Anda di halaman 1dari 61

STUDI KETERANDALAN SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI

UDARA 20 kV PADA GARDU HUBUNG KANDIS
KOTA PADANG

TUGAS AKHIR

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan
Program Strata Satu Pendidikan Teknik Elektro
Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang

Oleh
MORHEL MUBARAK
2003. 43215
Pendidikan Teknik Elektro

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2008

HALAMAN PENGESAHAN TUGAS AKHIR

Dinyatakan Lulus Setelah Dipertahankan Didepan Tim Penguji Tugas Akhir
Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang

Judul : Studi Keterandalan Sistem Jaringan Distribusi Udara 20 kV
Pada Gardu Hubung Kandis Kota Padang
Nama : MORHEL MUBARAK
BP. NIM : 2003. 43215
Jurusan : TEKNIK ELEKTRO
Prodi : PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
Fakultas : TEKNIK

Padang, Desember 2008

Tim Penguji :

Nama Tanda Tangan

Ketua : Drs. Daman Suswanto _______________________

Sekretaris : Oriza Candra, S.T, M.T _______________________

Anggota : Drs. Amirin Supryatno, M.Pd _______________________

Anggota : Drs. Ahyanuardi, M.T _______________________

Anggota : Ali Basrah Pulungan, S.T, M.T _______________________

ii

ABSTRAK

Morhel Mubarak, 2008. Studi Keterandalan Sistem Jaringan Distribusi Udara
20 kV Pada Gardu Hubung Kandis Kota Padang. Tugas Akhir, Jurusan
Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang. Pembimbing:
(I) Drs. Daman Suswanto (II) Oriza Candra, ST. MT

Bagi konsumen tenaga listrik, terputusnya penyediaan tenaga listrik
merupakan hal yang mengganggu aktivitas. Gangguan yang terjadi tidak
dikehendaki siapapun. Gangguan-gangguan yang terjadi pada jaringan
distribusi akan menyebabkan terganggunya kontinuitas pelayanan. Gangguan
tersebut berupa gangguan permanen, gangguan temporer, gangguan fasa RST
sesaat/seketika, ST sesaat/seketika, RS sesaat/seketika, dan Black Out (BO).
Untuk mengantisipasi hal ini maka diperlukan suatu penelitian untuk
mengetahui seberapa baik indeks keandalan sistem distribusi dan berbagai
macam indeks yang berhubungan dengan pelanggan pengguna jasa PT. PLN.

Penelitian ini bertujuan mendapatkan nilai SAIFI dan SAIDI pada
Gardu Hubung Kandis serta membandingkannya dengan nilai yang telah
ditargetkan oleh PT. PLN. Untuk menentukan indeks ini dibutuhkan data laju
kegagalan ( λ ), lama gangguan ( U ), dan jumlah pelanggan (N), dan
mendapatkan nilai indeks berorientasi pelanggan lainnya yaitu : CAIFI,
CAIDI, ASAI, ASUI.

Penelitian ini bersifat deskriptif, tempat penelitian dilakukan di Gardu
Hubung Kandis PT. PLN Wilayah Sumbar Cabang Padang Rayon Belanti.
Gardu Hubung Kandis ini merupakan gardu hubung yang sering mengalami
masalah gangguan dibandingkan dengan gardu hubung yang lainya.

Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1). Feeder Khatib Sulaiman,
Feeder Ulak Karang, Feeder Cadnas dan Feeder DPR memenuhi nilai target
PT.PLN yaitu 6.0132 untuk indeks SAIFI dan untuk indek SAIDI PT.PLN
mempunyai target sebesar 0.9948 (2). Feeder Cadnas, Feeder Ulak Karang,
Feeder Khatib Sulaiman melebihi nilai target PT.PLN khususnya untuk indeks
SAIDI yaitu 2.97; 2.25; 1.16 dan untuk Feeder DPR memenuhi nilai target
PT.PLN yaitu 0.04 (3). Dari keempat feeder tersebut feeder DPR memiliki
nilai yang paling bagus/baik untuk semua indeks.

Bagi yang tidak sesuai target PT. PLN dilakukan tindakan perbaikan:
(1). Melakukan rekonfigurasi feeder agar satu feeder tidak mencakup banyak
trafo dan gangguan yang terjadi akan berkurang, (2. )Melakukan perawatan
terhadap PMT, (3). Melakukan perawatan terhadap rele, sehingga nantinya
rele dapat bekerja dengan baik.

iii

M. Bapak Drs. M. Aswardi. Zakir Yahya selaku Pengamat Akademik (PA) yang telah memberikan bimbingan selama ini. Untuk itu kita gantungkan harapan kapanpun dan dimanapun kita berada. Amin ya rabal alamin!! Tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini merupakan Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Program Strata Satu Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang. KATA PENGANTAR Alhamdulillahi rabbil’alamin. dan salam sekhalis-khalisNya ke Arwahulmuqadasyah Nabi Muhammad SAW “Allahhumasolialaih Muhammad Wa’alaihi Muhammad”. M. segala puja-puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT. 4. Bapak Drs.Pd selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang 2. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada : 1. Bapak (Alm) Drs. Bapak Oriza Candra. 3.T selaku Ketua Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Padang. iv . serta salam ta’zim penulis keharibaan Arwahullmuqadasyah para-para Wali Allah serta para sahabat- sahabat beliau. Ganefri. karena atas rahmat dan hidayahNya penulis dapat menyelesaikan penulisan Tugas Akhir (TA) ini dengan judul Studi Keterandalan Sistem Jaringan Disribusi Udara 20 kV Pada Gardu Hubung Kandis Kota Padang.T. semoga diberikan safa’atNya. S.T selaku Sekretaris Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Padang.

Drs. PLN (Persero) Wilayah Sumbar Cabang Padang Rayon Belanti yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Barat Cabang Padang yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini. yang telah memberikan arahan. PLN (Persero) Wilayah Sumbar Cabang Padang Rayon Belanti yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini.M.T selaku Pembimbing II. Bapak Firdaus. Arman. S. Amirin Supryatno. 7. dan beserta karyawan PT. Bapak Drs. Bapak Ibu/Dosen Teknik Elektro Fakultas Teknik UNP. Bapak Ramli selaku Supervisor Distribusi PT. v . M.Pd.T. Asri Kardisal.M. 9.T. Bapak Yusman selaku Supervisor Distribusi PT. 6. yang telah diberikan kepada penulis. 8. Bapak Drs. Aldo. PLN (Persero) Wilayah Sumbar Cabang Padang yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini. Bapak Drs.T. bimbingan dan dorongan hingga selesainya penulisan Tugas Akhir ini. Bapak Sudarwanto selaku PH. yang telah memberikan bimbingan. dorongan hingga selesainya penulisan Tugas Akhir ini. S.5. 10. dan Ali Basrah Pulungan. arahan. PLN (Persero) Wilayah Sumbar Cabang Padang dan Rayon Belanti yang telah membantu menyelesaikan Tugas Akhir ini. Oriza Candra. Tri. Bapak Junaidy selaku Manajer Rayon Belanti PT. M. 13. 12. 11. Manajer PT. Ahyanuardi. Daman Suswanto selaku Pembimbing I.T selaku Tim Penguji dalam tugas akhir ini.

Amin ya raba’alamin! Padang. mendorong dan memberikan semangat semasa kuliah sampai penulisan Tugas Akhir ini. menemani. Adik-adikku dan semua anggota keluarga yang telah membantu baik secara material maupun sipritual sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini. 15.14. oleh sebab itu penulis mengharapkan kritikan dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak dan penulis juga berharap penulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Kedua Orang Tuaku. November 2008 Penulis vi . Dalam penulisan Tugas Akhir ini penulis menyadari adanya kekurangan. Rekan-rekan mahasiswa Jurusan Teknik Elektro yang telah banyak membantu.

............................................................ ii ABSTRAK.................... . 4 C.........................................................................................................................................................vii DAFTAR ISTILAH DAN SIMBOL .........................................................6 E.......................................iii KATA PENGANTAR..............................................................x DAFTAR GAMBAR... ......................................................................................................................................................................................................................................................................... DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL…………………………………………………………...... Identifikasi Masalah...................................... .......................................................................................................................................................................... ..................................................................... Batasan Masalah..................................................................... ....................................................................................................................................................................................................................... ........................................6 .................................................................................................................................................................... 1 B............................................................................................................................................................................................. ........... ......................................... Latar Belakang Masalah....... .................................................................................................................................................................................xi DAFTAR LAMPIRAN..............................................................5 D....................................... ..............ix DAFTAR TABEL.................................................................... Tujuan Penelitian.......... ..............................xii BAB I PENDAHULUAN A...........................iv DAFTAR ISI..........................................................................i HALAMAN PENGESAHAN TUGAS AKHIR……………………………...................................................... Rumusan Masalah.........................

............................................................................... Struktur Distribusi Tenaga Listrik…………………………… ............................. Gardu Hubung c....................................................... ........................................................................6 a.................................23 .................. Jenis.. Komponen Simetris…………………………………..............21 D................. ...................................... Gangguan Dua Fasa .........................................................................18 2..............................jenis Pentanahan Netral system Tenaga..................................................................... ........................... Gangguan Hubung Singkat …………………………………................ ......................................................................................... ......................................................................................................................... Gardu Induk ................. .........................................................19 3.................... ............... F..........7 4............................18 1............12 C... Transformato Daya………………………………….......6 b................ Manfaat Penelitian........................................................................................................................................................................................................................6 1........................................................................................................... vii ............................................................................... ...7 BAB II LANDASAN TEORITIS A...........................................................11 B...................... .................................................................................. 3.................................... Gangguan Satu Fasa ke Tanah……………………………......................................................... Gangguan Dua Fasa ke Tanah............................................................ Sistem Jaringan Distribusi... Neutral Grounding Resistance (NGR) ......... ............................................ .........

....... .................. Deskripsi Data.......26 1............. ..................................29 BAB III METODE PENELITIAN A........................................................ Menentukan Nilai Impedansi Transformator........... 31 B.........................................................................25 E....................…………………………………… 32 E.................................................................................................................32 F................23 2............................. ..... Kemampuan EMTP................. 35 BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN A... Pendahuluan…………………………….............................. 37 ........................................28 4................................... Lokasi Penelitian................... Impedansi Urutan Transformator…………………………….............. Sistem Pengolahan Data dengan EMTP ....................................................... ............................................................................................................................................. 1...................................................... Teknik Pengolahan Data...................................................................................................... ..................... .........................27 3................................................................. Data-data Penelitian…………………………………………… 31 D.. .................................26 2......... Metode Pengambilan Data ..................................................... Gangguan Dua Fasa ke Tanah.................................................................................. ........................................................................................................ Jenis Penelitian ……………………………………………......................... Prosedur Pengolahan Data……………………………………..24 3....... ........................... ......................... Alternative Transient Program (ATP) ...................................................... Electromagnetik Transient Program…………………..................................................31 C............

............. Kesimpulan.......................................................................... Rangkaian Simulasi EMTP......... 39 C.................... 67 B............ 63 BAB V PENUTUP A... viii 68 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN – LAMPIRAN DAFTAR ISTILAH DAN SIMBOL ................................................................................. 51 D.. B............... Saran.................................... Pembahasan ........................................................................................ Perhitungan/Analisa Data ....................

Keadaan tegangan dan arus dalam kondisi normal…………...……………… ….…………... DAFTAR TABEL ix Tabel Halaman 1.……… ………….…………. Energi tak tersalur akibat gangguan Jan – Mei 2008 ………………………… ….41 4.. Tabulasi arus gangguan hubung singkat terhadap tahanan netral dengan perhitungan manual ……………………………. Tabulasi arus gangguan hubung singkat terhadap tahanan netral dengan simulasi EMTP…………………………………………….2 2.. Statistik gangguan saluaran transmisi 150 kV bulan Januari – Mei 2008 ..55 5.……………… …....62 .2 3..… …..

.......... Pentanahan Titik Netral melalui Tahanan (Resistor) ……………… 7 2................ Rangkaian Simulasi Dalam Keadaan Gangguan…………... Operator a... Pentanahan Titik Netral dengan Kumparan Petersen …………… 10 4.................... Gangguan dua fasa ke tanah ………………………………...……… 23 11............ Diagram Flowchart simulasi EMTP....................... Pemodelan simulasi EMTP... Gangguan dua fasa …………………………………………………20 10............... 18 9.......... Profil Arus Sisi Terima Pada Saat Keadaan Normal…................. Tabulasi arus gangguan hubung singkat dengan tahanan pentahanan trafo perhitungan manual dan simulasi EMTP …...……… 51 15........... Representasi pentanahan netral trafo Gis simpang Haru………… 12 6.. 14 7........ 53 17...............………………………........... Vektor diagram untuk komponen urutan............... Rangkaian Simulasi Dalam Keadaan Normal …………………… 51 14........……… 52 16....................... Profil Tegangan Sisi Kirim Pada Saat Keadaan Normal ….............. Pemasangan NGR pada Transformator Tenaga …………………….. 11 5......6.............................. Gangguan satu fasa ke tanah............... 14 8........................... Profil Tegangan Sisi Terima Pada Saat Keadaan Normal.... 35 12.....……… …62 DAFTAR GAMBAR x Gambar Halaman 1..………… 54 ...... 36 13... 54 18.......................... Pentanahan Titik Netral Tanpa Impedansi (Pentanahan Langsung/Solid Grounding)………………………… 9 3.. Profil Arus Sisi Kirim Pada Saat Keadaan Normal…....

56 20. Profil Arus Gangguan (I_hs) Saat Tahanan 4 Ω…….. 60 24. Profil Arus Gangguan (I_hs) Saat Tahanan 500 Ω………..……… 57 21...............………….. Profil Arus Gangguan (I_hs) Saat Tahanan 100 Ω………... Profil Arus Gangguan (I_hs) Saat Tahanan 200 Ω….19................... Profil Arus Gangguan (I_hs) Saat Tahanan 12 Ω. 58 22..... Profil Arus Gangguan (I_hs) Saat Tahanan 40 Ω….............……… 59 23.............……… 61 DAFTAR LAMPIRAN xi ..

Sistem distribusi merupakan hal yang paling banyak mengalami gangguan. Latar Belakang Sistem keterandalan pada jaringan distribusi sangat besar peranannya untuk memenuhi kebutuhan tanaga listrik pada setiap konsumen. BAB I xii PENDAHULUAN A. maka penyaluran listrik oleh PT. Menurut Marsudi (1990 : 14) jumlah gangguan dalam sistem distribusi relatif banyak dibandingkan dengan jumlah gangguan pada bagian sistem yang lain seperti pada unit pembangkit. Hal ini akan mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi konsumen. sehingga masalah utama dalam operasi sistem distribusi adalah mengatasi gangguan. Oleh peranannya yang sangat penting bagi konsumen. saluran transmisi dan transformator gardu induk. PLN tidak boleh terputus selama 24 jam. . Bagian dari sistem tenaga listrik yang paling dekat dengan pelanggan adalah sistem distribusi.

tuntutan kebutuhan masyarakat akan listrik semakin meningkat akhir-akhir ini. Berdasarkan tegangannya sistem distribusi tenaga listrik di Indonesia 2.14 MW dapat dilihat tabel 1. dan kontinuitas pelayanan yang baik terhadap konsumen. distribusi tegangan menengah (distribusi primer) yang bertegangan 20 kV dan distribusi tegangan rendah (distribusi sekunder) yang bertegangan 220/380 Volt. Jumlah konsumsi energi yang disuplay ke Kota Padang dengan beban yang dipikul sebesar 112. rugi-rugi daya. Oleh sebab itu diperlukan pertimbangan dalam pengoperasian jaringan distribusi terhadap masalah keterandalan saluran distribusi. dibawah : Tabel 1. Dilihat dari kondisi kelistrikan Kota Padang. Gardu Distribusi. Jaringan Distribusi Primer. keterandalan saluran. pada umumnya terdiri dari beberapa bagian yaitu: Gardu Induk. kedip tegangan. 1. dapat dikelompokkan menjadi dua macam tegangan yaitu. Jaringan Distribusi Sekunder. frekuensi tegangan dan kontinuitas pelayanan Salah satu persyaratan penting dalam merencanakan suatu jaringan distribusi harus diperhatikan masalah kualitas saluran. Sistem distribusi tenaga listrik merupakan suatu sistem penyalur energi listrik dari pusat pembangkit tenaga listrik (power station) pada tingkat tegangan yang diperlukan. Faktor-faktor yang mempengaruhi keterandalan saluran distribusi udara menurut Yusra Sabri yang dikutip dalam Irawati (1999 : 4) drop tegangan yang terjadi. Jumlah Konsumsi Energi Kota Padang .

CT Out Total Beban No.PLN.38 MW TOTAL 112. . PLN Cabang Padang Pelayanan dalam penyediaan tenaga listrik bagi masyarakat (khususnya Kota Padang) merupakan hal yang sangat penting. dan feeder DPR sebanyak 11 kali gangguan dan total menitnya 121 menit. gangguan fasa ST sesaat. PLN Cabang Padang) Untuk mengantisipasi hal ini maka diperlukan suatu perhitungan untuk mengetahui seberapa baik indeks keandalan sistem jaringan distribusi dan berbagai macam indeks yang berhubungan dengan pelanggan pengguna jasa PT. gangguan temporer. Gardu Hubung Kandis memiliki empat buah out going feeder/penyulang. feeder Khatib Sulaiman sebanyak 90 kali gangguan dan total menitnya 3587 menit. Dari data banyak gangguan/pemadaman dan data lama gangguan/pemadaman yang didapat pada PLN Cabang Padang.81 MW 3 GI. yang menyebabkan kontinuitas pelayanan saluran terganggu sampai gangguan tersebut dipulihkan. gangguan fasa RST sesaat.14 MW Sumber. gangguan RS sesaat. PIP 7 bh 560 18. Data gangguan dan lama gangguan yang paling tinggi terdapat pada feeder Cadnas sebanyak 169 kali gangguan dan total menitnya 6393 menit. yang dapat mempengaruhi keandalan saluran distribusi perlu diperhitungkan. PAUH LIMO 6 bh 500 24. feeder Ulak Karang sebanyak 82 kali gangguan dan total menitnya 4043 menit. Simpang Haru 20 bh 2400 68. (Sumber. maka hal-hal 3. Penyulang/Feeder Terpasang Ging (MW) (A) 1 GIS.95 MW 2 GI. dan Black Out (BO). Gangguan-gangguan yang terjadi pada jaringan distribusi Kota Padang khususnya Gardu Hubung Kandis banyak berupa gangguan permanen.

gangguan RS sesaat. 3. Gardu Induk Simpang Haru dan 2. terputusnya penyediaan tenaga listrik merupakan hal yang mengganggu aktivitas. Gardu Induk PIP Selain tiga buah Gardu Induk juga terdapat enam buah Gardu Hubung yaitu: 1. Gardu Induk Pauh Limo. PLN 4. Gangguan yang terjadi tidak dikehendaki siapapun. Dalam Tugas Akhir ini penulis akan membahas tentang “Studi Keterandalan Sistem Jaringan Distribusi Udara 20 kV Pada Gardu Hubung Kandis Kota Padang”. di mana nilai indeks keandalan yang dihitung adalah nilai keandalan yang berorientasikan pelanggan pengguna jasa PT. B. Gardu Hubung Kandis. Saluran distribusi udara 20 kV pada Kota Padang mempunyai 3 buah Gardu Induk yaitu: 1. Gangguan-gangguan yang terjadi pada jaringan distribusi akan menyebabkan terganggunya kontinuitas pelayanan. Gardu Hubung Teluk Bayur . 2.dan Black Out (BO). namun hal tersebut merupakan kenyataan yang tidak dapat di elakan lagi. Identifikasi Masalah Bagi pelanggan tenaga listrik. Gangguan tersebut berupa gangguan permanen. gangguan temporer. gangguan fasa ST sesaat. gangguan fasa RST sesaat.

karena Gardu Hubung Kandis ini merupakan gardu hubung yang sering mengalami masalah gangguan dibandingkan dengan gardu hubung yang lainya. Gardu Hubung Gor. . Gardu Hubung Imam Bonjol 4. PLN Cabang Padang. Feeder Cadnas 4. Gardu Hubung TRB 5. Wilayah penelitian yaitu Kota Padang dengan saluran distribusi udara 20kV khususnya Gardu Hubung Kandis Rayon Belanti PT. Buaya 6. Feeder Khatib Sulaiman 2. Gardu Hubung Kandis mempunyai empat buah feeder yaitu: 1. Feeder DPR. Pada penelitian ini akan dibahas secara khusus Gardu Hubung Kandis Rayon Belanti PT. H. batasan masalah yang akan dikemukakan dalam penyusunan Tugas Akhir ini adalah: 1. 3. PLN Cabang Padang. Karena Gardu Hubung Kandis merupakan salah satu gardu hubung yang sering mengalami masalah gangguan dibandingkan dengan Gardu Hubung yang lain. Agus Salim 5. Feeder Ulak Karang 3. C. Batasan Masalah Berdasarkan Latar belakang dan identifikasi masalah. Gardu Hubung Lb.

6. PLN Cabang Padang) selama 12 bulan pada tahun 2007? 2. 2. Perhitungan indeks keandalan sistem pada Gardu Hubung Kandis dengan jangka waktu 12 (dua belas) bulan pada tahun 2007. PLN yaitu 6.031 untuk SAIFI dan 0. Berapakah indeks berorientasi pelanggan pada Gardu Hubung Kandis dan apakah indeks tersebut dilihat dari segi kuantitatif (nilai) telah mencapai target PT. Rumusan Masalah Pada Tugas Akhir ini penulis akan menentukan nilai keandalan dan berbagai indeks yang berhubungan dengan kualitas pelayanan terhadap pelanggan.994 untuk SAIDI (sumber: PT.PLN. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah: 1. D. Masalah yang akan muncul pada perhitungan ini adalah: 1. 3. dimana nilai tersebut mewakili nilai selama selang waktu beberapa tahun kebelakang. Mendapatkan nilai SAIFI dan SAIDI pada Gardu Hubung Kandis serta membandingkannya dengan nilai yang telah ditargetkan. Apakah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keandalan sistem pada Gardu Hubung Kandis? E. . Perhitungan indeks keandalan sistem pada Gardu Hubung Kandis yang berorientasi pelanggan pengguna jasa PT.

Bagi PT. ASAI. . CAIDI. PLN. Bagi Mahasiswa. dapat dijadikan referensi untuk mengetahui lebih banyak tentang keandalan sistem.PLN Cabang Padang dengan melakukan perbaikan rele-rele. dapat mengetahui bagaimana menentukan dan menganalisa keandalan sistem serta dapat menerapkan ilmu yang didapatkan sewaktu perkuliahan dengan sistem yang ada. 3. dapat mengetahui indeks keandalan sistem distribusi untuk Gardu Hubung Kandis Rayon Belanti PT. Bagi penulis. Mendapatkan nilai indeks berorientasi pelanggan lainnya yaitu : CAIFI. ASUI. 7. 2. 2. dan rekonfigurasi jaringan. perbaikan PMT. F. Manfaat Penelitian Manfaat yang dapat kita ambil dari penelitian ini adalah: 1.

Jaringan distribusi sekunder terletak antara transformator distribusi dan sambungan . jaringan ini dikenal pula dengan jaringan distribusi sekunder. Sistem Jaringan Distribusi Sistem distribusi tenaga listrik adalah penyaluran energi listrik dari pembangkit tenaga listrik (power station) hingga sampai kepada konsumen (pemakai) pada tingkat tegangan yang diperlukan. Jaringan yang kedua adalah jaringan tegangan rendah (JTR) dengan tegangan 380/220 Volt. 10. yang menggunakan tiga kawat atau empat kawat untuk tiga fasa. dimana sebelumnya tegangan tersebut ditransformasikan oleh transformator distribusi dari 20 kV menjadi 380/220 Volt. yang pertama adalah jaringan tegangan menengah/primer (JTM). Jaringan distribusi terdiri atas dua bagian. Jaringan distribusi primer berada antara gardu induk dan transformator distribusi. BAB II LANDASAN TEORITIS A.

Proses penyediaan tenaga listrik bagi para Konsumen (distribusi) Marsudi (2005 : 6) 1. 11. Gardu Induk / Gardu Induk Distribusi . Dapat kita lihat gambar dibawah proses penyedian tenaga listrik bagi para konsumen. Struktur Distribusi Tenaga Lisrik a. Jaringan Tegangan Menengah (JTM) • • Zekring TM Gardu Trafo Distribusi Induk • • Saklar TR Rel TR • • • • • • • • Zekring TR Jaringan Tegangan Rendah (JTR) Gardu distribusi • • • • Pelanggan Sambungan Rumah Gambar 1. pelayanan (beban) menggunakan penghantar undara terbuka atau kabel dengan sistem tiga fasa empat kawat (tiga kawat fasa dan satu kawat netral).

Tegangan yang suplai gardu induk adalah berupa tegangan menengah karena pada gardu induk. b. Gardu induk memberikan suplai tenaga listrik ke jaringan distribusi. Gardu hubung ini terdiri dari gardu hubung spindel yang memiliki maksimum 7 unit penyulang dan gardu hubung non-spindel yang memiliki 3 unit penyulang. tetapi hanya perlengkapan hubung. peralatan kontrol dan pangkal saluran distribusi. pengawasan operasi serta pengaturan dan pengamanan sistem tenaga listrik. gardu induk berfungsi sebagai : 1) Mentransformasikan tenaga listrik dari tegangan tinggi yang satu 12. peralatan proteksi. ke tegangan tinggi lainnya. Gardu induk berisikan ujung-ujung dari saluran transmisi/subtransmisi. Gardu ini tidak berisikan transformator. Gardu Hubung (Switch Substation) Gardu hubung merupakan gardu penghubung antara gardu induk dengan gardu trafo distribusi. 2) Pengukuran. Secara lebih rinci. Gardu Distribusi Gardu Distribusi adalah gardu yang berisikan trafo distribusi dan merupakan daerah / titik pertemuan antar jaringan primer dan jaringan sekunder karena pada gardu ini tegangan menengah (TM) diubah ketegangan rendah (TR) . atau ke tegangan menengah.bagi (Switcgear) dan bisanya rel-rel (busbars). transformator. c. tegangan tinggi yang diterima diturunkan terlebih dahulu ke tegangan menengah sebelum disalurkan ke daerah beban yang dikehendaki.

dikenal beberapa pola jaringan distribusi primer. Pola jaringan distribusi primer radial dapat dilihat pada gambar 2. Pada konfigurasi radial ini apabila terjadi gangguan pada salah satu feeder (penyulang). Feeder (Penyulang) Feeder (penyulang) dalam jaringan distribusi merupakan saluran yang menghubungkan gardu induk dengan gardu distribusi. yaitu: a. tetapi sistem ini tidak cocok untuk jenis beban dengan kontinuitas aliran arus yang tinggi karena kelemahan dalam penanganan gangguan. sehingga biaya konstruksi dan operasinya lebih rendah dibandingkan konfigurasi lainnya. dibawah ini: 20 kV PMT Feeder JTM Sekering PMT PMT lebur Trafo Distribusi Gardu Induk PMT Feeder JTM s TD . Konfigurasi Radial Kelebihan utama sistem ini adalah: sederhana. d. 2. maka semua pelanggan yang terhubung pada feeder tersebut terganggu. maka pelanggan (konsumen) yang mengalami gangguan pelayanan jumlahnya relatif banyak. Apabila gangguan tersebut bersifat permanen dan memerlukan perbaikan terlebih dahulu sebelum dapat di operasikan kembali. Pola Jaringan Distribusi Primer Untuk memenuhi tingkat kontinuitas pelayanan. baik dalam pengoperasian maupun pemeliharaan serta peralatan proteksinya 13.

dibawah ini: 3 S PMT PMT 5 1 2 Gardu Induk B 4 . Antara Gardu Induk (GI) dan Gardu Hubung (GH) umumnya dihubungkan oleh dua sirkuit tegangan menengah yang dilengkapi dengan relay pengaman agar kalau salah satu sirkuit terganggu masih ada satu sirkuit yang beroperasi. Jaringan Distribusi Primer Radial Marsudi (1990:417) Gambar diatas menunjukan jaringan tegangan menengah berupa feeder-feeder radial yang keluar dari Gardu Induk (GI). Gambar 2. karena pada jaringan terbatas hanya pada saluran yang terganggu. Sehingga kontinuitas pelayanan sumber tenaga listrik dapat terjamin 20 kV F dengan baik. dengan feeder terlalu jauh perlu digunakan Gardu Hubung (GH). Pada setiap feeder terdapat Ttransformator Distribusi (TD) yang dilengkapi dengan saklar. sedangkan pada saluran yang lain masih dapat menyalurkan tenaga listrik dari sumber lain dalam rangkaian yang tidak terganggu. Transformator Distribusi diletakkan didalam kota. Konfigurasi Ring Sistem Konfiguarasi Ring ini secara ekonomis menguntungkan. b. Pola jaringan distribusi primer Aring dapat dilihat pada gambar 3. Untuk wilayah kepadatan tinggi dan jarak antara pusat beban 14.

apabila terjadi gangguan di titik F (Fult) maka PMT 3 dihubungkan.2. Selanjutnya dilakukan langkah mencari dan memperbaiki bagian yang terganggu. Arus gangguan besarnya dapat mencapai beberapa ribu kali besarnya arus operasi normal. yaitu sakelar yang hanya boleh dioperasikan (ditutup dan dibuka) dalam keadaan tidak ada arus yang melaluinya. Hal ini diperlukan berkaitan dengan masalah keselamatan kerja pada saat instalasi teganggan tinggi akan dibebaskan dari tegangan karena akan disentuh orang.3. tetapi posisi pisau sakelar harus jelas terlihat.4. B adalah PMS/DS = Pemisah (Disconnecting Switch) 15. . TD = Trafo Distribusi Marsudi (1990:418) Dalam praktek umumnya jaringan Ring dibuka dengan membuka PMT 5 . Jaringan Distribusi Primer Ring Keterangan gambar 3 : 1. 2005:3). Pada gambar 3. Pemutus Tenaga adalah sakelar tegangan tinggi yang mampu memutus arus gangguan.5 adalah PMT/CB = Pemutus Tenaga (Circuit Breaker) A . Di depan dan di belakang setiap pemutus tenaga harus ada pemisah (PMS). (Marsudi. Gambar 3.

6 adalah PMS/DS = Pemisah (Disconnecting Switch) Marsudi (1990: 419) . Selama pencarian dan perbaikan titik F yang terganggu hanya pelanggan yang ada diantara PMS A dan PMT 3 yang mengalami gangguan pelayanan. Pola jaringan spindel ini dapat dilihat 16.5. Konfigurasi Spindel Sistem jaringan distribusi primer Spindel adalah gabungan sistem jaringan radial dan ring. dibawah ini: 20 kV Express Feeder F 1 2 3 I1 4 5 6 I2 I3 Feeder A Gardu Induk TD TD TD Feeder B GH TD TD TD Gambar 4. Jaringan Distribusi Primer Spindel Keterangan gambar 4: 1 dan 4 adalah PMT/CB = Pemutus tenaga (Circuit Breaker) 2.3. Apabila jumlah PMS seperti PMS A dan PMS B di perbanyak. pada gambar 4. c. maka jumlah pelanggan yang mengalami gangguan pelayanan dapat dikurangi lagi.

Jika terjadi gangguan pada salah satu feeder maka feeder yang lain tidak mengalami pemadaman karena dapat disuplay dari tempat lain melalui sebuah express feeder yaitu saluran yang bebas atau langsung di suplay dari gardu induk distribusi. PLN Cabang Padang. Setelah gangguan diketahui atau diisolir yaitu antara Indikator I1 dan Indikator I2. Setelah bagian yang terganggu di titik F selesai diperbaiki maka konfigurasi jaringan dapat dikembalikan seperti sebelum terjadi 17. Jenis jaringan ini memang lebih andal dari jenis jaringan yang lain. Dalam keadaan normal semua PMT dan PMS dari setiap feeder yang keluar dari Gardu Induk (GI) dalam keadaan terhubung. Saluran distribusi Udara 20 kV kota Padang menggunakan jaringan distribusi primer berbentuk Spindel. maka tempat gangguan harus dicari dan dilokalisir. gangguan dengan menghubungkan PMS 3 dan PMS 5. (Sumber. tetapi membutuhkan biaya yang cukup besar untuk pembuatannya. 3. maka PMS 3 dan PMS 5 dibuka kemudian PMT 1 dihubungkan kembali sehingga pelayanan bagi para pelanggan normal kembali. Misalnya terjadi gangguan di titik F pada feeder A maka PMT 1 lepas. Gangguan . express feeder di Gardu Hubung (GH) dalam keadaan terbuka. Jenis kawat yang digunakan untuk express feeder ini lebih baik jika digunakan dengan besar penampang lebih besar dari feeder lain yang sedang beroperasi.

b. transmisi hingga pusat-pusat beban tidak pernah lepas dari berbagai macam gangguan. Gangguan pada peralatan ketenagalistrikan sudah menjadi bagian dari pengoperasian peralatan tenaga listrik. c. Akibat-akibat yang ditimbulkan oleh gangguan a. Pengurangan stabilias sistem dan menyebabkan jatuhnya generator. Konsep Dasar Keandalan Sistem Distribusi . Menginterupsi kontinuitas pelayanan daya kepada para konsumen apabila gangguan itu sampai menyebabkan terputusnya suatu rangkaian atau menyebabkan rusaknya suatu unit pembangkit. Merusak peralatan pada daerah terjadinya gangguan itu. Penurunan tegangan yang cukup besar menyebabkan rendahnya kualitas tenaga listrik dan merintangi kerja normal pada peralatan konsumen. 18. Bagian dari peralatan tenaga listrik yang sering mengalami gangguan adalah kawat transmisinya (kira-kira 70-80% dari seluruh gangguan). B. Hal ini disebabkan luas dan panjang kawat transmisi yang terbentang dan yang beroperasi pada kondisi udara yang berbeda-beda dimana pada umumnya yang lewat udara (diatas tanah) lebih rentan terhadap gangguan dari pada yang ditaruh dalam tanah (underground). Mulai dari pembangkit. d.

keandalan yaitu kemampuan dari sistem pengiriman kekuatan untuk membuat tegangan listrik yang siap secara terus- menerus dan cukup dengan mutu kepuasan. . tidak hanya peluang dari kegagalan tetapi juga banyaknya. untuk memenuhi kebutuhannya konsumen. Menurut Willis (2004 : 103). keandalan yaitu kemampuan dari jaringan untuk menyampaikan tidak terputusnya tenaga listrik bagi pelanggan pada satu taraf yang telah ditentukan sesuai dengan mutu dan jaminan keamanannya. Dalam pengertian ini. Menurut Hajek yang dikutip dalam Irawati (1999 : 20). sebuah peralatan atau suatu sistem akan bekerja dengan cara yang dapat diterima. Dapat juga dikatakan kemugkinan atau tingkat kepastian suatu alat atau sistem akan berfungsi secara memuaskan pada keadaan tertentu dalam periode waktu tertentu pula. Kemungkinan atau tingkat kepastian sedemikian itu tidak dapat diduga dengan pasti. tetapi dapat dianalisa atas dasar logika ilmiah. 19. mendefenisikan keandalan sebagai kemungkinan dari satu atau kumpulan benda akan memuaskan kerja pada keadaan tertentu dalam periode waktu yang ditentukan. Definisi klasik dari keandalan adalah peluang berfungsinya suatu alat atau sistem secara memuaskan pada keadaan tertentu dan dalam periode waktu tertentu pula. Menurut Momoh (2008 : 115). keandalan adalah suatu istilah statistik yang pada umumnya didefenisikan sebagai probabilitas bahwa selama suatu jangka waktu tertentu dalam kondisi yang telah ditetapkan. lamanya dan frekuensinya juga penting. Menurut Pabla (2007 : 312).

Ini dapat dinyatakan sebagai peluang . Angak/Laju Kegagalan (Failure rate). namun dapat dianalisa dengan teori probabilitas). Periode Waktu Periode waktu adalah lama suatu saluran bekerja dengan baik sesuai dengan fungsinya. c. tenaga listrik tanpa mengalami gangguan. Analisis 1. d. maka akan semakin banyak kemungkinan terjadinya kegagalan. tidak pasti. Secara umum keandalan didefinisikan sebagai kemungkinan (Probability) dari suatu sistem yang mampu bekerja sesuai dengan kondisi operasi tertentu dalam jangka waktu yang ditentukan. Kemungkinan (Probability) Angka yang menyatakan berapa kali gangguan terjadi dalam waktu tertentu pada suatu sistem atau saluran. dengan kata lain keandalan disebut juga dengan kecukupan atau ketersediaan (availability). b. C. λ (t ) Banyaknya kegagalan yang terjadi selama selang waktu t1 sampai t2 disebut laju kegagalan (failure rate). Keandalan memiliki sifat non deterministik (terjadi secara kebetulan) tapi probabilistik (sesuatu yang bersifat acak. Semakin lama saluran digunakan. Bekerja Dengan Baik (Performance) Menunjukan kriteria kontinuitas suatu salauran sistem penyaluran20. kelembaban udara dan getaran yang mempengaruhi kondisi operasi. Kondisi Operasi Kondisi operasi yang dimaksud disini adalah keadaan lingkungan kerja dari suatu jaringan seperti pengaruh suhu. Dalam mendefenisikan keandalan terhadap gangguan terdapat empat faktor yang memegang peranan penting yaitu: a.

................... dimana sebelum periode t1 tidak terjadi kegagalan........ bersyarat.. Pabla (2007 : 311) Dimana : λ = Failure Rate (angka/laju kegagalan konstan ) N atau f = Total number of failure ( jumlah kegagalan selama selang waktu ) ∑T t atau T = ( jumlah selang waktu pengamata n) Untuk menghitung lama gangguan rata-rata (Average Annual Outage Time)......................(1) Total of unit test or operating times ∑ Tt Atau f λ= .............. (U s ) Us = ∑ t ........ Laju kegagalan sebagai fungsi waktu ....... dan ini merupakan awal dari selang....................................................... Fungsi waktu ini dapat dilihat pada gambar 7 dibawah ini : De - Bugging Normal Operating Wear...(2) T 21................Out or Useful Life Operating Life Gambar 9. Laju kegagalan ini dihitung dengan satuan kegagalan per tahun......... Untuk selang waktu pengamatan diperoleh : Total number of failures N λ= = ....(3) Region 1 T Region 2 Region 3 Viktor (2007 : 36) Dimana (t) : lamanya gangguan (jam) Failure Rate Laju kegagalan ini merupakan fungsi dari waktu atau umum dari sistem atau saluran selama beroperasi............ yaitu kegagalan-kegagalan yang terjadi dalam selang waktu t1 dan t2. Jadi laju kegagalan (λ ) adalah harga rata-rata dari jumlah kegagalan per satuan waktu pada suatu selang waktu pengamatan (T)...

Selang Waktu Kegagalan Awal (De Bugging) Pada selang waktu kegagalan awal ini laju kegagalan akan menurun dengan cepat sesuai bertambahnya waktu. . Kegagalan pada daerah ini disebabkan oleh kesalahan dalam perencanaan dan pembuatan jaringan serta pemasangan saluran tersebut. Selang waktu Kegagalan Normal (Normal Operating or Useful Life) Pada daerah waktu ini besarnya laju kegagalan dapat dianggap tetap. Laju kegagalan pada daerah ini tidak teratur disebabkan oleh tekanan yang tiba-tiba diluar kekuatan sistem atau saluran yang telah direncanakan. yaitu: a. Sehingga kemungkinan terjadi kegagalan adalah sama pada setiap waktu. b. Momoh (2008 : 140) Dari gambar diatas laju kegagalan dibagi dalam tiga selang waktu 22. Hal ini disebabkan sistem atau saluran siap beroperasi dengan mantap.

. Selang Waktu Kegagalan Akhir (Wear-Out) Laju kegagalan pada daerah ini bertambah besar dengan bertambahnya waktu...................c....... Hal ini disebabkan karena bertambahnya umur sistem atau saluran dan kegagalan ini dapat ditanggulangi dengan mengadakan pemeliharaan (maintenance).. lamanya gangguan rata-rata dan waktu kegagalan tahunan.. Indeks Gangguan Tambahan Indeks keandalan yang telah di perhitungkan kembali menggunakan konsep klasik adalah laju kegagalan rata-rata........... m = 1 ................ Waktu perbaikan (r) adalah lama waktu yang diperlukan dari saat terjadinya gangguan sampai waktu saluran dapat bekerja kembali secara normal.(4) λ Momoh (2008 : 147) Keandalan dalam bentuk matematisnya dapat ditulis sebagai berikut: R (t ) = e − λ t (5) Pabla (2007 : 41 ) Dimana : R (t) = keandalan selama periode waktu t λ = laju kegagalan t = waktu perbaikan e = fungsi ekponensial 2..... m (mean time between failure) adalah waktu rata-rata sistem saluran bekerja sesuai fungsi yang diharapkan................. Indeks Berorientasikan Pelanggan 1) System Avarage Interruption Frequency Index (SAIFI) .. 23...............

.................................................(6) = ∑N Willis (2004 : 112) Dimana λi adalah laju kegagalan unit dan N i adalah banyak pelanggan pada suatu titik 24....................... 2) Costumer Avarage Interruption Frequency Index (CAIFI) CAIFI merupakan suatu indeks yang menyatakan banyaknya gangguan yang terjadi dalam selang waktu tertentu (1 tahun) pada pelanggan dalam ruang lingkup yang lebih kecil (feeder) jumlah gangguan pelanggan CAIFI = jumlah pelanggan terganggu λi N i = ... SAIFI merupakan suatu indeks yang menyatakan banyaknya gangguan (pemadaman) yang terjadi dalam selang waktu tertentu (1 tahun) pada pelanggan dalam suatu sistem secara keseluruhan..........................................(7) U i Ni Willis (2004 : 112) 3) System Avarage Interruption Duration Index (SAIDI) SAIDI merupakan suatu indek yang menyatakan lamanya gangguan (pemadaman) yang terjadi dalam selang waktu tertentu ................... Jumlah gangguan pelanggan SAIFI = Jumlah pelanggan ∑ λi N i .......

... jumlah durasi gangguan pelanggan CAIDI = jumlah pelanggan terganggu ∑U i N i = ...................(9) ∑ λi N Momoh (2008 : 120) Dimana λi adalah laju kegagalan........................ pelanggan dalam ruang lingkup yang lebih kecil (feeder)............ (1 tahun) pada pelanggan dalam suatu sistem secara keseluruhan...................................... U i adalah annual outage time dan N i adalah jumlah pelanggan pada satu titik 5) Avarage Service Availability (unvailability) Index (ASAI/ASUI) ASAI merupakan suatu indeks yang menyatakan kemampuan suatu sistem untuk menyediakan/menyuplai suatu sistem dalam jangka waktu 1 tahun sedangkan ASUI merupakan indeks yang ........... jumlah durasi gangguan pelanggan SAIDI = jumlah pelanggan ∑U i N i = ......(8) ∑N Momoh (2008 : 120) Dimana U i adalah annual outage time dan N i adalah jumlah pelanggan pada satu titik 4) Costumer Avarage Interruption Duration Index(CAIDI) CAIDI merupakan suatu indeks yang menyatakan lamanya gangguan yang terjadi dalam selang waktu tertentu (1 tahun) pada 25...........................

................ ASAI.. penelitian ini bertujuan untuk mencoba melakukan pengkajian terhadap data- data teknis yang terjadi pada saluran distribusi udara 20 kV untuk gardu Hubung Kandis Kota Padang............. kemudian hasilnya dibandingkan dengan target/ketetapan PT....... .... CAIDI.. SAIDI.....PLN... Sesuai dengan bentuknya.....(10) ∑ N i × 8760 ASUI = 1 − ASAI ∑U i N i = .............. CAIFI....... Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini adalah deskriptif......... dengan menggunakan rumus-rumus yang tertera sebelumnya...(11) ∑ N i × 8760 Dimana 8760 adalah jumlah jam dalam 1 tahun Momoh (2008 : 121) BAB III METODELOGI PENELITIAN A.... Data-data yang telah didapatkan selanjutnya dihitung untuk mendapatkan nilai-nilai indeks yang diinginkan..... yaitu SAIFI... ASUI...... menyatakan ketidakmampuan suatu sistem untuk menyediakan/menyuplai suatu sistem...... jumlah jam pelanggan terpenuhi ASAI = jumlah jam seharusnya ∑ N i × 8760 − ∑U i N i = ...

Jenis Data Penelitian Jenis data yang diambil dalam penelitian ini adalah data sekunder. CAIFI. Data yang diambil merupakan data-data sebagai berikut : 1. Feeder Khatib Sulaiman 2. Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah saluran distribusi udara 20 kV Kota Padang khususnya Gardu Hubung Kandis Kota Padang yang melayani empat feeder. dibutuhkan data- data laju kegagalan rata-rata. Gambar single line diagram saluran distribusi udara 20 kV Gardu Hubung Kandis Kota Padang Untuk melakukan perhitungan indeks-indeks keandalan dalam sistem distribusi yaitu SAIFI. Gambar single line diagram Pola Operasi Sistem 20 kV 6. 2. dan spesifikasi teknis untuk Gardu Hubung Kandis Kota Padang.B. Feeder-feeder tersebut adalah : 1. jumlah pelanggan dalam satu area. SAIDI. banyaknya terjadi gangguan. Feeder Cadnas 4. CAIDI. Data gangguan yang terjadi pada saluran distribusi udara 20 kV Gardu Hubung Kandis Kota Padang tahun 2007 27. D. Data lamanya gangguan pada GH. ASAI. Kandis 5. Data realisasi dan target kinerja SAIDI & SAIFI tahun 2007 3. Banyak pemadaman/gangguan rata-rata pertahun 4. ASUI. Feeder Ulak Karang 3. banyak gangguan rata-rata pertahun. Metode Pengumpulan Data . Feeder DPR C.

Metode pengumpulan data yang diambil dalam penelitian ini adalah

metode studi dokumenter.

E. Teknik Analisis Data

Data-data yang telah didapatkan selanjutnya dihitung untuk

mendapatkan nilai-nilai indeks yang diinginkan, yaitu:

1. Untuk menghitung laju kegagalan (λ )

f
λ=
T
Dimana f = jumlah kegagalan selama selang waktu
T = jumlah lamanya selang waktu pengamatan

Sehingga rumus diatas menjadi :

banyaknya gangguan
λ= kali/th 32.
12
2. Untuk menghitung lama gangguan rata-rata

Us =
∑t
T

Dimana t : lama gangguan (jam)
Sehingga rumus diatas menjadi :

∑ lama gangguan
U= 60 jam / th
12
1 jam = 60 menit

3. SAIFI (System Avarage Interuption Frequency Index)

SAIFI =
Jumlah gangguan pelanggan ∑ λi N i
=
Jumlah pelanggan
∑N

Dimana λi adalah laju kegagalan unit dan N i adalah banyak pelanggan
pada suatu titik

4. SAIDI (System Avarage Interruption Duration Index)

SAIDI =
jumlah durasi gangguan pelanggan ∑U i N i
=
jumlah pelanggan ∑N
28.
Dimana U i adalah annual outage time dan N i adalah jumlah pelanggan
pada satu titik

5. CAIFI (Costumer Avarage Interruption Frequency Index)

jumlah gangguan pelanggan λi N i
CAIFI = =
jumlah pelanggan terganggu U i Ni
6. CAIDI (Costumer Avarage Interruption Duration Index)

jumlah durasi gangguan pelanggan ∑U i N i
CAIDI = =
jumlah pelanggan terganggu ∑ λi N
Dimana λi adalah laju kegagalan, U i adalah annual outage time dan N i
adalah jumlah pelanggan pada satu titik

7. ASAI/ASUI (Avarage Service Availability (unvailability) Index)

jumlah jam pelanggan terpenuhi
ASAI =
jumlah jam seharusnya
∑ N i × 8760 − ∑U i N i
=
∑ N i × 8760
ASUI = 1 − ASAI
∑U i N i
=
∑ N i × 8760
Dimana 8760 adalah jumlah jam dalam 1 tahun

Dengan menggunakan rumus-rumus yang tertera dan dilakukan analisa

tentang hasil yang didapat dengan membandingkan dengan target/ketetapan

PT. PLN dan membandingkan nilai indeks satu feeder dengan feeder lainnya.

Selanjutnya menganalisa tindakan apa yang dapat dilakukan untuk

mengurangi terjadinya gangguan pada PT. PLN khususnya Gardu Hubung

Kandis Kota Padang Rayon Belanti.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data

Pada Bab ini dilakukan perhitungan nilai-nilai indeks keandalan sistem

distribusi dari data-data yang telah didapatkan sebelumnya, dapat dilihat tabel

dibawah:

Tabel 1. Jumlah Konsumsi Energi Kota Padang

CT
Out Total Beban
No. Penyulang/Feeder Terpasang
Ging (MW)
(A)
1 GIS. Simpang Haru 20 bh 2400 68.95 MW
2 GI. PAUH LIMO 6 bh 500 24.81 MW
3 GI. PIP 7 bh 560 18.38 MW
TOTAL 112.14 MW

Banyak Padam/Gangguan pada feeder di GH. PLN Cabang Padang Tabel 2. Lamanya gangguan pada Feeder di GH. 30. PLN Cabang Padang Untuk menghitung laju kegagalan maka digunakan rumus (8) : f λ= T Dimana f = jumlah kegagalan selama selang waktu T = jumlah lamanya selang waktu pengamatan Sehingga rumus diatas menjadi : banyaknya gangguan λ= kali/th 12 . Kandis N Penyulang/ Jumlah Jumlah Padam / Gangguan (kali) Jumlah o Feeder Pelanggan JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AUG SEP OKT NOV DES Padam Khatib 1 3459 5 0 8 16 21 13 4 0 10 3 1 9 90 Sulaiman Ulak 2 5951 2 0 9 14 20 17 6 1 7 4 0 2 82 Karang 3 CADNAS 4965 5 0 17 30 26 20 16 8 20 8 12 7 169 4 DPR 417 1 0 2 4 0 0 0 0 2 1 0 1 11 Sumber PLN Cabang Padang 29. Sumber. Tabel 3. Kandis Lama Padam / Gangguan (menit) Jumlah Jumlah N Penyulang lama Pelangga o /Feeder JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AUG SEP OKT NOV DES ganggu n an Khatib 1 3459 325 0 146 963 537 202 147 0 917 30 6 314 3587 Sulaiman Ulak 2 5951 256 0 752 674 511 712 103 62 741 28 0 204 4043 Karang 3 CADNAS 4965 405 0 580 1167 523 1303 151 220 1342 181 227 294 6393 4 DPR 417 25 0 40 28 0 0 0 0 3 5 0 20 121 Sumber PT.

9 kali / th 12 . Feeder Cadnas : 5 + 0 + 17 + 30 + 26 + 20 + 16 + 8 + 20 + 8 + 12 + 7 λ= = 14. Dimana angka 12 diambil dari banyaknya data yang dipakai yaitu selama 12 bulan (Januari 2007 sampai Desember 2007). B.1 kali / th 12 d. Feeder Khatib Sulaiman : 5 + 0 + 8 + 16 + 21 + 13 + 4 + 0 + 10 + 3 + 1 + 9 λ= = 7. Analisa Data Sehingga dengan menggunakan rumus di atas diperoleh nilai (λ ) : a.8 kali / th 12 c. Feeder Ulak Karang : 2 + 0 + 9 + 14 + 20 + 17 + 6 + 1 + 7 + 4 + 0 + 2 λ= = 6.5 kali / th 12 b. 31. Feeder DPR : 1+ 0 + 2 + 4 + 0 + 0 + 0 + 0 + 2 +1+ 0 +1 λ= = 0.

98 jam/th 12 . Lamanya gangguan pada Feeder di GH. Tabel 3. Sehingga dengan menggunakan rumus diatas didapat U. Dimana t : lama gangguan (jam) Sehingga rumus diatas menjadi : ∑ lama gangguan U= 60 jam / th 12 1 jam = 60 menit Dimana angka 12 diambil dari banyaknya data yang dipakai yaitu selama 12 bulan (Januari 2007 sampai Desember 2007). Feeder Khatib Sulaiman :  325 + 0 + 146 + 963 + 537 + 202 + 147 + 0 + 917 + 30 + 6 + 314    U=  60  = 4. yaitu: a. Kandis Jumlah Lama Padam / Gangguan (menit) Penyulang/Feede No. PLN Cabang Padang Untuk menghitung lama gangguan rata-rata digunakan rumus (9): Us = ∑t T 32. Pelangga r JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AUG SEP OKT NOV DES n 1 Khatib Sulaiman 3459 325 0 146 963 537 202 147 0 917 30 6 314 2 Ulak Karang 5951 256 0 752 674 511 712 103 62 741 28 0 204 3 CADNAS 4965 405 0 580 1167 523 1303 151 220 1342 181 227 294 4 DPR 417 25 0 40 28 0 0 0 0 3 5 0 20 Sumber PT.

PLN untuk masing- masing Feeder. dan tabel 3. didapatkan data sebagai berikut: Ni = Banyak pelanggan pada feeder Khatib Sulaiman = 3459 .87 jam/th 12 d. FEEDER KHATIB SULAIMAN Berdasarkan tabel 2.61 U= 12 jam/th c. b. Feeder Ulak Karang :  256 + 0 + 752 + 674 + 511 + 712 + 103 + 62 + 741 + 28 + 0 + 204     60  = 5.16 jam/th 12 33. N = N1 + N 2 + N 3 + N 4 = 3459 + 5951 + 4965 + 417 = 14792 pelanggan 1. Berikut ini akan dihitung nilai indeks pelanggan jasa PT. Feeder Cadnas :  405 + 0 + 580 + 1167 + 523 + 1303 + 151 + 220 + 1342 + 181 + 227 + 294    U=  60  = 8. Feeder DPR :  25 + 0 + 40 + 28 + 0 + 0 + 0 + 0 + 3 + 5 + 0 + 20    U=  60  = 0.

98 × 14792 34.4. 1.164 jam / pelanggan 14792 1. Costumer Average Interruption Duration Index (CAIDI) dengan menggunakan rumus (16) diperoleh : .λi = 7.5 kali/th Ui = 4. System Average Interruption Frequency Index (SAIFI) dengan menggunakan rumus (13) diperoleh : λi N i SAIFI = N 7.3. System Average Interruption Duration Index (SAIDI) dengan menggunakan rumus (15) diperoleh : U i Ni SAIDI = N 4. Costumer Average Interruption Frequency Index (CAIFI) dengan menggunakan rumus (14) diperoleh : λi N i CAIFI = Ui N 7.2.5 × 3459 = = 1.35 gangguan / pelanggan 4.75 gangguan / pelanggan 14792 1.5 × 3459 = = 0.98 jam/th Sehingga didapatkan nilai indeksnya sebagai berikut: 1.1.98 × 3459 = = 1.

1.0. FEEDER ULAK KARANG Berdasarkan tabel 2.0024 35.5. didapatkan data sebagai berikut: N i = Banyak pelanggan pada feeder Ulak Karang = 5951 λi = 6.61 jam / th Sehingga didapatkan nilai indeksnya sebagai berikut: .98 × 14792) = 3459 × 8760 = 0.99756 Dengan menggunakan rumus (18) diperoleh : ASUI = 1 − ASAI = 1. Average Service Availability (Unavailability) Index (ASAI/ASUI) dengan menggunakan rumus (17) diperoleh : N i × 8760 − U i N ASAI = N i × 8760 ( 3459 × 8760) − ( 4. U i Ni CAIDI = λi N 4.5 × 14792 1.98 × 3459 = = 0. dan tabel 3.99756 = 0.155 jam / pelanggan 7.8 kali / th Ui = 5.

2.73 gangguan / pelanggan 14792 2.4.61 × 5951 CAIDI = = 0.5.1.2. Average Service Availability (Unavailability) Index (ASAI/ASUI) dengan menggunakan rumus (17) diperoleh : ASAI = ( 5951 × 8760) − ( 5.61 × 5951 SAIDI = = 2.61 × 14792 2.8 × 5951 CAIFI = = 0.48 gangguan / pelanggan 5.2.256 jam / pelanggan 14792 2.61 × 14792) 5951 × 8760 = 0. Costumer Average Interruption Duration Index (CAIDI) dengan menggunakan rumus (16) diperoleh : 5.8 × 14792 36.331 jam / pelanggan 6. System Average Interruption Duration Index (SAIDI) dengan menggunakan rumus (15) diperoleh : 5. Costumer Average Interruption Frequency Index (CAIFI) dengan menggunakan rumus (14) diperoleh : 6. System Average Interruption Frequency Index (SAIFI) dengan menggunakan rumus (13) diperoleh : 6.3.8 × 5951 SAIFI = = 2.998408 Dengan menggunakan rumus (18) diperoleh : ASUI = 1 − ASAI .

977 jam / pelanggan 14792 3.1 × 14792 .87 jam / th Sehingga didapatkan nilai indeksnya sebagai berikut: 3.1.001592 2.87 × 4965 CAIDI = = 0.3.1 × 4965 CAIFI = = 0. Costumer Average Interruption Frequency Index (CAIFI) dengan menggunakan rumus (14) diperoleh : 14.53 gangguan / pelanggan 8. dan tabel 3. FEEDER CADNAS Berdasarkan tabel 2.4.87 × 4965 SAIDI = = 2. = 1. System Average Interruption Duration Index (SAIDI) dengan menggunakan rumus (15) diperoleh : 8. Costumer Average Interruption Duration Index (CAIDI) dengan menggunakan rumus (16) diperoleh : 8.73 gangguan / pelanggan 14792 3.0. 3.1 kali / th Ui = 8.211 jam / pelanggan 14. didapatkan data sebagai berikut: N i = Banyak pelanggan pada feeder Cadnas = 4965 λi = 14.2.1 × 4965 SAIFI = = 4.87 × 14792 37. System Average Interruption Frequency Index (SAIFI) dengan menggunakan rumus (13) diperoleh : 14.998408 = 0.

System Average Interruption Frequency Index (SAIFI) dengan menggunakan rumus (13) diperoleh : 0.16 jam / th 38.02 gangguan / pelanggan 14792 4.996983 Dengan menggunakan rumus (18) diperoleh : ASUI = 1 − ASAI = 1. 3.0. FEEDER DPR Berdasarkan tabel 2. didapatkan data sebagai berikut: N i = Banyak pelanggan pada feeder DPR = 417 λi = 0. dan tabel 3.2. Sehingga didapatkan nilai indeksnya sebagai berikut: 4.87 × 14792) 4965 × 8760 = 0.996983 = 0.003016 3.5. Average Service Availability (Unavailability) Index (ASAI/ASUI) dengan menggunakan rumus (17) diperoleh : ASAI = ( 4965 × 8760) − ( 8.9 kali / th Ui = 0.9 × 417 SAIFI = = 0. Costumer Average Interruption Frequency Index (CAIFI) dengan menggunakan rumus (14) diperoleh : .1.

Pembahasan Dari hasil perhitungan diatas maka dapat dilihat nilai indeks yang didapatkan untuk masing-masing Feeder pada Gardu Hubung Kandis pada tabel.9 × 14792 4. 4 Nilai Indeks Masing-Masing Feeder Gardu Hubung Kandis N Feeder / Nilai Indeks o Penyulang SAIFI CAIFI SAIDI CAIDI ASAI ASUI .999352 Dengan menggunakan rumus (18) diperoleh : ASUI = 1 − ASAI = 1.4. = 0.05 jam / pelanggan 0.000647 C.04 jam / pelanggan 14792 4.16 × 417 SAIDI = = 0.16 × 417 CAIDI = = 0. Costumer Average Interruption Duration Index (CAIDI) dengan menggunakan rumus (16) diperoleh : 0.16 × 14792 4. Average Service Availability (Unavailability) Index (ASAI/ASUI) dengan menggunakan rumus (17) diperoleh : ASAI = ( 417 × 8760) − ( 0.15 gangguan / pelanggan 0.3.9 × 417 CAIFI = = 0.5.999352 39.16 × 14792) 417 × 8760 = 0.0. System Average Interruption Duration Index (SAIDI) dengan menggunakan rumus (15) diperoleh : 0. 0. 4 berikut: Tabel.

02 0.1 Berikut ini nilai SAIFI untuk tiap-tiap feeder : 1.15 0.732 0.977 0. Khatib 1 1.07 gangguan / pelanggan Berdasarkan dari nilai diatas dapat dianalisa bahwa nilai SAIFI untuk masing-masing feeder masih berada pada batas nilai yang telah ditargetkan oleh PT. Ulak Karang : 2.1.4.48 2. Khatib Sulaiman : 1. .999352 0.04 0.735 0.73 gangguan / pelanggan 1.998408 0. Perbandingan Nilai SAIFI Nilai SAIFI yang merupakan target / ketetapan dari PLN adalah 17.35 1.996983 0.533 2.164 0. 40.75 gangguan / pelanggan 1.0024 Sulaiman Ulak 2 2.001592 Karang 0.73 gangguan / pelanggan 1. Cadnas : 4. DPR : 0.003016 4 DPR 0.256 0.3.211 4.331 3 Cadnas 0.99756 0.2.75 0.000647 Keterangan : xxx = paling besar xxx = paling kecil 1.PLN.05 0.155 0.

diikuti oleh feeder Ulak Karang.PLN ini menandakan pada feeder tersebut banyak mengalami gangguan (pemadaman) dalam satu tahun.07. Artinya feeder DPR memiliki sistem yang lebih handal (sedikit mengalami gangguan) dibandingkan ketiga feeder lainnya yang mengalami gangguan lebih banyak. Grafik Nilai SAIFI Untuk Masing-Masing Feeder Dari grafik diatas terlihat pada feeder DPR memiliki nilai SAIFI yang paling kecil yaitu 0. Sulaiman Ulak Karang Cadnas DPR Perhitungan Target Gambar 10. 41. Ini mengakibatkan feeder DPR memiliki nilai SAIFI yang paling baik dari tiga feeder lainnya pada Gardu Hubung Kandis. ini menandakan pada feeder tersebut sedikit mengalami terjadinya gangguan (pemadaman). dan feeder Cadnas. tetapi masih dalam batas target PT. 2. Untuk feeder Cadnas memiliki nilai SAIFI yang paling tinggi dari feeder-feeder yang lainnya. feeder Khatib Sulaiman. Perbandingan Nilai SAIDI . 18 16 14 12 10 8 6 4 2 0 Kh.

PLN. Ulak Karang : 2.164 jam / pelanggan 2.5 1 0. 3 2.256 jam / pelanggan 2.Nilai SAIDI yang merupakan target dari PLN adalah 2. PLN hanya feeder Cadnas yang tidak berada pada batas nilai yang telah ditargetkan oleh PT.4.5 2 1. feeder Ulak Karang. feeder DPR masih berada pada batas nilai yang telah ditargetkan oleh PT.2.977 jam / pelanggan 2.6 Berikut ini nilai SAIDI untuk tiap-tiap feeder : 2. Khatib Sulaiman : 1.04 jam / pelanggan Berdasarkan nilai diatas dapat dianalisa bahwa nilai SAIDI untuk 3 buah feeder yaitunya feeder Khatib Sulaiman. Grafik Nilai SAIDI Untuk Masing-Masing Feeder . Cadnas : 2. Sulaiman Ulak Karang Cadnas DPR Perhitungan Target Gambar 11.3.1. DPR : 0.5 0 Kh.

331 Karang 3 Cadnas 0. Artinya feeder DPR memiliki kinerja sistem yang lebih baik dibandingkan 3 feeder lainnya. Ini mengakibatkan feeder DPR memiliki nilai SAIDI yang paling baik dan sesuai target PLN dari tiga feeder lainnya pada GH Kandis. Ini menandakan pelayanan pada pelanggan / konsumen pada feeder ini paling baik atau bagus dibandingkan dengan feeder lainnya. sehingga hanya mengalami pemadaman dalam jangka waktu yang lebih singkat.35 0.211 4 DPR 0. diikuti oleh feeder Khatib Sulaiman. Dari grafik diatas terlihat pada feeder DPR memiliki nilai SAIDI yang paling kecil yaitu 0.04. Perbandingan Nilai CAIFI dan CAIDI Berikut ini nilai CAIFI dan CAIDI untuk tiap-tiap feeder: Tabel 5. Nilai CAIFI dan CAIDI untuk masing-masing feeder Feeder / Nilai Indeks No Penyulang CAIFI CAIDI Khatib 1 0.155 Sulaiman Ulak 2 0. 42. ini menandakan pada feeder DPR sedikit terjadinya gangguan (pemadaman).05 Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai CAIFI dan CAIDI pada feeder DPR paling kecil dibandingkan dengan feeder yang lainnya (feeder Cadnas.53 0. 3. feeder Khatib Sulaiman). .48 0.15 0. feeder Ulak Karang. Ulak Karang dan Cadnas.

6 0.5 0.99756 0.4 0.1 0 Kh.001592 Karang 3 Cadnas 0. Perbandingan Nilai ASAI dan ASUI Berikut ini nilai ASAI dan ASUI untuk tiap-tiap feeder: Tabel 6. Ini memperlihatkan kinerja PT. Nilai ASAI dan ASUI untuk masing-masing feeder Feeder / Nilai Indeks No Penyulang ASAI ASUI Khatib 1 0. 0.998408 0. .999 atau 99.0024 Sulaiman Ulak 2 0. Grafik Nilai CAIFI dan CAIDI untuk Masing-Masing Feeder 4. Sulaiman Ulak Karang Cadnas DPR CAIFI CAIDI Gambar 12.999352 0.3 0.9 %. 43.996983 0. PLN khususnya Rayon Belanti yang mengelola GH.003016 4 DPR 0.2 0.000647 Pada tabel diatas terlihat nilai ASAI yaitu indeks yang menyatakan ketersediaan pelayanan rata-rata lebih besar dibandingkan dengan ASUI yang menyatakan indeks ketidaktersediaan pelayanan rata-rata dalam satu tahun. Kandis sangat baik terlebih untuk feeder DPR dimana nilai ketersediaannya mencapai 0.

Kandis Rayon Belanti. 1 0. Melakukan rekonfigurasi feeder . 44. Sulaiman Ulak Karang Cadnas DPR ASAI ASUI Gambar 13.6 0. Grafik Nilai ASAI dan ASUI Masing-Masing Feeder 5. Melakukan perawatan terhadap PMT. sehingga nantinya rele dapat bekerja dengan baik. selain dari faktor data sebelumnya dapat disimpulkan faktor lain yang menyebabkan perbedaan nilai indeks antara feeder ini yaitu panjang pendeknya jalur suatu feeder. b. dimana dengan semakin panjangnya jalur suatu feeder maka kemungkinan terjadinya gangguan/kegagalan akan semakin besar dibandingkan dengan feeder yang jalurnya lebih pendek. Tindakan tersebut antara lain: a. Analisa Penyebab Perbedaan Nilai Indeks Antara Satu Feeder dengan Feeder Lainnya.4 0. Ada beberapa tindakan yang nantinya diharapkan untuk mengurangi tingkat kegagalan pada GH. Ini terlihat pada feeder DPR yang memiliki jalur lebih pendek dibandingkan feeder lainnya.2 0 Kh.8 0. Melakukan perawatan terhadap rele. Berdasarkan hasil yang didapat sebelumnya diperoleh bahwa feeder DPR memiliki nilai indeks yang lebih baik dibandingkan dengan feeder lainnya. c.

Dari segi pelayanan pada pelanggan. Untuk indeks CAIFI. .331.1 pada GH.6 menunjukan bahwa dari ke empat feeder hanya satu feeder kurang memenuhi syarat yaitu feeder Cadnas 2. Ulak Karang.15 dan yang terbesar terdapat pada feeder Cadnas sebesar 0. Nilai SAIDI yang ditargetkan sebesar 2.05 dan yang paling besar pada feeder Ulak Karang sebesar 0. Cadnas. PLN sebesar 17. Kandis Rayon Belanti memenuhi syarat. ASAI. b. CAIDI. Kandis Rayon Belanti PT. 4. Untuk indeks berorientasikan pelanggan lainnya yaitu CAIFI.53. Nilai SAIFI yang ditargetkan oleh PT. Untuk indeks CAIDI. feeder di daerah Khatib Sulaiman. 2. memberikan konstribusi lamanya gangguan dalam ruang lingkup lebih kecil terdapat pada feeder DPR sebesar 0. BAB V PENUTUP A. memberikan konstribusi banyaknya gangguan dalam ruang lingkup lebih kecil terdapat pada feeder DPR sebesar 0.97 3. 45. Kesimpulan Dari perhitungan dan analisa indeks keandalan sistem distribusi pada GH. dan DPR menunjukan bahwa: a. dan ASUI feeder DPR memiliki nilai yang paling baik dibandingkan feeder lainnya. PLN dilakukan dengan menghitung indeks pelanggan pengguna jasa PLN maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1.

996983. Penelitian dan perhitungan ini hanya berdasarkan faktor gangguan yang terjadi sehingga nantinya dapat dicari faktor lain yang mempengaruhi indeks keandalan dari suatu sistem distribusi. PLN maka untuk mengurangi gangguan dapat dilakukan rekonfigurasi feeder agar satu feeder tidak mencakup banyak trafo. memberikan konstribusi kemampuan suatu sistem untuk menyuplai dalam jangka waktu 1 tahun. d.000647. yang paling besar terdapat pada feeder Ulak Karang sebesar 0.999352. . dan yang paling kecil terdapat pada feeder Cadnas sebesar 0.001592 dan yang paling kecil terdapat pada feeder DPR sebesar 0. Untuk indeks ASUI. Saran Untuk mengantisipasi hal yang demikian disarankan: Berdasarkan data gangguan yang didapat dari PT. Untuk indeks ASAI. memberikan konstribusi ketidakmampuan / ketidak tersediaan suatu sistem untuk menyuplai dalam jangka waktu 1 tahun. B. c. yang paling besar terdapat pada feeder DPR sebesar 0. 46.

2007. U. Lee. Second Edition. Automation. 2005. James.A. 1991. Revised and Expanded. A. Rizki. Richard. Keandalan Jaringan Distribusi Udara 20 kV Feeder Muara Palam. And Control. H. New York-Basel: Marcel Dekker. New York. Djiteng. Skripsi.S. Inc. CRC Press Taylor & Francis Group Boca Raton London New York. Raleigh. Marno. Marsudi. Tata McGraw- Hill Publishing Company Limited. Basel : Marcel Dekker. . Power Distribution Planning Reference Book. Pembangkitan Energi Listrik. Analisa Indeks Keandalan Sistem Distribusi PT. Electric Power Distribution fifth Editon. Electric Power Distribution Reliability. Skripsi. Skripsi. Penentuan Status Operasi Sistem Dengan Pertimbangan Probabilitas Keandalan (aplikasi Jaringan SUTT 150 kV Sistem Sumbar). Pabla. Djiteng. 2002. Nort Carolina.S. Fakultas Teknik Elektro Universitas Andalas Padang Suhendra. Momoh. Jakarta: Balai Penerbit dan Humas ISTN. 1999. PLN Wilayah Cabang Padang. A. Inc Wati. E. New Delhi. 2008. Marsudi. Operasi Sistem Tenaga Listrik. Viktor Trio. Ira. Jakarta: Penerbit Erlangga. DAFTAR PUSTAKA Brown. FPTK IKIP Padang. 2004. Electric Power Distribution. 1998. 2007. Fakultas Teknik Industri Universitas Bung Hatta Padang Willis. Protection.

Basel : Marcel Dekker. Raleigh. Jakarta: Balai Penerbit dan Humas ISTN.S.A.S. Second Edition. Nort Carolina. New Delhi. E. Marsudi. Protection. Pembangkitan Energi Listrik. A. Automation. Lee. Inc Wati. Skripsi. Electric Power Distribution Reliability. 1991. Djiteng. 1999. Viktor Trio. Operasi Sistem Tenaga Listrik. Rizki. 2007. 1998. Analisa Indeks Keandalan Sistem Distribusi PT. And Control. Pabla. New York-Basel: Marcel Dekker. Marsudi. Electric Power Distribution fifth Editon. FPTK IKIP Padang. Electric Power Distribution. H. Keandalan Jaringan Distribusi Udara 20 kV Feeder Muara Palam. A. Richard. . New York. 2002. 2008. Ira. Djiteng. PLN Wilayah Cabang Padang. Revised and Expanded. Fakultas Teknik Industri Universitas Bung Hatta Padang Willis. 2005.DAFTAR PUSTAKA Brown. Power Distribution Planning Reference Book. Momoh. Jakarta: Penerbit Erlangga. James. Inc. Fakultas Teknik Elektro Universitas Andalas Padang Suhendra. Marno. Tata McGrawHill Publishing Company Limited. Skripsi. 2004. Penentuan Status Operasi Sistem Dengan Pertimbangan Probabilitas Keandalan (aplikasi Jaringan SUTT 150 kV Sistem Sumbar). 2007. U. Skripsi. CRC Press Taylor & Francis Group Boca Raton London New York.