Anda di halaman 1dari 3

KONSPIRASI

Konspirasi biasanya bekerja dengan sistem hirarki dalam sebuah organisasi rahasia, pengetahuan tentang daftar anggota secara lengkap dimiliki oleh anggota pada tingkatan atas sedang pada tingkatan bawah sebaliknya. Ini terjadi karena anggota pada tingkatan bawah adalah pion dan biasanya tidak tahu apa-apa. Fungsi-fungsi teori konspirasi sendiri adalah mereduksi keterkaitan yang rumit menjadi sebab yang sederhana membuatnya menjadi alat bagi propaganda dan agitasi. Teori konspirasi memperkecil kompleksitas, menyederhanakan yang rumit, dan menerangkan yang tidak bisa diterangkan. Selain itu, ada pula sembilan tesis tentang konspirasi dan teori-teori konspirasi : 1. Pada awalnya adalah konspirasi. Untuk bisa bertahan di suatu planet yang tandus, berbagai bakteri menyatukan diri dan membentuk makhluk hidup pertama dengan inti sel padat. Bukan saja mutasi yang terjadi secara kebetulan dan pertarungan persaingan soal keberadaan, tetapi konspirasi dan kooperasi memungkinkan terjadinya evolusi. Konspirasi bakteriologis mungkin memang merupakan satu-satunya konspirasi sekala global, konspirasi ini berjalan sejak 2,5 milyar tahun yang lalu, dan tujuan satusatunya adalah: melahirkan kehidupan. 2. Konspirasi merupakan hal paling wajar di dunia: A dan B bersepakat tanpa diketahui oleh C untuk memperoleh keuntungan. Hal ini terjadi baik dalam keseharian dunia dagang, maupun dalam alam, baik dalam politik maupun di tempat kerja. 3. Teori-teori konspirasi adalah dugaan tentang konspirasi yang sebenarnya atas dasar indikasi, saat muncul kecurigaan atau adanya petunjuk. Jika teori konspirasi diperkuat oleh suatu bukti yang definitif, yaitu ketika hubungan antara A dan B terbongkar dan diketahui oleh C, maka berakhirlah konspirasi tersebut. Tetapi bukti nyata yang definitif semacam itu, jarang sekali untuk dapat diperoleh. Karena itu, konspirasi riil yang ada, berumur panjang sama seperti halnya teori konspirasi yang tidak bisa dibuktikan. 4. Teori-teori konspirasi memiliki sifat-sifat khusus yang membuatnya menjadi begitu menarik, karena mengurangi kompleksitas. Berbagai penyebab kejadian yang rumit dan berlapis-lapis disederhanakan dalam bentuk kambing hitam. Mekanisme kambing hitam ini adalah kecenderungan melemparkan tanggung jawab tentang sebuah kenyataan yang rumit dan terasa menyengsarakan kepada satu pelaku konkrit, yang merupakan ciri perilaku manusia.

5. Secara kejiwaan, sebuah malapetaka lahiriah yang tidak dimengerti, mungkin, adalah penyebab lahirnya teori konspirasi tertua dan yang paling penting, yang secara umum disingkat dalam kata TUHAN. Yaitu, dugaan tentang Sang Pencipta yang perkasa dan dalang yang tidak tampak, berada dibalik seluruh jagad raya dan keberadaan kita. Dugaan ini pun, mengurangi kompleksitas: Ia membuat alam semesta yang tidak bisa dimengerti, jagad raya yang dipenuhi petaka dan kekacauan serta tidak dimengerti ini menjadi bisa dipahami serta memberi bukti dan makna bagi eksistensi kita. 6. Fungsi teori-teori konspirasi dalam mereduksi keterkaitan yang rumit menjadi sebab yang sederhana membuatnya menjadi alat ideal bagi propaganda dan agitasi. Tanpa hantu Konspirasi dunia orang Yahudi dan kaum Bolsewik yang patologis dan menghisap darah rakyat, Hitler tidak akan mungkin bisa menghasut para pendukungnya untuk melakukan perang dunia. Demikian pula Stalin tidak akan mampu sedemikian lama untuk mempertahankan pemerintahan diktatornya tanpa menuduh konspirasi global Yahudi-imperialistik yang mengancam. 7. Kata-kata dalam bahasa Jerman yang artinya konspirasi ( Verschwoerung) / memanggil roh ( Be-Schwoerung )/ bujukan atau rayuan ( Be-Torung ) bukan sekedar bernada sama, kata-kata itu juga saling terkait satu sama lain. Mendatangkan kekuatan gaib, roh baik atau jahat, selalu mempunyai unsur konspiratif dan pada saat yang sama menggoda, karena membuat hal-hal yang rumit menjadi sederhana. Konspirasi, berasal dari kata conspirare, artinya bernafas bersama dan spiritus , yang artinya semangat. Semangat bersama dari konspirasi juga selalu merupakan fenomena kolektif dan sosial. Tidak ada yang lebih baik dibandingkan masyarakat konspiratif. Tetapi, sebaliknya juga, tidak ada yang lebih berbahaya dari konspirasi. 8. Sinergi antara konspirasi, memanggil roh dan membujuk bisa dilihat dalam cara berfungsinya teori-teori konspirasi. Jika tidak ada bukti-bukti definitif, maka kebenaran teori harus selalu diulang-ulang. Bukti ini hanya bisa mengembangkan efek bujukannya, jika keraguan atas kebenaran bisa diblokir. 9. Agar kekebalan terhadap keraguan, teori-teori konspirasi telah memasang sebuah simpul aneh. Setiap kritik yang datang padanya, otomatis dijadikan bukti selanjutnya bagi realitas konspirasi yang dituduhkan. Sistem kekebalan ini, dimiliki oleh teori konspirasi modern, maupun pendahulu historis mereka, yaitu demonologi abad pertengahan. Siapa yang menyangkal kehadiran setan, berarti telah kerasukan setan.

Teori konsprasi adalah salah satu teori yang saat ini banyak digunakan untuk menganalisa suatu kasus. Ssalah satu kasus yang dianggap sebagai sebuah konspirasi adalah kasus runtuhnya World Trade Center di Amerika Serikat. Hingga kini, banyak yang beranggapan bahwa peristiwa tersebut merupakan konspirasi dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu.

Sumber:

http://id.shvoong.com/law-and-politics/contemporary-theory/2075427-konspirasi-

11/#ixzz1qlaDgtAI