Anda di halaman 1dari 36

BADAN AKREDITASI NASIONAL SEKOLAH/MADRASAH

Kompleks Ditjen Mandikdasmen, Departemen Pendidikan Nasional, Gedung F Lantai 2, Jl. RS Fatmawati, Cipete, Jakarta Selatan, Telepon/Fax: 021-75914887 Website: http://www. ban-sm.or.id ; Email: info@ban-sm.or.id

BADAN AKREDITASI PROVINSI SEKOLAH/MADRASAH KEPULAUAN RIAU

SK GUBERNUR KEPULAUAN RIAU NO. 279 TAHUN 2012 TANGGAL 13 Maret 2012 ALAMAT : JALAN KEMBOJA NOMOR 54 TANJUNGPINANG - 29111
: ( 0771 ) 317055 : ( 0771 ) 317015 : bap.sm.kepri@gmail.com : www.ban-sm.or.id

TELEPON FAX E-mail Website

BERDASARKAN

8 SNP
( PP 19 THN 2005 )

DASAR HUKUM AKREDITASI SEKOLAH/MADRASAH


UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Peraturan Mendiknas No. 29 tahun 2005 tentang Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah KEPMENDIKNAS Nomor 064/P/2006 tentang pengangkatan Anggota Badan Akreditasi Nasional Perguruan tinggi, Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah, dan Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Non Formal Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam nomor SE.DJ.I/PP.00/05/2008 Tentang Akreditasi Madrasah SK Gubernur KEPRI Nomor 279 tanggal 13Maret 2012 tentang pengangkatan anggota BAP-S/M Kepri

DASAR PELAKSANAAN AKREDITASI


Akreditasi dilakukan untuk menentukan kelayakan program dan/atau satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan non-formal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan Pemerintah melakukan akreditasi pada setiap jenjang dan satuan pendidikan untuk menentukan kelayakan program dan/atau satuan pendidikan
Akreditasi merupakan bentuk akuntabilitas publik, dilakukan secara obyektif, adil, transparan, dan komprehensif dengan menggunakan instrumen dan kriteria yang mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan

[Pasal 60 ayat (1) UU No. 20 Tahun 2003] [Pasal 86 ayat (1) PP No. 19 Tahun 2005]

[Pasal 86 ayat (3) PP No. 19 Tahun 2005]

STANDAR
Standar Nasional Pendidikan yang diacu mencakup 8 aspek sesuai PP Nomor 19 Tahun 2005:
Standar Isi [ Permen No. 22/2006] Standar Proses [ Permen No. 41/2007] Standar Komp Lulusan [ Permen No. 23/2006]

Standar Nasional Pendidikan

Standar Tendik [ Permen No. 12/2007] Standar Sarpras [ Permen No. 24/2007] Standar Pengelolaan [Permen No. 19/2007] Standar Pembiayaan PP.48 Tahun 2008

Standar Penilaian [Permen No 20/2007]

Standar Nasional Pendidikan


Sumber : PP No. 19 Tahun 2005

Standar Isi

Standar Proses

Kompetensi Lulusan

1. Standar isi yang ditetapkan dengan Permen 22 Tahun 2006, memuat : a. Kerangka dasar b. Struktur kurikulum c. Beban belajar d. Panduan kurikulum satuan pendidikan e. Kalender pendidikan 2. Standar Isi Pendidikan

Standar Proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan.
Standar proses pembelajaran meliputi :

1. perencanaan proses pembelajaran 2. pelaksanaan proses pembelajaran 3. penilaian hasil pembelajaran 4. pengawasan proses pembelajaran, untuk terwujudnya proses

Standar kompetensi lulusan menuntut profil lulusan yang mempunyai kualifikasi kemampuan yang mencakup: 1. Sikap 2. Pengetahuan 3. Keterampilan

Standar Nasional Pendidikan


Sumber : PP No. 19 Tahun 2005

Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Sarana dan Prasarana

Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran 1. Kualifikasi akademik adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat. 2. Keahlian khusus yang diakui dan diperlukan dapat disetarakan dengan kualifikasi akademik melalui uji kelayakan/kesetaraan 3. Kompetensi sbg agen pembelajaran kompetensi pedagogik kompetensi kepribadian kompetensi sosial

1. Sarana menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan; 2. Prsarana yang diperlukan unruk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan 3. Keragaman jenis ragam laboratorium IPA, Bahasa, Komputer, dan peralatan pembelajaran lain; 4. Letak lahan pendidikan mempertimbangkan kenyamanan, kecukupan, keselamatan kesehatan bagi lembaga pendidikan dan lingkungan di luar lembaga pendidikan 5. Pemeliharaan sarana prsarana dilakukan secara berkala dan

Standar Nasional Pendidikan


Sumber : PP No. 19 Tahun 2005

Pengelolaan

Pembiay aan

Penilaian Pendidikan

Standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan berkaitan dengan perencanaan pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat pendidikan dasar dan menengah agar tercapaiefisiensi dan efektifitas penyelenggaraan pendidikan. Standar pengelolaan meliputi: 1. Standar pengelolaan oleh satuan pendidikan 2. Setiap satuan pendidikan harus memilikipedoman 3. Pengawasan satuan pendidikan meliputi evaluasi, palporan, dan tindak lanjut

Standar pembiayaan sebagai standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan oyang berlaku selama satu tahun. Pembiayaan Pendidikan 1. Ivestasi 2. Operasi 3. Personal

Standar penilaian pendidikan berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian belajar peserta didik. Penilaian Pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: 1. Penilaian hasil belajar oleh pendidik 2. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan 3. Penilaian hasil belajar oleh pemerintah

PENGERTIAN AKREDITASI SEKOLAH/MADRASAH


Permen No.29/2005 Akreditasi sekolah/madrasah adalah suatu kegiatan penilaian kelayakan suatu sekolah/madrasah berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan dan dilakukan oleh BAN-S/M yang hasilnya diwujudkan dalam bentuk pengakuan peringkat kelayakan. [Pasal 1 ayat (5)] Untuk melaksanakan akreditasi sekolah/madrasah Pemerintah membentuk BAN-SM [Pasal 2 ayat (1)]

TUJUAN AKREDITASI SEKOLAH/MADRASAH


Menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan nonformal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan.
Pasal 60 ayat (1) UU Sisdiknas
1 dari 3

TUJUAN AKREDITASI SEKOLAH/MADRASAH

Menentukan kelayakan program dan/atau satuan pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan.
Pasal 86 ayat (1) PP No. 19 Tahun 2005
2 dari 3

TUJUAN AKREDITASI SEKOLAH/MADRASAH


Memberikan informasi tentang kelayakan sekolah/madrasah atau program yang dilaksanakan nya berdasarkan Standar Nasional Pendidikan. 2. Memberikan pengakuan peringkat kelayakan.
1. 3.

Memberikan rekomendasi tentang penjaminan mutu pendidikan kepada program dan/atau satuan pendidikan yang diakreditasi dan pihak terkait.
3 dari 3

MANFAAT AKREDITASI SEKOLAH/MADRASAH


1.

2.

3.

Membantu sekolah/madrasah dalam menentukan dan mempermudah kepindahan peserta didik dari satu sekolah ke sekolah lain, pertukaran guru, dan kerjasama yang saling menguntungkan. Membantu mengindentifikasi sekolah/madrasah dan program dalam rangka pemberian bantuan pemerintah, investasi dana swasta dan donatur atau bentuk bantuan lainnya. Acuan dalam upaya peningkatan mutu sekolah/madrasah dan rencana pengembangan sekolah/madrasah.
1 dari 2

MANFAAT AKREDITASI SEKOLAH/MADRASAH


4.

5.

6.

Umpan balik dalam usaha pemberdayaan dan pengembangan kinerja warga sekolah/madrasah dalam rangka menerapkan visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, dan program sekolah/madrasah. Motivator agar sekolah /madrasah terus meningkatkan mutu pendidikan secara bertahap, terencana, dan kompetitif baik ditingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional bahkan regional dan internasional. Bahan informasi bagi sekolah/madrasah sebagai masyarakat belajar untuk meningkatkan dukungan dari pemerintah, masyarakat, maupun sektor swasta dalam hal professionalisme, moral, tenaga, dan dana. 2 dari 2

JENJANG MENUJU RSBI DAN SBI


SBI
Persyaratan

RSBI
REGULER/Sekolah Standar Nasional (SSN) Persyaratan
1. Sudah memenuhi SNP 2. Berakreditasi A dari BAN Sekolah/Madrasah 3. Pembelajaran Matematika IPA, dan kejuruan (SMK) dilakukan dalam bahasa Indonesia dan/atau bahasa Internasional (bilingual) 4. Nilai rata-rata UN 7,0

1. SNP dan diperkaya

Persyaratan
1. Memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) 2.Memiliki rata-rata UN 6,5 3.Tidak Double Shift 4.Berakreditasi B dari BAN Sekolah/Madrasah

Standar kualitas pendidikan Negara Maju 2. Berakreditasi A dari BAN Sekolah/Madrasah 3. Pembelajaran Matematika, IPA dan kejuruan (SMK) dilakukan dalam bahasa Indonesia dan/atau bahasa Internasional (bilingual) 4. Nilai rata-rata UN 8,0

AKREDITASI DAN MUTU PENDIDIKAN


SNP ADALAH STANDARD MUTU MINIMAL YANG

HARUS DICAPAI OLEH SETIAP SATUAN PENDIDIKAN AKREDITASI MELAKUKAN PENILAIAN TERHADAP CAPAIAN MUTU TERSEBUT DAN MENUNJUKKAN SECARA OBJEKTIF PERMASLAHAN YANG DIHADAPI OLEH SETIAP SATUAN PENDIDIKAN DALAM UPAYA MENCAPAI SNP TERSEBUT. ARTINYA AKREDITASI DAN MUTU MERUPAKAN SATU KONTINUUM DALAM SITEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN.

AKREDITASI DAN MUTU (2)


AKREDITASI SESUNGGUHNYA ADALAH PROSES

PENILAIAN MUTU DENGAN DEMIKIAN AKREDITASI DAN UPAYA PENGEMBANGANB MUTU MERUPAKAN SATU KESELURUHAN DALAM SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN NASIONAL. IMPLIKASINYA HASIL AKREDITASI BERMANFAAT UNTUK MENYUSUN BERBAGAI KEBIJAKAN DALAM MEMBANGUN PENDIDIKAN NASIONAL YANG BERMUTU.

RUANG LINGKUP AKREDITASI


1.

SATUAN PENDIDIKAN
TK, TKLB, RA, SD, SDLB, MI, SMP, SMPLB, MTs, SMA, SMLB, dan MA

2.

PROGRAM PENDIDIKAN
Program keahlian di SMK/MAK

Pasal 87 Ayat 1a PP No.19 Tahun 2005

PERSYARATAN SEKOLAH/MADRASAH UNTUK DIAKREDITASI


1. Memiliki surat keputusan kelembagaan atau ijin pendirian dan sejenisnya 2. Memiliki siswa pada semua tingkatan 3. Memiliki sarana dan prasarana pendidikan 4. Memiliki tenaga kependidikan 5. Melaksanakan kurikulum yang berlaku 6. Telah menamatkan peserta didik

1. PERMENDIKNAS NO. 52 THN 2008 (SMA)

2. PERMENDIKNAS NO.11 THN 2009 (SD/MI)


3. PERMENDIKNAS NO. 12 THN 2009 (SMP/MTs) 4. PERMENDIKNAS NO. 13 THN 209 (SMK/MAK) 5. PERMENDIKNAS NO.52 THN 2009 (TK/RS)

1. PERMENDIKAS PERJENJANG PENDIDIKAN


2. INSTRUMEN AKREDITASI

3. JUKNIS PENGISIAN
4. IPD DAN IPA 5. TEHNIK PENSEKORAN

Penetapan Hasil Akreditasi


Penetapan hasil akreditasi diatur sebagai berikut. 1. BAN-S/M memberikan wewenang kepada BAPS/M untuk atas nama BAN-S/M menetapkan peringkat akreditasi sekolah/madrasah; 2. penetapan peringkat akreditasi sekolah/madrasah dilakukan dalam rapat pleno BAP-S/M; dan 3. rapat pleno BAP-S/M yang dimaksud pada butir (b) dinyatakan sah apabila memenuhi kuorum dan dihadiri oleh sekurang-kurangnya satu orang anggota BAN-S/M.

Kriteria Status Akreditasi dan Pemeringkatan Hasil Akreditasi


a. Kriteria Status Akreditasi
Sekolah/Madrasah dinyatakan terakreditasi jika memenuhi seluruh kriteria berikut.

1. 2.
3.

Memperoleh nilai akhir akreditasi sekurang-kurangnya 56. Tidak lebih dari dua nilai komponen akreditasi skala ratusan kurang dari 56. Tidak ada nilai komponen akreditasi skala ratusan kurang dari 40.

Sekolah/Madrasah dinyatakan tidak terakreditasi (TT), jika tidak memenuhi kriteria di atas.

Kriteria Status Akreditasi dan Pemeringkatan Hasil Akreditasi (lanjutan) b. Pemeringkatan Hasil Akreditasi
Sekolah/Madrasah memperoleh peringkat akreditasi sebagai berikut. 1. Peringkat akreditasi A (sangat baik), jika memperoleh nilai akhir akreditasi (NA) sebesar 86 sampai dengan 100, atau 86 < NA < 100. 2. Peringkat akreditasi B (baik), jika memperoleh nilai akhir akreditasi sebesar 71 sampai dengan 85, atau 71 < NA < 85. 3. Peringkat akreditasi C (cukup baik), jika memperoleh nilai akhir akreditasi sebesar 56 sampai dengan 70, atau 56 < NA < 70.

Seminar Paparan Hasil Akreditasi


1. BAP-S/M menyelenggarakan seminar paparan hasil akreditasi. 2. Seminar paparan hasil akreditasi dihadiri oleh a. Stakeholder meliputi: Kepala Disdik Provinsi, Kepala Kanwil Depag, Kepala LPMP, Kepala Disdik Kabupaten/Kota, Kepala Kandepag Kabupaten/Kota b. Masyarakat pendidikan setempat meliputi: asosiasi pendidikan, unsur perguruan tinggi, unsur masyarakat peduli pendidikan, dewan pendidikan, dsb.

SIKLUS AKREDITASI
1. Akreditasi sekolah/madrasah berlaku selama lima tahun

terhitung sejak tanggal ditetapkan. Setelah periode lima tahun sekolah/madrasah harus diakreditasi ulang. 2. Sekolah/Madrasah diwajibkan mengajukan permohonan akreditasi ulang paling lambat enam bulan sebelum masa berlakunya akreditasi berakhir. 3. Sekolah/Madrasah yang menghendaki akreditasi ulang untuk memperbaiki peringkat setelah melakukan perbaikan dapat mengajukan permohonan sekurang-kurangnya dua tahun terhitung sejak ditetapkannya peringkat akreditasi.

SIKLUS AKREDITASI

(Lanjutan)

4. Sekolah/Madrasah yang masa berlaku status akreditasinya

telah berakhir dan menolak untuk diakreditasi ulang oleh BAPS/M, maka status akreditasi sekolah/madrasah yang bersangkutan dinyatakan tidak berlaku. 5. Sekolah/Madrasah yang masa berlaku status akreditasinya berakhir dan telah mengajukan akreditasi ulang tetapi belum dilakukan akreditasi oleh BAP-S/M, maka status dan peringkat akreditasi sekolah/madrasah yang bersangkutan tetap berlaku dengan surat perpanjangan masa berlakunya akreditasi yang dikeluarkan oleh BAP-S/M. 6. Masa perpanjangan akreditasi berlaku hingga BAP-S/M melakukan akreditasi terhadap sekolah/madrasah yang bersangkutan.

Tindak Lanjut Hasil Akreditasi


Hasil akreditasi sekolah/madrasah dilaporkan ke berbagai pihak sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing, sebagai berikut. a. BAN-S/M melaporkan kegiatan dan hasil akreditasi sekolah/madrasah kepada Mendiknas. b. BAP-S/M melaporkan kegiatan dan hasil akreditasi sekolah/madrasah kepada Gubernur dan BAN-S/M, dengan tembusan kepada Dinas Pendidikan Provinsi, Kanwil Depag, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Kandepag, dan LPMP disertai bahan rekomendasi tindak lanjut. Departemen Pendidikan Nasional, Departennen Agama, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, dan penyelenggara sekolah/madrasah melakukan pembinaan kepada satuan pendidikan berdasarkan hasil akreditasi sesuai dengan kewenangannya.

SANKSI :
UU NO. 20/2003 PASAL 61 TENTANG SISDIKNAS : S/M

TIDAK TERAKREDITASI TIDAK BOLEH MENYELENGGARAKAN UJIAN AKHIR DAN TIDAK BERHAK MENERBITKAN DAN MENANDATANGANI IJAZAH

WAKTU PENYERAHAN MAXIMUM 1 BULAN SETELAH SOSIALISASI,2 RANGKAP TANPA BUKTI FISIK. 2. BILA MUNGKIN DISERTAKAN PRINT OUT SKORING VERSI SEKOLAH. 3. DALAM WAKTU MAX 1 BULAN TIDAK KUMPUL,BAP AKAN MENURUNKAN TIM ASESOR VISITASI
1.

BAP-S/M AKAN MEMVERIFIKASI KELAYAKAN DAN SETELAH S/M DINYATAKAN LAYAK UNTUK DIAKREDITASI BAP MENURUNKAN TIM ASESOR. 2. ASESOR BERTUGAS MEMVERIFIKASI,KLARIFIKASI,VALIDASI ISIAN INSRTUMEN DENGAN DATA PENDUKUNG DAN KONDISI OBYEKTIF S/M YBS.
1.

1. MEMBERI UANG KEPADA ASESOR DGN

DALIH APAPUN. 2. BERKOMUNIKASI LANGSUNG TENTANG HASIL VISITASI. 3. MELAYANI ASESOR DI LUAR BATAS KEWAJARAN.

BAP-S/M MELAKUKAN PENGOLAHAN HASIL VISITASI. 2. BAP-S/M MELAKUKAN KLARIFIKASI DAN MONEV 3. BAP-S/M PLENO PENETAPAN HASIL YG DIHADIRI OLEH BAN-S/M 4. BAP-S/M MENERBITAKAN SK DAN SERTIFIKAT AKREDITASI S/M
1.

1.

2.

3.

S/M YANG KEBERATAN /TIDAK PUAS DENGAN HASIL AKREDITASI DAPAT MENYAMPAIKAN KEBERATAN KEPADA BAP-S/M DENGAN TEMBUSAN KE BAN-S/M. KEBERATAN DISERTAI DENGAN BUKTI BUKTI LENGKAP DAN DISAMPAIKAN SELAMBAT LAMBATNYA 14 (EMPATBELAS) HARI SETELAH PENGUMUMAN HASIL AKREDITASI S/M. BERDASARKAN PENGAJUAN KEBERATAN TSB ,BAP-S/M MELAKUKAN VERIFIKASI DAN EVALUASI SERTA MENYAMPAIKAN HASILNYA KEPADA BAN-S/M UNTUK DITINDAKLANJUTI.

BERSAMA KITA BERUBAH TERIMAKASIH