Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM SEDIAAN STERIL

Suspensi Injeksi Medroxy Progesteron Acetate

Kelompok 2 Churmatul Walidah Lutfiana Ika Susanti

PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Praformulasi Sediaan Injeksi Medroxy Progesteron Acetate

1. Medroxy Progesteron Acetate Medroxy Progesteron Acetate Medroxyprogesteroni acetas, Metipregnone 6-Methyl-3,20-dioxopregn-4-en-17-yl acetate.

Sinonim Nama Kimia Stuktur Molekul

Rumus Molekul Berat Molekul Titik Didih Pemerian Kelarutan

Penyimpanan Fungsi Dosis Kontraindikasi

Interaksi Obat

C24H34O4 386.5 206-207OC A white or almost white crystalline powder, odourless USP 31 Insoluble in water; sparingly soluble in alcohol and in methyl alcohol; soluble in acetone and in dioxan; freely soluble in chloroform; slightly soluble in ether. B.P 2009 Practically insoluble in water, freely soluble in methylene chloride, soluble in acetone,sparingly soluble in ethanol (96 per cent). Wadah kedap udara,pada suhu 25OC (15-30OC) dan terlindung dari cahaya Hormon kontrasepsi As a progestogen-only contraceptive an intramuscular dose of 150 mg is given every 12 or 13 weeks. Ibu menyusui Thromboembolic Disorder, Liver dysfunction or disease Known sensitivity to DEPO-PROVERA (medroxyprogesterone acetate or any of its other) ingredients). Aminoglutethimide dapat mengurangi konsentrasi plasma dari medroxy progesteron acetate Rifampin

2. Polyvinyl Pirolidone 3550 PEG 3550 Sinonim Struktur Molekul Macrogol 3550, Poliglikol 3550, Carbowax,Lipoxol, Lutrol

Nama Kimia Berat Molekul Titil lebur Pemerian Kelarutan

a-Hydro-o-hydroxypoly(oxy-1,2-ethanediyl) 3000-3700 50- 58 O C Serbuk licin putih atau potongan putih kuning gading, praktis tidak berbau, tidak berasa Mudah larut dalam air,aceton,etanol (95%) P dan dalam metanol P, agak larut dalam senyawa hidrokarbon alifatik. praktis tidak larut dalam lemak,minyak dan eter P. Basis salep, plastisizer, wetting agent dan lubricant Polietilen glikol 3550 secara kimia stabil di udara walaupun yang memiliki berat molekul kurang dari 2000 bersifat higroskopik Simpan dalam wadah tertutup baik,kering dan sejuk. Berinteraksi dengan pewarna, antibiotik (penicillin dan bacitrasin)

Fungsi Stabilitas Penyimpanan Incompability

3. Sodium Hidroxide Sodium Hidroxide Sinonim Berat Molekul Kelarutan Sodium Hydrate 40 sangat mudah larut dalam air dan dalam etanol (95%) (FI III) Dalam 200C larut dalam 1:7,2 bagian etanol, praktis tidak larut dalam eter, larut dalam gliserin, larut 1 : 4,2 bagian metanol, larut 1 :0,9 (Handbook of Pharmaceutical Excipient) 12-14 Adjust pH

pH Khasiat

4. Polyoxyethylene Sorbitan Fatty Acid Esters Polysorbate 80 Polyoxyethylene 20 sorbitanMonooleate,Tween 80

Sinonim Struktur Molekul

Rumus Kimia Berat Molekul Pemerian pH Kelarutan Fungsi

C64H124O26 1310 Yellow oily liquid,Somewhat bitter taste 06-08 Larut dalam ethanol (95%) dan dalam air,tidak larut dalam mineral oil dan vegetable oil

Stabilitas

Penyimpanan OTT

Polysorbatesstabildalamelektrolitdan asamlemah dan basis,saponifikasibertahapterjadidengan asam kuatdan basa. Ester asamoleatsensitif terhadapoksidasi. Polysorbatesbersifat higroskopis dan jika dicampur bersama surfaktanpolioksietilenalain secara berkepanjangan dapat membentuk peroxide Wadah yang tertutup baik,terlindung dari cahaya,sejuk dan kering Perubahan warnadan /atau pengendapanterjadi denganberbagai bahan, khususnya fenol, tanin, ter,dan bahantarlike. Mengurangi aktifitas pengawet golongan paraben

5. Methylparaben

Methylparaben sinonim E218; 4-asam asam metil ester; metil pHidroxybenzoate,Nipagin M,Uniphen P-23 Formula empiris berat molekul Struktur Molekul C8H8O3 152.15

pH Fungsi

9.5 (0,1% w/v larutan) sebagai antimikroba , pengawet. Efektif terhadap ragi dan jamur

Stabilitas dan penyimpanan

Incompatibilities antimicrobial

disimpat ditempat yang sejuk dan kering. pada pH 3-6 disterilisasi oleh autoclav di 120 C selama 20 menit. Bertahann 4 th sementara larutan pada pH 8 atau lebih cepat terhidrolisis hanya berkisar sekitar 60 hari penyimpanan pada suhu kamar aktivitas methylparaben berkurang dengan adanya surfactan nonionik , seperti polysorbate 80, namun propylene glikol ( 10 % ) telah terbukti dapat meningkatkan aktivitas antimikroba parabens dan mencegah interaksi antara methylparaben dan polysorbate 80 .dengan zat lain , seperti bentonit , magnesium trisilicate , talek , tragacanth , natrium alginate , minyak esensial , sorbitol , dan atropine . Hal ini juga bereaksi dengan berbagai gula dan gula terkait alkohol. methylparaben berubah warna di dengan besi dan dihidrolisis oleh lemah alkali dan asam kuat .

6.Prophylparaben

Propilparaben Sinonim e217 ; 4-hydroxybenzoate propil garam natrium ; natrium propil hydroxybenzoate Stuktur Molekul

Rumus Kimia Berat Molekul pH Stabilitas Pemerian

C10H12O2 180.20 9,5 - 10,5 ( 0.1 % w / v larutan ) putih , tidak berbau atau hampir tidak berbau , bubuk kristal higroskopis

Kelarutan

1 dalam 50 etanol ( 95 % ) ; 1 dalam 2 etanol ( 50 % ) ; 1:1 dalam air ; praktis tidak larut dalam minyak tetap

Fungsi

sbagai anti mikroba /pengawet. Efektif terhadap kamir dan kapang

Penyimpanan Inkompatibilitas

Dalam wadah etrtutup ditempat sejuk dan kering. Aktivitas anti mokroba propylparaben berkurang dengan adanya nonionic surfactants sebagai akibat dari micellization .penyerapan propylparaben dengan plastik telah dilaporkan , dengan jumlah yang terserap tergantung pada 630 propylparaben jenis plastik dan kendaraan bermotor . magnesium aluminium silikat , magnesium trisilicate , kuning oksida besi , dan ultramarine biru juga telah melaporkan untuk menyerap propylparaben , sehingga mengurangi pengawet khasiat. propylparaben menghitam dengan adanya besi. pada proses hidrolisis oleh lemah alkali dan asam kuat .

B. Formula Standar dari USP

C. Alat dan cara Sterilisasinya Nama Alat Vial Tutup vial Spuit Kaca arloji Cawan Penguap Beaker gelas Mortir dan Alu Corong gelas dan kertas saring lipat terpasang Gelas ukur Pinset logam Batang pengaduk gelas Pipet tetes tanpa karet Karet pipet Sudip Jumlah 2 2 1 3 3 1 1 1 1 1 1 2 2 1 Cara Sterilisasi Oven 170C selama 30 menit Autoklaf (115-116oC) selama 30 menit Oven 170C selama 30 menit Oven 170C selama 30 menit Oven 170C selama 30 menit Oven 170C selama 30 menit Oven 170C selama 30 menit Autoklaf selama 30 menit Autoklaf (115-116C) selama 30 menit Oven 170C selama 30 menit Oven 170C selama 30 menit Autoklaf selama 30 menit Direbus selama 30 menit Autoklaf selama 30 menit

D. Formula Akhir R/ Medroxyprogesterone acetate150 mg Polyethylene Glycol 3350......28.9 mg Polysorbate 802.41 mg Sodium Chloride8.68 mg Methylparaben...1.37 mg Propylparaben....0.15 mg Water for injection ad 17 ..q.s Sodium Hydroxide/ Hydrochloric Acidq.s m.f. Suspinjeksi 1 ml

E. Perhitungan Bahan Tonisitas E NaCl E PEG 3550 Tween 80 Nipagin Nipasol = E x gr = = 0,02 x 28,9 0,02 x 2,41 = 0,578 mg = 0,048 mg

= (17 x = (17 x

) x 1,37 = 0,291 mg )x 0,15 = 0,027 mg + 0,944 mg = 9,44 x 10-4 gr

NaCl 0,9 %

x 1 ml = 0,009

NaCl yang perlu di tambahkan = 0,009 0.000944 = 0,00806 gr = 8.056 mg (ket; sudah termasuk ke dalam formula) Penimbangan Bahan Medroxy Progesteron Acetate Polyethylene Glycol 3550 Polysorbate 80 Sodium Chloride : : : : x 17 ml = 2550 mg = 2,55 gr x 17 ml = 491,3 mg x 17 ml = 40,1 mg x 17 ml = 147,56 mg

Methylparaben Propilparaben

: :

x 17 ml = 23,29 mg x 17 ml = 2,55 mg

F. Langkah Pembuatan

1. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan. 2. Membuat aqua pro injeksi (API) bebas O2: mendidihkan aquadest selama 30 menit dalam wadah tertutup kaca arloji. Pembebasan oksigen dilakukan dengan mendidihkannya lagi selama 10 menit dan mengganti tutup kaca arloji dengan sumbat kapas. 3. Menimbang semua bahan yang diperlukan dan melewatkannya melalui passbox 4. Mensterilkan medroxy progesteron acetate dalam cawan penguap yang ditutup kaca arloji dalam oven 5. Mengembangkan PEG 3550 dengan API di dalam gelas beaker sambil diaduk ad homogen 6. Menambahkan sodium chloride,nipagin dan nipasol yang masing-masing telah dilarutkan terlebih dahulu dengan API ke dalam pasta PEG 3550 tersebut 7. Melarutkan Tween 80 dengan API secukupnya di dalam beaker glass 8. Mensterilkan pasta PEG dan larutan Tween dalam autoklaf 9. Menggerus medroxy progesteron acetate dalam mortir,ditambahkan larutan tween 80,kemudian di tambahkan pasta PEG 3550 secara perlahan,sambil di gerus terus hingga terbentuk suspensi yang homogen. 10. Dimasukkan ke dalam tabung ukur,dan ditambahakn API ad volume 17 ml 11. Sambil diaduk dimasukkan ke dalam vial steril yang telah dikalibrasi 12. Memasang penutup karet dan alumunium,diketatkan dengan penekuk bibir alumunium.

G. Hasil dan Pembahasan Pada praktikum kali ini kita membuat sediaan suspensi injeksi progesteron acetate. Sediaan ini berperan sebagai kontarsepsi hormonal yang bekerja dengan cara menghambat proses ovulasi pada wanita. Sediaan ini dibuat dalam bentuk suspensi injeksi karena zat aktifnya tidak larut dalam air sehingga dijadikan sebagai fese terdispersi dalam sebuah pelarut cair. Kekuatan sediaan untuk injeksi ini adalah 150 mg/ml atau sekitar 3% dari total volume sediaan. Hal

ini dipilih karena salah satu persyaratan dari suspensi injeksi adalah mempunyai kadar partikel padat < 5% ,jika lebih maka makin besar kemungkinan terjadinya endapan partikel dalam waktu yang singkat. Karena apabila dalam suatu larutan berisi partikel dalam jumlah besar, maka partikel tersebut akan susah melakukan pergerakan yang bebas karena sering terjadi benturan satu sama lain.Benturan itulah yang akan menyebabkan terbentuknya endapan dari zat tersebut. Tahap pertama yang dikerjakan adalah menyiapkan dan melakaukan sterilisasi alat. Metode sterilisasi disesuaikan dengan karakteristik masing-masing alat, ada yang disterilisasi dengan metode panas lembab (menggunakan autoklaf), panas kering (menggunakan oven), atau dengan menggunakan etanol 70% .(dispensasi) Setelah itu kita menimbang setiap bahan yang diperlukan. Khusus untuk medroxy progesteron acetat harus digerus terlebih dahulu untuk meperkecil ukuran partikelnya karena syarat suspensi injeksi adalah memiliki ukuran partikel 5-10 m,walaupun kita tidak bisa mengukur apakah zat aktif yang kita akan pakai telah masuk kedalam rentang yang diperbolehkan setidaknya kita telah berupaya untuk memperkecil ukurannya. Tahap kedua yang dilakukan adalah pengembangan suspending agent serta pelarutan semua bahan yang larut dalam air ,poses ini dilakukan di white area pada ruang kelas C. suspending agent yang dipakai pada sediaan ini adalah PEG 4000. Senyawa ini larut dalam air dan akan membentuk massa seperti gel tapi tidak terlalu kental. walaupun Suspending agent ditambahkan untuk meningkatkan viskositas sediaan sehingga dapat memperlambat proses pengendapan ,namun juga tidak diharapkan bersifat telalu kental karena ditakutkan sediaan tidak dapat melewati jarum suntik dan mengakibatkan rasa sakit ketika proses injeksi berlangsung. Tahap selanjutnya adalah sterilisasi bahan, karena pembuatan sediaan ini menggunakan tekhnik aseptis oleh karena itu perlu dilakukan sterilisasi awal untuk semua bahan sebelum di suspensikan dan dimasukkan kedalam wadah . Metode sterilisasi yang dipakai disesuaikan dengan data kestabilan masing-masing bahan. Untuk zat aktif (medroxy progesteron acetate) di sterilsasi mengunakan oven sedangkan untuk campuran suspending agent dan larutan tween di sterlisasi dengan autoklaf. Proses suspensi dan pengisian ke dalam wadah dilakukan di white area pada kelas A (LAF) dengan background kelas B. Pada proses ini semua alat yang dipakai juga harus ada dalam keadaan steril lagi. Wadah yang digunakan untuk suspensi injeksi ini adalah vial karena jika menggunakan ampul kita tidak dapat mengkocok sediaan tersebut untuk meresuspensikan

apabila terdapat endapan pada dasar wadah tersebut. Sehingga dapat mengakibatkan terjadinya ketidakseragaman dosis pada setiap pemakaian. Sebelumnya kita juga melakukan evalusi pH dan hasilnya adalah 7, pH tersebut telah sesuai dengan pH otot (67) karena injeksi ini diberikan melalui intra muskular.

H. Daftar Pustaka Lahman. L, dkk.1994. Teori dan Praktek Farmasi Industri. Edisi III. Jakarta :UI Press Rowe, Raymond C, Paul J Sheskey, and Sian C Owen. 2006. Handbook of Pharmaceutical Exipient: fifth edition. United States of America: Pharmaceutical Press and American Pharmacist Association Sulistiawati, Farida dan Nelly Suryani. 2009. Formulasi Sediaan Steril. Jakarta : LP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Sweetman, S.C. ed.(2009) Martindale ;The Complete Drug Reference ,36-edition.London : Pharmaceutical Press The Departement of Healt.(2009 )British Pharmacopoeia 2009. The Departement of Healt. London: The Stationery Office

I. Lampiran