Anda di halaman 1dari 21

DEMENSIA VASKULAR

Author Kannayiram Alagiakrishnan, MD, MBBS, MHA, MPH Associate Professor, Department of Medicine, Division of Geriatric Medicine, University of Alberta Faculty of Medicine and Dentistry, Canada

ABSTRAK
Demensia

merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada lanjut usia. Di negara-negara Barat, demensia vaskular menduduki urutan kedua terbanyak setelah penyakit Alzheimer tetapi di beberapa negara Asia demensia vaskular merupakan tipe demensia yang terbanyak.

ABSTRAK
Semua

demensia yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah serebral dapat disebut sebagai demensia vaskular.

DEMENSIA VASKULAR
Vaskular

demensia terjadi baik oleh penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah lengkap di otak. hasil penyumbatan ini di dalam otak yang kekurangan oksigen dan nutrisi. Vaskular demensia sering hasil dari stroke kecil yang terjadi selama jangka waktu.

PATOFISIOLOGI
Demensia multi infark merupakan akibat dari infark multipel dan bilateral. Terdapat riwayat satu atau beberapa kali serangan stroke dengan gejala fokal seperti hemiparesis/hemiplegi, afasia, hemianopsia. Pseudobulbar palsy sering disertai disartria, gangguan berjalan, refleks Babinski dan inkontinensia. CT scan otak menunjukkan hipodensitas bilateral disertai atrofi kortikal, kadang-kadang disertai dilatasi ventrikel.

EPIDEMIOLOGI
Tingkat

prevalensi demensia vaskular 1,5% di negara-negara Barat. Di Jepang, demensia vaskular menyumbang 50% dari semua demensia yang terjadi pada orang tua dari 65 tahun. Tingkat prevalensi demensia adalah 9 kali lebih tinggi pada pasien yang telah mengalami stroke

FAKTOR RISIKO

Usia Hipertensi, Diabetes melitus Aterosklerosis Penyakit jantung, Penyakit arteri perifer Plak pada arteri karotis interna Alkohol Merokok Ras dan pendidikan rendah.

DIAGNOSIS
Dianostik DSM IV menggunakan kriteria: Adanya defisit kognitif multipleks yang dicirikan oleh gangguan memori dan satu atau lebih dari gangguan kognitif Defisit kognitif pda kriteria yang menyebabkan gangguan fungsi sosial dan okupasional yang jelas.

Lanjutan
Tanda

dan gejala neurologik fokal (refleks fisiologik meningkat, refleks patologik positif, paralisis pseudobulbar, gangguan langkah, kelumpuhan anggota gerak)

DIAGNOSIS BANDING
Demensia

akibat trauma kepala Demensia Akibat Penyakit HIV Depresi Penyakit Parkinson Demensia

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan

penunjang dilakukan untuk mendapatkan data yang dapat memberi nilai tambah dalam bidang pencegahan, diagnosis, terapi, prognosis dan rehabilitasi.

PENCITRAAN
Dengan

adanya fasilitas pemeriksaan CT scan otak atau MRI dapat dipastikan adanya perdarahan atau infark (tunggal atau multipel), besar serta lokasinya.

LABORATORIUM
Digunakan untuk menentukan penyebab atau faktor risiko yang mengakibatkan timbulnya stroke dan demensia. Pemeriksaan darah tepi Laju endap Darah (LED) Kadar glukosa glycosylated Hb,

LAIN-LAIN
Foto

Rontgen

EKG
Ekokardiografi Pemeriksaan

Doppler,

PENATALAKSANAAN
Demensia vaskuler adalah akibat stroke sehingga penting di pikirkan pencegahan : secondary stroke attack.
Obat-obat Galatamin 2 x 4 mg 2 x 8 mg Rivastigmin 2 x 3 mg 2 x 6 mg Donepezil 1 x 5 mg 1 x 10 mg Pentoxifilin 3 x 400 mg Piracetam 3 x 800 mg 1200 mg Ginkogiloba 2 x 40 mg 60 mg Vit V 2 x 100 unit

Diet
Dalam

studi Rotterdam, peningkatan risiko demensia vaskular dikaitkan dengan asupan lemak total. Rendahnya tingkat folat, vitamin B-6, dan vitamin B-12 yang terkait dengan kadar homosistein meningkat, faktor risiko stroke.

Pencegahan
Memodifikasi

faktor risiko vaskular (misalnya, hipertensi, diabetes mellitus, merokok, hyperhomocystinemia) faktor makanan (misalnya, hiperkolesterolemia)

Perawatan Rawat Inap


Perilaku

yang lebih mengganggu seperti agitasi, agresi, mengembara, gangguan tidur, dan perilaku seksual yang tidak pantas.

Perawatan Rawat Jalan


Kontrol

setiap 4-6 bulan dianjurkan untuk menilai kondisi umum pasien dan kognitif dan gejala non-kognitif.

PROGNOSIS
Menurut

beberapa penelitian, demensia vaskular harapan hidup lebih pendek sekitar 50%, pada orang dengan pendidikan yang rendah.