# ANALISIS RISIKO KESEHATAN (HEALTH RISK ASSESSMENT

)
dr. AGUNG S. DWI LAKSANA, MSc.PH
BAGIAN IKM/IKK PPD UNSOED 2007

1

OUTLINE

 

DEFINITION (PENGERTIAN) OF HRA SCOPE (RUANG LINGKUP) OF HRA EPIDEMIOLOGY STUDY VS HRA RISK ASSESSMENT STEPS:
Identifikasi Bahaya  Analisis Dosis-respon  Analisis Jalur Pajanan  Karakterisasi Risiko

2

PENGERTIAN

Risk assessment is the systematic scientific
characterization of potential adverse health effects resulting from human exposure to hazardous agents or situation Risk is defined as the probability of an adverse outcome Hazard is used to refer to intrinsic toxic properties
3

000 4 . rendah Risiko kuantitatif: 1>Risiko>0 .000 • 1.3 x 10-3 = risiko 1/770 • 1.2 x 10-5 = risiko 1/83.2E-5 = 1.3E-3 = 1.Risiko = 0  pasti tidak akan terjadi .Risiko = 1  pasti akan terjadi  Risiko kuantitatif dinyatakan sebagai bilangan pecahan: • E-5 = 10-5 = risiko 1/100.RISIKO (RISK)    Prakiraan probabilitas dampak yang merugikan kesehatan sebagai akibat pajanan zat-zat kimia dalam jumlah dan dengan jalur pajanan tertentu Risiko kualitatif: tinggi. sedang/biasa.

RUANG LINGKUP   Health risk assessment can be conducted for any hazard for which there are adequate toxicological (from animal or human exposure) or epidemiologic data and either measured or estimated exposure in an individual or population The spectrum of health effect: acute. subchronic and/or chronic 5 .

Ruang lingkup    Acute adverse health effect: observed a few hours after high-level exposure (or dose) Subchronic: observed from repeated doses over 30-90 days in animal and for up to about 1 year in human Chronic: observed following repeated low-level exposures over many years 6 .

absorbsi) Penyakit Berbasis Lingkungan Risk Agent. C. Karakterisasi Risiko (HQ) Manajemen Risiko (I. f. Media Lingkungan & PHBS DosisRespons (NOAEL. t. D) Komunikasi Risiko (PHBS) LOAEL) 7 . ingesi.STUDI EPIDEMIOLOGI vs ANALISIS RISIKO STUDI EPIDEMIOLOGI ANALISIS RISIKO Pajanan (inhalasi.

HEALTH RISK ASSESSMENT STEPS Empat Langkah Utama:     Hazard Identification (identifikasi bahaya) Dose-Response Assessment (analisis dosisrespons atau toxicity assessment: hubungan dosis pemajanan dengan efek) Exposure Assessment (analisis jalur pajanan atau penilaian kontak) Risk Characterization (karakterisasi risiko) 8 .

air pollution) which substance will we look at in this analysis? What could happen to humans if they are exposed to different levels of these compounds? What are the cancer-causing effects and non-cancer-causing effects? What are the sources and duration of exposures to this substance? How many people are exposed to the hazardous substance? What range of doses do they receive? Given all we have learned so far. what are the human health impacts of current exposures? What is the risk to an individual? What is the risk to entire population? Are any subpopulation more impacted than others? How confident are we in the overall analysis? 9 Hazard identification Dose-response assessment Exposure assessment Risk characterization .. and what kind of harm is it? Of all the substances involved in a problem area (e.g.RISK ASSESSMENT STEP EXAMPLE OF QUESTIONS ASKED BY THE RISK ASSESSOR What substances harm humans.

. neurotoxicity) in humans Methods: 1. birth defects.1.g. cancer. HAZARD IDENTIFICATION   HI is the step in which it is determined whether exposure to an agent could (at any dose) cause an increase in the incidence of adverse health effects (e. Structure/Activity Relationship  Important information:       Agent structure Solubility stability pH Volatility Chemical reactivity 10 .

Identifikasi bahaya 2. 4. 3. In vitro and short term test: can be designed to provide information about mechanism of effect Animal bioassay: “gold standard” for prediction of human carcinogenicity risk Epidemiologic data: the most convincing line of evidence for human risk 11 .

DOSE RESPONSE/TOXICITY ASSESSMENT 1.2. Define the relationship between the dose of an agent and the observance or expected occurrence of a specific toxicologic effect The fundamental basis of the quantitative relationships between exposure to an agent and the incidence of an adverse response Tetapkan ‘Zat Kimia Indikator’ atas dasar • • • • • • Toksisitas (cancer slope factor. 2. 3. Concentration-Toxicity Screening R = (Ci×Ti) 12 . RfD) Konsentrasi dalam media vs background level Konsentrasi dalam media vs baku mutu/standar Frekuensi deteksi Fate & transport characteristics Completeness of pathways 4.

Slope Factor (risk per doses) 2. Cancer Risk 13    . Unit Risk (risk per media concentrations) 3.DUA EFEK ZAT TOKSIK NONKARSINOGENIK   KARSINOGENIK  Berambang (threshold) Ada dosis di atas nol yang tidak berefek sampai dosis tertentu tercapai Risiko dinyatakan sebagai NONCANCER HAZARD berupa Hazard Quotient & Hazard Index berdasarkan Intake dan Reference Dose Tidak Berambang (nonthreshold) Selalu ada efek pada setiap dosis di atas nol Risiko dinyatakan sebagai CANCER RISK: 1.

1  Efek sistemik = semua endpoint zat toksik selain kanker dan mutasi gen Efek sistemik dievaluasi menggunakan RfD (reference dose) sebagai ukuran RfD (US-EPA) ≈ Acceptable Daily Intake (WHO): jumlah zat kimia yang memajani manusia setiap hari dalam waktu lama (umumnya lifetime) yang tidak menimbulkan efek merugikan ADI = NOAEL/SF atau LOAEL/SF RfD = NOAEL/(UF x MF) atau LOAEL/(UF x MF) 14     .EVALUASI EFEK NONKANKER (EFEK SISTEMIK) .

2  RfD = human dose.EVALUASI EFEK SISTEMIK . NOAEL atau LOAEL = experimental dose No Observed Adverse Effect Level: dosis tertinggi toksisitas kronik yang secara statistik atau biologik tidak memperlihatkan efek merugikan Lowest Observed Adverse Effect Level: dosis terendah toksisitas kronik yang secara statistik atau biologik memperlihatkan efek merugikan Safety Factor atau Uncertainty Factor: kelipatan angka 10 untuk menyatakan ketidakpastian & kekurangan data 15    .

16  . RfD adalah estimasi pajanan harian (dengan rentang ketidakpastian satu orde) bagi populasi umum (termasuk subkelompok yang sensitif) yang tidak akan mengalami risiko efek-efek merugikan kesehatan sepanjang hayat.1  RfD menyatakan risiko nonkarsinogenik dan efek-efek nonkarsinogenik zat karsinogen.REFERENCE DOSE (RfD) .

Semakin tinggi pajanan melebihi RfD-nya. semakin besar pula kemungkinan efek-efek merugikan akan terjadi Pajanan di atas RfD seumur hidup tidak berarti dengan sendirinya efek merugikan akan terjadi Pada dasarnya risiko selalu berada di antara pasti tidak terjadi dan pasti terjadi (0<risiko<1).2  RfD bukanlah direct estimator risiko. melainkan titik rujukan (referensi) untuk menduga efekefek yang potensial (bukan hanya yang aktual).REFERENCE DOSE (RfD) . 17    .

 UF2 = 10 untuk ekstrapolasi hewan ke manusia UF3 = 10 untuk NOAEL uji subkronik (bukan kronik) UF4 = 10 bila digunakan LOAEL (bukan NOAEL) 18 .3 RfD  NOAEL atau LOAEL (UF1  UF2  UF3  UF4  MF ) Uncertainty Factor (UF)  Faktor-faktor kelipatan 10 untuk menurunkan RfD dari data eksperimen hewan uji atau studi epidemiologi Digunakan untuk menampung ketidakpastian (uncertainty): UF1 = 10 untuk variasi sensitivitas manusia.REFERENCE DOSE (RfD) .

dengan nilai numerik 0<MF<10 Menggambarkan ketidakpastian ilmiah yang tidak tertampung dalam UF (misal.4 Modifying Factor (MF)  Faktor yang digunakan untuk menurunkan RfD dari data eksperimen hewan uji atau studi epidemiologi.REFERENCE DOSE (RfD) . ketidaklengkapan data dasar dan spesies hewan uji) Nilainya ditetapkan dengan professional judgement Nilai default MF = 1 19    .

. Brennemen et al. 1976 H2S (air) 300 1 NH3 (air) RfC =1E-1 mg//M3 30 1 As (water) RfD = 3E-4 mg/kg/day 3 1 Hyperpigmentation. keratosis and possible vascular complication Human chronic oral exposure Tseng. Broderson et al. 2000 Rat subchronic inhalation study. Tseng et al. 1968 20 . increase severity of rhinitis and pneumonia with respiratory lesions Reference Rat sub chronic inhalation study. 1977.Beberapa Contoh RfD Risk Agent RfD RfC = 2E-3 mg/M3 UF MF Critical Effect Nasal lesions of olfactory mucosa Decrease pulmonary function or changes in subjective syptomatology.

inhalation.3. ANALISIS PAJANAN (Exposure Assessment)    To estimate the magnitude and probability of uptake from the environment by any combination of oral. dinyatakan sebagai intake (asupan) Beberapa jalur intake yang mungkin melalui: • • • udara (inhalasi) makanan/minuman (ingesti) kontak permukaan tubuh (absorpsi/kulit) 21 . and dermal routes of exposure Menghitung jumlah risk agent yang diterima individu.

real time atau 30 tahun proyeksi berat badan. mg/L (air minum). 30 tahun  365 hari/tahun (non karsinogen) atau 70 tahun  365 hari/tahun (karsinogen ) 22 . 20 M3/hari (udara). mg/kg (makanan) R= tE = fE = Dt = Wb = tavg = laju (rate) asupan. mg/M3 (udara). 2 L/hari (air minum?) waktu pajanan harian. hari/tahun durasi pajanan. jam/hari frekuensi pajanan tahunan. jumlah risk agent yang diterima individu per berat badan per hari (mg/kghari) konsentrasi risk agent. kg perioda waktu rata-rata.PERHITUNGAN INTAKE Persamaan Intake: CRt E f E Dt I Wb tavg I= C= intake (asupan).

fE (hari/tahun). Dt (tahun). Wb (kg) 23 Ingesti (air/makanan) Absorbsi (kontak kulit) . tE (jam/hari). Dt (tahun).VARIABEL PERHITUNGAN INTAKE JALUR PAJANAN Inhalasi (udara) VARIABEL INTAKE C (mg/M3). Wb (kg) C (mg/L). fE (hari/tahun). Wb (kg) C (mg/L). Dt (tahun). R (M3/jam). fE (hari/tahun). tE (jam/hari).

4. dinyatakan sebagai Hazard Index atau Hazard Qoutient I = intake. KARAKTERISASI RISIKO • Summarizes and interprets the information collected from the previous three steps Presents a quantitative estimate of the human health risk and identifies (and quantifies when possible) the uncertainties in these risk estimate • • Risiko nonkarsinogenik yang bersifat sistemik dihitung dengan menggabungan exposure assessment dan dose-respons assessment. jumlah asupan yang diterima individu per berat badan per hari I HQ  RfD • 24 .

No. Resp Lama Pajanan (tE) jam Frek. TSP (322.6 g/M3). NO2 (49.83 M3/jam) di Terminal Terboyo.TABEL ANTROPOMETRI (Contoh 1) Tabel 1. Pajanan (fE) hari/tahun Lama Mukim (Dt) tahun Berat Badan (Wb) kg 1 10 14 350 350 14 14 73 45 2 3 4 5 dst 19 8 14 17 350 350 350 350 14 15 8 10 56 85 62 62 25 . Semarang.6 g/M3) dan Pb (0.04 g/M3). untuk menghitung intake inhalasi SO2 (35.7 g/M3). 2003. Antropometri Pedagang Kaki Lima (R = 0.

0057 mg/kg/hari hari 45 kg  30 tahun  365 tahun 0. 26 . 1990) mg M3 jam hari 0. pajanan 49.7 g NO2 /M3 udara selama 14 tahun untuk orang dengan berat badan 45 kg aman bagi kesehatan.0497 3  0.83 14  350 14 tahun M jam hari tahun I (NO2)   0.02 Karena HQ<1.285 0.7 g/M3 (arithmetic mean) RfC-NO2 = 0. jika pola pajanannya 14 jam per hari selama 350 hari per tahun.0057 HQ NO2   0.02 mg/kg/hari (US-EPA.I SO 2 Contoh Perhitungan Intake NO2 dan Indeks Bahaya (HQ) (data dari Tabel 1) NO2= 49.

5 20 7 18.TABEL ANTROPOMETRI (Contoh 2) Wb kg KELURAHAN Cengkareng Barat Kapuk Duri Kosambi Rawa Buaya Kedaung Kali Angke Cengkareng Timur tE jam/hari fE hari/thn Dt-RT tahun Minum L/hari 52.5 56 23 23 23 23 22 23 358 358 358 358 358 358 11.4 53 54 54 53.5 20 24 2 2 2 2 2 2 27 .

83 450 100 233 300 367 306 68 158 204 250 28 .26 NH3 780.8 SO2 4.83 8.83 TSP 250 PM10 170 Kapuk Duri Kosambi Rawa Buaya Kedaung Kali Angke Cengkareng Timur 5.00 37.41 140.7 2.5 ttd ttd 650 9.17 H2S 0.58 4.63 3.58 5. g/M3) DI KEC.HASIL PENGUKURAN GAS & DEBU (Median.8 165.63 4.13 6. CENGKARENG KELURAHAN Cengkareng Barat NO2 5.01 8.58 25.50 4.8 26.5 187.

83  23  358 11.I SO 2 Contoh Perhitungan Intake NH3 dan Indeks Bahaya (HQ).107 mg/kg/hari hari 52.6 0. jika pola pajanannya 23 jam per hari selama 358 29 hari per tahun. .1 mg/M3 = 0.781 mg/M3 (median) RfC-NH3 = 0.5 tahun untuk orang dengan berat badan 52.4 kg  30 tahun  365 tahun 0. Cengkareng Barat NH3= 0.107 HQ NH3   3.781 3  0. pajanan 0.03 Karena HQ>1.781 mg NO3/M3 udara selama 11.03 mg/kg/hari mg M3 jam hari 0.5 tahun M jam hari tahun I (NO2)   0.4 kg berada pada batas kritis aman bagi kesehatan.

berat badan 50 kg dengan konsentrasi As = 0.01 mg/L (KepMenkes 907/2002) 30 .LATIHAN  Hitung intake dan HQ As untuk penduduk residensial. konsumsi air minum 2.5 L/hari.