PUISI BARU Puisi baru tidak sama dengan puisi lama.

Isi, bentuk, irama, dan bentuk persajakan dalam puisi lama sudah berubah dalam puisi baru. Berdasarkan jumlah baris dalam kalimat pada setiap baitnya, puisi baru dibagi dalam beberapa bentuk puisi, yaitu: 1. Distikon Sajak yang berisi dua baris kalimat dalam setiap baitnya, bersajak a-a. Contoh: Baju berpuput alun digulung Banyu direbus buih di bubung Selat Malaka ombaknya memecah Pukul memukul belah-membelah Bahtera ditepuk buritan dilanda Penjajah diantuk haluan diunda Camar terbang riuh suara Alkamar hilang menyelam segara Armada peringgi lari bersusun Malaka negeri hendak diruntun Galyas dan pusta tinggi dan kukuh Pantas dan angkara ranggi dan angkuh ( Amir Hamzah ) Tarzina Sajak tiga seuntai, artinya setiap baitnya terdiri atas tiga buah kalimat. Tarzina bersajak a-a-a; a-b-c; a-b-b; Contoh: BAGAIMANA Kadang-kadang aku benci Bahkan sampai aku maki ……………… diriku sendiri Seperti aku Menjadi seteru ……………….diriku sendiri Waktu itu Aku …………………….. Seperti seorang lain dari diriku Aku tak puas Sebab itu aku menjadi buas Menjadi buas dan panas ( Or. Mandank ) Kuatrin

4.

2.

3.

Sajak empat seuntai yang setiap baitnya terdiri atas empat buah kalimat. Kuatrin bersajak ab\ab, aa-aa, ab\ab atau aa\bb. Contoh: NGARAI SIANOK Berat himpitan gunung Singgalang Atas daratan di bawahnya Hingga tengkah tak alang-alang Ngarai lebar dengan dalangnya Bumi runtuh-runtuh juga Seperti beradab-adab yang lepas Debumnya hirap dalam angkasa Derumnya lenyap di sawah luas Dua penduduk di dalam ngarai Mencangkul lading satu-satu Menyabit di sawah bersorak sorai Ramai kerja sejak dahulu Bumi runtuh-runtuh jua Mereka hidup bergiat terus Seperti si Anok dengan rumahnya Diam-diam mengalir terus ( Rifai Ali ) Kuint Sajak atau puisi yang terdiri atas lima baris kalimat dalam setiap baitnya. Kuint bersajak a-a-a-a-a. Contoh: HANYA KEPADA TUAN Satu-satu perasaan Yang saya rasakan Hanya dapat saya katakana Yang pernah merasakan Satu-satu kegelisahan Yang saya rasakan Hanya dapat saya kisahkan Kepada Tuan Yang pernah di resah gelisahkan Satu-satu desiran Yang saya dengarkan Hanya dapat saya syairkan Kepada Tuan Yang pernah mendengarkan desiran Satu-satu kenyataan Yang saya didustakan Hanya dapat saya nyatakan Kepada Tuan yang enggan merasakan

karya A Hasjmy Himne Sajak pujaan. Contoh: · Padamu jua. yaitu puji-pujian kepada Tuhan Yang Mahakuasa. terjauh mata Pada pala Tinggal sepenggal Terpercik liur di bawah lidah Septina Sajak tujuh seuntai yang setiap baitnya terdiri atas tujuh buah kalimat. 7. karya Sutan Takdir Alisyahbana Epigram Sajak atau puisi yang berisi tentang ajaran-ajaran moral. Himne disebut juga sajak atau puisi ketuhanan. Sama halnya dengan sektet. Mandank ) 5. karya Surapati Satire 6. serang? Adakah angin tertawa dengan kami? Bercerita bagus menyenangkan kami? Aku tidakmengerti kesukaan kamu! Mengapa kamu tertawa-tawa? Hai kumbang bernyanyi-nyanyi! Apakah yang kamu nyanyi-nyanyikan? Bunga-bungaan kau penuhkan bunyi! Apakah yang kamu bunyi-bunyikan? Bungakah itu atau madukah? Apakah? Mengapakah? Bagaimanakah? Mengapakah kamu tertawa-tawa? (Mr. 2. 3.( Or. 4. Isi sajak ini selalu mengungkapkan sesuatu yang menyayat hati. Dajoh) Bentuk-bentuk puisi baru berdasarkan isi yang terkandung di dalamnya adalah: 1. Contoh: BUNDA DAN ANAK Masak jambak Buah sebuah Diperam alam di ujung dahan Merah Beuris-uris Bendera masak bagi selera Lembut umbut Disantap sayap Kereak pipi mengobat luas Semarak jambak Di bawah pohon terjatuh ranum Lalu ibu Di pokok pohon Tertarung hidup. sunyi. Contoh: Menara sakti ( Kepada arwah HOS. . 5. ode disebut juga sebagai puji-pujian. karya Amir Hamzah Elegi Elegi merupakan sajak duka nestapa. Contoh: PERTANYAAN ANAK KECIL Hai kayu-kayu dan daun-daunan Mengapakah kamu bersenang-senang? tertawa-tawa bersuka-sukaan? Oleh angin dan tenang. Sektet Sajak atau puisi enam seuntai. persajakan septina tidak berurutan. artinya terdiri atas enam buah kalimat dalam setiap baitnya. Dalam sektet. sepi (Intojo) Stanza Sajak delapan seuntai yang setiap baitnya terdiri atas delapan buah kalimat. pengarangnya bebas menyatakan perasaannya tanpa menghiraukan persajakan atau rima bunyi. Sektet mempunyai persajakan yang tidak beraturan. Ode Sajakatau puisi yang isinya mengandung pujian kepada seseorang. Contoh: API UNGGUN Diam tenang kami memandang Api unggun menyala riang Menjilat meloncat menari riang Berkilat-kilat bersinar terang Nyala api nampaknya curia Hanya satu cita digapai Alam nan tinggi. Terkadang ditulis dengan katakata atau kalimat-kalimat sindiran atau kecaman pahit. atau pun sesuatu yang dianggap mulia. Karena isinya itulah. Persajakan stanza tidak beraturan. mendayu-dayu dan mengharu-biru. Contoh: Pemuda. bangsa dan Negara. nilai-nilai hidup yang baik dan benar. Persajakan ode tidak beraturan atau bebas. Cokroaminoto) . Stanza disebut juga oktava. yang dilukiskan dengan ringkas. Contoh: Bertemu.

karya Moch. Contoh: · Kehilangan Mestika. Yamin (1948) Siasat. karya J. kami tidak lagi bisa berkata kumpulan puisi chairil anwar.. Kami sudah coba apa yang kami bisa Tapi kerja belum selesai.Tokoh sonata terkenal dan dianggap sebagai bapak sonata Indonesia adalah Mohammad Yamin dan Rustam Effendi. 96 1949 MALAM Mulai kelam belum buntu malam kami masih berjaga --Thermopylae?. terlucut debu. Tambahan baris kalimat dalam sonata tersebut dinamakan koda atau ekor.. Soneta yang asli terdiri atas empat belas kalimat seluruhnya. Kami tidak tahu. Aku tidak tahu apa nasib waktu ! . 15 Juni 2008 di 08:16 PRAJURIT JAGA MALAM Waktu jalan. karya A. 11-12 20-30 Agustus 1957 KRAWANG-BEKASI Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi. kenanglah kami. Contoh: Anakku.6. Misalnya cinta terhadap suasana damai dan tentram. No. mengejek dengan kasar (sarkasme) dan tajam (sinis) suatu kepincangan atau ketidakadilan yang ada dalam masyarakat. Sajak atau puisi yang isinya mengecam. terbayang kami maju dan mendegap hati ? Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak Kami mati muda.. cinta terhadap bangsa dan Negara juga cinta kepada Tuha. tetapi juga cinta kasih dalam bentuk lainnya. karya Situr Situmorang Soneta Soneta adalah salah satu bentuk puisi baru yang berasal dari Italia dan masuk ke Indonesia melalui pemuda terpelajar Indonesia yang belajar di Eropa.jagal tidak dikenal ? tapi nanti sebelum siang membentang kami sudah tenggelam hilang Zaman Baru... Kenang. Tatengkeng Balada Sajak atau puisi yang berisikan cerita atau kisah yang mungkin terjadi atau hanya khayalan penyairnya saja. Aku tidak tahu apa nasib waktu ? Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras. bermata tajam Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya kepastian ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini Aku suka pada mereka yang berani hidup Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam Malam yang berwangi mimpi. No. Waktu jalan. Kartahadimadja · Untuk Tini Kusuma. Yang tinggal tulang diliputi debu. Th III. terutama Belanda. cinta keadilan. karya Sanusi pane Romance dua orang kekasih. Diposkan oleh Aku Minggu. Contoh: Kristus di Medan Perang. 7.. Namun sonata yang ada di Indonesia jumlah barisnya lebih dari empat belas kalimat. belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa Kami cuma tulang-tulang berserakan Tapi adalah kepunyaanmu Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan atau tidak untuk apa-apa.E. Contoh: · Marhaen. Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami. 8.

keris di kiri Berselempang semangat yang tak bisa mati. teruskan jiwa kami Menjaga Bung Karno menjaga Bung Hatta menjaga Bung Sjahrir Kami sekarang mayat Berikan kami arti Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian Kenang. digarami lautmu Dari mulai tgl. Jilid 7. No 297. No. 17 Agustus 1945 Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu Aku sekarang api aku sekarang laut Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak & berlabuh (1948) Liberty. Punah di atas menghamba Binasa di atas ditindas Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai Jika hidup harus merasai Maju Serbu Serang Terjang (Februari 1943) Budaya. Sekali berarti Sudah itu mati. 1954 Thursday. Th III. Lawan banyaknya seratus kali.Kaulah sekarang yang berkata Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak Kenang. MAJU Ini barisan tak bergenderang-berpalu Kepercayaan tanda menyerbu. No 16. MAJU Ayo ! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji Aku sudah cukup lama dengan bicaramu dipanggang diatas apimu. kenanglah kami Teruskan. Pedang di kanan. 8 Agustus 1954 PERSETUJUAN DENGAN BUNG KARNO DIPONEGORO Di masa pembangunan ini tuan hidup kembali Dan bara kagum menjadi api Di depan sekali tuan menanti Tak gentar. April 03. 1957 Bagimu Negeri Menyediakan api. 2003 . kenanglah kami yang tinggal tulang-tulang diliputi debu Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi (1948) Brawidjaja. Jilid 7.

. Sepi menekan mendesak. Sepi.AKU Kalau sampai waktuku 'Ku mau tak seorang kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi Maret 1943 Maret 1943 Posted 5:59 AM by camar HAMPA kepada sri Sepi di luar. Tambah ini menanti jadi mencekik Memberat-mencekung punda Sampai binasa segala. Tak bergerak Sampai ke puncak. DOA kepada pemeluk teguh Tuhanku Dalam termangu Aku masih menyebut namamu Biar susah sungguh mengingat Kau penuh seluruh cayaMu panas suci tinggal kerdip lilin di kelam sunyi Tuhanku aku hilang bentuk remuk Tuhanku aku mengembara di negeri asing PENERIMAAN Kalau kau mau kuterima kau kembali Dengan sepenuh hati Aku masih tetap sendiri Kutahu kau bukan yang dulu lagi Bak kembang sari sudah terbagi Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani Kalau kau mau kuterima kembali Untukku sendiri tapi Sedang dengan cermin aku enggan berbagi. Menanti. Lurus kaku pohonan. Dan menanti. Sepi memagut. Belum apa-apa Udara bertuba. Menanti. Setan bertempik Ini sepi terus ada. Tak satu kuasa melepas-renggut Segala menanti.

di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar. sedu penghabisan bisa terdekap 1946 di Karet. Tiada lagi. masih pengap harap sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan dari pantai keempat. Ada juga kelepak elang menyinggung muram. tapi terasa aku tidak 'kan sampai padanya. kalau 'ku mati. rimba jadi semati tugu . Aku sendiri. dia mati iseng sendiri.d) sampai juga deru dingin MALAM DI PEGUNUNGAN Aku berpikir: Bulan inikah yang membikin dingin. angin membantu.. pintu terbuka Selama matamu bagiku menengadah Selama kau darah mengalir dari luka Antara kita Mati datang tidak membelah. pada cerita tiang serta temali. di angin mendayu. 1946 SAJAK PUTIH Bersandar pada tari warna pelangi Kau depanku bertudung sutra senja Di hitam matamu kembang mawar dan melati Harum rambutmu mengalun bergelut senda Sepi menyanyi. Kapal.Tuhanku di pintuMu aku mengetuk aku tidak bisa berpaling 13 November 1943 CINTAKU JAUH DI PULAU Cintaku jauh di pulau. Tidak bergerak dan kini tanah dan air tidur hilang ombak. sambil berkata: "Tujukan perahu ke pangkuanku saja. di Karet (daerahku y. Berjalan menyisir semenanjung. gadis manis.a. SENJA DI PELABUHAN KECIL buat: Sri Ajati Ini kali tidak ada yang mencari cinta di antara gudang. desir hari lari berenang menemu bujuk pangkal akanan. laut terang. bulan memancar. rumah tua. ada bocah cilik main kejaran dengan bayangan! 1947 YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS kelam dan angin lalu mempesiang diriku. malam dalam mendoa tiba Meriak muka air kolam jiwa Dan dalam dadaku memerdu lagu Menarik menari seluruh aku Hidup dari hidupku." Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh! Perahu yang bersama 'kan merapuh! Mengapa Ajal memanggil dulu Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?! Manisku jauh di pulau. perahu tiada berlaut menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut Gerimis mempercepat kelam. Di air yang tenang. Jadi pucat rumah dan kaku pohonan? Sekali ini aku terlalu sangat dapat jawab kepingin: Eh. di perasaan penghabisan segala melaju Ajal bertakhta.. menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin. malam tambah merasuk. sekarang iseng sendiri Perahu melancar.

menangis berhiba-hiba Begitu lahir ditating tangan bidannya Belum kering darah dan air ketubannya Langsung dia memikul hutang di bahunya Rupiah sepuluh juta Kalau dia jadi petani di desa Dia akan mensubsidi harga beras orang kota .Siang tadi aku berbenah dalam kamar. 1966 Puisi karangan bunga karya Taufiq ismail membicarakan peristiwa demonstrasi mahasiswa pada tahun 1966 menentang orde lama.. cerita dan peristiwa berlalu beku 1949 *Bayi Lahir Bulan Mei '98 *Kalian Cetak Kami Jadi Bangsa Pengemis. Lalu kalian Paksa Kami Masuk Masa Penjajahan Baru... DERAI DERAI CEMARA cemara menderai sampai jauh terasa hari akan jadi malam ada beberapa dahan di tingkap merapuh dipukul angin yang terpendam aku sekarang orangnya bisa tahan sudah berapa waktu bukan kanak lagi tapi dulu memang ada suatu bahan yang bukan dasar perhitungan kini hidup hanya menunda kekalahan tambah terasing dari cinta sekolah rendah dan tahu. dalam diriku jika kau datang dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu. Ini dari kami bertiga Pita hitam pada karangan bunga Sebab kami ikut berduka Bagi kakak yang ditembak mati Dengarkan itu ada bayi mengea di rumah tetangga Suaranya keras.. tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang tubuhku diam dan sendiri. sekitar empat buku yg aku koleksi. Kau Menjawab Pertanyaan Cucu-mu *Malu ( Aku ) Jadi Orang Indonesia *Ketika Burung Merpati Sore Melayang *Syair Empat Kartu di Tangan *Yang Selalu Terapung di Atas Gelombang *Kembalikan Indonesia Pada-ku *Bagaimana Kalau *Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini *Doa *Presiden Boleh Pergi... Kata si Toni *Ketika Sebagai Kakek di Tahun 2040. BAYI LAHIR BULAN MEI 1998 Karangan Bunga Tiga anak kecil Dalam langkah malu-malu Datang ke salemba Sore itu. masih tahap perburuan lagi nih. Presiden Boleh Datang Karya : Taufiq Ismail. Tirani. ada yang tetap tidak terucapkan sebelum pada akhirnya kita menyerah 1949 ================================================= sebenarnya sih masih banyak sekali yg belum di tampilkan maklu.

selepas tiga dasawarsa Jadilah kami generasi sangat kurang rasa percaya Pada kekuatan diri sendiri dan kayanya sumber alami Kalian lah yang membuat kami jadi begini Sepatutnya kalian kami giring ke lapangan sepi Lalu tiga puluh ribu kali.Kalau dia jadi orang kota Dia akan mensubsidi bisnis pengusaha kaya Kalau dia bayar pajak Pajak itu mungkin jadi peluru runcing Ke pangkal aortanya dibidikkan mendesing Cobalah nasihati bayi ini dengan penataran juga Mulutmu belum selesai bicara Kau pasti dikencinginya. Eropa dan Australia Mereka negara multi-kolonialis dengan elegansi ekonomi Dan ramai-ramailah mereka pesta kenduri Sambil kepala kita dimakan begini Kita diajarinya pula tata negara dan ilmu budi pekerti Dalam upacara masuk masa penjajahan lagi Penjajahnya banyak gerakannya penuh harmoni Mereka mengerkah kepala kita bersama-sama Menggigit dan mengunyah teratur berirama Sedih. harga diri kita Digantung di etalase kantor Pegadaian Dunia Menekur terbungkuk kita berikan kepala kita bersama Kepada Amerika. 1998 Kalian paksa-tekankan budaya berhutang ini Sehingga apa bedanya dengan mengemis lagi Karena rendah diri pada bangsa-bangsa dunia Kita gadaikan sikap bersahaja kita Karena malu dianggap bangsa miskin tak berharta Kita pinjam uang mereka membeli benda mereka Harta kita mahal tak terkira. kami cambuk dengan puisi ini ==================================================== KALIAN CETAK KAMI JADI BANGSA PENGEMIS. sangat dipaksa-tekankan Kalian bersengaja menjerumuskan kami-kami Sejak lahir sampai dewasa ini Jadi sangat tepergantung pada budaya Meminjam uang ke mancanegara Sudah satu keturunan jangka waktunya Hutang selalu dibayar dengan hutang baru pula Lubang itu digali lubang itu juga ditimbuni Lubang itu. Kata Si Toni Kami generasi yang sangat kurang rasa percaya diri Gara-gara pewarisan nilai. tak terasa jadi bangsa merdeka lagi Dicengkeram kuku negara multi-kolonialis ini Bagai ikan kekurangan air dan zat asam Beratus juta kita menggelepar menggelinjang Kita terperangkap terjaring di jala raksasa hutang Kita menjebakkan diri ke dalam krangkeng budaya Meminjam kepeng ke mancanegara Dari membuat peniti dua senti Sampai membangun kilang gas bumi Dibenarkan serangkai teori penuh sofistikasi Kalian memberi contoh hidup boros berasas gengsi Dan fanatisme mengimpor barang luar negeri Gaya hidup imitasi. LALU KALIAN PAKSA KAMI MASUK MASA PENJAJAHAN BARU. kok makin besar jadi 1998 . Jepang. sedih. hedonistis dan materialistis Kalian cetak kami jadi Bangsa Pengemis Ketika menadahkan tangan serasa menjual jiwa Tertancap dalam berbekas. alamak.

S. serak berteriak dan mengepalkan tinju Bersama-sama membuka sejarah halaman satu Lalu mengguratkan baris pertama bab yang baru Seraya mencat spanduk dengan teks yang seru Terpicu oleh kawan-kawan yang ditembus peluru Dikejar masuk kampus. kata orang-orang itu Karena tak mau nasib rakyat selalu jadi mata dadu Yang diguncang-guncang genggaman orang-orang itu Dan nomor yang keluar telah ditentukan lebih dulu Maka kami bergeraklah kini. kata orang-orang itu Kekayaan alam untuk bangsaku. katamu Berjalan kaki.Sudahlah. ujian semester lupakan dulu Memasang ikat kepala. dari Rice University Dia sudah pensiun perwira tinggi dari U. katamu Hasil penataan dan penataran yang kaku Pandangan berbeda tak pernah diaku Daun-daun hijau dan langit biru. terguling di tanah berdebu Dihajar dusta dan fakta dalam berita selalu Sampai kini sejak kau lahir dahulu Inilah pengakuan generasi kami. SMA kelas tiga Ke Wisconsin aku dapat beasiswa Sembilan belas lima enam itulah tahunnya Aku gembira jadi anak revolusi Indonesia Negeriku baru enam tahun terhormat diakui dunia Terasa hebat merebut merdeka dari Belanda Sahabatku sekelas. Army Dulu dadaku tegap bila aku berdiri Mengapa sering benar aku merunduk kini II . mengibar-ngibarkan benderamu Tanpa ada pimpinan di puncak struktur yang satu Tanpa dukungan jelas dari yang memegang bedil itu I Ketika di Pekalongan. Thomas Stone namanya. ayo kita bergerak saja dulu Kita percayakan nasib pada Yang Satu Itu. kau menginap di DPR bulan Mei itu Bersama beberapa ribu kawanmu Marah. 1998 ==================================================== =================================================== KETIKA SEBAGAI KAKEK DI TAHUN 2040. KAU MENJAWAB PERTANYAAN CUCUMU MALU (AKU) JADI ORANG INDONESIA Cucu kau tahu. katamu Daun-daun kuning dan langit kuning. katamu Kekayaan alam untuk nafsuku. Whitefish Bay kampung asalnya Kagum dia pada revolusi Indonesia Dia mengarang tentang pertempuran Surabaya Jelas Bung Tomo sebagai tokoh utama Dan kecil-kecilan aku nara-sumbernya Dadaku busung jadi anak Indonesia Tom Stone akhirnya masuk West Point Academy Dan mendapat Ph. berdiri di atap bis yang melaju Kemeja basah keringat.D.

terigu dan peuyeum dipotong birokrasi lebih separuh masuk kantung jas safari. anak sekjen dan anak dirjen dilayani seperti presiden. menteri. paman dan kakek secara hancur-hancuran seujung kuku tak perlu malu. Di negeriku khotbah. di atas negeriku berserak-serak Hukum tak tegak. Di negeriku penghitungan suara pemilihan umum sangat-sangat-sangat-sangat-sangat jelas penipuan besar-besaran tanpa seujung rambut pun bersalah perasaan. Di kedutaan besar anak presiden. senjata. Geylang Road. ebuh Tun Razak. Di negeriku ada pembunuhan. Di negeriku budi pekerti mulia di dalam kitab masih ada. anak menteri. Di negeriku komisi pembelian alat-alat berat. Di negeriku rasa aman tak ada karena dua puluh pungutan. kelak perencana dan pembunuh itu di dasar neraka oleh satpam akhirat akan diinjak dan dilunyah lumat-lumat. tapi dalam kehidupan sehari-hari bagai jarum hilang menyelam di tumpukan jerami selepas menuai padi. Champs Élysées dan Mesopotamia Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata Dan kubenamkan topi baret di kepala Malu aku jadi orang Indonesia. Lampung. Berjalan aku di Sixth Avenue. Maydan Tahrir dan Ginza Berjalan aku di Dam. India. mata-mata kelebihan kerja. dan matahari tidak pernah dipanggil ke pengadilan sebagai saksi terang-terangan. Berjalan aku di Sixth Avenue. kapal selam. sekongkol bisnis dan birokrasi berterang-terang curang susah dicari tandingan. jenderal. lima belas ini-itu tekanan dan sepuluh macam ancaman. Nipah. anak jenderal. kabarnya dengan sepotong SK suatu hari akan masuk Bursa Efek Jakarta secara resmi. agar orangtua mereka bersenang hati. kemenakan. Di negeriku anak lelaki anak perempuan. lagi pula Piala Dunia itu cuma urusan negara-negara kecil karena Cina. Di negeriku. doyong berderak-derak Berjalan aku di Roxas Boulevard. buku dan sandiwara yang opininya bersilang tak habis dan tak utus dilarang-larang. IV Langit akhlak rubuh.Langit akhlak rubuh. Di negeriku telepon banyak disadap. ciumlah harum aroma mereka punya jenazah. penculikan dan penyiksaan rakyat terang-terangan di Aceh. sekjen dan dirjen sejati. doyong berderak-derak Berjalan aku di Roxas Boulevard. kedele. majalah. di atas negeriku berserak-serak Hukum tak tegak. Rusia dan kita tak turut serta. Champs Élysées dan Mesopotamia Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata Dan kubenamkan topi baret di kepala Malu aku jadi orang Indonesia. sepupu dan cucu dimanja kuasa ayah. Maydan Tahrir dan Ginza Berjalan aku di Dam. fotokopi gosip dan fitnah bertebar disebar-sebar. sehingga cukuplah Indonesia jadi penonton lewat satelit saja. Di negeriku sepakbola sudah naik tingkat jadi pertunjukan teror penonton antarkota cuma karena sebagian sangat kecil bangsa kita tak pernah bersedia menerima skor pertandingan yang disetujui bersama. Haur Koneng. Di negeriku rupanya sudah diputuskan kita tak terlibat Piala Dunia demi keamanan antarbangsa. pesawat tempur. Lebuh Tun Razak. selingkuh birokrasi peringkatnya di dunia nomor satu. Santa Cruz dan Irian. Di negeriku keputusan pengadilan secara agak rahasia dan tidak rahasia dapat ditawar dalam bentuk jual-beli. 1998 ======================================================= . Di negeriku Udin dan Marsinah jadi syahid dan syahidah. surat kabar. III Di negeriku. alat-alat ringan. ada pula pembantahan terang-terangan yang merupakan dusta terang-terangan di bawah cahaya surya terang-terangan. sekarang saja sementara mereka kalah. Geylang Road. Di negeriku dibakar pasar pedagang jelata supaya berdiri pusat belanja modal raksasa. Tanjung Priuk.

dengan maling kebentur aku Bergerak ke kanan. tanah longsor dan orang kelaparan Kemarau panjang. ngilu tertikam cobaan Di aorta jantungku. banjir. bang Buka kartu tampak tampang Sehingga semua jelas membayang Monoloyalitas kami sebenarnya pada uang Sudahlah. bila dadaku jalani pembedahan Setiap jeroan berjajar kelihatan Sehingga jelas sebagai keseluruhan Kukenangkan tahun ?47 lama aku jalan di Ambarawa dan Salatiga Balik kujalani Clash I di Jawa. musibah bersimbah darah Di cabang tangkai paru-paruku. jari Tuhan memberi jentikan Ke ulu hatiku. kebakaran hutan berbulan-bulan Jutaan hektar jadi jerebu abu-abu berkepulan Bumiku demam berat. jauh kalah ngeri Aku termangu mengenang ini Bumiku sakit berat. hukum tak tegak berdiri Karena hukum tak tegak. simaklah. menggigilkan air lautan Ada burung merpati sore melayang Adakah desingnya kau dengar sekarang Ke daun telingaku. ka-bukaan saja kita bicara Koyak tampak terkubak semua Sehingga buat apa basi dan basa Sila kami Keuangan Yang Maha Esa Jangan sungkan buat apa yah-payah Analisa psikis toh cuma kwasi ilmiah Tak usahlah sah-susah Ideologiku begitu jelas ideologi rupiah Begini kawan. dengan pencopet kesandung aku Bergerak ke depan. siapa dapat mengenal lagi Bumiku sakit berat. di kaki pemeras tergilas aku Kapal laut bertenggelaman. dengan perampok ketabrak aku Bergerak ke belakang. menggigilkan air lautan Lalu berceceran darah. kapal udara berjatuhan Gempa bumi. dengarlah angin menangis sendiri Ini bicara blak-blakan saja. di seluruh negeri Beribu bangunan roboh.KETIKA BURUNG MERPATI SORE MELAYANG Langit akhlak telah roboh di atas negeri Karena akhlak roboh. dengan penipu ketanggor aku Bergerak ke atas. semua jadi begini Negeriku sesak adegan tipu-menipu Bergerak ke kiri. berkepulan asap dan berkobaran api Empat syuhada melesat ke langit dari bumi Trisakti Gemuruh langkah. ini murkaMu? Ada burung merpati sore melayang Adakah desingnya kau dengar sekarang 1998 ==================================================== SYAIR EMPAT KARTU DI TANGAN Beribu pencari nafkah dengan kapal dipulangkan Penyakit kelamin meruyak tak tersembuhkan Penyakit nyamuk membunuh bagai ejekan Berjuta belalang menyerang lahan pertanian Bumiku demam berat. dijarah dalam huru-hara ini Dengar jeritan beratus orang berlarian dikunyah api Mereka hangus-arang. Clash II di Bukittinggi Kuingat-ingat pemboman Sekutu dan Belanda seantero negeri Seluruh korban empat tahun revolusi Dengan Mei ?98 jauh beda. kutuk mencekik nafasku Tapi apakah sah sudah. dengarlah angin menangis sendiri .

Kemudian ide baru datang lagi. Karena ilmu kiat. YANG SELALU TERAPUNG DI ATAS GELOMBANG Gelombang mau datang. tahun empat puluh satu diproduksi. datanglah gelombang. Saudara sepupu dan kemenakannya punya lima toko onderdil. Selepas itu suasana hening sepi lagi. empat cangkir minyak goreng dan tiga bungkus mi cepat-jadi. setiap air bah pasang dia senantiasa terapung di atas banjir bandang. di mana-mana orang antri. 1998 ========================================================= Krisis makin menjadi-jadi. sampai dia dibuktikan hukum bersalah. Peristiwa murah hati ini diliput dua menit di kotak televisi. Kebayoran dan Macam Macam Indah. Banyak orang tenggelam tak mampu timbul lagi. isteri gelap liburan di Eropa dan Afrika. kalau kulit tak dapat dijamah. jumlah rupiahnya melesat sepuluh kali lipat. enam biro iklan dan tujuh pusat belanja. Seorang pegawai tinggi. . karena ini soal sangat pribadi. Seseorang dianggap tak bersalah. lalu dia berkata begini. kekayaan tidak jadi diperiksa. tiga apotik dan empat biro jasa. gajinya sebulan satu setengah juta rupiah. harus terus terang tapi. dia ketawa terbahak. Sesudah matahari dua kali tenggelam di langit barat. kekayaan harus diperiksa. Ketika rupiah anjlok terperosok. Anak-anaknya pegang dua pabrik.Volvo hitam. kekayaan mau diperiksa. maka seratus kantong plastik hitam dia bagi-bagi. Di negeri kami. Kini simaklah sebuah kisah. capek bergoyang begini. BMW abu-abu. kepleset macet dan hancur jadi bubur. isi formulir harta benda sendiri.bahak karena depositonya dalam dolar Amerika semua. memegang tak dapat dari dekat. Bandul jam tua Westminster. Isinya masing-masing lima genggam beras. ungkapan ini terdengar begitu indah. isteri terangnya belanja di Hongkong dan Singapura. Setiap semester ganjil. Menyentuh tak bisa dari jauh. cuma ada bunyi burung perkutut sekali-sekali. ungkapan ini terdengar begitu indah. dikirimkan pagi-pagi tertutup rapi. Rumahnya bertebaran di Menteng. Porsche biru dan Mercedes merah." Seperti bandul jam tua yang bergoyang kau lihatlah: kekayaan misterius mau diperiksa. Di negeri kami. Anaknya sekolah di Leiden. sampai dia berhenti sendiri. Di garasinya ada Honda metalik.Asas tunggalku memang keserakahan. dan masuk berita koran Jakarta halaman lima pagi-pagi sekali. sampai dia dibuktikan hukum bersalah. masing-masing kita rejekinya kan sendiri-sendiri. Setiap semester genap. kekayaan tidak jadi diperiksa. kekayaan tidak diperiksa. "Yah. Bagaimana membuktikan bersalah. Montpelier dan Savannah. Seseorang dianggap tak bersalah.

Bagaimana kalau ibukota Amerika Hanoi.. dia akan tetap saja selamat. sebagian berwarna putih dan sebagian hitam. yang menyala bergantian. Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat. Kembalikan Indonesia padaku Go. Bagaimana kalau bumi bukan bulat tapi segi empat.orde datang dan orde berangkat. go. Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam dengan bola yang bentuknya seperti telur angsa.. yang menyala bergantian. =========================================================== BAGAIMANA KALAU Kembalikan Indonesia padaku Bagaimana kalau dulu bukan khuldi yang dimakan Adam. Kini lihat. yang menyala bergantian. Hari depan Indonesia adalah satu juta orang main pingpong siang malam dengan bola telur angsa di bawah sinar lampu 15 wat. Sementara itu disimaknya lagu favorit My Way. dan kepada Koes Plus kita beri mandat. dan di dalam mulut itu ada bola-bola lampu 15 wat. Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang tenggelam karena seratus juta penduduknya. Hari depan Indonesia adalah angsa-angsa putih yang berenang-renang sambil main pingpong di atas pulau Jawa yang tenggelam dan membawa seratus juta bola lampu 15 wat ke dasar lautan. Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang pelan-pelan tenggelam lantaran berat bebannya kemudian angsa-angsa berenang-renang di atasnya. Bagaimana kalau lagu Indonesia Raya kita rubah. Kembalikan Indonesia padaku Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam dengan bola yang bentuknya seperti telur angsa. 1971 Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga. senandung lama Frank Sinatra yang kemarin baru meninggal dunia. Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat. tapi buah alpukat. seraya menghirup teh nasgitel dia duduk menerima telepon dari isterinya yang sedang tur di Venezia. ale ale ale. sebagian berwarna putih dan sebagian hitam. Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang tenggelam karena seratus juta penduduknya. 1998 ====================================================== KEMBALIKAN INDONESIA PADAKU kepada Kang Ilen Paris. ditingkah lagu burung perkutut sepuluh juta dari sangkar tergantung di atas sana dan tak habis-habisnya di layar kaca jinggel bola Piala Dunia. di patio rumahnya dengan arsitektur Mediterania. sebagian putih dan sebagian hitam. sesudah menilai tiga proposal. go. . dua diskusi panel dan sebuah rencana rapat kerja. Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga.

Jakarta. salju turun di Gunung Sahari. gemersik sejuta kaki pengungsi. halaman 113) ====================================================== DOA 1971 ==================================================== KITA ADALAH PEMILIK SAH REPUBLIK INI Tuhan kami Telah nista kami dalam dosa bersama Bertahun membangun kultus ini Dalam pikiran yang ganda Dan menutupi hati nurani Ampunilah kami Ampunilah Amin Tidak ada pilihan lain Kita harus Berjalan terus Karena berhenti atau mundur Berarti hancur Apakah akan kita jual keyakinan kita Dalam pengabdian tanpa harga Akan maukah kita duduk satu meja Dengan para pembunuh tahun yang lalu Dalam setiap kalimat yang berakhiran "Duli Tuanku ?" Tidak ada lagi pilihan lain Kita harus Tuhan kami Telah terlalu mudah kami Menggunakan asmaMu Bertahun di negeri ini Semoga Kau rela menerima kembali Kami dalam barisanMu Ampunilah kami Ampunilah . gemuruh banjir dan gempa bumi sera suara-suara percintaan anak muda. yang di tepi jalan Mengacungkan tangan untuk oplet dan bus yang penuh Kita adalah berpuluh juta yang bertahun hidup sengsara Dipukul banjir. Bagaimana kalau kesenian dihentikan saja sampai di sini dan kita pelihara ternak sebagai pengganti Bagaimana kalau sampai waktunya kita tidak perlu bertanya bagaimana lagi. Bagaimana kalau pemerintah diizinkan protes dan rakyat kecil mempertimbangkan protes itu.dan ibukota Indonesia Monaco. 1993. kutuk dan hama Dan bertanya-tanya inikah yang namanya merdeka Kita yang tidak punya kepentingan dengan seribu slogan Dan seribu pengeras suara yang hampa suara Tidak ada lagi pilihan lain Kita harus Berjalan terus. Ali Sadikin dan Ali Wardhana ternyata pengarang-pengarang lagu pop. Bagaimana kalau segala yang kita angankan terjadi. Berjalan terus Kita adalah manusia bermata sayu. gunung api. Bagaimana kalau malam nanti jam sebelas. Bagaimana kalau akustik dunia jadi sedemikian sempurnanya sehingga di kamar tidur kau dengar deru bom Vietnam. 1966 diambil dari buku Tirani dan Benteng (Yayasan Ananda. Bagaimana kalau hutang-hutang Indonesia dibayar dengan pementasan Rendra. dan segala yang terjadi pernah kita rancangkan. Bagaimana kalau bisa dibuktikan bahwa Ali Murtopo. juga bunyi industri presisi dan margasatwa Afrika.

kepeleset macet dan hancur jadi bubur....multiply. empat cangkir minyak goreng. dan tiga bungkus mie cepat jadi... dan Mercedes merah Anaknya sekolah di Leiden. 1966 ==================================================== PRESIDEN BOLEH PERGI PRESIDEN BOLEH DATANG Sebuah orde tenggelam sebuah orde timbul tapi selalu saja ada suatu lapisan masyarakat di atas gelombang itu selamat Mereka tidak mengalami guncangan yang berat Yang selalu terapung di atas gelombang Seseorang dianggap tak bersalah sampai dia dibuktikan hukum bersalah Di negeri kami ungkapan ini begitu indah Kini simaklah sebuah kisah Seorang pegawai tinggi gajinya satu setengah juta rupiah Di garasinya ada Volvo hitam.. hah! dia ketawa terbahak-bahak karena depositonya dolar Amerika semua Sesudah matahari dua kali tenggelam di langit Barat. Anak-anaknya pegang dua pabrik. Datang lagi gelombang setiap bah air pasang Dia senantiasa terapung di atas banjir bandang Banyak orang tenggelam toh mampu timbul lagi lalu ia berkata sambil berdiri: Yaaa. Peristiwa murah hati ini diliput dua menit di kotak televisi dan masuk koran halaman lima pagi sekali Gelombang mau datang.. Ketika rupiah anjlok terperosok. Honda metalik... dan empat pusat belanja. harus diperiksa Kekayaan. Montpellier dan Savana Rumahnya bertebaran di Menteng... tidak jadi diperiksa Kakayaan... tidak jadi diperiksa Kekayaan.. lima biro iklan. . dia. kutuk dan hama Dan bertanya-tanya inikah yang namanya merdeka Kita yang tidak punya kepentingan dengan seribu slogan Dan seribu pengeras suara yang hampa suara Tidak ada lagi pilihan lain Kita harus Berjalan terus. mau diperiksa Kekayaan.Amin. tidak jadi diperiksa Kekayaan. jumlah rupiahnya melesat sepuluh kali lipat Krisis makin menjadi-jadi Di mana-mana orang antri Maka 100 kotak kantong plastik hitam dia bagi-bagi Isinya masing-masing: Lima genggam beras. mau diperiksa Kekayaan.. Kebayoran dan macam-macam indah Setiap semester ganjil istri terangnya belanja di Hongkong dan Singapura Setiap semester genap istri gelapnya liburan di Eropa dan Afrika Anak-anaknya ... tiga apotik dan empat biro jasa Selain sepupu dan kemenakannya buka lima toko onderdil. BMW abu-abu.. yang di tepi jalan Mengacungkan tangan untuk oplet dan bus yang penuh Kita adalah berpuluh juta yang bertahun hidup sengsara Dipukul banjir. tidak jadi diperiksa (sumber: http://kerebek..com) =========================================================== Kita adalah Pemilik Sah Republik ini Tidak ada pilihan lain Kita harus Berjalan terus Karena berhenti atau mundur Berarti hancur Apakah akan kita jual keyakinan kita Dalam pengabdian tanpa harga Akan maukah kita duduk satu meja Dengan para pembunuh tahun yang lalu Dalam setiap kalimat yang berakhiran "Duli Tuanku?" Tidak ada lagi pilihan lain Kita harus Berjalan terus Kita adalah manusia bermata sayu. gunung api. masing-masing kita kan punya sejeki sendiri-sendiri Seperti bandul jam bergoyang-goyang kekayaan misterius mau diperiksa Kekayaan.

Hadi Setiap perjuangan selalu melahirkan Sejumlah pengkhianat dan para penjilat Jangan kau gusar.1966 ============================================================== Memang Selalu Demikian. . Hadi. Hadi Setiap perjuangan yang akan menang Selalu mendatangkan pahlawan jadi-jadian Dan para jagoan kesiangan Memang demikianlah halnya. Hadi Setiap perjuangan selalu menghadapkan kita Pada kaum yang bimbang yang menghadapi gelombang Jangan kau kecewa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful