Anda di halaman 1dari 207

PEMBAHASAN SOAL TO 1 HIPPOCRATES

NO.1 JAWABAN B
Bioetika : Autonomi Pasien adalah individu yang bebas Setiap tindakan harus diketahui pasien serta pasien harus mengikutinya dengan sukarela Tidak ada pengaruh dari luar yang mempengaruhi pasien untuk menyetujui tindakan medik Non malaficence Tidak berniat jahat atau buruk kepada pasien baik dengan pelayanan yang berlebihan maupun kekurangan Beneficence Tindakan yang diberikan pada pasien bersifat menguntungkan bagi pasien, demi keselamatan pasien. Justice Memberikan layanan tanpa memandang SARA, support negara dalam hal ini dg jamkesmas

NO. 2 JAWABAN D

FIDUCIARY : VIRTUE BASED ETHICS


PRINSIP : MORAL KEUTAMAAN BUKAN SEKEDAR KEWAJIBAN DAN PERATURAN, TETAPI JUGA BAGAIMANA SIKAP SEBAIKNYA EMPATHY, COMPASSION, PERHATIAN, KERAMAHAN, KEMANUSIAAN, SALING PERCAYA, ITIKAD BAIK, dll HUBUNGAN : BERTUMBUH-KEMBANG, BERTUJUAN MENSEJAHTERAKAN PASIEN KOMUNIKASI HARUS BAIK

NO. 3 JAWABAN C

FIDUCIARY : VIRTUE BASED ETHICS


PRINSIP : MORAL KEUTAMAAN BUKAN SEKEDAR KEWAJIBAN DAN PERATURAN, TETAPI JUGA BAGAIMANA SIKAP SEBAIKNYA EMPATHY, COMPASSION, PERHATIAN, KERAMAHAN, KEMANUSIAAN, SALING PERCAYA, ITIKAD BAIK, dll HUBUNGAN : BERTUMBUH-KEMBANG, BERTUJUAN MENSEJAHTERAKAN PASIEN KOMUNIKASI HARUS BAIK

NO. 4 JAWABAN D
Agresif : kecenderungan untuk berperilaku tertentu Regresif : kecenderungan untuk melihat masa lalu terus Stereotipik : gerakan berulang tanpa tujuan

NO. 5 JAWABAN E
TUNTUTAN PIDANA : KELALAIAN KETERANGAN PALSU ABORSI ILEGAL PENIPUAN PERPAJAKAN EUTHANASIA PENYERANGAN SEKS : 359-361 KUHP : 267-268 KUHP : 347-349 KUHP : 382 BIS KUHP : 209, 372 KUHP : 344 KUHP : 284-294 KUHP

NO. 6 JAWABAN E
Bioetika : Autonomi Pasien adalah individu yang bebas Setiap tindakan harus diketahui pasien serta pasien harus mengikutinya dengan sukarela Tidak ada pengaruh dari luar yang mempengaruhi pasien untuk menyetujui tindakan medik Individu diatas 17 tahun Non malaficence Tidak berniat jahat atau buruk kepada pasien baik dengan pelayanan yang berlebihan maupun kekurangan Beneficence Tindakan yang diberikan pada pasien bersifat menguntungkan bagi pasien, demi keselamatan pasien. Justice Memberikan layanan tanpa memandang SARA

NO. 7 JAWABAN A

Primary prevention Health promotion Specific protection

Secondary prevention Early diagnosis Prompt treatment

Tertiary prevention Disability limitation rehabilitation

NO. 8 JAWABAN B
Bioetika : Autonomi Pasien adalah individu yang bebas Setiap tindakan harus diketahui pasien serta pasien harus mengikutinya dengan sukarela Tidak ada pengaruh dari luar yang mempengaruhi pasien untuk menyetujui tindakan medik Individu diatas 17 tahun Non malaficence Tidak berniat jahat atau buruk kepada pasien baik dengan pelayanan yang berlebihan maupun kekurangan Beneficence Tindakan yang diberikan pada pasien bersifat menguntungkan bagi pasien, demi keselamatan pasien. Justice Memberikan layanan tanpa memandang SARA

NO. 9 JAWABAN B

FIDUCIARY : VIRTUE BASED ETHICS


PRINSIP : MORAL KEUTAMAAN BUKAN SEKEDAR KEWAJIBAN DAN PERATURAN, TETAPI JUGA BAGAIMANA SIKAP SEBAIKNYA EMPATHY, COMPASSION, PERHATIAN, KERAMAHAN, KEMANUSIAAN, SALING PERCAYA, ITIKAD BAIK, dll HUBUNGAN : BERTUMBUH-KEMBANG, BERTUJUAN MENSEJAHTERAKAN PASIEN KOMUNIKASI HARUS BAIK

NO. 10 JAWABAN E
Bioetika : Autonomi Pasien adalah individu yang bebas Setiap tindakan harus diketahui pasien serta pasien harus mengikutinya dengan sukarela Tidak ada pengaruh dari luar yang mempengaruhi pasien untuk menyetujui tindakan medik Non malaficence Tidak berniat jahat atau buruk kepada pasien baik dengan pelayanan yang berlebihan maupun kekurangan Beneficence Tindakan yang diberikan pada pasien bersifat menguntungkan bagi pasien, demi keselamatan pasien. Justice Memberikan layanan tanpa memandang SARA

NO. 11 JAWABAN C
Bioetika : Autonomi Pasien adalah individu yang bebas Setiap tindakan harus diketahui pasien serta pasien harus mengikutinya dengan sukarela Tidak ada pengaruh dari luar yang mempengaruhi pasien untuk menyetujui tindakan medik Non malaficence Tidak berniat jahat atau buruk kepada pasien baik dengan pelayanan yang berlebihan maupun kekurangan Beneficence Tindakan yang diberikan pada pasien bersifat menguntungkan bagi pasien, demi keselamatan pasien. Justice Memberikan layanan tanpa memandang SARA

NO. 12 JAWABAN C
Bioetika : Autonomi Pasien adalah individu yang bebas Setiap tindakan harus diketahui pasien serta pasien harus mengikutinya dengan sukarela Tidak ada pengaruh dari luar yang mempengaruhi pasien untuk menyetujui tindakan medik Non malaficence Tidak berniat jahat atau buruk kepada pasien baik dengan pelayanan yang berlebihan maupun kekurangan Beneficence Tindakan yang diberikan pada pasien bersifat menguntungkan bagi pasien, demi keselamatan pasien. Justice Memberikan layanan tanpa memandang SARA

NO. 13 JAWABAN D

NO. 14 JAWABAN A (132/179)


Sensitivitas : a/ (a+c) x 100 % Spesifisitas : d/ (b+d) x 100%

a c

b d

NO. 15 JAWABAN B
Crosssectional Melihat hubungan antara kasus dengan faktor yang pengaruhi Penelitian dalam waktu singkat Case-control Ada kasus dan kontrol Penelitian retrospektif cohort Terpapar dan non paparan resiko prospektif

NO. 16 JAWABAN E
Differences

between independent groups. Usually, when we have two samples that we want to compare concerning their mean value for some variable of interest, we would use the t-test for independent samples); nonparametric alternatives for this test are the Wald-Wolfowitz runs test, the MannWhitney U test, and the Kolmogorov-Smirnov two-sample test. If we have multiple groups, we would use analysis of variance (seeANOVA/MANOVA; the nonparametric equivalents to this method are the KruskalWallis analysis of ranks and the Median test.

Differences between dependent groups. If we want to compare two variables measured in the same sample we would customarily use the t-test for dependent samples (in Basic Statistics for example, if we wanted to compare students' math skills at the beginning of the semester with their skills at the end of the semester). Nonparametric alternatives to this test are the Sign test and Wilcoxon's matched pairs test. If the variables of interest are dichotomous in nature (i.e., "pass" vs. "no pass") then McNemar's Chi-square test is appropriate. If there are more than two variables that were measured in the same sample, then we would customarily use repeated measures ANOVA. Nonparametric alternatives to this method are Friedman's two-way analysis of variance and Cochran Q test (if the variable was measured in terms of categories, e.g., "passed" vs. "failed"). Cochran Q is particularly useful for measuring changes in frequencies (proportions) across time.

Relationships between variables. To express a relationship between two variables one usually computes the correlation coefficient. Nonparametric equivalents to the standard correlation coefficient are Spearman R, Kendall Tau, and coefficient Gamma (see Nonparametric correlations). If the two variables of interest are categorical in nature (e.g., "passed" vs. "failed" by "male" vs. "female") appropriate nonparametric statistics for testing the relationship between the two variables are the Chisquare test, the Phi coefficient, and the Fisher exact test. In addition, a simultaneous test for relationships between multiple cases is available: Kendall coefficient of concordance. This test is often used for expressing inter-rater agreement among independent judges who are rating (ranking) the same stimuli.

NO. 17 JAWABAN E

NO. 18 JAWABAN B
Ukuran Morbiditas : Prevalence Rate : the total number of cases of disease in a population Specifics Prevalence Rate Incidence Rate : the number of new cases per population in a given time period Specifics Incidence Rate

NO. 19 JAWABAN A
Odds Ratio (OR) or Relative Odds (RO) =

Odds that a case was exposed = Odds that a control was exposed

ad bc

NO. 20 JAWABAN B
Crosssectional Melihat hubungan antara kasus dengan faktor yang pengaruhi Penelitian dalam waktu singkat Case-control Ada kasus dan kontrol Penelitian retrospektif cohort Terpapar dan non paparan resiko prospektif

NO. 21 JAWABAN B
1. 2. 3.

Sasaran primer : balita Sasaran sekunder : orang tua balita Sasaran tersier : pemerintah, tokoh masyarakat

NO. 22 JAWABAN A

Dalam penanggulangan masalah kesehatan :


Membentuk tim surveylans Analisis hasil surveylans Penentuan KLB / non KLB tim penanggulangan KLB

NO. 23 JAWABAN E

NO. 24 JAWABAN A

NO. 25 JAWABAN D

NO. 26 JAWABAN A

NO. 27 JAWABAN D

NO. 28 JAWABAN D

Kalazion :
Bengkak berulang kelopak mata Radang kronis : lipogranuloma

NO. 29 JAWABAN A

Glaukoma :
seperti melihat pelangi saat melihat lampu Injeksi siliar, edema kornea Bilik mata depan dangkal

Pemeriksaan : tonometri

NO. 30 JAWABAN E

Glaukoma kongenital :

Patognomonis : diameter kornea > 16 mm

NO. 31 JAWABAN C

Halo pada glaukoma akut :

Defraksi cahaya yang disebabkan edema epitel

NO. 32 JAWABAN E
Glaukoma sekunder : glaukoma yang terjadi akibat adanya gangguan sebelumnya pada mata Pada soal ini : ada riwayat katarak immatur

NO. 33 JAWABAN E

Ambliopia Amblyopia refers to a decrease of vision, either unilaterally or bilaterally, for which no cause can be found by physical examination of the eye. The term functional amblyopia often is used to describe amblyopia, which is potentially reversible by occlusion therapy. Organic amblyopia refers to irreversible amblyopia

NO. 34 JAWABAN B
+ 1.00 SD (40 thn) + 1.50 SD (45 thn) + 2.00 SD (50 thn) + 2.50 SD (55 thn) + 3.00 SD (60 thn)

NO. 35 JAWABAN C

Untuk menilai visus anak yang belum bisa membaca digunakan : tes gambar

NO. 36 JAWABAN B

Pebedaan visus OD dan OS > 3 D : anisometropia

NO. 37 JAWABAN D

Miopia :

karena bayangan jatuh di depan retina sehingga mata akan berakomodasi untuk mengusahakan bayangan jatuh di retina

NO. 38 JAWABAN C

Infeksi mata oleh Chlamydia trachomatis ditandai oleh : inocular bodies

NO. 39 JAWABAN B

Infeksi mata oleh jamur ditandai adanya lesi satelit

NO. 40 JAWABAN A

Infeksi Viral : ditandai oleh infiltat berbentuk dendritik

NO. 41 JAWABAN C

Flouresens test : periksa integeritas kornea

NO. 42 JAWABAN C

Trias Keratitis : blefarospasme, fotofobia, lakrimasi

NO. 43 JAWABAN D

anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin dibawah 11 gr% pada trimester I dan III atau kadar <10,5 gr% pada trimester II (Saifuddin, 2002) Kebutuhan zat besi pada wanita hamil yaitu rata-rata mendekati 800 mg. Kebutuhan ini terdiri dari, sekitar 300 mg diperlukan untuk janin dan plasenta serta 500 mg lagi digunakan untuk meningkatkan massa haemoglobin maternal. Kurang lebih 200 mg lebih akan dieksresikan lewat usus, urin dan kulit. Makanan ibu hamil setiap 100 kalori akan menghasilkan sekitar 810 mg zat besi. Perhitungan makan 3 kali dengan 2500 kalori akan menghasilkan sekitar 2025 mg zat besi perhari. Selama kehamilan dengan perhitungan 288 hari, ibu hamil akan menghasilkan zat besi sebanyak 100 mg sehingga kebutuhan zat besi masih kekurangan untuk wanita hamil (Manuaba, 2001).

NO. 44 JAWABAN C

1/3 di atas simfisis = 12 minggu simfisis-pusat = 16 minggu Setinggi pusat = 20 minggu 1/3 di atas pusat = 28 minggu pusat-prosesus xifoideus = 34 minggu Setinggi prosesus xifoideus = 36 minggu Dua jari (4cm) di bawah prosesus xifoideus = 40 minggu

NO. 45 JAWABAN A
Vaksinasi TT : TT 1 : saat kunjungan pertama TT 2 : 4 minggu setelah TT 1

NO. 46 JAWABAN A

Deep vein trombosis :

Patognomonis : nyeri di kaki (betis)

NYERI DI BETIS PASCA


PERJALANAN LAMA

NO. 47 JAWABAN E
Dasar pemikiran terapi insulin: Sekresi insulin fisiologis terdiri dari sekresi basal dan sekresi prandial. Terapi insulin diupayakan mampu meniru pola sekresi insulin yang fisiologis. Defisiensi insulin mungkin berupa defisiensi insulin basal, insulin prandial atau keduanya. Defisiensi insulin basal menyebabkan timbulnya hiperglikemia pada keadaan puasa, sedangkan defisiensi insulin prandial akan menimbulkan hiperglikemia setelah makan.

NO. 48 JAWABAN A

NO. 49 JAWABAN D
Riwayat konsumsi OAD Gejala : Shakiness, anxiety, nervousness, Palpitations, tachycardia, Sweating, feeling of warmth, Pallor, coldness, clamminess, Dilated pupils (mydriasis), Feeling of numbness "pins and needles" (parasthaesia)

NO. 50 JAWABAN C
Three goals exist in the emergency department treatment of the patient with hypovolemic shock as follows: (1) maximize oxygen delivery completed by ensuring adequacy of ventilation, increasing oxygen saturation of the blood, and restoring blood flow, (2) control further blood loss, and (3) fluid resuscitation Once IV access is obtained, initial fluid resuscitation is performed with an isotonic crystalloid, such as lactated Ringer solution or normal saline. An initial bolus of 1-2 L is given in an adult (20 mL/kg in a pediatric patient)

NOMOR 51 JAWABAN A
Diagnosis pasien ini adalah CHF Gambaran Radiologis yang mungkin nampak adalah Kerley B lines Kerley B lines adalah gambaran radiologis dari septa interlobuler paru yang menebal Cirinya : terletak di basal paru, panjang 1-2 cm, arah horizontal, tegak pada permukaan pleural

NOMOR 52 JAWABAN C
DM tipe 2 hiperglikemi kerusakan endotel pembuluh darah peningkatan kadar LDL teroksidasi Peningkatan faktor pembekuan yang mengandung gula seperti fibrinogen, haptoglobulin, makroglobulin- peningkatan viskositas darah pembentukan trombosis suara Bruit pada arteri perifer (a.femoralis), nyeri pada kedua tungkai Sehingga pada pasien ini yang menjadi faktor resiko timbulnya keluhan nyeri tungkai adalah DM yang tidak terkontrol

NOMOR 53 JAWABAN B
Nama lain : Tromboangitis obliterans Faktor resiko : perokok Intermittent claudication (vascular claudication) nyeri yang bertambah berat pada otot tungkai, terutama jika beraktivitas (misalnya berjalan). CiriIncrease in Pallor, Decrease in Pulses, Perishing cold, Pain, Paraesthesia, Paralysis Terdapat gangren pada ibu jari kaki

NOMOR 54 JAWABAN B
KU : pasien tidak sadar Gambaran EKG Ventrikel Fibrilasi irama Shockable segera lakukan defibrilasi.

NOMOR 55 JAWABAN A
Usia 16 tahun KU : sesak nafas saat aktivitas sejak 3 bulan yang lalu BJ II mengeras, opening snap saat diastolik Diagnosis Penyakit Jantung Rematik Yang terjadi pada pasien ini mitral Stenosis

NOMOR 56 JAWABAN E
Diagnosis : Acute Myocard Infark Estrogen meningkatkan kadar HDL darah dan menurunkan kadar LDL Pada saat menopause, estrogen turun dipicu stress & Emosi lipid dlm darah meningkat AMI Faktor resiko Menopause

NOMOR 57 JAWABAN B

Hipertensi tidak terkontrol tahanan p. darah perifer meningkat kerja ventrikel bertambah Hipertrofi Ventrikel Kiri kardiomegali

NOMOR 58 JAWABAN A

Nyeri dada kiri, seperti ditindih beban berat, lama nyeri 2 jam, nyeri menjalar ke punggung curiga Acute Coronary Syndrome pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis ACS EKG

NOMOR 59 JAWABAN A
terdapat ST Elevasi pada sadapan V1, V2, V3, V4 lokasi infark di anterior Kesimpulan EKG STEMI anterior

NOMOR 60 JAWABAN E

Pasien myocard infark, gemuk, perokok berat, suka makan junk food faktor resiko hiperlipidemia indikator keberhasilan terapi : kolesterol darah

NOMOR 61 JAWABAN D

Nyeri dada kiri, sejak 6 jam yll, tidak dipengaruhi istirahat, TD : 160/100 suspect Angina Pectoris terapi awal ISDN sublingual

NOMOR 62 JAWABAN E

Nyeri dada hebat, BMI overweight, EKG didapatkan ST Elevasi pada lead II, III, aVF ACS

NOMOR 63 JAWABAN B
TD 170/110, disertai sakit kepala & mata kabur Malignant / accelerated hypertension Penurunan TD secara mendadak mempunyai potensi berbahaya, karena bisa dipastikan dapat menyebabkan turunnya perfusi otak dan kerusakan iskemik Digunakan Terapi Calcium Channel Blocker iv (titrasi) untuk menurunkan TD secara bertahap dalam 24 jam CCB menurunkan tahanan perifer dg mencegah pembukaan calcium channel

NOMOR 64 JAWABAN B

ACE Inhibitor adalah obat lini pertama pada terapi terhadap diabetes dengan hipertensi serta diabetic nephropathy

NOMOR 65 JAWABAN B

Valsartan ( golongan ARB) ARB bekerja dengan menghambat efek angiotensin II pada reseptor AT1 (yang terutama terdapat di otot polos pembuluh darah dan otot jantung),mirip dg ACE Inhibitor tapi tidak menyebabkan batuk kering baik untuk pasien hipertensi disertai asma

NOMOR 66 JAWABAN C

TD 190/120, keluhan Sakit kepala Hypertensive Emergency turunkan TD segera obat pilihan untuk pasien Hypertensive Emergency disertai asma Amlodipin (CCB)

NOMOR 67 JAWABAN C
Diagnosis DBD grade III Terapi cairan kristaloid 10-20 cc/ kgbb dalam 20 menit (kocor)

NOMOR 68 JAWABAN C
Demam 4 hari Manifestasi perdarahan : Feses warna Hitam, Rumple leed (+) Manifestasi kebocoran plasma Trombosit 93.000, Ht 45 % Kesimpulan DHF grade II

NOMOR 69 JAWABAN A
Demam sejak 3 hari yll Nyeri kepala, nyeri sendi gejala infeksi Virus Perdarahan Gusi, BAB hitam manifestasi perdarahan Lab Ht 40 %, Trombosit 22.000 plasma leakage Diagnosis Paling Mungkin : DBD

NOMOR 70 JAWABAN B
Diagnosis Suspect Thyphoid Fever Penyebab Bakteri Salmonella pada feses akan menghilang pada awal infeksi, muncul kembali pada akhir minggu I demam, menetap selama tiga minggu demam. Kultur Faeces positif pada pemeriksaan minggu ke 2 demam

NOMOR 71 JAWABAN D
Badan lemas sejak 1 bulan yll 1 tahun lalu HBsAg (+) infeksi Virus Hepatitis B Sklera Ikterik, Ascites +, edema pada kedua tungkai bendungan pd vena porta Diagnosis yang mungkin Sirosis Hepatitis Infeksi Hepatitis tidak disertai dg Ascites Ca Hepatoseluler biopsi menunjukkan lesi pada sirosis, Tumor marker AFP positif

NOMOR 72 JAWABAN A
Wanita usia 16 tahun, demam 4 hari Sering jajan sembarangan transmisi penyakit melalui fekal-oral Ikterik, Lab bilirubin indirek (++) gangguan metabolisme intrahepar Diagnosis yang tepat hepatitis Akut A

NOMOR 73 JAWABAN D

Efek samping utama dari pyrazinamid Hepatitis kontraindikasi pada pasien TB dengan hepatitis

NOMOR 74 JAWABAN A
Diagnosis Rheumatoid Arthritis Onset : usia relatif muda (40 tahun) Nyeri & kaku sendi bersifat gradual (pagi hari, selama + 20 menit) Pembengkakan pada sendi ujung jari dan sendi tengah jari (pannus)

NOMOR 75 JAWABAN A
Diagnosis : Grave Disease/ Struma Diffusa Toksik Paling banyak terjadi pada Wanita Gejala : Penurunan BB, Badan terasa panas, jantung berdebar-debar (palpitasi), mata terasa menonjol (oftalmopati Grave)

NOMOR 76 JAWABAN C
Demam 5 hari, menggigil, R/ bepergian ke daerah endemis malaria 1 minggu Apusan darah tebal parasit bentuk sausage bentuk seksual P. Falciparum Diagnosis Malaria Falciparum Terapi : First Line: Artesunat + amodiakuin + primakuin

NOMOR 77 JAWABAN B
Penurunan kesadaran, demam, nyeri kepala hebat, R/ pergi ke Papua daerah endemis Malaria Falciparum suspect Malaria Cerebral Pemeriksaan Penunjang Apusan darah tepi

NOMOR 78 JAWABAN B
Batuk berdarah 1 bulan gejala TB paru Rontgen ada perkabutan, tidak homogen, konsolidasi pada apex paru kiri Diagnosis TB Paru Kuman penyebab M. Tuberculosis

NOMOR 79 JAWABAN D
Serum transaminase meningkat 5x gangguan fungsi hati Pilihan Terapi Tunda OAT hingga peningkatan kadar serum transaminase dibawah 3x

NOMOR 80 JAWABAN C

Streptomisin memiliki efek samping ototoksik keluhan gangguan pendengaran & keseimbangan

NOMOR 81 JAWABAN A
Diagnosis TB paru M. tuberculosis yang bersifat aerob Pars Apicalis daerah yang memiliki kadar O2 terbanyak pada paru predileksi Kuman M. tuberculosis bagian paru yang paling sering terkena

NOMOR 82 JAWABAN D
KU = sesak nafas didahului batuk berdahak warna merah karat, demam + D/ Pneumonia Warna merah karat pada dahak disebabkan Pneumococcus sp (Streptococcus Pneumoniae)

NOMOR 83 JAWABAN B

BTA + pada akhir fase intensif berikan OAT sisipan HRZE 1 bulan

NOMOR 84 JAWABAN B

Gambaran Honey Comb appearance pada rontgen Khas pada Bronkiektasis

NOMOR 85 JAWABAN B
KU : sesak nafas sejak 4 jam yll Didahului bersin & hidung berlendir iritasi pada mukosa tr. Respiratorius atas (alergi/atopi) Wheezing, hiperaerasi pulmonal pd rontgen penyempitan bronkus Diagnosis : Asma

NOMOR 86 JAWABAN C
Diagnosis : Difteri Kata kunci : selaput putih keabuan menutupi tonsil dan dinding faring yang melekat dan mudah berdarah bila dilepaskan

NOMOR 87 JAWABAN D
Tindakan yang segera dilakukan Trakeostomi KU : sesak nafas, nafas cuping hidung, sianosis, retraksi seluruh dinding dada obstruksi total jalan nafas

NOMOR 88 JAWABAN B

Benda asing yang terletak extra toracal (di atas trakea) akan menimbulkan bunyi stridor inspirasi

NOMOR 89 JAWABAN A
HIV ditransmisikan melalui cairan tubuh, termasuk ASI Sehingga ibu dengan HIV + tidak boleh menyusui bayi, ASI diganti dengan susu formula

NOMOR 90 JAWABAN B
Protokol pengobatan TB dengan HIV + Jika CD4 < 200, terapi Antiretroviral dimulai jika tubuh sudah beradaptasi dengan OAT (2-8 minggu setelah pemberian OAT dimulai)

NOMOR 91 JAWABAN A
Diagnosis : Irritable Bowel Syndrome Keluhan nyeri perut yang berulang, hilang timbul Dipicu oleh faktor stress (bekerja sbg bagian keuangan pada perusahaan)

NOMOR 92 JAWABAN A
Diagnosis : Amoebiasis Organisme yang ditemukan saat pemeriksaan faeces Entamoeba histolytica

NOMOR 93 JAWABAN B
Diagnosis Colelithiasis gangguan pada epigastrium jika makan makanan berlemak, seperti: rasa penuh diperut, distensi abdomen, dan nyeri samar pada kuadran kanan atas.

NOMOR 94 JAWABAN E

Tes Darah Samar pada faeces (+), sementara tidak ada keluhan di GI tract, merupakan pertanda diet yang kurang serat & banyak mengonsumsi makanan yg mengandung mioglobin tinggi (contohnya daging merah)

NOMOR 95 JAWABAN A
Terapi yang paling tepat pada pasien ini Sukralfat Karena sukralfat bersifat sitoprotektor meningkatkan faktor-faktor defensif lambung R/ ulkus peptikum, Makan makanan yang bersifat asam iritasi mukosa lambung

NOMOR 96 JAWABAN B
Diagnosis pada pasien ini : Efusi pleura Gambaran Radiologisnya : perselubungan opaque menutupi sinus & diafragma kiri

NOMOR 97 JAWABAN B
Diagnosis Hematothorax Dextra Alasan : R/ trauma (kecelakaan LL 1 jam yll) Nyeri pada dada kanan saat menarik nafas Jejas di dada kanan Rontgen : bayangan opaq merata pd lapangan paru kanan (cairan)

NOMOR 98 JAWABAN D
Diagnosis pd pasien ini : Tension Pneumothorax Alasan Keluhan sesak nafas Jejas pada dinding dada kanan, Krepitasi dinding dada, deviasi trakea , JVP meningkat

Tindakan yang harus segera dilakukan Dekompresi

NOMOR 99 JAWABAN B
Diagnosis pada pasien ini : Demam Rematik Alasan : Keluhan nyeri sendi dan bengkak pada sendi siku R/ nyeri tenggorokan 3 mgg yll faringitis kronik Kuman penyebabnya adalah Streptococcus Grup A

NOMOR 100 JAWABAN E


Antidotum keracunan sianida akut adalah Natrium Tiosulfat dan Natrium Nitrit Cara Kerja Natrium Tiosulfat bekerja dg mekanisme mempercepat eliminasi sianida dlm tubuh Natrium Nitrit bekerja dg mekanisme kompetisi thd reseptor.

NO. 101 JAWABAN A

Leukimia: proliferasi sel leukosit yang abnormal, ganas, sering disertai bentuk leukosit yang tidak normal, jumlahnya berlebihan, dapat menyebabkan anemia, trombositopenia, dan diakhiri dengan kematian. Manifestasi klinis: rasa lelah, pucat, penurunan nafsu makan dan berat badan, rasa penuh/nyeri di perut, dan mudah mengalami perdarahan, panas tanpa infeksi, purpura, nyeri tulang, dan sendi, dsb. Pemeriksaan fisik: splenomegali, hepatomegali, nyeri tekan tulang, purpura, pembesaran KGB. Pemeriksaan penunjang: anemia, leukositosis (>50.000), trombositopenia, limfositosis.

105

NO. 102 JAWABAN C


ITP: suatu keadaan perdarahan berupa ptekie atau ekimosis di kulit ataupun selaput lendir dan berbagai jaringan dengan penurunan jumlah trombosit karena sebab yang tidak diketahui. Sering pada anak 2-8 tahun. Etiologi: hipersplenisme, infeksi virus, intoksikasi makanan atau obat, pengaruh fisis, kekurangan faktor pematangan, DIC, autoimun. Manifestasi klinis: gambaran ekimosis multiple, petekie, epistaksis, dan gejala perdarahan lain. Pemeriksaan penunjang: trombositopenia, anemia normositik, leukosit normal, BT memanjang, CT normal, Rumple-Leed test (+)

106

NO. 103 JAWABAN B


Kriteria untuk klasifikasi SLE dari American Rheumatism Association (ARA, 1992) : 1. Artritis 2. Tes ANA diatas titer normal 3. Bercak Malar 4. Fotosensitif bercak reaksi sinar matahari --- dari anamnesis 5. Bercak diskoid' 6. Salah satu Kelainan darah; anemia hemolitik, Leukosit<4000/mm,> 0,5 g per 24 jam, sedimen seluler 8. Salah satu Serositis; Pleuritis, Perikarditis 9. Salah satu kelainan Neurologis; Konvulsi, Psikosis 10. Ulser Mulut 11.Salah satu Kelainan Imunologi - Sel LE + - Anti dsDNA diatas titer normal - Anti Sm (Smith) diatas titer normal - Tes serologi sifilis positif palsu
" Seorang pasien diklasifikasikan menderita SLE apabila memenuhi minimal 4 dari 11 butir kriteria tersebut diatas "

107

NO. 104 JAWABAN B


Anemia defisiensi besi: anemia yang disebabkan oleh kurangnya mineral Fe sebagai bahan yang diperlukan untuk pematangan eritrosit. Faktro predisposisi: asupan nutrisi yang tidak adekuat, infeksi menahun dan infeksi akut berlangsung, infestasi parasit, dsb. Manifestasi klinis: anak tampak lemas, sering berdebar-debar, mudah lelah, pucat, sakit kepala, iritabel. Organomegali (-). Pemeriksaan penunjang: Hb <10g/dl, mikrositik hipokrom, poikilositosis, SI rendang, IBC meningkat, besi dalam sumsum tulang (-).

108

NO. 105 JAWABAN B

Thalassemia: suatu kelompok anemia hemolitik kongenital herediter yang diturunkan secara autosomal, disebabkan oleh kekurangan sintesis rantai polipeptid yang menyusun molekul globin dalam hemoglobin. Keluhan timbul karena anemia: pucat, gangguan nafsu makan, gangguan tumbuh kembang dan perut membesar karena pembesaran lien dan hati. Pada umumnya keluhan ini mulai timbul pada usia 6 bulan. Pemeriksaan fisik: Pucat, Bentuk muka mongoloid (facies Cooley), Dapat ditemukan ikterus, Gangguan pertumbuhan, Splenomegali dan hepatomegali yang menyebabkan perut membesar.

109

Darah tepi : Hb rendah dapat sampai 2-3 g% Gambaran morfologi eritrosit : mikrositik hipokromik, sel target, anisositosis berat dengan makroovalositosis, mikrosferosit, polikromasi, basophilic stippling, benda Howell-Jolly, poikilositosis dan sel target. Gambaran ini lebih kurang khas. Retikulosit meningkat. Sumsum tulang (tidak menentukan diagnosis) : Hiperplasi sistem eritropoesis dengan normoblas terbanyak dari jenis asidofil. Granula Fe (dengan pengecatan Prussian biru) meningkat. Pemeriksaan khusus : Hb F meningkat : 20%-90% Hb total Elektroforesis Hb : hemoglobinopati lain dan mengukur kadar Hb F. Pemeriksaan pedigree: kedua orangtua pasien thalassemia mayor merupakan trait (carrier) dengan Hb A2 meningkat (> 3,5% dari Hb total). Pemeriksaan lain : Foto Ro tulang kepala : gambaran hair on end, korteks menipis, diploe melebar dengan trabekula tegak lurus pada korteks. Foto tulang pipih dan ujung tulang panjang : perluasan sumsum tulang sehingga trabekula tampak jelas.

110

NO. 106 JAWABAN D


ANEMIA AKIBAT GAGAL GINJAL KRONIK Anemia pada gagal ginjal kronik (GGK) akan timbul apabila kreatinin serum lebih dari 3,5 mg/dL atau glomerular filtrationKronik (GFR). Anemia akan lebih berat apabila fungsi ginjal menjadi lebih buruk lagi apabila penyakit ginjal telah mencapai stadium akhir. Anemia karena uremia atau pada penyakit ginjal: Epo; sel burr (rata/datar, proyeksi teratur)

111

NO. 107 JAWABAN B


Diagnosis: Dermatitis atopik Bentuk infantil (2 bulan-2 tahun): kedua pipi, ekstremitas bagian fleksor dan ekstensor. Bentuk anak (3-10 tahun): tengkuk, fleksor kubital, fleksor popliteal. Bentuk dewasa (13-30 tahun): tengkuk, fleksor kubital, fleksor popliteal. Pemeriksaan penunjang: Prick test (uji tusuk kulit)

112

NO. 108 JAWABAN C


Diagnosis: Batu ginjal. Pegal dan kolik pada daerah CVA, nyeri tekan dan nyeri ketok CVA. Dapat terjadi infeksi dan bila sepsis akan demam dan menggigil serta apatis. Nausea, vomitus, distensi abdomen. Hematuria mikro (90%) dan makro (10%). Pemeriksaan penunjang: BNO-IVP melihat lokasi, ukuran, jumlah batu, dan bendungan. Pada gangguan ginjal retrogard pielografi bila tidak memuaskan pielografi anterogard.

113

NO. 109 JAWABAN A


Diagnosis: Infeksi Saluran Kemih Etiologi: E.coli adalah penyebab tersering. Penyebab lain: klebsieal, enterobakter, pseudomonas, streptokokus, stafilokokus. Kebiasaan cebok yang salah bakteri dari anus E.coli

114

NO. 110 JAWABAN B


Diagnosis: obstruksi batu ureter distal Pada pasien dengan batu ureter terdapat rasa nyeri mendadak yang disebabkan batu yang lewat, rasa sakit berupa rasa pegal di CVA atau kolik yang menjalar ke perut bawah sesuai lokasi batu dalam ureter. Pada pria rasa sakit akan menjalar ke testis bila batu di ureter proksimal atau ke vulva pada wanita dan ake skrotum pada batu di ureter distal. Pasien dengan batu uretra dapat mengalami miksi yang tiba-tiba berhenti disertai rasa sakit yang hebat pada glans penis, batang penis, perineum, dan rektum.

115

NO. 111 JAWABAN A


Diagnosis: ulkus durum pada sifilis stadium I Ulkus dengan tepi meninggi, dasar bersih, dan tidak nyeri. Pengobatan sifilis primer dan sekunder: penisilin benzatin G dosis 4,8juta unit injeksi IM (2,4juta unit/kali) dan diberikan satu kali seminggu atau penisilin prokain.

116

NO. 112 JAWABAN B


Diagnosis: Ulkus mole. Penyakit infeksi pada alat kelamin yang akut, setempat, disebabkan oleh Haemophillus ducreyi dengan gejala klinis yang khas berupa ulkus yang multipel, nyeri, pada tempat inokulasi, dan sering disertai pernanahan kelenjar getah bening regional. Disebut juga soft chancre, chancroid, soft sore.

117

NO. 113 JAWABAN D


Hipertensi pada kehamilan dapat diklasifikasikan dalam 4 kategori, yaitu: Hipertensi kronik: hipertensi (tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg yang diukur setelah beristirahat selama 5-10 menit dalam posisi duduk) yang telah didiagnosis sebelum kehamilan terjadi atau hipertensi yang timbul sebelum mencapai usia kehamilan 20 minggu. Preeklamsia-Eklamsia: peningkatan tekanan darah yang baru timbul setelah usia kehamilan mencapai 20 minggu, disertai dengan penambahan berat badan ibu yang cepat akibat tubuh membengkak dan pada pemeriksaan laboratorium dijumpai protein di dalam air seni (proteinuria). Eklamsia: preeklamsia yang disertai dengan kejang. Preeklamsia superimposed pada hipertensi kronik: preeklamsia yang terjadi pada perempuan hamil yang telah menderita hipertensi sebelum hamil. Hipertensi gestasional: hipertensi pada kehamilan yang timbul pada trimester akhir kehamilan, namun tanpa disertai gejala dan tanda preeklamsia, bersifat sementara dan tekanan darah kembali normal setelah melahirkan (postpartum). Hipertensi gestasional berkaitan dengan timbulnya hipertensi kronik suatu saat di masa yang akan datang.

118

NO. 114 JAWABAN D


Diagnosis: Kehamilan Ektopik Terganggu (KET) KET harus dipikirkan bila seorang pasien dalam usia reproduktif mengeluhkan nyeri perut bawah yang hebat dan tiba-tiba, ataupun nyeri perut bawah yang gradual, disertai keluhan perdarahan per vaginam setelah keterlambatan haid, dan pada pemeriksaan fisik ditemukan tanda-tanda akut abdomen, kavum Douglas menonjol, nyeri goyang porsio, atau massa di samping uterus. Adanya riwayat penggunaan AKDR, infeksi alat kandungan, penggunaan pil kontrasepsi progesteron dan riwayat operasi tuba serta riwayat faktor-faktor risiko lainnya memperkuat dugaan KET. Namun sebagian besar pasien menyangkal adanya faktor-faktor risiko tersebut di atas.

119

NO. 115 JAWABAN E


Diagnosis: mola hidatidosa post kuretase Terapi profilaksis dengan sitostatik metotreksat atau aktinomisin D pada kasus dengan resiko keganasan tinggi. Hal ini dapat dilihat dari tingginya kadar beta hCG sampai 6 bulan pertama.

120

NO. 116 JAWABAN A


Retensio plasenta adalah plasenta belum labir 1/2 jam sesudah anak lahir (Obstetri Patologi,hal. 234). Gejala dan tanda yang bisa ditemui adalah perdarahan segera, uterus berkontraksi tetapi tinggi fundus tidak berkurang.

121

NO. 117 JAWABAN B


Diagnosis: Shock Hipovolemik e.c. Hemorrhagic Post Partum Tindakan pertama: resusitasi cairan guyur dengan RL

122

NO. 118 JAWABAN D


Diagnosis: G1P0A0 parturien aterm inpartu kala I fase aktif + anemia G1P0A0: hamil pertama, anak pertama Parturien: inpartu Kala I fase aktif: pembukaan 4cm Infeksi: leukositosis >15.000/mm3 pada kehamilan atau >20.000/mm3 pada persalinan. Anemia pada wanita hamil atau dalam masa nifas: Hb <10 g/dl.

123

NO. 119 JAWABAN A


Tatalaksana: tunggu pembukaan lengkap + observasi Karena ini persalinan normal dan waktu pada kala I masih dalam batas normal.

124

NO. 120 JAWABAN E

Infant Mortality Rate = Jumlah bayi mati 1 tahun Jumlah kelahiran hidup dalam 1 tahun

125

NO. 121 JAWABAN A


Pada pasien ini didapatkan presentasi bokong dengan his lemah maka diputuskan tidak dapat dilahirkan dengan pervaginam rujuk SC. Nilai dengan skor Zatuchni Andros

126

NO. 122 JAWABAN D


Diagnosis: Emesis gravidarum Anjuran: makan sedikit dan sering

127

NO. 123 JAWABAN C


Diagnosis: abortus Terlambat hadi atau amenore <20 mingggu, perdarahan pervaginam, mulas atau keram perut di atas simfisis, nyeri pinggang. Pemeriksaan ginekologi: inspeksi vulva, inspekulo, colok vagina. Pemeriksaan penunjang: tes kehamilan (hormon hCG) positif bila janin masih hidup, bahkan 23 minggu setelah abortus.

128

NO. 124 JAWABAN C


Diagnosis ikterus neonatorm Pada bayi yang mengalami ikterus pada usia 2548 jam maka apabila kadar bilirubin >15,3 mg/dl dilakukan terapi sinar. Sedangkan pada kadar >20 mg/dl dilakukan transfusi tukar bila terapi sinar intensif gagal. Dan bila >25,3 mg/dl dilakukan transfusi tukar dan terapi sinar intensif. (Tabel 54.4 halaman 506, kapita selekta jilid 2)

129

NO. 125 JAWABAN B


KB yang paling aman adalah AKDR. Karena KB hormon seperti pil KB dan implan tidak dianjurkan pada ibu dengan hipertensi dan riwayat TIA. Pantang berkala tidak efektif karena rentan kebobolan.

130

NO. 126 JAWABAN C


Diagnosis: Bronkiolitis Anamnesis Anak usia di bawah 2 tahun dengan didahului infeksi saluran nafas akut bagian atas dengan gejala batuk, pilek, biasanya tanpa demam atau hanya subfebris. Sesak nafas makin hebat dengan nafas dangkal dan cepat. Pemeriksaan fisis Dapat dijumpai demam, dispne dengan expiratory effort dan retraksi. Nafas cepat dangkal disertai dengan nafas cuping hidung, sianosis sekitar hidung dan mulut, gelisah. Terdengar ekspirium memanjang atau mengi (wheezing). Pada auskultasi paru dapat terdengar ronki basah halus nyaring pada akhir atau awal inspirasi. Suara perkusi paru hipersonor. Jika obstruksi hebat suara nafas nyaris tidak terdengar, napas cepat dangkal, wheezing berkurang bahkan hilang.

131

NO. 127 JAWABAN D

H. influenzae adalah kokobasilus pleomorfik, gram negatif, bersifat selektif yang memerlukan faktor X (yaitu, hematin, stabil panas) dan faktor V (yaitu fosoforidin nukleotid, labil panas) untuk pertumbuhan. Faktor-faktor ini ada dalam eritrosit, dan peragaan keperluannya untuk pertumbuhan merupakan dasar untuk penentuan H.influenza dalam laboratorium.

132

NO. 128 JAWABAN C

Adapun tanda dan gejala dari pertusis adalah masa tunas 7-14 hari. Penyakit dapat berlangsung sampai 6 minggu atau lebih terbagi dalam 3 stadium, yaitu : 1.Stadium kataralis Lamanya 1-2 minggu. Pada permulaan hanya berupa batuk-batuk ringan, terutama pada malam hari. Batuk-batuk ini makin lama makin bertambah berat dan terjadi siang dan malam. Gejala lainnya ialah pilek, serak dan anoreksia. Stadium ini menyerupai infuenza. 2.Stadium spasmodik Lamanya 2-4 minggu. Pada akhir minggu batuk makin bertambah berat dan terjadi paroksismal berupa batuk-batuk khas. Penderita tampak berkeringat, pembuluh darah leher dan muka melebar. Batuk sedemikian beratnya hingga penderitapenderita tampak gelisah dengan muka merah dan sianotik. Serangan batuk panjang, tidak ada inspirium diantaranya dan diakhiri dengan whoop (tarikan nafas panjang dan dalam berbunyi melengking). Sering disertai muntah dan banyak sputum yang kental. Anak dapat terberak-berak dan terkencing-kencing. Kadang-kadang pada penyakit yang berat tampak pula perdarahan subkonjungtiva dan epistaksis oleh karena meningkatnya tekanan pada waktu menangis dapat menimbulkan serangan batuk. Dalam bentuk ringan tidak terdapat whoop, muntah atau batuk spasmodik. 3.Stadium konvalensi Lamanya kira-kira 2 minggu sampai sembuh. Pada minggu keempat jumlah dan beratnya serangan batuk berkurang, juga muntah berkurang, nafsu makan pn timbul kembali. Ronkhi difus yang terdapat pada stadium spasmodik mulai menghilang. Infeksi semacam common cold dapat menimbulkan serangan batuk lagi.

133

NO. 129 JAWABAN A


Asfiksia neonatorum adalah kegagalan bernapas secara spontan dan teratur pada saat lahir atau beberapa saat setelah lahir yang ditandai dengan keadaan PaO2 di dalam darah rendah (hipoksemia), hiperkarbia (Pa CO2 meningkat) dan asidosis. Gejala kliik: Bayi tidak bernapas atau napas megap-megap, denyut jantung kurang dari 100 x/menit, kulit sianosis, pucat, tonus otot menurun, tidak ada respon terhadap refleks rangsangan.

134

NO. 130 JAWABAN D


Diagnosis: cerebral palsy Target fisioterapi: Mampu rawat (rawat diri sendiri). Mampu latih, mampu kerja, mampu didik, dan mampu sekolah bukan target karena anak tersebut memiliki kelemahan ekstremitas, nonambulatory, dan afasia global.

135

NO. 131 JAWABAN D

Gambaran klinis pada penyakit Hirschsprung pada bayi baru lahir (neonatus), gejala yang sering tampak yaitu distensi abdomen, muntah berwarna hijau, konstipasi dan penurunan nafsu makan. Penyakit Hirschsprung dengan enterocolitis dapat memberikan gejala diare yang paling sering menyebabkan kematian pada neonatus. Pemeriksaan radiologi merupakan pemeriksaan yang penting pada penyakit Hirschsprung. Pada foto polos abdomen dapat dijumpai gambaran obstruksi usus letak rendah, meski pada bayi sulit untuk membedakan usus halus dan usus besar. Pemeriksaan yang merupakan standard dalam menegakkan diagnosa Hirschsprung adalah barium enema, dimana akan dijumpai 3 tanda khas: a) Tampak daerah penyempitan di bagian rektum ke proksimal yang panjangnya bervariasi; b) Terdapat daerah transisi, di proksimal daerah penyempitan kearah dilatasi. c) Terdapat daerah pelebaran lumen di proksimal daerah transisi.

136

NO. 132 JAWABAN B


Diagnosis: GE akut dehidrasi ringan-sedang. Untuk mengetahui etiologi dari daire tersebut dilakukan pemeriksaan feses mikroskopis.

137

NO. 133 JAWABAN C


Diagnosis: GE akut dehidrasi ringan-sedang. Kemudian dehidrasi ini tidak ditangani dengan baik sehingga menyebabkan terjadi asidosis metabolik dan anak tidak sadar.

138

NO. 134 JAWABAN C


Diagnosis: GE akut dehidrasi berat. Keadaan sekarang: syok hipovolemik Tindakan: resusitasi dengan klarutan RL ditambah dextrose 5%.

139

NO. 135 JAWABAN C


Diagnosis: Disentri amoeba Tatalaksana: metronidazol Efek samping: Gatal dengan bintik merah Sulit bernapas Pembengkakan pada wajah, bibir, lidah atau tenggorokan Kejang Demam, menggigil, tidak enak badan, gejala flu Mati rasa atau kesemutan pada tangan atau kaki Noda putih atau luka di dalam mulut atau bibir Sakit atau panas ketika buang air kecil Diare yang encer atau berdarah Mual, sakit pada perut, diare Sakit kepala, pusing, hilang keseimbangan Gatal atau pengeluaran pada vagina Mulut kering atau ada rasa seperti besi pada mulut Batuk, bersin, hidung berair atau tersumbat Bengkak atau radang tenggorokan

140

NO. 136 JAWABAN A


Diagnosis: Cholera BAB seperti cucian beras degan bau amis. Etiologi: Vibrio cholerae

141

NO. 137 JAWABAN B


Diagnosis: KEP kwasiorkhor Gejala: Edema, umumnya seluruh tubuh, terutama pada punggung kaki (dorsum pedis) Wajah membulat dan sembab Pandangan mata sayu Rambut tipis, kemerahan seperti warna rambut jagung, mudah dicabut tanpa rasa sakit, rontok Perubahan status mental, apatis, dan rewel Pembesaran hati Otot mengecil (hipotrofi), lebih nyata bila diperiksa pada posisi berdiri atau duduk Kelainan kulit berupa bercak merah muda yang meluas dan berubah warna menjadi coklat kehitaman dan terkelupas (crazy pavement dermatosis) Sering disertai:penyakit infeksi, (umumnya akut) Anemia Diare Yang diperlukan adalah pemeriksaan protein serum untuk memastikan apakah ini suatu kwasiorkhor atau marasmus.
142

Marasmus: Tampak sangat kurus, hingga tulang terbungkus kulit Wajah seperti orang tua Cengeng, rewel Kulit keriput, jaringan lemak subkutis sangat sedikit sampai tidak ada (pada daerah pantat tampak seperti memakai celana longgar/baggy pants) Perut cekung Iga gambang Sering disertai: penyakit infeksi (umumnya kronis berulang), Diare Marasmik-Kwashiorkor: Gambaran klinik merupakan campuran dari beberapa gejala klnik Kwashiorkor dan Marasmus, disertai edema yang tidak mencolok Kwarshiokor, Marasmus dan Marasmik-Kwarshiokor merupakan gejala klini KEP (kurang Energi Protein) berat/gizi buruk.. KEP (Kurang Energi Protein) adalah keadaan kurang gizi yang disebabkan rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-hari sehingga tidak memenuhi Angka Kecukupan Gizi (AKG).

143

NO. 138 JAWABAN E


Diagnosis: peritonitis sekunderec perforasi ulkus lambung. Manifestasi klinik ulkus lambung: nyeri ulu hati, riwayat minum obat anti nyeri lutut (steroid atau NSAID). Manifestasi klinik peritonitis: nyeri seluruh bagian perut, mual, muntah, febris, leukositosis, free air abdomen pada pemeriksaan radiologi.

144

NO. 139 JAWABAN B

Pada kasus perforasi gaster karena trauma, perforasi dapat tersembunyi dan tertutup oleh kondisi bedah patologis lain. Posisi supine menunjukkan pneumoperitoneum pada hanya 56% kasus. Sekitar 50% pasien menunjukkan kumpulan udara di abdomen atas kanan, lainnya adalah subhepatika atau di ruang hepatorenal. Di sini dapat terlihat gambaran oval kecil atau linear. Gambaran udara bentuk segitiga kecil juga dapat tampak di antara lekukan usus. Meskipun, paling sering terlihat dalam bentuk seperti kubah atau bentuk bulan setengah di bawah diafragma pada posisi berdiri. Football sign menggambarkan adanya udara bebas di atas kumpulan cairan di bagian tengah abdomen.

145

NO. 140 JAWABAN E


Para calon jamaah haji mendapatkan imunisasi meningitis untuk mencegah terjadinya penularan radang selaput otak. Pemberian imunisasi meningitis ini wajib untuk seluru calon jamaah haji. Arab Saudi adalah negara epidemis terjadinya penyakit meningokokus.

146

NOMOR 141 JAWABAN B


KU : demam & lemas sejak 1 mgg yll Seluruh tubuh kemerahan R/ dermatitis atopi Komplikasi yang ditakutkan terjadi infeksi sekunder (melalui kulit yang terkelupas)

NOMOR 142 JAWABAN D


D/ psoriasis Kata kunci : plakat eritema multipel, skuama tebal,Auspitz sign (+).

NOMOR 143 JAWABAN A


D/ Ulkus Mole / Chancroid Khas : papul eritem, tepi meninggi, tidak sakit Organisme penyebab : Haemophilus ducreyi

NOMOR 144 JAWABAN A


D/ Gonorhea Kata kunci : Bakteri gram negatif diplococcus (N. gonorrhea)

Penatalaksanaan Rekomendasi - Tiamfenikol 3,5 g per oral, dosis tunggal - Ofloksasin 400 mg per oral, dosis tunggal - Kanamisin 2 g IM, dosis tunggal - Spektinomisin 2 g IM, dosis tunggal Alternatif - Siprofloksasin 500 mg per oral, dosis tunggal - Seftriakson 250 mg IM, dosis tunggal - Sefiksim 400 mg per oral, dosis tunggal

NOMOR 145 JAWABAN E


D/ Urtikaria Beda dg angioedema : angioedema mengenai membran mukosa (bibir, mata, faring, dll)

NOMOR 146

JAWABAN

Keluhan : suara serak & sesak nafas angioedema orofaring Th/ epinefrin subcutan 0.5 mg

NOMOR 147 JAWABAN A


KU tidak sadar, nafas spontan Mendengkur snoring airway not clear orofaring airway tube

NOMOR 148 JAWABAN B

Snoring faring tertutup sebagian oleh palatum mole/ epiglottis/ lidah

NOMOR 149 JAWABAN B


R/ trauma pd hidung & mulut Gurgling (+) ada cairan pada jalan nafas Penyebab obstruksi paling mungkin perdarahan pada saluran pernafasan

NOMOR 150 JAWABAN D


Permasalahan pada pasien airway Triple manuver management tidak boleh dilakukan trauma pd daerah wajah Tatalaksana paling tepat pastikan tidak ada cedera cervical

NO. 151 JAWABAN: B


Masalah pada pasien tsb: A: clear (pasien alert) B: RR 49x/m, hemitoraks kanan memar, ketinggalan gerak, hipersonor, vesikuler (-) C: Hipotensi (TD 90/50 mmhg)

Masalah utamanya pada B (breathing) dimana terdapat Tension Pneumothorax Hipotensi terjadi pada tension pneumothorax akibat ggn pada jantung dan terhalangnya aliran balik vena ke jantung.

NO. 152 JAWABAN: B


SGB adalah suatu polineuropati yang bersifat ascending dan akut yang sering terjadi setelah 1 sampai 3 minggu setelah infeksi akut. Etiologi: infeksi virus (CMV, EBV), bakteri (Campylobacter jejuni, Mycoplasma pneumonia) Ciri khas: Terjadinya kelemahan yang progresif dan Hiporefleksi

NO. 153 JAWABAN: C


Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah penyakit di pergelangan tangan karena penggunaan berulang. Penyebabnya belum diketahui secara pasti namun dapat dianggap sebagai saraf yang tertekan oleh carpal tunnel. Gejala CTS adalah perasaan kaku di jempol, jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis. Hal ini terjadi di malam hari. Bila tidak ditangani, CTS dapat menyebabkan kerusakan saraf. Rasa sakit ini dapat terjadi dengan kuat sehingga penderita terbangun dari tidur. Perawatan CTS adalah dengan injeksi corticosteroid. Selain itu juga dengan operasi untuk memotong transverse carpal ligament.

NO. 154 JAWABAN: C


Kelumpuhan tipe LMN pada: M. Deltoid dipersarafi N. Axillaris cabang dari fascilus posterior plexus brachialis. M. Biceps dipersarafi N. Musculocutaneus cabang dari fascilus lateral plexus brachialis. M.Triceps dipersarafi N. Radialis cabang dari fascilus posterior plexus brachialis.

NO. 155 JAWABAN: C


Diagnosis: SGB (lihat pembahasan no.152) Tatalaksana SGB:

Kortikosteroid tidak bermanfaat untuk SGB Plasmaparesis efektif saat gejala awal (minggu I) Imunoglobulin iv lebih menguntungkan dari plasmaparesis. Dosis 0.4 gr/kgbb/hari

(Iskandar Japardi, 2002)

NO. 156 JAWABAN: B


Diagnosis: SGB (lihat no.152) Pada kasus SGB, antibodi malah menyerang sistem saraf tepi dan menyebabkan kerusakan sel saraf. Hal ini ditimbulkan karena antibodi merusak selaput myelin yang menyelubungi sel saraf (demyelinasi). Targetnya adalah saraf perifer, radiks, dan nervus kranialis.

NO. 157 JAWABAN: B


Mialgia (gangguan otot) adalah suatu keadaan dimana badan terasa pegal-pegal, mulai diakibatkan oleh olah raga atau aktivitas lama yang menyebabkan tubuh merengang terlalu banyak. Nyeri pada gangguan otot biasanya sulit untuk dilokalisir Neuralgia lebih disebabkan oleh kelainan pada struktur atau fungsi neurologis bukan oleh terangsangnya reseptor2 nyeri.

NO. 158 JAWABAN: A


Diagnosis: Gangguan Depresi Gejala-gejalanya:

Sedih >>, murung, menangis Lesu, pesimis, aktivitas << Menyendiri Ingin mati Gangguan makan Gangguan tidur (bila terjaga setelah tidur, pasien akan sulit untuk tidur kembali).

NO. 159 JAWABAN: A

Skizoprenia:
Ada satu gejala: thought of echo, delusion of control, halusinasi auditorik, waham-waham menetap; atau Ada 2 gejala: Halusinasi menetap, arus pikiran terputus, perilaku katatonik, gejala negatif. Berlangsung >1 bulan

NO. 160 JAWABAN: C


D/ Skizoprenia (lihat no.159) Obat anti-psikosis typical :


Phenothiazine: Chlorpromazine, Perphenazine, Trifluoperazine , Fuphenazine, Thioridazine Butyrophenone : Haloperidol Diphenyl-butyl-piperidine : Pimozide Benzamine : Supride Dibenzodiazepin : Clozapine, Olanzapine, Quetapine, Zotepine Benzosoxazole : Risperidon, Aripirazole

Obat anti-psikosis atypical :


UntuObat antipsikosis atipikal di samping berafinitas terhadap Dopamine D2 receptor, juga terhadap Serotonin 5 Ht2 receptors (Serotonin-dopamin antagonists), sehingga efektif juga untuk gejala negatif. Oleh karena itu, pada anak dan remaja usia sekolah/kuliah, obat pilihan atypical

NO. 161 JAWABAN: D

Gangguan Bipolar: terdapat gejala depresi (ingin bunuh diri) dan gejala anxietas (jalan-jalan, senang berbicara). Sekarang episode manik: terjadi peningkatan afek (dandanan menor).

NO. 162 JAWABAN: C


Diagnosis DA ditegakkan minimal 3 kriteria mayor dan 3 kriteria minor. Kriteria Mayor Pruritus Dermatitis di muka atau ekstensor bayi dan anak Dermatitis di fleksura pada dewasa Dermatitis kronis atau residif Riwayat atopi pada penderita atau keluarganya Kriteria Minor Xerosi, Infeksi kulit (khususnya oleh S. aureus dan virus H. simpleks) Dermatitis non spesifik pada tangan dan kaki Iktiosis/hiperlinearis palmaris/keratosis pilaris Pitiriasis alba, Dermatitis di papila mame White dermatografism dan delayed blanched response Keilitis, Lipatan infra orbital Dennie Morgan, Konjungtivitis berulang Keratokonus, Katarak subkapsular anterior, Orbita menjadi gelap Muka pucat dan eritema, Gatal bila berkeringat, Intolerans perifolikular Hipersensitif terhadap makanan, Perjalanan penyakit dipengaruhi oleh faktor lingkungan atau emosi, Tes alergi kulit tipe dadakan positif Kadar IgE dalam serum meningkat, Awitan pada usia dini

NO. 163 JAWABAN: B


Gangguan obsesi kompulsi memiliki gejala utama: Obsesi terhadap kontaminasi Obsesi keragu-raguan Diikuti oleh pengecekan yang kompulsi Pikiran obsesional yang mengganggu Kebutuhan terhadap simetrisitas atau ketepatan.

NO. 164 JAWABAN: C


Gangguan penyesuaian adalah reaksi maladaptif jangka pendek terhadap stressor psikososial. Manifestasi: afek depresi, ansietas, campuran depresi ansietas, gangguan tingkah laku disertai disabilitas kegiatan rutin sehari-hari. Pengobatan: psikoterapi

NO. 165 JAWABAN: D


Gangguan

trans dan kesurupan, adanya kehilangan sementara aspek penghayatan atas identitas diri dan kesadaran atas lingkungannya

NO. 166 JAWABAN: D


Gangguan somatoform adalah suatu kelompok gangguan yang memiliki gejala fisik dimana tidak dapat ditemukan penjelasan medis yang adekuat. Etiologi: faktor psikososial berupa konflik psikis dibawah sadar yang mempunyai tujuan Salah satubentuknya: gangguan konversi, ditandai oleh satu atau dua keluhan neurologis.

NO. 167 JAWABAN: A

Saraf Abdusens mempersarafi otot rektus lateralis untuk pergerakan mata ke arah temporal.

NO. 168 JAWABAN: C


Eye: Verbal: Motorik:

dengan nyeri mengerang =2 ekstensi abnormal = 2

=2

NO. 169 JAWABAN: E


Tanda tanda dari fraktur basis cranii adalah : Otorrhea atau keluarnya cairan otak melalui telinga menunjukan terjadi fraktur pada petrous pyramid yang merusak kanal auditory eksternal dan merobek membrane timpani mengakibatkan bocornya cairan otak atau darah terkumpul disamping membrane timpani (tidak robek) Battle Sign (warna kehitaman di belakang telinga) : Fraktur meluas ke posterior dan merusak sinus sigmoid. Racoon atau pandabear: fraktur dasar tengkorak dari bagian anterior menyebabkan darah bocor masuk ke jaringan periorbital.

NO. 170 JAWABAN: C


Manuver jaw thrust digunakan untuk membuka jalan nafas pasien yang tidak sadar dengan kecurigaan trauma pada kepala, leher atau spinal. Karena dengan teknik ini diharapkan jalan nafas dapat terbuka tanpa menyebabkan pergerakan leher dan kepala. Manufer Chin Lift biasanya dikerjakan dengan maneuver Look / melihat, listen/ mendengar dan feel/ merasakan yang bertujuan untuk cepat mengenali adanya henti napas, obstruksi jalan napas atau gangguan pernapasan lain.

NO. 171 JAWABAN: C


D/ Bell's palsy merupakan kelumpuhan (relatif) mendadak otot-otot wajah sesisi; dapat mencemaskan karena umumnya terjadi tanpa gejala pendahuluan dan menyebabkan wajah miring/mencong. disebabkan oleh pembengkakan n. facialis perifer; akibatnya pasokan darah ke saraf tersebut terhenti, menyebabkan kematian sel sehingga fungsi menghantar impuls/ rangsangnya terganggu; akibatnya perintah otak untuk menggerakkan otototot wajah tidak dapat diteruskan. Otot-otot wajah satu sisi lumpuh sehingga wajah menjadi miring/mencong, kelopak mata tidak dapat menutup sehingga bola mata akan berair terus-menerus, sebaliknya akan kering di malam hari (jika tidur). Kesulitan berbicara dapat terjadi akibat mulut/bibir yang tertarik ke satu sisi. Kadang-kadang kemampuan mengecap/merasa juga terganggu dan suara-suara terdengar lebih keras di satu sisi yang terkena.

NO. 172 JAWABAN: D


D/ Nyeri kepala cluster Tanda dan gejala khususnya adalah:


Sakit yang mengerikan, biasanya terdapat pada atau sekitar mata, tapi dapat merambat pada area lain di wajah, kepala, leher dan pundak. Sakit pada satu sisi Kegelisahan Keluar air mata secara berlebihan Mata merah sebagai efek samping Lendir atau basah pada lubang hisung sebagai efek samping pada wajah Berkeringat, kulit pucat pada wajah Bengkak di sekitar mata sebagai efek samping pada wajah Ukuran pupil yang mengecil Kelopak mata yang layu

NO. 173 JAWABAN: B

NO. 174 JAWABAN: C

Neisseria menigitidis (meningokokus) merupakan bakteri kokus gram negatif yang secara alami hidup di dalam tubuh manusia. Meningokokus bisa menyebabkan infeksi pada selaput yang menyelimuti otak dan sumsum tulang belakang (meningitis), infeksi darah dan infeksi berat lainnya pada dewasa dan anak-anak. Diagnosa pasti dari meningitis meningococcus hanya dengan isolasi organisme dari CSF. Diagnosa relatif dapat ditegakkan sebelum terdapat hasil isolasi pada pasien dengan nyeri kepala, muntah, febris, kaku kuduk dan rush kulit petechial, terlebih bila terdapat epidemik dari meningitis meningococcus atau adanya kontak dengan kasus meningococcus yang jelas.

NO. 175 JAWABAN: A

Orang yang sudah kecanduan minuman keras dan kurang memiliki dana untuk membeli minuman keras yang legal cenderung membuat atau membeli minuman keras yang illegal yaitu minuman keras oplosan yang dicampur dengan metanol. Gejala keracunan metanol:

Kerusakan syaraf optik dengan gejala-gejala : dilatasi pupil, penglihatan menjadi kabur dan akhirnya kebutaan yang permanen Metabolisme acidosis dengan gejala-gejala : mual, muntah, pernafasan menjadi lebih dalam dan lebih cepat, tekanan darah menurun, syok kemudian koma dan akhirnya meninggal

NO. 176 JAWABAN: D

Opioid adalah semua zat baik sintetik atau natural yang dapat berikatan dengan reseptor morfin, misalnya. Gejala: Kelihatan tenang dan senang, tetapi tak dapat istirahat. Halusinasi. Kerja jantung meningkat, wajah kemerahan dan kejang-kejang. Dapat menjadi maniak. Kokain dalah zat yang adiktif yang sering disalahgunakan dan merupakan zat yang sangat berbahaya, Efek yang ditimbulkan Kokain digunakan karna secara karakteristik menyebabkan ilusi, euforia, delusi paranoia, peningkatan harga diri dan perasaan perbaikan pada mental dan fisik. Gejala keracunan Kokain Pada pengguna kokai dosis tinggi gejala dapat terjadi seperti ganguan pada perilaku seks, agresif dan lepas kontrol, ganguan pernafasan, dan susah tidur ( Insomnia).

NO. 177 JAWABAN: A

Simtoma klinis Autisme menurut DSM IV Tidak mampu menjalin interaksi sosial non verbal: kontak mata, ekspresi muka, posisi tubuh, gerak-gerik kurang tertuju Kesulitan bermain dengan teman sebaya Tidak ada empati, perilaku berbagi kesenangan/minat Kurang mampu mengadakan hubungan sosial dan emosional 2 arah Tidak/terlambat bicara, tidak berusaha berkomunikasi non verbal Bisa bicara tapi tidak untuk komunikasi/inisiasi, egosentris Bahasa aneh & diulang-ulang/stereotip Cara bermain kurang variatif/imajinatif, kurang imitasi social Mempertahankan 1 minat atau lebih dengan cara yang sangat khas dan berlebihan, baik intensitas dan fokusnya Terpaku pada suatu kegiatan ritualistik/rutinitas yang tidak berguna Ada gerakan-gerakan aneh yang khas dan berulang-ulang. Seringkali sangat terpukau pada bagian-bagian tertentu dari suatu benda

A. Interaksi Sosial (minimal 2):

B. Komunikasi Sosial (minimal 1):


C. Imaginasi, berpikir fleksibel dan bermain imaginatif (minimal 1):

NO. 178 JAWABAN: C


Efek samping haloperidol: Sedasi dan inhibisi psikomotor Gangguan otonom (hipotensi, antikolinergik/parasimpatolitik, berupa mulut kering, kesulitan miksi dan defikasi, hidung tersumbat, mata kabur, dan tekanan intraocular meninggi, gangguan irama jantung) Gangguan ekstrapiramidal (distonia akut, akatisia, sindrom Parkinson ; tremor, bradikinesia, rigiditas) Gangguan endokrin (amenore, ginekomastia), biasanya untuk pemakaian jangka panjang

NO. 179 JAWABAN: C


D/ sindroma kompartemen Penyebab:


penurunnan volume kompartemen peningkatan tekanan struktur kompartemen (pendarahan, peningkatan permeabilitas kapiler, luka bakar, operasi ) peningkatan tekanan ekternal (balutan yang terlalu ketat, berbaring diatas lengan, Gips)

Tujuan terapi sindrom kompartemen adalah mengurangi defisit fungsi neurologis dengan lebih dulu mengembalikan aliran darah lokal. Pada gips dengan membuka gips.

NO. 180 JAWABAN: D


AD: liang telinga kanan penuh massa kecoklatan serumen obturans AS: liang telinga kiri menyempit, dinding hiperemis, edema dan tampak sekret Otitis eksterna difusa

NO. 181 JAWABAN: E

Pemeriksaan yang menggunakan audiometer untuk mengetahui ambang pendengaran, jenis ketulian dan derajat ketulian. Pemeriksaan ini dilakukan ketika ada kecurigaan gangguan pendengaran ataupun ada keluhan ketika seseorang mengalami kesulitan berkomunikasi di keramaian. Tes ini dapat juga dilakukan sebagai tes rutin pada General Check Up, ataupun evaluasi berkala pada orang yang bekerja di tempat bising. Tes ini dilakukan pada pasien yang dapat kooperatif karena pemeriksa akan mencatat hasil pemeriksaan berdasarkan respon yang diberikan oleh pasien.

NO. 182 JAWABAN: D


Luas luka bakar rule of nine Lepuh dan eritem di kulit muka dan leher bagian depan 9% trunkal anterior 18% seluruh tangan kanan 9% kedua pahanya 18% Total = 54%

NO. 183 JAWABAN: D


D/ Stroke Faktor risiko: Merokok, Alkohol, Diet tingginya kadar kolesterol, Riwayat keluarga. Siriraj: (2,5x0)+(2x0)+(2x0)+(0.1x110)-(3x0)-12 = -1 Kemungkinan >> infark

NO. 184 JAWABAN: C


D/ Epilepsi Tipe kejang:

Pasien sadar > simple Kejang pada pipi dan bibir sebelah kiri, menjalar ke lengan kiri (gejala fokal/lokal) > partial motorik

NO. 185 JAWABAN: C


Syok neurogenik merupakan kegagalan pusat vasomotor sehingga terjadi hipotensi dan penimbunan darah pada pembuluh tampung (capacitance vessels). Penyebabnya antara lain : Trauma medula spinalis dengan quadriplegia atau paraplegia (syok spinal). Rangsangan hebat yang kurang menyenangkan seperti rasa nyeri hebat pada fraktur tulang. Rangsangan pada medula spinalis seperti penggunaan obat anestesi spinal/lumbal. Trauma kepala (terdapat gangguan pada pusat otonom). Suhu lingkungan yang panas, terkejut, takut.

NO. 186 JAWABAN: E


Bayi umur 1 bulan: Imunisasi yg sudah diberikan: polio dan BCG Imunisasi yg belum diberikan: HB-1 HB-1 harus diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir, dilanjutkan pada umur 1 dan 6 bulan.

NO. 187 JAWABAN: C

Kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi karena kenaikan suhu tubuh (suhu rectal di atas 380C) yang disebabkan oleh suatu proses ektrakranium ( = di luar rongga tengkorak). Kejang Demam sederhana ( Simple Febrile Seizure) Berlangsung singkat, kurang dari 15 menit, umumnya akan berhenti sendiri, tanpa gerakan fokal atau berulang dalam waktu 24 jam. Kejang Demam kompleks, lebih dari 15 menit, kejang fokal atau parsial satu sisi, atau kejang umum didahului kejang parsial (sebagian). Kejang berulang atau lebih dari 1 kali dalam 24 jam. Terapi: - turunkan panas dengan PCT/ibuprofen dan diazepam bila terjadi kejang lagi.

NO. 188 JAWABAN: B


Fibroadenoma mammae adalah tumor jinak pada payudara yang bersimpai jelas, berbatas jelas, soliter, berbentuk benjolan yang dapat digerakkan. Faktor-faktor predisposisi : Usia : < 30 tahun, Jenis kelamin, geografis, Pekerjaan, Hereditas, Diet, Stress, Lesi prekanker TANDA & GEJALA 1. Secara makroskopik : tumor bersimpai, berwarna putih keabu-abuan, pada penampang tampak jaringan ikat berwarna putih, kenyal 2. Ada bagian yang menonjol ke permukaan 3. Ada penekanan pada jaringan sekitar 4. Ada batas yang tegas 5. Bila diameter mencapai 10 15 cm muncul Fibroadenoma raksasa ( Giant Fibroadenoma ) 6. Memiliki kapsul dan soliter 7. Benjolan dapat digerakkan 8. Pertumbuhannya lambat 9. Mudah diangkat dengan lokal surgery 10. Bila segera ditangani tidak menyebabkan kematian

NO. 189 JAWABAN: A


Setiap pasien luka bakar harus dianggap sebagai pasien trauma, karenanya harus dicek Airway, breathing dan circulation-nya terlebih dahulu. Airway - apabila terdapat kecurigaan adanya trauma inhalasi, maka segera pasang Endotracheal Tube (ET). Tanda-tanda adanya trauma inhalasi antara lain adalah: riwayat terkurung dalam api, luka bakar pada wajah, bulu hidung yang terbakar, dan sputum yang hitam. Breathing - eschar yang melingkari dada dapat menghambat gerakan dada untuk bernapas, segera lakukan escharotomi. Periksa juga apakah ada trauma-trauma lain yang dapat menghambat gerakan pernapasan, misalnya pneumothorax, hematothorax, dan fraktur costae Circulation - luka bakar menimbulkan kerusakan jaringan sehingga menimbulkan edema. pada luka bakar yang luas dapat terjadi syok hipovolumik karena kebocoran plasma yang luas. Manajemen cairan pada pasien luka bakar, dapat diberikan dengan Formula Baxter.

NO. 190 JAWABAN: D


D/ Skabies Gameksan tidak dianjurkan pada anak dibawah 6 tahun dan wanita hamil Permetrin tidak dianjurkan pada bayi dibawah umur 2 bulan Belerang endap dapat dipakai pada bayi kurang dari 2 tahun.

NO. 190 JAWABAN: C

Tinea corporis adalah infeksi dermatofita superfisial yang ditandai oleh baik lesi inflamasi maupun noninflamasi pada glabrous skin (kulit tubuh yang tidak berambut) seperti: bagian muka, leher, badan, lengan, tungkai dan gluteal. Penderita merasa gatal, dan kelainan berbatas tegas, terdiri atas macam-macam efloresensi kulit (polimorfi). Bagian tepi lesi lebih aktif (lebih jelas tanda-tanda peradangan) daripada bagian tengah. wujud lesi yang beraneka ragam ini dapat berupa sedikit hiperpigmentasi dan skuamasi, menahun. Lesi bulat atau lonjong, berbatas tegas, terdiri atas eritema, skuama, kadang-kadang dengan vesikel dan papul ditepi. Daerah tengahnya biasanya lebih tenang, sementara yang di tepi lebih aktif (tanda peradangan lebih jelas) yang sering disebut dengan sentral healing

NO. 191 JAWABAN: C


Osteoporosis primer Osteoporosis primer sering menyerang wanita paska menopause dan juga pada pria usia lanjut dengan penyebab yang belum diketahui. [sunting]Osteoporosis sekunder Sedangkan osteoporosis sekunder disebabkan oleh penyakit yang berhubungan dengan : Cushing's disease Hyperthyroidism Hyperparathyroidism Hypogonadism Kelainan hepar Kegagalan ginjal kronis Kurang gerak Kebiasaan minum alkohol Pemakai obat-obatan/corticosteroid Kelebihan kafein Merokok

NO. 192 JAWABAN: D


D/ Impetigo Krustosa Bentuk pioderma yang paling sederhana, menyerang epidermis dimana gambaran yang dominan adalah krusta yang khas, berwarna kuning kecoklatan seperti madu yang berlapis-lapis. Anamnesa: keluhan utama gatal. Lesi awal berupa bercak kemerahan yang akan segera berubah menjadi bintil berisis cairan bening yang pecah dan mengeluarkan sekret berwarna kuning kecoklatan kemudian mengering membentuk krusta yang berlapis. Pemeriksaan fisik: ditemukan makula eritematosa, difus yang disertai vesikel atau bula; krusta kuning kecoklatan, berlapislapis dan mudah diangkat. Predileksi : daerah yang mudah terpapar terutama wajah, tangan, leher, dan ekstremitas

NO. 193 JAWABAN: B


D/ Herpes zoster Pada awal terinfeksi virus tersebut, pasien akan menderita rasa sakit seperti terbakar dan kulit menjadi sensitif selama beberapa hari hingga satu minggu. Ruam shingles mulai muncul dari lepuhan (blister) kecil di atas dasar kulit merah dengan lepuhan lainnya terus muncul dalam 3-5 hari. Lepuhan atau bintil merah akan timbul mengikuti saraf dari sumsum tulang belakang dan membentuk pola seperti pita pada area kulit. Penyebaran bintil-bintil tersebut menyerupai sinar (ray-like) yang disebut pola dermatomal. Bintil akan muncul di seluruh atau hanya sebagian jalur saraf yang terkait. Biasanya, hanya satu saraf yang terlibat, namun di beberapa kasus bisa jadi lebih dari satu saraf ikut terlibat. Bintil atau lepuh akan pecah dan berair, kemudian daerah sekitarnya akan mengeras dan mulai sembuh.

NO. 194 JAWABAN: C

D/ tinea korporis (Lihat no.190)

NO. 195 JAWABAN: D

Pitiriasis versikolor merupakan penyakit infeksi jamur superfisial kronis pada kulit yang ditandai dengan makula hipopigmentasi dan skuama. Kelainan kulit pitiriasis versikolor terlihat sebagai bercakbercak berwarna-warni, bentuk tidak teratur sampai teratur batas jelas sampai difus. Bercak-bercak tersebut berefluoresensi bila dilihat dengan lampu wood. Bentuk papulo-vesikular dapat terlihat walaupun jarang. Kelainan biasanya asimtomatik sehingga adakalanya penderita tidak mengetahui bahwa ia berpenyakit tersebut. Kadang kadang penderita dapat merasakan gatal ringan, yang merupakan alasan berobat. tetapi biasanya penderita datang berobat karena bercak hipopigmentasi.

NO. 196 JAWABAN: A


D/ Tumor Wilms Gejala: Tumor dalam perut (tumor abdomen) merupakan gejala tumor Wilms yang paling sering (75-90%), Hematuri (makroskopis) terdapat pada sekitar 25% kasus, akibat infiltrasi tumor ke dalam sistem kaliks. Hipertensi ditemukan pada sekitar 60% kasus, anemia, penurunan berat badan, infeksi saluran kencing, demam, malaise dan anoreksia. nyeri perut yang bersifat kolik, Diagnosis: USG merupakan pemeriksaan non invasif yang dapat membedakan tumor solid dengan tumor yang mengandung cairan. Dengan pemeriksaan USG, tumor Wilms nampak sebagai tumor padat di daerah ginjal.

NO. 197 JAWABAN: A

Gagal Ginjal Akut (GGA) adalah penurunan fungsi ginjal mendadak dengan akibat hilangnya kemampuan ginjal untuk mempertahankan homeostasis tubuh. Pada GGA, terjadi peningkatan kadar kreatinin darah secara progresif 0,5 mg/dL per hari dan peningkatan kadar ureum darah sekitar 10-20 mg/dL per hari, kecuali bila terjadi keadaan hiperkatabolisme dapat mencapai 100 mg/dL per hari. GGA Renal - Nekrosis tubular akut

Tipe iskemik: GGA prarenal yang berlangsung lama Tipe nefrotoksik: obat aminoglikosida, hemoglobinuria, mioglobinuria

NO. 198 JAWABAN: D


D/ Anemia e.c. GGK Patofisiologi dari anemia pada gagal ginjal kronik adalah terjadinya defisiensi absolut atau juga defisiensi relatif dari eritropoietin Eritropoietin adalah hormon glikoprotein yang merupakan stimulan bagi eritropoiesis, sebuah lintasan metabolisme yang menghasilkan eritrosit. Sintesis dominan eritropoietin terjadi pada sel di area interstitial peri-tubular di dalam ginjal, selain hati dan otak. Sintesis eritropoietin diregulasi oleh konsentrasi oksigen di dalam darah, meskipun mekanisme yang mendalam masih belum dimengerti.

NO. 199 JAWABAN: A


Sindrom nefrotik (SN) adalah sekumpulan manifestasi klinis yang ditandai oleh : Proteinuria masif (lebih dari 3,5 g/1,73 m2 luas permukaan tubuh per hari) Hipoalbuminemia (kurang dari 3 g/dl) Edema Hiperlipidemia Lipiduria Liperkoagulabilitas Manifestasi Klinis Bengkak seluruh tubuh , edema anasarka, asites

NO. 200 JAWABAN: A

D/ Sindroma nefrotik (Lihat no 199)