Anda di halaman 1dari 25

TINEA UNGUIUM

SAIDATUL HAYATI

ANAMNESIS
IDENTITAS Nama Usia BB Alamat Pekerjaan Tgl masuk RS

: An. D.P : 11 tahun : 26 Kg : Bantul : Pelajar : 25 Februari 2012

KELUHAN UTAMA kuku tangan dan kaki terasa gatal

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG pasien baru di poli kulit dan kelamin mengeluh kuku tangan dan kaki kanan dan kiri terasa gatal sejak 1 tahun yang lalu. Gatal yang dirasakan ringan karena tidak mengganggu aktifitas seharihari. Pada mulanya selain gatal juga kuku terasa nyeri dan membengkak di pinggir beberapa kuku, akan tetapi lama-kelamaan nyeri menghilang dan kuku hanya terasa gatal saja. Kuku yang semula permukaannya licin menjadi kasar dan tampak tidak mengkilat, kuku juga menjadi lebih keabuan (suram) dibanding sebelumnya. Pasien mengatakan belum pernah mendapat terapi. Pasien mengatakan sering bermain tanah dan air.

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU pasien pernah mengalami sakit serupa pada saat TK dan mendapat terapi dari dokter kemudian sembuh. Riwayat asma dan alergi disangkal. Riwayat sakit maag disangkal. RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA tidak ada keluarga yang mengalami penyakit yang serupa.

PEMERIKSAAN FISIK
KU: baik, komposmentis, E4M6V5 VS: TD: tidak diukur, N: 96 kali/menit, R: 24 kali/menit, suhu: afebris Status generalis Kepala : mesochephal Mata : konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-, pupil isokor Hidung : simetris, deformitas tidak ada, sekret (-/-) Mulut : bibir tidak tampak sianosis Leher : pembesaran limfonodi (-) Thorax : tidak dilakukan pemeriksaan Abdomen : tidak dilakukan pemeriksaan Ekstremitas: akral hangat, edema (-), kekuatan cukup Kulit : tugor dan elastisitas kulit baik, ujud kelainan kulit (-)

STATUS LOKALIS Pada kuku jari kaki dan tangan kanan dan kiri terlihat skuama menutupi permukaan kuku dan kuku terlihat suram (tidak mengkilat), berwarna keabuan, tidak nyeri tekan.

Tangan kanan

Tangan kiri

Pemeriksaan Penunjang
Tidak dilakukan pemeriksaan penunjang

DIAGNOSIS BANDING Tinea Unguium Paronikia Kandidosis kuku Psoriasis kuku

DIAGNOSIS KERJA Tinea Unguium

Terapi
R/ Itrakonazole mg 100 S 1 dd tab 1 ___________________________ R/ Ketokonazole tube No.1 S 2 dd ue ___________________________

TINJAUAN PUSTAKA
Definisi Tinea unguium adalah kelainan kuku yang disebabkan oleh jamur dermatofita. Merupakan salah satu bentuk dermatofitosis yaitu penyakit jamur pada jaringan yang mengandung zat tanduk seperti kuku, rambut, dan stratum korneum pada epidermis, yang disebabkan oleh golongan jamur dermatofita1.

Etiologi
Penyebab tersering adalah Trichophyton rubrum, diikuti oleh Trichophyton mentagrophytes varian interdigitale, dan Epidermophyton floccosum T. rubrum tersering ditemukan pada kuku tangan, sedangkan T. Mentagrophytes terutama pada kuku kaki2.

Faktor Predisposisi
Trauma hiperhidrosis palmar dan plantar keadaan imonusupresi gangguan sirkulasi perifer

Epidemiologi
lebih sering menyerang orang dewasa bersamaan tinea pedis dan tinea manus sering menyerang orang yang selalu bersinggungan dengan air kotor Lingkungan lembab dan basah dapat mempermudah terjangkitnya penyakit

Etiopatogenesis
Faktor predisposisi Virulensi dermatofita Meliputi 3 proses: perlekatan dengan keratinosit, penetrasi ke dalam sel, pembentukan respon imun

Manifestasi klinik
Keluhan penderita berupa kuku menjadi rusak dan warnanya menjadi suram Dikenal 3 bentuk gejala klinis yaitu1: Bentuk subungual distalis Leukonikia trikofita atau leukonikia mikofita Bentuk subungual proksimal

Penegakan diagnosis
Gejala klinis pemeriksaan kerokan kuku dengan KOH 10 % Pembiakan dilakukan untuk melihat elemen jamur pada medium Agar Sabouroud yang dibubuhi antibiotik dan disimpan pada suhu kamar

Penatalaksanaan
Dengan menggunakan antijamur sistemik dan topikal Griseofulvin Itrakonazole Terbenafin Bufinazol + urea 40% Ketokonazole Terapi bedah tidak dianjurkan

Pembahasan
Pasien seorang anak perempuan umur 11 tahun mengeluh gatal di daerah kuku jari tangan dan kaki kanan dan kiri sejak 1 tahun yang lalu, pada awalnya pada kuku dirasakan gatal dan perih, lama kelamaan hanya tersisa rasa gatal yang tidak mengganggu aktifitas dan kuku yang berubah menjadi kasar dan berwarna keabuan (suram). Pasien sering bermain tanah dan air dan pernah mengalami sakit yang serupa saat masih sekolah di Taman kanak-kanak. Pada pemeriksaan fisik tampak skuama di atas permukaan kuku sampai ke pinggir-pinggir kuku. Pasien tidak merasakan nyeri pada kuku baik dengan atau tanpa penekanan.

diperoleh diagnosis banding tinea unguium, paronikia, kandidosis kuku, dan psoriasis kuku tinea unguium keluhan penderita berupa kuku menjadi rusak dan warnanya lebih suram.. Penyakit ini bersifat kronik Paronikia merupakan inflamasi atau infeksi lipatan kulit di sekeliling kuku. Sering terdapat sebagai pembengkakan jaringan merah yang sakit atau abses sekitar dasar kuku. Diagnosis ditegakkan berdasarkan terdapatnya edema, rasa sakit, atau abses pada satu atau lebih lipatan kuku

Kandidosis kuku juga merupakan penyebab dari peronikia, sehingga biasanya terdapat rasa nyeri. Kadang-kadang kuku rusak dan menebal. Diagnosis ditegakkan atas adanya gejala klinis berupa lesi aritematosa berbatas tegas dan meluas disertai lesi satelit di sekitarnya Psoriasis kuku memberi gambaran berupa lubang kecil pada kuku yang disebut pits.

Dari penjelasan keempat diagnosis banding di atas yang paling mendekati diagnosis adalah tinea unguium riwayat nyeri dan gatal pada awal mula timbul lesi yang mungkin saja mengarah pada paronikia tetapi UKK saat ini tidak menunjukkan ke arah paronikia/ kandidosis Tidak adanya tanda pits sehingga kemungkinan psoriasis kuku dihilangkan

Tinea unguium umumnya lebih sering pada orang dewasa akan tetapi pada kasus ini ditemukan pada anak-anak kemungkinan dikarenakan higiene yang kurang baik dan anak sering bermain di tempat yang kotor dan basah

Terapi yang diberikan pada pasien adalah itrakonazole peroral dan ketokonazole topikal itrakonazole yang memiliki efek samping paling minimal sehingga paling aman untuk penggunaan jangka panjang tidak tersedia preparat bifonazol sehingga digunakan ketokonazole