Anda di halaman 1dari 36

SISTEM PEREDARAN DARAH

Click to edit Master subtitle style

Diang Novida Armasari


5/7/12

Sistem sirkulasi adalah sistem transport yang mengantarkan O2 dan berbagai zat yang di absorbsi dari traktus gastrointestinal menuju ke jaringan, serta mengembalikan CO2 ke paru-paru dan hasil metabolisme lainnya menuju ginjal.

Darah merupakan pembawa berbagai zat tersebut, dipompakan oleh jantung melalui sistem pembuluh darah tertutup.

5/7/12

DARAH
o Fungsi darah:

1. Sebagai alat pengangkut - O2 dari paru-paru ke jaringan - CO2 dari jaringan ke paru-paru - nutrisi dari usus halus untuk diedarkan ke seluruh tubuh - sisa hasil metabolisme untuk dikeluarkan melalui ginjal 2. Pertahanan tubuh terhadap infeksi kuman, parasit, virus, dll 3. Mempertahankan suhu tubuh
o Darah tdd: : 1. sel darah (eritrosit, leukosit, trombosit

2. plasma darah

5/7/12

o BJ darah : 1,041 - 1,067 o PH darah : 7,37 7,45


o

Limpa

Adalah organ tubuh yang berfungsi sebagai suatu penyaring darah yang membuang sel darah merah abnormal, mengandung banyak trombosit, serta sel-sel fagosit dan limfosit yang mempunyai peran besar dalam sistem imun tubuh
o

Sumsum Tulang

Pada anak-anak, sel darah secara aktif dihasilkan oleh sumsum tulang. Menjelang usia 20 tahun, sumsum tulang pada rongga tulang panjang menjadi tidak aktif, dengan pengecualian pada tulang humerus dan femur. Sumsum tulang yang masih aktif disebut sumsum merah; sumsum tulang yang inaktif dan difiltrasi oleh lemak disebut sumsum kuning.
5/7/12

5/7/12

I. ERITROSIT
o

Bentuk : bikonkaf Diameter : 7,5 m Dibentuk di sumsum tulang Hidup dalam peredaran darah selama 120 hari Eritrosit muda (retikulosit) memiliki inti Eritrosit matang yang masuk ke peredaran tidak memiliki inti Eritropoesis (pembentukan sel darah merah)

5/7/12

Karakteristik sel darah manusia


Satuan Hematokrit (Hct) Sel darah merah (Red Blood Cell, RBC) Hemoglobin (Hb) % 106/L g/dL Pria 47 5,4 16 Wanita 42 4,8 14

Hemoglobin (Hb)
Adalah pigmen merah pada darah yang mengikat O2 Nilai normal Hb: - laki-laki = 16 g/dl - perempuan = 14 g/dl Hb manusia dewasa : Hb A --- Hb janin : Hb F Hb merupakan ikatan heme + 2 globin
5/7/12

Katabolisme Hb: Hb Heme + Globin

Biliverdin

Fe2+

Bilirubin

digunakan kembali untuk sintesis Hb

Afinitas Hb terhadap O2 sangat lemah, shg ikatannya mudah digantikan oleh CO2 ataupun CO Empedu Hb + O2 HbO2 (oksihemoglobin) Hb + CO2 HbCO2 (KarbondioksidaHb) Hb (Fe2+) + zat pengoksida MetHb (Fe3+) Hb + CO HbCO (karboksiHb)
5/7/12

Anemia
Suatu keadaan tubuh dimana jumlah sel eritrosit kurang dari normal, dan biasanya disertai kadar Hb yang rendah. bukan diagnosis! Anemia defisiensi Banyak ditemui pada ibu hamil dan anak masa pertumbuhan. Disebabkan defisiensi zat besi (Fe), asam folat, dan vitamin B12 karena asupan kurang, dan pada anak kecil biasanya disebabkan oleh infeksi cacing. Pada defisiensi Fe, memberikan gambaran mikrositik (lebih kecil) dan hipokrom (lebih pucat). Sedang pada defisiensi asam folat dan vit. B12 akan memberikan gambaran megaloblastik (lebih besar) dan normokrom. Pengobatan adalah koreksi zat yang mengalami defisiensi.
5/7/12

1.

2.

Anemia aplastik

Penyebab dapat karena keturunan (kongenital) atau di dapat (acquired). Anemia aplastik acquired biasanya disebabkan oleh radiasi sinar rontgen, radioaktif, zat kimia seperti benzena, arsen, obat-obatan seperti kloramfenikol, dan metothrexate.
3. Anemia hemofilik

Usia eritrosit dalam peredaran darah kurang dari normal. Sehingga banyak penghancuran eritrosit mati meningkat, yag menyebabkan bilirubin meningkat jaundice, urin bewarna gelap; sumsum tulang lebih reaktif untuk memproduksi eritrosit (hiperplasia); dan banyak eritrosit abnormal (polimorf) dan eritrosit muda (retikulosit) yang masuk ke dalam peredaran. Dapat disebabkan karena adanya kelainan pada hemoglobin, seperti gangguan struktur polipeptida Hb (contoh: HbS), atau gangguan jumlah rantai polipeptida (contoh: Thalasemia) 5/7/12

II. LEUKOSIT
o Nilai normal = 6000 100.0000 sel/L darah o Lebih dr normal

disebut Leukositosis, misal pada infeksi disebut Leukositopeni, misal pada leukemia

o Kurang dr normal o Terdiri dari:

A. Agranulosit
.

Sitoplasmanya tidak mempunyai granula

. Tdd:

1.

Limfosit

5/7/12

2% beredar di darah perifer, sisanya di organ limfoid Berperan penting dalam mekanisme kekebalan tubuh (sistem imunitas) - Limfosit B (kekebalan humoral) terdapat di sumsum tulang - Limfosit T (kekebalan seluler) terdapat di timus - Limfosit non T/non B disebut sel NK (Natural cell Killer) membunuh sel tubuh yang nebgalami transformasi bantu cegah pembentukan tumor ganas

AIDS (acquired imunodefisiensi syndrome) menyerang sel Limfosit T4 imunitas rendah sangat rentan infeksi

2.

Monosit
5/7/12

B.
.

Granulosit
Intinya mempunyai banyak bentuk disebut juga Poli Morfo Nuclear (PMN) Sitoplasmanya mengandung granula Terdiri dari:

. .

1.
. . . .

Neutrofil
Merupakan garis pertahanan pertama terhadap infeksi bakteri Granula halus Masa hidup dalam sirkulasi : 6 jam Berfungsi untuk fagositosis
5/7/12

3.
. .

Basofil
Granula besar dan biru Berperan penting dalam reaksi hipersensitifitas tipe cepat, contoh: urtikaria, syok anafilaktik

Neutrofil

Eosinofil

Basofil

5/7/12

III. TROMBOSIT
o Diameter: 2-4 m o Nilai normal: 200.000 sel/L darah o Lebih dari normal disebut Trombositosis o Kurang dari normal disebut Trombositopeni ptekiae (perdarahan

kapiler), melena, epitaxis, dll


o 60-90% beredar di sirkulasi darah, sisanya di limpa. o Sitoplasmanya mengandung faktor pembekuan darah o Dinding p.d. terluka adhesi trombosit aktifasi trombosit

agregasi trombosit
5/7/12

IV. PLASMA
o Bagian cair darah larutan yang mengandung protein darah,

garam-garam mineral, asam amino, glukosa, dan hormon.


o Protein plasma mengandung fraksi albumin, globulin, dan

fibrinogen.
o Globulin berperan dalam sistem imun (immunoglobulin), sedangkan

fibrinogen berguna dalam peristiwa pembekuan darah.


o Volume plasma normal: 5% BB o Bila darah lengkap dibiarkan menggumpal, cairan bening diatasnya

disebut serum serum=plasma tanpa fibrinogen dan faktor pembekuan II, V, dan VIII.
5/7/12

Immunoglobulin
Mengandung 4 rantai polipeptida Bersama-sama limfosit B membentuk kekebalan humoral pada

sitem imunitas tubuh manusia.


Bekerja dengan mengikat dan menetralisis beberapa toxin protein,

menghalangi melekatnya virus pada sel, opsonisasi bakteri dan mengaktifkan sel NK
Terdiri dari 5 macam, yi: Ig G. Ig A, Ig M, Ig E, dan Ig D

Mekanisme pembekuan
Saat dinding pembuluh darah cedera, terjadi dua mekanisme: 5/7/12

2.

Pengkatalisisan fibrinogen plasma menjadi fibrin, dan kemudian membentuk serat benang-benang untuk menutup luka

Sistem intrinsik dan ekstrinsik darah memicu pengaktifan protrombin menjadi trombin, dibantu oleh Ca (kalsium) dan PL (fosfolipid) trombosit. Trombin dipakai untuk mengkatalisis fibrinogen menjadi fibrin Fibrin yang terbentuk mula-mula berupa gumpalan longgar benang-benang yang saling menjalin diubah menjadi ikatan yang padat dan kencang oleh faktor XIII aktif yang stabil. Ca + PL
Protrombin Fibrinogen Trombin Fibrin (longgar) 5/7/12

Antikoagulan: zat penghambat pembekuan darah

contoh: heparin, agen pengikat kalsium (contoh: garam oksalat), derivat kumarin (dikumarol, warfarin) yang menghambat kerja vitamin K.
Pembentukan bekuan darah di dalam pembuluh darah disebut

trombosis. Bekuan yang terbentuk disebut trombus, dan apabila terlepas disebut emboli. Emboli dapat berjalan mengikuti aliran darah dan menyumbat pembuluh darah di tempat lain, misal di A. pulmonalis (emboli paru), atau di ventrikel kiri jantung menyebabkan myocard infark (MCI).
Kelainan hemostasis (pembekuan darah) contohnya Hemofilia A,

dan penyakit von willebrand

5/7/12

GOLONGAN DARAH
o Membran sel darah manusia mengandung bermacam-macam antigen

golongan darah yang disebut aglutinogen


o Sedangkan plasma darah manusia mengandung bermacam-macam

aglutinin golongan darah.


o Ada banyak macam cara penggolongan darah manusia, tapi yang

terpenting adalah sistem ABO dan Rhesus.

A. .

Sistem ABO Diperkenalkan oleh Mendel

. Gol darah dibagi menjadi 4, yaitu: Gol darah A, B, AB, dan O . Gol darah A mempunyai antigen A dan aglutinin anti B 5/7/12

aglutinin anti B akan menggumpalkan semua gol darah yang

Apabila resipien mempunyai aglutinin anti terhadap antigen pendonor terjadi penggumpalan (aglutinasi) bahaya

Gol. Darah A B AB O

Aglutinin Anti B

Antigen Mengaglutinasi Gol. darah A B, AB A, AB A, B, AB

Anti A B A, B Anti A, Anti B

Gol. Darah AB tidak memiliki aglutinin, sehingga tidak mengumpalkan semua gol. darah resipien universal Gol. Darah O tidak memiliki antigen, sehingga tidak akan 5/7/12 digumpalkan oleh semua gol. darah donor universal

B.

Sistem Rhesus (Rh) Terdiri dari rhesus positif (Rh +) dan rhesus negatif (Rh-) Rh + memiliki antigen D Rh akan membentuk aglutinin anti D saat terpapar dengan antigen D Eritroblastosis fetalis: Terjadi akibat inkompabilitas (ketidakcocokan) Rh ibu dengan janin yang dikandung. Apabila seorang ibu dengan Rh- mengandung bayi pertama dengan Rh+, saat melahirkan, darah janin sedikit merembes ke dalam sistem sirkulasi ibu melalui plasenta sehingga ibu membentuk anti D. Saat mengandung bayi kedua dengan Rh+, anti D ibu akan menggumpalkan darah bayi hemolisis berat 5/7/12 bilirubin meningkat kernikterus (pengendapan pigmen empedu

. . . .

JANTUNG
Jantung (bahasa latin: Cor) adalah organ penting dalam sirkulasi darah, yang bekerja sebagai pompa.

ANATOMI JANTUNG
o Jantung manusia menyerupai bentuk jatung pisang, dengan pangkal

(basis cordis) tumpul dan ujung (apex) agak runcing.


o Terletak di dalam rongga dada sebelah kiri depan, dengan

pangkalnya terletak di belakang kiri antara costa V dan costa VI dua jari di bawah papila mammae.
o Ukurannya kurang lebih sebesar genggam jari, dengan berat

5/7/12

o Lapisan jantung: 1. 2. 3.

Endokardium : endotel Miokardium : otot jantung Perikardium : lapisan membran (selaput pembungkus) visceral : menempel pada miokardium parietal: berbatasan langsung dg pleura parietalis membentuk kantung (kavum) yang berisi cairan yg berfungsi membatasi gesekan

o Struktur jantung: 1. 2. 3.

Atrium kiri dan kanan Ventrikel kiri dan kanan Aorta


5/7/12

o Katup jantung:

Katup menjaga agar darah tidak masuk ke ruangan selanjutnya sebelum waktunya, dan darah tidak kembali lagi ke ruangan sebelumnya. Terdapat 4 katup pada jantung:
1.

Valvula trikuspidalis: antara atrium kanan dengan ventrikel kanan Valvula bikuspidalis (mitralis): antara atrium kiri dengan ventrikel kiri Valvula semilunaris pulmonalis: antara ventrikel kanan dengan arteri pulmonalis Valvula semilunaris aorta: antara ventrikel kiri dengan aorta

2.

3.

4. o

Penghantaran listrik pada jantung: nodus SA (sino atrial) diantara vena kava superior dg atrium
5/7/12

JANTUNG SEBAGAI POMPA


o Periode jantung: 1.

Sistole: periode saat jantung berkontraksi (menguncup) memompakan darah.

2.

Diastole: periode saat jantung berdilatasi (mengembang) mengisi darah ke atrium dan ventrikel.

3.

Istirahat: waktu antara periode sistole dan diastole jantung dimana jantung berhenti kira-kira 1/10 detik.

Saat kita beristirahat, jantung berkontraksi sebanyak 705/7/12 80x/menit. Dan tiap kontraksi, jantung memompakan darah ke

o Bunyi jantung: 1.

B I Lub. Bunyi yg rendah dan sedikit memanjang. Terjadi akibat penutupan katup trikuspidalis dan bikuspidalis pada permulaan sistole ventrikel. B II Dup. Bunyi yang tinggi, dan lebih pendek. Terjadi akibat penutupan katup semilunaris aorta dan pulmonalis pada akhir sistole ventrikel. B III. Bunyi yang lembut dan rendah. Terjadi pada sepertiga periode diastole, mungkin karena getaran dinding ventrikel saat pengisian darah. B IV. Sesaat sebelum B I. Jarang pada dewasa normal, biasanya disebabkan adanya hipertrofi ventrikel.

2.

3.

4.

o Bising jantung (Bruit): bunyi abnormal yang dapat didengar akibat

adanya abnormalitas aliran darah jantung, misal pada arteri atau 5/7/12 katup yang menyempit. Penyebab utama bising jantung adalah

1. 2.

Stenosis: lubang katup menyempit Insufisiensi: katup tidak dapat menutup sempurna, sehingga terjadi aliran balik (regurgitasi)

Kebanyakan bising dapat didengar dengan hanya dengan bantuan stetoskop. Selain karena kelainan katup, bising dapat dijumpai pada defek septum ventrikuler kongenital
o

Tekanan darah: Tekanan di dalam orta dan pembuluh arteri besar lainnya ketika darah dipompakan ke seluruh tubuh manusia. Tekanan darah dibuat dengan mengambil dua ukuran. Nilai atas (tekanan sistolik) merujuk pada puncak tekanan yang dicapai selama sistole. Nilai bawah (tekanan diastolik) merujuk pada tekanan terendah selama diastole. 5/7/12

SIRKULASI DARAH
o Pada mamalia, mekanisme sirkulasi darah terdiri atas 2 sistem

pompa yang dirangkaikan secara seri antara satu dengan yang lain, yaitu:
1. 2. o

Sistem sirkulasi besar (sistemik) Sistem sirkulasi kecil (pulmonal)

Sebagian cairan jaringan akan memasuki sistem pembuluh tertutup lain, sistem limfatik, yang akan mengirimkan cairan limfe melalui ductus thoracicus dan duktus limfatikus kanan ke dalam sistem vena sirkulasi limfatik Sistem sirkulasi kecil ventrikel kanan CO2 A. pulmonalis
5/7/12

1.

Paru kanan dan kiri

2.

Sistem sirkulasi besar ventrikel kiri O2 Aorta Arteri Vena Kapiler Jaringan tubuh

Atrium kanan CO2 Vena kava

PEMBULUH DARAH

ARTERI
.

Merupakan pembuluh darah yang keluar dari jantung yang membawa darah ke seluruh bagian dan alat tubuh
5/7/12

Tunika intima mendapat darah dari darah yang mengalir di dalam

arteri. Sedangkan untuk lepisan lainnya mendapat darah dari pembuluh darah yang disebut vasa vasorum.
Arteri yang kecil disebut arteriolus Arteri dapat mengecil (kontraksi) atau melebar (dilatasi)

disebabkan oleh karena pengaruh saraf dari susunan saraf otonom yang disebut vasomotor. VENA
Merupakan pembuluh darah yang membawa darah dari bagian/ alat-

alat tubuh masuk kedalam jantung.


5/7/12 Lapisan dinding vena sama dengan lapisan arteri.

Perbedaan pembuluh darah vena dengan pembuluh darah arteri


Vena
1. Membawa CO2 kecuali V. pulmonalis 2. Dinding tipis 3. Jaringannya kurang elastis 4. Mempunyai katup-katup sepanjang jalannya mengarah ke jantung 5. Tidak ada tempat mendengar denyut jantung

Arteri
1. Membawa O2 kecuali A. pulmonalis 2. Dinding tebal 3. Jaringannya elastis 4. Katup hanya pada permulaan keluar dari jantung 5. Ada tempat untuk mendengarkan denyut jantung

5/7/12

o Pembuluh darah pada sirkulasi kecil:

1. Arteri pulmonalis. membawa darah yang membawa CO2 dari ventrikel kanan ke paru-paru kanan dan kiri. 2. Vena pulmonalis membawa darah yang mengandung O2 dari paru-paru kanan dan kiri masuk ke atrium kiri jantung.
o Pembuluh darah pada sirkulasi besar: 1. Aorta 2. Vena cava inferior et superior AORTA

5/7/12

1.

Aorta ascendens
Muncul dari ventrikel kiri, naik ke atas sampai pertengahan belakang angulus sternum. Cabang: A. coronaria sinistra et dextra

2.

Arcus aorta
Lanjutan dari aorta ascendens yang melengkung ke kiri, di muka trakea sedikit turun ke bawah sampai ke vertebra thoracalis IV. Cabang: 1. A. anonima (brachiocephalica) 2. A. subclavia sinistra 3. A. carotis communis sinistra cabang-cabang ini memberikan darah untuk kepala dan extremitas atas. 5/7/12

3.

Aorta descendens

VENA Terdiri dari

1. vena cava superior 2. vena cava inferior


1.

Vena cava superior


Menerima darah dari bagian leher dan kepala Memberi cabang: 1. V. brachiocephalica dextra 2. V. brachiocephalica sinistra bercabang menjadi v. jugularis interna yang menerima darah dari dasar otak, v. jugularis externa yang menerima darah dari daerah kepala, serta vena-vena extremitas atas.

1.

Vena cava inferior

5/7/12

SISTEM LIMFATIK

Limfe disebut juga getah bening. Merupakan cairan dimana susunan

isinya hampir sama dengan plasma darah dan cairan jaringan.


Sebagian cairan tubuh meninggalkan sirkulasi dikembalikan melalui

saluran limfe yang merembes dalam ruang-ruang jaringan.


Saluran limfe mempunyai dua saluran:

1. Ductus thoracicus atau duktus limfatikus sinistra. Menerima aliran limfe dari bagian tubuh sebelah kiri. 2. Duktus limfatikus dextra Menerima aliran limfe dari bagian tubuh sebelah kanan.
Fungsi pembuluh limfe:
1.

Mengembalikan cairan dan protein dari jaringan ke dalam sirkulasi 5/7/12 darah