Anda di halaman 1dari 22

DISLIPIDEMIA HIPERLIPIDEMIA

Dr. Gilang Kusdinar

DISLIPIDEMIA
Adalah

kelainan metabolisme lipid (lemak) yang ditandai dengan peningkatan maupun fraksi lipid dalam plasma. Kelainan fraksi lipid yang utama adalah kenaikan kadar kolesterol total, kolesterol low density lipoprotein (LDL), trigliserida, serta penurunan kolesterol high density lipoprotein (HDL).

Dislipidemia

merupakan faktor resiko utama aterosklerosis (sumbat pemb.darah). Klasifikasi dislipidemia: dislipidemia primer (kelainan genetik dan nutrisi ) serta dislipidemia sekunder. Dislipidemia skunder adalah dislipidemia yang menyertai beberapa penyakit: diabetes melitus, hipotiroidisme, sindroma nefrotik dan gagal ginjal kronik.

Dislipidemia primer
Kelainan

genetik dan nutrisi. Dislipidemia ditemukan sebagai dislipidemia sedang dan dislipidemia berat. Dislipidemia sedang: hiperkolesterolemia poligenik, dislipidemia kombinasi atau hipertrigliseridemia karena kegemukan atau konsumsi alkohol berlebihan. Dislipidemia berat: hiperkolesterolemia familial dan dislipidemia remnan.

1. HIPERKOLESTEROLEMIA POLIGENIK Hiperkolesterol yang paling sering dijumpai ( > 90 %). Merupakan interaksi antara kelainan gen yang multiple, nutrisi, faktor2 lingkungan lainnya serta > satu dasar metabolik. Hiperkolesterolemia biasanya ringan atau sedang. Tidak ada xantoma.

2. HIPERKOLESTEROLEMIA FAMILIAL Bersifat autosomal dominan dan terdapat pada homozigot (mengenai satu diantara 1000 orang) atau heterozigot. Kadar kolesterol total: 600 1000 mg/dl. Tidak dapat diobati dan menyebabkan penyakit kardiovaskular dan stenosis aorta pada anak2 dan dewasa muda.

Hiperkolesterolemia

timbul akibat peningkatan kadar kolesterol LDL karena kelainan fungsi atau jumlah reseptor LDL. Hiperkolesterolemia familial heterozigot kadar kolesterol bervariasi antara 350 460 mg/dl. Pada dewasa kolesterol > 300 mg/dl atau >260 mg/dl pada usia dibawah 16 th curiga hiperkolesterolemia familial. Kadar trigliserida normal atau meningkat.

3. DISLIPIDEMIA REMNAN Kelainan ditandai dengan peningkatan kolesterol dan trigliserida (dislipidemia kombinasi). Beratnya bervariasi. 4. PENINGKATAN Apo B Dapat ditemukan pada banyak apsien kardiovaskular.

5. HIPERLIPIDEMIA KOMBINASI FAMILIAL Merupakan kelainan genetik metabolisme lipoprotein yang sering dijumpai berkaitan dengan penyakit kardiovaskular, dengan angka kejadian 1% jumlah penduduk. Mayoritas terdapat peningkatan Apo B plasma. Terdapat peningkatan trigliserida dan kolesterol.

6. SINDROM KILOMIKRON Kelainan enzim lipoprotein lipase atau apolipoprotein C II. Penyebab hipertrigliseridemia berat jarang ditemukan. Adanya hipertrigliseridemia berat dan kadar HDL kolesterol yang sangat rendah. Tidak meningkatkan resiko penyakit kardiovaskular.

7. HIPERTRIGLISERIDEMIA FAMILIAL Terdapat hipertrigliseridemia berat atau ringan. Peningkatan trigliserida yang ringan ditandai dengan kenaikan kadar very low density lipoprotein (VLDL). Bentuk yang lebih berat ditandai adanya kilomikronemia.

8. PENINGKATAN KOLESTEROL HDL Dapat menyababkan hiperkolesterolemia ringan. Tidak memerlukan terapi. Disebut longevity syndrome. Kadar lipoprotein lainnya normal. Dapat terjadi pada: wanita menopause dengan terapi estrogen, bisa familial atau obat2an perangsang mikrosom (fenitoin, fenobarbital).

Dislipidemia Sekunder

1. 2. 3.

Dislipidemia yang disebabkan penyakit atau keadaan lain, shg bila kondisi tsb diperbaiki maka dislipidemia akan sembuh. Sebab tersering: Hiperkolesterolemia: hipotiroidisme, sindroma nefrotik, penyakit hati obstruktif. Hipertrigliseridemia: DM, alkohol, obesitas, gagal ginjal kronik. Dislipidemia campuran: hipotiroidisme, sindroma nefrotik, penyakit hati obstruktif.

HIPERLIPIDEMIA
Keadaan

adanya akumulasi berlebih salah satu atau lebih lipid utama dalam plasma, sebagai manifestasi kelainan metabolisme atau transportasi lipid. Dalam klinis, hiperlipidemia dinyatakan sbg hiperkolesterolemia, hipertrigliseridemia, atau kombinasi keduanya. Terjadi karena: defek transportasi lipid atau produk endogen yang berlebihan.

Etiologi
Hiperlipidemia

primer disebabkan kelainan

genetik. Hiperlipidemia primer dibagi dalam hiperlipidemia primer familial dan sporadik. Hiperlipidemia sekunder terjadi akibat peningkatan kadar lipid dalam darah karena penyakit tertentu: diabetes melitus, gangguan tiroid (hipotiroid), penyakit hati, penyakit ginjal dan obat2an.

Manifestasi Klinis

Dikategorikan dalam 3 bentuk:


1. 2. 3.

Hiperkolesterolemia (kolesterol me ) Hipertrigliseridemia (trigliserida me ) Hiperlipidemia campuran.

Sebagian besar hiperlipidemia tidak ada gejala dan tanda klinis. Namun, dapat memberi gejala yang nyata: xantoma, arkus senilis, lipidemia retinalis, kadang2 krisis abdomen akut.

Manifestasi

hiperlipidemia di kulit dapat berupa: xantoma planum (xantelasma palpebra, xantomata intertriginosa, xantomata striae pamaris), xantoma tendinea, xantoma tuberosa, xantoma papuloeruptif (tubero eruptif). Adanya xantoma dapat merupakan petunjuk patognomonik (khas) untuk kelainan genetik atau kelainan lipoprotein tertentu.

Xantoma

tendinea khas hiperkolesterolemia familial (LDL meningkat). Xantoma tuberosa, tubero eruptif khas dislipoproteinemia (VLDL dan kilomikron remnan). Xantoma eruptif khas defisiensi LDL kilomikron.

Pemeriksaan Penunjang

1. 2. 3.

Pemeriksan lipid yang pertama harus dilakukan adalah: Kadar kolesterol total Kadar trigliserida LDL, HDL SYARAT pemeriksaan lipid: pasien harus puasa 12 16 jam (mencegah efek pasca absorbsi trigliserida).

Penatalaksanaan
Pengaturan Diet Pengendalian berat badan; bila pasien gemuk diet rendah kalori dan OR. Konsumsi karbohidrat kompleks ditingkatkan. Penggunaan asam oleat dan asam linoleat. Peningkatan konsumsi buah dan sayur2an. Kurangi konsumsi garam. No alkohol !

OBAT2AN HIPOLIPIDEMIK Penurun kolesterol:


1. 2. 3.

Kolestiramin, kolestipol Simvastatin, lovastatin, provastatin, fluvastatin Niasin, asipimox, D-tiroksin dan probukol. Gemfibrozil, bezafibrat, fenofibrat Niasin, asipimox.

Penurun trigliserida:
1. 2.