Anda di halaman 1dari 10

HARMONIA JURNAL PENGETAHUAN DAN PEMIKIRAN SENI

Vol. VII No 3 / September Desember 2006


Lacsan scbuah Fcnnmcna KcscnIan PcsIsIr : KajIan IntcraksI
5Imbn!Ik antara PcmaIn dan Pcnnntnn
(|acsan, a Pncncmcncn cf 8cacn Ar|s . A S|uq cf Sqm|c|ic |n|crac|icn |c|uccn
Tnc P|aqcrs an Auicnccs)
Eny KusumastutI
Staf Pengajar Jurusan Sendratasik FBS UNNES
Abstrak
Laesan adalah salah satu kesenian tradisional kerakyatan masyarakat pasisir desa Bajomulyo,
kecamatan Juwana, kabupaten Pati, Jawa Tengah, dengan fenomena trance yang merupakan
bagian paling pokok dalam kesenian itu. Masalah dalam penelitin ini adalah (1) bagaimanakah
bentuk penyajian kesenian Laesan ? (2) bagaimanakah proses terjadinya interaksi simbolik antara
pemain dan penonton? (3) simbol-simbol apakah yang dapat membentuk terjadinya proses
interaksi simbolik antara pemain dan penonton? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui,
memahami dan menjelaskan : (1) bentuk kesenian Laesan, (2) proses terjadinya interaksi
simbolik antara pemain dan penonton, (3) simbol-simbol yang ada dan digunakan untuk
membentuk interaksi simbolik antara pemain dan penonton.Teknik pengumpulan data yang
digunakan adalah teknik observasi partisipan, wawancara dan studi dokumentasi. Analisis data
dilakukan dengan cara mereduksi, mengklarifikasi, mendiskripsikan, menyimpulkan dan
mengiterpretasikan semua informasi secara selektif. Teknik Pemeriksaan data menggunakan
dependabilitas dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Laesan mempunyai
bentuk penyajian yang meliputi (a) tiga bagian penyajian yaitu awal pertunjukan, inti
pertunjukan, akhir pertunjukan, (b) unsur-unsur perlengkapan pentas; (c) iringan; (d) rias dan
busana; (e) gerak tari representasional dan non representasional. Proses interaksi simbolik terjadi
pada setiap bagian pertunjukan. Simbol-simbol yang membentuk proses interaksi simbolik
meliputi dupa, sesaji, nyanyian pengiring, makna trance dalam Laesan.
Kata kunci : Laesan, interaksi simbolik, simbol, trance
A. Pcndahu!uan
Kesenian Laesan adaIah kesenian
lradisionaI nasyarakal desa ajonuIyo
yang nuncuI selagai ungkapan rasa lerina
kasih kepada roh nenek noyang penguasa
Iaul yang leIah nenlerikan hasiI Iaul yang
neIinpah. Kesenian Laesan ini neniIiki
keunikan lersendiri, yailu adanya peneran
Iaki-Iaki selagai nedia nasuknya roh
nenek noyang yang diselul lidadari,
sehingga lerjadiIah |rancc. Di daIan adegan
|rancc iniIah, nuncuI sinloI-sinloI yang
lersiral daIan perlunjukan Laesan. SinloI-
sinloI ini lanpak pada seliap syair yang
nengandung nanlra unluk nengiringi
seliap adegan |rancc, sesaji, gerak-gerak
peIaku larinya, sanpai dengan segaIa
perIengkapan perlunjukan. SinloI-sinloI
ini dipahani selagai nanifeslasi
keludayaan nasyarakal panlai.
Kesenian lradisionaI
kerakyalan Laesan hidup di
nasyarakal pesisir, lerulana pesisir
}ava Tengah. Masyarakal pesisir
adaIah nasyarakal yang hidup di
sepanjang panlai dengan nala
pencaharian selagai neIayan. Ada
lilik viIayah yang nenarik, selagai
lenpal hidupnya kesenian Laesan,
seperli Iali, IekaIongan, IenaIang,
TegaI, reles. Di pesisir lagian laral,
kesenian Laesan nenpunyai
perledaan yang lerIelak pada
peneran ulananya. Ieneran ulana
pada kesenian Laesan adaIah seorang
Iaki-Iaki yang diselul dengan |ais,
HARMONIA JURNAL PENGETAHUAN DAN PEMIKIRAN SENI
Vol. VII No 3 / September Desember 2006
senenlara di pesisir laral peneran ulana
daIan kesenian lerselul adaIah perenpuan
yang kenudian diselul sin|rcn.
Iersanaannya lerIelak pada lala urulan
penyajian, dan perIengkapan penlas.
Menurul penlagian kesenian di
Asia Tenggara yang diIakukan oIeh
randon (1967: 7O), kesenian Laesan ini
nerupakan seni lradisi rakyal, seni yang
ada daIan keseharian nasyarakal di
viIayahnya, sehingga lidak akan dapal
dirunul siapa penciplanya, karena seni
perlunjukan rakyal ini hidup daIan
koIekliva nasyarakal. Masyarakal peniIik
seni Laesan adaIah nasyarakal yang hidup
di viIayah panlai yang dinanakan
viIayah pesisir (Koenljaraningral, 1984 :45).
DaIan proses perlunjukan kesenian
Laesan, lerIangsung puIa proses inleraksi
sinloIik anlara penain dan penonlon yailu
adanya proses penyanpaian pesan neIaIui
sinloI-sinloI lerlenlu anlara penain dan
penonlon. Inleraksionisne sinloIik
nerupakan leori yang lerada di lavah
payung perspeklif fenonenoIogis alau
perspeklif inlerprelalive. Teori ini dinuIai
dari pandangan Herlerl Read lenlang
inleraksi sinloIik yang lerusaha
nenahani periIaku nanusia dari sudul
pandang sulyeknya. HaI ini lanpak dari
kunpuIan luIisan Read daIan Min, Sc|f,
an Sccic|q ( Read, 2OOO : 11).
Teori inleraksi sinloIik nerupakan
leori yang nenpeIajari lenlang inleraksi
anlar individu nanusia neIaIui pernyalaan
sinloI, selal esensi inleraksi sinloIik
lerIelak pada konunikasi neIaIui sinloI-
sinloI yang lernakna. Individu diIihal
selagai olyek yang lisa secara Iangsung
dileIaah dan dianaIisis neIaIui inleraksinya
dengan individu Iain. Individu ini
lerinleraksi dengan nenggunakan sinloI-
sinloI, yang di daIannya lerisi landa-
landa, isyaral dan kala-kala (Mead, CooIey
daIan Soepraplo, 2OO2:69).
Inleraksionisne sinloIik neIelakkan
liga Iandasan aklivilas nanusia daIan
lersosiaIisasi iaIah : (1) sifal
individuaI, (2) inleraksi dan, (3)
inlerprelasi. Sulslansinya neIipuli :
(1) nanusia hidup daIan Iingkungan
sinloI-sinloI, serla nenanggapi
hidup dengan sinloI-sinloI juga, (2)
neIaIui sinloI-sinloI, nanusia
neniIiki kenanpuan daIan
nenslinuIi orang Iain dengan cara
yang lerleda dari slinuIi orang Iain
lerselul, (3) neIaIui konunikasi
sinloI-sinloI dapal dipeIajari arli
dan niIai-niIai, dan karenanya dapal
dipeIajari puIa cara-cara lindakan
orang Iain, (4) sinloI, nakna dan
niIai seIaIu lerhulungan dengan
nanusia, kenudian oIeh nanusia
digunakan unluk lerpikir secara
keseIuruhan dan lahkan secara Iuas
dan konpIek, dan (5) lerpikir
nerupakan sualu proses pencarian,
kenungkinan lersifal sinloIis dan
lerguna unluk nenpeIajari lindakan-
lindakan yang akan dalang,
nenafsirkan keunlungan dan
kerugian reIalif nenurul peniIaian
individuaI, guna nenenlukan piIihan
(Ceorge, 1985 : 62-63).
IersoaIan cerila, persoaIan
perlunjukan dan konunilas
nasyarakal yang nenperlunjukan
dan nenyaksikan lonlonan lerselul
saIing neIakukan inleraksi,
neIakukan inlerperlasi lerhadap
sinloI-sinloI dari produk kesenian
lerselul. Iroses inleraksi sinloIik
anlara penain dan penonlon daIan
perlunjukan Laesan ini lerjadi
sedenikian rupa sehingga
perlunjukan ini nenjadi nenarik
unluk dikaji Ielih Ianjul.
IeneIilian ini lerlujuan unluk
nengelahui, nenahani dan
nenjeIaskan : (1) lenluk penyajian
kesenian Laesan di desa ajonuIyo,
kecanalan }uvana, kalupalen Iali,
(2) proses lerjadinya inleraksi
HARMONIA JURNAL PENGETAHUAN DAN PEMIKIRAN SENI
Vol. VII No 3 / September Desember 2006
sinloIik anlara penain dan penonlon
daIan kesenian Laesan di desa ajonuIyo,
kecanalan }uvana, kalupalen Iali, (3)
sinloI-sinloI yang ada dan digunakan
unluk nenlenluk inleraksi sinloIik
anlara penain dan penonlon di daIan
kesenian Laesan di desa ajonuIyo,
kecanalan }uvana, kalupalen Iali.
. Melode
IeneIilian ini nenggunakan
pendekalan kuaIilalif. Sasaran ulana
peneIilian ini adaIah : (1) lenluk penyajian
kesenian Laesan di desa ajonuIyo,
kecanalan }uvana, kalupalen Iali, (2)
proses lerjadinya inleraksi sinloIik anlara
penain dan penonlon daIan kesenian
Laesan di desa ajonuIyo, kecanalan
}uvana, kalupalen Iali, (3) SinloI-sinloI
yang digunakan daIan penlenlukan
inleraksi sinloIik anlara penain dan
penonlon daIan kesenian Laesan di desa
ajonuIyo, kecanalan }uvana, kalupalen
Iali.
Inslrunen peneIilian, adaIah
peneIili sendiri. Teknik pengunpuIan dala
nenggunakan vavancara lerarah dan
lidak lerarah, olservasi parlisipan dan
sludi dokunenlasi. Teknik anaIisa dala
yang digunakan daIan peneIilian ini
nengacu pada anaIisa MiIes dan
Hulernan (1994 :1O), dinana proses
anaIisis dala yang digunakan secara
serenpak nuIai dari proses pengunpuIan
dala, nereduksi, nengkIarifikasi,
nendeskripsikan, nenyinpuIkan dan
nenginlerprelasikan senua infornasi
secara seIeklif. Ieneriksaan kealsahan
dala daIan peneIilian ini, nenakai
cpcna|i|i|as an |cnfirma|i|i|as (LincoIn
dan Cula daIan }azuIi, 2OO1 : 34).
C. HasI! dan Pcmbahasan
1. Bcntuk PcnyajIan KcscnIan Lacsan
enluk kesenian Laesan sangal
sederhana laik daIan garapan naupun
cara neIakukannya, nanun
keindahannya lelap nenjadi
perlinlangan daIan penyajiannya.
a. Urut-urutan PcnyajIan KcscnIan
Lacsan
Urulan penyajian perlunjukan
kesenian Laesan dinuIai dari lagian
avaI perlunjukan, lagian
perlunjukan ilu sendiri dan lagian
akhir perlunjukan.
1) 8agian Aua| Pcr|unju|an
Ierlunjukan Laesan dinuIai
dengan nenlakar kenenyan lerIelih
dahuIu. SeleIah peninpin
perlunjukan nenlakar kenenyan
dan asapnya neIuai nengepuI, laru
kenudian dinasukkan ke daIan
kurungan yang sudah dilaIul dengan
kain. Disanping ilu, nyanyian
penlukaan juga nuIai
diperdengarkan sehingga
nengundang perhalian penonlon
unluk dalang nenonlon. Lagu-Iagu
yang dinyanyikan nisaInya Kcm|ang
Manggar, Kcm|ang Gcnang, Kcm|ang
Anggrc|, Ruja| Ccng|ir, Ruja| Uni,
Ruja| Nanas, dan nasih lanyak Iagu-
Iagu yang dinyanyikan keIonpok
penenlang sanpai penonlon
lerdalangan nenenuhi arena
perlunjukkan. Nyanyian-nyanyian
lerselul nenpunyai niIai yang
lernacan-nacan yang dilujukan
lagi penonlon perlunjukan kesenian
Laesan.
2) 8agian Pcr|unju|an
SeleIah penonlon lerkunpuI
dan perIengkapan penlas sudah siap,
naka peninpin perlunjukan
nenjenpul peIaku ulana Laesan
unluk nenasuki arena penlas.
Kenudian peninpin perlunjukan
nenganliI sesaji yang ada di pinggir
unluk dilava ke lengah arena penlas.
HARMONIA JURNAL PENGETAHUAN DAN PEMIKIRAN SENI
Vol. VII No 3 / September Desember 2006
SeleIah Laes (peIaku ulana) nasuk ke
lengah arena penenlasan kenudian duduk
di lengah arena perlunjukan dengan
nenghadap ke linur daIan keadaan
hening. Laes harus daIan keadaan hening
dan lerkonsenlrasi penuh seleIun dilulup
dengan kurungan. ersanaan dengan
nengaIunnya Iagu, kurungan yang sudah
penuh dengan asap dari kenenyan
dilulupkan pada Laes lerselul yang
diIanjulkan dengan nyanyian unluk
nendalangkan roh idadari. Roh idadari
didalangkan dengan naksud agar Laes
nenjadi |rancc, yailu neIakukan perlualan
di Iuar kenanpuan nanusia liasa.
Menurul Suparnan (vavancara
langgaI 1 Seplenler 2OO4) lahva nyanyian
yang lerupa nanlra daIan kesenian
Laesan ilu dinyanyikan secara lersana-
sana oIeh sekeIonpok penenlang dengan
harapan kekualan gail yang ada di aIan
gail lurun di dunia. SeleIah idadari
dalang, peIaku ulana (Laes) nenlerilahu
peninpin perlunjukan dengan nenleri
isyaral kurungan digerak-gerakan. ApaliIa
kurungan lergerak-gerak, nerupakan
perlanda peIaku Laesan sudah nuIai |rancc,
naka kurungan segera diluka. DaIan
keadaan nala lerpejan, peIaku lerselul
lerdiri dan lerjaIan kesana kenari
nengilari arena perlunjukan. Cerakan yang
diIakukan oIeh Laes lukan alas
kenauannya sendiri neIainkan karena
adanya roh yang nenasuki luluhnya.
SeleIah dianggap cukup diniknali oIeh
penonlon, Laes yang nasih daIan keadaan
|rancc dinasukkan Iagi ke daIan kurungan
selagai landa perganlian alraksi
seIanjulnya.
Ierlunjukan Laesan nenpunyai
lelerapa alraksi yang dilanpiIkan secara
acak alau lidak lerurulan, lelapi sesuai
dengan kenauan alau perninlaan Laes.
Seliap alraksi yang akan diIakukan
disanpaikan kepada peninpin
perlunjukan agar disanpaikan kepada
penenlang (penyanyi) dan penaluh
inslrunen (ganeIan). Alraksi-alraksi
yang liasa dilanpiIkan anlara Iain,
yailu : (1) 8anan, (2) Ucu|ana 8anan,(
3) Iernainan Keris.
(1) 8anan (ikalan)
DaIan alraksi |anan (diikal),
Laes yang nasih daIan kurungan
kenudian dileri seulas laIi yang
panjangnya kira-kira Iina neler oIeh
peninpin perlunjukan. Kenudian
peninpin perlunjukan neninla
kepada penenlang agar Iagunya
lerganli dengan Iagu |anan
(pernainan laIi) yang dinyanyikan
secara lerus nenerus sanpai alraksi
|anan seIesai. SeIana proses
lerIangsungnya nyanyian lerselul,
Laes dinasukkan Iagi kedaIan
kurungan dengan dileri seulas laIi.
Di daIan kurungan Laes nengikal
luluhnya sendiri dengan laIi lerselul.
SeleIah kurungan lergerak-gerak,
peninpin perlunjukan nenluka
kurungan agar Laes dapal diIihal
penonlon. Ternyala daIan keadaan
nala lerpejan, seIuruh luluh Laes
lerikal laIi nuIai dari Ieher, ladan
dan kedua langannya. Iosisi ikal
kedua langan lerada dileIakang
luluh. Maksud dari alraksi ini unluk
nenunjukkan lahva yang nengikal
luluh Laes dengan lenluk ikalan
denikian adaIah idadari lukan
Laes ilu sendiri.
(2) Ucu|ana 8anan
SeleIah dianggap cukup
nenuaskan penonlon, Laes
dinasukkan kenlaIi kedaIan
kurungan unluk neIakukan proses
neIepaskan ikalan laIi yang ada di
luluhnya. Iroses neIepaskan ikalan
laIi lerselul diiringi dengan Iagu
lerlenlu, yailu ucu|ana |anan. SeIana
kurang Ielih Iina nenil, para
penenlang nenyanyi dengan
khidnal dan serenpak, seleIah ilu
kurungan diluka. TanpakIah Laes
HARMONIA JURNAL PENGETAHUAN DAN PEMIKIRAN SENI
Vol. VII No 3 / September Desember 2006
sudah lerlelas dari ikalan laIi yang neIiIil
luluhnya. SeIanjulnya Laes nenari
nengilari arena perlunjukan dengan nala
lerpejan unluk kenudian neIakukan
pernainan lerikulnya yailu alraksi
pernainan keris.
(3) Iernainan Keris
Iada alraksi pernainan keris,
peIaku ulana (Laes) dileri seliIah keris.
Laes daIan keadaan lidak sadar
nenusukkan keris pada luluhnya sendiri,
anlar Iain pada paha, perul dan dahi
dengan diiring seluah Iagu. Anehnya
neski dilusuk, luluh Laes lerselul lidak
lerIuka sedikilpun. Iersyaralannya adaIah
nenggunakan keris yang lukan Iuk,
karena keris yang nenpunyai Iuk nudah
palah apaliIa dilusukkan pada luluh Laes.
ApaliIa keris yang dilerikan pada Laes
nasih neniIiki kekualan gail naka keris
lerselul akan hiIang pada vaklu dipegang
oIeh Laes seIana |rancc, selagainana yang
dilulurkan oIeh Iardi (vavancara langgaI
1 Seplenler 2OO4).
Keliga alraksi lerselul di alas adaIah
alraksi yang diIakukan sendiri oIeh peIaku
ulana (Laes). SeleIah keliga alraksi seIesai,
Laes kenudian islirahal yailu duduk
lersiIa di lengah arena perlunjukan nasih
daIan keadaan |rancc. Senenlara Laes
duduk islirahal, alraksi-alraksi Iainnya
dinainkan oIeh pendukung kesenian
Laesan yang Iainnya, nisaInya penari jaran
|cpang, penari ceIeng.
Alraksi lerikulnya adaIah
pernainan jaran |cpang. Ieninpin
perlunjukan nenyuruh seorang Iaki-Iaki
unluk nenainkan jaran kepang dengan
cara nendekalkannya kepada Laes unluk
diliup leIinga kirinya dan lidak Iana
kenudian penari lerselul |rancc. Diiringi
dengan nyanyian secara leruIang-uIang
sehingga pendukung lari lerselul
neIakukan gerakan-gerakan yang
nenyerupai seekor kuda. SeleIah dirasakan
cukup diniknali oIeh penonlon, pernainan
jaran |cpang dihenlikan dengan cara peIaku
ulana (Laes) neniup leIinga kanan
peIaku jaran |cpang, sehingga nenjadi
sadar kenlaIi.
SeIain jaran |cpang, alraksi lerikulnya
adaIah cc|cng yailu alraksi yang
nenunjukkan lingkah Iaku peneran
seperli haInya seekor cc|cng. Caranya
sana haInya yang diIakukan peneran
jaran |cpang. Agar pernainan dapal
lerjaIan dengan Iancar naka
pengiring nenyanyikan Iagu yang
syairnya selagi lerikul :
Cc|cng-cc|cng |cn|ncng ca|c|a
sinanung ....
Lagu lerselul dinyanyikan secara
leruIang-uIang sanpai penari
lerselul nenjadi cc|cng jadian. SeleIah
seIesai, penari lerselul disadarkan
kenlaIi dengan cara neniup leIinga
kanannya oIeh Laes.
Iernainan lerikulnya adaIah
|c|nc| yailu penari nenirukan
gerakan |c|nc| (kera). Caranya juga
sana dengan yang diIakukan oIeh
penari jaran |cpang dan cc|cng.
Sedangkan Iagu yang dinyanyikan,
syairnya denikian :
Kc|nc|-|c|nc| mcnc| ca|c|a
sinanung (2x)
Lagu ini dinyanyikan secara
leruIang-uIang sanpai penari
lerlingkah Iaku seperli nonyel. Cara
nenyadarkannya juga sana dengan
alraksi cc|cng yailu dengan neniup
leIinga kanan penari |c|nc| oIeh Laes.
SeIain alraksi-alraksi lerselul
di alas, lanyak puIa alraksi yang
Iainnya sesuai dengan perninlaan
Laes, nisaInya nenangis agar
pendukung lari nenangis seperli
anak keciI, nenunluk padi, seperli
orang yang sedang nengusir ayan,
dan ngcnu| |iuc| .
3) agian Akhir Ierlunjukan
Selagai penulup seIuruh
rangkaian perlunjukan Laesan,
HARMONIA JURNAL PENGETAHUAN DAN PEMIKIRAN SENI
Vol. VII No 3 / September Desember 2006
peninpin perlunjukan nengenlaIikan
Laes agar sadar seperli senuIa. Kenenyan
yang ada di lepi arena penlas dikipasi Iagi
agar asapnya keIuar. SeleIah asapnya
nengepuI, dilulup Iagi dengan kurungan,
agar asap lerselul nenenuhi kurungan.
Kenudian Laes dinasukkan Iagi ke daIan
kurungan yang sudah penuh asap
kenenyan. KenlaIinya lidadari ke surga
diiringi dengan nyanyian dan dilandai
dengan sadarnya kenlaIi Laes, sehingga
seIesaiIah keseIuruhan perlunjukan
kesenian Laesan.
b. Unsur-unsur Pcndukung PcnyajIan
KcscnIan Lacsan
1) Pcmain
Ienain Kesenian Laesan lerdiri dari
perpaduan anlara renaja pulri dengan
orang lua. }unIah penari seIuruhnya 27
orang yang lerdiri dari penari, pengravil,
penenlang dan peninpin perlunjukan.
Ienari lerdiri dari 1 orang selagai peneran
ulana (Laes), 1 orang penain jaran kepang,
9 orang selagai penari pulri, 2 orang
penaluh guci dan lanlu, 9 orang selagai
penaluh ganeIan }ava. Iendukung
Iainnya adaIah 3 orang penenlang, 1
peninpin perlunjukan dan 1 orang |ancr.
2) Pcr|cng|apan Pcn|as
IerIengkapan penlas yang harus
disediakan adaIah kurungan, kain poIos
penulup kurungan, kenenyan (nenyan
nadu alau nenyan vangi), arang, salul
keIapa, laIi, keris, jaran |cpang, ncna|,
padi, |ampan Iengkap dengan sesajinya
yang lerdiri dari pisang sc|ang|cp, cgan,
jajan pasar, uang, |cm|ang |c|cn, nasi
lunpeng, nasi kuning, mcrang dan |c|c
lakar. Senua perIengkapan ini disiapkan
di lengah arena penlas kecuaIi yang
digunakan penari yailu keris.
3) Gcra|
Cerak lari daIan perlunjukan
kesenian Laesan lerdiri dari dua jenis
yailu gerak lari yang represenlasionaI
dan gerak lari yang non
represenlasionaI. Cerak lari
represenlasionaI dilunjukkan neIaIui
gerak nenusukkan keris ke luluh
penari, gerak nenaiki kuda, nakan
padi, dan nenirukan gerak nonyel.
Sedangkan gerak lari non
represenlasionaI Ielih nendoninasi
perlunjukan kesenian Laesan.
MisaInya scm|anan, sinnc|, panggc|,
|impun, u|c|, pcn|nangan, dan |umpang
|a|i.
4) |ringan
Di daIan kesenian Laesan,
adaIah lanlu dan guci yang sudah
nenjadi ciri khas kesenian
nasyarakal pesisir selal lanlu dan
guci nerupakan aIal pokok yang
seIaIu lersedia daIan perahu. Cuci
adaIah lenpal air ninun yang
diIelakkan di alas perahu, sedangkan
lanlu adaIah selagai aIal
pengapung lagi perahu-perahu keciI.
Di sanping ilu lanlu juga lerfungsi
selagai keseinlangan perahu agar
lidak niring, sehingga diseleIah lepi
perahu dileri lanlu unluk nenjaga
keseinlangan (Sulari, vavancara
langgaI 1 Seplenler 2OO4).
5) Ta|a Rias an 8usana
Ierlunjukan kesenian Laesan
lidak lanyak nenakai lala rias dan
lusana, akan lelapi Ielih cenderung
pada penakaian lusana sehari-hari
saja. IeIaku ulana kesenian Laesan
nenggunakan sarung dan kain ikal
kepaIa, sedangkan penari jaran |cpang
nenggunakan ikal kepaIa, kaos dan
ceIana panjang. Senua penari
lerselul di alas lidak nenggunakan
lala rias vajah. Senenlara ilu penari
HARMONIA JURNAL PENGETAHUAN DAN PEMIKIRAN SENI
Vol. VII No 3 / September Desember 2006
pendukung Iainnya yailu penari pulri
nenggunakan rias canlik dengan nenakai
kain selalas lelis kaki, kelaya dan sampur
lervarna kuning, |cm|cn nerah, kaIung,
sa|u|, pcnning, caping |rcpa| dihiasi luIal-
luIalan varna nerah, pulih, kuning dan
hijau.
6) Ruang Pcn|as a|au Panggung
Kesenian Laesan, karena sifalnya
sederhana dan kesenian ini diciplakan,
dilanpiIkan oIeh nasyarakal selenpal
unluk diniknali oIeh nasyarakal selenpal
puIa naka kesenian Laesan dipenlaskan di
arena lerluka sehingga nasyarakal dapal
nerasakan kelelasan daIan neniknali
perlunjukan lerselul.
2. Prnscs TcrjadInya IntcraksI 5Imbn!Ik
antara PcmaIn dan Pcnnntnn da!am
KcscnIan Lacsan
Inleraksi sinloIis dan non sinloIis
lerjadi daIan perlunjukan kesenian Laesan.
Inleraksi non sinloIis nuncuI daIan cerila
yang nenghulungkan nasyarakal peIaku
dengan roh nenek noyang, dan nyanyian-
nyanyian yang nengiringi Laes nenari.
Anlara penain dan penonlon, percaya
adanya kekualan gail yang lisa lurun dan
lerkonunikasi dengan nanusia.
Konunikasi ilu lisa lerjaIan apaliIa
didahuIui dengan nyanyian, sesajian dan
puji-pujian.
Seperli yang dikalakan Kardi
(vavancara langgaI 1 seplenler 2OO4)
lahva selagai penonlon, ia nengerli
lenlang cerila yang neIalar leIakangi
nuncuInya kesenian Laesan lerselul.
DaIan kesenian Laesan seIaIu dilandai
dengan harunnya lau kenenyan dan
suara nyanyian yang lerlaIu-laIu.
Senenlara ilu, seIana proses perlunjukan
kesenian Laesan lerjaIan, penonlon lerelul
neIenpar penari Laes yang daIan keadaan
lidak sadar dengan uang Iogan. ApaliIa
ada penonlon yang neIenparkan uang
Iogan ke arah Laes yang daIan keadaan
lidak sadar, naka Laes lerselul akan
pingsan, dan pavang alau peninpin
perlunjukan segera nenyadarkannya
dengan cara nenlaca nanlera
lerlenlu dan nengusap kepaIa Laes.
SeIain inleraksi non sinloIis,
inleraksi sinloIis anlara penain dan
penonlon juga nuncuI pada saal :
persiapan penenlasan, nuIainya
penenlasan, lerIangsungnya
penenlasan dan akhir penenlasan.
a. Pcrsiapan Pcmcn|asan
SegaIa sesualu yang lerkailan
dengan keperIuan penenlasan sudah
disediakan oIeh peIaku kesenian
Laesan, seleIun penlas dinuIai.
Iersiapan ilu neIipuli lenpal
perlunjukan, dupa (kenenyan),
sesajian, lala rias dan lusana,
ganeIan pengiring, nyanyian yang
digunakan unluk nengiringi
perlunjukan Laes, dan properli larian.
Tenpal perlunjukan lerlenluk
dengan sendirinya oIeh penain dan
penonlon, lenluknya Iingkaran alau
selengah Iingkaran, dinana penain
nenainkan perannya dilengah-
lengah arena, senenlara ilu penonlon
nenlenluk Iingkaran neIingkari
penain lerselul.
|. Mu|ainqa Pcmcn|asan
Ienonlon juga akan segera
nengerli apaliIa peninpin
perlunjukan sudah nuIai nenlakar
kenenyan dan nuIai nenyanyikan
Iagu-Iagu lerlenlu selagai landa
lahva perlunjukan akan segera
dinuIai. Lagu-Iagu yang dinyanyikan
anlara Iain adaIah Kcm|ang Manggar,
Kcm|ang Gcnang, |cm|ang Anggrc|,
Ruja| Ccng|ir, Ruja| Uni, Ruja| Nanas.
Lagu-Iagu lerselul neniIiki nakna
dan niIai-niIai yang linggi dan
dinengerli oIeh penonlon. aik
HARMONIA JURNAL PENGETAHUAN DAN PEMIKIRAN SENI
Vol. VII No 3 / September Desember 2006
peIaku naupun penonlon nenpunyai
kesanaan pendapal lahva dupa dan
sesajian adaIah nedia yang lepal unluk
nendalangkan roh nenek noyang agar roh
yang dipanggiI lerselul lergenlira
nendalangkan rahnalnya.
c 8cr|angsungnqa Pcmcn|asan
Iada saal lerIangsungnya
perlunjukan Laesan, proses inleraksi
sinloIis anlara penain dan penonlon juga
dilunjukkan neIaIui karakler penain
daIan perlunjukan Laesan Nyanyian yang
dipergunakan unluk nengiringi
perlunjukan Laesan nenpunyai nakna
sinloIis lersendiri. Ienonlon akan segera
nengerli alraksi-alraksi apa yang akan
dinuncuIkan daIan perlunjukan Laesan,
hanya dengan nendengarkan syair Iagu
yang dinyanyikan daIan seliap perganlian
alraksi. MisaInya Iagu unluk nenurunkan
idadari, penonlon akan segera nengerli
lahva alraksi lerselul adaIah
nengundang lurunnya lidadari sesuai
dengan syair Iagunya yang juga
nerupakan nanlra lerselul.
SeIain nyanyian, properli peIaku
ulana daIan kesenian Laesan juga
nenciplakan inleraksi sinloIis anlara
penain dan penonlon, nisaInya daIan
alraksi |anan, dinana peIaku ulana akan
dilerikan seulas laIi oIeh peninpin
perlunjukan. Hanya dengan neIihal laIi
lerselul, penonlon nengerli lahva saal ilu
peIaku ulana perlunjukan akan segera
nengikal luluhnya dengan laIi lerselul.
. 8agian A|nir Pcr|unju||an
agian akhir perlunjukan kesenian
Laesan dilandai dengan seIesainya senua
alraksi-alraksi dan peninpin perlunjukan
nenlava dupa yang senuIa lerada di
lepi arena nenuju ke lengah arena serla
nengipasi Iagi dupa lerselul sehingga
keIuar asapnya unluk nengasapi
kurungan. Di sanping ilu, nyanyian unluk
nengiringi pavang nenyadarkan Laes
nuIai lerdengar. ersanaan dengan
ilu penonlon nuIai lerangsur-angsur
neninggaIkan perlunjukan Laesan
unluk puIang ke runah nasing-
nasing.
3. 5Imbn!-sImbn! yang Mcm-bcntuk
TcrjadInya Prnscs IntcraksI
5Imbn!Ik
DaIan kesenian Laesan,
proses inleraksi sinloIik anlara
penain dan penonlon dilandai
dengan nuncuInya sinloI-sinloI
lerlenlu. SinloI-sinloI ini nuncuI
alau lersiral daIan dupa Iengkap
dengan sesaji, nyanyian, gerak lari,
dan |rancc.
a. Dupa (|cmcnqan) an Scsaji
Dupa nerupakan nedia
penghulung anlara nanusia dan roh.
Unluk lisa nenanggiI dalangnya
roh nenek noyang, lerIelih dahuIu
harus nenlakar kenenyan sehingga
lau harunnya akan sanpai kepada
roh yang diluju sehingga nau lurun
dan nasuk ke luluh Laes. Disanping
dupa, sesaji lidak loIeh lerIupakan.
Sesaji yang perIu disiapkan adaIah
pisang sc|ang|cp, cgan, |u|cn pasar,
uang, |cm|ang |c|cn, nasi |umpcng an
nasi |uning. Pisang sc|ang|cp
neIanlangkan keuluhan, yang
lerarli segaIa u|a rampc yang sudah
disediakan sudah Iengkap. Dcgan
neIanlangkan ninunan yang suci
unluk ninunan nakhIuk haIus.
Tu|cn pasar neIanlangkan perlualan
dan perjaIanan ke senua penjuru
nala angin agar nendapal
keseIanalan. Uang neIanlangkan
penleIi. Kcm|ang |c|cn
neIanlangkan lenpal yang linggi
yang lerarli kekuasaan yang lerlinggi
adaIah Tuhan. Nasi kuning
neIanlangkan sifal-sifal kenuIiaan.
HARMONIA JURNAL PENGETAHUAN DAN PEMIKIRAN SENI
Vol. VII No 3 / September Desember 2006
l. Nyanyian
DaIan kesenian Laesan, ada
lelerapa Iagu yang nengandung niIai-
niIai lerlenlu serla nanpunyai sinloI
lerlenlu, yailu nengandung pesan ajaran
noraI ludi pekerli serla pendidikan
kelaqvaan, sindiran kepada Iaki-Iaki,
peringalan kepada vanila, peringalan
kepada penduduk lerhadap peranpokan.
SaIah salu conloh nyanyian yang
nengandung aspek pendidikan adaIah
|cm|ang |a|cs yang syairnya lerlunyi
selagai lerikul :
Kcm|ang |a|cs |umc|cs |anqunc |uua (2x)
ncnqa aja ngiua ncnqa aja ngiua
ning |cra| mara|c csa ning |cra| mara|c
csa
(lunga pepaya neneles airnya lua (2x)
di dunia jangan lerlual ceIa (2x)
di akheral lisa ceIaka, di akheral lisa
ceIaka)
c. Cerak Tari
Kesenian Laesan adaIah kesenian
pesisir yang neIanlangkan kehidupan
nasyarakal neIayan. Cerakan-gerakan lari
yang diciplakan daIan kesenian Laesan
neIanlangkan kehidupan nereka selagai
neIayan, yailu gerak Iengan dan lungkai.
Cerak lungkai seperli orang lerjaIan liasa,
sedangkan gerak Iengan seperli orang
yang nendayung perahu. Senenlara ilu
gerak-gerak yang nenirukan gerak aIan
sekilarnya nisaInya pohon lerliup angin,
pasir yang lerlava geIonlang Iaul
nenpunyai nakna sinloIis aIan
sekilarnya dengan lujuan unluk
nendalangkan roh nenek noyang.
d. Makna Trancc
Trancc daIan kesenian Laesan
nenpunyai nakna yang lernacan-
nacan, nisaInya pernainan |anan
nengandung nakna nendekalkan diri
kepada Tuhan dan lersujud kepada-Nya,
karena TuhanIah yang nerupakan jaIan
nenuju keseIanalan sejali, pernainan
lusuk keris nengandung nakna
kesuluran karena keris yang
nerupakan Ianlang Iingga
dilusukkan ke daIan luluh Laes
yang sudah kenasukan roh lidadari
selagai Ianlang yoni, pernainan
jaran kepang nengandung nakna
adanya keseinlangan anlara roh
yang laik dan yang jahal.
D. 5Impu!an dan 5aran
1. 5Impu!an
Kesenian Laesan nerupakan
kesenian nasyarakal pasisir yang
dipakai selagai nedia unluk
nendekalkan diri dengan Tuhan dan
lenpal unluk neIakukan proses
inleraksi sinloIik anlara penain dan
penonlon, yang dilunjukkan dengan
segaIa perIengkapan penlas, lenluk
penyajian, dan nakna sinloIik yang
lerkandung di daIannya.
IerIengkapan penlas yang
disediakan lerdiri dari dupa, Iengkap
dengan sesajinya, yang nerupakan
syaral unluk dapal neIakukan
hulungan dengan roh nenek
noyang. SinloI yang nuncuI daIan
proses inleraksi anlara penain dan
penonlon adaIah sinloI kesuluran
yang dilunjukkan neIaIui alraksi
Laes nenusukkan keris keluluhnya.
Di sanping ilu, kesenian Laesan juga
nenpunyai niIai pendidikan ludi
pekerli yang lerkandung daIan
seliap syair Iagu yang nengiringi
perlunjukan Laesan.
2. 5aran
erdasarkan hasiI peneIilian,
kesenian Laesan perIu nendapalkan
perhalian dari penerinlah daerah
selenpal daIan haI pengenasannya
sehingga nenpunyai niIai juaI yang
linggi. Di sanping ilu, perIu adanya
regenerasi peIaku kesenian Laesan
agar lerjaga keIeslariannya.
HARMONIA JURNAL PENGETAHUAN DAN PEMIKIRAN SENI
Vol. VII No 3 / September Desember 2006
Daftar Pustaka
randon, }anes, R. 1967. Tnca|rc in Scu|ncas|
Asia. Canlridge-Massachusells:
Harvad Universily Iress.
Ceorge, Rilzer. 1985. Scsic|cgi ||mu
Pcngc|anuan 8crparaigma Gana.
Ienyadur AIinandan. }akarla: CV
RajavaIi.
}azuIi, M. 2OO1. Metode Pene|ltloan
Kua|ltatlf. Senarang: Universilas
Negeri Senarang.
Koenljaraningral. 1984. Kebudaaan ]aua.
}akarla: IT.aIai Iuslaka.
MiIes dan Hulernan. 1992. Ana|lsls Data
Kua|ltatlf. Terj. Tjeljep Rohendi
Rohidi. Jakarta: Penerbit UI Press.
Read, Herbert. 2000. Seni, Arti, dan
Problematikanya. Yogyakarta: Duta
Wacana Press.
Soeprapto. 2002. Interaksionisme Simbolik.
Malang: PT. Averroes Press.