDANG ILMU PENGETAHUAN KEBUMIAN Pusat Penelitian Geoteknologi Pusat Penelitian Oseanografi Pusat Penelitian Limnologi Pusat Penelitian Metalurgi UPT Loka Konservasi Biota Laut Bitung UPT Loka Konservasi Biota Laut Biak UPT Loka Konservasi Biota Laut Tual UPT Loka Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Oseanografi Pulau Pari UPT Loka Pengembangan Bio Industri Laut Mataram UPT Loka Uji Teknik Penambangan Jampang Kulon UPT Loka Uji Teknik Penambangan dan Mitigasi Bencana Liwa UPT Balai Konservasi Biota Laut Ambon UPT Balai Informasi dan Konservasi Kebumian Karangsambung KEDEPUTIAN BIDANG ILMU PENGETAHUAN HAYATI Pusat Penelitian Biologi Pusat Penelitian Bioteknologi Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor UPT Balai Penelitian dan Pengembangan Biomaterial Cibinong UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya CibodasUPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Eka Karya Bali KEDEPUTIAN BIDANG ILMU PENGETAHUAN TEKNIK Pusat Penelitian Fisika Pusat Penelitian Kimia

Pusat Penelitian Informatika Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi UPT Balai Besar Pengembangan Teknologi Tepat Guna Subang UPT Loka Pengembangan Signal dan Navigasi Ranggamalela UPT Balai Pengembangan Proses dan Teknologi Kimia Gunung Kidul UPT Balai Pengolahan Mineral Tanjung Bintang

KEDEPUTIAN BIDANG ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DAN KEMANUSIAAN Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan Pusat Penelitian Ekonomi Pusat Penelitian Kependudukan Pusat Penelitian Politik Pusat Penelitian Sumber Daya Regional KEDEPUTIAN BIDANG JASA ILMIAH Pusat Penelitian Kalibrasi, Instrumentasi dan Metrologi Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah Pusat Inovasi UPT Balai Pengembangan Instrumentasi Bandung UPT Balai Informasi Teknologi Bandung UPT Balai Media dan Reproduksi (LIPI Press) Jakarta INSPEKTORAT Tempat pelaksanaan Program Latihan Akademik yang telah dilakukan adalah pada Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik, Subdeputi Pusat Penelitian Fisika yang terletak di kampus LIPI Bandung, Jl. Sangkuriang/Cisitu No. 21/154D, Kompleks LIPI Bandung Jawa Barat

40135. Adapun rincian struktur organisasi untuk Subdeputi Pusat Penelitian Fisika adalah sebagai berikut : Kepala Pusat Penelitian Fisika dari masa ke masa : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Ardjoeno Brodjonegoro (1975 - 1978) Suwarto Martosudirjo (1978 - 1980) Ardjoeno Brodjonegoro (1980 - 1992) Anung Kusnowo (1992 - 1997) Achiar Oemry (1997 - 2002) Prijo Sardjono (2002 - 2010) Bambang Widiyatmoko (2010 - sekarang)

Visi Menjadi pusat unggulan dalam penelitian, pengembangan, dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis fisika demi terwujudnya kehidupan bangsa yang berkeadilan, makmur, cerdas, kreatif, integratif dan dinamis. Misi - Meningkatkan kompetensi inti ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis fisika. - Menumbuhkan, meningkatkan, dan mendayagunakan penelitian, pengembangan, dan penerapan serta rekayasa ilmu pengetahuan dan teknologi. - Meningkatkan invensi dan inovasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. - Meningkatkan deseminasi dan aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memperkuat daya saing industri dan ekonomi. - Menyiapkan bahan untuk perumusan kebijakan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi - Mendukung terciptanya lingkungan yang berkwalitas dan berkelanjutan. Tugas pokok dan fungsi Tugas Pusat Penelitian Fisika LIPI mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan, penyusunan pedoman, pemberian bimbingan teknis, penyusunan rencana dan program, pelaksanaan penelitian bidang fisika serta evaluasi dan penyusunan laporan. Fungsi - Penyiapan bahan perumusan kebijakan penelitian di bidang fisika - Penyusunan pedoman, pembinaan, dan pemberian bimbingan teknis penelitian bidang fisika - Penyusunan rencana, program dan pelaksanaan penelitian bidang fisika - Pemantauan pemanfaatan hasil penelitian bidang fisika - Pelayanan jasa ilmu pengetahuan dan teknologi bidang fisika - Pelaksanaan urusan tata usaha.

C. KERJA SETIAP BIDANG

D. DESKRIPSI KEGIATAN PLA Terkait dengan tema Program Latihan Akademik yang dilakukan, yaitu pembuatan bioplastik dari biocelulose nata de coco dengan menggunakan beberapa jenis plasticizer, maka kegiatan yang dilakukan selama kurang lebih 3 bulan waktu kerja ini antara lain : 1. Pembuatan bioplastik dari biocelulose nata de coco dengan menggunakan plasticizer Gliserin (0,5%, 1%, 2%, 3%, 4%, 5%), Gondorukem (100 mg, 125 mg, 150 mg) dan Natrium Dihidrat (100 mg, 125 mg, 150 mg) 2. Pengukuran kadar berkurangnya air setelah dilakukan squeezing untuk masingmasing sample

3. Pengukuran kadar serap air setelah pengovenan pada suhu 105o C untuk masingmasing sample 4. Pengukuran massa jenis untuk masing-masing sample Adapun rincian kegiatan dan hasil kegiatan akan dijelaskan pada bab selanjutnya.

E. JADWAL KEGIATAN PLA


No 1 Hari, Tanggal Jumat, 15 Oktober 2010 Tugas Konsultasi dan pembekalan awal PLA

Senin,18 Oktober 2010

Konsultasi dan pembekalan awal PLA

Rabu,20 Oktober 2010 Jumat, 22 Oktober 2010 Kamis, 28 Oktober 2010

Treatment awal Nata de Coco (NDC) Pengurangan tingkat keasaman NDC, hingga NDC mencapai PH air Treatment lanjutan NDC : Pembersihan NDC dengan menggunakan NaOH 2%

Pembuatan bioplastik dengan menggunakan NDC + diacetin 3, 4, & 5%

Jumat, 29 Oktober 2010

Pembuatan bioplastik dengan menggunakan NDC + Natrium Dihidrat (100, 125, & 150 mg)

Selasa, 2 November 2010

Pembuatan bioplastik dengan menggunakan NDC + diacetin 3, 4, & 5%

Rabu, 3 November 2010

Pembuatan bioplastik dengan menggunakan NDC + Natrium Dihidrat (100, 125, & 150 mg)

Kamis, 4 November 2010

Pembuatan bioplastik dengan menggunakan NDC + castor oil (0.5, 1, & 2%) Squeezing NDC +natrium dihidrat

10

Jumat, 5 November 2010

Pembuatan bioplastik dengan menggunakan NDC + castor oil (3, 4, & 5 %) Pencucian NDC natrium dihidrat dengan mengggunakan aceton

11

Rabu, 10 November 2010

Pembuatan bioplastik dengan menggunakan NDC + diacetin (0.5, 1, & 2%)

12

Kamis, 11 November 2010

Pembuatan bioplastik dengan menggunakan NDC + Gondorukem (100, 125, & 150 mg)

13

Kamis, 18 November 2010

Pembuatan bioplastik dengan menggunakan NDC + Comphor (100, 125, & 150 mg)

14

Rabu, 1 Desember 2010

Pembuatan bioplastik dengan menggunakan NDC + gliserin (0.5, 1, & 2%)

15

Kamis, 2 Desember 2010

Pembuatan bioplastik dengan menggunakan NDC + gliserin (3, 4, & 5 %) Perendaman NDC+castor oil (3,4,5%) dengan aceton

16

Rabu, 8 Desember 2010

Pengukuran kadar serap dari bioplastik yang sudah jadi (castor oil 0.5,1,2 % ; camphor 100,125,150 mg ; gondorukem 100,125,150 mg) Pengukuran kadar serap lanjutan dari yang dilakukan pada hari rabu, 8 desember 2010

17

Kamis, 9 Desember 2010 Kamis, 16 Desember 2010

18

19

Jumat, 17 Desember 2010

Pembuatan bioplastik dengan menggunakan NDC+oil pini 0.5,1,2 % - Pengukuran kadar serap dari bioplastik yang sudah jadi (castor oil 3,4,5%; Natrium dihidrat 25,25,75,100,125,150 mg) Pengukuran kadar serap lanjutan dari yang dilakukan pada hari kamis, 16 desember 2010

20

Kamis, 23 Desember 2010

Pengukuran kadar serap dari bioplastik NDC gliserin 3,4,5%

21

Jumat, 24 Desember 2010

Pengukuran kadar serap lanjutan dari yang dilakukan pada hari kamis, 23 desember 2010

22

Senin, 3 Januari 2011

Pengukuran berat jenis (specific gravity) NDC natrium dihidrat (100, 125, & 150 mg)

23

Rabu, 5 Januari 2011

Pengukuran berat jenis NDC castor oil (3,4,5 %), Natrium dihidrat (25,50,75), Gliserin (0.5,1,2,3,4,5 %) Pengukuran kadar serap air gliserin 0.5,1,2 % Pengukuran kadar serap lanjutan untuk gliserin gliserin 0.5,1,2 % Pengukuran berat jenis NDC murni, camphor(100,125,150 mg), gondorukem (100,125,150 mg) Pengukuran berat jenis castor oil (0.5,1,2 %) Preparasi pengukuran kadar air dengan cara pengovenan

24

Kamis, 6 Januari 2011

25

Jumat, 7 Januari 2011

26

Senin, 10 Januari 2011

Pengukuran kadar air dengan pengovenan sample : castor oil (0.5,1,2 %) dan NDC murni

27

Selasa, 11 Januari 2011

Pengukuran kadar air dengan pengovenan sample : Natrium dihidrat (100,125,150 mg) ; Gondorukem (100 mg) Pengukuran kadar air dengan pengovenan sample : castor oil (3 dan 4 %) dan gondorukem (125 dan 150 mg)

28

Kamis, 13 Januari 2011

29

Senin, 17 Januari 2011

Pengukuran kadar air dengan pengovenan sample : gliserin (0.5, 1, 2, 3 %)

30

Rabu, 19 Januari 2011

Pengukuran kadar air dengan pengovenan sample : camphor (100, 125 150 mg) dan castor oil 5 %

31

Kamis,20 Januari 2011

Pengukuran kadar air dengan pengovenan sample : gliserin (4 dan 5 %) dan natrium dihidrat (50 dan 75 mg)

32

Jumat, 21 Januari 2011

Pengukuran kadar air dengan pengovenan sample : natrium dihidrat 25 mg