Anda di halaman 1dari 65

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi informasi dan komunikasi
yang pesat, sangat berpengaruh dan memiliki arti penting terhadap kehidupan
manusia saat ini. Hal ini terlihat dengan adanya berbagai kemudahan yang
ditawarkan dan disediakan. Sehubungan dengan perkembangan dan kecanggihan
teknologi itu, maka dibutuhkan sumber daya manusia yang cakap dan siap untuk
memanfaatkannya, sehingga manusia tidak ketinggalan, atau dengan kata lain
dapat memanfaatkan teknologi yang sudah ada.
Melihat teknologi yang berkembang begitu pesat hingga menjadikan
berkomunikasi tidak mengenal batasan waktu dan tempat seperti halnya teknologi
VoIP (Voice over Internet Protocol) yang dapat mengubah sinyal analog menjadi
digital sebagai salah satu berkembangnya teknologi itu sendiri. Kemajuan dunia
komunikasi di era ini membuat teknologi VoIP semakin berkembang dan semakin
maju.
Di Kalimantan Timur yang memiliki Sumber Daya Alam yang melimpah
dan memiliki potensi besar dalam hal memiliki anggaran dana, namun di sisi lain
masih terdapat kurangnya penerapan teknologi di kalangan pemerintah provinsi
dalam memberdayakan yang telah ada seperti teknologi jaringan internet maupun
intranet untuk bisa memajukan ataupun mengembangkan wilayahnya. Dalam
halnya berkomunikasi Pemerintah Provinsi memiliki jalur intranet maupun
internet di setiap instansi tetapi pemanfaatannya masih kurang maksimal
dikarenkan masih adanya penggunaan jalur lain untuk berinteraksi ataupun
berkomunikasi antar sesama dan lintas instansi.
Di pemerintahan kota Samarinda penulis juga menemukan hal yang sama
dalam memanfaatkan teknologi yang telah ada. Masih kurangnya SDM di
kalangan pemerintah kota membuat teknologi VoIP tidak dapat diintegarisakan.
Tidak hanya dikalangan pemerintah saja namun di kalangan akademisi
khususnya tempat penulis kuliah yaitu Universitas Mulawarman yang memiliki

1
struktur jaringan internet maupun intranet yang dapat dikatakan sebagai
jaringan yang besar dan luas cakupannya masih kurang maksimal khususnya
untuk pemanfaatan jalur lokal sebagai alternatif media dalam berkomunikasi
secara gratis ataupun tidak dipungut biaya maksudnya teknologi VoIP ini tidak
dikenakan biaya untuk dipakai maupun dikembangkan sebagai alternatif dalam
berkomunikasi karena bersifat open source dan memiliki lisensi GNU/GPL..
Teknologi percakapan jarak jauh dengan teknologi VoIP (Voice over
Internet Protocol) dimana pada saat ini sangatlah tepat apabila diselaraskan
dengan kemajuan teknologi yang telah ada. Sebuah teknologi tidak lepas dari hasil
yang ditawarkan mulai dari segi kemudahan, kepraktisan, dan kecepatan proses
dalam hal berkomunikasi.
Teknologi yang digunakan untuk membangun VoIP ini pun tidaklah terlalu
sulit, cukup dengan menyiapkan server VoIP sebagai basis pemrosesan suara dan
client sebagai end user yang melakukan komunikasi. Pada perkembangannya
VoIP mengalami evolusi. Bentuk peralatan pun berkembang, tidak hanya
berbentuk komputer yang saling berhubungan, tetapi peralatan lain seperti
pesawat telepon biasa terhubung dengan jaringan VoIP. Jaringan data digital
dengan gateway untuk VoIP memungkinkan berhubungan dengan PABX (Private
Automatic Branch eXchange) atau jaringan analog telepon biasa. Komunikasi
antara komputer dengan pesawat (extension) di kantor adalah memungkinkan.
Bentuk komunikasi bukan cuma suara saja. Bisa berbentuk tulisan (chating) atau
jika jaringannya cukup besar bisa dipakai untuk Video Conference. Dalam bentuk
yang lebih lanjut komunikasi ini lebih dikenal dengan IP Telephony yang
merupakan komunikasi bentuk multimedia sebagai kelanjutan bentuk komunikasi
suara (VoIP). Keluwesan dari VoIP dalam bentuk jaringan, peralatan dan
komunikasinya membuat VoIP menjadi cepat popular di masyarakat umum.
Universitas Mulawarman Samarinda yang belum memiliki teknologi VoIP
untuk jalur komunikasi lokal dan mengingat besar jalur pita (Bandwidth) untuk
sharing data melalui jalur FO (Fiber Optik) yang merupakan jalur tulang
punggung (Backbone) Universitas Mulawarman serta memiliki kapasitas transfer
rate file sebesar 10 Gbits/Seconds. Hal ini memungkinkan untuk Universitas

2
Mulawarman menerapkan teknologi VoIP sebagai jalur alternatif lokal dalam
berkomunikasi dan berinteraksi di dalam internal Universitas Mulawarman sendiri
ataupun di luar Universitas Mulawarman seperti jalur INHERENT (Indonesia
Higher Education Network) yang merupakan program pengembangan sistem dan
jaringan informasi pendidikan tinggi yang direncanakan secara bertahap akan
menghubungkan seluruh perguruan tinggi se-Indonesia yang dicanangkan oleh
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan didukung oleh Telkom sebagai
penyedia infrastruktur.
Untuk menghadapi tantangan perubahan Teknologi Informasi dan
Komunikasi bagi kehidupan lokal, nasional, dan global, maka kehadiran VoIP
sebagai alternatif jalur komunikasi yang tidak berbayar / free dan bersifat open
source, maka hal ini dapat memberikan kemudahan bagi instansi Universitas
Mulawarman melakukan komunikasi antar lembaganya. Oleh karena itu perlu
dibuat suatu perancangan sistem yang menggunakan teknologi VoIP untuk dapat
berkomunikasi sebagaimana telepon yang umum digunakan. Maka penulis pada
penelitian ini mencoba membuatkan sebuah rancangan teknologi VoIP sebagai
sistem komunikasi untuk sarana berinteraksi di kalangan akademisi di wilayah
Universitas Mulawarman sebagai langkah awal kemajuan teknologi di kalangan
kampus khususnya.Teknologi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk
menerapkan teknologi komunikasi yang telah terintegrasi dengan jaringan di
Universitas Mulawarman Samarinda.

1.2 Rumusan Masalah


Dari latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka dibutuhkan sebuah
software pendukung teknologi VoIP yang dapat membantu proses berkomunikasi
secara cepat, efisien dan hemat dalam penerapannya. Jadi telah didapat rumusan
masalahnya adalah “Perancangan dan Implementasi VoIP (Voice over Internet
Protocol) sebagai Jalur Komunikasi melalui Jaringan Backbone di
Universitas Mulawarman Samarinda”.

1.3 Batasan Masalah

3
Agar tidak meluasnya permasalahan yang akan diteliti, maka penulis
membatasi ruang lingkup permasalahan VoIP diantaranya yaitu :
1. Merancang dan mengimplementasikan jaringan VoIP (Voice over
Internet Protocol) sebagai alternatif jalur komunikasi lokal melalui
jaringan Backbone di Universitas Mulawarman Samarinda.
2. Penelitian ini di titik beratkan pada pembuatan server VoIP,
sebagaimana server VoIP itu sendiri dapat menjadi basis dalam
komunikasi antar PC yaitu user satu dengan lainnya.
3. Pembahasan VoIP hanya sebatas mengkoneksikan antar PC yang
terhubung pada jaringan backbone di Universitas Mulawarman.
4. Memberikan penomoran ekstensi secara terurut dan teratur pada
masing-masing lembaga di Universitas Mulawarman.
5. Pembuatan server VoIP ini menggunakan software legal berbasiskan
open source GNU/GPL.

1.4 Tujuan Penelitian


Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Merancang dan mengimplementasikan serta mengintegrasikan
teknologi VoIP kedalam jaringan lokal Universitas Mulawarman
sebagai jalur berkomunikasi yang gratis atau free artinya penggunaan
teknologi VoIP ini bebas dan tidak berbayar.
2. Memahami cara kerja, kelebihan, kekurangan, dan jenis-jenis
teknologi VoIP secara umum.
3. Penerapan teknologi VoIP (Voice over Internet Protocol) sebagai
komunikasi yang menghemat waktu, praktis, efektif dan relevan di
Universitas Mulawarman Samarinda.
4. Untuk meningkatkan kinerja yang diinginkan dalam proses
berkomunikasi sebagai wadah pertukaran informasi melalui voice line.
5. Mengintegrasikan jalur alternatif dalam berkomunikasi di kalangan
akademisi Univesitas Mulawarman Samarinda.

4
1.5 Manfaat Penelitian
Dengan penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua
kalangan dan pihak Universitas Mulawarman khusunya, diantaranya adalah :
1. Aplikasi yang dibangun dapat memberikan kemudahan dalam sarana
komunikasi dan saling berbagi informasi antar lembaga di Universitas
Mulawarman.
2. Keleluasaan dalam berkomunikasi karena dapat di akses secara bebas
dan tidak berbayar.
3. Memajukan teknologi yang berkembang dan menerapkannya sebagai
wujud nyata dalam mengikuti trend perkembagan TIK (Teknologi
Informasi dan Komunikasi).
4. Dapat dijadikan referensi oleh Perguruan Tinggi lain untuk
membangun model penerapan teknologi VoIP.

1.6 Sistematika Penulisan


Adapun sistematika dalam penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Dalam bab ini akan diuraikan mengenai latar belakang, rumusan
masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan
sistematika penelitian.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Pada bab ini, menguraikan pembahasan mengenai landasan-landasan
teori yaitu pengertian VoIP (Voice over Internet Protocol), definisi
VoIP, Jalur komunikasi VoIP, Linux serta perangkat lain yang
berkaitan dengan pokok permasalahan yang diangkat dalam penelitian.
BAB III METODE PENELITIAN
Dalam bab ini membahas mengenai tempat penelitian, waktu
penelitian, tahap pengumpulan data, dan analisis kebutuhan data

5
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Dalam bab ini membahas mengenai hasil dari penelitian yang telah
dilakukan dan membahas secara detail mekanisme penelitian tersebut
dilakukan.
BAB V PENUTUP
Dalam bab ini dibahas mengenai saran dan kritik terhadap teknologi
VoIP yang telah diterancang dan diimplementasikan.

6
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Pada bab ini dibahas konsep dasar yang berhubungan dengan VoIP
diantaranya jaringan komputer, jaringan backcone, VoIP, Jalur komunikasi VoIP,
perangkat keras dan perangkat lunak .
2.1 Jaringan Komputer

Agar VoIP berjalan dengan lancar maka dibutuhkan media untuk dapat
berkomunikasi di jalur VoIP ini yaitu dengan adanya Jaringan Komputer dimana
memiliki pengertian sebuah sistem yang terdiri atas komputer dan perangkat
jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang
sama. Tujuan dari jaringan komputer adalah:

a. Membagi sumber daya contohnya berbagi pemakaian printer, CPU,


memory, harddisk, gambar dan data.
b. Untuk berkomunikasi: contohnya surat elektronik, instant messaging,
chatting, dan streaming.
c. Akses informasi contohnya web browsing.

Agar dapat mencapai tujuan yang sama, setiap bagian dari jaringan komputer
meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta layanan disebut
client (client) dan yang memberikan layanan disebut pelayan (server). Arsitektur
ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh
aplikasi jaringan komputer.

Klasifikasi Berdasarkan skala :

a. Personal Area Network (PAN)


b. Campus Area Network (CAN)
c. Local Area Network (LAN)
d. Metropolitant Area Network (MAN)
e. Wide Area Network (WAN)

7
f. Global Area Network (GAN)

Berdasarkan fungsinya setiap jaringan komputer ada yang berfungsi sebagai client
dan juga server. Tetapi ada jaringan yang memiliki komputer yang khusus
didedikasikan sebagai server sedangkan yang lain sebagai client. Ada juga yang
tidak memiliki komputer yang khusus berfungsi sebagai server saja. Karena itu
berdasarkan fungsinya maka ada dua jenis jaringan komputer:

2.1.1 Client-server

Yaitu jaringan komputer dengan komputer yang didedikasikan khusus


sebagai server. Sebuah service/layanan bisa diberikan oleh sebuah komputer
atau lebih. Contohnya adalah sebuah domain seperti www.detik.com yang
dilayani oleh banyak komputer web server. Atau bisa juga banyak
service/layanan yang diberikan oleh satu komputer. Contohnya adalah server
unmul.ac.id yang merupakan satu komputer dengan multi service yaitu mail
server, web server, file server, database server dan lainnya.

2.1.2 Peer-to-peer

Yaitu jaringan komputer dimana setiap host dapat menjadi server dan
juga menjadi client secara bersamaan. Contohnya dalam file sharing antar
komputer di Jaringan Windows Network Neighbourhood ada 5 komputer (kita
beri nama A,B,C,D dan E) yang memberi hak akses terhadap file yang
dimilikinya. Pada satu saat A mengakses file share dari B bernama
data_nilai.xls dan juga memberi akses file soal_uas.doc kepada C. Saat A
mengakses file dari B maka A berfungsi sebagai client dan saat A memberi
akses file kepada C maka A berfungsi sebagai server. Kedua fungsi itu
dilakukan oleh A secara bersamaan maka jaringan seperti ini dinamakan peer
to peer.

8
Berdasarkan topologi jaringan, jaringan komputer dapat dibedakan atas:

a. Topologi bus
b. Topologi bintang
c. Topologi cincin
d. Topologi mesh
e. Topologi pohon
f. Topologi linier

Beberapa topologi tersebut dapat diterapkan dan disesuaikan dengan kebutuhan.


(I Made Wiryana,2002).

2.2 Jaringan Backbone


Jaringan Backbone adalah struktur jaringan utama (primer) atau bisa
dikatakan jalur yang terdepan untuk dilewati oleh transfer data yang memiliki
kapasitas transfer rate data lebih besar dimana memiliki jenis topologi yang
disesuaikan dengan kebutuhan. Rata-rata ISP (Internet Service Provider) banyak
yang menggunakan jaringan backbone sebagai kemudahan dalam pelayanan
request public dengan jumlah banyak. Jaringan backbone biasanya menggunakan
media serat optik (Fiber Optic) / FO sebagai jalur utamanya dimana
menghubungkan antar titik, baik dalam cakupan antar daerah, kota maupun antar
negara. (http://www.total.or.id/info.php?kk=Backbone%20network,2008)

2.3 Voice Over Internet Protokol (VoIP)


Voice over Internet Protocol (yang sering juga disebut VoIP, IP Telephony,
Internet telephony atau Digital Phone) adalah teknologi yang memungkinkan
percakapan suara jarak jauh melalui media internet. Data suara diubah menjadi
kode digital dan dialirkan melalui jaringan yang mengirimkan paket-paket data,
dan bukan lewat sirkuit analog telepon biasa.
(http://syintafaste.wordpress.com/2008/12/09/voice-over-internet-protocol-
voip/,2008)

9
2.4 Jalur Komunikasi VoIP
VoIP sebagai alternatif jalur komunikasi memilik jalur yang
memiliki level dari transfer protokol dengan standart TCP/IP di layer transport
berupa TCP , UDP dan RTP.

2.4.1 H 323

H.323 adalah rekomendasi ITU-T untuk komunikasi multimedia


berbasis paket, khususnya VoIP. H.323 merupakan suite yang terdiri dari
berbagai protokol, yang masing-masing distandarkan secara terpisah oleh
ITU-T dan IETF. Banyak dari protokol di dalam H.323 diterbitkan
sebelum skema VoIP sendiri dikenal.

2. 4.2 SIP

Berbeda dengan H.323, SIP (Session Initiation Protocol)


diterbitkan sebagai standar oleh IETF (RFC 3261) setelah adanya VoIP.
SIP disiapkan sebagai protokol dalam suite IP untuk membentuk dan
melakukan pengendalian atas sesi multimedia over IP. SIP merupakan
protokol client-server yang diangkut di atas TCP. Bentuknya teks, seperti
keluarga HTTP.

Pengalamatan SIP dapat dilakukan mirip nomor telepon atau mirip


alamat web. Jika pengalamatan dilakukan mirip web, digunakan juga URL
seperti web, yang lebih lanjut akan diterjemahkan menjadi alamat IP oleh
suatu DNS. Untuk membangun sebuah sesi multimedia, SIP melakukan
juga negosiasi feature dan kapabilitas, seperti pada H.323.

Pengalamatan SIP dapat dilakukan mirip nomor telepon atau mirip


alamat web. Jika pengalamatan dilakukan mirip web, digunakan juga URL
seperti web, yang lebih lanjut akan diterjemahkan menjadi alamat IP oleh
suatu DNS. Untuk membangun sebuah sesi multimedia, SIP melakukan
juga negosiasi feature dan kapabilitas, seperti pada H.323.

10
2.4.3 TCP
Transmission Control Protocol (TCP) adalah suatu protokol yang
berada di lapisan transpor (baik itu dalam tujuh lapis model referensi OSI
atau model DARPA) yang berorientasi sambungan (connection-oriented)
dan dapat diandalkan (reliable). TCP dispesifikasikan dalam RFC 793.
TCP memiliki karakteristik sebagai berikut:

a. Berorientasi sambungan (connection-oriented): Sebelum data dapat


ditransmisikan antara dua host, dua proses yang berjalan pada lapisan
aplikasi harus melakukan negosiasi untuk membuat sesi koneksi
terlebih dahulu. Koneksi TCP ditutup dengan menggunakan proses
terminasi koneksi TCP (TCP connection termination).
b. Full-duplex: Untuk setiap host TCP, koneksi yang terjadi antara dua
host terdiri atas dua buah jalur, yakni jalur keluar dan jalur masuk.
Dengan menggunakan teknologi lapisan yang lebih rendah yang
mendukung full-duplex, maka data pun dapat secara simultan diterima
dan dikirim. Header TCP berisi nomor urut (TCP sequence number)
dari data yang ditransmisikan dan sebuah acknowledgment dari data
yang masuk.
c. Dapat diandalkan (reliable): Data yang dikirimkan ke sebuah koneksi
TCP akan diurutkan dengan sebuah nomor urut paket dan akan
mengharapkan paket positive acknowledgment dari penerima. Jika
tidak ada paket Acknowledgment dari penerima, maka segmen TCP
(protocol data unit dalam protokol TCP) akan ditransmisikan ulang.
Pada pihak penerima, segmen-segmen duplikat akan diabaikan dan
segmen-segmen yang datang tidak sesuai dengan urutannya akan
diletakkan di belakang untuk mengurutkan segmen-segmen TCP.
Untuk menjamin integritas setiap segmen TCP, TCP
mengimplementasikan penghitungan TCP Checksum.
d. Byte stream: TCP melihat data yang dikirimkan dan diterima melalui
dua jalur masuk dan jalur keluar TCP sebagai sebuah byte stream yang

11
berdekatan (kontigu). Nomor urut TCP dan nomor acknowlegment
dalam setiap header TCP didefinisikan juga dalam bentuk byte. Meski
demikian, TCP tidak mengetahui batasan pesan-pesan di dalam byte
stream TCP tersebut. Untuk melakukannya, hal ini diserahkan kepada
protokol lapisan aplikasi (dalam DARPA Reference Model), yang
harus menerjemahkan byte stream TCP ke dalam "bahasa" yang ia
pahami.
e. Memiliki layanan flow control: Untuk mencegah data terlalu banyak
dikirimkan pada satu waktu, yang akhirnya membuat "macet" jaringan
internetwork IP, TCP mengimplementasikan layanan flow control yang
dimiliki oleh pihak pengirim yang secara terus menerus memantau dan
membatasi jumlah data yang dikirimkan pada satu waktu. Untuk
mencegah pihak penerima untuk memperoleh data yang tidak dapat
disangganya (buffer), TCP juga mengimplementasikan flow control
dalam pihak penerima, yang mengindikasikan jumlah buffer yang
masih tersedia dalam pihak penerima.
f. Melakukan segmentasi terhadap data yang datang dari lapisan aplikasi
(dalam DARPA Reference Model)
g. Mengirimkan paket secara "one-to-one": hal ini karena memang TCP
harus membuat sebuah sirkuit logis antara dua buah protokol lapisan
aplikasi agar saling dapat berkomunikasi. TCP tidak menyediakan
layanan pengiriman data secara one-to-many.
2.4.4 UDP
UDP (User Datagram Protocol) adalah salah satu protokol lapisan
transpor TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak andal
(unreliable), tanpa koneksi (connectionless) antara host-host dalam
jaringan yang menggunakan TCP/IP. Protokol ini didefinisikan dalam
RFC 768. UDP memiliki karakteristik-karakteristik berikut:

12
a. Connectionless (tanpa koneksi): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan
tanpa harus dilakukan proses negosiasi koneksi antara dua host yang
hendak berukar informasi.
b. Unreliable (tidak andal): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan sebagai
datagram tanpa adanya nomor urut atau pesan acknowledgment.
Protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus melakukan
pemulihan terhadap pesan-pesan yang hilang selama transmisi.
Umumnya, protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP
mengimplementasikan layanan keandalan mereka masing-masing, atau
mengirim pesan secara periodik atau dengan menggunakan waktu yang
telah didefinisikan.
c. UDP menyediakan mekanisme untuk mengirim pesan-pesan ke sebuah
protokol lapisan aplikasi atau proses tertentu di dalam sebuah host
dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Header UDP berisi field
Source Process Identification dan Destination Process Identification.
d. UDP menyediakan penghitungan checksum berukuran 16-bit terhadap
keseluruhan pesan UDP.

2.4.5 RTP

Real Time Protocol (RTP) header merupakan protokol standar


Internet yang digunakan untuk transportasi data-data real-time seperti
suara pada VoIP. RTP ditujukan sebagai sarana transpor data untuk
aplikasi-aplikasi video-audio conferencing dan aplikasi audio visual lain di
jaringan yang masih berada di atas protokol TCP dan UDP yang
terintegrasi. (Anton Raharja dan Onno W.Purbo, 2004).

2.5 Perangkat Keras (Hardware)


2.5.1 Server

Merupakan sebuah sistem komputer yang menyediakan jenis


layanan tertentu dalam sebuah jaringan komputer. Server didukung dengan

13
prosesor yang bersifat scalable dan RAM yang besar, juga dilengkapi
dengan sistem operasi khusus, yang disebut sebagai sistem operasi
jaringan atau network operating system. Server juga menjalankan
perangkat lunak administratif yang mengontrol akses terhadap jaringan
dan sumber daya yang terdapat di dalamnya, seperti halnya berkas atau
alat pencetak (printer), dan memberikan akses kepada workstation anggota
jaringan.

Umumnya, di atas sistem operasi server terdapat aplikasi-aplikasi


yang menggunakan arsitektur client/server. Contoh dari aplikasi ini adalah
DHCP Server, Mail Server, HTTP Server, FTP Server, DNS Server, Proxy
Server dan lain sebagainya. Setiap sistem operasi server umumnya
membundel layanan-layanan tersebut atau layanan tersebut juga dapat
diperoleh dari pihak ketiga. Setiap layanan tersebut akan merespons
terhadap request dari client. Sebagai contoh, client DHCP akan
memberikan request kepada server yang menjalankan server DHCP; ketika
sebuah client membutuhkan alamat IP, client akan memberikan
perintah/request kepada server, dengan bahasa yang dipahami oleh server
DHCP, yakni protokol DHCP itu sendiri.

1.5.2 Client / Workstation

Di dalam komputer jaringan, client/workstation merupakan


komputer yang memanfaatkan sumber daya dalam jaringan yang
disediakan oleh komputer lainnya, yang disebut dengan server. Juga
merupakan sebuah aplikasi atau proses yang meminta pelayanan dari
komponen atau proses lainnya. Adanya client ini, memudahkan koneksi ke
komputer server, dan mengatur serta menjaga hubungan dari sumber daya
lainnya. Dalam lingkungan Client/Server, workstation biasanya adalah
merupakan komputer client. Kalau dalam objek COM, adalah merupakan
program yang mengakses atau menggunakan suatu layanan yang
disediakan oleh komponen lainnya. (Ahmad Sofyan,2003)

14
2.6 Perangkat Lunak
2.6.1 Sistem Operasi

Dalam Ilmu komputer, Sistem operasi atau dalam bahasa Inggris:


operating system atau OS adalah perangkat lunak sistem yang bertugas
untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-
operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti
program-program pengolah kata dan browser web.

Secara umum, Sistem Operasi adalah software pada lapisan


pertama yang ditaruh pada memori komputer pada saat komputer
dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah
Sistem Operasi berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti
umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti
akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user.
Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas
inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem
Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut
dinamakan dengan "kernel" suatu Sistem Operasi.
( http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_operasi, 2008)

2.6.2 Linux

Pada mulanya Linux adalah nama kernel atau jantung sistem operasi
komputer yang dibuat pertama kali oleh Linus Torvalds pada tahun 1991.
Linus mengizinkan siapa saja untuk menggunakan, mempelajari cara
kerjanya, dan mendistribusikan Linux, dengan lisensi GNU GPL (General
Public License) atau lebih terkenal dengan istilah Free Software.

Saat ini, nama Linux tidak hanya digunakan untuk menyebut kernel,
namun juga sistem operasi yang lengkap. Bahkan Linux juga digunakan
untuk menyebut distribusi (gabungan sistem operasi dan berbagai aplikasi)
atau distro Linux. Contoh distro/distribusi Linux urut abjad: BlankOn,

15
CentOS, Debian, Fedora, Gentoo, Mandriva, Mint, Nusantara, openSUSE,
RedHat, Slackware, Ubuntu, Xandros, dan lain-lain.

Richard Stallman, pendiri Yayasan Free Software, mengusulkan


penulisan sistem operasi Linux adalah GNU/Linux atau GNU-Linux,
karena sistem operasi Linux berisi kernel Linux dan beberapa program
dari projek GNU. Ada yang tidak setuju dengan Stallman, karena ada
program pada sistem operasi Linux yang bukan dari projek GNU.

Open Source adalah istilah untuk software yang source code-nya


(kode programnya) disediakan oleh pengembangnya untuk umum
(terbuka) agar dapat dipelajari cara kerjanya, diubah atau dikembangkan
lebih lanjut, dan disebarluaskan. Jika pembuat program melarang orang
lain untuk mengubah dan atau menyebarluaskan program buatannya, maka
program itu bukan Open Source, meskipun tersedia kode programnya.

Open Source merupakan salah satu syarat free software. Free Software
pasti Open Source Software, namun Open Source Software belum tentu
Free Software. Contoh Free Software adalah Linux. Contoh Open Source
Software adalah FreeBSD. Linux yang berlisensi Free Software tidak
dapat diubah menjadi berlisensi tidak Free Software, sedangkan FreeBSD
yang berlisensi Open Source Software BSD-like dapat diubah menjadi
tidak Open Source. FreeBSD (Open Source) merupakan salah satu dasar
untuk membuat Mac OSX (tidak Open Source).
www.opensource.org/licenses memuat jenis-jenis lisensi Open Source.
(http://rms46.vlsm.org/00-14.html,2008)

2.6.3 Microsoft Windows

Microsoft Windows atau lebih dikenal dengan sebutan Windows


adalah keluarga sistem operasi komputer pribadi yang dikembangkan oleh
Microsoft yang menggunakan antarmuka dengan pengguna berbasis GUI
(Graphical User Interface).

16
Sistem operasi Windows telah berevolusi dari MS-DOS, sebuah
sistem operasi yang berbasis modus teks dan command-line. Windows
versi pertama, Windows Graphic Environment 1.0 pertama kali
diperkenalkan pada 10 November 1983, tetapi baru keluar pasar pada
bulan November tahun 1985 yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan
komputer dengan tampilan bergambar. Windows 1.0 merupakan perangkat
lunak 16-bit tambahan (bukan merupakan sistem operasi) yang berjalan di
atas MS-DOS (dan beberapa varian dari MS-DOS), sehingga ia tidak akan
dapat berjalan tanpa adanya sistem operasi DOS. Versi 2.x, versi 3.x juga
sama. Beberapa versi terakhir dari Windows (dimulai dari versi 4.0 dan
Windows NT 3.1) merupakan sistem operasi mandiri yang tidak lagi
bergantung kepada sistem operasi MS-DOS. Microsoft Windows
kemudian bisa berkembang dan dapat menguasai penggunaan sistem
operasi hingga mencapai 90%.
(http://www.microsoft.com/windows/winhistoryintro.mspx,2008)

2.6.4 Edraw Network Diagrammer


Edraw Network Diagram adalah perangkat lunak yang sangat ideal
untuk network engineers dan network designers yang perlu untuk
menggambar secara merincikan dokumentasi jaringan seperti novel,
jaringan kecil dan sempurna. (www.edrawsoft.com). Fitur yang dimiliki
Edraw Network Diagram adalah :
 Basic Network Diagrams
 Network Topologies
 Cisco Network Design
 Logical Network Diagrams
 Physical Network Diagrams
 LAN Diagrams
 WAN Diagrams
 LDAP
 Active Directory

17
 Dan masih banyak lagi
7.1. Flowchart
Flowchart (bagan alir) adalah chart (bagan) yg menunjukkan flow (alir) di
dalam program atau prosedur sistem secara logika, dengan menggunakan gambar-
gambar/simbol-simbol. Flowchart adalah bagian-bagian yang mempunyai arus
yang menggambarkan langkah-langkah penyelesaian suatu masalah. Flowchart
merupakan cara penyajian dari suatu algoritma. (di kutip dari Al-bahra bin
ladjamudin pada buku yang berjudul Analisis dan Desain Sistem Informasi, 2005)
Karakteristik flowchart, yaitu :
a. Flowchart bersifat grafis atau menggunakan gambar-gambar sebagai
simbol/lambang untuk suatu jenis pekerjaan/tugas/fungsi tertentu.
b. Perintah bersifat esensial, yaitu hanya perintah yang penting-penting saja
yang digambarkan dalam flowchart.
c. Flowchart efektif untuk merancang program terstruktur (structured programs).
Flowchart bisa dibuat sebelum maupun setelah pembuatan program.
Flowchart yang dibuat sebelum membuat program digunakan untuk
mempermudah pembuat program untuk menentukan alur logika program,
sedangkan yang dibuat setelah pembuatan program digunakan untuk menjelaskan
alur program kepada orang lain.
Beberapa simbol yang digunakan dalam membuat suatu Flowchart, seperti
yang terlihat pada tabel 2.1.

Tabel 2.1 Simbol-simbol Flowchart

Simbol Keterangan
Awal atau akhir, digunakan untuk menyatakan
awal atau akhir proses.
Proses, menyatakan adanya sebuah kegiatan
pengolahan data.

18
Input atau output, menyatakan operasi pemasukan
data dan pencetakan hasil atau keluaran data.
Pemberian nilai awal, untuk memberikan nilai
awal suatu variabel yang digunakan.
Pengujian, menyatakan apakah suatu kondisi
dipenuhi atau tidak.
Keterangan, menyatakan sekumpulan langkah
yang dituliskan sebagai suatu prosedur.

Mempresentasikan alur kerja

19
BAB III

METODOLOGI PENULISAN

3.1 Tempat dan Waktu Penulisan


Penulisan ini dilakukan di ICT (Information, Communication, and
Technology) Center Universitas Mulawarman Samarinda yang beralamatkan di
Jalan Muara Pahu Kampus Gunung Kelua Samarinda.
Penulisan ini berlangsung dalam waktu kurang lebih 3 (tiga) bulan,
dimulai bulan September 2008 dan berakhir pada bulan Desember 2008 sampai
terselesaikannya skripsi ini.

3.2 Metode Pengumpulan Data


Metode yang digunakan dalam penilitian ini adalah metode kualitatif,
dimana tahapan yang dikerjakan dan dilalui adalah sebagai berikut :
3.2.1 Pengumpulan Data
Pengumpulan data untuk Perancangan dan Implementasi VoIP pada
jaringan Universitas Mulawarman di ICT (Information, Communication,
and Technology) Center Universitas Mulawarman Samarinda diperoleh
dengan beberapa metode, antara lain :
3.2.1.1 Pengamatan
Penulis melakukan pengamatan pada topologi jaringan yang
ada pada Universitas Mulawrman. Pengamatan ini dilakukan agar
penulis dapat mengintegerasikan teknologi VoIP dalam jaringan
Universitas Mulawarman dan disamping itu juga ingin memperoleh
data yang valid.

3.2.1.2 Wawancara
Penulis melakukan beberapa pertanyaan kepada pihak-pihak
yang terkait dalam pengembangan jaringan di Universitas

20
Mulawarman dengan harapan agar data yang didapat bisa
disinkronisasikan dengan baik dan terjamin kelancarannya.

3.2.1.3 Studi literatur.


Penulis melakukan Studi literatur ini dengan tujuan untuk
pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis
dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis, gambar maupun
elektronik. Dokumen yang telah diperoleh kemudian dianalisis
(diurai), dibandingkan dan dipadukan (sintesis) dalam menerapkan
teknologi VoIP serta membentuk satu hasil kajian yang sistematis,
padu dan utuh sebagai hasil analisis terhadap dokumen-dokumen
tersebut.

3.3 Analisis Kebutuhan Sistem


Penulis menganalisis bahwa kebutuhan dari sistem yang akan dibuat
adalah sebagai berikut :
3.3.1 Perangkat Keras (Hardware)
Dalam penulisan ini penulis menggunakan beberapa alat-alat
kerja, sebagai berikut :
a. PC (Personal Computer) dengan spesifikasi Processor Intel ®
Core™ 2 Duo , Hard Disk seagate 160 GB, memori DDR2
1.00 GB PC-3200 Visipro, DVD RW Multi Recorder, dan
Monitor WXGA 15”.
b. Laptop DELL Latitude D400 Pentium M centrino.
c. Webcam Logitech QuickCam® Pro 4000
d. PC client.

21
22

3.3.2 Perangkat Lunak (Software)


1. Trixbox integrated with CentOS /4.3 ,Asterisk VoIP aplication,
FreePBX, Apache, SendMail, Asterisk Mail, SugarCRM,
MySQL, PHP, phpMyAdmin, SSH, Bluetooth, freePBX, the
Flash Operator Panel, Call Detail Reporting, and on and on.
2. Edraw Network Diagrammer versi 3.3
3. Ubuntu Hardy Heron 8.04 LTS (client OS)
4. X-Lite PC PHONE versi (client aplication)
5. Microsoft windows XP Professional SP3 (client OS)

3.4 Tahap Pengembangan


Dalam pembuatan aplikasi ini ada beberapa langkah atau tahapan-tahapan
yaitu :
3.4.1 Tahap Perencanaan
Dalam tahap ini, penulis mencoba membuat perancangan teknologi
VoIP, kemudian menentukan tujuan pembuatan sistem dan
mengidentifikasikan kendala-kendalanya, lalu mempersiapkan usulan
penulisan sistem.

3.4.2 Tahap Analisis


Analisis tahap ini lebih dalam lagi mengenai sistem, tujuan atau
fungsi yang akan dilakukan sistem.

3.4.3 Tahap Perancangan (Desain)


Tahap ini ditentukan konfigurasi yang dibutuhkan oleh sistem dan
metode yang digunakan dalam mengambil keputusan. Mendesain atau
merancang perangkat lunak yang termasuk proses, aturan yang digunakan,
user interface, susunan menu dan inputan yang dibutuhkan.
23

3.4.4 Tahap Penerapan (Implementasi)


Tahap ini merupakan kegiatan untuk mengimplementasikan pada
tahap perancangan sistem.
3.4.5 Tahap Evaluasi (Pengujian)
Dilakukan pengujian bagaimana cara pemakaian alat-alat pada
sebuah sistem yang telah ada. Proses uji coba ini diperlukan untuk
memastikan bahwa sistem ini sudah benar, sesuai karakteristik yang
ditetapkan dan tidak ada kesalahan-kesalahan yang terkandung di
dalamnya.

3.4.6 Tahap Pemeliharaan (Maintenance)


Selama sistem ini digunakan, penulis harus memperhatikan
masalah pemeliharaan sistem. Dalam Pemeliharaan sistem dilaksanakan
untuk 3 alasan yaitu untuk memperbaiki kesalahan, menjaga kemutakhiran
sistem serta meningkatkan sistem.

3.5 Jadwal Penulisan


Tabel 3.1. Jadwal Penulisan

Bulan
Kegiatan
Sept Okt Nov Des
Pengajuan Proposal

Pengumpulan Data

Analisis Data

Desain Interface

Implementasi

Uji Coba Aplikasi

Pembuatan Laporan
.
24

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Profil ICT Center Universitan Mulawarman


4.1.1 Dasar berdiri
Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang
sangat pesat saat ini telah memberikan dampak yang sangat berarti bagi
institusi pendidikan tinggi Universitas Mulawarman (Unmul). Secara
kelembagaan, perkembangan TIK di Unmul diwujudkan dengan hadirnya
sebuah badan ad hoc yang disebut Information and Communication
Technologi Center (ICT Center). Unit ini menyatukan berbagai unit sejenis
di Unmul antara lain UPT. Pusat Komputer, UPT. Distance Learning serta
Bagian Sistem Informasi Manajemen pada Biro Administrasi Perencanaan
Kerjasama dan Sistem Informasi (BAPKSI).
4.1.2 Badan Hukum ICT Centre Universitas Mulawarman
Pembentukan ICT Center tersebut sesuai dengan Surat Keputusan
Rektor Unmul tahun 2006 yang diperbaharui dengan SK tahun 2008 No.
355/DT/2008 tentang Pembentukan Tim Pengelola ICT Center dan Transfer
Teknologi Universitas Mulawarman. Berdasarkan pada surat keputusan ini,
disamping melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai badan pelaksana
kegiatan yang menyangkut teknologi informasi, juga aktif untuk melakukan
inovasi-inovasi baru dalam mencari dan menemukan teknologi-teknologi
yang siap diterapkan dalam dunia industri dan masyarakat pada umumnya.
4.2 Strategi Pengembangan
Tugas utama unit ini adalah sebagai unit pusat yang memberikan
pelayanan teknologi informasi dan komunikasi atau sebagai ICT Center
Universitas Mulawarman dalam rangka mendukung dan mewujudkan
penyelenggaraan program pembelajaran yang berbasis teknologi informasi.
25

Adapun rincian tugas ICT Center adalah memberikan pelayanan kepada civitas
academica meliputi internet access, pemondokan email, web dan sistem aplikasi
jaringan dan komputer, server colocation, telpon kampus, migrasi ke open
source, integrasi sistem, perencanaan dan pelatihan TIK serta pengembangan
jaringan komputer ke kabupaten / kota di Kalimantan Timur.
ICT Center Unmul melaksanakan fungsi-fungsi yang didefinifikan sebagai
berikut :
a. Melakukan perencanaan standar peralatan TIK, pengoperasian,
pendayagunaan, dan pemeliharaan jaringan di lingkungan Universitas
Mulawarman
b. Memasyarakatkan layanan TIK kepada pengguna dan calon pengguna
c. Melakukan pengendalian keamanan dan keandalan kinerja jaringan baik
dari sisi hardware maupun software sesuai dengan kemajuan teknologi
d. Melaksanakan pengelolaan layanan TIK yang antisipatif terhadap
kebutuhan Universitas dan responsif terhadap keluhan pengguna
e. Menetapkan kualifikasi dan memberikan pertimbangan dalam rekrutmen
dan penerimaan teknisi TIK pada semua unit di lingkungan Universitas
Mulawarman
f. Melakukan koordinasi dan memberikan konsultasi teknis jaringan secara
berkala kepada para teknisi TIK di lingkungan Universitas Mulawarman
g. Mengelola dan menjamin kelancaran akses informasi dan komunikasi ke
jaringan lokal Universitas dan jaringan global bagi semua pengguna
h. Melaksanakan fungsi pendayagunaan open source software POSS Unmul
i. Mengembangkan, mengelola dan memelihara jaringan komputer ke
kabupaten dan kota di Kalimantan Timur dalam rangka program
pendidikan jarak jauh berbasis e-learning.
Adapun uraian beberapa pengalaman dalam mengelola manajemen proyek
TIK yang sudah pernah dikerjakan oleh ICT Center Universitas Mulawarman
antara lain :
a. Melaksanakan Program Cakupan Perguruan Tinggi (PCPT) tahun 2004
dan 2005 berupa pengembangan Sistem Informasi Manajemen dan
26

Pangkalan Data Universitas dengan menggunakan anggaran APBN.


Kegiatan dalam program ini meliputi pengadakan sistem informasi
akademik dan sistem e-Learning berbasis web site serta beberapa
perangkat hardware untuk menunjang sistem aplikasi yang dikembangkan.
b. Melaksanakan kegiatan pengembangan TIK Unmul berupa pembangunan
jaringan nirkabel yang menghubungkan gedung-gedung fakultas dengan
gedung rektorat Universitas Mulawarman pada tahun 2005 dengan
pendanaan yang bersumber dari APBD Pemerintah Provinsi Kalimantan
Timur.
c. Melaksanakan implementasi program PHK TIK K2 tahun 2006 berupa
penggelaran kabel serat optik sepanjang 4000m yang menghubungkan 10
gedung Fakultas dan Pasca Sarjana dengan anggaran pemerintah pusat.
d. Melaksanakan kegiatan proyek pengembangan TIK Unmul yang
bersumber dari APBD Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tahun 2006
berupa pengadaan bandwith internet Astinet 1 MBPS, perangkat keras
jaringan serat optik, dan perangkat pengembangan lainnya.
e. Seperti tahun 2006, pada tahun 2007 yang lalu juga mengerjakan proyek
pengembangan TIK Unmul dari APBD Pemerintah Provinsi Kalimantan
Timur berupa pengadaan bandwith internet Astinet 3 MBPS, pelunasan
iuran VSAT tahun 2006, pengembangan jaringan serat optik ke Fakultas
Teknik sepanjang 1000m serta pembelian alat-alat lainnya.
f. Mengerjakan proyek penyambungan link PVN IP Sengata Kutim - Unmul
berupa pengadaan perangkat jaringan dan video confrence, pelatihan
operator jaringan untuk tenaga lokal pada Dinas Pendidikan Kabupaten
Kutai Timur. Kegiatan ini akan dilanjutkan pembiayaannya pada tahun
2008 yang akan datang berupa pembiayaan bandwith PVN, internet
sharing, serta pelatihan dan pengembangan SDM TIK pegawai Dinas
Pendidikan Kabupaten Kutai Timur.
g. Melaksanakan kegiatan transfer teknologi Radio Frequency Identifier
(RFID) kepada lembaga mitra usahan dengan dana yang bersumber dari
Direktorat Kelembagaan DIKTI tahun 2008.
27

4.3 Visi dan Misi serta Strategi Pengembangan ICT Unmul

4.3.2 Visi
Memberikan dukungan sepenuhnya atas penyelenggaraan tri
dharma perguruan tinggi di Unmul demi terwujudnya visi Unmul sebagai
universitas berstandar internasional yang bertumpukan kepada hutan
tropika basah dan lingkungannya.

4.3.2 Misi
Memberikan layanan informasi seluas-luasnya kepada sivitas
akademika di Universitas Mulawarman sehingga terbentuknya iklim
akademik yang kondusif dalam pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi.

4.3.3 Strategi Pengembangan


Strategi pengembangan TIK Unmul jangka pendek ke depan (2008-2010)
diarahkan kepada pemeliharaan serta penambahan akses jaringan sampai
kepada unit sumberdaya kampus yang terkecil seperti program studi,
pusat-pusat penelitian serta pusat kegiatan mahasiswa. Hal ini
dimaksudkan untuk memberikan layanan informasi yang seluas-luasnya
kepada seluruh civitas academika Universitas Mulawarman.

Perluasan layanan akses jaringan juga diarahkan kepada kabupaten dan


kota di lingkungan provinsi Kalimantan Timur dalam bentuk link PVN IP.
Dengan tersedianya link PVN IP ini diharapkan berbagai lananan akses
dan informasi pendidikan juga dapat memperluas jangkauan proses
pendidikan sampai ke pelosok-pelosok daerah.

Disamping itu pengembangan TIK Unmul juga difokuskan kepada


pengembangan dan pemanfaatan aplikasi dan konten yang berasal dari
INHERENT untuk menunjang pembelajaran jarak jauh yang berbasis e-
learning. Pemanfaatan INHERENT dan konten aplikasinya ini diharapkan
28

juga dapat diseminasikan kepada perguruan tinggi / instansi lain terutama


perguruan tinggi/instansi yang telah melaksanakan kerjasama dalam
program pembelajaran dengan Universitas Mulawarman.

4.4 Perancangan Sistem


Perancangan sistem komunikasi VoIP yang akan di integrasikan pada
jaringan backbone Unmul ini merupakan penerapan jalur komunikasi suara
melalui protokol TCP/IP. Untuk bisa terhubung dengan baik di sisi end user maka
dibutuhkan seperangkat server sebagai basis dalam hal pemrosesan untuk
penomoran ekstension, pengolahan audio-video, dan penghubung antar user/client
dalam hal ini VoIP server
VoIP server merupakan pusat penanganan proses, registrasi dan penggilan
VoIP client. VoIP server ini telah terintegrasi pada jaringan backbone Unmul
dimana memiliki penomoran ekstensi pada setiap lembaganya baik Rektorat,
Fakultas, dan beberapa lembaga di bawah Unmul.
VoIP client merupakan sebuah end user yang memakai PC konvensional dan
laptop/notebook yang ditambahkan sebuah aplikasi softphone agar mampu
registrasi ke SIP server untuk dapat melakukan panggilan terhadap VoIP client
yang lainnya yang teregister pada server VoIP.
29

4.4.1 Desain Topologi Jaringan


Pada gambar di bawah ini menunjukkan penerapan teknologi VoIP
sebelum dan sesudah diterapkan pada jaringan Unmul. Dimana terdapat
beberapa client di setiap titik yang ditandai oleh gambar IP Phone.

Gambar 4.1 Jaringan Backbone Unmul tanpa VoIP

Gambar 4.2 NOC tanpa VoIP


30

Gambar 4.3 Jaringan Backbone Unmul terintegrasi VoIP

Gambar 4.4 NOC terintegrasi server VoIP


31

4.4.2 Perancangan pada Sisi Server.


VoIP server menggunakan sistem operasi Linux server. Penggunaan
Linux disini menggunakan Centos v 4.0 yang telah dibundle bersamaan
dengan beberapa paket pendukung untuk menjalankan VoIP seperti Asterisk
dan FreePBX (web base configuration) dimana Operating System ini
bernama Trixbox. Tahap-tahap perancangan pada sisi server dapat dilihat
pada flowchart berikut ini.

Gambar 4.5 Flowchart pada sisi server


Keterangan flowchart pada sisi server :
Proses pertama pada perancangan server ini adalah instalasi Trixbox versi
1.1.0 –i386. pada pc yang dikhususkan sebagai server VoIP. Kemudian
dilakukan instalasi VoIP gateway sebagai media yang mengolah suara dan
video. Setelah dilakukan konfigurasi pada sisi gateway maka dilanjutkan
pada pembagian ekstensi yakni pengalokasian penomoran pada sisi client
untuk bisa saling berkomunikasi antar client yang lain.
32

4.4.3 Perancangan pada sisi client


Perancangan pada sisi client dengan menyiapkan PC untuk melakukan
dan menerima panggilan. Tahap-tahap perancangan ini dapat dilakukan
dengan instalasi softphone, kemudian mengaktifkan softphone untuk
registrasi ke server VoIP. Softphone yang digunakan pada penelitian ini
adalah X-lite dan ekiga. Flowchart pada sisi client dapat dilihat pada gambar
berikut.

Gambar 4.6 Flowchart pada sisi client

4.5 Implementasi dan Pengujian


4.5.1 Pengujian pada Koneksivitas
Tujuan dari pengujian koneksi ini adalah untuk mengetahui
perangkat komunikasi dalam jaringan komputer berjalan dengan baik.
Pengujian dilakukan dengan cara mengirimkan paket menuju komputer lain
kemudian dikirimkan kembali dalam jangka waktu yang telah ditentukan
oleh komputer.
33

4.5.1.1 Mekanisme Pengujian


Berikut langkah-langkah dalam pengujian :
a. Semua komputer baik client maupun server melakukan pengujian
terhadap interface network dapat melawatkan paket TCP/IP
berjalan dengan baik apabila menjalankan perintah di command
promt / terminal ’ping 127.0.0.1’.
b. Pengujian dari sisi client dilakukan dengan menjalankan perintah
ping menuju client yang lain maupun pada server VoIP sendiri.
c. Pengujian pada server VoIP dengan menjalankan perintah ping
menuju ke semua client.
4.5.1.2 Indikator Pengujian
Untuk mengetahui server maupun client saling terhubung maka
dilakukan perintah ping pada command prompt jika dilayar muncul
seperti pada gambar.

Gambar 4.7 Pengujian Ping pada client ke server.


Pada Gambar menunjukkan bahwa koneksi pada jaringan berjalan
dengan normal sehingga data bisa dikirimkan dan ditrerima.
34

4.5.2 Perancangan Pengujian Server


4.5.2.1 Tujuan Pengujian
Tujuan dari pengujian server adalah mengetahui PC server dapat
bekerja dengan baik untuk register dari VoIP client yang sudah di beri
ekstensi sebelumnya.
4.5.2.2 Mekanisme Pengujian
a) Komputer server booting secara normal sampai proses berakhir
ditandai dengan munculnya halaman login user pada layar monitor.
b) Komputer Server dapat dikonfigurasi melalui remote web base
sampai ke tahap halaman login user.
c) Komputer Server dapat menambahkan serta teregister extension dari
VoIP client ketika dikonfigurasi melalui remote web base.
d) Komputer server dapat menangani panggilan dari telepon analog
menuju salah satu VoIP client.

4.5.2.3 Indikator Pengujian


a) Pada layar komputer akan muncul tampilan awal login .
Menunjukkan proses booting pada komputer server berjalan
dengan normal dan siap untuk dilakukan konfigurasi.

Gambar 4.8 Login pada server VoIP.


b) Komputer server akan dikonfigurasi melalui remote web base
sehingga pada tampilan web browser akan muncul seperti pada
35

Gambar 3.6 sebagai tampilan user mode kemudian dapat melakukan


login sehingga menjadi privilege user seperti pada gambar 3.7.

c) Komputer server dapat menambahkan VoIP extension baru dengan


login sebagai privilege user pada web base kemudian asterisk > Free
PBX >Extension. Ketika dapat ditambahkan extension baru maka
komputer dapat melayani VoIP client.

4.5.3 Perancangan pengujian client


Perancangan pengujian pada client diharapkan dapat dijadikan
sebagai acuan dalam implementasi serta sebagai prosedur dalam
berkomunikasi antar client.
4.5.3.1 Tujuan pengujian
Tujuan pengujian VoIP client adalah untuk mengetahui VoIP clien
untuk sistem operasi windows dan linux sudah teregister kedalam
server VoIP dengan benar sehingga dapat melakukan pangilan ke semua
client ,telepon analog atau dari telepon analog menuju client.
4.5.3.2 Mekanisme pengujian
a. VoIP Client atau softphone yang digunakan adalah X-Lite sudah
terinstal pada PC Client dengan benar.
b. VoIP Client sudah teregister server dengan baik dan siap menerima
dan melakukan panggilan.
4.5.3.3 Indikator Pengujian
VoIP client sudah terinstall dengan benar akan muncul program
VoIP client pada start menu yaitu EyeBeam Softphone seperti pada
Gambar 3.10.

Gambar 4.9 Tampilan Softphone ketika terinstalasi.


36

Gambar 4.10 VoIP client terigister.

Softphone dapat teregister ke-server dengan benar pada tampilan


softphone akan muncul username dan tertulis ready seperti pada Gambar
4.10 yang sudah diaktifkan atau ditambahkan.

4.6 Desain Penomoran VoIP


Hal yang paling utama dalam penerapan teknologi VoIP ini adalah adanya
penomoran ekstensi pada masing-masing client untuk dapat berkomunikasi antara
satu dengan lainnya sebagai media penghubung antara client satu dengan lainnya.
Berikut daftar nama masing-masing client yang di definisikan sesuai dengan nama
lembaga dan fakultas yang ada di Unmul.

No. Nomor client Nama Client


1. 100 Admin / ICT Centre
2. 101 Rektorat
3. 102 Perpustakaan
4. 103 PUSKOM
5. 104 LEMLIT
6. 105 FKEDOK
7. 106 FEKON
8. 107 FAPERTA
9. 108 FPIK
37

10. 109 FKIP


11 110 FAHUTAN
12 111 FMIPA
13 112 FKESMAS
14 113 DIKNAS KUTIM

Tabel 4.1 Daftar ID client

4.7 Implementasi, Prosedur Operasi Dan Pengujian Sistem


Dalam pembuatan sistem jaringan IP telephony atau VoIP akan dilakukan
prosedur operasi dan pengujian yang mengacu pada desain perancangan hal ini
dijelaskan dengan beberapa tahap yang harus dilakukan yaitu sebagai berikut :
1. Konfigurasi pada sisi server. Meliputi :
a. Instalasi Trixbox
b. Penambahan Client
c. Konfigurasi Video Call
2. Konfigurasi pada sisi client
3. Pengujian pada sisi server
4. Pengujian pada sisi client
5. Pengujian sistem
Implementasi dan prosedur operasi pada jaringan IP telephony atau VoIP
sistem akan dilakukan sesuai dengan langkah-langkah diatas. Pada pengujian
sistem akan dilakukan beberapa pengujian agar sistem bisa diketahui dapat
berjalan dengan normal serta dapat dianalisa keamanan dalam IP telephony
tersebut.

4.7.1 Konfigurasi pada Server.


Pada instalasi server ada dua hal yang harus yang dipersiapkan yaitu
pada sisi hardware dan software. Pada sisi hardware dilakukan dengan
mempersiapkan PC server sebagaimana yang telah dijelaskan pada Bab III.
Adapun tahapan-tahapan instalasi software sebagai berikut :
38

a. Instalasi Trixbox versi 1.1.0


Berikut ini adalah langkah-langkah instalasi trixbox sebagai VoIP server :
1. Konfigurasi boot device priority pada bios agar melakukan booting
pada cd-room.

Gambar 4.11 Setting BIOS


2. Booting menggunakan cd-room berhasil dengan muncul pada layar
seperti pada :

Gambar 4.12 Tampilan booting Trixbox


3. Selanjutnya akan muncul dialog box untuk memasukkan keyboard
type dan time zone
39

Gambar 4.13 Memilih jenis Keyboard

Gambar 4.14 Memilih zona waktu


4. Muncul dialog box untuk memasukkan password root

Gambar 4.15 password untuk root


40

5. Proses instalasi seperti pada Gambar 4.13 maka komputer akan


melakukan reboot kemudian ambil cd instalasi trixbox maka server
akan booting pada hardisk drive

Gambar 4.16 proses instalasi

Gambar 4.17 Tampilan login awal TRIXBOX

6. Proses startup selesai maka pertama kali akan ada proses compile
aplikasi VoIP server.
41

Gambar 4.18 proses pembacaan aplikasi dan hardware.


7. Login sebagai root dengan memasukkan nama user dan password
yang telah dikonfigurasi pada proses instalasi.

Gambar 4.19 Tampilan Login awal


8. Konfigurasi network IP address dengan mengetikan perintah
# netconfig maka akan muncul dialog box untuk memilih Network
Configuration TCP/IP untuk memasukkan IP address seperti terlihat
pada Gambar

Gambar 4.20 Tampilan setting IP address


42

9. Restart interface network dengan mengetikkan perintah pada


konsole :
# /etc/init.d/network restart

Gambar 4.21 Tampilan terminal untuk restart network


10. Remote server dengan mengetikkan IP address server pada web
browser maka akan muncul pada jendela browser anda seperti
gambar berikut :

Gambar 4.22 Remote server via web base


11. Klik pada pilihan system administration maka akan muncul tampilan
user mode dengan meminta username dan password kemudian dapat
melakukan login sehingga menjadi privilege user.
43

Gambar 4.23 Authentikasi sebagai administrator

b. Penambahan client
Penambahan client pada sisi server dapat dilakukan dengan langkah-
langkah seperti berikut :
1. Login sebagai privelege user melalui web base asterisk > Fee PBX >
Extension.

Gambar 4.24 Tampilan Administrator


44

Gambar 4.25 Tampilan Freepbx sebagai pendukung Asterisk

2. Pada bagian “add an extension” pilih device “generic SIP device”


kemudian click tombol submit

.
Gambar 4.26 Tampilan pemilihan jenis protokol
3. Isikan pada “user extension”, “display name”, serta “secret”
kemudian klik submit, baru dapat dilanjutkan untuk mengisikan user
extension yang lain sesuai dengan penomorannya.
45

Gambar 4.27 Penambahan client menggunakan protokol SIP

4. Klik tombol Apply configuration changes maka akan muncul


tampilan dialog box seperti pada Gambar 4.25.

Gambar 4.28 Tampilan menu apply konfigurasi

5. Penambahan client bisa dilakukan melalui console dengan


membuka terminal kemudian edit file dengan mengetikkan perintah
# nano /etc/sip_additional.conf kemudian tambahkan file
konfigurasi seperti berikut :
46

Gambar 4.29 Setting client melalui console / terminal


Save konfigurasi dengan menekan tombol : kemudian ctrl+x untuk
menyimpan konfigurasi.

c. Konfigurasi Video Call


Agar antar client dapat melakukan video call, maka perlu penambahan
konfigurasi pada sip.conf, hal ini dapat dilakukan dengan mengetikkan
perintah pada konsole Trixbox sebagai berikut :
# nano /etc/asterisk/sip.conf

Gambar 4.30 setting video

4.7.2 Konfigurasi pada sisi client


Langkah-langkah konfigurasi pada sisi client pertama adalah instalasi
softphone.Dalam hal ini terdapat dua jenis sistem operasi yang digunakan
oleh client yaitu windows XP Service pack 2 dan linux ubuntu 8.04 Hardy
Heron. Client dengan sistem operasi Windows menggunakan menggunakan
softphone x-lite. Proses instalasi pada client windows relatif mudah karena
tersedianya source software yang telah siap untuk di install. Untuk
47

melakukan instalasi dapat meng-klik ganda file setup dengan nama


X_Lite_Win32_1011s_41150.exe yang di ambil dari
http://www.counterpath.com/ kemudian akan muncul halaman agreement,
penempatan file instalasi ,proses instalasi dan keberhasilan instalasi. Berikut
ini hasil instalasi seperti pada Gambar 4.28. Untuk proses instalasi secara
lengkap dapat dilihat pada lampiran.

Gambar 4.31 Proses Instalasi aplikasi X-lite

Gambar 4.32 Setting SIP Client


48

Klik add

Gambar 4.33 Tampilan SIP Account

Gambar 4.34 Memasukkan data client ke dalam SIP account


49

Gambar 4.35 Login client ke server telah berhasil

Pada client linux menggunakan sistem operasi ubuntu 8.04 dengan


menggunakan softphone Xlite for linux. File instalasi softphone berupa file
yang terkompresi dengan nama X_Lite_Install.tar.gz . Proses instalasi pada
client linux dapat dilakukan dengan
langkah-langkah seperti berikut :
1. Instalasi dependensi libstdc++5 dengan perintah:
# sudo apt-get install libstdc++5
sehingga pada layar akan muncul tampilan seperti berikut :
Reading package lists... Done
Building dependency tree
Reading state information... Done
The following extra packages will be installed:
gcc-3.3-base
The following NEW packages will be installed:
gcc-3.3-base libstdc++5
0 upgraded, 2 newly installed, 0 to remove and 0 not upgraded.
Need to get 447kB of archives.
After this operation, 1081kB of additional disk space will be used.
Do you want to continue [Y/n]? Y
Get:1 http://mirror.unmul.ac.id/ hardy/universe gcc-3.3-base
1:3.3.6-15ubuntu4 [151kB]
Get:2 http:// mirror.unmul.ac.id / hardy/universe libstdc++5
1:3.3.6-15ubuntu4 [296kB]
Fetched 447kB in 12s (36.8kB/s)
Selecting previously deselected package gcc-3.3-base.
50

(Reading database ... 97589 files and directories currently


installed.)
Unpacking gcc-3.3-base (from .../gcc-3.3-base_1%3a3.3.6-
15ubuntu4_i386.deb) ...
Selecting previously deselected package libstdc++5.
Unpacking libstdc++5 (from .../libstdc++5_1%3a3.3.6-
15ubuntu4_i386.deb) ...
Setting up gcc-3.3-base (1:3.3.6-15ubuntu4) ...
Setting up libstdc++5 (1:3.3.6-15ubuntu4) ...
Processing triggers for libc6 ...
ldconfig deferred processing now taking place
2. Salin file-file instalasi X_Lite_Install.tar.gz kedalam directory
/home/user/Desktop kemudian buka konsole.
# cd /home/user/Desktop
3. Extract file yang terdapat dalam file X_Lite_Install.tar.gz dengan
perintah :
# tar –zxvf X_Lite_Install.tar.gz
4. Pindah kedalam directory hasil extract dengan menjalankan perintah :
# cd xten-xlite
5. kemudian beri permission akses pada file xtensoftphone dengan perintah
:
# chown + x xtensoftphne
6. untuk menjalankan x-lite dengan perintah :
# ./xtensoftphone
7. Tunggu proses untuk men-load softphone sampai muncul gambar :
51

Gambar 4.36 X-lite untuk sistem operasi linux

4.8 Pengujian pada sisi Server


Mengacu indikator pengujian pada status utama pada sisi server hasil
pengujian bisa dilihat pada Tabel 4.1.
No. Nama Pengujian Indikator Pengujian Status Pengujian
1. Komputer booting Muncul halaman login Muncul halaman
dengan normal pada monitor login
2. Komputer server Muncul tampilan web Muncul halaman
dapat di konfigurasi
browser halaman trixbox trixbox user mode.
melalui remote web
base user mode
3. Komputer Server Pada console ketik Muncul Status VoIP
dapat menambahkan
asterisk –r, kemudian client lihat gambar
serta teregister
extension dari voip ketik sip show peers
client ketika
konfigurasi melalui
web browser

Table 4.2 Tabel pengujian server.


52

Gambar 4.37 status client

4.9 Pengujian pada sisi Client


Mengacu indikator pengujian pada sisi server berikut hasil pengujian bisa
dilihat pada Tabel 4.3.
Status Pengujian
No. Nama Pengujian Indikator Pengujian
1. VoIP clients sudah Akan muncul Softpone bisa
terinstall dengan benar. Program VoIP dijalankan dan
client yaitu pada dikonfigurasikan
X-lite softphone
2. VoIP client sudah Pada softphone Softphone bisa
terigister ke server. akan muncul melakukan dan
username dan status menerima panggilan
ready

Table 4.3 Tabel pengujian sisi client.


53

Gambar 4.38 Gambar komunikasi antar client.

4.10 Pengujian Sistem

Berikut adalah langkah-langkah dalam pengujian sistem secara keseluruhan yang


dibagi menjadi tiga tahap yaitu sebagai berikut :
a. Pengujian dasar
1. Komputer client dan server terhubung dalam satu jaringan
menggunakan perangkat switch.
2. Komputer server terhubung dengan line telepon PSTN
menggunakan VoIP gateway.
3. Menghidupkan komputer server dan komputer client dan beberapa
perangkat yang terintegrasi.
4. Pengujian koneksi dilakukan dengan perintah ping dari komputer
server dan client.
54

b. Pengujian umum
1. Pengujian panggilan dari VoIP client menuju VoIP client lainnya
dengan menekan tombol nomor extension yang dituju pada dialpad.
Maka pada nomor yang dituju akan muncul nada panggil dan status
panggilan seperti pada Gambar 4.40.

Gambar 4.39 tanda panggilan masuk

2. Untuk menerima panggilan dapat mengeklik tombol answer maka


percapakan dapat dilakukan. Pengujian Video Call dapat dilakukan ketika
panggilan sedang berlangsung dengan menekan tombol start camera agar
video dapat dikirimkan seperti pada Gambar 4.44.

Gambar 40 Klik start untuk memulai transfer video


55

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Voice over Internet Protocol (VoIP, IP Telephony, Internet telephony atau


Digital Phone) adalah teknologi yang memungkinkan percakapan suara jarak jauh
melalui media internet. VoIP ini dapat memanfaatkan infrastruktur internet yang
sudah ada untuk berkomunikasi seperti layaknya menggunakan telepon biasa dan
tidak dikenakan biaya telepon biasa untuk berkomunikasi dengan pengguna VoIP
lainnya dimana saja dan kapan saja. Data suara diubah menjadi kode digital dan
dialirkan melalui jaringan yang mengirimkan paket-paket data.

Keuntungan VoIP

Dalam penggunaannya VoIP memiliki beberapa keuntungan yaitu :

1. Biaya lebih rendah untuk sambungan langsung jarak jauh. Karena dua
lokasi terhubung dengan internet maka biaya percakapan menjadi sangat
rendah.
2. Memanfaatkan infrastruktur jaringan data yang sudah ada untuk suara.
Bila suatu perusahaan telah memiliki jaringan, maka memungkinkan
membangun VoIP dengan mudah tanpa diperlukan tambahan biaya
bulanan untuk penambahan komunikasi suara.
3. Penggunaan bandwidth yang lebih kecil daripada telepon biasa. Teknik
pemampatan data memungkinkan suara hanya membutuhkan sekitar 8kbps
bandwidth.
4. VoIP memungkinkan digabung dengan jaringan telepon lokal yang sudah
ada. Dengan adanya gateway bentuk jaringan VoIP bisa disambungkan
dengan PABX yang ada dikantor. Komunikasi antar kantor bisa
menggunakan pesawat telepon biasa.
5. Variasi penggunaan peralatan yang ada, misal dari PC sambung ke telepon
biasa, IP phone handset.
56

Kekurangan VoIP

Adapun kekurangan dari VoIP yaitu :

1. Kualitas suara tidak sejernih Telkom. Merupakan efek dari kompresi suara
dengan bandwidth kecil maka akan ada penurunan kualitas suara
dibandingkan jaringan PSTN konvensional. Namun jika koneksi internet
yang digunakan adalah koneksi internet pita-lebar / broadband seperti
Telkom Speedy, maka kualitas suara akan jernih - bahkan lebih jernih dari
sambungan Telkom dan tidak terputus-putus.
2. Ada jeda dalam berkomunikasi. Proses perubahan data menjadi suara, jeda
jaringan, membuat adanya jeda dalam komunikasi dengan menggunakan
VoIP. Kecuali jika menggunakan koneksi Broadband (lihat di poin atas).
3. Regulasi dari pemerintah RI membatasi penggunaan untuk disambung ke
jaringan milik Telkom.
4. Jika belum terhubung secara 24 jam ke internet perlu janji untuk saling
berhubungan.
5. Jika memakai internet dan komputer dibelakang NAT (Network Address
Translation), maka dibutuhkan konfigurasi khusus untuk membuat VoIP
tersebut berjalan
6. Tidak pernah ada jaminan kualitas jika VoIP melewati internet.
7. Peralatan relatif mahal. Peralatan VoIP yang menghubungkan antara VoIP
dengan PABX (IP telephony gateway) relatif berharga mahal. Diharapkan
dengan makin populernya VoIP ini maka harga peralatan tersebut juga
mulai turun harganya.
8. Berpotensi menyebabkan jaringan terhambat/Stuck. Jika pemakaian VoIP
semakin banyak, maka ada potensi jaringan data yang ada menjadi penuh
jika tidak diatur dengan baik. Pengaturan bandwidth adalah perlu agar
jaringan di perusahaan tidak menjadi jenuh akibat pemakaian VoIP.
9. Penggabungan jaringan tanpa dikoordinasi dengan baik akan
menimbulkan kekacauan dalam sistem penomoran.
5.2 Saran
57

Adapun saran yang dapat diberikan penulis kepada pembaca yang ingin
mengembangkan atau melanjutkan program ini adalah :
1. Bagi yang ingin mengembangkan teknologi ini, hendaknya VoIP dapat
diintegrasikan ke nomor ekstensi VoIP dimana saja apabila terhubung melalui
jaringan internet
2. Mendafatarkan nomor ekstensi lokal ke publik sesuai standar international .
3. Diharapkan teknologi VoIP ini tidak hanya berkembang pada lingkungan
akademisi tetapi dapat juga berkembang pada masyarakat luas pada umumnya
dikarenakan sudah menjamurnya teknologi internet pada saat ini.
4. Sistem perancangan yang dibuat ini masih memungkinkan untuk
dikembangkan lebih lanjut untuk jaringan ke luar kampus terutama apabila
terhubung pada jaringan internet.
5. Hendaknya pada teknologi VoIP ini lebih diperhatikan lagi aspek
keamanannya dalam hal berkomunikasi agar tidak seorang pun dapat
menyadap dengan maksud yang tidak di inginkan.

DAFTAR PUSTAKA
58

Amirin, Tatang M. 2000. Menyusun Rencana Penelitian. Jakarta: Raja Grafindo


Persada.

Miles, Matthew B. & A. Michael Huberman. 1992. Analisis Data Kualitatif.


Diterjemahkan oleh Tjetjep Rohendi Rohidi. Jakarta: Universitas
Indonesia Press.
Mandiri Information Systems.2004. Membangun Jaringan LAN (buku 5).Mandiri
Information Systems.
Moleong, Lexy J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif: Bandung: Rosdakarya.

Purbo, Onno ,W. 2001. Membangun Server VoIP . Bandung : Alexmedia.

Raharja, Anton. 2003. Implementasi VoIP pada Perkantoran.


http://voiprakyat.com

Sevilla, Consuelo, G. 1993. Pengantar Metode Penelitian. Diterjemahkan oleh


Alimuddin Tuwu. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Wiriyana, I Made. 2003. Membuat Server VoIP. http://ilmukomputer.com

Purbo, Onno W.2007.Cikal Bakal “Telkom Rakyat” (Paduan Lengkap Setting


VoIP).
Taufiq, Mochammad .2005.Membuat SIP Extensions Pada Linux TrixBox untuk
Server VoIP.
Dempster, Barrie, Kerry Garrison. 2006. Trixbox Made Easy.Birmingham –
Mumbai :Packt Publishing.
Kambau, Ridwan Andi, Riswan Efendi Tarigan.2005. Physical Security.
http://bebas.vlsm.org/v06/Kuliah/SistemOperasi/2003/21/produk/SistemOperasi.t
xt ( 28 Juni 2008)
http://id.wikipedia.org/wiki/Local_Area_Network (28 juni 2008)
http://id.wikipedia.org/wiki/WAN (28 juni 2008)
59

http://id.wikipedia.org/wiki/Jaringan_komputer (28 Juni 2008)


http://bebas.vlsm.org/v06/Kuliah/MTI-Keamanan-Sistem-Informasi /2005 /123
/123P-03-final1.0-network_security.pdf ( 28 juni 2008)
http://www.sony-ak.com/articles/5/network_security_beginner.php (01 Juli 2008)

http://id.wikipedia.org/wiki/RFC ( 01 Desember 2008)

http://id.wikipedia.org/wiki/Internet_Engineering_Task_Force (01 Desember


2008)
http://www.total.or.id/info.php?kk=Backbone%20network (02 Desember 2008)
http://id.wikipedia.org/wiki/VoIP ( 03 Desember 2008)
http://www.voip-info.org/wiki-SIP(3 Desember 2008)
http://dosen.amikom.ac.id/downloads/materi/05_Ttg%20Layer%20OSI%20&%2
0TCP_IP.pdf (04 Desember 2008)
http://syintafaste.wordpress.com/2008/12/09/voice-over-internet-protocol-voip/
(18 Desember 2008)
http://www.protocols.com/pbook/VoIPFamily.htm#SIP (18 Desember 2008)
http://sdn.vlsm.org/share/ServerLinux/servlin4b-5.html (18 Desember 2008)
(http://www.microsoft.com/windows/winhistoryintro.mspx (18 Desembaer 2008)
60

LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1 : Dokumentasi Hasil Wawancara

Wawancara dengan PIC jaringan bacbone Universitas Mulawarman.

1. Sejauh mana pemanfaatan jaringan Backbone Universitas Mulawarman ?


2. Apa rencana kedepan terkait dengan kegiatan-kegiatan pada jaringan
backbone Universitas Mulawarman ?
3. Perlukah jaringan backbone Universitas Mulawarman menerapkan teknologi
komunikasi suara berbasis IP phone ?
4. Sejauh mana Universitas Mulawarman mempersiapkan kebutuhan perangkat
jaringan dan SDM dalam membangun infrastruktur jaringan IP phone ?
Lampiran 2 :Hasil Ovservasi terhadap Universitas Mulawarman.

Hasil pengamatan terhadap Universitas Mulawarman.


1. Universitas Mulawarman memiliki jaringan backbone yang memakai jalur
FO (Fiber Optik) sebagai sarana komunikasi data.
2. Jaringan backbone Universitas Mulawarman belum maksimal dalam
pemanfaatannya terutama untuk jalur komunikasi suara.
3. Universitas Mulawarman memiliki keinginan untuk mengintegrasikan
jalur backbone sebagai jalur komunikasi suara.
4. Universitas Mulawarman memiliki kapasitas perangkat keras jaringan dan
SDM (Sumber Daya Manusia) yang cukup untuk membangun teknologi IP
Phone atau VoIP.
Lampiran 3 : Aplikasi Edraw Network Diagrammer.

Aplikasi yang dibuat untuk mendesain flowchart dan network topologi.


Lampiran 3 : Jalur Protokol Komunikasi VoIP