Anda di halaman 1dari 14

Title Genre Cast

: Secret Love : Sweet, Love, : Ryosuke Yamada as Yama Tanpa Nama as Yury

Pembuatan : 07-05-2012 Author : Yuyuu ( Isnaniah Yulinda )

*Yuyuu*

Yama, seorang penyanyi ( superstar ) yang kehidupanya biasa-biasa saja tiba-tiba berubah hanya karena sebuah surat yang tidak diketahui siapa pengiminya. Yama mulai penasaran dengan si penggemar rahasia nya itu. Dan tanpa di sadarinya, rasa penasaranya itu membawanya ke perasaan yang jauh lebih dalam.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hari ini kamu mendapat surat lagi Yama, sama seperti biasanya, bertumpuk dan

berserakan di dalam box besar tempat surat biasanya. ucap sang manager dengan senyum manisnya. * Yama adalah seorang public figure, lebih tepanya adalah seorang penyanyi. Dia penyanyi solo yang juga dance di setiap performnya. Yama adalah sosok pria idaman setiap wanita di jepang, selain karena kepiawaianya dalam bernyanyi dan dance, dia juga pinter, baik, lucu, ramah sama siapa aja, sopan, tidak sombong, pokokya Yama adalah sosok malaikat yang di turunkan ke bumi untuk para wanita. Umm.. oke, terimakasih Naomi.

sahut yama kepada sang manager dengan senyum manisnya pula sambil melepas pakaian konsernya, karena dia baru saja menggelar konser di Yokohama, Jepang * Naomi adalah nama managernya Yama *. Setelah selesai merapikan dirinya, dia kemudian berjalan ke tempat dimana box surat itu di letakkan. Karena sangat banyaknya surat yang di terima membuat Yama tidak mungkin membaca semua surat itu, dia hanya mngambil satu untuk di baca. Setelah mengambil satu dari sekian ribu, dia kemudian membacanya dengan nyaring, karena biasanya sang manager ingin mendegar juga isi surat dari para fansnya itu. Setelah membaca surat itu sampai selesai, Yama dan managernya sangat terkejut karena surat itu seperti tidak asing lagi bagi mereka berdua. Kata-kata di setiap akhir surat itu, pasti dari orang

*Yuyuu*

yang sama, dan kenapa Yama selalu mengambil surat dari orang yang sama itu untuk di baca, padahal ada beribu-ribu surat yang masuk, dan Yama pun mengambilnya secara acak.

Yama hanya bisa tersenyum, karena dia sendiri bingung kenapa bisa seperti itu. 5 konser yang telah di selenggarakan di berbagai kota di Jepang, dia selalu mendapatkan surat itu untuk di baca dan lagi-lagi dari sekian ribu surat kenapa selalu surat ini. jika aku tidak bisa mengenalmu secara langsung, maka biarlah kamu yang mengenalku melalui surat ini .

Dia mengulang bagian akhir surat itu sambil menatap ke arah managernya. Managernya hanya mengangkat alisnya, pertanda diapun tidak tahu akan hal itu. Sambil melipat surat yang telah di bacanya itu, Yama kembali berjalan ke arah tasnya dan memasukan surat itu, dia harus segera meninggalkan lokasi konsernya karena dia harus istirahat setelah melewati hari yang melelahkan.

Sesampainya di rumah, Yama bukanya istirahat, ia malah membuka-buka laci meja yang ada di dalam kamarnya, seperti mencari sesuatu. Setelah membuka hampir semua laci, akhirnya ia menemukan apa yang di carinya itu. Sebuah besi tempat penyimpanan berbentuk kotak persegi, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil pula. Dia mengeluarkan satu-persatu isi dalam kotak itu yang ternyata adalah surat-surat. Dia buka dan melihat ke setiap akhiran dari isi surat-surat tersebut, dan di bandingkanya dengan surat yang ada di dalam tasnya tadi, dan memang sama, bentuk tulisan, awal tulisan, warna di tulisan, dan akhir di setiap tulisan, dan selalu tidak ada nama pengirimnya ( Penggemar Rahasia ).

*Yuyuu*

Hari-hari berlalu seperti biasa, Yama latihan vocal, refreshing di hari libur latihan, berkumpul dengan keluarga dan teman-temanya apabila tidak ada kegiatan. Tapi di pikiran Yama masih tertuju pada surat itu, siapa pengirimnya ? dia mulai di hantui rasa penasaran. Hari, minggu, dan bulan berlalu begitu saja. Tak terasa Yama harus mengadakan konser tunggal ke-6 nya di Osaka dua minggu lagi. Dia berlatih sengan sangat semangat, setiap harinya dia selalu menyempatkan diri untuk latihan dance dan vocalnya, dan tetap dengan rasa penasarannya itu. Apakah di Osaka nanti dia akan kembali mengirim surat dengan kata-kata akhir yang sama ?

Yama benar-benar tidak sabar menunggu saat konsernya tersebut. Dia berpikir bagaimana caranya agar dia tahu siapa yang selama ini mengirim surat dengan kata-kata seperti itu, sangat lembut tapi penuh tanda tanya.

****

Hari ini di selenggarakanya konser Yama. Dia kelihatan rileks seperti biasa, tapi mulai berlaku aneh. Dia mencari-cari box surat yang jelas belum akan berada di dalam ruangan karena konsernya saja belum di mulai.

Umm.. Naomi, letakkan box surat di tempat seperti biasa yah. ( sambil mengetok-ngetok mic nya .) Ya, tentu ( sahut Naomi, tapi dia mulai tersenyum karena tidak biasanya Yama meminta surat di letak kan seperti itu, apa dia mulai tertarik pada penggemar rahasianya itu ? batin Naomi ).

*Yuyuu*

Konser Yama berjalan dengan lancar, ia membawakan lagu-lagu Hitsnya seperti Beautifull Angel, My Heart, Touch Again ( contoh saja ), dan beberapa lainya lagi. Para penonton sangat antusias menyaksikan penampilan Yama. Setelah konsernya berakhir, Yama berlari ke ruang ganti. Dimana surat-suratnya ? ( sambil terengah-engah ) Tepat di sebelah kirimu Yama.

jawab penata kostum. Yama kemudian mendekati box surat itu. Dia bingung harus mengambil surat yang mana, dia terus bertanya-tanya apakah dia akan kembali menemukan surat itu ? atau malah sebaliknya. Tapi selama 5 konser yang lalu dia selalu mendapatkan surat yang sama. Dia terlihat sangat gugup, dan tak sadar kalau Naomi memperhatikanya dari kejauhan. Tinggal ambil saja Yama. ( Naomi mengagetkan Yama ) Kenapa kamu terlihat gugup ? kamu mencari surat itu kan ? ( Naomi berjalan mendekati Yama ). Ya.. Umm.. ya, aku memang mencari surat itu, tapi aku tidak tahu apakah akan menemukanya kembali ? Seperti biasa saja, bukankah sering kali juga seperti itu. ( Naomi mulai meyodorkan box surat-surat kepada Yama yang dengan spontan mengambil salah satu surat ) Dia hanya memegangnya erat, tidak ada niat untuk membuka. Come on, baca Yama. (ucap salah seorang crew )

*Yuyuu*

Yama pun membuka amplop surat itu dengan gemetar, dia mulai membuka lipatan surat itu dan membacanya pelan-pelan. Selesai surat itu di baca, Yama terdiam, itu bukan surat yang ingin di bacanya, bukan itu. Naomi mulai berbicara kita tidak mungkin membuka dan membaca semua surat ini Yama ? ada ribuan surat disini, kalaupun kita membukanya satu persatu, akan memakan waktu yang lumayan lama, tidak cukup selama 1 minggu. ( Naomi bicara pelan, dia tahu perasaan Yama saat ini )

Tapi kali ini Yama tidak bertingkah normal, ia bahkan tidak mendengarkan perkataan Naomi sama sekali. Dia mulai membuka dan membaca satu-persatu surat dalam box itu, tapi hasilnya nihil. 20 surat yang sudah di bukanya, tidak ia temukan surat yang di carinya itu. Ia mulai gelisah, mengeluarkan keringat, dan kembali membuka-buka surat-surat yang ada dan mulai meneteskan air matanya. Ini bukan seperti Yama, ia bahkan tidak pernah menangis sebelumnya. Naomi yang telah bersamanya selama 6 tahun pun tidak percaya Yama menangis demi sebuah surat. Tapi Naomi tidak tinggal diam, dia berjalan mendekat ke arah Yama. kita akan mencarinya bersama-sama. ( Ucap Naomi )

Hampir 2 jam mereka membuka surat-surat dalam box itu, tapi masih belum menemukanya. Penampilan Yama bahkan terlihat semakin buruk, keringat dan air matanya jadi satu. Yama , kita tidak akan bisa menemukanya, masih ribuan surat disini, kamu bahkan belum memakan apapun setelah konser tadi, aku takut kamu sakit. (Naomi menggoyang-goyangkan tubuh Yama dan mulai menghapus keringat serta iar matanya ) Kita harus pulang sekarang ( Naomi mulai membantu Yama berdiri dan tak terasa Yama sudah sampai di rumahnya )

****
*Yuyuu* 6

Naomi kemudian membuat Fanpage ungtuk Yama dimana setiap harinya akan ada pertanyaan dari Yama, yang tentu saja sebenarnya Fanpage itu bertujuan untuk menemukan si penggemar rahasianya itu. Hari-hari berlalu dan tiba saatnya untuk memberikan pertanyaan kepada para penggemarnya. Pertanyaan di hari itu adalah Kuis : Lengkapilah kata-kata ini, dan apabila salah satu dari kalian berhasil, maka kalian akan mendapatkan kesempatan untuk bertemu aku secara langsung. * Jika aku tidak bisa mengenalmu secara langsung, * Semoga kalian sukses dengan jawabanya. Yama

ya, tentu saja hanya si pemilik kata-kata itulah yang akan mampu merangkai kata-kata itu. Setelah pertanyaan itu di terbitkan, seketika banyak sekali jawaban yang bermunculan, tapi tidak ada yang sesuai dengan jawabanya. Bahkan ada yang bilang aku bahkan belum pernah mendengar pertanyaan seperti itu. Pro-kontra terjadi begitu saja. Para penggemar Yama mulai rebut tidak jelas.

Tidak cukup 1 hari untuk memeriksa semua jawaban dari para penggemarnya. Setelah 2 minggu, akhirnya crew dari Management Yama menemukan jawaban yang sama persis dan tentu saja itu kabar yang sangat menggembirakan untuk Yama. Ia bahkan langsung meminta Managernya untuk menghubungi si pemenang yang bernama Yury tersebut. Setelah 2 hari berlangsung dan telah di ambil keputusan, besok adalah hari dimana Yama akan bertemu dengan Yury. Yama kembali terlihat sangat gugup, 360 derajat berbeda dengan dirinya kemarin, padahal besoklah hari pertemuanya, bukan hari ini.

*Yuyuu*

Krriinngg.. ( alarm berbunyi ), Yama cepat-cepat bangun, mandi, dan mempersiapkan dirinya untuk pertemuan itu. Memakan waktu yang sangat lama untuknya mempersiapkan diri, mulai dari memilih pakaian ( sudah berganti-ganti pakaian beberapa kali), gaya rambut, sepatu, jenis parfum, bahkan dia melatih kata-kata yang akan di ucapkanya nanti.

Umm. Hai, aku Yama, kamu..? waktu aku mengadakan konser di Yokohama, apa kamu melihat ? Aaa ( berteriak kencang ) kalau aku Tanya begitu nanti dia kan bertanya-tanay darimana aku tahu kalau dia selalu menyaksikan konser ku selama ini. Oke, ( menarik napas panjang ) Hei, aku Yama. Selamat telah memenangkan kuis tersebut. Aaa.. justru seperti pembawa acara TV. Aarrggh.. rileks.. rileks.. dia hanya seorang penggemar. Tapi tetap saja tidak bisa di bohongi, dia masih saja gemetaran, malah sekarang lari-lari kecil seperti pemanasan lari 8 kilo. Wajahnya pun mulai pucat, dan jantungnya berdetak semakin kencang.

****

Naomi sudah menunggu di bawah, dan Yama pun ( mau tidak mau ) sudah siap untuk bertemu sang penggemar rahasia tersebut ( Yury ). Yama dan Naomi memasuki mobil dan mereka berangkat ke tempat pertemuan ( studio latihan Yama ). Sepanjang perjalanan, Yama tidak bicara apa-apa, Naomi pun juga, mereka sama-sama terlihat gugup ( Yama jelas karena akan bertemu Yury, sedangkan Naomi karena ia melihat Yama gugup karena sebelumnya tidak pernah terlihat seperti ini, kecuali pada saat akan mengambil surat pada konser ke-6 nya dulu ).

*Yuyuu*

Sekarang mobil sudah parkir, tapi mereka berdua masih duduk dan tak ada pergerakan sama sekali. Hampir 5 menit berlalu, supir pun akhirnya menyapa mereka. Anda akan ada pertemuan bukan ? kenapa masih duduk dan berdiam diri disini ? apa ada yang tertinggal di rumah ? kemudian hening kembali. Ya, kami akan turun ( ucap Naomi, merasa seperti di usir ). Ayo Yama, jangan membuang-buang waktumu. ( lanjut Naomi yang kemudian membuka pintu mobil, di ikuti oleh Yama ).

Mereka berdua berjalan menyusuri koridor, pintu-pintu, dan akhirnya sampai di depan pintu yang di tuju, dan langsung saja di buka oleh Naomi. Mereka berjalan ke arah kursi yang sudah di duduki oleh seorang wanita. Yama berjalan tepat di belakang Naomi, sambil menundukan wajahnya. Ketika Naomi berhenti karena sudah berdiri tepat di depan kursi yang kosong, spontan saja Yama kaget dan hampir saja tertabrak Naomi yang tepat berdiri di depanya. Yama, silahkan ( ucap Naomi ).

Yama pun duduk di kursi yang bersebrangan dengan temapat duduk Yury. Dengan berani Yama mengangkat wajahnya dan menatap Yury ( tepat di saat Yury memeberikan senyumanya ). Betapa kagetnya Yama, karena orang yang selama ini membuat dirinya melakukan hal-hal yang tidak pernah di lakukanya adalah seorang remaja, lembut ( dari caranya tersenyum ), tenang ( karena tidak teriak-teriak kaya fans lainya kalo liat Yama ), dan yang pasti puitis ( dari surat-suratnya yang telah di baca Yama ) dan jantungnya kembali berdebar. Hampir tidak ada pembicaraan selama 3 menit berlalu ( karena Naomi duduk mengambil kursi yang lumayan jauh dari Yama, jadi sangat tidak mungkin dia yang memulai pembicaraan ).

*Yuyuu*

Terima kasih sudah menyempatkan waktumu untuk bertemu aku. (Yury memulai pembicaraan yang tentu saja mengagetkan Yama yang sedang memandangya ) Ee, aa.. ya, tentu saja. ( Yama semakin gugup, ia ingin memulai pembicaraan tapi ia semakin bingung apa yang harus di bicarakannya ) Apa kamu benar akamu suka memasak ? ( Yury kembali memulai pembicaraan ) Ya, itu salah satu kegiatanku di saat hari libur.

Mereka mulai membicarakan banyak hal mulai dari hobby masing-masing, music, film, warna, dan waktu terasa begitu cepat berlalu. Sudah hampir 1 jam, Yama mulai semakin merasakan ada yang lain, jantungnya berdegup semakin kencang ketika Yury tersenyum. Ia bahkan hampir tidak bisa menahanya, ia terus merasa gugup dan berdebar, tapi ia terus berusaha terlihat tenang).

1,5 jam berlalu. Naomi berjalan mendekat ke arah Yama yang berarti waktu mereka untuk bertemu sudah selesai. Terimakasih Yury, kamu telah meluangkan waktumu. ( ucap Naomi sambil membungkukkan badanya ) Yama dan Yury pun berdiri ( kemudian Yury juga membungkukkan badanya ) Sama-sama.

*Yuyuu*

10

Yama berjalan menuju keluar ruangan, di ikuti oleh Naomi. Tapi ketika tepat berada di depan pintu Yama tiba-tiba berhenti. Dan dia membalikan badanya kemudian berjalan balik ke arah Yury. ( Yury yang tadinya ingin pergi pun terdiam dan menghentikan langkahnya ) Bolehkan aku meminta nomer Hand Phone mu Yury ?

****

Hari-hari Yama kini mulai berubah, ( ia mulai merasa kalau ia jatuh cinta pada Yury ) mereka juga mulai sering saling berkirim pesan teks lewat HP, lebih sering bertemu, makan siang bersama, menghabiska waktu libur dengan nonton film kesukaan, ke taman, dan banayak lagi. Seiring berjalanya waktu, hari, dan bulan berlalu, bukan hanya Yama yang mulai menyadari perasaanya, tapi Yury juga, hanya saja ia tetap bersikap tenang. Tapi sepertinya Yama tidak bisa memendam perasaan itu sendiri, ia harus mengutarakanya, sekarang atau tidak sama sekali. Apakah kamu punya waktu untuk bertemu aku di hari Sabtu ? Ada yang ingin ku bicaarakan. (tanya Yama dengan penuh harapan ) Ya, kebetulan aku tidak ada rencana di hari itu. ( Yury tersenyum ramah, dan tentu saja Yama sangat lega atas jawaban Yury tersebut )

Yama menceritakan apa yang di rasakan terhadap Yury kepada managernya Naomi. Mereka kini mulai berbicara serius tentang banyak hal. Pembicaraan itu berlangsung di hari berikutnya, mereka tampak belum mendapat keputusan. Yama mulai terlihat kecewa, ia berdiri dan pergi meninggalkan Naomi begitu saja. Ia bahkan tidak menyadari kalau besok adalah hari di mana ia dan Yury berjanji akan bertemu. Sepanjang malam berlalu, Yama tidak bisa tidur, ia

*Yuyuu*

11

berfikir untuk membatalkan pertemuanya, tapi ia juga tidak ingin mengecewakan Yury. Di tengah kelelahanya, akhirnya ia pun tertidur.

Pagi menjelang, Yama bersiap-siap untuk bertemu Yury. Ia memikirkan banyak hal di sepanjang perjalanan. Setibanya di sebuah taman ( tempat mereka berjanji untuk bertemu ) terlihat Yury sudah berdiri tepat di bawah pohon Sakura ( sedang musim gugur ). Yama berjalan sambil tersenyum dan berhenti di depan Yury. Mereka mulai terlihat seperti pertama kali bertemu, diam dan tak ada kata-kata. Tapi kali ini Yama yang memberanikan diri untuk memuai pembicaraan terlebih dahulu, tapi ia kalah cepat dari pada Yury. Yury, aku me ( tiba-tiba saja perkataan Yama di potong oleh Yury ). Yama, aku akan berangkat besok ke Amerika untuk melanjutkan sekolahku ). Kini keadaan jauh lebih hening. Yama benar-benar terkejut dengan apa yang di katakan Yury, ia bahkan belum selesi mengatakan kalau dia menyukainya. Dengan air mata yang mulai membasahi pipi, Yama mulai mencoba bicara di tengah-tengah tngisanya. Yury, ( hening sejenak ) taukah kamu, ( menatap Yury ) saat pertama kali aku mengenalmu, aku sudah menemukan apa yang aku cari. Saat aku bicara padamu, aku mendengar apa yang tidak pernah aku dengar sebelumnya. Saat aku menatapmu, aku melihat yang belum pernah ku lihat sebelumnya. Saat akau di sampingmu, aku merasakan apa yang tak pernah ku rasakan. Dan saat kau katakan hal itu, aku kehilangan semuanya, kamu telah mengambil kembali apa yang telah aku dapatkan darimu. Penglihatanku, pendengaranku, dan perasaanku.

Yury pun meneteskan air matanya, hanya saja ia tidak bisa berkata apa-apa lagi, perasaanya sudah tercampur jadi satu. Ia sebenarnya ingin mengatakan kalau Yama lah yang memberikan warna dalam hidupnya selama ini. Yama yang membuatnya berusaha terlihat cantik ( karena jauh sebelum ia bertemu dengan Yama, Yury hanyalah sosok remaja biasa, jauh dari biasa. Ia hitam, dekil, bau, dan jauh dari standart seorang yang di sebut remaja ). yang
*Yuyuu* 12

membuatnya mengerti cinta itu berarti bersedia dan mampu menunggu ( karena sesaat setelah Yama menceritakan apa yang di rasakanya terhadap Yury kepada Naomi, di hari itu pula Naomi menghubungi Yury dan memberitahukan kalau Yama tidak boleh memiliki hubungan untuk sementara waktu, ia terikat kontrak, managementnya tidak mengijinkan aktrisnya mempunyai pasangan selama masih terikat kontrak, dan Yama masih punya 3 tahun kontrak yang harus di laluinya. Karena itulah ia memutuskan untuk melanjutkan sekolahnya ke luar negri dan menghela perkataan Yama tepat di saat ia akan mengatakan perasaanya ). Dan yang sekarang membuatnya menyadari kalau cinta itu pilihan, ungkapkan atau tidak sama sekali. seharusnya ia mengatakan ia menyukai Yama terlebih dahulu sebelum ia memberitahu keberangkatanya. Tapi nasi sudah menjadi bubur, ia tidak ingin semakin membuat Yama merasa di permainkan, dan akhirnya ia memilih diam. Mereka saling menatap satu sama lain. Mereka tahu bagaimana perasaan dari mereka masing-masing. Diam, dan keheningan cukup berlangsung lama ( tetap dengan keadan meneteskan air mata, tanpa ada pembicaraan ). Dan Yama kembali memberanikan diri untuk berbicara terlebih dahulu. Yury, jika waktu tidak mengijinkanku untuk mengatakanya sekarang, maka biarlah waktu pula yang akan mengijinkanya kelak.

Yury tersenyum karena ia mengerti maksud kata-kata Yama ( Yama pun membalas senyuman Yury, karena ia tahu Yury mengerti apa yang di katakanya ). Dengan pelan, Yama kemudian membalikan badanya yang juga di ikuti oleh Yury, mereka berjalan pelan dan mulai tidak terlihat seiring bertambahnya pengunjung di taman itu.

****

*Yuyuu*

13

End
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

*Yuyuu*

14