Anda di halaman 1dari 13

TEORI PENGUJIAN HYDRO TILLER : ASPEK TEKNO-EKONOMI

Prof. Dr. Ir. Santosa, MP Azrifirwan, S.TP, M.Eng Dr. subtitle style Click to edit Master Ir. Sandra, MP Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas Padang Mei 2011
5/8/12

Aspek Teknis Hydro Tiller

Besarnya kapasitas kerja efektif hydro tiller untuk kegiatan pengolahan tanah dihitung dengan rumus :

KKe = A / T ................................................................................. (1) dengan : A = Total luas lahan ( ha) = Total waktu yang dipakai untuk kegiatan

T (jam)

Nilai kapasitas kerja efektif ini, hubungannya 5/8/12 dengan kapasitas kerja teoritis adalah :

Besarnya kapasitas kerja teoritis diperoleh dari x

KKt = 0,36 x L V ....................................................(3) dengan : KKt L V


5/8/12

= Kapasitas kerja teoritis ( ha / jam ) = Lebar kerja (m) = Kecepatan Kerja ( m / detik )

Penentuan Biaya Pokok Hydro Tiller

Biaya pokok pengolahan tanah dengan traktor menurut Santosa et al. (2008) adalah besarnya biaya untuk mengolah satu satuan luas lahan hasil olahan, dengan satuan Rp / ha. Adapun rumus biaya pokok pengolahan tanah adalah :

BP = [ ( BT/X ) + BTT ] / Ke ................................. (5) dengan : BP = Biaya pokok (Rp/ha) BT = Biaya tetap (Rp/th)
5/8/12

Penyusutan rumus ; dengan :

dihitung

dangan

menggunakan

D = ( P S ) / N .....................................(6) D = Penyusutan (Rp/th) P = Harga traktor (Rp) S = Nilai akhir traktor (Rp) N = Umur ekonomis traktor (th) Bunga modal dihitung dengan rumus : I = r x (P + S) / 2 ...................................(7)
5/8/12

Dengan demikian, maka besarnya biaya tetap adalah : BT = D + I .......................................(8) dengan : BT = Biaya tetap (Rp / tahun) D I Biaya perbaikan dan pemeliharaan dihitung dengan menggunakan rumus : PP = 2 % (P S) / 100 jam .....................(9)
5/8/12

= Penyusutan (Rp/tahun) = Bunga modal (Rp / tahun)

dengan :

Upah operator menggunakan rumus: dengan : Bo Wt

traktor

dihitung

dengan

Bo = Wop / Wt .......................................(10) = Upah operator tiap jam (Rp/jam) = Jam kerja tiap hari (jam/hari) traktor dihitung dengan

Wop = Upah operator tiap hari (Rp/hari)

Biaya bahan bakar menggunakan rumus:


5/8/12

BB = Q x H bpl .......................................(11)

Biaya pelumas (oli) traktor dihitung dengan menggunakan rumus : OI = Vp x Ho / Jp ...................................(12) dengan : OI = Biaya oli (Rp/jam) Vp = Volume penggantian oli (liter) Ho = Harga oli (Rp/liter) Jp = Jam penggantian oli (jam) Biaya gemuk (grease) menggunakan rumus :
5/8/12

didekati

dengan

Dengan demikian maka adalah sebesar : dengan :

biaya tidak tetap

BTT = PP + Bo + BB + OI + Bg ..........(14) BTT = Biaya tidak tetap (Rp / jam) PP = Biaya (Rp/jam) perbaikan dan pemeliharaan

Bo = Upah operator tiap jam (Rp/jam) BB = Biaya bahan bakar (Rp/jam) OI = Biaya oli (Rp/jam)
5/8/12

Bg = Biaya grease (Rp/jam)

tiller untuk mengolah tanah adalah (Santosa, 2010) : }

Penentuan Titik Impas (BEP) Hydro Tiller BEP) hydro Rumus titik impas (Break Event Point,

BEP = BT / { 1,1 BP - (BTT / Kp) ..(20) dengan : BEP BT BTT BP 5/8/12 = Titik impas (ha sawah /tahun ) = Biaya tetap (Rp/tahun) = Biaya tidak tetap (Rp/jam)

= Biaya pokok pengolahan tanah dengan

DAFTAR PUSTAKA
Santosa. 2005. Aplikasi Visual Basic 6.0 dan Visual Studio.Net 2003 dalam Bidang Teknik dan Pertanian, ISBN : 979-731-755-2, Penerbit Andi, Edisi I Cetakan I, Yogyakarta. 304 hal.
..

Santosa, Andasuryani, dan Vivi Veronica. 2008. Kajian Biaya Pokok Traktor Tangan untuk Pengolahan Tanah pada Berbagai Kecepatan Operasi. Jurnal Teknologi Pertanian Andalas. Vol. 12, No. 2, September 2008 : 26 34. Santosa. 2009. Evaluasi Ekononmi pada Sistem Industri. Program Pascasarjana Universitas Andalas. 5/8/12 Padang.

SEKIA
5/8/12

CATATAN

5/8/12