Anda di halaman 1dari 7

SISTEM ADMINISTRASI NEGARA INDONESIA (SANI)

BENTUK DAN SISTEM PEMERINTAHAN NEGARA 1. Bentuk Negara : NKRI Pemilihannya dilandasi oleh : Dimensi sosiokultural bagus, geografis (Negara Kepulauan), kemakmuran dan pemerataan hasil pembangunan, pluralisme, kedaulatan rakyat, integrasi nasional, kekuasaan pemerintahan pusat serta pertimbangan masalah sentralisasi (seluruh kegiatan berada di tangan pemerintahan pusat) dan/ atau Disentralisasi (dari pemerintah pusat ke pemerintahan daerah). Negara kesatuan mengandung arti : Kedaulatan suatu negara tidak terbagi artinya kekuasaannya meliputi seluruh daerah. Walaupun daaerah diberi kewenangan (UU no.32 Tahun 2004), tapi kewenangan Hankam (dibentuknya polisi), hubungan luar negeri (kebijakan-kebijakan luar negeri, pengiriman duta dan konsul), keuangan negara (menjaga stabilitas nilai mata uang rupiah, beredarnya uang), peradilan dan agama (membentuk lembaga-lembaga peradilan dan lembaga sosial, pengakuan terhadap suatu agama) ditangani oleh pemerintahan pusat. 2. Sistem Pemerintahan Menurut UUD45 hasil amandemen 2002 : 1. Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum, artinya segala penyelenggaraan pemerintahan dilakukan dan ditetapkan oleh aturan-aturan hukum yang telah berlaku. 2. Sistem konstitusional Artinya penyelenggaraan pemerintahan dilakukan berdasarkan konstitusi (UUD45) negara indonesia. 3. Kekuasaan negara yang tertinggi di tangan rakyat. 4. Presiden ialah penyelenggara pemerintahan negara tertinggi disamping MPR dan DPR. 5. Presiden tidak bertanggung jawab pada MPR 6. Menteri negara ialah pembantu presiden dan tidak bertanggung jawab kepada DPR. 7. Kekuasaan kepala negara tak terbatas. ORGANISASI PEMERINTAHAN NEGARA A. Tatanan organisasi : pemerintahan negara Sejumlah organisasi / lembaga yang dibentuk dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan negara, berupa organisasi kenegaraan yaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif dan organisasi pemerintahan (organisasi penunjang). Dipengaruhi oleh : - Bentuk negara : kesatuan - Sistem pemerintahan : negara hukum dan negara demokrasi.

Tata nilai : cita-cita dan tujuan.

B. Tatanan Organisasi Kenegaraan. Lembaga-lembaga negara , a. MPR - Wewenang : Mengubah dan menetapkan UUD, melantik dan memberhentikan presiden dan atau wakil presiden - Terdiri dari anggota DPR dan DPD - Alat kelengkapan : pimpinan, badan pekerja majelis (menyiapkan rancanganrancangan putusan), komisi dan panitia Ad Hoc (bertugas menagani masalah tertentu saat persidangan). b. Presiden - Pemegang kekuasaan pemerintahan - Mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri - Mengajukan rancangan UU - Menetapkan peraturan perundang-undangan, mengesahkan RUU c. DPR - Membentuk UU - Fungsi legislasi, anggaran, pengawasan - Hak interpelasi, hak angket, menyatakan pendapat - Alat kelengkapan DPR : - Pmpinan - Badan musyawarah - Komisi - Badan legislasi - Badan urusan rumah tangga : kesejahteraan anggota - Badan kerjasama antar parlemen : kerja sama dengan parlemen negara lainnya - Panitia anggaran - Dewan kehormatan d. DPD Pelaksanaan prinsip demokrasi dan disentralisasi, prinsip demokrasi, karena DPD menyalurkan aspirasi rakyat. Disentralisasi, karena merupakan perwakilan-perwakilan dari desa. Mengajukan RUU kepada DPR, membahas RUU berkaitan dengan otonomi daerah. Hubungan pusat dan daerah, pembentukan dan pemekaran serta penggabungan daerah, pengeluaran SDA dan SDE. e. DPK (Badan Pemeriksa Keuangan) Tugas : memeriksa dan mengelola dan bertanggung jawab tentang keuangan negara Bebas dan mandiri Fungsi : a. Auditif (memeriksa) b. Pengawasan : hasil pemeriksaan diserahkan kepada DPR, DPD untuk ditindak lanjuti. f. MA (Mahkamah Agung) - Melaksanakan kekuasaan kehakiman

Badan peradilan dibawahnya: lingkungan peradilan umum (pengadilan negeri (tingkat kota), MA), peradilan agam, peradilan militer dan peradilan tata usaha negara (PTUN : apabila bermasalah dengan pejabat pemerintahan) - Memeriksa dan memutus tingkat kasasi, sengketa tentang kewenangan, mengadili, permohonan PK (Peninjauan Kembali) dan menguji materiil peraturan perundang-undangan di bawah UU terhadap UU (UU no.10 tahun 2004) UUD45---UU---Perpu---PP---Perpres---Perda g. MK (Mahkamah Konstitusi) - Wewenang : 1. Mengadili tingkat pertama dan terakhir yang keputusannya bersifat final untuk menguji UU terhadap UUD 2. Memutus sengketa kewenangan lembaga yang kewenangannya diberikan oleh UUD 3. Memutuskan pembubaran parpol 4. Memutus perselisihan tentang hasil pemilu 5. Memberi putusan atas pertimbangan DPR bahwa presiden dan wapres terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai presiden dan wapres. 6. Memberi putusan atas pendapat DPR tentang dugaan presiden dan wapres terbukti melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan dan tindak pidana berat lainnya serta perbuatan tercela. - Terdiri dari atas 9 hakim : 3 MPR, 3 MA, 3 Presiden h. KY (Komisi Yudisial) - Wewenang : 1. Mengusulkan pengangkatan hakim agung kepada DPR yaitu prosesnya : o Melaksanakan pendaftaran o Menyeleksi calon hakim agung o Menetapkan calon hakim agung o Mengajukan putusan calon hakim agung yang dipilih kepada DPR 2. Menjaga dan menegakkan kehormatan, martabat dan perilaku hakim. - Anggota : diangkat / diberhentikan oleh presiden atas persetujuan DPR. i. Bank Sentral - Wewenang : 1. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter 2. Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran 3. Mengatur dan mengawasi Bank. KEPEGAWAIAN NEGARA - Kepegawaian negara adalah hal-hal yang berkenaan dengan kedudukan, tugs, hak wewenang dan tanggung jawab SDM Aparatur negara. - Pegawai negeri adalah setiap warga negara RI yang telah memenuhi syarat yang telah ditentukan, diangkat oleh pejabat yang diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. - Pegawai Negeri (PNS) 1. Bekerja di

- Dep. LPND (Lembaga Pemerintahan Non Departemen), sekretariat lembaga negara, instansi vertikal di daerah prop, kab, kota, kepaniteraan pengadilan, instansi TNI dan Kepollisian. - Pemda prop/kab/kota - Diperbantukan/ bekerja pada daerah otonom dan orang yang menyelenggarakan pelayanan publik lainnya. - Hakim pada PN, PT - Gajinya dibebankan pada APBN/APBD 2. Anggota TNI : AD, AL, AU 3. Anggota Polri - Pembinaan PNS 1. Perencanaan kebutuhan dan formasi a. Perencanaan kebutuhan. Dilaksanakan atas dasar : - Memberdayakan secara optimal pegawai yang sudah ada dalam organisasi - Memperhatikan beban kerja yang ada saat ini dan memperkirakan biaya kerja pada masa yang akan datang. - Memperhatikan kualifikasi diklat yang diperlukan institusi. - Memperhatikan kebijakan pemerintahan dalam pengadaan pegawai, mis: zero growth (mengganti yang pensiun) b. Formasi PNS - Jumlah dan susunan pangkat PNS yang diperlukan oleh negara untuk mampu melaksanakan tugas pokok dalam jangka waktu tertentu : untuk mengendalikan kuantitas dan kualitas pegawai Disusun melalui : - Analisis kebutuhan pegawai : untuk mengetahui kuantitas dan kualitas pegawai yang dibutuhkan. Jenis pekerjaan Mis : Mengarsip, peneliti, pengetikan surat, mengajar. Sifat pekerjaan Jam kerja : pelayanan Rumah Sakit Perkiraan beban kerja (rata-rata jumlah kerja yang dibebani) dan kapasitas PNS (pengalaman) Prinsip pelaksanaan pekerjaan Peralatan yang tersedia - Uraian jabatan : info tentang nama jabatan, kode jabatan, unit orang, ikhtisar jabatan, uraian tugas, bahan kerja, tanggung jawab, wewenang, syarat jabatan. - Peta jabatan : susunan nama dan tingkat jabatan struktural dan fungsional yang terdapat pada struktur organisasi. - Anggaran Belanja Negara : penentuan akhir dalam menetapkan jumlah pegawai adalah tersedianya anggaran. 2. Pengadaan Pegawai Adalah proses kegiatan mengisi formasi yang lowong.

Dilakukan dari perencanaan, pengumuman, pelamaran, penyaringan, pengangkatan CPNS s/d pengangkatan CPNS menjadi PNS (disampaikan kepada BKN untuk mendapat NIP) Perencanaan o Masa kerja paling lama 2 tahun o Ditentukan syarat-syarat o Kapan itu dilakukan ? o Siapa yang bertanggung jawab ? Pengumuman o Jumlah dan jenis lowongan o Syarat yang harus dipenuhi pelamar o Alamat tempat lamaran o Batas waktu pengajuan lamaran o Syarat-syarat lain (mis : usia max 35 tahun) Pelamaran o Memberikan surat lamaran Penyaringan o Tes 3. Penempatan a. Penempatan dalam jabatan. - Promosi : penempatan pegawai ada jabatan yang lebih tinggi - Mutasi : 1. Alih tugas : tugas baru, wewenang, tanggung jawab dan penghasilan sama dengan yang lama. 2. Alih tempat : lokasi tempat kerja berbeda. - Demosi : penurunan pangkat / jabatan dengan tanggung jawab dan penghasilan lebih kecil disebabkan pengenaan sanksi / bila ada kebijakan perampingan organisasi sehingga ada jabatan yang di hapus. b. Jenis-jenis jabatan. - Jabatan struktural : jabatan yang secara tegas (contoh : rektor) disebut dalam struktur organisasi, tingkatannya disebut eselon. - Jabatan fungsional : jabatan yang tidak secara tegas disebutkan dalam struktur organisasi tapi fungsinya diperlukan organisasi. Contoh : Dosen, dokter, Perawat, dll. Pendidikan dan Pelatihan PNS A. Pengertian Upaya yang dilakukan Pegawai Negeri untuk meningkatkan kepribadian. Pengetahuan dan kemampuan sesuai dengan tuntutan prasyarat jabatan dan pekerjaannya sebagai Pegawai Negeri. B. Tujuan diklat 1. Meningkatkan semangat pengabdian, wawasan, pengetahuan, keahlian dan ketrampilan. 2. Mengembangkan pola pikir yang positif, rasional dan objektif. 3. Menciptakan / mengembangkan metode kerja yang lebih baik. 4. Membina karier Pegawai Negeri.

C. Jenis dan jenjang diklat 1. Jenis diklat PNS. a) Diklat prajabatan : syarat pengangkatan CPNS menjadi PNS - Lulus diklat prajabatan - Lulus tes kesehatan - DP3 (Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan) b) Diklat dalam jabatan (pejabat struktural) - Diklat kepemimpinan (diklat pim) Untuk memenuhi kompetensi PNS dalam jabatan struktural sesuai eselon yang akan dipangkunya. - Diklat fungsional Untuk memenuhi syarat kompetensi tertentu yang sesuai dengan jenis jabatan fungsional PNS - Diklat teknis Untuk memberikan ketrampilan dan / pengetahuan teknis PNS yang berhubungan dengan tugas pokok instansi yang bersangkutan. Sistem Penggajian PNS 1. Skala tunggal (belum mempunyai jabatan struktural dan fungsional). Pemberian gaji sama dengan pegawai berpangkat sama dengan tidak / kurang memperhatikan sifat pekerjaan yang dilakukan dan besarnya tanggung jawab. 2. Skala ganda (sudah mempunyai tunjangan struktural dan fungsional) Tidak saja berdasarkan pangkat juga berdasarkan sifat pekerjaan yang dilakukan, prestasi kerja yang dicapai, besarnya tanggung jawab. 3. Skala gabungan (PNS) Gaji pokok ditentukan sana bagi PNS yang berpangkat sama juga memberi tunjangan bagi yang memikul tanggung jawab lebih besar, prestasi tinggi. Penghargaan Pegawai Pengahargaan pegawai : untuk meningkatkan motivasi dan prestsi kerja. 1. Kenaikan pangkat - Reguler : penghargaan yang diberikan kepada pegawai yang telah memenuhi syarat yang ditentukan tanpa terikat jabatan, sepanjang tidak melampaui pangkat atasan langsungnya - Pilihan : kepercayaan dan penghargaan yang diberikan kepada pegawai atas prestasi kerjanya. - Anumerta : penghargaan kepada pegawai yang dinyatakan tewas karena dan dalam menjalankan kewajibannya. - Pengabdian : kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi yang diberikan pegawai yang meninggal dunia / yang diberhentikan dengan hormat dengan hak pensiun karena mencapai BUP (Badan Usia Pensiun) 2. Promosi - Pengangkatan dari dan / untuk menduduki jabatan struktural/fungsional satu jenjang lebih tinggi

3. Pemberian tanda jasa - Diberikan kepada pegawai yang menunjukkan prestasi kerja luar biasa baiknya berupa satya lencana karya, kenaikan pangkat istimewa dll. Batas Usia Pensiun : - Pegawai biasa : 56 tahun III a Asisten alih - Hakim : 58 tahun III b - Guru : 60 tahun IIIc Lektor - Lektor : 65 tahun IIId - Guru besar, Ma : 70 tahun Pemberhentian Pegawai Negeri Dalam PP no. 29 tahun 1979 tentang pemberhentian pegawai bahwa pemberhentian pegawai diklasifikasikan sebagai berikut : 1. Atas permintaan sendiri 2. Mencapai BUP 3. Penyederhanaan organisasi 4. Melakukan pelanggaran / tindak pidana / pyelewengan 5. Tidak cakap jasmani dan rohani (sakit) 6. Meninggal dunia (hilang) 7. Hal lain-lain Mis : PN mengajukan cuti diluar tanggungan negara (tidak mendapatkan gaji) PNS cuti tahunan : syaratnya sudah kerja selama 1 tahun Cuti besar : 3 bulan (6 tahun berturut-turut bekerja) Cuti alasan penting : 2 bulan Cuti diluar tanggungan negara Prinsip Pemberhentian Pegawai dapat Dilakukan Melalui : 1. Pemberhentian dengan hormat Pemberhentian disebabkan salah satu hal yang telah ditentukan. 2. Pemberhentian dengan tidak hormat Melanggar sumpah atau janji, dilakukan hukuman penjara / kurungan dan melakukan penyelewengan terhadap ideologi negara.

Beri Nilai