Anda di halaman 1dari 18

I.

IDENTITAS PASIEN Nama Nomor Rekam Medik Jenis kelamin Usia/ Tempat, tanggal lahir Agama Suku/ Kewarganegaraan Pendidikan terakhir Pekerjaan Status perkawinan Alamat : An. FS : 234654 : Perempuan : 17 tahun/ Bogor, 17 Juli 1994 : Islam : Sunda/ WNI : SLTP : Pelajar : Belum menikah : Kampung Dayeuh RT 02/01 Citeureup Bogor, Jawa Barat Tanggal masuk RSMM : IGD Psikiatri IGD Psikiatri : 21 April 2012 : 22 April 2012

Pasien datang ke RS. Dr. H. Marzoeki Mahdi (RSMM) diantar oleh kedua orang tuanya.

II.

RIWAYAT PSIKIATRI Data diperoleh dari: 1. Autoanamnesis pada tanggal 21 April 2012 2. Alloanamnesis dengan kedua orang tua pasien pada tanggal 21 dan 22 April 2012 3. Data rekam medis pasien.

A. Keluhan Utama : Pasien dibawa ke IGD psikiatri RSMM karena badan pasien kaku dan sulit digerakkan sejak 4 jam SMRS.

B. Riwayat Gangguan Sekarang : Pasien dibawa ke IGD Psikiatri RSMM karena badan pasien kaku dan sulit digerakkan sejak 4 jam SMRS. Menurut keluarga pasien, keluhan muncul setelah pasien minum obat yang diperoleh dari IGD
1

Psikiatri sehari sebelumnya, yaitu pada tanggal 21 April 2012. Semenjak itu, pasien tidur terus-menerus sehingga membuat keluarga pasien

khawatir, sulit di ajak berkomunikasi karena mulutnya kaku, dan mata pasien terlihat mendelik ke atas. Sehari sebelumnya, Pasien dibawa ke IGD Psikiatri RSMM karena marah-marah dan berbicara sendiri sejak 3 hari SMRS. Menurut pasien, dia mendengar suara-suara yang tidak dia kenali yang berkomentar

tentang dirinya, mengatakan bahwa dirinya tidak akan lulus ujian dan mengajaknya untuk pindah agama. Suara-suara tersebut sangat

mengganggu pasien sehingga dia sulit tidur dan membuatnya ketakutan. Pasien merasa rahasianya atau apa yang dia pikirkan dapat diketahui oleh orang lain. Hal ini juga membuatnya Rendi ketakutan. sering Pasien di mengatakan dirinya kamarnya, bahwa ada seseorang yang bernama Rendi yang menyukai namun sering mengganggunya. bermain

mengajaknya untuk mengobrol, dan mengajaknya untuk pindah agama. Pasien merasa bingung tentang dirinya saat ini. Pasien merasa sedikit mengalami gangguan jiwa, tapi dia menyangkal apabila mengalami

gangguan jiwa. Pasien mengaku baru pertama kali merasa seperti saat ini. Menurut orang tua pasien, pasien mengalami perubahan perilaku sejak 3 hari yang lalu, seperti suka berbicara dan kadang-kadang tertawa sendiri, berbicara tidak menyambung, suka marah-marah dan terkadang mengancam orang lain namun tidak sampai merusak barang-barang atau melukai dirinya dan orang lain, pasien juga tidak mau makan dan mandi, pasien hanya makan dan mandi jika dipaksa oleh kedua orang tuanya. Orang tua pasien mengaku bahwa kondisi seperti ini baru pertama kali terjadi pada pasien. Orang tua pasien mengatakan bahwa ada seseorang di sekolahnya yang menyukai dirinya namun pasien tidak suka dengan orang tersebut. Orang tua pasien tidak ingat dengan nama orang tersebut. Orang tua pasien mengatakan bahwa keluhan ini muncul pada saat pasien setelah mengikuti ujian nasional. Orang tua pasien menyangkal bahwa pasien dalam masa pengobatan/ pernah menjalani pengobatan gangguan jiwa.
2

C. Riwayat Gangguan Dahulu : a. Riwayat Gangguan Psikiatrik : Pasien baru pertama kali ini mengalami gangguan jiwa dengan keluhan marah-marah dan kadang-kadang mengancam orang lain,

berbicara dan tertawa sendiri, bicara tidak menyambung, sulit tidur, makan, dan mandi sejak 3 hari SMRS. Menurut pasien, dia mendengar suara-suara yang tidak dia kenali yang berkomentar tentang dirinya. Pasien juga merasa isi pikirannya dapat diketahui oleh orang lain. Pasien belum pernah/ tidak dalam masa pengobatan gangguan jiwa sebelumnya. Pada tanggal 21 April 2012, pasien datang ke IGD RSMM dan diberikan obat haloperidol dan klorpromazin.

b. Riwayat Penggunaan Zat Psikoaktif : Pasien tidak pernah mengkonsumsi minuman keras atau obatobatan terlarang.

c. Riwayat Penyakit Medis Lainnya Pasien tidak mempunyai riwayat gangguan medis lainnya.

D. Riwayat Hidup : a. Prenatal dan Perinatal : Pasien merupakan anak ke-1 dari 2 bersaudara. Pasien

merupakan anak yang diharapkan dan direncanakan. Kondisi ibu saat mengandung dalam keadaan baik. Pasien lahir spontan, cukup bulan, dan tidak memiliki kelainan bawaan.

b. Masa Kanak Awal (0-3 tahun) : Keadaan masa kanak-kanak pasien dalam kewajaran seperti anak-anak seusianya. Tumbuh kembang pasien dalam batas normal, sama seperti anak seusianya. Aktivitas motoriknya tidak ada gangguan. Pasien diasuh oleh kedua orang tuanya dengan penuh kasih sayang.

c. Masa Kanak Pertengahan (3-11 tahun):


3

Hubungan pasien dengan keluarganya baik. Pasien rajin pergi ke sekolah dan tekun dalam belajar. Di sekolah, pasien merupakan anak yang cenderung pendiam dan jarang bergaul dengan teman

sebayanya, pasien hanya bermain dengan beberapa teman dekatnya. Pergaulan seusianya. dan aktivitasnya dalam batas kewajaran anak-anak

d. Masa Kanak Akhir dan Remaja : Ketika ekstrakurikuler remaja, di pasien tidak Pasien pernah lebih mengikuti banyak kegiatan

sekolahnya.

menghabiskan

waktunya belajar dan membantu tertutup dan lebih banyak diam.

ibunya di Pasien SMP.

rumah. Pasien sangat mulai Pasien menyukai mengaku lawan tidak

jenisnya saat

kelas 2

pada tingkat

mempunyai hobi yang dia sukai.

e. Riwayat Pendidikan : Prestasi sekolah pasien tergolong biasa-biasa saja, tetapi pasien selalu naik kelas.

f. Riwayat Pekerjaan : Pasien belum pernah bekerja.

g. Riwayat Perkawinan : Pasien belum menikah.

h. Riwayat Agama : Pasien dibesarkan dalam keluarga beragama islam yang

disiplin dalam menjalankan ajaran agama. Semua aktivitas keagamaan dipantau ketat oleh orang tua pasien.

i. Aktivitas Sosial : Pasien termasuk orang yang pendiam dan jarang bergaul
4

dengan tetangga atau teman sebaya di lingkungan sekitarnya. Pasien

lebih banyak menghabiskan waktu di rumah setelah beraktivitas di sekolahnya.

j. Riwayat Psikoseksual : Pengetahuan tentang seksual dianggap tabu oleh pasien dan keluarga pasien. Pasien mulai menyukai lawan jenisnya saat kelas 2 pada tingkat SMP namun pasien tidak berani berpacaran aturan karena tersebut.

dilarang oleh kedua

orang tuanya dan

mematuhi

Pasien mengakui tidak pernah melakukan hubungan seksual.

k. Riwayat pelanggaran hukum: Pasien tidak memiliki riwayat pelanggaran hukum.

l. Riwayat sosio-ekonomi: Keluarga pasien tergolong status ekonomi menengah ke

bawah. Ayah pasien bekerja sebagai guru agama dan bertindak sebagai pencari nafkah yang utama. Ibu pasien seorang ibu rumah tangga. Keluarga pasien tinggal di lingkungan padat penduduk.

E. Situasi Kehidupan Sekarang : Menurut pasien, pasien merasa bingung tentang dirinya saat ini. Pasien merasa sedikit mengalami gangguan jiwa, tapi dia menyangkal apabila mengalami gangguan jiwa. Pasien masih mendengar suara-suara yang mengganggu dirinya, sehingga pasien sulit tidur dan merasa

ketakutan.

F. Riwayat Keluarga : Pasien merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Pasien sejak

kecil tinggal bersama ayah, ibu dan seorang saudaranya. Pasien memiliki seorang adik laki-laki.

Keterangan:

= Laki -laki = Perempuan = Pasien

= Meninggal
= Tinggal serumah

Gambar 1.1. Genogram Keluarga Pasien

G. Persepsi Pasien Tentang Diri dan Kehidupannya : Pasien menyangkal merasa apabila sedikit mengalami mengalami gangguan gangguan jiwa jiwa, tapi dia

ketika

dikonfirmasi.

Pasien mengaku bingung ketika dibawa ke RS.

H. Impian, Fantasi, dan Nilai-nilai : Pasien mengatakan bahwa pasien ingin lulus ujian, jadi orang islam yang baik dan masuk ke surga.

III.

PEMERIKSAAN STATUS MENTAL

Berdasarkan pemeriksaan pada tanggal 21 April 2012 A. Deskripsi Umum 1. Penampilan : Seorang perempuan berusia 17 tahun,

terlihat seusai dengan usianya, perawatan diri cukup, berjilbab, baju pasien tidak rapi, habitus astenikus 2. Kesadaran 3. Pembicaraan : compos mentis : Pasien berbicara secara spontan,

artikulasi cukup jelas, intonasi dan volume suara cukup, ide cerita banyak, kadang-kadang berbicara dan marah-marah sendiri. 4. Perilaku dan Psikomotor gelisah. 5. Sikap terhadap pemeriksa : tampak tegang, kooperatif : Selama pemeriksaan pasien tampak

B. Mood dan Afek 1. Mood 2. Afek : disforik : Terbatas

C. Gangguan Persepsi Ada, saat dilakukan pemeriksaan pada tanggal 21 April 2012

ditemukan adanya: - Halusinasi auditorik : 3rd order (commenting) - Halusinasi visual : bayangan seseorang bernama Rendi

D. Pikiran Proses dan bentuk pikir Isi pikir : banyak ide, asosiasi longgar. : thought broadcasting

E. Kesadaran dan Kognitif 1. Taraf kesadaran : Compos mentis 2. Orientasi Waktu Tempat : : Pasien mengetahui hari, bulan dan tahun dengan baik : Baik, pasien mengetahui tempat dimana ia dirawat.
7

Orang 3. Daya Ingat Segera

: baik, pasien mengetahui pemeriksa dan keluarganya.

: baik,

pasien

dapat

mengingat

kata

yang

disebutkan oleh pemeriksa Jangka Pendek pasien pada hari itu Jangka Menengah : baik, pasien dapat menceritakan gejala-gejala : baik, pasien dapat menceritakan kegiatan

yang dirasakan beberapa minggu terakhir Jangka Panjang : baik, pasien dapat menceritakan riwayat

pendidikannya terdahulu 4. Konsentrasi : kurang baik, pasien tidak mampu menjawab soal

pengurangan (100-7=93, dst) 5. Perhatian : pasien mudah teralihkan oleh stimulus eksternal

6. Kemampuan membaca dan menulis : baik, pasien dapat membaca dan menulis apa yang diperintahkan oleh pemeriksa 7. Pikiran abstrak : baik, pasien dapat menjawab arti peribahasa ada udang di balik batu. 8. Kemampuan visuospasial : baik, pasien dapat menggambar sebuah segitiga 9. Intelegensia dan kemampuan informasi : baik, pasien dapat

menyebutkan nama presiden Indonesia saat ini. 10. Kemampuan menolong diri : cukup, pasien hanya melakukan aktivitas apabila disuruh oleh orang tua pasien.

F. Pengendalian impuls Kurang, pasien terlihat gelisah dan tidak dapat tidur tenang selama pemeriksaan.

G. Daya nilai dan tilikan 1. Daya nilai sosial yang salah 2. Uji Daya nilai 3. Penilaian realita : baik, mencuri adalah perbuatan dosa. : Terdapat hendaya dalam menilai realita.
8

: baik, menurut pasien marah adalah perbuatan

4. Tilikan

: derajat 2

H. Taraf dapat dipercaya

: Secara keseluruhan pasien dapat dipercaya

IV.

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK LEBIH LANJUT

A. Status Internus (Pemeriksaan Tanggal 21 April 2012) Keadaan Umum Kesadaran Tekanan Darah Frekuensi Nadi Frekuensi Napas Suhu Status Gizi Kulit Kepala Rambut Mata THT : Baik : Kompos Mentis : 110/80 mmHg : 84x/ menit : 18 x/menit : 36,7 C : Kesan gizi baik : Sawo matang, kesan normal. : Tidak ada deformitas : Hitam, tidak mudah dicabut. : Konjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterik. : Telinga tidak deformitas, terdapat sedikit serumen kedua telinga. Gigi dan Mulut Leher Jantung Paru Abdomen Ekstremitas : Mukosa mulut dan lidah dalam batas normal : Tidak ada pembesaran KGB. : Bunyi jantung I-II normal, murmur (-), gallop (-) : Suara napas vesikuler, rh -/-, wh -/: Supel, tidak ada nyeri tekan, bising usus (+) normal. : Akral hangat, edema (-). di

B. Status Neurologis 1. GCS 2. Kaku Kuduk 3. Pupil langsung-tidak langsung +/+ 4. Kesan Parese nervus Kranialis : (-)
9

: 15 (E4, V5, M6) : (-) : Bulat, isokor, refleks cahaya

5. Motorik rigiditas (-), spasme (-),

: hipotoni

Kekuatan (-), eutrofi ,

(5), tidak

tonus ada

baik, gangguan

keseimbangan dan koordinasi. 6. Sensorik 7. Refleks fisiologis 8. Gejala ekstrapiramidal 9. Gaya Berjalan dan Postur Tubuh 10. Stabilitas Postur Tubuh 11. Tremor di kedua tangan : Tidak ada gangguan sensibilitas : (+) : (-) : Normal : Normal : (-)

C. Status Internus (Pemeriksaan Tanggal 22 April 2012) Keadaan Umum Kesadaran Tekanan Darah Frekuensi Nadi Frekuensi Napas Suhu Status Gizi Kulit Kepala Rambut Mata THT : Tampak kaku : Compos mentis : 110/70 mmHg : 128 x/ menit : 20 x/menit : 36,5 C : Kesan gizi baik : Sawo matang, kesan normal. : Tidak ada deformitas : Hitam, tidak mudah dicabut. : Konjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterik. : Telinga tidak deformitas, terdapat sedikit serumen kedua telinga. Gigi dan Mulut Leher Jantung Paru Abdomen Ekstremitas D. Status Neurologis 12. GCS 13. Kaku Kuduk : 15 (E4, V5, M6) : (-)
10

di

: Mukosa mulut dan lidah dalam batas normal : Tidak ada pembesaran KGB. : Bunyi jantung I-II normal, murmur (-), gallop (-) : Suara napas vesikuler, rh -/-, wh -/: Supel, tidak ada nyeri tekan, bising usus (+) normal. : Akral hangat, edema (-).

14. Pupil langsung-tidak langsung +/+ 15. Kesan Parese nervus Kranialis 16. Motorik rigiditas (-), spasme (-),

Bulat,

isokor,

refleks

cahaya

: (-) : hipotoni Kekuatan (-), eutrofi , (5), tidak tonus ada baik, gangguan

keseimbangan dan koordinasi. 17. Sensorik 18. Refleks fisiologis 19. Gejala ekstrapiramidal 20. Gaya Berjalan dan Postur Tubuh 21. Stabilitas Postur Tubuh 22. Tremor di kedua tangan : Tidak ada gangguan sensibilitas : (+) : (+) : seperti robot : Normal : (+)

V.

IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA

Pasien, seorang perempuan berusia 17 tahun, dibawa ke IGD psikiatri RSMM oleh kelurganya karena badan pasien kaku dan sulit digerakkan sejak 4 jam SMRS. Menurut keluarga pasien, keluhan muncul setelah pasien minum obat yang diperoleh dari IGD Psikiatri sehari sebelumnya, yaitu pada tanggal 21 April 2012. Semenjak itu, pasien tidur terus-menerus, mulut kaku, dan mata pasien terlihat mendelik ke atas. Sehari sebelumnya, Pasien dibawa ke IGD Psikiatri RSMM karena marah-marah dan berbicara sendiri sejak 3 hari SMRS. Menurut pasien, dia mendengar suara-suara yang tidak dia kenali yang berkomentar

tentang dirinya, mengatakan bahwa dirinya tidak akan lulus ujian dan mengajaknya untuk pindah agama. Suara-suara tersebut sangat

mengganggu pasien sehingga dia sulit tidur dan membuatnya ketakutan. Pasien merasa rahasianya atau apa yang dia pikirkan dapat diketahui oleh orang lain. Pasien mengatakan melihat seseorang yang bernama Rendi yang menyukai dirinya namun sering mengganggunya. Rendi sering
11

bermain di kamarnya, mengajaknya untuk mengobrol, dan mengajaknya untuk pindah agama. Menurut orang tua pasien, pasien mengalami perubahan perilaku sejak 3 hari yang lalu, seperti suka berbicara dan kadang-kadang tertawa sendiri, berbicara tidak menyambung, suka marah-marah dan terkadang mengancam orang lain namun tidak sampai merusak barang-barang atau melukai dirinya dan orang lain, pasien juga tidak mau makan dan mandi, pasien hanya makan dan mandi jika dipaksa oleh kedua orang tuanya. Orang tua pasien mengaku bahwa kondisi seperti ini baru pertama kali terjadi pada pasien. Orang tua pasien mengatakan bahwa keluhan ini muncul pada saat pasien setelah mengikuti ujian nasional. Orang tua pasien menyangkal bahwa pasien dalam masa pengobatan/ pernah

menjalani pengobatan gangguan jiwa. Pasien menyangkal bahwa dirinya sakit. Pasien baru pertama kali mengalami keluhan ini.

Skema Perjalanan Gangguan Nn. F

12

VI.

FORMULASI DIAGNOSTIK

Pada pasien ini ditemukan adanya pola perilaku atau psikologis yang secara bermakna dan khas berkaitan dengan suatu gejala yang menimbulkan hendaya (disfungsi) dalam berbagai fungsi psikososial dan kegiatan sehari-harinya. Terdapat pula penderitaan (distress) yang dialami pasien. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pasien mengalami gangguan jiwa. Diagnosis Aksis I Berdasarkan autoanamnesis dan alloanamnesis pasien tidak memiliki riwayat cedera kepala, riwayat tindakan operatif dan riwayat kondisi medis lain yang dapat secara langsung ataupun tidak langsung mempengaruhi fungsi otak. Berdasarkan pemeriksaan fisik juga tidak ditemukan kondisi medis umum yang dapat mempengaruhi fungsi otak. Oleh karena itu, gangguan mental organik (F00-09) dapat disingkirkan. Diagnosis gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan

zat psikoaktif (F10-F19) dapat disingkirkan karena pasien tidak pernah menggunakan zat psikoaktif. Pada pasien ditemukan gejala-gejala halusinosi auditorik commenting , halusinasi visual, thought broadcasting sejak 3 hari yang lalu. Pada pasien juga ditemukan perubahan perilaku berupa marah-marah. Keluhan-keluhan pada pasien terjadi setelah pasien selesai melakukan ujian nasional. Dari gejala-gejala tersebut, diagnosis lebih diberatkan pada F23, yaitu gangguan psikotik akut.

Diagnosis Aksis II Pasien memiliki ciri kepribadian schizoid karena pasien cenderung lebih senang menyendiri daripada bersama orang lain, pasien tidak memiliki teman dekat dan tidak suka mengikuti kegiatan social.

Diagnosis Aksis III Setelah mendapat pengobatan, sehari setelahnya pasien mengalami kaku seluruh badan, tidak bisa diajak komunikasi karena mulut kaku yang disebabkan oleh efek ekstrapiramidal oleh obat antipsikosis tipikal.
13

Diagnosis Aksis IV Pasien mengalami stress pasca ujian nasional, dari halusinasi yang dialami pasien diduga pasien khawatir tidak lulus ujian nasional. Hubungan dengan primary support group baik, dimana keluarga selalu mendukung pasien untuk berobat agar cepat sembuh.

Diagnosis Aksis V Berdasarkan Skala Global Assesment of Functioning (GAF) dalam satu tahun terakhir (the high level past year (HLPY)) adalah 100-91 (gejala tidak ada, berfungsi maksimal, tidak ada masalah yang tak tertanggulangi). Skala GAF pada saat pemeriksaan (current) didapatkan nilai 60-51 (gejala sedang, disabilitas sedang)

VII.

EVALUASI MULTIAKSIAL a. Aksis I b. Aksis II c. Aksis III d. Aksis IV e. Aksis V : (PPDGJ III : F23) Gangguan psikotik akut : Ciri kepribadian skizoid : sindroma ekstrapiramidal : masalah ujian nasional : GAF HLPY = 100-91 dan skala GAF current 60-51

VIII. DAFTAR MASALAH a. Organobiologi b. Psikologi broadcasting, c. Lingkungan dan sosial ekonomi : stress akibat ujian nasional : sindroma ekstrapiramidal : halusinasi auditorik dan visual, thought

14

IX.

RENCANA PENATALAKSANAAN

Farmakoterapi 1. Risperidon 2. Chlorpromazine 3. Trihexyphenidyl : 2 x 2 mg : 1 x 50 mg : 2 x 2 mg

Injeksi Atropin 1 amp IM Injeksi diazepam 1 amp IM Observasi 2 jam Trihexyphenidyl Chlorpromazine Risperidon : 2 x 2 mg 3 x 2 mg : 1 x 50 mg 1 x 25 mg : 2 x 2 mg 1 x 0,5 mg

Psikoterapi Psikoterapi dilakukan bersamaan dengan pemberian psikofarmaka, dilakukan terhadap pasien dan keluarga. Terhadap pasien : 1. Memberikan psikoterapi edukatif, yaitu memberikan informasi dan edukasi tentang penyakit yang diderita, faktor risiko, gejala, dampak, faktor penyebab, cara pengobatan, prognosis, dan risiko kekambuhan agar pasien tetap patuh minum obat dan segera datang ke dokter bila timbul gejala serupa dikemudian hari. Selain itu, harus dijelaskan pula bahwa pengobatan akan berlangsung lama, adanya efek samping obat dan pengaturan dosis obat hanya boleh diatur oleh dokter 2. Memberikan psikoterapi suportif dengan memotivasi pasien untuk terus minum obat secara teratur, serta memiliki semangat untuk sembuh. Selain itu, memberikan dukungan atas hal-hal positif yang dilakukan pasien

Terhadap keluarga: 1. Memberikan informasi dan edukasi tentang penyakit pasien, faktor risiko, gejala, dampak, faktor penyebab, cara pengobatan, prognosis
15

dan risiko kekambuhan, faktor yang meningkatkan risiko kekambuhan, sehingga keluarga dapat mendukung pasien ke arah kesembuhan dengan maksimal. 2. Menjelaskan bahwa pengobatan akan berlangsung lama, adanya efek samping obat dan pengaturan dosis obat hanya boleh diatur oleh dokter. 3. Mengajak anggota keluarga untuk ikut berpartisipasi dalam

penatalaksanaan pasien.

X.

PROGNOSIS

a. Quo ad vitam b.Quo ad functionam c. Quo ad sanationam

: Ad bonam : Ad bonam : Dubia ad bonam

Faktor yang mendukung prognosis 1. Stressor jelas 2. Dukungan keluarga, pasien hanya dua bersaudara 3. Jenis kelamin wanita 4. Tidak ada faktor herediter 5. Pasien masih bisa merawat diri

Faktor yang memperburuk prognosis 1. Ciri kepribadian skizoid 2. Pasien masih berusia muda

16

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Kesehatan RI Direktorat Jendral Pelayanan Medik. Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia III (PPDGJ III).Depkes RI : 1993.

Maslim R. Panduan Praktis Penggunaan Klinis Obat Psikotropik, edisi ketiga : 2001. Agus D. Psikopatologi: Dasar di Dalam Memahami Tanda dan Gejala dari Suatu Gangguan Jiwa, edisi pertama: 2003. Sadock BJ, Sadock VA. Kaplan & Saock`s Synopsis of Psychiatry : Behavioral Sciences/Clinical Psychiatry.10th ed. USA : Lippincat, Williams and Wilkins : 2007.

17

NASKAH PSIKIATRI
GANGGUAN PSIKOTIK AKUT LIR SKIZOFRENIA

Oleh : Aldho Bramantyo Farida Nur Aini Ichwan Zuanto S Namira Azzahra 108103000031 108103000053 107103003842 108103000036

Pembimbing :
dr. Lukman Mustar, Sp. KJ, MMR

Kepaniteraan Klinik Psikiatri RS Marzoeki Mahdi Bogor Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 2012
18