Anda di halaman 1dari 40

TUGAS PONDASI

Teknik Sipil D4 Hery Jafri


Rekayasa Jalan dan Jembatan 08 643 006

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pembangunan suatu konstruksi, pertama tama sekali yang dilaksanakan dan dikerjakan
dilapangan adalah pekerjaan pondasi (struktur bawah) baru kemudian melaksanakan pekerjaan
struktur atas. Pembangunan suatu pondasi sangat besar fungsinya pada suatu konstruksi. Secara
umum pondasi didefenisikan sebagai bangunan bawah tanah yang meneruskan beban yang
berasal dari berat bangunan itu sendiri dan beban luar yang bekerja pada bangunan ke tanah yang
ada disekitarnya. Struktur bawah sebagai pondasi juga secara umum dapat dibagi dalam dua jenis
yaitu pondasi dangkal dan pondasi dalam. Pemilihan jenis pondasi ini tergantung kepada jenis
struktur atas, apakah termasuk konstruksi beban ringan atau beban berat dan juga jenis
tanahnya.Untuk konstruksi beban ringan dan kondisi lapisan tanah permukaan cukup baik,
biasanya jenis pondasi dangkal sudah memadai. Tetapi untuk konstruksi beban berat biasanya
jenis pondasi dalam adalah menjadi pilihan, dan secara umum permasalahan perencanaan
pondasi dalam lebih rumit dari pondasi dangkal.

1.2 Tujuan
Adapun tujuan laporan adalah :
1. Mendesign dimensi abutment.
2. Menentukan jenis dan kedalaman pondasi pancang yang digunakan.
3. Menghitung daya dukung ultimate tiang tunggal.
4. Merencanakan tiang kelompok/group.
5. Menghitung penurunan pondasi dan menghitung berapa lama penurunan pondasi.
6. Merencanakan sheet pile yang akan dipasang ditepi sungai

TUGAS PONDASI


Teknik Sipil D4 Hery Jafri
Rekayasa Jalan dan Jembatan 08 643 006

BAB II
DASAR TEORI

2.1 PENGERTIAN PONDASI
Pondasi adalah bagian terbawah dari suatu struktur yang berfungsi menyalurkan
beban dari struktur diatasnya ke lapisan tanah pendukung. Pondasi sendiri jenisnya ada
bermacam - macam. Penentuan jenis pondasi biasanya dipengaruhi keadaan tanah
disekitar bangunan atau pun jenis beban bangunan itu sendiri. Jika ingin Tahu lebih
dalam lagi tentang pondasi
Pondasi merupakan bagian dari struktur yang berfungsi meneruskan beban menuju
lapisan tanah pendukung dibawahnya. Dalam struktur apapun, beban yang terjadi baik
yang disebabkan oleh berat sendiri ataupun akibat beban rencana harus disalurkan ke
dalam suatu lapisan pendukung dalam hal ini adalah tanah yang ada di bawah struktur
tersebut. Banyak faktor dalam pemilihan jenis pondasi, faktor tersebut antara lain beban
yang direncanakan bekerja, jenis lapisan tanah dan faktor non teknis seperti biaya
konstruksi, waktu konstruksi. Pemilihan jenis pondasi yang digunakan sangat
berpengaruh kepada keamanan struktur yang berada diatas pondasi tersebut. Jenis
pondasi yang dipilih harus mampu menjamin kedudukan struktur terhadap semua gaya
yang bekerja. Selain itu, tanah pendukungnya harus mempunyai kapasitas daya dukung
yang cukup untuk memikul beban yang bekerja sehingga tidak terjadi keruntuhan. Dalam
kasus tertentu, apabila sudah tidak memungkinkan untuk menggunakan pondasi dangkal,
maka digunakan pondasi dalam. Pondasi dalam yang sering dipakai adalah pondasi tiang
pancang. Menurut Bowles (1984), pondasi tiang pancang banyak digunakan pada struktur
gedung tinggi yang mendapat beban lateral dan aksial. Pondasi jenis ini juga banyak
digunakan pada struktur yang dibangun pada tanah mengembang (expansive soil). Daya
dukung tiang pancang yang diperoleh dari skin friction dapat diaplikasikan untuk
menahan gaya uplift yang terjadi. Faktor erosi pada sungai juga menjadi pertimbangan
penggunaan tiang pancang pada jembatan.

TUGAS PONDASI


Teknik Sipil D4 Hery Jafri
Rekayasa Jalan dan Jembatan 08 643 006

2.1.1 Pondasi Langsung (STAHL) :

Pondasi langsung (Stahl) dipakai pada kondisi tanah : baik , Yaitu dengan
kekerasan tanah atau sigma tanah = 2 Kg / Cm2 , dengan kedalaman tanah keras lebih
kurang = 1,50 Cm, kondisi air tanah cukup dalam. Bahan material yang dipergunakan
untuk pondasi jenis ini biasanya dipakai : batu kali, batu gunung, atau beton tumbuk,
sedangkan bahan pengikatnya digunakan semen dan pasir sebagai bahan pengisi.

Pada umumnya bentuk pondasi batu kali dibuat trapesium dengan lebar bagian atas
paling sedikit 25 cm. Dibuat selebar 25 cm, karena bila disamakan dengan lebar dinding
dikhawatirkan dalam pelaksanaan pemasangan pondasi tidak tepat dan akan sangat
mempengaruhi kedudukan dinding pada pondasi sehingga dapat dikatakan pondasi tidak
sesuai lagi dengan fungsinya. Sedangkan untuk lebar bagian bawah trapesium tergantung
perhitungan dari beban di atasnya, tetapi pada umumnya dapat dibuat sekitar 70 80 cm.
Batu kali yang dipasang hendaknya sudah dibelah dahulu besarnya kurang lebih 25 cm, ini
dengan tujuan agar tukang batu mudah mengatur dalam pemasangannya, di samping kalau
mengangkat batu tukangnya tidak merasa berat, sehingga bentuk pasangan menjadi rapi
dan kokoh.

Pada dasar konstruksi pondasi batu kali diawali dengan lapisan pasir setebal 5 10 cm
guna meratakan tanah dasar, kemudiandipasang batu dengan kedudukan berdiri (pasangan
batu kosong)dan rongga-rongganya diisi pasir secara penuh sehingga kedudukannya
menjadi kokoh dan sanggup mendukung beban pondasi di atasnya. Susunan batu kosong
yang sering disebut aanstamping dapat berfungsi sebagai pengaliran (drainase) untuk
mengeringkan air tanah yang terdapat disekitar pondasi.

2.1.2 Pondasi Foot Plat

Pondasi foot plat dipergunakan pada kondisi tanah dengan daya dukung tanah (sigma) antara :
1,5 - 2,00 kg/cm2. Pondasi foot plat ini biasanya dipakai untuk bangunan gedung 2 4 lantai,
dengan kondisi tanah yang baik dan stabil. Bahan dari pondasi ini dari beton bertulang. Untuk
menentukan dimensi dari pondasi ini dengan perhitungan konstruksi beton bertulang.

Beton adalah campuran antara bahan pengikat Portland Cement (PC) dengan bahan tambahan
atau pengisi yang terdiri dari pasir dan kerikil dengan perbandingan tertentu ditambah air
secukupnya. Sedangkan komposisi campuran beton ada 2 macam yaitu:
a. Berdasarkan atas perbandingan berat.
b. Berdasarkan atas berbandingan isi (volume).
TUGAS PONDASI


Teknik Sipil D4 Hery Jafri
Rekayasa Jalan dan Jembatan 08 643 006

Perbandingan campuran beton untuk konstruksi beton adalah 1 PC :2 pasir : 3 kerikil atau 1
PC : 3 pasir : 5 kerikil, sedang untuk beton rapat air menggunakan campuran 1 PC : 1 pasir : 2
kerikil. Beton mempunyai sifat sanggup mendukung tegangan tekan dan sedikit mendukung
tegangan tarik. Untuk itu agar dapat jugamendukung tegangan tarik konstruksi beton tersebut
memerlukan tambahan besi berupa tulangan yang dipasang sesuai daerah tarik yang memerlukan.

Konstruksi pondasi pelat lajur beton bertulang digunakan apabila bobot bangunan sangat
besar. Bilamana daya dukung tanah kecil dan untuk memperdalam dasar pondasi tidak mungkin
sebab lapisan tanah yang baik letaknya sangat dalam sehingga sistem pondasi pelat beton bertulang
cukup cocok. Bentuk pondasi pelat lajur tersebut kedua tepinya menonjol ke luar dari bidang
tembok sehingga dimungkinkan kedua sisinya akan melentur karena tekanan tanah. Agar tidak
melentur maka pada pelat pondasi diberi tulangan yang diletakkan pada daerah tarik yaitu dibidang
bagian bawah yang disebut dengan tulangan pokok.Besar diameter tulangan pokok 13 - 16
mm dengan jarak 10 cm 15 cm, sedang pada arah memanjang pelat dipasang tulangan pembagi
6 - 8 mm dengan jarak 20 cm 25 cm. Campuran beton untuk konstruksi adalah 1 PC : 2 pasir :
3 kerikil dan untuk lantai kerja sebagai peletakan tulangan dibuat betondengan campuran 1 PC : 3
pasir : 5 kerikil setebal 6 cm.

Luas bidang pelat beton sebagai telapak kaki pondasi biasanyaberbentuk bujur sangkar atau
persegi panjang. Telapak kaki yangberbentuk bujur sangkar biasanya terletak di bawah
kolombangunan bagian tengah. Sedangkan yang berbentuk empatpersegi panjang ditempatkan pada
bawah kolom bangunan tepi atau samping agar lebih stabil. Luas telapak kaki pondasi tergantung
pada beban bangunan yang diterima dan daya dukung tanah yang diperkenankan ( tanah),
sehingga apabila daya dukung tanahnya makin besar, maka luas pelat kakinya dapat dibuat lebih
kecil.

2.1.3. Pondasi Sumuran
Pondasi sumuran dipakai untuk tanah yang labil, dengan sigma lebih kecil dari 1,50 kg/cm2.
Seperti bekas tanah timbunan sampah, lokasi tanah yang berlumpur.

TUGAS PONDASI


Teknik Sipil D4 Hery Jafri
Rekayasa Jalan dan Jembatan 08 643 006

2.1.4. Pondasi Tiang Pancang
Pondasi tiang pancang dipergunakan pada tanah-tanah lembek, tanah berawa, dengan kondisi
daya dukung tanah (sigma tanah) kecil, kondisi air tanah tinggi dan tanah keras pada posisi sangat
dalam. Bahan untuk pondasi tiang pancang adalah : bamboo, kayu besi/kayu ulin, baja,dan beton
bertulang.
a. Pondasi Tiang Pancang Kayu
Pondasi tiang pancang kayu di Indonesia, dipergunakan pada rumah-rumah panggung di daerah
Kalimantan, di Sumatera, di Nusa Tenggara, dan pada rumah-rumah nelayan di tepi pantai.

b. Pondasi Tiang Pancang Beton
Pondasi tiang beton dipergunakan untuk bangunan-bangunantinggi (high rise building). Pondasi
tiang pancang beton, proses pelaksanaannya dilakukan sebagai berikut :
1). Melakukan test boring untuk menentukan kedalaman tanah keras dan klasifikasi
panjang tiang pancang, sesuai pembebanan yang telah diperhitungkan.
2).Melakukan pengeboran tanah dengan mesin pengeboran tiang pancang.
3). Melakukan pemancangan pondasi dengan mesin pondasi tiang pancang.

Pondasi tiang pancang beton pada prinsipnya terdiri dari : pondasi tiang pancang beton cor di
tempat dan tiang pancang beton sistem fabrikasi.

c. Pondasi tiang pancang beton cor ditempat Proses pelaksanaannya pondasi tiang pancang beton
cor di tempat sebagai berikut :
1). Melakukan pemboran tanah sesuai kedalamn yang ditentukan dengan memasukkan besi
tulangan beton.
2). Memompa tanah bekas pengeboran ke atas permukaan tanah.
3). Mengisi lubang bekas pengeboran dengan adukan beton, dengan sistem dipompakan
dan desakan/tekanan.
4). Pengecoran adukan beton setelah selesai sampai di atas permukaan tanah,
5). Kemudian dipasang stek besi beton sesuai dengan aturan teknis yang telah
ditentukan.


TUGAS PONDASI


Teknik Sipil D4 Hery Jafri
Rekayasa Jalan dan Jembatan 08 643 006

2.2 Abutment
Abutment merupakan tumpuan dari gelagar jembatan pada bagian ujung beton atau
muatan yang diberikan pada abutment dari bagian atas. Beban jembatan dilimpahkan
kepondasi di bawahnya yang kemudian diteruskan ke tanah.

2.3 Tiang Pancang Kelompok ( pile Group )

Pada keadaan sebenarnya jarang sekali didapatkan tiang pancang yang berdiri sendiri,
akan tetapi kita sering mendapatkan pondasi tiang pancang dalam bentuk kelompok.

Untuk mempersatukan tiang-tiang pancang tersebut dalam satu kelompok tiang
biasanya di atas tiang tersebut diberi footing. Dalam perhitungan footing dianggap/dibuat
kaku sempurna, sehingga :
1. Bila beban-beban yang bekerja pada kelompok tiang tersebut menimbulkan penurunan,
maka setelah penurunan bidang footing tetap merupakan bidang datar.
2. Gaya yang bekerja pada tiang berbanding lurus dengan penurunan tiang-tiang.








TUGAS PONDASI


Teknik Sipil D4 Hery Jafri
Rekayasa Jalan dan Jembatan 08 643 006

BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Perhitungan Struktur Atas
1. Perhitungan beban mati pada bangunan atas
Tabel 1. Beban mati Bangunan atas
No Uraian Bahan Berat (Ton)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
Gelagar Memanjang WF. 26 x 240
Diafragma type C-30 (W= 46,2 kg)
Lantai aspal tebal 5 cm
Lantai beton tebal 20 cm
Plat penyambung 121.80
Plat penyambung 100.40
Tiang sandaran
Pipa sandaran
Lantai beton trotoar tebal 20 cm
Lantai trotoar
Cover Plat 40.2,5
Paku Rivet 3 cm

52.34
0.63
21.30
97.00
7.35
3.01
0.70
0.77
12.53
13.75
8.11
0.07

Total 217.56

Jadi beban mati untuk 1 abutment =

= 108,78 ton
Faktor Keamanan : 1,2 = Beban x 1,2
= 108,78 x 1,2 = 130,536 ton = 1305,36 kN
TUGAS PONDASI


Teknik Sipil D4 Hery Jafri
Rekayasa Jalan dan Jembatan 08 643 006

2. Perhitungan beban hidup
Klas jembatan = 1, muatan hidup = 100%
a. Beban roda T = 100% x Beban roda
10 ton = 1 x 10 = 10 ton
b. Beban garis P = 100% x Beban garis
13 ton = 1 x 13 = 13 ton
c. Beban merata q = 100% x beban merata
2,3 ton/m = 1 x 2,3 = 2,3 ton/m

3. Perhitungan koefisien kejut (K)

K = 1 +


= 1 +

= 1, 303

4. Perhitungan total beban hidup













TUGAS PONDASI


Teknik Sipil D4 Hery Jafri
Rekayasa Jalan dan Jembatan 08 643 006

a. Beban lajur
V1 = x q x L + P = x 2,3 x 16 + 13
= 31,4 ton
untuk 2 lajur = 2 x V1
= 2 x 31,4 = 62,8 ton

b. Beban Trotoar
V2 = q x lebar trotoar kanan dan kiri
q = 500 kg/m2 = 500 x 1
V2 = x q x L = x 500 x 16
= 4000 kg = 4 ton

Total beban hidup = beban hidup pada lajur (V1) + beban hidup pada trotoar (V2)
= 62,8 + 4
= 66,8 ton = 668 kN

Beban hidup akibat kejut = Koefisien kejut (K) x beban garis (P)
= 1.303 x 13
= 16,939 ton = 169,39 kN

5. Perhitungan gaya akibat tekanan tanah
Data tanah timbunan : 1. Bahan tanah kohesif
2. Sudut geser dalam () = 12
3. Berat volume tanah ( ) = 18 kN/m3






TUGAS PONDASI


Teknik Sipil D4 Hery Jafri
Rekayasa Jalan dan Jembatan 08 643 006

















Gambar 1.1 Gaya akibat tekanan tanah














TUGAS PONDASI


Teknik Sipil D4 Hery Jafri
Rekayasa Jalan dan Jembatan 08 643 006

a. Koefisien tekanan tanah aktif
Ka = tg2 ( 45 /2 )
= tg2 ( 45 12/2 )
= 0,656

b. Beban tambahan diatas timbunan oprit setinggi 60 cm
q = x 0,6 m = 18 x 0,6 m = 10,8 kN/m
= Ka x x H = 0,656 x 18 x 5,2 = 61,402 kN/m2
q = Ka x q = 0,656 x 10,8 = 7,085 kN
Jadi :
Pa = x x panjang
= x 61,402 x 5,2
= 159,645 kN
Paq = q x panjang x H
= 7,085 x 5,2
= 36.842 kN
TUGAS PONDASI


Teknik Sipil D4 Hery Jafri
Rekayasa Jalan dan Jembatan 08 643 006

c. Gaya akibat tekanan tanah
Tabel 2. Tekanan tanah
Bagian Gaya (kN) Lengan (m) Momen (kNm)
1 2 1 x 2
Pa 159,645 1,743 278,261
Paq 36,842 2,61 96,198
Total 196,487 374,459

- Lengan : jarak dari titik berat kedasar abutment
Tinggi abutmen (H) = 5,2 m
Lengan :
Pa = 1/3 H
= 1/3 x 5,2 = 1,743 m
Paq = H
= x 5,2 = 2,61 m

Jarak titik berat : o =

= 1,906 m

Pa Total = Gaya
= 196,487 x 9
= 1768,383 kN

Momen = Pa Total x o
= 1768,383 x 1,906
= 3370,538 kNm


TUGAS PONDASI


Teknik Sipil D4 Hery Jafri
Rekayasa Jalan dan Jembatan 08 643 006

3.2 Perhitungan Struktur Bawah
1. Desain awal abutment
Tinggi abutment (H) = 5.2 m
Lebar telapak (B) = 2.6 m
Tebal telapak = 0.7 m
Tinggi dudukan = 1.02 m
Lebar dudukan = 0.90 m




















Gambar 2.1 Struktur Bawah

TUGAS PONDASI


Teknik Sipil D4 Hery Jafri
Rekayasa Jalan dan Jembatan 08 643 006

2. Data tanah
- Data boring :
Sudut geser dalam | = 12
Cohesi ( c ) = 25 Kpa
Berat Jenis tanah = 18 kN/m3

- Tanah Timbunan :
Sudut geser dalam | = 10
Cohesi ( c ) = 30 Kpa
Berat Jenis tanah = 19 kN/m
3. Perhitungan luas abutment
Tabel 3. Luas Abutment
No Factor Lebar (m) Tinggi (m) Luas (m2)
1 1 0.25 0.65 0.16
2 1 0.50 0.37 0.19
3 1 1.40 0.35 0.49
4 1 1.80 0.50 0.90
5 0.5 0.55 0.50 0.14
6 0.5 0.55 0.50 0.14
7 1 0.70 2.66 1.86
8 0.5 0.95 0.30 0.14
9 0.5 0.95 0.30 0.14
10 1 2.6 0.70 1.82

TUGAS PONDASI


Teknik Sipil D4 Hery Jafri
Rekayasa Jalan dan Jembatan 08 643 006















4. Perhitungan gaya akibat berat sendiri abutment
Tabel 4. Titik berat abutment
No Pjg
(m)
Luas
(m2)
B x h
Bj Beton
(kN/m3)
Gaya
(kN)
w
Ttk Pst
(m)
X
`Ttk Pst
(m)
y
M x
(kN/m)
My
(kN/m)
1 9 0.16 25 36.6 1.83 4.91 67 179
2 9 0.19 25 41.9 1.95 4.39 82 184
3 9 0.49 25 110.3 1.50 4.03 165 445
4 9 0.90 25 202.5 1.30 3.61 263 731
5 9 0.14 25 30.9 1.83 3.19 57 99
6 9 0.14 25 30.9 0.77 3.19 24 99
TUGAS PONDASI


Teknik Sipil D4 Hery Jafri
Rekayasa Jalan dan Jembatan 08 643 006






5. P
e
perhitungan titik berat gaya
Jarak titik : Ditinjau dari titik M (ujung pondasi)

Xo =

Yo =


= 1.351 m = 2.066 m
6. Perhitungan momen akibat berat abutment
Lengan Xo = 1.351 m
Momen = EW x Xo
= 1345 x 1.351
= 1878.4 kNm

7 9 1.86 25 418.6 1.30 2.03 544 849
8 9 0.14 25 32.1 1.97 0.80 63 26
9 9 0.14 25 32.1 0.63 0.80 20 26
10 9 1.82 25 409.5 1.30 0.35 532 143
Total 5.98 1345 Total 1817.36 2780.05
TUGAS PONDASI


Teknik Sipil D4 Hery Jafri
Rekayasa Jalan dan Jembatan 08 643 006



Gambar 2.2 Titik Berat Abutmen

7. Perhitungan Luas tanah dibelakang abutment
Tabel 5. Luas tanah
No Factor Lebar (m) Tinggi (m) Luas (m2)
1 1 0.65 0.65 0.4225
2 1 0.40 0.2 0.792
TUGAS PONDASI


Teknik Sipil D4 Hery Jafri
Rekayasa Jalan dan Jembatan 08 643 006

3 1 0.40 0.5 0.2
4 0.5 0.55 0.5 0.1375
5 1 0.95 1.86 1.7651
6 0.5 0.95 0.3 0.1425

















TUGAS PONDASI


Teknik Sipil D4 Hery Jafri
Rekayasa Jalan dan Jembatan 08 643 006

8. Perhitungan gaya akibat tanah
Tabel 6. Titik berat tanah


9. Perhitungan jarak titik berat

Xo =

Yo =


= 2.224 m = 2.916 m
Ditinjau dari titik m (ujung pondasi)

10. Perhitungan momen akibat urugan tanah dibelakang abutment (oprit)
Lengan ( Xo ) = 2.224 m
Momen = EW x Xo
= 560.5 x 2.224
= 1246.7 kNm
No Pjg (m) Luas (m)
b x h
Bj Tanah
(kN/m)
Gaya (kN)
W
Ttk Pst (m)
x
Ttk Pst (m)
y
Mx
(kN/m)
My
(kN/m)
1 9 0.4 18 68.4 2.275 4.91 155.712 355.731
2 9 0.8 18 128.3 2.400 4.35 307.930 557.866
3 9 0.2 18 32.4 2.400 3.11 77.760 100.699
4 9 0.1 18 22.3 2.017 3.02 44.921 67.374
5 9 1.8 18 285.9 2.125 1.93 607.636 551.590
6 9 0.1 18 23.1 2.283 0.90 52.711 20.777
Total 3.46 560.5 Total 1246.670 1634.037
TUGAS PONDASI


Teknik Sipil D4 Hery Jafri
Rekayasa Jalan dan Jembatan 08 643 006


















Gambar 2.3 Titik Berat Tanah

11. Stabilitas akibat guling
SF =

> 1.5
Lebar abutment = 2.6 m
Jarak terhadap = x Lebar abutment
Titik tumpu = x 2.6 m
= 1.3 m
- Momen abutment
dengan Xo = 1.351 m
= Xo x E W abutment
= 1.351 x 1345
TUGAS PONDASI


Teknik Sipil D4 Hery Jafri
Rekayasa Jalan dan Jembatan 08 643 006

= 1817.4 m
- Momen urugan dibelakang abutment
dengan Xo = 2.224 m
= Xo x E W tanah
= 2.224 x 560.5
= 1274 kNm

Total momen yang bekerja :
EMT = Momen akibat berat abutment + momen akibat berat urugan tanah
= 1874.4 + 1246.67
= 3064.03 kNm

EMG = 1729.89 kNm ( momen akibat tekanan tanah )

SF =

> 1.5
=


= 1.77 > 1.5 Aman

12. Stabilitas akibat geser

SF =

> 1.5
=

> 1.5

S = ( W + Pav ) x tg
= 1345 + 560.5 x tg 27
= ( 1345 + 560.5 ) x 0.5144
= 980.27

TUGAS PONDASI


Teknik Sipil D4 Hery Jafri
Rekayasa Jalan dan Jembatan 08 643 006

SF =

> 1.5
=


= 1.08 > 1.5

13. Stabilitas terhadap daya dukung tanah
SF =

> 3
=



Dimana :
V = Pv + W
Pv = Ph x tg
dengan
Ph = Paq + Pa
= 18.8 + 82.03
= 100.9 kN

Ph total = Ph x Panjang abutment
= 100.9 x 9
= 908 kNm

Pv = Ph total x tg
= 908 x tg 27
= 908 x 0.5095
= 463 kNm

V = Pv + W Abutment + bangunan atas
= 462.51 + 1345 + 1296.76
= 3104.58 kNm


TUGAS PONDASI


Teknik Sipil D4 Hery Jafri
Rekayasa Jalan dan Jembatan 08 643 006

x =


= 0.987 1.3
= -0.313

Sisa dari momen y :
My = MT MG
= (v . X) MG
= 3105 x 0.987 1729.89
= 1334.1 kNm

Wy = 1/6 . B
2
. L
= 1/6 x 3
2
x 9
= 10.1 m
3


Besarnya tekanan yang bekerja antara dasar telapak dan tanah dibawahnya (tekanan
kontak).
q maks =

q maks =


= 132.7 + 132 = 132.7 131.51
= 264.25 kNm = 1.10 kNm

Diketahui data tanah : C = 30 Kpa Df = 40 m
= 19 Kn/m
3


Dari nilai | = 12 didapat faktor kapasitas dukung akibat kohesi
N = (288 + 4 . (3x12)) / (40 12 ) = 15.43
TUGAS PONDASI


Teknik Sipil D4 Hery Jafri
Rekayasa Jalan dan Jembatan 08 643 006

NC = (6 x 12) / (40 12) = 2.57
Nq = (5 x 12) / (40 -12) = 2.14

14. Daya dukung Tanah Maksimum
(pondasi berbentuk empat persegi panjang)
q
u
= (C x Nc ( 1 + 0.3 B/L) + 0.5 B x x N (1- 0.2 B/L) + ( x Df x Nq))
= (30 x 2.57 ( 1 + 0.3 x 2.6/5.2) + 0.5 x 2.6 x 19 x 15.43 (1- 0.2 2.6/5.2) + (19 x
40 x 2.14) )
= 2058.07 t/m
3
SF =

> 3 =

> 3 = 7.7 > 3 Aman




15. Perhitungan Gaya Gempa
a. Gaya gempa akibat beban horizontal

Data : Koef gempa (Kh) = 0.15

Tabel 4.9 Momen Akibat Gaya Gempa
Bagian V (kN)
1
Koef gempa (Kh)
2
Gh (kN)
1 x 2
Lengan (m) Momen (kN/m)
Gh x Lgn
Beban Mati
Abutment
Berat Tanah

129.68
1345
560.4552
0.15
0.15
0.15
19.45
201.7967
84.06828
0.70
2.066
2.915553
13.62
417.007739
245.11
Total 305.32 675.73
b. Gaya tekanan tanah akibat gempa bumi (Tag)
TUGAS PONDASI


Teknik Sipil D4 Hery Jafri
Rekayasa Jalan dan Jembatan 08 643 006

Pa = 907.73 kN
Kh = 0.15

Tag = Pa + (Pa x kH)
= 908 + (908 x 0.15)
= 1043.89 kN

Lengan = Jarak titik berat akibat gaya tekanan tanah (Yo)
= 1.906 m

Momen = Tag x Lengan
= 1044 x 1.9057
= 1989.38 kNm

Keadaan tanpa beban hidup :
Girder = 1 x Bentang jembatan x pengaruh beban angin x 100%
= 1 x 25 x 1.5 x 100%
= 37.5 kN


Sisi Lain = 1 x Bentang jembatan x pengaruh beban angin x 50%
= 1 x 25 x 1.5 x 50%
= 18.8 kN

Keadaan dengan beban hidup
Gider = 50% x Akibat girder
= 0.5 x 37.5
= 18.8 kN


TUGAS PONDASI


Teknik Sipil D4 Hery Jafri
Rekayasa Jalan dan Jembatan 08 643 006

Sisi Lain = 50% x Akibat sisi lain
= 0.5 x 18.8
= 9.4 kN

Beban Hidup = 2 x bentang jembatan x pengaruh beban angin x 100%
= 2 x 25 x 1.5 x 100%
= 75 kN

Total beban angin = Akibat Girder + Sisi Lain + Beban Hidup
= 18.8 + 9.38 + 75
= 103.13 kN

Untuk 1 Abutment = Total Beban / 2
= 103.13 / 2
= 51.563 kN

Lengan = Tinggi Abutment + Titik tangkap gaya angin
= 5.23 + 2
= 7.23 m

Momen = Beban total 1 abutment x lengan
= 51.563 x 7.23
= 372.76 kNm


3.3 Sekunder Perhitungan Beban
A. Perhitungan Gaya Akibat Gesekan Pada Tumpuan Bergerak (Gg)
Peraturan PPJJR :
a. Koefisien Gesekan (f) = 0.15 - 0.18
b. Beban Mati = 129.68
TUGAS PONDASI


Teknik Sipil D4 Hery Jafri
Rekayasa Jalan dan Jembatan 08 643 006


Gg = Beban Mati x Koef Gesekan
= 129.68 x 0.18
= 23.34 ton = 233.4 kNm

Lengan (Yo) = 5.2 m (Jarak tumpuan terhadap titik bawah abutment)

Momen = Gg x Lengan
= 23.34 x 5.2
= 122.06 tonm = 1220.6 kNm

2. Perhitungan Gaya Akibat Rem
Peraturan PPJJR :
a. Pengaruh gaya rem = 5 %
b. Titik tangkap gaya = 1.8 m diatas lantai kendaraan
c. Diketahui beban hidup = 87.65 ton

Rm = Gaya Rem x Beban hidup
= 5% x 87.65
= 4.383 ton = 43.83 kNm



Lengan = Tinggi abutment + Titik tangkap gaya rem
= 5.2 + 1.8
= 9.41 m


Momen = Rm x Lengan
= 4.38 x 9.41
TUGAS PONDASI


Teknik Sipil D4 Hery Jafri
Rekayasa Jalan dan Jembatan 08 643 006

= 41.25 ton.m = 412.5 kNm

3. Perhitungan Gaya Akibat Beban Angin
Peraturan PPJJR :
a. Pengaruh beban angin = 150 Kg/cm2 = 1.5 kN/m2
b. Titik tangkap gaya = 2 m diatas lantai kendaraan
c. Bentang jembatan = 16.00 m
d. Tinggi girder = 1.40 m
e. Tinggi Sandaran = 1.00 m

3.4 Kombinasi Pembebanan
a. Kombinasi I
Tabel 4.10 Kombinasi Pembebanan I
Gaya Simbol Vertikal
(kN)
Horizontal
(kN)
Momen V
(kN m)
Momen H
(kN m)
Beban Mati
Abutment
Berat Tanah
Beban Hidup
Gaya Kejut
Gaya Tek.
Tanah
Ms
Ma
Mt
H
K
Ta
1296.76
1345.31
560.46
876.50
152.00
-
-
-
-
-
-
907.73
-
1817.36
1246.670
-
-
-
-
-
-
-
-
1729.89
Jumlah
Jumlah 100%
4231.03
4231.03
907.73
907.73
3064.03
3064.03
1729.89
1729.89





TUGAS PONDASI


Teknik Sipil D4 Hery Jafri
Rekayasa Jalan dan Jembatan 08 643 006



b. Kombinasi II
Tabel 4.11 Kombinasi Pembebanan II
Gaya Simbol Vertikal
(kN)
Horizontal
(kN)
Momen V
(kN m)
Momen H
(kN m)
Beban Mati
Abutment
Berat Tanah
Beban Hidup
Gaya Kejut
Gaya Tek. Tanah
Gaya Gesekan
Gaya Angin
Susut & Rangkak
Perubahan Suhu
Ms
Ma
Mt
H
K
Ta
Gg
A
SR
Tm
1296.76
1345.31
560.46
876.50
152.00
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
907.73
233.42
51.56
-
-
-
1817.36
1246.67
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
1729.89
1220.58
372.76
-
-
Jumlah
Jumlah 125%
4231.03
5288.78
1192.71
1490.88
3064.03
3830.04
3323.23
4154.04

Jenis Dan Kedalaman tiang Pancang yang digunakan
Direncanakan pondasi tiang pancang pipa isi beton dengan penampang bulat:
Diameter Tiang = 50 cm
Panjang Tiang = 40 m
Jumlah Tiang = 12 bh
Jumlah Tiang arah x = 6 bh
Jumlah Tiang arah y = 2 bh

- Luas Tiang (A) = x x
= x x 50
2

= 1962,5 cm
TUGAS PONDASI


Teknik Sipil D4 Hery Jafri
Rekayasa Jalan dan Jembatan 08 643 006


- Keliling Tiang = 2 D
= 2 x 3.14 x 50
= 314,2 cm

- Berat tiang pancang
Tebal pipa = 0.006 m
Berat pipa = 63.10 kg/m Tabel baja pipa O

Berat beton = Beton x h x A
= 25 x 1 x 0.188
= 4,7 kN/m

Dimana A = Luas O Luas Pipa
= - ( (r1 - r2))
= 0.19625 (3.14 (0.2 - (0.2 0.006)))
= 0.19625 0.00742296
= 0.188 cm
2


Jadi berat tiang total = Berat pipa + Berat Beton
= 63.10 + 470
= 533,1 kg/m

Daya dukung Tiang Pancang
Dari nilai | = 12 didapat faktor kapasitas dukung akibat kohesi
N = (288 + 4 . (3x12)) / (50 12 ) = 12,36
NC = (6 x 12) / (50 12) = 1,89
Nq = (5 x 12) / (50 -12) = 1,57
C = 30 kpa
= 19 kn/m3
TUGAS PONDASI


Teknik Sipil D4 Hery Jafri
Rekayasa Jalan dan Jembatan 08 643 006

Df = 40 m
Qc = 260 kg/cm
2

a. Berdasarkan Rumus Terazaqhi
Qult = 1,3 C.Nc + . Df.Nq + 0,6..R.N
= (1,3 x 30 x 1,89) + 19 x 40 x 1,57 + ( 0,6 x 19 x (50/2) x 12,36 )
= 4759 kN
b. Berdasarkan hasil sondir
Qult =


= 283195,33 kn
c. Berdasarkan hasil SPT
Nrata-rata =

= 45,33
Ap = 1962,5 cm
As = K x kedalaman
= 314,2 x 40 = 12568 m

Ns =

= 24,3

Qult =


= 1593338,2

Berat Tiang / 12 meter = Berat tiang x Panjang tiang
TUGAS PONDASI


Teknik Sipil D4 Hery Jafri
Rekayasa Jalan dan Jembatan 08 643 006

= 533,1 x 40
= 21324 kg
= 21,324 kN
Q Netto = Qult Berat Tiang / 12 meter
= 47,59 21,324
= 2626,6 kN

Perkiraan Jumlah Ting Pancang
Jumlah Tiang Perbaris (m) = 6 bh
Jumlah Tiang Perkolom (n) = 2 bh
Jarak As Tiang ke As Tiang = 160 cm

Efisiensi Tiang Pancang
E= 1
()()


Dimana:
= Arc tan (D/S)
= Arc tan (50/160)
= Arc tan 0.3125
= 17,354
E = 1
()()


= 1 17,354 x
() ()


TUGAS PONDASI


Teknik Sipil D4 Hery Jafri
Rekayasa Jalan dan Jembatan 08 643 006

= 1 17,354 x


= 1 17,354 x 0.02
= 0.653
Daya Dukung Kelompok Tiang Pancang
q ijin = E x Q netto
= 0.653 x 2626,6
= 1714,96 kN

Daya dukung Kelompok Tiang
= Q ijin x Jumlah Tiang
= 1714,96 x 12
= 20579,51 kN

P maks =





v = Gaya vertical
M = Momen
N = Jumlah Tiang Keseluruhan
Ny = Jumlah Tiang Arah Sumbu Y

x = Jumlah kuadrat absis-absis tiang pancang
= ( 2 x 2 ( 4.0 ) ) + ( 2 x 2 x ( 0.8 ) )
= 64 + 3
= 66.6 m
TUGAS PONDASI


Teknik Sipil D4 Hery Jafri
Rekayasa Jalan dan Jembatan 08 643 006

X maks = 4.0 m (Jarak terjauh tiang arah X)
Y maks = 0.8 m (Jarak terjauh tiang arah Y)

c. Kombinasi III
P maks =

+



= 493.62 + 157.15
= 650.77 kN < (Daya dukung tiang)
= 650.8 kN < 681.1 kN Aman

d. Kombinasi IV
P maks =

+



= 509.88 + 175.14
= 685.01 kN < (Daya dukung tiang)
= 685.01 kN < 685.1 kN Aman




TUGAS PONDASI


Teknik Sipil D4 Hery Jafri
Rekayasa Jalan dan Jembatan 08 643 006

3.5 Rekapitulasi Kombinasi Pembebanan
Tabel 5.1 Kombinasi Pembebanan
Gaya Simbol Vertikal
(kN)
Horizontal
(kN)
Momen V
(kNm)
Momen H
(kNm)
Kombinasi I
Kombinasi II
Kombinasi III
Kombinasi IV
K I
K II
K III
K IV
4231.03
5288.78
5923.44
6118.54
907.73
1490.88
1731.15
2373.93
3064.03
3830.04
4289.64
2373.93
1729.89
4154.04
5230.03
5828.53
Kontrol Kombinasi Pembebanan dengan Daya Dukung Tiang Ijin

Kombinasi I
P maks =

+



= 352.6 + 51.98
= 404.57 kN < (Daya dukung tiang)
= 404.57 kN < 686.14 kN Aman

Kombinasi II
P Maks =

+



= 440.73 + 124.82
= 565.55 kN < (Daya dukung tiang)
= 565.55 kN < 686.1 kN Aman






TUGAS PONDASI


Teknik Sipil D4 Hery Jafri
Rekayasa Jalan dan Jembatan 08 643 006

3.6 Penurunan Pondasi
Es = 0,7531
Qult = 4759 = 47,59 m
B (lebar pondasi) = 0,4 m
L (panjang pondasi) = 40 m
s = 0,5
M = B/L = 40/4000 = 0,01 cm


o =

* (

) (

)+
=

*(

) (

)+
= 0,0063 + 0,054
= 0,06 cm
Penurunan seketika :
Se =

)
o


= 5,68 cm 0,0568 m
Jadi penurunan seketika pada pondasi rigid adalah sebesar 0,0568 m.


TUGAS PONDASI


Teknik Sipil D4 Hery Jafri
Rekayasa Jalan dan Jembatan 08 643 006

3.7 Perhitungan sheet Pile













Perencanaan Sheet Pile dengan data sebagai berikut
Diketahui : = 16,4 Kn/

= 4 m

= 6 m


= 18 Kn/m3 | = 12

Penyelesaian :
Koefisien tanah aktif
Ka =

(
|

) =

) = 0,65



= 16,4 x 4 x 0,656 = 43,034

Koefisien tanah pasif
Ka =

(
|

) =

) = 1,525

) = ( )
= 113,8816

=
o

()
=

()
= 2,751
TUGAS PONDASI


Teknik Sipil D4 Hery Jafri
Rekayasa Jalan dan Jembatan 08 643 006

Karena tanah aktif maka, L =

+

z =

+


P =

- ( )( )
= 113,8816 18 ( )( )
= 113,8816

(pusat tekanan pada area ACDE ) dengan momen di E




= 3,8159




(

( )
= ( ) ( )
= 247,5 + 43,031
=317,531

()

=

()
= 20,2999



()

=

()
=58,2440

1
'
) (
2

a p
K K
P
z

=
18 ) 656 , 0 525 , 1 (
8816 , 113 2
'

=
x
z
TUGAS PONDASI


Teknik Sipil D4 Hery Jafri
Rekayasa Jalan dan Jembatan 08 643 006


[()

()


=
[()]

()


= 1220,1308

()


=
[]

()


= 3595,7744

Dengan percobaan Trial and Error didapat nilai

= 8,6035


= 2,2329


(

) ( ) dimana D =


= ( ) ( )
= 430,92

( )
= 8,6035( )
= 134,5759


= 1,6447
0
4 4 3
2
4 2
3
4 1
4
4
= + A L A L A L A L
TUGAS PONDASI


Teknik Sipil D4 Hery Jafri
Rekayasa Jalan dan Jembatan 08 643 006










= 2,751 + 8,6035
= 11,3545
Untuk kedalaman Sheet Pile di tambah 20-30%
Jadi kedalaman Sheet Pile yaitu 11,3545 + 25% = 11,6045 m